Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8387

Incirenator Ramah Lingkungan, Sangat Terbantu Untuk Bakar Sampah

0
Incirenator tanpa asap yang terbuat dari bahan-bahan bekas sangat terbantu untuk pembakaran sampah yang ramah lingkungan.f,AZMI

batampos- Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), kembali melakukan gotong royong (Goro) bersama Laskar Melayu Serumpun (LMS) Kepri, Babinsa dan Lurah Tanjung Balai. Pengurus MPL Karimun Azmi menjelaskan kehadiran MPL ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap manfaat incirenator tanpa asap yang terbuat dari bahan-bahan bekas dan ramah lingkungan.

” Perlu saya jelaskan disini Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) melibatkan semua unsur, mulai dari pihak Kelurahan, RT, RW, ormas yang mempunyai satu tujuan untuk membersihkan lingkungan disekitarnya,” kata Azmi, Minggu (6/2).

BACA JUGA: Pengadaan 2019, Ternyata Izinnya Baru Keluar 2021, Soal Pengadaan Incenerator RSUD M Sani

Selain mengajak masyarakat untuk menggalakan goro, pihaknya melakukan sosialisasi terhadap alat incirenator yang ramah lingkungan dan bisa dibawa kemana-mana. Artinya, alat pembakaran sampah ini bisa membakar sampah tanpa asap dan cepat. Sehingga, sampah-sampah rumah tanga maupun sampah daun kering langsung kita bakar di tempat.

” Alhamdulillah, minggu lalu kita pakai di kelurahan Tanjung Balai Kota. Dan, kemarin ada permintaan pihak kelurahan Tanjung Balai untuk memanfaatkan alat incirenator untuk mengurangi sampah di lingkungannya,” ungkapnya.

Masih kata Azmi yang juga Ketua RW 001 Kelurahan Tanjung Balai Kota, alat incirenator atau alat pembakaran sampah terbuat dari drum bekas, kemudian untuk proses pembakaran hanya menggunakan oli bekas, air untuk penguapan suhu panas dan bensin sedikit untuk menyalakan api. Selanjutnya, tunggu sekitar 20 menit api sudah menyala baru masukkan sampah yang akan dibakar.

” Cukup mudahlah, paling modalnya sekitar Rp200 ribu. Paling penting alat ini ramah lingkungan, lumayan juga pas goro kita berhasil membakar sampah yang diperkirakan satu kontainer atau empat kubik sampah. Semuanya, menjadi abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk nantinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LMS Kepri Datok Azman Zainal menuturkan, sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang dari dulu peduli terhadap lingkungan dan aksi sosial. Sudah terbiasa melakukan gotong royong bersama warga, dalam berbagai kegiatan untuk memberikan contoh kepada masyarakat itu sendiri.

” Paling penting, saya ingin mengajak masyarakat, untuk menggalakan goro. Kalau bukan, kita-kita lagi siapa lagi untuk menjaga kebersihan lingkungan kampung dan juga membantu Pemerintah Daerah,” ucapnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

Batam United FC, Kans Pesepakbola Muda Merajut Mimpi

0
Pengurus Klub Batam United FC foto bersama.. f. ist

batampos- Meski dihadang pandemi, bukan berarti pembinaan sepakbola di Batam terhenti. Buktinya, satu klub sepakbola berdiri untuk menggiatkan kembali pembinaan sepakbola Batam dan kepri, yakni Batam United FC.

Diawali dengan pembinaan U-19, pendiri Batam United FC, Yudi Chandra menegaskan pihaknya mendirikan klub ini dengan tujuan untuk menyelamatkan mimpi pesepakbola muda Batam. Dengan pembinaan sepakbola di Kepri yang masih difokuskan pada usia dini, muda, dan yunior, pesepakbola di kelompok 16-19 tahun di Kepri kehilangan arah.

BACA JUGA:Final Piala Afrika 2021: Senegal vs Mesir 

“Banyak yang akhirnya terpaksa harus melepas mimpi menjadi pesepakbola lantaran minimnya pembinaan dan kompetisi di Kepri. banyak juga yang harus mengejar mimpi hingga ke Jawa,” urai Yudi, Sabtu (5/2).

