Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8370

Pesawat TNI AU Bermanuver di Langit Singapura

0
Pesawat Jupiiter Aerobatic Team 1 F Cecep Mulyana scaled e1644988872988
Pesawat Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU berada di Bandara Internasional Hang Nadim yang mengikuti event Singapore Airshow 2022, Selasa (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batamposLadies and gentlemen a final place aero spesial performer Jupiter Aerobatic Team (JAT). Begitulah kata pembawa acara, untuk membuka pertunjukan udara dari JAT di acara pembukaan Singapura Air Show (SAS).

Enam pesawat milik TNI AU itu memulai shownya dengan membentuk formasi seperti segitiga. Lalu, ke enam pesawat memutar badannya beberapa kali di depan panggung pertunjukan. Usai itu, seluruh pesawat dengan formasi seperti segitiga, naik dan menukik sembari mengeluarkan asap.

JAT juga menampilkan formasi segitiga terbalik. Setelah itu memecah menjadi dua tim kecil. Empat pesawat terbang bersamaan, dua pesawat terbang berlawanan arah. Dua pesawat ini terbang seolah-olah akan bertabrakan. Namun, dengan presisi yang baik, mereka berpapasan hitungan beberapa meter saja di udara.

Manuver yang dilakukan juga dengan satu pesawat bergerak lurus secara normal, namun satu pesawat lainnya posisi terbalik. Salah satu manuver yang mengundang decak kagum yakni satu pesawat dari JAT terbang lurus ke atas, hingga pesawat tidak bergerak. Lalu, pesawat berputar-putar akibat tertarik gravitasi.

Pesawat terus menukik ke bawah, hingga akhirnya pilot mengembalikan posisi pesawat kembali normal dan terbang memutari lokasi kegiatan Singapura Air Show.

“Solo spin. Pesawat akan terus menanjak hingga kecepatan nol, masuk ke spin lagi. Hingga akhirnya bisa recover (pulih dan terbang normal) kembali,” kata Leader JAT dan juga Komandan Skuadron Pendidikan 102, Mayor Pnb Ripdho Utomo, Sabtu (12/2) lalu.

Ia mengatakan manuver itu memiliki kesulitan yang tinggi. Sebab dibutuhkan keterampilan, kemampuan dan kecepatan penerbang. Sebab saat pesawat berada di kecepatan nol dan tertarik gravitasi, penerbang harus bisa memulikan pesawat kembali seperti sediakala. “Me-recover itu, adalah sebuah kesulitan yang tinggi,” tuturnya.

Pilot-pilot JAT adalah orang-orang terpilih yang memiliki kemampuan dan skill terbang yang mumpuni. Ripdho mengatakan para pilot dari masa ke masa terus meningkatkan kemampuannya. “Kami terus upgrade, diri sendiri dan juga hiburan bagi penikmat JAT,” ungkapnya.

Ripdho mengatakan keterlibatan JAT di SAS sudah ketiga kalinya. JAT tampil di SAS pertama kali di 2014, lalu di 2018 dan di 2022. “Kami menyiapkan dua opsi, high show dan low show,” ujarnya.

Untuk high show ada 19 manuver dan low show 18 manuver. Namun, tidak semuanya dipertontonkan. Salah satu manuver yang akan ditampilkan adalah delta loop, dengan formasi berbentuk segitiga terbalik. “Nanti ada juga eagle loop,” ucapnya.

Meskipun selama pandemi, JAT absen dari berbagai kegiatan. Tapi, latihan demi latihan tetap dilaksanakan. Sehingga, saat SAS digelar, para pilot JAT sudah siap.

Ripdho mengatakan di SAS tahun 2022 ini cukup unik. Di dua kegiatan sebelumnya, JAT datang langsung ke Singapura. Namun, di 2022 saat pandemi masih berlangsung, JAT memilih Bandara Hang Nadim sebagai homebase sementara.

“Ini sesuatu yang baru, kami terbang beda negara. Penerbangan ini memakan waktu satu jam, mulai dari persiapan berangkat, show selama 15 menit dan kembali pulang,” ujarnya.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi JAT. Ripdho mengatakan tidak hanya menampilkan show di Singapura saja, tapi juga di Batam. Masyarakat dapat menyaksikan dari wilayah Ocarina, Pantai Nongsa dan Bengkong Laut pada pukul 11.19.

“Saat kami berangkat, masyarakat bisa melihatnya,” kata mantan penerbang Hawk 100-200 tersebut.

Komandan Wing Pendidikan Terbang Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta, Kolonel Pnb Fery Yunaldi mengatakan JAT melakukan berbagai latihan intensif, sebelum mengikuti Singapore Air Show. “Hari ini pembukaan, besok akan terbang lagi, sampai tanggal 18 Februari,” ujarnya.

