Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8306

Diduga Patah Hati, Anak Panti Asuhan Diduga Bunuh Diri

0
unnamed 1 3
F.Yustinus

batampos- RM, anak panti asuhan Miftahul Ulum, Bida Asri, Batam Kota diduga mengakhiri hidupnya karena permasalahan asmara. Sebelum tewas, bocah 10 tahun ini terlibat cek-cok dengan teman wanitanya dan sempat bercerita dengan rekannya.

“Pacarnya (teman wanita) anak panti sini juga. Setelah salat Jumat, memang mereka janjian ketemuan,” ujar salah seorang anak di sekitar panti.

BACA JUGA: Anak Panti Asuhan Diduga Bunuh Diri

Ia menjelaskan pada siang tersebut, rekan wanita RM membatalkan janji tersebut. Sehingga, RM nekat mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali.

“Karena patah hati. Dia sempat murung setelah gagal menemui cewek itu,” katanya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batamkota Iptu Yustinus Halawa mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya RM. Saat ini, jasad RM sudah dikebumikan pihak keluarga.

“Masih penyelidikan termasuk pemeriksaan saksi. Jasadnya sudah dikebumikan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RM, anak panti asuhan Miftahul Ulum, Bida Asri, Batam Kota dilaporkan tewas, Jumat, (18/2). Diduga, bocah 10 tahun ini tewas dengan gantung diri di lantai III panti asuhan.

Informasi yang didapatkan, jasad RM pertama kali ditemukan oleh anak panti lainnya. Saat itu, jasadnya tergantung menggunakan seutas tali yang diikat pada kayu. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

 

Kembangkan Bahasa Melalui Teknologi Agar Generasi Penerus Tahu Asal Bahasanya

0

 

batampos – Hari Bahasa Ibu Internasional yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 21 Februari, merupakan salah satu program UNESCO untuk melestarikan dan melindungi semua bahasa yang digunakan oleh masya­rakat di dunia. Pentingnya eksistensi bahasa daerah secara resmi diakomodasi oleh UNESCO melalui kebijakan penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional yang mulai disahkan pada tahun 1999.
Sehubungan dengan itu, untuk perayaan Hari Bahasa

Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional 3 F Cecep Mulyana
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Asep Juanda, bersama Ivan Lanin dan Al Hilal Siagian memberikan materi saat menjadi pembicara pada acara Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional di Hotel Harmoni One, Batam Center, Senin (21/2).

Ibu tahun 2022, Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Kemen­terian Pendidikan, Kebuda­yaan, Riset dan Teknologi menyelenggarakan Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional dengan mengambil tema, ”Tantangan dan Peluang Penggunaan Teknologi Bagi Perkembangan Bahasa”.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Asep Juanda, mengatakan, bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau dan Kepri. Tentunya, dalam bahasa Indonesia tersebut ada penambahan dan pengurangan sesuai dengan perkembangan zaman.

”Artinya, bagaimana untuk mempertahankan dan meningkatkan serta membinanya berkaitan dengan perkembangan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan semakin meningkatnya teknologi, sehingga bahasa Indonesia dan bahasa daerah bisa dikembangkan melalui perkembangan teknologi. Seperti yang telah dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi yang menyusun kamus bahasa Melayu Kepri-bahasa Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2021 kemarin.

”Untuk tahun 2022, mengi­kuti perkembangan zaman ini kami akan upayakan untuk masuk ke kamus yang berbentuk digital. Kemarin versi pertama dan tahun ini versi kedua dan versi ketiga sudah masuk ke digital,” katanya.

Tidak hanya itu, Asep menegaskan ada pola lainnya yang dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepri berkaitan dengan perkembangan zaman ini, baik itu pembinaan, pemasyarakatan bahasa nasional serta penguatan bahasa nasional dan kelestarian bahasa daerah.

”Itu dilakukan dengan teknologi yang ada, misalnya sekarang itu semuanya melalui internet, baik media sosial Instagram, YouTube, Facebook dan lainnya dikembangkan seperti itu,” tuturnya.

Pengembangan melalui media sosial itu, merupakan suatu peluang pelestarian bagi bahasa nasional maupun bahasa daerah. Sehingga, ke depannya karena minat generasi muda yang mulai berkurang akan semakin meningkat dengan penggunaan media sosial itu.

”Zaman sekarang generasi muda sangat gemar dan sangat dekat dengan teknologi yang salah satunya internet. Sehingga, di internet itu juga berkaitan dengan bahasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan diadakannya Gelar Wicara Pegiat Bahasa Nasional ini, diharapkan bisa menyadarkan masyarakat secara keseluruhan mengenai pentingnya mempertahan dan menggunakan bahasa ibu sesuai dengan ranahnya. Termasuk juga, pentingnya menggunakan bahasa nasional, dimana bahasa nasional itu berasal dari bahasa melayu Riau dan Kepri.

