Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 8406

Perkosa Belasan Santriwati, Terdakwa Mengaku Khilaf

0
Pelaku perkosaan terdakwa Herry Wirawan yang juga pimpinan pesantren di Bandung. (Instagram ndorobei.official)

batampos – Persidangan lanjutan kasus pemerkosaan belasan santriwati dengan terdakwa Herry Wirawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL. RE Martadinata, Selasa (4/1/2022).

Dalam persidangan yang berlangsung tertutup tersebut, Herry Wirawan mengakui semua dakwaan mengenai pemerkosaan kepada belasan anak didiknya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai sejak awal terdakwa sudah memiliki niat jahat.

Herry Wirawan batal hadir langsung karena alasan keamanan dan kesehatan sehingga mengikuti sidang secara virtual di Rumah Tahanan (Rutan) Kebonwaru Bandung.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Dodi Gazali mengungkapkan jalannya sidang.

Ia mengungkapkan, keterangan Herry Wirawan berbelit. Namun ia mengakui setiap dakwaan, termasuk fakta persidangan sebelumnya yang menghadirkan saksi-saksi.

“Apa yang didakwakan itu dibenarkan oleh terdakwa HW. Hanya ketika ditanyakan motifnya, itu jawabannya yang masih berbelit-belit, tapi ujung-ujungnya ia minta maaf dan mengaku khilaf,” ucap Dodi.

“Fakta persidangan melalui saksi-saksi kita tanyakan semua dan ia membenarkan semuanya, dari cara melakukan (pemerkosaan), bagaimana melanggengkan tindak pidananya,” sambungnya.

Sementara itu, Dewan Pembina KPAI, Bima Sena menyatakan ada beberapa keterangan terdakwa yang terkesan pembelaan. Salah satu yang ia soroti adalah siap menikahi dan mengaku sayang kepada korban.

Jika memang sayang, maka tidak perlu ada pemerkosaan. Anak korban pun dieksploitasi agar mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang ujungnya digunakan untuk keperluan pribadi.

“Kalau memang dia sayang, dari awal pasti mengakui itu anaknya. Itu saja sudah bisa mematahkan. Kalau ini niat jahatnya sudah ada dari awal. Kalaupun dinikahi itu seperti pembelaan diri saja, tidak layak. Layaknya mendapatkan hukuman,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Pemko Batam Kembali Keruk Drainase Induk di Batuaji

0
Drainase Depan RSUD Tetap banjir Bila HUjan Deras Dalil Harahap
Drainase induk depan RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Minggu (2/1). Drainase ini teap tidak bisa menampung debit air bila hujan deras. Masih saja banjir menggenangi jalan raya. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam kembali mengeruk drainase induk di wilayah Kecamatan Batuaji. Drainase induk yang tertimbun sampah dan lumpur saat banjir di hari dan malam pergantian tahun lalu akan dinormalkan.

Camat Batuaji Ridwan menyebutkan, pekerja dan alat berat dari Dinas Bina Marga sudah mulai bekerja di dua lokasi yakni drainase induk di Kelurahan Buliang tepatnya dekat perumahan Kodim dan drainase induk di Kelurahan Bukit Tempayan, tepatnya di depan Perumahan Sierra atau belakang Mitra Mall.

Dua drainase ini sudah dalam kondisi tak normal karena hantaman banjir yang cukup besar di malam pergantian tahun. Drainase kembali menyempit akibat sampah dan tanah yang terbawa arus.

“Untuk saat ini baru dua lokasi itu. Sudah cukup lebar dua drainase induk itu hanya saja terjadi penyempitan akibat banjir kali lalu. Itu mau dinormalkan lagi, ” katanya.

Dua drainase induk ini menjadi kunci kelancaran aliran air di wilayah Kelurahan Buliang dan Bukit Tempayan. Jika tersumbat dan tak lancar makan hujan sedikit saja maka banyak pemukiman dan ruas jalan yang terendam banjir.

“Makanya disitu yang ditangani dulu. Nanti baru dilanjutkan ke lokasi lain, ” kata Ridwan.

Saat hujan deras di hari dan malam pergantian tahun, separuh wilayah Batuaji terendam banjir. Banjir bahkan masuk sampai ke rumah warga. Banyak warga yang kerepotan karena harus berjibaku dengan genangan air. Arus lalulintas juga macet total.