Ia merinci berbagai manuver yang dilakukan, Jupiter Roll, Delta Loop, Eagle to Arrow head, Loop and Break Off, Twin Half Cuban, Jupiter Wheel, Tango to Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Pass, Leader benefir and Roll Back, Clover Leaf and Cascade.

Sebagai informasi tambahan, KT Wong Bee adalah pesawat latih lanjut. Namun memiliki kelicahan yang sudah hampir menyerupai pesawat tempur. Pesawat ini memiliki panjang 10,2 meter dengan lebar sayap 10,6 meter dan tinggi 3,6 meter. Pesawat ini memiliki berat sekitar 1.905 kilogram. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

Jadi Sorotan Pembalap, Sirkuit Mandalika Bakal Diaspal Ulang

0
Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah saat difoto dari atas. (MotoGP.com)

batampos – FIM, Dorna, dan ITDC akhirnya menyepakati perbaikan aspal Sirkuit Mandalika setelah menjadi sorotan tajam pembalap MotoGP dalam tes pramusim tiga hari 11-13 Feberuari.

Hasil dari tes tersebut ada dua area yang perlu diperbaiki berhasil diidentifikasi. Yakni kebersihan permukaan trek dan kerusakan yang terjadi di beberapa bagian sirkuit.

FIM, yang memantau proses homologasi sirkuit, telah berkomunikasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terkait perlunya perbaikan tersebut. Perbaikan tersebut minimal sudah dilakukan tujuh hari sebelum dimulainya rangkaian MotoGP Indonesia.

GP Indonesia sendiri akan berlangsung pada 18-20 Maret 2022.

ITDC, sebagai pemilik sirkuit telah setuju dengan penilaian dan permintaan FIM. Ini sekaligus sebagai dukungan pada komitmen semua pihak terhadap olahraga ini.

Semua pihak telah bertindak dengan cepat dan perbaikan pun sudah mulai dilakukan. Termasuk pengaspalan ulang sebagian dari trek.

Sirkuit akan diaspal ulang mulai dari area sebelum tikungan 17 sampai setelah tikungan 5. Dalam pengaspalan ulang tersebut akan melibatkan teknologi mutakhir untuk memastikan bahwa pengerjaannya sesuai dengan standar MotoGP.

”FIM dan Dorna berterima kasih kepada ITDC atas dukungan yang luar biasa dan respon cepatnya atas masukan ini. Seluruh pihak ingin memastikan bahwa fans MotoGP Indonesia dan seluruh dunia akan menyaksikan Pertamina GP Indonesia sesuai jadwal,” tulis pernyataan resmi Dorna yang dikirim ke media.

”Dan MotoGP sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke Lombok,” tambahnya. (*)

Reporter: JPGroup

Ketua ALFI Batam Nilai KEK Tak Tepat di Daerah FTZ

0
batu ampar bp batam
Ilustrasi. Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Batam pada September 2021 naik sebesar 3,97 persen dibanding ekspor Agustus 2021. Total nilai ekspor Batam mencapai 1.020,29 juta dolar Amerika Serikat (AS). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Capt Daniel Burhanuddin meminta adanya pembenahan aturan di daerah Free Trade Zone (FTZ). Ia mencontohkan, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak tepat untuk diterapkan di daerah yang sudah berstatus FTZ.

“Itu menurut saya tidak sesuai karena di daerah FTZ itu sudah semua bebas. KEK itu berlakukan di daerah pabean,” ujar Daniel saat acara Coffee Morning Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Selasa (15/2).

Ia juga mengharapkan, Bea Cukai tidak menerapkan aturan-aturan yang berlaku di daerah pabean diterapkan di daerah FTZ. Karena, barang-barang yang masuk ke daerah FTZ itu belum bisa dianggap sebagai barang impor.

“Impornya itu baru terlaksana kalau dia dimasukkan ke daerah pabean. Jadi aturan itu yang harus dibenahi dulu,” katanya.

Kasi Pemasukan Barang Perdagangan BP Batam, Afuan mengatakan, Coffe Morning itu digelar dengan tujuan untuk bersama-sama memecahkan permasalahan yang sedang terjadi di Batam. Khususnya terkait dengan Peraturan Mentri Perdagangan nomor 20 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dan PP nomor 41 tentang Penyelenggaraan Kawasan PerdaganganBbebas dan Pelabuhan Bebas.