Ia menambahkan jika kondisi di Batam dan Kepri, pembinaan pesepakbola seolah-olah terputus di rentang usia 16 tahun. Minimnya kompetisi di rentang usia 16 tahun menjadi salah satu faktor.

“Di SSb, 16 tahun bisa dikatakan sudah terlalu senior, sementara kesempatan untuk melanjutkan jenjang pembinaan di usia itu (16 tahun keatas, red) di Batam dan Kepri bisa dikatakan sangat terbatas,” keluhnya.

Hal ini menjadi dasar bagi Yudi Chandra dan rekan-rekannya untuk mendirikan Batam United FC. “Kami membuka kesempatan bagi pesepakbola muda di Batam dan Kepri yang ingin bergabung dan meneruskan pembinaan sepakbola,” ajaknya.

“Dengan metode pelatihan baik itu fisik, skill, dan strategi bermain sekelas klub sepakbola tanpa dipungut biaya,” tegas Yudi.

Melalui Batam United FC, pesepakbola Batam bisa kembali merajut mimpi menjadi pesepakbola tingkat nasional. Yudi menegaskan jika pihaknya telah menyiapkan serangkaian metode pelatihan lanjutan untuk pemain-pemainnya.

“Tentu saja, lolos seleksi menjadi syarat utama bagi pesepakbola Batam dan Kepri untuk bisa bergabung,” tegasnya.

Tiga lokasi seleksi telah disiapkan oleh Batam United FC. Seleksi pertama akan dilaksanakan Minggu (13/2) di lapangan Rusun Sekupang, untuk BUFC Red. Sedang seleksi kedua dilaksanakan di lapangan Sekolah Yos Sudarso, Minggu (20/2) untuk BUFC Green. Dan terakhir seleksi BUFC Blue di Lapangan Tribun Batuampar, Minggu (27/2). “selain seleksi pemain, ajang ini juga menjadi pra launching BUFC,” urai Yudi.

Selain berlatih, pemain hasil seleksi masing-masing lokasi akan menjalani kompetisi internal. Kompetisi internal ini dimaksudkan sebagai seleksi lanjutan untuk mencari pemain inti BUFC.

Pemain inti BUFC ini yang akan diturunkan di kompetisi Liga Batam. Liga 3, dan BSJ (Batam-Singapura-Johor) Internasional Soccer League atau Kepri Soccer League. Berlaga dengan klub atau akademi sepakbola Singapura dan Malaysia menjadi salah satu fokus ujicoba.

“Tak dipungkiri banyak klub atau akademi sepakbola di Singapura dan Malaysia menelurkan atlet sepakbola berprestasi yang menjadi pilar negaranya masing-masing,” kata Yudi.

BUFC, lanjut Yudi, saat ini merupakan ajang menguji konsep pembinaan sepakbola di tingkat klub di Batam. “Tentunya ini akan terus dievaluasi di masa mendatang untuk melihat sejauh mana perkembangannya,” kata Yudi.

“Selain itu juga untuk menentukan format pembinaan tingkat klub yang sesuai di Batam. Harapannya tentu saja di masa mendatang bisa menjadi salah satu klub yang disegani di Indonesia,” tutup Yudi. (*)

Reporter: RYAN AGUNG

Jambret Beraksi, Rp 40 Juta Uang Pedagang TOS 3000 Lesap

0
Jambret Kriminal
Ilustrasi. Jambret. Foto: JawaPos.com

Aksi penjambretan terjadi di sekitar Pasar Tos 3000 Jodoh atau tepatnya di depan Hotel Nasa, Lubukbaja, Jumat (4/2) pagi. Pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario menggasak uang tunai Rp 40 juta milik A, pedagang pasar.

BACA JUGA: Kejahatan di Batam Didominasi Kasus Curanmor dan Jambret

Informasi yang didapatkan, penjambretan itu terjadi saat korban berjualan di pasar sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berjalan kaki dan membawa uang menggunakan kantong kresek.