Pemko Batam terus bertekad untuk memerangi persoalan banjir ini sehingga secara berkelanjutan akan membenahi semua sistem drainase yang ada.

“Pemko terus berupaya untuk mengatasinya, tinggal kesadaran masyarakat saja untuk menjaga sistem drainase yang ada dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” kata Ridwan. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Ledakan di Reli Dakar, Prancis Investigasi Dugaan Terorisme

0
Pereli Arab Saudi Yazeed Al Rajhi dan navigatornya Michael Orr saat menuntaskan Etape 3 Reli Dakar rute al-Artawiya ke al-Qaysumah (4/1). (AFP/FRANCK FIFE)

batampos – Penyidik Prancis mengatakan, sedang menggelar penyelidikan dugaan terorisme atas ledakan di bawah kendaraan Prancis yang turut dalam reli Dakar di Arab Saudi.

Ledakan yang membuat salah satu peserta reli terluka parah itu menghantam kendaraan pendukung milik tim Prancis, Sodicars.

Peristiwa itu terjadi berselang sesaat setelah mobil tersebut meninggalkan hotel di Jeddah untuk mengawal di rute balapan.

Lima anggota tim berada di dalam kendaraan itu saat kejadian dan salah satunya yakni pengemudi Philippe Boutron, menderita cedera kaki yang serius.

Surat kabar Prancis L’Equipe mengutip salah seorang dari tim itu mengatakan ledakan tersebut mengoyak dasar kendaraan yang kemudian terbakar.

Tim Sodicars menyatakan, Boutron kini sudah dievakuasi ke Prancis dan dalam keadaan koma di Rumah Sakit Militer Percy, dekat Paris, ditemani keluarganya.

Berita ledakan itu muncul akhir pekan lalu, tetapi pada saat itu penyelenggara reli dan badan olahraga tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Jaksa anti-teroris Prancis mengaku sudah memulai penyelidikan pendahuluan mengenai upaya pembunuhan bermotif terorisme.

Jaksa juga mengatakan badan kontra-terorisme domestik Prancis dipercayai menyelidiki kasus ini.

Kantor media pemerintah Arab Saudi CIC tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Arab Saudi adalah tempat terjadinya serangkaian serangan militan skala besar dengan menyasar Barat pada 2000-an. Tapi serangan itu sudah berhenti.

Namun akhir 2020, ledakan saat upacara peringatan Perang Dunia I yang diselenggarakan oleh konsulat Prancis di Jeddah melukai beberapa orang.

Ini merupakan serangan pertama dengan memakai bahan peledak dalam beberapa tahun terakhir dengan sasaran orang asing di negara Teluk Arab itu.

Bulan sebelumnya seorang warga Saudi ditangkap karena menyerang dan melukai seorang penjaga keamanan di konsulat Prancis di Jeddah.

Reli Dakar yang merupakan salah satu event terkenal di dunia olahraga bermotor, tidak lagi mengikuti rute aslinya antara Prancis dan Afrika Barat.

Penyelenggara menggelarnya di lokasi berbeda-beda di seluruh dunia. Untuk beberapa edisi terakhir, Arab Saudi menjadi tempat balapan ini digelar. (*)

Reporter: Antara

Uang BSU Guru Madrasah Minta Dikembalikan, AGPAII Nilai Tak Manusiawi

0
Ilustrasi guru madrasah. (Dok. JawaPos.com)

batampos – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kejanggalan penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) 2020 Kemenag. BSU itu untuk guru madrasah dan pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah.

Banyak guru yang diduga menerima bantuan ganda. Kemenag minta mereka mengembalikan BSU yang sudah disalurkan tahun lalu.

Keputusan Kemenag meminta guru-guru mengembalikan dana BSU tersebut mendapatkan sorotan. Di antaranya disampaikan Ketua Umum Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi.

Dia mengatakan, seharusnya Kemenag melakukan skrining di awal. Sehingga ketika BSU tersebut dicairkan, dipastikan kepada guru-guru yang belum menerima bantuan sejenis dari pemerintah.