“Permendag 20 itu, kita sudah mendapat titik terang. Bahwa ada komoditas yang tadinya perkirakan kita masuk dalam pembatasan, sekarang sudah dikeluarkan dari pembatasan,” katanya.

Ia melanjutkan, dalam Permendag Nomor 20 itu ada sejumlah barang yang masuk dalam pembatasan. Dimana, perizinan impornya diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan.

Sesuai dengan aturan itu, barang-barang itu diantaranya limbah non-B3 untuk bahan baku industri, bahan berbahaya, bahan peledak, bahan baku untuk peledak, nitro gliserin, precursor, nitrosellulosa, dan bahan perusak lapisan ozon.

“Kalau diluar dari itu, perizinannya diterbitkan oleh BP Batam,” jelasnya.

Ia menambahkan, BP Batam akan segera menyelesaikan beberapa barang yang masih terkendala untuk dilakukan impor dalam beberapa hari mendatang.

“Kita upayakan dalam minggu ini sudah bisa kita realisasikan,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Ungkap Kisah Wali Songo, Elite PDIP Kritisi Fatwa Wayang Haram

0
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengkritisi adanya fatwa haram oleh seorang ustaz terkait kesenian wayang. Menurutnya, kehidupan keagamaan bangsa in tidak henti dirundung berbagai fatwa agama yang tanpa konteks (istimewa)

batampos – Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengkritisi adanya fatwa haram oleh seorang ustaz terkait kesenian wayang. Menurutnya, kehidupan keagamaan bangsa in tidak henti dirundung berbagai fatwa agama yang tanpa konteks.

“Saya tidak habis pikir, kenapa sedemikian mudahnya agamawan meluncurkan fatwa yang berakibat segregasi sosial makin menguat,” ujar Said Abdullah dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Selasa (15/2).

Said yang juga merupakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menjelaskan, Islam diturunkan kepada manusia di muka bumi bukan untuk membuat permusuhan. Justru kehadiran agama malah menuntun manusia untuk berbuat baik secara transendensi maupun antroposentri.

“Untuk kesekian kalinya, kita dikejutkan dan diusik atas pengharaman fatwa. Saya menduga sang ustad kurang membaca riwayat syiar Islam para wali, khususnya Wali Songo di tanah Jawa,” kata Said.

Karena, lanjut Said, Wali Songo menyebarkan Islam di tanah Jawa dengan lembut, menghargai eksistensi kebudayaan Jawa yang memang sudah matang. Politikus asal Madura itu mengatakan Jawa pra-Islam telah menjadi kebudayaan tinggi, banyak karya agung mulai Candi Borobudur dan Prambanan yang merupakan simbol kerukunan Hindu dan Budha.

Said juga menjelaskan, saat Islam masuk ke Nusantara, khususnya Jawa, pada Abad XI Masehi melalui hubungan internasional di berbagai bidang; perdagangan, politik, kasusastraan, dll, para pembawa ajaran tidak serta merta mengabaikan berbagai kebudayaan tinggi yang tumbuh di Jawa. Bahkan, ketika Kerajaan Demak berdiri, sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa, para wali menempatkan kebudayaan Jawa di tempat yang tinggi.

“Mereka tidak dengan mudah melarang petik laut, sedekah bumi, hingga berbagai kesenian seperti wayang,” kata Anggota Komisi XI DPR ini.

Melalui berbagai kebudayaan itu, para wali meletakkan Islam dalam proses inkulturasi, memasukkan ketauhidan Islam melalui berbagai kebudayaan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan dengan kreatif, Sunan Kalijaga menciptakan berbagai tembang Jawa sebagai sarana mengenalkan Islam dengan lembut, agar mudah dipahami dan diterima di tanah Jawa.

“Misalnya saja kita mengenal tembang tombo ati, lir ilir, turi putih, mampir ngombe, dll. Semuanya diterima dengan baik dan menjadi ruang dakwah kultural yang menyentuh hati,” ujar Said Abdullah.

Bahkan Sunan Kalijogo menggunakan wayang kulit untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat di Tuban dan sekitarnya. Jika wayang pra Islam tidak mengenal eksistensi Sang Hyang Tunggal, Sunan Kalijogo mengenalkan eksisten Sang Hyang Tunggal dalam kisah pewayangan. Islam menjadi mudah dipahami, tanpa harus mengganggu eksistensi liyan.

Seiring bergulirnya waktu, Said juga berharap para pendakwah Islam di nusantara harusnya lebih bijak dan bajik. Meskipun disayangkan masih banyak pihak yang memahami Islam tanpa konteks. Bahkan cenderung menganggap pemahamannya paling benar.

