batampos – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat persiapan menjelang masuknya bulan suci Ramadan, Selasa (29/3).
Pembahasan meliputi pengawasan kebutuhan pokok, terutama minyak goreng, penambahan jam operasional tempat hiburan malam (THM), pengaturan pelaksanaan ibadah selama bulan puasa, serta buka dan tutup rumah makan.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan ada empat hal yang dibahas bersama. Pertama terkait ketersediaan bahan pokok, buka tutup tempat hiburan malam (THM), tunjangan hari raya (THR) pekerja, serta arus mudik lebaran.
Untuk komoditi kebutuhan pokok untuk sementara cukup, meskipun beberapa kebutuhan mengalami kenaikan harga. Ada beberapa bahan pokok yang menjadi atensi ke depannya, pertama minyak goreng, daging sapi, cabai merah, dan telur.
“Keempat komoditi ini dipastikan akan mengalami lonjakan permintaan, sehingga tim satgas sepakat akan turun mengawasi harga dan stok di pasaran selam bulan puasa,” kata Amsakar usai memimpin rapat di Kantor Wali Kota Batam.
Selanjutnya mengenai buka dan tutup jam operasional THM di Batam menggunakan skema 3.2.3 yaitu tiga hari diawal Ramadan, dua hari di tengah, dan tiga hari terakhir. THM diminta menutup tempat usaha selama delapan hari di bulan puasa.
“Untuk jam operasional mulai dari pukul 21.00-01.00 dini hari. Untuk waktu operasional ini mengalami perubahan, sebelum pandemi mereka buka sampai pukul 02.00 WIB, selama pandemi mereka bahkan tutup habis. Setelah ada pelonggaran mereka buka hingga pukul 00.00 WIB,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga membahas pelaksanaan ibadah, mulai dari buka puasa, taraweh, hingga tadarus. Semua diperbolehkan dan digelar seperti suasana normal.
Amsakar menambahkan selain itu, Forkopimda juga membahas terkait pemenuhan hak karyawan berupa tunjangan hari raya (THR). Sesuai dengan surat yang dikeluarkan Kemenaker pembayaran THR paling lambat tujuh hari sebelum lebaran.
“Untuk mengawasi hal ini nanti Disnaker akan membuat posko pengaduan THR, dan mengeluarkan surat edaran terkait mekanisme pembayaran THR ini,” sebutnya.
Mendekati lebaran nanti, pihaknya juga akan membuat gerai vaksin di pelabuhan dan bandara. Hal ini guna mendukung syarat perjalanan mudik tahun ini.
Seperti diketahui, tahun pemerintah tidak lagi memberlakukan tes antigen, dan PCR untuk syarat perjalanan. Pemudik hanya wajib menjalani vaksin dosis pertama, kedua, dan booster.
“Kami akan menambah titik vaksin nantinya,” imbuhnya lagi. (*)
All New NMAX 155 yang kini hadir dengan pilihan warna baru. F. Yamaha
batampos – PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, terus melakukan pembaruan pada jajaran skutik Maxi Yamaha dalam rangka mendukung kegiatan berkendara bagi sang penggunanya.
Sentuhan pembaruan tersebut tidak hanya menyasar pada segi desain, teknologi fitur, maupun performa mesin, namun juga melalui kehadiran warna-warna baru yang membuat tampilan motor menjadi semakin menarik.
”Hal ini seperti yang dilakukan pada salah satu skutik premium di jajaran Maxi Yamaha, yaitu All New NMAX 155 yang kini hadir dengan pilihan warna baru. Warna baru tersebut meliputi Matte Green serta Metallic Red yang sebelumnya telah lebih dulu disematkan pada model XMAX 250,” kata Manager Public Relation, YRA and Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Antonius Widiantoro, Selasa (29/3).
Selain pilhan warna baru Matte Green dan Metallic Red, sentuhan penyegaran juga diberikan pada All New NMAX 155 varian Standard berwarna biru.
Tepatnya, pada bagian body cover samping di area kaki (cover boomerang). Jika sebelumnya kedua sisi cover tersebut bekelir hitam glossy, kini dibuat menjadi matte atau doff.
“Kebutuhan berkendara serta karakter konsumen yang beragam, mendorong Yamaha untuk terus berusaha memenuhi harapan dan ekspektasi para pecinta skutik premium melalui kehadiran warna-warna baru di jajaran skutik Maxi Yamaha,” ujarnya.
Selain memperkaya pilihan konsumen, warna Matte Green dan Metallic Red pada All New NMAX 155 juga memberikan nilai tambah dalam hal tren gaya hidup.
”Karena kedua warna tersebut merupakan warna spesial yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesan premium dan maskulin dalam meningkatkan kebanggaan ketika sedang berkendara,” ungkapnya.
Untuk warna Matte Green yang tersedia pada seluruh varian All New NMAX 155 (Standard, Connected, Connected ABS), kesan premium dan fashionable semakin diperkuat melalui kombinasi warna hijau doff dan hitam yang tersemat pada body motor.
