
batampos – Seorang anak di Songkhla, Thailand, terpaksa menyimpan jenazah ibunya di dalam kulkas setelah sang ibu meninggal akibat tenggelam di rumah mereka yang terendam banjir.
Seperti dilaporkan media lokal Sanook, banjir mulai melanda kawasan perumahan tersebut pada 21 November setelah hujan deras terus mengguyur wilayah Songkhla selama beberapa hari.
Ketinggian air meningkat hingga sekitar 1,8 meter, membuat rumah korban dan sejumlah rumah lain di kawasan itu terendam sepenuhnya.
Korban yang berusia 80-an tahun diduga tidak mampu menyelamatkan diri karena tidak bisa berenang dan memiliki keterbatasan gerak. Ia sempat mencoba bertahan dengan memegang perabot sebelum terseret arus deras dan tenggelam.
Anak korban yang juga terjebak banjir bersama dua tetangga mengambil keputusan nekat. Mereka memasukkan jenazah sang ibu ke dalam kulkas untuk memperlambat proses pembusukan sambil menunggu kedatangan tim penyelamat. Kulkas itu kemudian diikat dan dibiarkan mengapung di dalam rumah agar jenazah tidak hanyut terbawa arus.
Situasi darurat tersebut berlangsung hampir tiga hari. Tim penyelamat baru tiba pada 24 November dengan menggunakan perahu. Saat dievakuasi, jenazah lansia itu masih berada di dalam kulkas, sementara anaknya ditemukan dalam kondisi sangat lemah karena kelelahan dan trauma.
Korban selamat kemudian dibawa keluar untuk menjalani perawatan, sedangkan jenazah sang ibu diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses selanjutnya. (*)
Reporter: Juliana Belence
Artikel Tragis, Anak Simpan Jenazah Ibu di Kulkas Saat Banjir Thailand pertama kali tampil pada News.






batampos-Pengendara sepeda motor kerap melakukan penyesuaian kecepatan saat memasuki tikungan. Banyak yang spontan mengandalkan rem depan karena dianggap lebih cepat menurunkan laju motor. Namun, kebiasaan ini justru menyimpan risiko besar jika dilakukan pada saat posisi motor sedang miring.
Menurut Christofer, penggunaan rem depan saat menikung dapat mengakibatkan hilangnya cengkeraman ban terhadap permukaan jalan. Posisi motor yang miring membuat bidang ban yang menapak ke aspal lebih sedikit dibanding saat motor tegak. Ditambah gaya sentrifugal yang muncul selama manuver, beban yang diterima ban semakin meningkat.


