Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 8293

Kerangkeng Manusia Awalnya untuk Bina Pemuda Pancasila Pecandu Narkoba

0
Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (7/2) (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin menyampaikan, karangkeng manusia yang berada di kediamannya, awalnya dibuat untuk membina kelompok masyarakat. Terbit yang merupakan tokoh Pemuda Pancasila di Kabupaten Langkat mengaku, mulanya tempat tersebut untuk membina para anggota Pemuda Pancasila dari kecanduan narkoba.

“Organisasi sendiri saya sebagai tokoh Pemuda Pancasila. Supaya bisa menghilangkan pecandu narkoba,” kata Terbit usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (7/2).

Belakangan, kerangkeng itu dipakai untuk masyarakat luas. Dia mengklaim, sifatnya pada dasarnya untuk membantu warga di sekitar. Bahkan, Terbit mengeklaim ada warga yang meminta anggota keluarganya untuk dikarangkeng.

“Ini permintaan masyarakat,” ucap Terbit.

Terbit pun mengklaim, jeruji besi yang disebutnya sebagai tempat pembinaan itu sudah diketahui oleh aparat kepolisian dan BNN setempat. Menurut Terbit, keberadaan karangkeng sudah diketahui masyarakat luas.

“Itu sudah umum, tidak dirahasiakan lagi,” tegasnya.

Karena itu, dia menegaskan tidak ada masyarakat di Kabupaten Langkat yang protes terkait kerangkeng di rumahnya itu. Dia mengklaim, hal itu membantu warga setempat.

“(Tidak ada yang protes), sifatnya membantu warga di sana,” klaim Terbit.

Sebelumnya, Komnas HAM telah memeriksa Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin selama kurang lebih dua jam. Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 13.40 WIB hingga pukul 15.16 WIB di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Beka menjelaskan, dari hasil pemeriksaan Terbit Rencana mengakui ada korban tewas akibat kerangkeng tersebut. Karena itu, Komnas HAM turut mendalami bagaimana jika ada korban tewas di dalam kerangkeng yang disebut sebagai tempat rehabilitasi.

“Memang terkonfirmasi ada yang meninggal dalam kerangkeng tersebut, dan juga bagaimana SOP penanganan kalau ada kekerasan atau korban jiwa,” ucap Beka.

Meski demikian, lanjut Beka, dari hasil pemeriksaan Terbit Rencana tidak menjelaskan secara rinci terkait jumlah korban dari kerangkeng tersebut. Hal ini pun akan didalami oleh Komnas HAM.

“Nggak ngomong jumlah orang tapi bahwa ada yang meninggal iya,” tegas Beka.

Komnas HAM juga berhasil mendapat informasi terkait sejarah berdirinya kerangkeng tersebut. Serta bagaimana penanganan di dalam kerangkeng tersebut.

“Kami mendapatkan informasi terkait sejarah kerangkeng yang ada, metode pembinaan yang dilakukan oleh tim yang mengelola kerangkeng itu sehari-hari,” ucap Beka.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komnas HAM Chairul Anam menyampaikan, ada dugaan kekerasan di dalam kerangkeng Bupati Langkat. Hal ini pun turut didalami tim Komnas HAM, tetapi saat ini tidak bisa dijelaskan secara rinci apakah ada dugaan keterlibatan Terbit.

“Itu sedang kami dalami,” ucap Anam.

Dugaan kepemilikan kerangkeng manusia ini sebelumnya dibongkar oleh Migrant Care setelah mengadukannya ke Komnas HAM. Dalam laporannya, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah menyebut, sebanyak 40 pekerja sawit mendekam di dalam kerangkeng milik Terbit Rencana.

Laporan ini disertai bukti-bukti di antaranya foto, video dan juga foto-foto korban. “Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja,” kata Anis di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (24/1).

Anis mengutarakan, kerangkeng itu terdapat di belakang halaman rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana. Anis mengungkapkan, kerangkeng tersebut
mirip penjara dengan tambahan gembok, agar para pekerjanya tidak keluar masuk sembarangan.