“Korban ini berjalan ke depan hotel menuju mobilnya. Dia parkirkan mobil di situ,” ujar Ahmad, salah seorang saksi mata.

Ahmad menjelaskan pelaku diketahui berjumlah 2 orang. Saat menarik kantong kresek tersebut, korban terjatuh dan mengalami luka di bagian tangan.

“Korban teriak. Lalu ada beberapa orang yang mengejar, namun pelaku ini menodongkan barang seperti senjata api. Jadi pada takut,” katanya.

Menurut Ahmad, korban sudah kerap sibuntuti pelaku setelah berdagang. Sehingga, pelaku mengetahui kresek tersebur berisikan uang tunai.

“Pastinya pelaku ini sudah tau dengan aktivitas korban,” ungkapnya. Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan sudah menerima laporan korban.

“Benar. Sekarang sedang penyeldiikan dan ditangani unit Reskrim,” ujar Budi.

Dengan kejadian ini, Budi mengimbau masyrakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Serta menghindari membawa barang berharga saat mengendarai motor atau berjalan kaki. “Semoga kasus ini segera terungkap,” tegasnya. (*)

Reporter: Yofi

Air Spam Keruh dan Berminyak

0
unnamed 3 scaled e1644160354208
Air Spam yang sampai ke rumah Teguh, warga Nongsa yang keruh dan berminyak, Minggu (6/2). f. yashinta

batampos- Kualitas air bersih atau Spam di sebagian wilayah Kota Batam keruh dan berminyak, Minggu (6/2). Bahkan kondisi tersebut sudah terjadi hampir dua minggu belakangan.

Teguh, warga Nongsa awalnya tak menyadari kualiatas air Spam di rumahnya keruh. Namun, saat dia menguras ember penampungan dan menganti seluruh air dengan yang baru, barulah terlihat air tersebut keruh.
“Saya pikir keruh karena sabu sehabis mandi anak. Tapi pas saya bersihkan, aliran air tetap kotor,” imbuhnya.
Menurut dia, ternyata kondisi air tersebut sudah terjadi sejak hampir 2 minggu. Namun, ia tak sadar karena mandi selalu dengan anak.
“Istri yang bilang, kalau kualitas air sudah keruh hampir dua minggu. Sudahlah keruh, airnya juga berminyak,” Imbuh Teguh.
Hal senada dikatakan Rahmi, warga Nongsa lainnya. Ia kesal karena baju putih yang baru selesai dicuci meninggalkan noda kuning. Padahal, sebelumnya hasil cucian selalu bersih.
“Ternyata pas saya cek, airnya keruh dan bernoda. Kadang ada baunya juga,” imbuhnya.
Rahmi memperkirakan kondisi air keruh ini hanya beberapa saat saja. Namun ternyata terus berlanjut hingga lebih dari seminggu.
“Padahal seminggu terakhir kondisinya panas,  tapi air keruh. Kalau hujan mungkin bisa dimaklumi,” ungkapnya.
Sementara, Via warga Batamcenter mengatakan kondisi air di rumahnya tak hanya keruh. Tapi juga bau kaporit yang kuat.  “Bau kaporitnya lebih kuat dari biasa,” terangnya. (*)
Reporter : Yashinta

Aklamasi, Rizki Faisal Nakhoda IMI Kepri 2022-2026

0
Ketua IMI Kepri 2022-2026 Rizki Faisal mengibarkan pataka usai menerima dari pimpinan sidang Musprov, Amri, yang digelar di Hotel Beverly, Batam, Sabtu (5/2). F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos– Rizki Faisal resmi menakhodai Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri periode 2022-2026. Menjadi satu-satunya calon, Rizki terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Kepri yang digelar di Hotel Beverly, Batam, Sabtu (5/2).

Usai terpilih bersama lima formatur, Rizki Faisal akan menyusun kepengurusan baru untuk periode 2022-2026. “Saat ini yang terpenting adalah secepat mungkin membentuk kepengurusan baru agar roda organisasi tidak berhenti,” tuturnya.

BACA JUGA: Rizki Faisal Calon Tunggal Ketua IMI Kepri

Terkait dengan program kerja mendatang, Rizki mengaku belum bisa memberikan informasi. “Karena pembenahan organisasi internal saat ini adalah yang terpenting untuk dilakukan,” tegas Rizki.

“Generasi milenial juga perwakilan klub-klub otomotif di Kepri menjadi salah satu unsur dalam kepengurusan mendatang,” tegas Rizki.

Dalam penyusunan kepengurusan, Rizki mengaku kekompakan menjadi dasar utama. “Tak ada kawan, atau lawan. yang terpenting adalah kekompakan dalam gerak langkah IMI Kepri di masa mendatang,” ucapnya.

Rizki juga mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya. Ia berusaha untuk berjuang meningkatkan prestasi serta menggiatkan dunia otomotif Kepri. “IMI Kepri banyak dihuni tokoh-tokoh hebat. Tentu saja bersama bantuan tokoh-tokoh seperti Usep RS, Jefri, dan tokoh lainnya,” papar Rizki.

“Semoga pandemi segera berlalu sehingga event otomotif baik itu lokal, nasional, dan internasional bisa kembali digelar di Kepri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IMI Kepri demisioner, Usep RS berpesan agar Ketua IMI Kepri terpilih bisa membawa otomotif Kepri semakin maju dan berjaya. Usep yakin di bawah kepemimpinan Rizki Faisal, IMI Kepri akan semakin diakui di tingkat nasional.

“Visi misi yang diusung oleh Rizki Faisal menunjukkan perhatian dan program kerja yang akan dicanangkannya di masa mendatang. Tak hanya itu, visi misinya juga menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat. Selamat kepada ketua terpilih,” seru Usep.

Sementara itu, Asisten I Pemprov Kepri Raja Heri Mukhrizal saat membuka Musprov berpesan agar IMI Kepri bisa melakukan terobosan-terobosan baru di masa mendatang. Terutama dalam bidang kepabeanan bersama dengan stake holder terkait.

“IMI Kepri adalah tempat pembinaan pembalap muda dan yang telah berprestasi. Juga menjadi sarana silaturahmi dan uji prestasi pembalap Kepri,” tegasnya.

Ia menambahkan di kepengurusan mendatang, IMI kepri harus bisa semakin berpretasi. “Terutama mempersiapkan diri dan meraih prestasi di PON 2024 mendatang,” pinta Raja Heri.

Perwakilan PP IMI Joni Budi Wihandana memberikan apresiasi pada pengurus IMI Kepri demisioner. Menurutnya pengurus IMI Kepri demisioner telah berjuang keras mengembangkan dunia otomotif di Kepri.

“IMI Kepri adalah etalase Indonesia karena letak geografis Kepri. IMI Kepri harus bisa meningkatkan sporttourism untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi dari sektor olahraga dan pariwisata,” pintanya.

Musprov IMI Kepri diawali dengan pelaksanaan rakerprov, Jumat (4/2). Dalam rakerprov diputuskan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan baru tahun berjalan.

Selain itu, dalam Musprov, IMI kepri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pembalab, klub penyelenggara event, komunitas otomotif, klub penyelenggara akademi, dan tokoh otomotif Kepri. Total sebanyak 123 penghargaan diberikan oleh IMI Kepri dengan beragam katagori. (*)

 

Reporter: RYAN AGUNG

Gubkepri Tunggu Kebijakan Singapura Dukung Travel Bubble Kepri

0

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berharap program travel bubble yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia di Provinsi Kepri mendapatkan dukungan dari Pemerintah Singapura. Selain itu, Singapura juga diharapkan memberikan beberapa kebijakan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad

“Memang kebijakan travel bubble ini adalah langkah yang dibuat sepihak oleh Indonesia. Namun saat pertemuan Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Singapura sudah dibicarakan mengenai masalah ini,” ujar Gubernur Ansar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (2/2) lalu.

BACA JUGA: Travel Bubble hanya Kebijakan Indonesia, Rudy Chua: Warga Singapura masih Keberatan

Mantan Bupati Bintan ini menjelaskan, evaluasi secara internal, pihaknya sudah meminta durasi karantina diperpendek menjadi tiga hari. Kemudian kepada pemerintah Singapura ia mengharapkan, bagi warga Singapura yang datang berkunjung ke Batam maupun Bintan hendaknya tidak menjalani PCR lagi ketika tiba di Singapura.

“Kita sangat berharap ada kebijakan tindaklanjut antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura, mengenai kebijakan travel bubble yang sudah dibuka,” harap Gubernur.

Menurut Gubernur, adanya kebijakan travel bubble tersebut adalah untuk mengakomodir permintaan dari pelaku pariwisata. Ia tetap yakin, Pemerintah Singapura akan memberikan dukungan terkait kebijakan ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan membuka akses untuk semua pintu masuk internasional ke Kepri.

“Semoga kondisi Covid-19 terus terkendali. Sehingga pintu pelayaran internasional disemua pintu masuk di Kepri dapat dibuka,” tutupnya.

Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan, warga Singapura keberatan untuk mendukung kebijakan Travel Bubble di Batam dan Bintan. Karena kebijakan unilateral tersebut belum mendapatkan dukungan dari Pemerintah Singapura.

Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, Travel Bubble adalah kebijakan sepihak atau unilateral yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia untuk Batam dan Bintan. Kebijakan ini sama seperti Vaccinated Travel Line (VTL) yang dibuat sepihak oleh Singapura.

Menurutnya, apabila tidak ada kebijakan lanjutan, maka Travel Bubble Kepri tidak akan memberikan manfaat atau dampak apapun. Karena Travel Bubble adalah kebijakan khusus untuk orang Singapura datang bewisata di Batam dan Bintan pada area khusus.

“Namun warga Kepri tidak bisa ke Singapura melalui kebijakan ini. Bagi yang berkeinginan tentu harus mengikuti kebijakan VTL yang dibuat Singapura,” jelasnya.

Disebutkannya, dari pembicaraan ia dengan sejumlah warga Kepri yang menetap di Singapura. Ada beberapa faktor warga disana keberatan untuk mendukung kebijakan Travel Bubble yang ada di Kepri. Pertama, untuk biaya Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dinilai sangat tinggi.

“Bagi warga Singapura yang ingin ke Bintan atau Batam harus merogoh sekitar 300 Dollar Singapura untuk biaya PCR. Karena mereka harus negative PCR sebelum berangkat. Kemudian ketika pulang dan tiba di Singapura harus kembali di PCR,” jelasnya.

Berikutnya adalah ongkos dan biaya penginapan yang diperhitungkan bisa mencapai 150-200 Dollar Singapura. Masalah lainnya adalah, bagi warga Siangpura yang keluar negeri mereka harus menjalani Stay Home Notice selama sepekan. Tentu kondisi ini akan mengganggu pekerjaan mereka.

“Atas dasar ini, saya berkesimpulan hanya orang-orang tertentu yang memang ada keperluan bisni. Sehingga rela untuk merogoh kocek lebih dalam untuk mengingkuti program Travel Bubble di Kepri,” tegas Rudy.

Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri tersebut berharap, ada kebijakan lanjutan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura. Karena tujuan dari kebijakan ini adalah untuk membangkit ekonomi daerah dan pariwisata daerah.

“Jika kebijakan yang dibuat tidak dua arah, maka akan sia-sia energi yang sudah dibuang untuk meluncurkan program Travel Bublle. Karena masalah ini tidak dibahas secara mendatail antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura,” tutup Rudy Chua. (*)

Reporter: Jailani

Covid Kembali ‘Menggila’, Sehari, 36.057 Orang Positif Terpapar

0

batampos- Kasus covid kembali menggila. Bayangkan, dalam satu hari, Minggu (6/2) ada kasus positif bertambah 36.057 orang. Tes yang dilakukan sangat masif yakni 471 ribu tes spesimen. Kini total sudah 4.516.480 orang terinfeksi Covid-19.

BACA JUGA: Pemerintah Siap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis terus bertambah naik pesat yakni 25.431 kasus. Kini total kasus aktif atau mereka yang membutuhkan perawatan atau masih sakit meroket jadi 188.889 orang.

Provinsi paling banyak konfirmasi kasus positif harian paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 15.825 orang. Lalu disusul oleh Jawa Barat 7.603 orang. Dan Banten 4.649 orang.

Pasien meninggal tiap hari makin naik. Sepekan lalu umumnya masih di bawah 20 jiwa. Hari ini bertambah 57 jiwa. Paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta 32 jiwa. Kini total sudah 144.544 jiwa meninggal dunia karena Covid-19.

Jumlah kasus suspek sebanyak 17.422 kasus. Angka kesembuhan harian sebesar 10.569 orang sembuh per hari. Paling banyak pasien sembuh disumbang oleh DKI Jakarta yakni 7.70p orang. Sehingga angka kumulatifnya bertambah melebihi 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.183.027 orang

Sementara positivity rate orang harian naik di angka 13,58 persen atau lebih dari dua kali batas WHO dan positivity rate orang mingguan (16-22 Januari 2022) di bawah angka 8,32 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (*)

Reporter: Jpgrup

Kebablasan, Minyak Goreng Tergantung dengan Harga CPO Internasional

0
ILUSTRASI: Masyarakat membeli minyak goreng di Gogo Supermarket Bengkong Kampung Seraya, Batam, Senin 5 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengakui pemerintah kebablasan membiarkan harga minyak goreng tergantung dengan harga CPO internasional.

”Itu baru temuan kami,” kata Oke Nurwan dalam diskusi secara virtual, Kamis (3/2).

Oke Nurwan menyadari bahwa selama ini hal yang dianggap tenang sewaktu-waktu akan menimbulkan gejolak yang mempengaruhi stabilitas pangan. “Pemerintah selama ini adem ayem, ternyata minyak goreng domestik tidak boleh dibiarkan tergantung dengan harga CPO internasional,” ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini pemerintah sedang berupaya melepas ketergantungan harga CPO internasional terhadap minyak goreng. Salah satunya, melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

“Kami juga sudah siapkan berbagai kebijakan lainnya, jika ini tidak bisa jalan. Saya sudah menyiapkan berbagai langkah yang memang kita harus lakukan,” ucapnya.

BACA JUGA: Eksportir Wajib Memasok Minyak Goreng untuk Dalam Negeri sebesar 20 Persen

Oke Nurwan menambahkan, untuk pemenuhan kebutuhan minyak goreng, pemerintah tidak dapat menunggu pembenahan daru hulu ke hilir, apalagi menunggu temuan terkait penyebab lonjakan harga termasuk kartel di industri minyak goreng. Sebab, minyak goreng merupakan kebutuhan pangan primer.

Baca juga:
Ahli Sebut Pentingnya Vitamin dan Imunomodulator saat Omicron Meluas
“Ibu-Ibu tidak bisa menunggu. Tidak bisa menyalahkan seseorang kartel, harus masuk ke ranah hukum putusan pengadilan. Nggak bisa,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Menkes Sebut Omicron di Depok-Tangerang Lampaui Delta

0
Ilustrasi Covid-19 Omicron (Antara)

batampos – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak gelombang varian Omicron akan mendorong lonjakan kasus Covid-19 pada akhir Februari 2022. Saat ini saja, sejumlah daerah sudah melaporkan puncak kenaikan kasus seperti Depok dan Tangerang.

Hal itu terlihat dari kasus nasional di provinsi Jawa Barat dan Banten yang selalu masuk 3 besar penyumbang kasus nasional terbanyak.