“Hal ini bisa membahayakan keberagaman di tengah berkembangnya media sosial. Khawatirnya bisa menjadi sarana kian memudahkan distribusi konten puritanisme Islam. Kita menginginkan Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Toyyibatun Warrobbun Ghafur,” tuturnya.

Atas kenyataan yang kita hadapi berkali kali ini, Said Abdullah mengharapkan berbagai pihak untuk:

1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus melakukan pembianaan kedalam, agar para pendakwah Islam makin bijak dan bajik dalam menyebarkan Islam, khususnya melalui media sosial. Kita harapkan MUI bisa menghindarkan kedudukan sosial ustad, kiai, dan ulama dari berbagai pelanggaran hukum, khususnya tindakan intoleransi, dan terorisme.

2. Mendorong Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Agama Islam senantiasa melakukan penyempurnaan pendidikan Keislaman di semua jenjang. Sekaligus terus mengembangkan pendidikan keislaman yang wasathiyah, menghargai eksistensi liyan dengan beragam kulturalnya.

3. MUI, Kemenag dan BNPT terus melakukan deteksi dini, pembinaan dan pemulihan atas masuknya berbagai ideologi transnasional yang karena keberadaannya justru mengancam eksistensi kita sebagai negara bangsa yang terus berupaya menyempurnakan diri sebagai bangsa.

4. Mengajak berbagai organisasi kemasyarakat dan keagamaan diseluruh tanah air untuk senantiasa mengedepankan dialog dalam menyikapi segala hal, menghindarkan cara cara polisional dan kekerasan.

5. Seluruh komandan satuan territorial baik TNI maupun Polri senantiasa melakukan deteksi dini, pencegahan atas segala kemungkinan gangguan keamanan atas berbagai sentimen SARA yang mudah berkembang akibat meluasnya penggunaan media sosial.
Dan khusus untuk jajaran kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk senantiasa bisa mengedepankan mediasi antar kelompok, kalaupun harus melangkah ke ranah hukum, kita harapkan meneggakkan hukum dengan seadil adilnya, khususnya terkait kasus kasus sensitif yang menyangkut sentimen SARA di tengah tengah masyarakat. (*)

Reporter: JP Group

Kecewa pada Yamaha, Lamaran Berdatangan Kepada Fabio Quartararo

0
Fabio Quartararo saat tes di sirkuit Mandalika Jumat lalu (11/2). (BOBBY ARIFIN/JAWA POS)

batampos – Hingga tes pramusim MotoGP kedua berakhir di Sirkuit Mandalika (13/2), Fabio Quartararo tetap vokal mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa motornya. Juara bertahan itu terus mengkritik mesin Yamaha di motor YZR-M1 yang tidak mengalami kemajuan signifikan dari musim lalu.

Saking kecewanya, pembalap Monster Energy Yamaha itu bahkan sudah menyebut masa depannya di MotoGP terbuka untuk tim mana pun. Itu mengingat kontrak pembalap asal Prancis tersebut dengan Yamaha akan berakhir di ujung musim 2022 ini.

Yamaha juga mengakui beberapa tim sudah menunjukkan minatnya menggaet Quartararo untuk musim 2023. Hal itu diungkapkan langsung oleh Team Manager Yamaha Massimo Meregalli.

Meski demikian, Meregalli masih yakin timnya bisa mempertahankan Quartararo lebih lama di tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Target Yamaha adalah memperpanjang kontrak Quartararo untuk dua sampai tiga tahun mendatang.

’’Wajar saja jika dia mendapatkan banyak lamaran. Tapi, kami yakin dan akan melakukan segalanya untuk mengamankannya,’’ ucap Meregalli kepada Motorsport.

Meregalli menambahkan, Yamaha hingga saat ini terus menjaga komunikasi dengan pihak manajer Quartararo. Dan, dia yakin perpanjangan kontrak yang diajukan Yamaha kepada pembalap 22 tahun ini segera ditandatangani.

’’Memang benar, sebelum dia membubuhkan tanda tangan, kesempatan masih terbuka untuk siapa pun mendapatkan Quartararo. Jelas nantinya dia akan melakukan evaluasi ke semua proposal. Menaruh semuanya di meja dan memilih yang terbaik,’’ ucap Meregalli.

Pada akhir tes pramusim kedua di Sirkuit Mandalika, Quartararo menduduki posisi kedua. Hanya terpaut 0,014 detik dari Pol Espargaro yang meraih catatan waktu tercepat.

Pembalap Repsol Honda itu membukukan catatan waktu 1 menit 31,060 detik. Namun, setelah tes, Quartararo masih mengeluhkan performa mesinnya.