”Demi menjaga kesan serta impresi mewah yang selama ini telah melekat pada All New NMAX, velg berkelir emas pun masih tetap dipertahankan,” sebutnya.
Sementara itu, untuk warna Mettalic Red yang hadir pada varian All New NMAX 155 Standard dan Connected (Std. Upgrade), warna merah berjenis glossy kini dipilih untuk menggantikan warna merah matte yang sebelumnya digunakan.
”Tampilannya pun jadi terlihat lebih sporty dan maskulin sehingga cocok digunakan oleh pengendara aktif yang energik,” terangnya.
Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id/. (*)
batampos – Setelah resmi menaikkan status penegakan hukum ke tahapan penyelidikan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melanjutkan upaya-upaya pemeriksaan untuk mengungkap dugaan kartel minyak goreng. Kemarin (29/3), KPPU juga membeberkan satu bukti yang menguatkan indikasi terjadinya kartel.
Direktur Investigasi KPPU Gopprera Panggabean menjelaskan bahwa sebelum menaikkan ke proses penyelidikan, pihaknya telah melakukan investigasi selama lebih-kurang dua bulan sejak Januari. ”Komisi menemukan satu alat bukti berupa dokumen perihal proses penjualan atau distribusi minyak goreng nasional yang mengarah ke isu persaingan usaha,” ujarnya, kemarin.
Berdasarkan keterangan sejumlah pihak, lanjut Goppera, para produsen juga sempat mengadakan pertemuan setelah harga acuan crude palm oil (CPO) naik pada akhir 2021. Pertemuan juga dilakukan bersama retailer dan distributor. ”KPPU akan melihat apakah dalam persamuhan tersebut, para produsen membicarakan mengenai persoalan harga dan distribusi barang. Kemudian, KPPU bakal mencermati perubahan perilaku yang berdampak terhadap produk minyak goreng setelah pertemuan digelar,” terangnya.
Selain itu, KPPU akan mengamati kewajaran pendapatan perusahaan saat harga minyak goreng naik mengacu pada laporan keuangannya. Dari kacamata ekonomi, KPPU bakal membandingkan peningkatan pendapatan perusahaan dengan kenaikan kebutuhan produksi akibat melonjaknya harga acuan CPO. ”Namun perlu kehati-hatian dalam melihat laporan keuangan karena laporan perusahaan terbuka yang sudah disampaikan ke publik biasanya adalah laporan konsolidasi, dan kami tahu harga CPO cukup tinggi. Ini adalah proses pembuktian dengan menggunakan alat-alat bukti ekonomi, bukti perilaku karena pengakuan itu sangat sulit kita dapatkan,” ucap Gopera.
Dalam proses investigasinya, KPPU memanggil 44 pihak yang terdiri atas produsen minyak goreng, peretail, dan asosiasi. Dari jumlah tersebut, KPPU meminta keterangan dari total 20 produsen dan di antaranya termasuk produsen besar yang menguasai mayoritas pasar. ”Proses penyelidikan akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 60 hari kerja. Proses ini dapat diperpanjang sesuai kondisi penyelidikan,” bebernya.
Menurut Goppera, lembagannya bakal memfokuskan penyelidikan pada delapan kelompok usaha yang berkaitan dengan produksi hingga distribusi minyak goreng di dalam negeri. Gopprera masih enggan menyebutkan nama-nama kelompok usaha yang dimaksud. ”Kita memang akan fokus pada delapan pelaku usaha itu kita tahu yang bisa drive harga itu yang menguasai pasar yang lain yang kecil-kecil bisa jadi hanya price follower,” tegas Gopprera.
Terpisah, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita segera menuntaskan masalah kelangkaan dan kemahalan harga migor curah. Sebab berdasarkan hasil Rakor Terbatas di Istana Negara, 16 Maret lalu, Presiden Joko Widodo melimpahkan persoalan tersebut kepada Menperin dari Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Permenperin Nomor 8 Tahun 2022 tentang penyediaan migor curah untuk kebutuhan masyarakat, usaha mikro, dan usaha kecil juga sudah di tetapkan pada Jumat lalu (25/3).
Dalam beleid tersebut pelaku usaha wajib (mandatory) turut serta dalam penyediaan dan pendistribusian migor curah. “Sekarang ini kan sudah lebih dari seminggu sejak penetapan HET migor curah sebesar Rp.14 ribu per liter, dan bulan Ramadhan kurang dari sepuluh hari lagi. Jadi Menperin harus bekerja keras menata produksi dan distribusi migor curah. Jangan sampai terulang lagi kasus kelangkaan migor seperti sebelumnya,” tegas Mulyanto.