Budi mengatakan, kasus Covid-19 di wilayah Depok dan Tangerang sudah lebih tinggi dari puncak gelombang varian Delta pada Juni-Juli 2021 lalu. Bali, kata Budi, juga akan segera menyusul.

“Tangerang dan Depok jumlah kasus sudah melampaui puncak Delta. DKI dan Bali will follow very soon,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (6/2).

Kasus harian di Depok sudah menyentuh 1.600-an kasus per hari. Angka ini lebih tinggi dari gelombang Delta lalu di angka 1.500-an. Sementara itu di Tangerang Raya, jumlah kasus haruan sudah melesat sampai 4.000 orang per hari. Jauh dari gelombang Delta yang hanya mencatat angka terbanyak 3.000an kasus sehari.

“Luar Jawa-Bali masih rendah, akan menyusul dalam 3-4 minggu ke depan,” katanya.

Ia meminta agar pasien gejala ringan dan tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Sehingga sakit bisa digunakan oleh yang benar-benar membutuhkan.

Kabar baiknya, tingkat hospitalisasi masih 30 persen dibandingkan dengan saat puncak Delta. Artinya pasien saat gelombang Omicron didominasi gejala ringan berkat cakupan vaksinasi yang luas.

Update BOR Saat Ini

Secara nasional, Kemenkes melihat tren perawatan pasien atau yang biasa disebut Bed Occupancy Ratio (BOR) di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman. Hingga hari ini, baru 20 persen (16.712) pasien yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang tersedia untuk penanganan Covid-19.

Jumlah ketersedian tempat tidur perawatan khusus pasien Covid-19 pun masih bisa ditambahkan lebih banyak lagi apabila dibutuhkan, seperti halnya langkah yang dilakukan pemerintah tahun lalu.

Data terbaru dari Kota Depok, Jawa Barat misalnya, menunjukkan bahwa meskipun konfirmasi kasus positif lebih tinggi daripada gelombang kedua 2021 lalu, pasien yang dirawat di rumah sakitnya mencapai 52 persen.

Sementara itu kapasitas ruangan yang dialihkan untuk pasien COVID-19 masih 22 persen dari 30 persen ruangan untuk penanganan Covid-19. (*)

Reporter: JP Group

Melalui Presidensi G20, Indonesia Bisa Masuk Posisi 10

0
ILUSTRASI: Kawasan Industri Citra Buana Park, Seraya, Batam, Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, posisi Indonesia di tingkat global sangat diperhitungkan.

Sebab, saat ini Indonesia berada di posisi 16 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Melalui Presidensi G20 kemungkinan Indonesia masuk ke posisi 10 terbuka lebar.

“Jadi sebenarnya posisi kita ini enggak kecil-kecil banget. Buktinya kita bisa ada di panggung dunia di mana tahun ini kita dikasih kesempatan untuk menjadi Presidensi G20,” kata Febrio dalam acara diskusi di Hotel Morrissey Jakarta, Kamis (3/2).

Menurutnya, perhelatan akbar ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia meskipun pandemi belum usai. Pemerintah sendiri akan memasukkan berbagai isu strategis untuk mendorong perekonomian nasional.

“Itu peran kepemimpinan yang tidak kecil,” ucapnya.

Bahkan, Febrio melanjutkan lebih jauh, Indonesia bisa sejajar dengan negara maju. Hal itu tecermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

BACA JUGA: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

Saat ini, Indonesia berhasil menjadi satu dari tiga negara yang pertumbuhan ekonominya secara konsisten lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

“Hanya ada tiga negara yang pertumbuhan ekonominya seperti itu, yakni China, India, dan Indonesia,” ungkapnya.

Karenanya, Febrio menambahkan, bahkan cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045 mendatang bukan lagi isapan jempol belaka. Sebab, dalam 20 tahun terakhir ini perekonomian ekonomi Indonesia sudah sangat baik.

“Jadi, dengan tren pertumbuhan ekonomi kita yang konsisten dalam 20 tahun terakhir, maka hal itu akan membawa Indonesia masuk menjadi 10 besar negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2035 atau 2045 mendatang,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group