Dia menyebut mesin motornya sering kehilangan kecepatan tiba-tiba hingga 10 km/jam saat akan digeber menuju top speed. (*)

Reporter: JPGroup

Dipindahkan dari Lapas Mojokerto ke Porong atas Pertimbangan Keamanan

0
Narapidana predator anak Muhammad Aris (baju merah) saat ditahan di Lapas Kelas II-B Mojokerto 2019 silam.

Terpidana kasus pencabulan anak M. Aris baru akan dikebiri setelah menjalani hukuman pokok. Eksekutornya nanti kejaksaan, tapi harus melibatkan sejumlah pihak.

YULIANTO ADI NUGROHO, Kab Mojokerto

”REKOR” yang tak seorang pun mau itu masih dipegang Muhammad Aris. Terpidana kasus pemerkosaan sembilan bocah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tersebut masih menjadi satu-satunya terpidana kebiri kimia di Indonesia.

Sebab, Herry Wirawan, pemerkosa 13 santriwati di bawah umur, lolos dari hukuman itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung kemarin (15/2). Herry juga luput dari hukuman mati yang, seperti kebiri kimia, masuk daftar tuntutan jaksa penuntut umum kasus tersebut.

Aris belum dikebiri. Pria 24 tahun asal Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu kini masih menjalani masa hukuman pokok 12 tahun.

Saat ini Aris mendekam di sel tahanan Lapas Kelas I Surabaya. Dia dipindahkan dari Lapas Kelas II-B Mojokerto ke lapas yang berada di Porong, Sidoarjo, tersebut sejak 3 Desember 2020.

”Pemindahan itu atas pertimbangan keamanan,” tegas Kasibinadik Lapas Kelas II-B Mojokerto Bayu Novianto kepada Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (15/2).

Dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri Mojokerto pada 2 Mei 2019, Ketua Majelis Hakim Joko Waluyo menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara. Vonis itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum selama 17 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara.

Menurut Bayu, Aris termasuk napi dengan vonis tingkat tinggi. Yakni, lebih dari tujuh tahun. Karena itu, dia harus dipindahkan ke lapas kelas A dengan tingkat keamanan maksimal.

Pemindahan itu juga mempertimbangkan status Aris sebagai napi kasus pemerkosaan anak dengan hukuman tambahan berupa kebiri kimia. ”Menghindari benturan dengan napi lainnya,” imbuh Bayu.

Aris dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto ke lapas yang berada di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto, itu pada 22 Agustus 2019. Selama menjadi warga binaan, kata Bayu, Aris ditempatkan di sel khusus. Namanya sel pengasingan. Pemuda yang kesehariannya bekerja sebagai tukang las itu dipisahkan dari napi lain untuk menghindari potensi gangguan keamanan dalam lapas.

Selama sidang, Aris mengakui dan terbukti melakukan tindakan asusila pemerkosaan dan pencabulan terhadap sembilan bocah. Selain hukuman tersebut, pengadilan memvonis Aris 8 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan atas kasus asusila terhadap balita di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota pada 20 Juni 2019.

Bayu menyampaikan, masa hukuman atas dua vonis tersebut diakumulasikan sehingga hukuman Aris menjadi 20 tahun penjara. Terkait dengan eksekusi kebiri kimia, itu dilakukan setelah Aris menyelesaikan pidana pokoknya, yakni 12 tahun penjara terhitung sejak dia ditahan pada Mei 2018.

Setidaknya 2030 nanti atau delapan tahun lagi untuk eksekusi kebiri kimia. ”Soal kebiri itu menjadi kewenangan kejaksaan. Statusnya sekarang menjadi warga binaan Lapas Porong,” terang Bayu.

Sebelumnya, Kasipidum Kejari Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko menegaskan, eksekusi kebiri kimia dilakukan setelah menjalani masa pidana pokok dikurangi masa tahanan. Tahapan pemberian zat kimia penekan hasrat seksual itu berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual.

Dibutuhkan sejumlah tahapan eksekusi. Mulai instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) paling lambat sembilan bulan sebelum masa pidana habis. Lalu, penilaian klinis bersama Kementerian Kesehatan paling lambat tujuh hari setelah pemberitahuan Kemenkum HAM. Penilaian itu meliputi wawancara klinis dan psikiatri, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Hasil penilaian itulah yang menentukan apakah Aris layak dikebiri atau tidak.