”Nanti jangan sampai kehilangan jejak. Jadi generasi penerus kita ini mengetahui bahasa ini dari bahasa Melayu Kepri dan juga dapat meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap pelestarian bahasa ibu dan bahasa nasional,” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah
Editor : RATNA IRTATIK

 

 

 

Siti Aisyah Dituntut 13 Tahun Penjara sebab Bawa Putaw

0

 

batampos – Siti Aisyah, warga Tanjungpinang, dituntut 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam. Siti dinilai jaksa terbukti sebagai kurir narkoba jenis putaw seberat 155 gram.

Dalam tuntutan yang dibacakan Herlambang, dijelaskan bahwa perbuatan Siti Aisyah telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjual Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

“Menyatakan terdakwa Siti Aisyah telah terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Herlambang membacakan amar tuntutannya.

Menurut dia, Kejaksaan tak menemukan alasan pemaaf ataupun pembenar untuk membebaskan terdakwa dari segala jeratan hukum, sehingga sudah semestinya dihukum sesuai perbuatannya.

“Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Siti Aisyah dengan pidana penjara selama 13 tahun,” tegas Herlambang.

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara.

Atas tuntutan, Siti meminta waktu satu minggu kepada majelis hakim untuk mengajukan pembelaan. “Yang mulia, saya minta waktu untuk megajukan Nota Pembelaan (Pledoi) secara tertulis pada persidangan yang akan datang,” kata Siti Aisyah dari Rutan Khusus Perempuan dan Anak Baloi, Kota Batam.

Usai mendengar permintaan terdakwa, majelis hakim menunda sidang satu minggu dengan agenda pledoi.

“Untuk mengakomodir hak dari terdakwa, maka sidang akan dilanjut minggu depan dengan agenda pembacaan pledoi,” kata hakim Yudith sembari mengetuk palu menutup persidangan.
Untuk diketahui, kasus narkoba jenis putaw terungkap setelah anggota Ditres Narkoba Polda Kepri berhasil menangkap terdakwa Siti Aisyah sesaat setelah mengambil barang haram itu di kawasan Pasir Putih, tepatnya di pintu gerbang Oceana Bliss, Kota Batam.

Saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan satu buah kantong plastik kuning yang di dalamnya terdapat kotak handphone Redmi Note 9 yang di dalamnya berisikan satu bungkusan plastik bening yang berisi narkotika jenis putaw seberat 155 garam. (*)

 

 

Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK

Sehari, 416 Warga Kepri Terpapar Covid, 7 Meninggal

0

batampos– Kasus Covid-19 di Kepri bertambah 416 orang, Senin (21/2). Penambahan ini diikuti dengan peningkatan jumlah kematian, sebanyak 7 orang. 6 orang di Batam dan 1 orang di Tanjungpinang.

Kadinkes Kepri, Moch Bisri,

Penambahan kasus ini meningkatkan positivity rate Kepri, 7,12 persen. Angka ini diatas ambang batas minimal yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization).

BACA JUGA: Warga Terpapar Covid-19 Meninggal Dunia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri menyampaikan peningkatan kasus kematian disebabkan beberapa hal. “Pertama, orang yang meninggal ini sebelumnya sudah mengalami pemburukan. Begitu masuk rumah sakit dites, positif. Akhirnya menjadi pasien Covid-19,” kata Bisri.

Pasien yang meninggal kebanyakan akibat memiliki komorbid seperti penyakit jantung atau ginjal. Rerata yang meninggal usianya sudah di atas 60 tahun ke atas. Namun, ada juga yang berusia 45 tahun bahkan balita.

“Anak balita yang meninggal dunia ini, disebabkan diare dan muntah-muntah. Saya sudah tanya langsung sama dokternya,” ungkap Bisri.

Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, rata-rata hanya vaksin dosis pertama dan ada yang belum divaksin sama sekali. “Makanya, kami ajurkan segeralah vaksin. Jika baru dosis pertama, segeralah untuk dapatkan dosis kedua. Apabila sudah lengkap, cepatlah untuk booster,” ujarnya.

Bisri mengatakan di gelombang ke 3 pandemi ini, tidak seperti di gelombang kedua. Gelombang ke 3 ini, tak banyak pasien Covid-19 harus menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan.

“Saat ini pun BOR (keterisian tempat tidur) masih rendah,” ujarnya.

Untuk penurunan kasus ini, Bisri mengaku sudah memiliki 3 skema. Pertama dengan meningkatkan tracing. Tapi keterbatasan reagen dan lamanya hasil PCR keluar, Bisri mengajukan opsi tracing menggunakan rapidtest antigen.

“Penggunaan alat ini sudah disetujui, tapi Batam masih belum bisa. Karena kategori kelas A, masih menggunakan PCR untuk tracingnya. Kami berupaya agar kelas Batam turun menjadi B ” kata Bisri.