Dia tak memungkiri, para pekerja kerap mendapat penyiksaan, seperti pemukulan. Bahkan mengakibatkan lebam hingga luka-luka. “Sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka,” pungkas Anis. (*)

Reporter: JP Group

SMP 4 Tanjungpinang Raih Juara Satu Festival Zapin Penyengat

0
SMP Negeri 4 Tanjungpinang meraih juara 1 Festival Zapin Penyengat. f. Kominfo Tanjungpinang 

batampos– Pandemi Covid 19 tidak menghalangi siswa siswi untuk berkreatifitas dan mencetak prestasi. Salah satunya ditunjukkan oleh siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tanjungpinang, yang meraih juara pertama pada Festival Zapin Penyengat 2022.

Kepala Sekolah SMP 4 Tanjungpinang, Parida mengatakan sekolah yang dikepalainya itu meraih juara satu tingkat Provinsi Kepri lomba Tari Zapin Kreasi yang diselenggarakan pada 4-5 Februari 2022 lalu di Pulau Penyengat. “Alhamdulillah, kreativitas tari zapin, SMP 4 Tanjungpinang berhasil meraih juara satu,” katanya, Senin (7/2).

Dengan prestasi ini, kata Parida, dapat menjadi motivasi serta semangat untuk siswa siswi lainnya, menjadi lebih kreatif dan berdedikasi, sehingga pendidikan di SMP 4 semakin meningkat.

Terlebih, lanjut Parida, tari Zapin Penyengat merupakan warisan seni dan budaya lokal yang harus dilestarikan dan dipertahankan oleh generasi muda, seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman. “Kita harus dorong anak-anak agar terus kreatif dan inovatif. Karena pandemi bukan alasan untuk tidak meraih prestasi,” tegasnya.

Pada lomba Tari Zapin Kreasi yang digelar secara rutin tersebut, SMP Negeri 11 Tanjungpinang berhasil meraih juara dua. Sedangkan SMP Negeri 9 Tanjungpinang berhasil meraih juara tiga. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR

Waduk Kawal Belum Dimanfaatkan, Jaringan Pipa Belum Dibangun

0

batampos-Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Mamat mengatakan pembangunan jaringan pipa dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk mendukung operasional Waduk Kawal, Bintan masih membutuhkan dana besar. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendukung akan menggunakan APBN Tahun 2023 mendatang.

“Pembangunan Waduk Kawal, Bintan sudah tuntas dilakukan pada 2019 lalu. Namun belum bisa dimanfaatkan, karena belum didukung dengan jaringan pipa dan IPA,” ujar Mamat belum lama ini di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

BACA JUGA: Ganti Pipa Tua di Badan Jalan, PDAM Tirta Kepri Minta Rp17,2 M ke Pemprov

Dijelaskannya, Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) sudah selesai dilakukan. Adapun untuk jaringan pipa akan dibangun sepanjang 25 kilo meter (KM) dari Kawal menuju Gesek, Bintan. Disebutkannya, penyelesaian pekerjaan pendukung tersebut akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sumatera IV (BWS IV) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri.

“Kebutuhan anggaran untuk membangun infrastruktur pendukung diatas Rp150 miliar. Makanya, pekerjaan tersebut handle oleh BWS IV dan BPPW Provinsi Kepri,” jelas Mamat.

Masih kata Mamat, ia berharap pada 2023 mendatang Waduk Kawal sudah bisa dimanfaatkan. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas pelanggan PDAM di Tanjungpinang dan Bintan. Karena kapasitas yang tersedia dari Waduk Gesek, Bintan, dan Sei Pulai, Tanjungpinang hanya mampu melayani sekitar 18 ribu pelanggan PDAM Tirta Kepri.

“Adapun saat ini, tercatat ada 7.000 rumah tangga dan kantor yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list. Tentu dengan adanya tambahan dari Waduk Kawal bisa memenuhi permintaan sambungan baru,” tutup Mamat.

Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, tidak kunjung terlaksananya pembangunan infrastruktur pendukung Waduk Kawal, menunjukan adanya koordinasi yang kurang baik antar instansi terkait. Sehingga prosesnya tidak berjalan simultan.