”Eksekutornya memang kejaksaan, tapi teknis pelaksanaannya masih menunggu peraturan menteri kesehatan,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group

Gus Halim : Pegiat Desa Bisa Raih Doktor dengan Program RPL Desa

0

 

batampos – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Desa dengan menggagas Program Rekognisi Pengetahuan Lampau Desa (RPL Desa) untuk semua pegiat desa. Peningkatan kualitas SDM desa akan menghasilkan inovasi-inovasi desa dalam pembangunan dan ekonominya sesuai potensi yang dimiliki.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskantar (dua dari kanan) mengikuti Rapat membahas kabijakan umum program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa bersama Rektor UNY Sumaryanto, Rektor Universitas Negeri Surabaya Nurhasan, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah di Unesa. Surabaya, selasa, (15/2/2022)

“ Melalui RPL yang diawali oleh UNESA dan UNY untuk para pegiat desa di Kabupaten Bojonegoro merupakan momentum yang sangat luar biasa, yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh jajaran pegiat desa di seluruh Indonesia. Kita lakukan hari ini untuk upaya percepatan peningkatan SDM,” ujar Abdul Halim Iskandar saat menggelar rapat bersama terkait pembahasan kebijakan umum program rekognisi pembelajaran lampau desa (RPL Desa) di ruang rapat UNESA pada Selasa (15/2/2022).

Lebih lanjut Gus Halim mengatakan, peningkatan SDM di desa merupakan salah satu tugas dari Kemendes PDTT. Oleh karena itu, ia terus berupaya agar pemerintahan desa, pelaku pembangunan ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat desa terus mengalami peningkatan. Harapannya ke depan dengan adanya RPL ini, SDM di desa semakin bagus dan tentu RPL merupakan satu investasi yang dibangun oleh Kabupaten Bojonegoro, oleh UNESA dan UNY.

“Nah salah satu hal yang harus dikembangkan adalah SDM-nya. Jadi, tugas kita semua untuk terus menerus berupaya agar kualitas SDM di desa itu semakin hari semakin meningkat, ini mutlak, ini sebuah keniscayaan. Tugas kita semua, kampus, pemerintah, warga masyarakat, pengusaha siapa pun,” ungkap Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Rapat bersama tersebut di hadiri Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, Rektor Universitas Negeri Surabaya, Prof. Nurhasan, dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof Sumaryanto. Selain menyepakati kebijakan umum program rekognisi pembelajaran lampau desa (RPL Desa), semua pihak juga bersepakat bahwa program RPL desa akan dimulai pada Maret 2022.

“Karena ini pendidikan, kita mulai hari Rabu. Jadi, kita launching tanggal 23 Maret di UNY, 24 Maret di UNESA,” ujar mantan Ketua DPRD Jawa Timur.

Senada dengan Gus Halim, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, program RPL ini adalah satu terobosan yang sangat baik sekali dari Kemendes PDTT dan didukung kampus UNESA dan juga UNY. Menurut Anna, RPL merupakan suatu program yang dapat menopang pemberdayaan serta peningkatan SDM di desa yang saat ini sedang giat membangun.

“Dari Pemkab Bojonegoro juga sangat siap untuk mendukung program RPL yang sudah dicanangkan oleh Kemendes PDTT,” ungkap Anna.

Sementara itu, Rektor UNY Sumaryanto mengaku senang dapat bekerja sama dan mengerjakan suatu program yang sangat luar biasa tersebut. Menurutnya, program peningkatan kualitas SDM terutama untuk pimpinan di tingkat desa adalah tugas yang mulia.

“Alhamdulillah kami bisa membersamai dan mengerjakan suatu program yang excellent, luar biasa, dan itu menjadi pilot project untuk desa-desa yang lain. Insya Allah ini program yang spektakuler, yang mulia, maka UNY bersama UNESA Insya Allah siap melaksanakan tugas yang baik ini,” sambung Sumaryanto.

Untuk diketahui program RPL adalah merupakan kerja sama Kemendesa PDTT dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides). Program ini memfasilitasi Kepala Desa, Perangkat Desa, Anggota BPD, Pengelola BUM Desa, Pendamping Desa dan Pegiat Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk menempuh pendidikan lanjut pada jenjang D4/S1, S2 dan S3 melalui skema Rekognisi Pengetahuan Lampau (RPL). Dengan Demikian pendidikan nonformal dan informal, dan/atau pengalaman kerja yang telah dilalui, dapat di akui sebagai capaian pembelajaran untuk menempuh Pendidikan jenjang sarjana atau pascasarjana melalui pembebasan kredit mata kuliah tertentu.

Program RPL Desa dilaksanakan sesuai Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kemendes PDTT, dengan Kemendagri serta Kemendikbudristek , juga kerja sama antara Kemendes PDTT dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (PERTIDES).

 

 

 

Polemik JHT BPJS Ketenagakerjaan, Hasan Basri Nilai Belied yang Otoriter

0

 

batampos – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis aturan baru terkait pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) pada Jumat (11/2/2022).