Menurut dia, mayoritas guru penerima BSU itu adalah honorer. Dengan gaji yang tidak banyak hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka bisa jadi merasa berat mengembalikan BSU yang diterima tahun lalu sebesar Rp 1,8 juta/orang.

’’Tak elok minta mengembalikan BSU dari guru non PNS. Sebab mereka seperti halnya para pekerja pabrik yang mendapatkan bantuan,’’ kata Mahnan Marbawi, Selasa (4/1).

Mahnan menjelaskan, para guru tersebut tidak mungkin mengembalikan BSU yang sudah terlanjur digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kemenag harus membuat kebijakan yang manusiawi untuk guru-guru non PNS.

Dia mengatakan honor gaji guru honorer kadang ada yang cair tiga bulan sekali. ’’Bagaimana mereka mengembalikan uang BSU tersebut,’’ tutur Mahnan Marbawi.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag Muhammad Zain tidak menampik adanya temuan dari BPK tersebut. Tetapi dia tidak bisa menyampaikan besaran temuan kejanggalan penyaluran BSU dari temuan BPK tersebut.

’’Biar itu untuk internal kami,’’ ucap Muhammad Zain.

Zain mengatakan, dalam laporan BPK, ada guru penerima BSU Kemenag yang juga menerima prakerja. Tetapi dia menegaskan, data tersebut masih sebatas catatan di atas kertas. Belum tentu guru tersebut benar-benar menerima kucuran prakerja.

Sebab untuk mendapatkan dana bantuan program prakerja, penerima harus mengikuti pelatihan. ’’Kalau tidak sempat ikut pelatihan, kan tidak dapat kucuran dana bantuan prakerja,’’ tutur Muhammad Zain.

Untuk itu, Zain mengatakan, data temuan dari BPK itu akan dipelajari lebih dalam. Dicocokkan dengan data di lapangan.

”Jangan sampai ada kesan bahwa guru-guru madrasah itu tidak jujur. Sebab salah satu syarat menerima BSU adalah membuat surat pernyataan tidak menerima bantuan dana prakerja dan BSU dari BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Zain.

Dia menambahkan, beberapa guru yang secara sukarela sudah mengembalikan uang BSU yang diterima.

Pada 2020, Kemenag menyalurkan dana BSU sebesar Rp 22 miliar. Dana itu disalurkan untuk 542.901 orang guru non PNS di madrasah dan raudhatul athfal. Selain itu juga disalurkan BSU untuk 93.480 guru PAI non PNS di sekolah umum. (*)

110 Peserta Lanjut ke Tahap Pemberkasan CPNS

0
Eka Yuniarsih

batampos- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang resmi mengumumkan 110 nama peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan lulus mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan lanjut ke tahap pemberkasan. Diketahui, SKB CPNS di Tanjungpinang sudah berlangsung pada 5-6 Desember 2021 kemarin dan diikuti 294 peserta.

BACA JUGA: 301 Peserta Lulus Tes CPNS Pemkab Bintan Tahun 2021

Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Pengadaan dan Mutasi Kepegawaian BKPSDM Kota Tanjungpinang, Eka Yuniarsih menjelaskan belum lama pihaknya sudah mengumumkan 110 nama yang lulus SKB dari total 121 formasi yang tersedia.

“Ada 11 formasi yang tidak terisi, penyebabnya bervariasi ada yang tidak lulus SKB ada juga yang tidak mendaftar di formasi itu,” kata Eka, Rabu, (5/1).

Tahapan selanjutnya, dijelaskan Eka adalah tahap pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang akan dimulai pada tanggal 7 hingga 15 Januari, kemudian jika semua pemberkasan selesai, peserta akan diangkat menjadi CPNS yang diperkirakan pada Februari.

“Setelah NIP keluar semua, mereka akan diangkat menjadi CPNS, aktifnya bulan Februari,” sebutnya.