Dia mengungkapkan, potensi kebocoran migor curah ke industri besar-menengah, perhotelan, dikemas ulang, dan ekspor illegal tetap ada. Makanya, aspek pengawasan penyediaan dan pendistribusian menjadi sangat vital.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menagih janji Mendag Lutfi yang bakal mengumumkan nama-nama pengusaha migor nakal. Harus konsekuen dengan semua pernyataan yang pernah disampaikan kepada masyarakat. Jangan sampai hanya sekadar gaya-gayaan agar terkesan serius menangani masalah migor.
Dia menyayangkan pernyataan Lutfi yang malah memberikan tebakan-tebakan: pilih minyak murah tapi kosong atau minyak mahal tapi banyak? “Masyarakat pasti jawabnya mesem-mesem aja. Sebab dua-duanya pilihan yang buruk. Kalau begitu emak-emak juga bisa ngajak tebakan untuk Pak Mendag, pilih mana minyak langka Pak Mendag mundur atau minyak mahal Pak Mendag berhenti?” sindir Mulyanto.
Alumnus Tokyo Institute Of Technology itu juga memberi ultimatum kepada Lutfi. “Mendag tidak mampu selesaikan masalah ini sebaiknya mundur,” tandasnya. (*)
batampos – Perusahaan asal Singapura, Sunseap Group Pte Ltd bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2021 lalu.
Ilustrasi panel surya. Foto: Jawapos.com
BP Batam bersama perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura itu melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan sistem fotovoltaik terapung (floating photovoltaic system/FPV) yang terbesar di dunia dan juga sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di atas Waduk Duriangkang. Dengan nilai investasi senilai Rp 29 triliun.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, setelah penandatanganan MoU, dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan kajian lingkungan, serta perizinan dan relaksasi regulasi dengan target penyelesaian 12 bulan. Kemudian dilanjutkan pembangunan selama 36 bulan.
Proyek ini akan dimulai dengan persiapan perizinan dan kajian awal untuk implementasinya di genangan Waduk Duriangkang.
”Saat ini mereka masih proses perizinan, FS (feasibility study/studi kelayakan), Amdal, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (29/3).
Ia melanjutkan, BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating) dimana nanti hasilnya energinya akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.
Ia kemudian, mengemukakan rencana investasi ini mampu memberikan manfaat bagi Batam dalam beberapa hal, antara lain; mendorong pengurangan emisi karbon, mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan, mendorong investasi di Batam, meningkatkan potensi pendapatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam, dan meningkatkan kapasitas kesediaan listrik di Batam, serta untuk mendukung industri lainnya.
Ruang lingkup kerja sama ini akan meliputi pembangunan konstruksi solar panel dan floating ponton, dimana Sunseap berkewajiban mengutamakan material dan bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia, sesuai dengan ketersediaan bahan dan tenaga kerja.
”Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, ke depannya lapangan pekerjaan akan tercipta sekitar 3.000 pekerja lokal tidak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Co-Founder and CEO Sunseap Group Pte Ltd, Frank Phuan, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BP Batam, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura atas dukungan yang terus berlanjut untuk proyek ini. Frank menyebut proyek ini sangat penting karena merupakan bukti komitmen tegas Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon melalui pembangkit energi terbarukan.
”Proyek ini akan membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan dalam waktu yang sama, adanya transfer keahlian di sektor energi terbarukan kepada masyarakat Batam,” ujarnya.
”Saya sangat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan dari BP Batam, dan kami di Sunseap berkomitmen menjadi mitra dalam membangun FPV dan ESS terbesar di dunia,” tambahnya lagi.
Pengalaman Sunseap dengan energi terbarukan di Indonesia dimulai 15 tahun lalu ketika mengeksplorasi panel surya untuk menyalakan stasiun pengulang daya untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ini adalah tahun yang sama ketika Sunseap menyelesaikan sistem jaringan surya pertama di Singapura pada 2006.
Saat ini, Sunseap adalah salah satu pemeran energi terbarukan rumahan terbesar di Asia Tenggara. Kemampuan Sunseap dalam proyek energi terbarukan dimanifestasikan oleh rekam jejak untuk mengembangkan dan mengoperasikan armada aset di Singapura, serta seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan panel surya di atap rumah, panel surya yang ditanamkan di tanah, dan panel surya terapung.
Saat ini Sunseap memiliki lebih dari 2 Gigawatt pipa proyek di Singapura dan lebih dari 3.000 bangunan di seluruh Asia. Sunseap Group juga didukung dengan baik oleh pemegang saham terkemuka, yaitu Temasek dan ABC World Asia yang memberi dukungan tak terbatas, mewakili investasi kekayaan negara Singapura yang memegang 12 persen saham Sunseap, dan juga pemegang saham lainnya termasuk Shell Tech Ventures, Banpu dan Bangkok Bank dari Thailand, Perusahaan Sumitomo, Sumitomo Mitsui Finance and Leasing, dan Shikoku Electric Power dari Jepang dan Dutco dari Timur Tengah.
”Dengan posisi pasar yang kuat dalam pengembangan proyek, serta keahlian operasi dan pemeliharaan, kami yakin bahwa Sunseap dapat terus menjadi pelopor energi regional,” ujarnya.