Langkah kedua adalah penerapan protokol kesehatan. Meskipun tracing tinggi, tapi penerapan protkes masih lemah. Tentunta upaya tracing tidak akan mumpuni, karena penularan masih masif. “Kami sudah meminta untuk pengawasan protkes,” tuturnya.

Langkah ketiga adalah vaksinasi. Ia mengatakan di gelombang ke 3, terlihat betapa ampuhnya vaksin. Sebab, tak banyak masyarakat mengalami pemburukan. Gejala diderita masyarakat ringan, atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

“Jarang ditemukan gejalanya berat, atau dari ringan ke sedang lalu mengalami pemburukan ” ujarnya.

Bisri berharap masyarakat bisa segera vaksin, untuk dapat meningkatkan imun tubuhnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

 

Tak Terima Disuruh Pulang, Pekerja Galangan Bacok Sekuriti

0

batampos – Penyerangan terhadap sekuriti terjadi di kawasan Galangan Kapal PT Sumber Marine, Tanjunguncang. Sandro seorang sekuriti yang berjaga di gerbang masuk jadi korban pembacokan dari seorang pekerja galangan yang direkrut oleh perusahaan subcon, Sabtu (19/2) siang. Sandro harus dilarikan ke rumah sakit karena terluka di tangan kanan.

bacok
Tangkapan Layar CCTV, pria berhelm itu lari setelah menyabetkan golok kepada Satpam.

Informasi yang didapat, aksi penyerangan dan pembacokan ini diduga karena sakit hati yang dialami pelaku penyerangan. Sebelum penyerangan terjadi, pelaku yang tak lain adalah karyawan subcon ditegur oleh sekuriti perusahaan karena salah memarkirkan sepeda motornya. Pelaku merasa tak senang karena sekuriti perusahaan juga menyarankan dia untuk pulang dan tak usah masuk kerja jika tak mau pindah lokasi parkir.

Tak terima dengan kelakukan sekuriti yang melarang masuk kerja tadi, pelaku lantas pulang untuk mengambil senjata tajam parang dari rumahnya. Dia bersama rekannya kembali mendatangi lokasi perusahaan dan lang­sung menyerang dua orang sekuriti yang berjaga di gerbang masuk. Aksi penyerangan ini terekam kamera CCTv perusahaan. Pelaku yang datang berboncengan dengan seorang rekannya turun dari sepeda motor langsung menuju gerbang perusahaan. Di gerbang perusahaan terlihat ada dua orang sekuriti yang sedang berjaga.

Pelaku awalnya hendak menyerang seorang sekuriti yang sedang duduk di gerbang perusahaan namun sekuriti tersebut berhasil menghindar dan melarikan diri. Pelaku kemudian menyerang korban yang sedang lengah. Terlihat korban terjatuh dan pelaku beberapa kali mengayunkan senjata tajamnya. Usai melukai korban pelaku langsung kabur bersama rekannya tadi.

Kapolsek Batuaji, Kompol Daniel Ganjar Kristanto, menuturkan, usai kejadian pihak perusahaan langsung melapor ke Mapolsek Batuaji. ”Masalah sepele sebenarnya. Ditegur saat salah parkir sepeda motor. Pelaku tak terima. Pulang ambil sajam dan menyerang korban,” ujar Daniel.

Dari keterangan saksi dan bukti rekaman CCTv, polisi sudah mengantongi identitas pelaku dan saat ini sedang dalam pengejaran.

”Alamat rumahnya juga sudah kita datangi tapi yang bersangkutan sudah kabur bersama keluarganya. Anggota lagi cari termasuk memblokir akses keluar masuk di Kota Batam ini. Bandara dan pelabuhan sudah kita koordinasi agar pelaku tak keluar dari Batam,” kata Daniel. (*)

 

 

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO

Kasus Positif Tembus 327 Sehari

0

 

batampos – Tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Batam semakin mengganas. Bahkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak 327 orang pada Sab­tu (19/2) dan 79 orang pada Minggu (20/2). Angka ini menjadi rekor tertinggi penambahan kasus aktif sepanjang tahun 2022 ini.

Update terbaru sepanjang dua hari terakhir ada penambahan 406 kasus baru,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (20/2).
Bila melihat data sebelumnya, kasus aktif di Batam ini terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang Februari 2022 ini. Bahkan angkanya dari puluhan naik menjadi ratusan dan terakhir menjadi rekor tertinggi yakni 327 kasus aktif. Bila melihat kasus masih didominasi oleh konfirmasi bergejala.

uji sempel covid e1643272652393
Ilustrasi. Pengujian sempel covid di BPKLP Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

”Paling banyak kasus bergejala. Sisanya tanpa gejala dan konfirmasi kontak,” ungkap Didi.
Meningkatnya kasus baru ini juga berdampak pada kasus aktif saat ini. Hal ini juga berimbas pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Menurut Didi untuk kasus aktif tembus angka 1.107 orang. Dimana sebagian besar dirawat di Asrama Haji dan sisanya rumah sakit rujukan Covid-19 Batam serta RSKI Galang.