“Seharusnya pembangunan itu berjalan seiringan, apalagi melibatkan beberapa instansi. Seperti sekarang ini, Waduknya sudah selesai, tetapi harus menunggu proyek dari Satker lain. Jika memang kebutuhan ini menjadi atensi, seharusnya berjalan secara simultan,” ujar Rudy Chua, kemarin.

Sebelumnya, Pemprov Kepri sudah mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pertama adalah kebutuhan terhadap pembangunan Intake Rp8,1 miliar (diusulkan ke BWS Sumatera IV). Kedua Instalasi pengolahan air (ipa) dan bangunan penunjangnya Rp79,2 miliar (diusulkan ke Kementerian PU). Kemudian yang ketiga adalah pipa transmisi dari Kawal ke Gesek Rp127,7 miliar (diusulkan ke Kementerian PU. Kemudian

Seperti diketahui, pembangunan Waduk Kawal secara keseluruhan adalah sebesar Rp92 miliar yang bersumber dari APBN melaui Satker Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS IV). Pembangunan dimulai pada 2017 lalu dengan alokasi sebesar Rp22 miliar. Kemudian pada tahun 2018 dialokasikan Rp67,6 miliar. Selanjut pada 2019 adalah sebesar Rp5 miliar. Adapun berdasarkan Detail Engineering Design (DED) infrastruktur dibidang perairan tersebut dibangun diatas lahan seluas 400 hektar (ha). (*)

Reporter: Jailani

Vaksinasi HPV Bisa Tekan Kasus Kanker Serviks

0

batampos– Koordinator Substansi Imunisasi, Kemenkes dr. Iqbal Djakaria mengatakan, pemerintah sedang menggencarkan upaya peningkatan cakupan program imunisasi yaitu imunisasi dasar lengkap (IDL) bagi bayi, imunisasi lanjutan balita, serta Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan dan juga dengan DPR melalui komisi IX.

ILUSTRASI SERVIKS (Dok. JawaPos.com )

Sebelumnya, program imunisasi HPV pertama kali dicanangkan di DKI Jakarta oleh Kemenkes berdasarkan rekomendasi Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) 2016 dan sudah dikembangkan ke beberapa kota lainnya.

BACA JUGA: Begini Gejala Kanker Paru Tiap Stadium dan Pengobatannya

Konsultan Onkologi Ginekologi & Ketua Dewan Penasihat HOGI Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K)-Onk mengatakan, setiap perempuan perlu mewaspadai ancaman kanker serviks dengan mengenal faktor risiko dan deteksi dini kanker serviks. Gejala kanker serviks sering kali disalahartikan dengan gejala penyakit lain, sehingga sering luput dari perhatian dan baru ditemukan ketika telah mencapai stadium lanjut.

“Saat keadaan sudah mencapai stadium lanjut, kanker akan sulit untuk disembuhkan Sebelum terlambat, maka marilah kita cegah penyebaran virus ini melalui pencegahan primer berupa vaksinasi HPV karena pencegahan ini terbukti telah berhasil menurunkan angka kasus kanker serviks hingga 40 persen,” katanya.

Ketua Umum CISC dan Penggagas KICKS Aryanthi Baramuli Putri mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV. Vaksin HPV merupakan investasi kesehatan dan perlindungan utama dari berbagai macam penyakit di masa depan yang diakibatkan oleh virus HPV.

“Ini bagian upaya promotif, preventif, diagnosis, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif untuk penanggulangan kanker yang lebih baik,” kata Aryanthi. (*)

Reporter: Jpgroup

Tambah Dua Warga Karimun Positif Covid-19

0
Kadinkes Karimun, Rachmadi

batampos – Saat ini, setiap kasus positif Covid-19 baru berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) wajib untuk dicek kembali dengan metode lain. Yakni, menggunakan s-gene target failure (SGTF).

”Sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan memang saat ini memang menjadi keharusan untuk memeriksakan sampel swab menggunakan metode SGTF setelah dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR. Dengan metode SGTF ini bisa lebih terperinci atau lebih detil untuk memeriksa sampel swab dan mengetahui varian Omicron,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi, Senin (7/2).