Tahapan CPNS di Tanjungpinang sudah dimulai sejak Juli 2021 kemarin, diikuti sebanyak 4.679 pelamar dan yang dinyatakan lulus administrasi sebanyak 2.848 Pelamar, kemudian berlanjut ke Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada September kemarin dan menyingkirkan 2.554 peserta sehingga hanya 294 yang lanjut ke tahap SKB dan tahapan akhir yang lanjut ke tahap pemberkasan 110 peserta. (*)

Reporter: Peri Irawan

Distributor Cabai di Batam Abaikan Disperindag

0
Cabai Rawit Mahal f Iman Wachyudi
Harga cabai di pasaran Batam masih fluktuatif dan cenderung naik. Harga cabai jenis rawit tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos

batampos – Harga cabai rawit di Batam melambung hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg), Selasa (4/1). Pedagang mengungkapkan penyebab tingginya harga cabai di pasaran karena mereka mendapatkan harga yang sudah tinggi dari distributor cabai di pasar pagi Jodoh.

“Ya dari distributornya sudah tinggi, kami pun tak mungkin jual rugi,” ujar Agus, penjual sayur mayur di pasar Botania Batamcenter.

Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau belum mendapat informasi terkait harga cabai rawit yang naik tiba-tiba. Namun untuk harga yang memang sedang tinggi di pasaran Batam, sempat dikonfirmasi ke distributor.

“Kami sudah beberapa kali konfirmasi ke distributor cabai, namun mereka tak memberi jawaban. Saat dipanggil, mereka juga tak datang. Sudah datangi gudang mereka juga, tapi memang tak ada jawaban pasti,” tegas Gustian.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tiba-tiba Naik Jadi Rp 100 Ribu

Dikatakan Gustian, saat ini pasokan cabai di Batam dimonopoli tiga distributor. Mereka pun memberikan harga suka-suka tanpa adanya pertimbangan terkait kondisi masyarakat.

“Ya, selama ini mereka yang menentukan harga. Pernah beberapa kali ketemu, mereka turunkan sesaat Kemudian naik lagi. Ini yang bikin kami bingung, apalagi mereka tak bergabung ke dalam asosiasi distributor di Batam, ” jelas Gustian.

Menurut Gustian, distributor cabai itu juga tak pernah berkooordinasi dengan Disperindag Kota Batam. Sehingga Disperindag tak tahu kendala yang dihadapi para distributor itu untuk memasok cabai ke Batam.

“Kami kurang tahu kendala mereka, entah biaya transportasi, pengiriman atau lainnya. Karena memang mereka tak pernah beritahu kami. Seandainya ada koordinasi, mungkin bisa beri solusi atau jawaban. Ini tak ada sama sekali,” tegas Gustian.

Disisi lain, saat ini Disperindag tengah membuka peluang untuk investor atau distributor baru untuk menjadi pemasok cabai ke Batam. Apalagi, Disperindag Kota Batam sudah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Sumatra Utara serta Petani cabai.

“Saya sudah tawarkan ke asosiasi distributor di Batam, beberapa distributor mengaku siap dan berminat. Mereka tinggal jalani, karena memang sudah ada kerjasama terkait pasokan cabai. Insyallah Februari sudah dimulai,” ungkap Gustian. (*)

Reporter: Yashinta

Persebaya Sayangkan Inkonsistensi PSSI

0
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (F. main-main)

batampos – Persebaya bakal menghadapi Bali United dalam laga tunda pekan ke-17 Liga 1 2021-2022, Rabu (5/1). Hanya saja, empat pemain yang sebelumnya membela Timnas di Piala AFF 2020 belum bergabung. Keputusan ini disayangkan oleh pelatih Persebaya, Aji Santoso.

Laga antara Persebaya Melawan Bali United sejatinya dijadwalkan pada 13 Desember 2021. Sekaligus menjadi pertandingan penutup seri ketiga. Saat itu, PSSI memutuskan untuk menunda laga tersebut ke tanggal 5 Januari. Alasan utamanya adalah pemanggilan dua pemain tambahan Persebaya ke Timnas.

Saat itu, Persebaya dijanjikan bisa menggunakan pemain-pemain yang membela Timnas ketika bertanding di laga tunda. Namun, ketika tiba waktunya, justru mereka masih tertahan di Jakarta. Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya sedang menjalani karantina setelah pulang dari Singapura.

Keputusan ini disesalkan oleh Aji. Inkonsistensi PSSI merugikan timnya. “Seharusnya pertandingan besok ditunda karen pemain nasional kita belum bisa bergabung. Padahal, dulu PSSI menjanjikan bisa dipakai,” ungkapnya seperti dilansir laman resmi Persebaya.