Anggota Komite III DPD RI, Hasan Basri

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT.

Dalam beleid tersebut, disebutkan bahwa dana JHT baru bisa dicairkan ketika peserta berusia 56 tahun, tertulis di Pasal 3 Permenaker tersebut.

Padahal, pada aturan sebelumnya yang termaktub dalam Permenaker Nomor 19 Tahun 2015, JHT bisa diklaim setelah satu bulan usai pekerja mengundurkan diri dari tempat bekerja.

Merespon hal itu, Anggota Komite III DPD RI, Hasan Basri meminta pemerintah agar mengkaji ulang, bahkan mencabut peraturan tersebut.

Hasan Basri menilai kebijakan tersebut sangatlah otoriter dan seharusnya diubah.

“Menurut perspektif saya, ini adalah kebijakan yang otoriter dan sangat merugikan. Karena JHT ini terkait dengan kepentingan pekerja dan tidak terkait langsung dengan pemerintah. Tapi kemudian pemerintah melakukan kebijakan tersebut,” katanya dalam keterangan pers tertulis, Selasa, (15/2/2022).

“Itu kan uangnya para pekerja sendiri. Seharusnya pekerja bisa ambil kapan pun. Memang ada uang perusahaan, tetapi kan tidak ada uang pemerintah sama sekali. Kenapa kemudian harus ditahan lebih lama? Ada kepentingan apa? tidak ada alasan untuk menahan uang pekerja yang bukan milik pemerintah,” lanjutnya.

Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara Hasan Basri menilai, muatan permenaker No. 2 Tahun 2022 mencederai rasa kemanusiaan dan mengabaikan kondisi pekerja yang tertekan dalam situasi pandemi saat ini.

“Bayangkan, seorang peserta harus menunggu 15 tahun untuk mencairkan JHT-nya jika ia berhenti di usia 41 tahun. Ini tidak masuk akal,” kritik Senator asal Kalimantan Utara.

Menurut Hasan Basri, aturan tersebut berlaku pada peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK atau meninggalkan Indonesia selama-lamanya.

“Berhenti bekerja karena PHK tentu bukan keinginan pekerja. Berhenti karena pengunduran diri pun bisa karena situasi di tempat kerja yang sudah tidak nyaman. Jadi, mengapa JHT yang sebagiannya merupakan tabungan peserta ditahan pencairannya?,” ucap Hasan Basri.

“Bukankah dana yang tidak seberapa tersebut justru dibutuhkan mereka untuk bertahan hidup. Jika harus menunggu sampai usia 56 tahun, bagaimana keberlangsungan pendapatan pekerja?,” tanya Hasan Basri.

Oleh karena itu, Hasan Basri mendorong kepada pemerintah untuk mencabut peraturan tersebut sebagai bukti empati dan keberpihakan pada pekerja di tengah pandemi yang berdampak pada pemiskinan rakyat.

“Apalagi, gelombang PHK dan merumahkan pekerja makin besar. Akhir tahun 2021 jumlah pekerja yang berpotensi terkena PHK sebanyak 143.065 orang. Sementara itu untuk jumlah pekerja yang berpotensi dirumahkan sebanyak 1.076.242 orang, sedangkan jumlah perusahaan yang berpotensi ditutup sebanyak 2.819 perusahaan,” ucap Senator asal Kalimantan Utara.

“Ini menjadi gambaran betapa pandemi menggerus kemampuan ekonomi keluarga. Jika pemerintah tidak menggubris peringatan ini, saya khawatir tekanan hidup dan kesulitan akan membuat rakyat semakin keras menolak dan melawan pemberlakuan peraturan tersebut,” tandas Hasan Basri.

Terakhir Senator asal Kalimantan Utara itu meminta pemerintah agar memperbaiki tata kelola komunikasi publiknya terkait penerapan aturan.

“Pemerintah harus dapat membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat dengan baik. Lakukan sosialisasi dan edukasi secara utuh jika menyangkut regulasi yang pasti akan menyentuh berbagai ruang kehidupan masyarakat secara luas,” tutupnya. (*)

Awal yang Baik, Tim Putri Indonesia Sikat Hongkong 4-1

0
Tunggal Indonesia Putri Kusuma Wardani membawa Indonesia unggul 2-1 melawan Hongkong pada BATC 2022. (BWF )

batampos – Tim putri Indonesia memulai kiprah di Grup Z Badminton Asia Team Championships 2022 dengan sangat baik.

Berlaga di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia, kemarin (15/2), Indonesia mengalahkan Hongkong dengan skor 4-1.