Sunseap juga menggunakan analitik data canggih untuk mengoperasikan, memperkirakan dan melakukan pemeliharaan prediktif yang telah menjadi salah satu kekuatan utama mereka di industri ini.
”Klien kami di Singapura, termasuk pemerintah, perusahaan multinasional, seperti Apple, Facebook, Amazon dan Microsoft, serta juga ribuan usaha kecil dan menengah,” ujar Frank.
Frank juga meyakini, saat proyek ini telah selesai, maka energi terbarukan berdaya 2.2GWp FPV dan 4.000 MWhr ESS di Waduk Duriangkang, yang merupakan waduk terbesar di Kota Batam, akan menjadi FPV dan ESS terbesar di dunia secara global. (*)
batampos – Perusahaan asal Singapura, Sunseap Group Pte Ltd bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2021 lalu.
Ilustrasi panel surya. Foto: Jawapos.com
BP Batam bersama perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura itu melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan sistem fotovoltaik terapung (floating photovoltaic system/FPV) yang terbesar di dunia dan juga sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di atas Waduk Duriangkang. Dengan nilai investasi senilai Rp 29 triliun.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, setelah penandatanganan MoU, dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan kajian lingkungan, serta perizinan dan relaksasi regulasi dengan target penyelesaian 12 bulan. Kemudian dilanjutkan pembangunan selama 36 bulan.
Proyek ini akan dimulai dengan persiapan perizinan dan kajian awal untuk implementasinya di genangan Waduk Duriangkang.
”Saat ini mereka masih proses perizinan, FS (feasibility study/studi kelayakan), Amdal, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (29/3).
Ia melanjutkan, BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating) dimana nanti hasilnya energinya akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.
Ia kemudian, mengemukakan rencana investasi ini mampu memberikan manfaat bagi Batam dalam beberapa hal, antara lain; mendorong pengurangan emisi karbon, mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan, mendorong investasi di Batam, meningkatkan potensi pendapatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam, dan meningkatkan kapasitas kesediaan listrik di Batam, serta untuk mendukung industri lainnya.
Ruang lingkup kerja sama ini akan meliputi pembangunan konstruksi solar panel dan floating ponton, dimana Sunseap berkewajiban mengutamakan material dan bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia, sesuai dengan ketersediaan bahan dan tenaga kerja.
”Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, ke depannya lapangan pekerjaan akan tercipta sekitar 3.000 pekerja lokal tidak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Co-Founder and CEO Sunseap Group Pte Ltd, Frank Phuan, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BP Batam, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura atas dukungan yang terus berlanjut untuk proyek ini. Frank menyebut proyek ini sangat penting karena merupakan bukti komitmen tegas Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon melalui pembangkit energi terbarukan.
”Proyek ini akan membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan dalam waktu yang sama, adanya transfer keahlian di sektor energi terbarukan kepada masyarakat Batam,” ujarnya.
”Saya sangat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan dari BP Batam, dan kami di Sunseap berkomitmen menjadi mitra dalam membangun FPV dan ESS terbesar di dunia,” tambahnya lagi.
Pengalaman Sunseap dengan energi terbarukan di Indonesia dimulai 15 tahun lalu ketika mengeksplorasi panel surya untuk menyalakan stasiun pengulang daya untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ini adalah tahun yang sama ketika Sunseap menyelesaikan sistem jaringan surya pertama di Singapura pada 2006.
Saat ini, Sunseap adalah salah satu pemeran energi terbarukan rumahan terbesar di Asia Tenggara. Kemampuan Sunseap dalam proyek energi terbarukan dimanifestasikan oleh rekam jejak untuk mengembangkan dan mengoperasikan armada aset di Singapura, serta seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan panel surya di atap rumah, panel surya yang ditanamkan di tanah, dan panel surya terapung.
Saat ini Sunseap memiliki lebih dari 2 Gigawatt pipa proyek di Singapura dan lebih dari 3.000 bangunan di seluruh Asia. Sunseap Group juga didukung dengan baik oleh pemegang saham terkemuka, yaitu Temasek dan ABC World Asia yang memberi dukungan tak terbatas, mewakili investasi kekayaan negara Singapura yang memegang 12 persen saham Sunseap, dan juga pemegang saham lainnya termasuk Shell Tech Ventures, Banpu dan Bangkok Bank dari Thailand, Perusahaan Sumitomo, Sumitomo Mitsui Finance and Leasing, dan Shikoku Electric Power dari Jepang dan Dutco dari Timur Tengah.
”Dengan posisi pasar yang kuat dalam pengembangan proyek, serta keahlian operasi dan pemeliharaan, kami yakin bahwa Sunseap dapat terus menjadi pelopor energi regional,” ujarnya.
Sunseap juga menggunakan analitik data canggih untuk mengoperasikan, memperkirakan dan melakukan pemeliharaan prediktif yang telah menjadi salah satu kekuatan utama mereka di industri ini.