BACA JUGA: Penderita Covid Bertambah, PTM Tetap Lanjut

Kalau hanya memeriksa sampel swab dengan metode PCR dan hasilnya positif, kata Rachmadi, maka tidak dapat dideteksi untuk varian Omicron-nya. Sehingga, dengan metode SGTF bisa dilakukan antisipasi dan pencegahan penyebarannya. Khususnya, jika memang hasil pemeriksaan sampel tersebut positif varian Omicron.

Menyinggung tentang tambahan kasus positif, Rachmadi menyebutkan, untuk hari ini (Senin, red) ada dua kasus baru. ”Satu orang ada riwayat perjalanan keluar daerah dan satu orang lagi tidak ada. Dua kasus baru tersebut terdeteksi setelah sampel swab diperiksa menggunakan metode PCR,” paparnya.

Seperti yang dia sampaikan, dua kasus baru positif Covid-19 juga sampel swab-nya juga akan dikirim ke BTKLPP Batam untuk dilakukan pemeriksaan dengan metode SGTF. Karena, untuk saat ini yang punya alat SGTF hanya mereka (BTKLPP). Jika nanti hasilnya probabel Omicron, maka sudah dapat ditetapkan terjangkit varian baru tersebut. Dan saat ini, dengan adanya tambahan dua kasus positif Covid-19, maka jumlah kasus aktif menjadi 7 kasus. (*)

Reporter: Sandi

Bantah Musuhi Islam, KSAD: Saya Pernah Jadi Santri

0
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)

batampos – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman membantah opini yang menyebut dirinya membenci islam. Dia mengaku dekat dengan islam, bahkan pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

“Saya dulu itu pernah santri. Jadi kalau ada yang bilang saya memusuhi Islam itu tidak benar Saya tidak pernah lewat salat lima waktu, tidak pernah lewat puasa,” kata Dudung di Mabesad, Jakarta, Senin (7/2).

Dudung meuturkan, beberapa ucapannya soal islam kerap kali dimanipulasi sehingga bermakna tidak sesuai. Hal itu pula yang kemungkinan muncul persepsi dirinya membenci islam.

“Saya sering kultum, saya sering sampaikan, kalau pelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustadnya, tidak ada gurunya. Tapi kalimat itu dipotong, kalau belajar agama itu jangan terlalu mendalam, titik, dipotong di situ,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Pangkostrad itu mengatakan, tantangan mempertahankan kedaulatan bangsa pada masa kini sudah sangat kompleks. Tak sedikit negara di Timur Tengah sudah berantakan akibat perang.

Dudung menyakini konflik yang terjadi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor internal. Melainkan ada pula pihak tertentu yang sengaja ikut campur menyulut konflik.

“Dengan terjadinya kemenangan Taliban, tidak tertutup kemungkinan pengaruh itu akan ada, oleh karena itu dalam menyikapi medsos kita harus bijak. Jangan cepat melihat kemudian ada ayatnya langsung percaya,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Peringati HUT FSPMI, Buruh Kembali Tolak UU Cipta Kerja

0
Demo Buruh 2 F Cecep Mulyana
Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batamkembali melakukan demo didepan kantor DPRD Batam, Selasa(7/2). Aksi tersebut terkait kenaikan UMK. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos- Buruh di Kota Batam kembali melakukan aksi unjuk rasa, Senin (7/2). Aksi mereka kali ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Depan Gedung Graha Kepri dan di depan Kantor DPRD Kota Batam.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Ramon mengatakan, aksi yang dilakukan  dalam rangka memperingati HUT FSPMI ke-23. Dalam peringatan HUT ke-23 itu, FSPMI melakukan berbagai kegiatan seperti perlombaan hingga aksi unjuk rasa secara nasional.

“Tuntutan kita itu ke DPRD Provinsi dan DPRD Kota,” ujar Ramon.

Untuk aksi di DPRD Provinsi, Ramon sangat menyayangkan tidak adanya anggota DPRD Provinsi yang mau menemui buruh. Meskipun sebagian besar dari anggota DPRD Provinsi berasal dari Batam.

BACA JUGA: Buruh di Batam Kembali Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya…

“Surat sudah kita sampaikan, tapi tak ada satu pun yang menemui kita,” tuturnya. Dalam aksi, buruh hanya ditemui oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaludin.

Kepada Kamaludin, buruh menyampaikan tuntutan mereka terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. Kemudian juga, buruh menolak revisi Undang-Undang MD2 yang recananya akan direvisi oleh DPR RI.

“Kita menolak itu karena sudah jelas Undang-Undang Omnibus Law dinyatakan Mahkamah Konstitusi bahwasanya inkonstitusional bersyarat. Tapi pengatur undang undang (Omnibus Law) ini yang akan direvisi, yang tujuannya melegalkan undang undang Omnibus Law, ini yang akan kita lawan,” jelasnya.

Selain itu, dalam peringatan bulan K3 Nasional saat ini, pihaknya menyoroti sejumlah kecelakaan kerja yang terjadi di Tanjunguncang dalam beberapa waktu belakangan ini. Sehingga FSPMI meminta untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Batam agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Kita akan mempersiapkan suratnya untuk dilakukan RDP itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta dukungan dari DPRD Kota Batam terkait kenaikan upah yang harus naik 3 persen untuk disampaikan ke Gubernur Kepri.

“Tuntutan kita tidak akan lari dari Gubernur harus merevisi SK 1373. Setelah nanti putusan MA itu keluar, itu nanti akan ada revisi. Gubernur mau atau tidak untuk merevisi itu,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

 

Krama Yudha Tiga Berlian Motors Serius Promosikan Truk Listrik

0
Pihak KTB menggandeng operator logistik dalam mempromosikan kendaraan listrik Mitsubishi Fuso di Indonesia. f. dok. JawaPos.com

batampos – Rencana PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia untuk menjual truk listrik semakin serius. Hal ini dibuktikan dengan kesiapannya untuk melakukan Proof of Concept (POC) terkait truk listrik di Tanah Air.

Bayu Aprizal, General Manager of Product Strategy PT KTB mengungkapkan kalau pihaknya sedang melakukan studi kendaraan listrik untuk Indonesia. Ini sejalan dengan dukungan Pemerintah yang terus gencar melakukan promosi terhadap kendaraan listrik.

“Kami mulai 1 Desember 2021 membentuk satu departemen khusus mempelajari kendaraan listrik di Indonesia. Tahun ini (2022) kita berupaya untuk melakukan tindakan yang lebih konkret,” ujarnya saat acara Media Gathering secara online, Rabu (26/1).

Pihak KTB menggandeng operator logistik dalam mempromosikan kendaraan listrik Mitsubishi Fuso di Indonesia. Harapannya sosialisasi tersebut KTB mendapatkan informasi terkait aktivitas pada kendaraan niaga listrik di pasar Indonesia.

Seperti diketahui Mitsubishi Fuso mempunyai eCanter yang merupakan kendaraan listrik berbasis baterai untuk segmen komersil. Sebagai informasi eCanter sudah diperkenalkan di Australia dan New Zealand dan sempat mampir ke Indonesia.

BACA JUGA:

Truck ini dibekali dengan tenaga 135 kW dan torsi 390 Nm dengan daya angkut maksimal (GVW) 7,5 ton. Usaha logistik sangat cocok menggunakan kendaraan ini.

“Sebenarnya eCanter sudah well proven dan digunakan di berbagai negara di dunia. Untuk membawa produk tersebut pada dasarnya tergantung pada konsumen lagi. Kami melihat Indonesia punya potensi terkait kendaraan listrik di masa depan,” pungkasnya.

Kapan KTB menjual eCanter di Indonsia? Kembali lagi kepada konsumen di Indonesia serta melihat strategi pemerintah mengenai kendaraan listrik, khususnya di segmen niaga. Masalah infrastruktur yang saat ini hanya tersedia di Jabodetabek saja. Sedangkan untuk infrastruktur di luar kota masih belum memadai. (*)

Reporter: JP Group

Komnas HAM Sebut Lebih dari 3 Orang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat

0
Puluhan Warga bersama Keluarga Korban kerangkeng manusia yang berada di kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin menolak penutupan di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (26/1/2022). Saat KPK melakukan OTT terhadap Bupati Langkat, ditemukan kerangkeng manusia yang diduga menyalahi aturan. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan bukti baru dari dugaan kepemilikan kerangkeng yang serupa sel tahanan di halaman rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM menduga, korban tewas akibat kesewenangan dari kerangkeng milik Bupati Langkat itu berjumlah lebih dari tiga orang.