Menurutnya, jika tetap tidak bisa menggunakan jasa pemainnya yang dipanggil Timnas, lebih baik pertandingan digelar pada Desember lalu. Tepat saat penampilan Persebaya tengah on fire.

“Kita rugi di waktu dan masalah recovery. Persaingan makin ketat dan kita butuh pemain nasional kita. Kalau klub lain di posisi kami ini pastinya juga keberatan,” lanjutnya.

Meski demikian, Aji menyatakan timnya siap menghadapi Bali United. Di tengah krisis pemain yang tengah dihadapi, ia sudah menyiapkan beberapa rencana. Termasuk menyiapkan pengganti Alie Sesay dan Rizky Ridho yang belum bisa bergabung dengan tim.

Taisei Marukawa dkk tetap dituntut meraih poin penuh. “Yang namanya Bali United ya dari Bali, mau main di stadion mana pun ya sama tetap di kandang. Tapi itu jadi motivasi tambahan kami untuk mengalahkan mereka. Semua pemain siap, semoga kita bisa menampilkan permainan terbaik dan meraih hasil sempurna,” tandasnya. (*)

Reporter: JPGroup

Nahkoda Kapal Milik Acing Ditangkap di Malaysia

0
Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian (kiri) bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt memberikan keterangan pengungkapan Tersangka Acing dalam kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang tenggelam di Malaysia saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (3/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos-Ada 13 orang yang selamat dari kasus tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal dari Bintan menuju Malaysia. Dua diantaranya adalah adalah nakhoda dan anak buah kapal yang terbalik di perairan Malaysia milik Susanto alias Acing, warga Bintan. Keduanya Sofyan dan Amirul.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan TKI BP2PMI Kepri, Darman Sagala mengatakan, Indonesia menghormati proses hukum yang berjalan di Malaysia. “Karena mereka memang melakukan pelanggaran, tentunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku disana (Malaysia),” ujar Darman.

BACA JUGA: Polisi Buru Rekan Acing, Sindikat Pengirim TKI Ilegal ke Malaysia

Hingga kini, Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang tersangka. Salah seorang tersangka yang terbaru yakni Acing, masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari kasus Acing, polisi juga menelusuri harta yang didapat dari tindak pidana penyelundupan manusia.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman menyampaikan akan mengantisipasi pengiriman PMI secara ilegal. Ia mengatakan sudah meminta Polisi Perairan menambah intensitas patroli. Namun, ia mengatakan karena keterbatasan armada, patroli tidak bisa dilakukan secara masif.

Selain itu, jika ada menemukan kapal mencurigakan, Kapal milik Polair paling cepat melaju di 36knot. Sedangkan kapal para penyelundup dapat melaju lebih kencang. Karena kapal penyelundup sering menggunakan 4 unit atau bahkan sampai 6 unit mesin 200pk.

Demi mengantisipasi kekurangan itu. Aris mengaku sudah meminta jajaran Polda Kepri, seperti Kapolres dan Kapolsek, melakukan patroli darat di kawasan-kawasan yang rawan digunakan sebagai tempat pemberangkatan PMI ilegal. “Khususnya di Bintan, Karimun dan Tanjunglinang, saya minta cek. Termasuk juga penampungan PMI,” ucapnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Kasus Sabu 107 Kg Segera Diadili di PN Batam

0
Pemusnahan Sabu 107 Kg 1
Ilustrasi. Pemusnahan barang bukti 107,444 kilogram narkotika jenis sabu oleh Satuan Narkoba Polresta Barelang bersama instansi terkait di Mapolresta Barelang, Rabu (6/10/2021) lalu. F. Humas Polresta untuk Batam Pos

batampos – Kasus Penyelundupan 107 kilogram sabu dalam waktu dekat akan disidang di Pengadilan Negeri Batam. Hal itu setelah jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan lengkap berkas perkara ke penyidik polisi.

Kasi Intel Kejari Batam Wahyu mengatakan, JPU telah selesai meneliti berkas perkara sehingga menyatakan P21 (lengkap). Karena sudah lengkap, maka proses tahap 2 akan dilakukan pada hari ini Rabu (5/1). Dimana penyidik polisi akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Batam.