”446 pasien saat ini dirawat di Asrama Haji, 126 RSKI, dan 177 isolasi mandiri. Sisanya di rumah sakit rujukan,” beber Didi.

Lalu bagaimana dengan tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam? Didi mengatakan saat ini BOR di rumah sakit terjadi peningkatan dari 20,5 persen menjadi 28,03 persen.

”BOR tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam sampai dengan Kamis (17/2/2022) pukul 12.00 WIB mencapai 28,03 persen. Naik dari sebelumnya 20,5 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk keterisian BOR di ruang intensive care unit (ICU) Covid-19 mencapai 15,69 persen, atau mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya yakni sebesar 13,46 persen.

Didi merinci, saat ini ada sekitar 603 tempat tidur yang tersedia. Sementara itu untuk ICU Covid-19 berjumlah 51 tempat tidur. Dibandingkan beberapa hari sebelumnya, jumlah ketersediaan tempat tidur ini terus mengalami peningkatan yang signifikan.

”Angka ini masih dalam kategori aman,” ucapnya.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Batam juga dibenarkan oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Dia mengatakan saat ini setiap hari penambahan kasus masih berlanjut. Rekor penambah kasus dalam satu hari mencapai 300 lebih.

”Kalau kita tes semua ini, sudah kena semua lah ini. Apalagi bagi yang suka sekali lalai dan abai terhadap protokol kesehatan (protkes),” kata Rudi, Minggu (20/2/2022).

Rudi menyampaikan perkembangan kasus ini kalau tidak diantisipasi, akan terjadi ledakan melebihi gelombang sebelumnya. Meskipun gejala dan dampak yang ditim­bulkan varian Omicron tidak seberat varian sebelumnya.

”Inilah sekarang yang terjadi. Kasus setiap hari ada. Walaupun beberapa bulan lalu ada Batam berhasil zero kasus. Kalau semua tidak patuh dan membantu pemerintah dalam menuntaskan kasus, maka ini akan terus bertambah dan bisa mencapai ribuan dalam waktu yang singkat,” jelasnya.

Saat ini tim sudah meningkatkan pengawasan, serta pengecekan dan menyisir mata rantai penyebaran. Satu orang positif, maka ada 15 kontak erat yang dites.

”Kalau kita tes semua sudah pasti lebih banyak yang positif. Untuk itu ayo lindungi diri. Saya pesan jangan pernah lupa masker, masker, dan hindari kerumunan,” tegasnya.

Selain masyarakat umum, tenaga kesehatan juga terus mengawasi perkembangan di lingkungan sekolah. Saat ini siswa masih menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM). Sehingga prioritas un­tuk mendapatkan penanganan.

”Pesan Pak Presiden untuk selalu pakai masker dan vaksin. Ini yang selalu saya sampaikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Didi Kusmarjadi menambakan untuk tracing, dan testing massal masih melihat ketersediaan alat. Semakin banyak kasus positif maka proses tracing juga semakin luas.

”Untuk itu, tentu perlu alat yang banyak. Kalau sekarang masih ada. Karena selain tracing kontak erat. Kami juga melakukan survei untuk sekolah tatap muka. Jadi ada tim puskesmas yang berjalan ke sekolah masing-masing wilayah untuk melakukan survei,” terangnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan ada kekhawatiran terkait proses tracing yang dilakukan. Tentu ini akan berdampak terhadap adanya kasus-kasus baru.

”Namun bukan berarti tim kesehatan tidak turun. Buktinya kasus saat ini bisa cepat diputus, karena proses tracing yang cepat dilakukan tenaga kesehatan,” sebutnya.

Untuk itu, ia berharap ke depan angka kasus bisa turun. Sehingga masyarakat Batam bisa lebih tenang dalam menyambut bulan suci Ramadan yang sudah di depan mata.

”Ayok semangat untuk menekan angka kasus. Tim kesehatan juga terus bekerja dan berupaya untuk menyesuaikan kasus ini,” ujarnya.

Kasus Aktif Covid-19 se-Kepri Tembus 1.684

Tiga minggu sejak peningkatan kasus Covid-19. Saat ini kasus aktif Covid-19 Kepri tembus 1.684 orang, dengan positif rate 5,04 persen. Angka ini sudah diatas ambang batas minimal 5 persen, yang ditentukan oleh World Health Organization (WHO) atau badan kesehatan dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan peningkatan kasus ini, dibarengi dengan tracing yang masif.

”Jadi ada kasus baru ditemukan, kami tracing siapa saja kontak dengan dia. Akhirnya kami menemukan, orang-orang lain yang terpapar. Tracingnya, kami tingkatkan,” kata Bisri.
Ia mengatakan satu pasien itu minimal tracingnya 20 orang. Namun, lebih sering lebih dari 20 orang, petugas kesehatan melakukan tracing.

”Pengalaman dari kasus Covid-19 gelombang kedua, kami berusaha meningkatkan tracing. Supaya menemukan siapa-siapa yang terpapar dan tidak menularkan ke orang lain,” ujarnya.

Terkait tracing dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kota atau Kabupaten, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, menilai sudah sangat bagus.

”Minimalnya itu 20 orang, namun saat ini petugas kesehatan melakukan tracing terhadap 30 orang,” ucapnya.

Bahkan petugas kesehatan, menyambangi langsung lokasi-lokasi orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19. Ia mencontohkan ada temuan kasus pekerja di perusaha­an, petugas kesehatan me­nyam­­bangi perusahaan itu un­tuk melakukan tracing massal.

”Sudah sangat bagus,” ujarnya.

Namun, yang kurang adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia melihat banyak masya­rakat yang kurang patuh, akan protokol kesehatan. Sering dijumpai orang-orang yang tak lagi memakai masker. Sehingga hal ini menjadi penyebab penyebaran kasus Covid-19 menjadi masif.

”Pesan saya cuman satu, terapkan lagi protkes ketat. Pakai masker dan cuci tangan sesering mungkin itu adalah hal yang wajib,” ucpnya.

Pasien positif Covid-19 ada yang menjalani isolasi mandiri, namun ada juga yang di tempat isolasi terpadu atau rumah sakit. Di Batam tempat isolasi terpadu dipusatkan di Asrama Haji Batamcenter, yang telah dihuni sebanyak 413 pasien Covid-19. Sedangkan yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 338 orang, kebanyakan di RSKI Galang, RS Bhayangkara Polda Kepri, RS Awal Bros, RSBP dan RS Elisabeth. Masyarakat yang memilih isolasi mandiri sebanyak 353 orang.

Sedangkan, di Tanjungpinang pasien Covid-19 kebanyakan memilih isolasi mandiri, ada sebanyak 233 orang. Selebihnya dirawat di isolasi mess pemda, isolasi terpadu rumah singgah, RSUD Raja Ahmad Tabib, RSUD Tanjungpinang dan RSU AL dr Midiyato Suratani.
Sama halnya dengan Tanjungpinang, masyarakat Karimun kebanyakan memilih isolasi mandiri di rumah, ada 75 orang. Sisanya 26 orang memilih menjalani isolasi di rumah sakit atau fasilitas isolasi terpadu. Di Bintan 113 orang isolasi mandiri, dan 4 orang isolasi di rumah sakit.
Di Natuna 16 orang isolasi mandiri, 14 orang isolasi terpadu dan 2 orang isolasi di RSUD Natuna.

PMI Positif Covid-19 Meningkat

PMI yang kembali ke tanah air juga semakin banyak yang bawa masuk Covid-19. Sepekan belakangan ini PMI yang terkonformasi positif meningkatkan drastis dari pekan-pekan sebelumnya.

Petugas Medis yang menangani kesehatan para PMI di Lokasi Karantina dr Anggitha sebut, ada 52 orang PMI yang terkonfirmasi positif, Minggu (20/2) kemarin. Ini meningkatkan drastis dari pekan-pekan sebelumnya yang masih fluktuatif diangka 5 sampai 10 pasien yang dipindahkan ke RSKI Galang dalam sekali terima hasil pemeriksaan swab.

”Tiga hari lalu 32 orang yang positif, sekarang naik jadi 52 orang. Agak meningkat memang karena jumlah PMI yang kembali ke Tanah Air juga semakin banyak,” kata Anggitha.

Sementara jumlah PMI yang masih menjalani karantina di Rusunawa saat ini ada sekitar 800 an orang. Jumlah ini juga meningkat dari pekan sebelumnya yang masih berada diangka sekitar 600 an orang. Ini karena angka kepulangan PMI dari luar negeri kembali meninggi sehingga jumlah PMI yang terkonformasi positif Covid-19 juga meningkat.

Perlu peran aktif semua pihak untuk kembali menekan laju penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Petugas semakin ketat mengawasi ataupun menangani kesehatan para PMI yang baru kembali ke Tanah Air, masyarakat juga harus peduli dengan diri sendiri dan lingkungan dengan tetap melengkapi diri dengan alat pengaman ataupun aturan protokol kesehatan yang ada. (***)

 

Reporter : RENGGA YULIANDRA, YULITAVIA, FISKA JUANDA, EUSEBIUS
Editor : GALIH ADI SAPUTRO

Warga Terpapar Covid-19 Meninggal Dunia

0

batampos- Satu lagi warga Karimun yang positif terpapar Covid-19 meninggal dunia. Sehingga, jumlah sementara warga yang meninggal menjadi dua orang pada bulan ini.