“Lebih dari tiga (meninggal dunia),” kata Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (7/2).

Dia menduga, kerangkeng milik Bupati Langkat itu telah berdiri lebih dari 10 tahun. Berdasarkan temuan Komnas HAM, diduga kerangjeng itu sudah ada sejak 2010 lalu.

“Itu yang sedang kami dalami itu sejak dari tahun 2010 sampai 2022, berarti 12 tahun,” ucap Anam.

Bahkan berdasarkan hasil investigasi, masyarakat sekitar mengetahui kerangkeng tersebut sebagai tempat rehabilitasi narkoba. Hal ini pun perlu didalami terkait adanya dugaan perbudakan modern dari kepemilikan kerangkeng tersebut.

“Banyak di sana itu mengatakan tempat rehabilitasi. Dokumen yang kami dapat dan informasi dari seluruh masyarakat, termasuk juga dari institusi yang memang berurusan dengan narkotika,” ucap Anam.

Oleh karena itu, informasi yang didapat oleh Komnas HAM ini akan didalami langsung kepada Bupati Langkat di gedung Merah Putih KPK hari ini. Hal ini penting untuk menyimpulkan adanya pelanggaran HAM atau tidak dari kasus tersebut.

“Kami akan konfirmasi dengan beberapa dokumen yang kami miliki, ada foto, ada video, ada berkas, dan lain sebagainya,” tegas Anam.

Dugaan kepemilikan kerangkeng manusia ini sebelumnya dibongkar oleh Migrant Care setelah mengadukannya ke Komnas HAM. Dalam laporannya, Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah menyebut, sebanyak 40 pekerja sawit mendekam di dalam kerangkeng milik Terbit Rencana.

Laporan ini disertai bukti-bukti di antaranya foto, video dan juga foto-foto korban. “Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja,” kata Anis di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (24/1).

Anis mengutarakan, kerangkeng itu terdapat di belakang halaman rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana. Anis mengungkapkan, kerangkeng tersebut mirip penjara dengan tambahan gembok, agar para pekerjanya tidak keluar masuk sembarangan.

Dia tak memungkiri, para pekerja kerap mendapat penyiksaan, seperti pemukulan. Bahkan mengakibatkan lebam hingga luka-luka. “Sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka,” pungkas Anis. (*)

Reporter: JP Group

Jalan Batuputih Gadingsari, Kundur Segera Diaspal

0

batampos– Kerusakan akses jalan sepanjang kurang dari dua kilo meter yang sudah lama dikeluhkan warga segera diaspal. Informasi tersebut disampaikan Eri Suandi anggota DPRD Provinsi Kepri daerah pemilihan Karimun belum lama ini.

BACA JUGA: Rp100 Miliar untuk Bangun Fly Over dan Tata Jalan Bandara di Tanjungpinang

“Inshallah  akses jalan  Batuputih – Gading Kelurahan Gadingsari segera diaspal. Kepastian pengaspalan jalan Batuputih dari dana alokasi khusus (DAK) 2022 provinsi Kepri dan kabupaten Karimun,” terang Eri Suandi.

Pengendara motor sedang melintasi jalan Batu putih menuju Gading

Lebih lanjut dikatakan pengaspalan jalan  Batuputih-Gading menjadi prioritas. Mengingat kondisi jalan tersebut saat ini cukup memprihatinkan. Selain itu jalan tersebut juga menjadi sarana vital bagi masyarakat setempat. Kita harapkan masyarakat tetap bersabar menunggu realisasinya pengaspalan jalan tersebut.

Akses jalan Batuputih-gading kurang lebih dua kilometer kondisinya benar rusak. Bahkan kerusakan jalan sudah cukup lama dirasakan masyarakat. Selama ini hanya  dilakukan  tambal sulam menimbun dengan batu kerikil. Bahkan setahun lalu masyarakat sempat menyindir melalui tulisan tentang kerusakan jalan tersebut. (*)

Reporter: Imam Sukarno