Kemenangan Indonesia dibuka oleh tunggal putri nomor satu nasional Gregoria Mariska Tunjung. Tanpa kesulitan berarti, Gregoria mampu mengalahkan tunggal pertama Hongkong Cheung Ying Mei.

Gregoria menang dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 21-12.

Hongkong tidak menyerah begitu saja. Mereka mampu menyamakan kedudukan 1-1 lewat sektor ganda putri. Pasangan Hongkong Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam berhasil mengandaskan ganda muda Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.

Yeung/Yeung menang dramatis dalam rubber game dengan skor 21-19, 19-21, dan 23-21.

Namun, Indonesia berhasil bangkit dan kembali memimpin dengan posisi 2-1. Tunggal nomor dua Putri Kusuma Wardani tampil sangat dominan untuk mengandaskan Yeung Sum Yee. Putri KW menang dalam dua game langsung dengan skor 21-14 dan 21-5.

Kemenangan Indonesia ditentukan pada partai keempat. Ganda muda Indonesia Lanny Tria Mayasari/Jesita Putri Miantoro, awalnya tumbang pada game pertama melawan Fan Ka Yan/Yau Mau Ying.

Tetapi, Lanny/Jesita bangkit dan akhirnya menang dalam rubber game dengan skor 12-21, 21-14, dan 21-19.

Pada partai kelima Stephanie Widjaja melengkapi kemenangan Indonesia menjadi 4-1. Dia mengalahkan Saloni Samirbhai Mehta dalam dua game dengan skor 21-18, 21-13.

Pada partai kedua Grup Z besok (16/2), Indonesia akan berhadapan dengan Kazakhstan. Di atas kertas, Indonesia tidak akan kesulitan untuk kembali meraih kemenangan. (*)

Reporter: JPGroup

Pelaku Usaha di Batam Harapkan Arus Lalu Lintas Barang Lancar

0
Coffe Morning Kadin Batam 3 F Cecep Mulyana scaled e1644983937592
Ketua Kadin Batami Jadi Raja Gukguk berbincang dengan perwakilan BP Batam usai acara coffe morning antara Kadin Batam dengan Direktorat Lalulintas Barang BP Batam di Atok Coffe Batamcenter, Selasa (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – BP Batam sebagai penyelenggara kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas di Batam, mempunyai tugas dan tanggungjawab memperlancar lalu lintas barang dari dan keluar Batam. Pengusaha meminta semua hambatan ditiadakan.

Aspirasi itu disampaikan pengusaha di acara Coffe Morning Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam yang mengusung tema “Lalu Lintas Barang di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone), Selasa (15/2) pagi.

“Ini usulan dari asosiasi sektoral yang bergerak di bidang perdagangan dan lalu lintas barang,” ujar Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk.

Seperti diketahui, Batam ditopang dua sektoral, yakni lalu lintas orang yang menyangkut turis dan sektor lalu lintas barang.

“Lalu lintas barang selama pandemi ini menurut BPS itu trennya meningkat,” kata Jadi.

Meningkatnya arus lalu lintas barang ini, kata Jadi, akibat jumlah kasus Covid-19 yang tinggi dibeberapa negara. Sehingga, produksi dialihkan ke Batam dan pelaku usaha mengharapkan arus lalu lintas barang harus lancar.

“Itu tadi, BP Batam sebagai penyelenggara kawasan perdagangan di Batam, mempunyai tugas dan tanggungjawab memperlancar lalu lintas barang dari dan keluar Batam,” katanya.

Dengan kegiatan Coffe Morning itu, Kadin Kota Batam menginventaris semua persoalan-persoalan yang terjadi di lalu lintas barang. Kedepannya, Kadin Kota Batam akan memberi masukan ke BP Batam.

“Untuk bisa mengurai dan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementrian Perdagangan dan Kementrian Perindustrian,” jelasnya.

Ia menambahkan, permasalahan arus lalu lintas barang yang selama ini tidak pernah lancar karena kurangnya komunikasi. Sehingga, kedepannya Kadin Kota Batam akan menjalin komunikasi yang lebih maksimal dan membuat daftar inventaris masalah. Dengan demikian kedepannya akan lebih jelas kebijakan dari Kementrian Perdagangan maupun Kementrian Perindustrian.

Sehingga apa yang nantinya diusulkan oleh Kadin Batam kepada BP Batam dan pemerintah pusat menjadi jelas.

“Selama ini barang kali secara parsial menyampaikannya. Sehingga kedepan kita bisa satu kata atau satu pintu menyampaikan kepada BP Batam maupun kepada pemerintah pusat,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah