
batampos- Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), kembali melakukan gotong royong (Goro) bersama Laskar Melayu Serumpun (LMS) Kepri, Babinsa dan Lurah Tanjung Balai. Pengurus MPL Karimun Azmi menjelaskan kehadiran MPL ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap manfaat incirenator tanpa asap yang terbuat dari bahan-bahan bekas dan ramah lingkungan.
” Perlu saya jelaskan disini Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) melibatkan semua unsur, mulai dari pihak Kelurahan, RT, RW, ormas yang mempunyai satu tujuan untuk membersihkan lingkungan disekitarnya,” kata Azmi, Minggu (6/2).
BACA JUGA: Pengadaan 2019, Ternyata Izinnya Baru Keluar 2021, Soal Pengadaan Incenerator RSUD M Sani
Selain mengajak masyarakat untuk menggalakan goro, pihaknya melakukan sosialisasi terhadap alat incirenator yang ramah lingkungan dan bisa dibawa kemana-mana. Artinya, alat pembakaran sampah ini bisa membakar sampah tanpa asap dan cepat. Sehingga, sampah-sampah rumah tanga maupun sampah daun kering langsung kita bakar di tempat.
” Alhamdulillah, minggu lalu kita pakai di kelurahan Tanjung Balai Kota. Dan, kemarin ada permintaan pihak kelurahan Tanjung Balai untuk memanfaatkan alat incirenator untuk mengurangi sampah di lingkungannya,” ungkapnya.
Masih kata Azmi yang juga Ketua RW 001 Kelurahan Tanjung Balai Kota, alat incirenator atau alat pembakaran sampah terbuat dari drum bekas, kemudian untuk proses pembakaran hanya menggunakan oli bekas, air untuk penguapan suhu panas dan bensin sedikit untuk menyalakan api. Selanjutnya, tunggu sekitar 20 menit api sudah menyala baru masukkan sampah yang akan dibakar.
” Cukup mudahlah, paling modalnya sekitar Rp200 ribu. Paling penting alat ini ramah lingkungan, lumayan juga pas goro kita berhasil membakar sampah yang diperkirakan satu kontainer atau empat kubik sampah. Semuanya, menjadi abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua LMS Kepri Datok Azman Zainal menuturkan, sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang dari dulu peduli terhadap lingkungan dan aksi sosial. Sudah terbiasa melakukan gotong royong bersama warga, dalam berbagai kegiatan untuk memberikan contoh kepada masyarakat itu sendiri.
” Paling penting, saya ingin mengajak masyarakat, untuk menggalakan goro. Kalau bukan, kita-kita lagi siapa lagi untuk menjaga kebersihan lingkungan kampung dan juga membantu Pemerintah Daerah,” ucapnya.(*)
Reporter: Tri Haryono