Kadinkes Karimun, Rachmadi

”Satu orang warga positif terpapar Covid-19 dan meninggal dunia terjadi pada Minggu (20/2) setelah mendapatkan perawatan selama satu malam di RS Bhakti Timah. Yakni, sehari sebelum meninggal atau Sabtu (19/2),’ ujar Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi, Senin (21/2).

Saat diterima oleh pihak rumah sakit, lanjut Rachmadi, kondisi kesehatan pasien sudah dalam keadaan sakit. Salah satunya, tingkat kesadaran menurun. Selain itu, diketahui juga pasien menderita diabetes. Sehingga, akibat terpapar Covid-19 menyebabkan penyakit bawaan yang diderita pasien semakin memperburuk kesehatan.

BACA JUGA: Covid Mengganas, Satgas akan Kembali Razia Masker di Tempat Keramaian

”Dengan tingkat kesadaran yang sudah menurun, ditambah dengan penyakit bawaan, memang sulit. Petugas rumah sakit sudah berusaha maksimal untuk membantu, namun pasien tersebut tidak tertolong. Selain itu, pasien yang meninggal dunia ini juga belum pernah sama sekali divaksin,” paparnya.

Dikatakan Rachmadi, bagi masyarakat, apakah itu dewasa dan lanjut usia, jika belum divaksin, maka segera mendapatkan vaksin. Karena, dengan divaksin dapat meminimalisir dampak negatif sampai dengan kematian jika terpapar Covid-19. Selain itu, pola hidup sehat serta penerapan protokol kesehatan harus terus dijalankan. (*)

Reporter: Sandi

Tim Terpadu Imbau Warga Melapor jika Ada Kegiatan Mencurigakan Terkait PMI Ilegal di Bintan

0

 

Kabag Hukum Setdakab Bintan, Nurhayati. F.ist

batampos– Tim terpadu khusus penanganan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal Bintan telah dibentuk. Karena itu, tim terpadu mengimbau kepada masyarakat untuk melapor jika ada kegiatan mencurigakan terkait PMI ilegal.

“Jika ada yang melihat atau mengetahui terkait kegiatan PMI ilegal bisa langsung melaporkan ke tim terpadu,” kata Kabag Hukum Setdakab Bintan, Nurhayati.

Nurhayati mengatakan, tim terpadu yang dibentuk Pemkab Bintan bersama sejumlah unsur instansi di Bintan karena melihat letak geografis Bintan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura.

BACA JUGA: Calon PMI Ilegal Dijanjikan Kerja Bergaji RM1.800 Per Bulan

“Letak geografis membuat Bintan menjadi daerah yang rawan tempat perlintasan PMI ilegal,” kata Nurhayati.

Tim terpadu yang dibentuk, kata Nurhayati, bertugas melaksanakan koordinasi penanganan dan penempatan ilegal PMI khususnya dalam menjaga wilayah perbatasan di Bintan.

Selain itu, masih katanya, tim terpadu konsen dalam upaya pencegahan terjadinya penempatan ilegal PMI yang melintas di Bintan.

“Tim terpadu juga dapat melakukan upaya tegas penindakan hukum bagi para pelaku penempatan PMI ilegal,” tegasnya. (*)

Reporter: Slamet

 

13 Provinsi Lampaui Puncak Delta

0
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (maritim.go.id/Antara)

batampos —13 Provinsi di Indonesia mengalami kenaikan BOR dan kasus harian yang telah melampaui puncak gelombang delta. Untuk itu, pemerintah menyatakan Indonesia tidak akan latah mengikuti negara-negara eropa yang mulai bertransisi dari Pandemi ke Endemi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut beberapa seperti Inggris, Denmark, hingga Singapura sudah menerapkan beberapa pelonggaran. Namun ia menegaskan Indonesia tidak akan latah dan ikut-ikutan.

”Kita akan melakukan transisi ini secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut dengan berbasiskan data indikator kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya, serta terus menerapkan prinsip kehati-hatian. Kami akan terus melakukan evaluasi mengenai pra-kondisi endemi ke depan,” kata Luhut, kemarin (21/2)

Pra-kondisi endemi akan mengambil pijakan beberapa indikator yakni tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi, tingkat kasus yang rendah berdasarkan indikator WHO, kapasitas respons fasilitas kesehatan yang memadai maupun sistem surveilans aktif.

Selain itu, kata Luhut pra-kondisi ini akan diterapkan dalam rentang waktu yang cukup panjang dan sudah stabil ataupun konsisten. Usulan konsep, kriteria, dan Indikator pandemi ke endemi dari waktu ke waktu masih akan terus disempurnakan dengan para pakar dan ahli di bidangnya.

”Untuk dapat mencapai cita-cita transisi dari pandemi ke endemi, hal utama yang perlu dilakukan adalah menggenjot vaksinasi dosis kedua dan booster utamanya bagi para lansia,” kata Luhut.

Untuk itu, Luhut menyebut pemerintah terus mendorong dan meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah beserta jajarannya untuk terus aktif menyosialisasikan dan memaksimalkan jumlah vaksinasi booster bagi yang sudah memiliki tiket vaksin ketiga.

Beberapa kabupaten naik ke level PPKM 3 maupun 4 karena peningkatan kasus maupun BOR. Diantaranya Solo Raya dan Semarang Raya. Untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bali, DIY, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya saat ini masih berada pada Level 3.

Menteri Kesehatan (Menkes) Buda Gunadi Sadikin (BGS) mengungkapkan, kasus Covid-19 di 13 provinsi telah melampaui puncak kasus konfimasi saat periode varian Delta. Di mana, kasus positif sudah tembus 56 ribu. Ketigabelas provinsi tersebut meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Papua.

Namun, lima diantaranya telah menunjukkan tren kasus menurun. Yakni, Banten, DKI Jakarta, Bali, Maluku, dan NTB. ”Lainnya berada di puncak dan menuju puncak (kasus, red),” ujarnya.

Diakuinya, saat ini tren kasus positif Covid-19 varian Omicron di Jawa Bali memang menurun. Tapi, ada pergeseran di luar Jawa Bali yang baru menanjak. Ini terlihat dari perbandingan kasus yang teramati. Awalnya 97 persen kasus positif Covis-19 Jawa-Bali dan 3 persen luar Jawa Bali menjadi 72 persen Jawa Bali dan 28 persen luar Jawa Bali.

Meski Jawa Bali menurun, namun yang jadi perhatian ialah puncak kematian. Menurut BGS, setelah membandingkan dengan negara-negara lain, puncak yang wafat akan terjadi 15-20 hari setelah puncak kasus. ”Jadi walaupun di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Bali, sudah mulai menurun, tapi puncak kematian baru akan terjadi dua minggu sesudahnya,” ungkapnya.

Teramati pula, lanjut dia, pasien yang meninggal kebanyakan belum mendapatkan vaksin Covid-19 sama sekali, baru divaksin satu dosis, komorbid, dan lansia. Melihat fakta ini, ia pun kembali mendorong agar masyarakat yang belum divaksin Covid-19 untuk segera mendapatkan dosis lengkap.

Terkait vaksinasi Covid-19, hingga saat ini masih minim provinsi yang berhasil mencapai 70 persen untuk suntikan dua dosis. Dari 189 juta yang sudah divaksinpun hanya dosis pertama. ”Harus lengkap, minimal dua kali. Kalau ada lansia didorong cepat untuk divaksin,” katanya.

Pihaknya pun sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mengidentifikasi masyarakat yang memiliki komorbid lebih deini. Dengan begitu, saat mereka terinfeksi meski dengan gejala ringan, maka bisa mendapat prioritas saat masuk rumah sakit.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah juga terus mewaspadai dinamika kasus Covid-19 di luar Jawa Bali. Sebab, lonjakan kasus luar Jawa Bali diprediksi baru akan terjadi 2-3 pekan ke depan.

“Pemerintah terus memantau mempersiapkan langkah karena puncaknya dalam 2-3 minggu ke depan yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

Airlangga melanjutkan, kasus aktif Covid-19 di luar Jawa Bali mulai mengalami peningkatan. Pada 14 Februari 2022 lalu, kasus aktif di luar Jawa Bali mencapai 13,9 persen dari kasus aktif nasional. Sedangkan saat ini proporsinya sudah meningkat mencapai 23 persen.

Namun, pemerintah juga menjamin ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat. “Meskipun kasus meningkat, keterisian rumah sakit masih terkendali. Secara nasional 38 persen, namun di luar Jawa Bali kurang dari 30 persen, kecuali Sumatera Selatan, Sulut, Sulteng, Bengkulu, Lampung, Kalsel dan Sumut yang antara 31-35 persen,” terang Airlangga.

Kemudian dari segi isolasi terpusat (isoter) keseluruhannya yang baru terisi mencapai 5,89 persen. Lalu, dari jumlah isoter yang ada saat ini jumlahnya bisa ditingkatkan. Dia memerinci, saat ini tersedia 9.723 tempat tidur dan jumlah itu bisa ditingkatkan menjadi 48.799 tempat tidur.

Dari sisi capaian vaksinasi, untuk vaksinasi dosis pertama masih ada 3 provinsi yang di bawah 70 persen, yaitu Maluku, Papua Barat dan Papua. Sementara, untuk vaksin dosis kedua yang di bawah 50 persen adalah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku dan Papua.

Adapun untuk vaksin booster di seluruh provinsi luar Jawa Bali masih di bawah 10 persen, dan untuk capaian vaksinasi lansia masih ada 7 provinsi yang masih di bawah 60 persen. “Arahan Presiden, dosis kedua dan lansia ini dipercepat dan ingin menjadi indikator yang penting diperhatikan. Arahan Bapak Presiden ini terus didorong bagi mereka yang belum divaksin terutama mereka lansia dan komorbid,” jelas Airlangga. (*)

Reporter: JP Group

Masa Reses, Komisi VIII DPR-RI dan Kemensos Dorong Pencairan Bansos di Labuan Bajo dan Medan

0

 

batampos – Memasuki masa reses Persidangan III, Komisi VIII DPR-RI dan Kementerian Sosial bersama-sama melakukan pengecekan pencairan bantuan sosial di tiga kota. Secara serentak, pencairan bansos dilakukan di Kota Ternate, Labuhan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat), dan Kota Medan.

Bantuan sosial merupakan program prioritas nasional dalam percepatan pengurangan kemiskinan. Begitu pentingnya peran bansos, maka dalam percepatan pencairan bansos tersebut Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir secara langsung ke beberapa daerah.

Kemarin, Mensos hadir di Pasuruan dan Probolinggo. Dalam kesempatan sama, secara serentak, Ketua dan Wakil Ketua serta anggota Komisi VIII DPR RI hadir bersama-sama pejabat tinggi madya (eselon I) di tiga kota di atas.

Di Ternate, hadir Sekretaris Jenderal Kemensos Harry Hikmat, di Labuan Bajo hadir Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin, dan di Medan hadir Kepala Badan Penelitian dan Pendidikan Kesejahteraan Sosial (BP3KS) Hartono Laras.

Untuk bansos tahun 2021, di beberapa daerah, Mensos menemukan masih banyak Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum tersalur. Di antara sebabnya adalah ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak hadir, ada yang sudah mampu, meninggal tanpa ahli waris, pindah alamat dan tidak ditemukan.

Meskipun memang, bersamaan dengan itu, bansos tahun 2022 juga dilakukan pencairan. Mensos mengingatkan kepada semua pemangku kepentingan, agar proses salur bansos tidak melebihi bulan Maret 2022. Bila bansos tidak tersalurkan hingga bulan Maret 2022, maka secara otomatis uangnya akan kembali ke negara.

“Ya karena kalau enggak selesai bulan Maret uangnya akan kembali ke negara. Dengan kata lain, masyarakat pra-sejahtera tidak bisa memanfaatkan bantuan tersebut,” kata Mensos (22/02).

Dalam salur bansos di Kabupaten Manggarai Barat dilakukan di Kantor Bupati dipimpin langsung Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto. Turut hadir di acara tersebut Wakil Ketua Komisi VIII Tb. Ace Hasan Syadzily, Anggota Komisi VIII Selly Andriany Gantina, Achmad, Paryono, Hj. Lisda Hendrajoni, dan Muhamad Ali Ridha.

Anggota dewan mengecek langsung pencairan bantuan dan menyerahkan bantuan ATENSI. Di Kabupaten Manggarai Barat, Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 tahun 2022 yang menjangkau 16.142 KPM senilai Rp15.030.900.000. Penyaluran bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako bulan Januari-Maret 2022 menjangkau 13.258 KPM dengan nilai Rp7.954.800.000.

Kemudian untuk penyaluran BPNT tahun 2021 telah menjangkau sebanyak 1.172 KPM. Program bantuan sosial ATENSI untuk anak yatim, piatu, dan  yatim-piatu (Yapi) yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 sebanyak 16 orang senilai Rp7.400.000. Sebanyak 13 anak Yapi yang orangtuanya meninggal karena covid-19 mendapatkan bantuan nutrisi senilai Rp3.900.000.

Disalurkan pula bantuan paket ODGJ kepada sebanyak 11 orang senilai Rp5.500.000. Untuk penyandang disabilitas fisik diberikan bantuan berupa kursi roda sebanyak 6 unit senilai Rp10.800.000, dan untuk penyandang disabilitas netra berupa tongkat adaptif sebanyak 10 unit.

Di Kota Medan, salur bansos dihadiri oleh 12 anggota Komisi VIII dipimpin oleh Hj. Endang Maria Astuti, dengan dihadiri Anggota Komisi VIII IGN Kesuma Kelakan, I Komang Koheri, M. Hasbi Asyidiki Jayabaya, Hj. Itje Siti Dewi Kuraesin, M. Husni, Delmeria, Hj Sri Wulan, H Hasani Bin Zuber, Buchori Yusuf, dan Syaiful Rasyid.

Dalam kunker tersebut dilakukan pencairan bantuan PKH tahun 2022 untuk tahap I di wilayah Provinsi Sumatera Utara sebanyak 190.981 KPM dan secara simbolis untuk Kota Medan sebanyak 34.292 KPM dengan nilai Rp26.999.550.000.

Diserahkan pula bantuan Program Kewirausaan (prokus) bagi 12 Pondok Pesantren sebesar Rp507.370.700, bantuan untuk Yapi sebanyak 20 orang dari Sentra Bahagia dan Sentra Insyaf Medan. (*)

Play sound