”Klien kami di Singapura, termasuk pemerintah, perusahaan multinasional, seperti Apple, Facebook, Amazon dan Microsoft, serta juga ribuan usaha kecil dan menengah,” ujar Frank.
Frank juga meyakini, saat proyek ini telah selesai, maka energi terbarukan berdaya 2.2GWp FPV dan 4.000 MWhr ESS di Waduk Duriangkang, yang merupakan waduk terbesar di Kota Batam, akan menjadi FPV dan ESS terbesar di dunia secara global. (*)
batampos – Perusahaan asal Singapura, Sunseap Group Pte Ltd bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2021 lalu.
Ilustrasi panel surya. Foto: Jawapos.com
BP Batam bersama perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura itu melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan sistem fotovoltaik terapung (floating photovoltaic system/FPV) yang terbesar di dunia dan juga sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di atas Waduk Duriangkang. Dengan nilai investasi senilai Rp 29 triliun.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, setelah penandatanganan MoU, dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan kajian lingkungan, serta perizinan dan relaksasi regulasi dengan target penyelesaian 12 bulan. Kemudian dilanjutkan pembangunan selama 36 bulan.
Proyek ini akan dimulai dengan persiapan perizinan dan kajian awal untuk implementasinya di genangan Waduk Duriangkang.
”Saat ini mereka masih proses perizinan, FS (feasibility study/studi kelayakan), Amdal, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (29/3).
Ia melanjutkan, BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating) dimana nanti hasilnya energinya akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.
Ia kemudian, mengemukakan rencana investasi ini mampu memberikan manfaat bagi Batam dalam beberapa hal, antara lain; mendorong pengurangan emisi karbon, mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan, mendorong investasi di Batam, meningkatkan potensi pendapatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam, dan meningkatkan kapasitas kesediaan listrik di Batam, serta untuk mendukung industri lainnya.
Ruang lingkup kerja sama ini akan meliputi pembangunan konstruksi solar panel dan floating ponton, dimana Sunseap berkewajiban mengutamakan material dan bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia, sesuai dengan ketersediaan bahan dan tenaga kerja.
”Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, ke depannya lapangan pekerjaan akan tercipta sekitar 3.000 pekerja lokal tidak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Co-Founder and CEO Sunseap Group Pte Ltd, Frank Phuan, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BP Batam, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura atas dukungan yang terus berlanjut untuk proyek ini. Frank menyebut proyek ini sangat penting karena merupakan bukti komitmen tegas Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon melalui pembangkit energi terbarukan.
”Proyek ini akan membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan dalam waktu yang sama, adanya transfer keahlian di sektor energi terbarukan kepada masyarakat Batam,” ujarnya.
”Saya sangat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan dari BP Batam, dan kami di Sunseap berkomitmen menjadi mitra dalam membangun FPV dan ESS terbesar di dunia,” tambahnya lagi.
Pengalaman Sunseap dengan energi terbarukan di Indonesia dimulai 15 tahun lalu ketika mengeksplorasi panel surya untuk menyalakan stasiun pengulang daya untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ini adalah tahun yang sama ketika Sunseap menyelesaikan sistem jaringan surya pertama di Singapura pada 2006.
Saat ini, Sunseap adalah salah satu pemeran energi terbarukan rumahan terbesar di Asia Tenggara. Kemampuan Sunseap dalam proyek energi terbarukan dimanifestasikan oleh rekam jejak untuk mengembangkan dan mengoperasikan armada aset di Singapura, serta seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan panel surya di atap rumah, panel surya yang ditanamkan di tanah, dan panel surya terapung.
Saat ini Sunseap memiliki lebih dari 2 Gigawatt pipa proyek di Singapura dan lebih dari 3.000 bangunan di seluruh Asia. Sunseap Group juga didukung dengan baik oleh pemegang saham terkemuka, yaitu Temasek dan ABC World Asia yang memberi dukungan tak terbatas, mewakili investasi kekayaan negara Singapura yang memegang 12 persen saham Sunseap, dan juga pemegang saham lainnya termasuk Shell Tech Ventures, Banpu dan Bangkok Bank dari Thailand, Perusahaan Sumitomo, Sumitomo Mitsui Finance and Leasing, dan Shikoku Electric Power dari Jepang dan Dutco dari Timur Tengah.
”Dengan posisi pasar yang kuat dalam pengembangan proyek, serta keahlian operasi dan pemeliharaan, kami yakin bahwa Sunseap dapat terus menjadi pelopor energi regional,” ujarnya.
Sunseap juga menggunakan analitik data canggih untuk mengoperasikan, memperkirakan dan melakukan pemeliharaan prediktif yang telah menjadi salah satu kekuatan utama mereka di industri ini.
”Klien kami di Singapura, termasuk pemerintah, perusahaan multinasional, seperti Apple, Facebook, Amazon dan Microsoft, serta juga ribuan usaha kecil dan menengah,” ujar Frank.
Frank juga meyakini, saat proyek ini telah selesai, maka energi terbarukan berdaya 2.2GWp FPV dan 4.000 MWhr ESS di Waduk Duriangkang, yang merupakan waduk terbesar di Kota Batam, akan menjadi FPV dan ESS terbesar di dunia secara global. (*)
batampos – Perusahaan asal Singapura, Sunseap Group Pte Ltd bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2021 lalu.
Ilustrasi panel surya. Foto: Jawapos.com
BP Batam bersama perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura itu melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan sistem fotovoltaik terapung (floating photovoltaic system/FPV) yang terbesar di dunia dan juga sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di atas Waduk Duriangkang. Dengan nilai investasi senilai Rp 29 triliun.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, setelah penandatanganan MoU, dibentuk tim bersama untuk membuat kajian kelayakan dan kajian lingkungan, serta perizinan dan relaksasi regulasi dengan target penyelesaian 12 bulan. Kemudian dilanjutkan pembangunan selama 36 bulan.
Proyek ini akan dimulai dengan persiapan perizinan dan kajian awal untuk implementasinya di genangan Waduk Duriangkang.
”Saat ini mereka masih proses perizinan, FS (feasibility study/studi kelayakan), Amdal, dan lainnya,” ujarnya, Selasa (29/3).
Ia melanjutkan, BP Batam akan mengawal proses dan implementasi investasinya sebagaimana yang sudah tercantum dalam perjanjian agar dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating) dimana nanti hasilnya energinya akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.
Ia kemudian, mengemukakan rencana investasi ini mampu memberikan manfaat bagi Batam dalam beberapa hal, antara lain; mendorong pengurangan emisi karbon, mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan, mendorong investasi di Batam, meningkatkan potensi pendapatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BP Batam, dan meningkatkan kapasitas kesediaan listrik di Batam, serta untuk mendukung industri lainnya.
Ruang lingkup kerja sama ini akan meliputi pembangunan konstruksi solar panel dan floating ponton, dimana Sunseap berkewajiban mengutamakan material dan bahan produksi dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pekerjaan yang dilaksanakan di Indonesia, sesuai dengan ketersediaan bahan dan tenaga kerja.
”Sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam, ke depannya lapangan pekerjaan akan tercipta sekitar 3.000 pekerja lokal tidak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Co-Founder and CEO Sunseap Group Pte Ltd, Frank Phuan, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada BP Batam, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura atas dukungan yang terus berlanjut untuk proyek ini. Frank menyebut proyek ini sangat penting karena merupakan bukti komitmen tegas Indonesia untuk melawan perubahan iklim dan pengurangan jejak karbon melalui pembangkit energi terbarukan.
”Proyek ini akan membantu menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan dalam waktu yang sama, adanya transfer keahlian di sektor energi terbarukan kepada masyarakat Batam,” ujarnya.
”Saya sangat menghargai komitmen dan upaya yang dilakukan dari BP Batam, dan kami di Sunseap berkomitmen menjadi mitra dalam membangun FPV dan ESS terbesar di dunia,” tambahnya lagi.
Pengalaman Sunseap dengan energi terbarukan di Indonesia dimulai 15 tahun lalu ketika mengeksplorasi panel surya untuk menyalakan stasiun pengulang daya untuk perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Ini adalah tahun yang sama ketika Sunseap menyelesaikan sistem jaringan surya pertama di Singapura pada 2006.
Saat ini, Sunseap adalah salah satu pemeran energi terbarukan rumahan terbesar di Asia Tenggara. Kemampuan Sunseap dalam proyek energi terbarukan dimanifestasikan oleh rekam jejak untuk mengembangkan dan mengoperasikan armada aset di Singapura, serta seluruh kawasan Asia Tenggara dan Pasifik dengan panel surya di atap rumah, panel surya yang ditanamkan di tanah, dan panel surya terapung.
Saat ini Sunseap memiliki lebih dari 2 Gigawatt pipa proyek di Singapura dan lebih dari 3.000 bangunan di seluruh Asia. Sunseap Group juga didukung dengan baik oleh pemegang saham terkemuka, yaitu Temasek dan ABC World Asia yang memberi dukungan tak terbatas, mewakili investasi kekayaan negara Singapura yang memegang 12 persen saham Sunseap, dan juga pemegang saham lainnya termasuk Shell Tech Ventures, Banpu dan Bangkok Bank dari Thailand, Perusahaan Sumitomo, Sumitomo Mitsui Finance and Leasing, dan Shikoku Electric Power dari Jepang dan Dutco dari Timur Tengah.
”Dengan posisi pasar yang kuat dalam pengembangan proyek, serta keahlian operasi dan pemeliharaan, kami yakin bahwa Sunseap dapat terus menjadi pelopor energi regional,” ujarnya.
Sunseap juga menggunakan analitik data canggih untuk mengoperasikan, memperkirakan dan melakukan pemeliharaan prediktif yang telah menjadi salah satu kekuatan utama mereka di industri ini.
”Klien kami di Singapura, termasuk pemerintah, perusahaan multinasional, seperti Apple, Facebook, Amazon dan Microsoft, serta juga ribuan usaha kecil dan menengah,” ujar Frank.
Frank juga meyakini, saat proyek ini telah selesai, maka energi terbarukan berdaya 2.2GWp FPV dan 4.000 MWhr ESS di Waduk Duriangkang, yang merupakan waduk terbesar di Kota Batam, akan menjadi FPV dan ESS terbesar di dunia secara global. (*)
batampos- Jajaran TNI AL berduka. Hal ini disebabkan dua prajurit dari Jalesveva Jayamahe gugur setelah diserang teroris KKB di Papua. Untuk memberikan penghormatan terakhir, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun, melaksanakan sholat ghaib.
Prajurit Lanal TBK melaksanakan sholat ghaib untuk menghormati dua orang prajurit TNI gugur diserang teroris KKB Papua
”Bertempat di Musala Hizbul Wathon Mako Lanal TBK, seluruh prajurit kita telah melaksanakan salat ghaib dan doa bersama. Hal ini kita lakukan atas wafatnya dua prajurit TNI AL setelah mendapat serangan dari teroris KKB Papua di Pos Quary Bawah, Papua,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Sentosa.
Dikatakannya, tidak hanya prajurit yang ikut salat ghaib, tapi juga termasuk dirinya dan para perwira. Dengan gugurnya dua prajurit TNI AL, diharapkan tetap memberikan semangat kepada para prajurit TNI AL yang lain dalam menjalankan tugasnya menjaga wilayah NKRI.
”Kita tentunya turut berduka atas peristiwa gugurnya dua prajurit kita. Dan kiya mendoakan agar Allah SWT mengampunkan segala dosa dan menerima semua amal ibadah dua prajurit yang gugur tersebut. Semoga ditempatkan yang terbaik oleh Allah SWT. Kepada keluarga juga tentunya diberikan kekuatan untuk menerima cobaan ini,” jelasnya.
Sesuai dengan slogan, lanjutnya, patah satu tumbuh seribu. Artinya, akan banyak prajurit TNI AL yang akan muncul dan siap untuk menjaga keutuhan NKRI dari gangguan. Sehingga, Indonesia selalu dalam keadaan aman dan damai. (*)
batampos – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022 diumumkan kemarin (29/3). Sebanyak 120.643 siswa dari total pendaftar 612.049 siswa telah dinyatakan lolos seleksi.
Adapun dari jumlah peserta yang lolos tersebut, 29,48 persen atau 35.570 orang merupakan peserta dengan KIP Kuliah. Mereka merupakan calon penerima bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah.
”Daya tampung dari 125 PTN adalah 122.651. Rata-rata 20 persen,” ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) Mochammad Ashari dalam konferensi pers, kemarin (29/3).
Dia merinci, rekor penerima mahasiswa baru terbanyak tahun ini dipegang oleh Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Jumlah penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN ini mencapai 3.445 orang. Disusul, Universitas Negeri Semarang 3.083 orang. Lalu, Universitas Pendidikan Indonesia dengan 3.038 orang, Universitas Lampung 3.027 orang, dan Universitas Negeri Padang 2.867 orang.
Selanjutnya, ada Universitas Negeri Surabaya dengan 2.857 orang, Universitas Gadjah Mada 2.690 orang, Universitas Negeri Makassar 2.475 orang, Universitas Malikussaleh 2.402 orang, dan Universitas Jember 2.380 orang.
Kemudian, mengenai keketatan, tahun ini persaingan terketat untuk prodi saintek dipegang oleh prodi keperawatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Keketatannya mencapai 0,99 persen. Artinya, dari 100 pendaftar hanya satu orang yang diterima. ”Sangat-sangat ketat. Rata-rata secara nasional 19,8 persen. Ini satu persen,” ungkapnya.
Keketatan ini juga terjadi di prodi Teknik Informatika Universitas Padjadjaran (Unpad). Persentasenya mencapai 1,09 persen. Disusul Gizi Universitas Sumatera Utara (USU) 1,16 persen, Farmasi Universitas Diponegoro (Undip) 1,32 persen, dan Ilmu Komputer Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 1,42 persen.
Sementara untuk prodi Soshum, keketatan tertinggi dipegang oleh Ilmu Komunikasi UNJ dengan 0,94 persen. Kemudian, Ilmu Komunikasi Unpad 1,02 persen, Manajemen Unpad 1,06 persen, Manajemen UNJ 1,08 persen, dan Manajemen Universitas Negeri Medan 1,19 persen.
Ashari mewanti-wanti, lolos SNMPTN ini bukan berarti sudah diterima di PTN yang dituju. Mereka harus lolos verifikasi data akademik yang dilakukan oleh PTN masing-masing. Karenanya, para siswa wajib melakukan daftar ulang. Siswa disarankan untuk membaca peraturan mahasiswa baru di PTN tujuan untuk mengetahui detailnya.
Sementara itu, bagi 490.406 siswa yang belum lolos SNMPTN, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu meminta agar tidak perlu berkecil hati. Karena masih akan ada jalur penerimaan berikutnya, yaitu UTBK SBMPTN.
Senada, Direktur Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo meminta agar siswa yang lolos SNMPTN melakukan daftar ulang. Bila tidak, maka peserta akan disanksi. Yang bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 2022-2024. ”Saran bagi yang diterima SNMPTN, ya daftar ulang. Tidak ada solusi lain, kecuali tidak akan masuk PTN,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) Jamal Wiwoho meminta agar mereka yang belum lolos tidak perlu bersedih. Masih ada kesempatan untuk mengikuti seleksi mahasiswa baru jalur SBMPTN dan Mandiri. ”Kuotanya lebih besar dari SNMPTN,” ujarnya.
Di sisi lain, dia menyebut, bahwa PTN mematuhi ketentuan bahwa minimal 20 persen kuota mahasiswa baru untuk mahasiswa miskin. Seperti yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menerima mahasiswa miskin melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Rektor UNS itu mengatakan peminat SNMPTN di kampusnya tercatat ada 28.701 orang. Dari jumlah itu sebanyak 1.635 pendaftar dinyatakan lolos SNMPTN 2022. ’’Sebanyak 482 orang atau 29,48 persen yang lolos SNMPTN adalah pemegang KIP-Kuliah,’’ kata Jamal. Sementara itu tingkat angka keketatan persaingan (AKP) di UNS tahun ini mencapai 1:18 atau satu orang bersaing dengan 18 peserta lainnya.
Jamal mengatakan angka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN tahun ini meningkat dibandingkan periode 2021 lalu. Tahun lalu mahasiswa baru yang diterima di jalur SNMPTN tercatat ada 1.497 orang. Dia mengingatkan bahwa peserta yang lolos SNMPTN tidak bisa mendaftar SBMPTN 2022. Bagi pelamar yang lolos SNMPTN wajib daftar ulang atau registrasi sesuai jadwal masing-masing kampus.
Kampus negeri lain yang menerima mahasiswa cukup besar adalah Universitas Indonesia (UI). Total pelamar SNMPTN di kampus UI tercatat 18.550 orang. Kemudian pelamar yang dinyatakan lolos SNMPTN ada 1.115 orang.
Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI Gunawan mengatakan 18.550 pelamar SNMPTN memilik 64 program studi. Para pelamar berasal dari 573 sekolah di seluruh Indonesia. ’’Dari yang diterima SNMPTN, sebanyak 161 memiliki KIP-Kuliah,’’ jelasnya.
Gunawan mengatakan untuk rumpun IPA, prodi paling diminati adalah pendidikan dokter, ilmu komputer, dan sistem informasi. Kemudian teknik industri dan farmasi. Lalu untuk rumpun sosial humaniora, prodi paling diburu adalah ilmu hukum, ilmu psikologi, manajemen, ilmu komunikasi, dan akuntansi. (*)
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal
batampos – Kelompok separatis teroris (KST) terus menebar teror. Salah satunya dengan mengklaim telah menembak dua pesawat komersial di Bandara Keneyam. Namun, Polda Papua membantah klaim tersebut.
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, penembakan terhadap dua pesawat komersial di Bandara Keneyam dilakukan Senin (28/3). “Penembak dipimpin Egianus Kogeya,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya kemarin (29/3).
TPNPB-OPM melakukan penembakan sebanyak 12 kali. Yang mengarah ke dua pesawat terbang komersial. “Penembakan karena pesawat tersebut mengangkut pasukan TNI dan Polri,” ujarnya.
Dia memperingatkan setiap maskapai penerbangan di Papua akan ditembak bila mengangkut pasukan TNI dan Polri. “Dua pesawat yang kami tembak mengangkut pasukan TNI dan Polri dua hari berturut-turut,” urainya.
Selain menembak dua pesawat, TPNPB-OPM juga mengklaim kembali melakukan serangan ke Pos Koteka dan Alguru. Baku tembak juga kembali terjadi di Kali Keneyam. “Kami menyerang dengan tembakan jarak jauh,” jelas Sebby.
Sementara Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol A.M. Kamal membantah adanya kejadian penembakan terhadap pesawat komersial di Bandara Keneyam. Menurutnya, tidak ada penembakan terhadap pesawat komersial. “hanya klaim dan teror propaganda,” ujarnya.
Sebelumnya, dua anggota TNI AL gugur dalam penyerangan yang dilakukan KST di Pos Quary Bawah Satgas Mupe Yon 3 Mar. Dalam serangan tersebut, KST menggunakan senjata pelontar granat dan senjata jarak jauh. Senjata pelontar granat itu diprediksi merupakan senjata rampasan. (*)