“Perkara narkotika 100 kilogram lebih sudah P21, besok (hari ini, red) tahap 2,” ujar Wahyu.

Selanjutnya penyidik kepolisian akan menyerahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap 2) ke pihak kejaksaan. Setelah menerima pelimpahan berkas tahap 2, kata dia, kewenangan penahanan secara otomatis akan beralih dari penyidik polisi ke pihak Kejari Batam.

“Dalam tahap 2, Kejaksaan akan menerima berkas perkara, para tersangka dan barang bukti. Selanjutnya akan di daftarkan ke Pengadilan untuk naik ke persidangan,” kata Wahyu.

Usai proses tahap, maka perkara akan dilimpah ke pengadilan. Tentunya setelah JPU melengkapi proses administrasi.

“Setelah tahap 2, nanti ada melengkapi proses administrasi untuk kemudian dilimpah ke pengadilan,” imbuh Wahyu.

Diketahui, kasus penyelundupan sabu seberat 107,258 Kg ini merupakan hasil penindakan dari Polresta Barelang dan DJBC Kepri pada 5 September 2021 lalu.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti sabu, satu unit kapal yacht dan 5 tersangka berinisial RH, A , EAH, ROS dan H di perairan Pulau Putri Batam.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa menetapkam satu orang yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial JB.

Penyelundupan ratusan Kg sabu oleh jaringan internasional ini menggunakan modus baru, yakni para pelaku berpura-pura menjadi pemancing dengan menggunakan kapal mewah cepat.

107,258 Kg sabu ini ditaksir memiliki harga kotor sebesar Rp 128 Miliar, ke-5 pelaku dijerat dengan Pasal 142 Ayat 2 Jo Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 115 Ayat 2, dengan ancaman mati. (*)

Reporter : Yashinta

Arema FC Gaet Dua Pemain Anyar, Targetkan Puncak Klasemen

0
Fabiano Beltrame digaet Arema FC dengan status pinjaman (Twitter @AremafcOfficial)

batampos – Arema FC kembali menambah kekuatan dengan mendatangkan dua pemain baru yakni Fabiano Beltrame dan Sandi Sute dengan status pinjaman dari Persis Solo. Fabiano sebelumnya pernah memperkuat Persib Bandung. Sedangkan Sandi Sute adalah mantan penggawa Persija Jakarta.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana dalam keterangan tertulis mengatakan kedua pemain tersebut merupakan hasil rekomendasi dari pelatih Eduardo Almeida.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari tim pelatih, kemudian kami menindaklanjutinya. Usai final Liga 2, upaya rekrutmen keduanya kami intenskan. Klub lama dan pemain memutuskan berjodoh dengan Arema FC,” kata Gilang.

Gilang menambahkan didatangkannya dua pemain baru tersebut merupakan salah satu komitmennya untuk membawa Singo Edan menduduki puncak klasemen Liga 1. Penambahan pemain itu juga dilakukan sebelum jendela transfer ditutup pekan depan.

Menurut dia, kedua pemain tersebut langsung bertolak ke Bali untuk bergabung bersama skuad Singo Edan. Ia pun berharap, kedua pemain baru tersebut bisa cepat beradaptasi dengan tim.

“Kami optimistis keduanya segera padu dengan karakter Singo Edan di bawah arahan Eduardo Almeida,” ujar Gilang.

Terlebih, lanjutnya, bagi Fabiano, bergabungnya dengan klub kebanggaan arek-arek Malang itu merupakan sebuah nostalgia karena ia pernah bermain bersama Arema FC dan menjuarai Bali Island Cup 2015.

“Semoga enjoy dan ukir prestasi lagi Arema FC di Bali, amin,” tutur Fabiano.

Fabiano sudah empat kali mengantar Arema menjuarai sejumlah turnamen, yakni Trofeo Persija tahun 2015, SCM Cup 2015, Inter Island 2014, dan Bali Cup 2015.

Sementara itu, Sandi Sute dinilai merupakan pemain multitalenta yang sarat pengalaman di kompetisi Indonesia. Meski posisi originalnya berada pada gelandang bertahan, namun diyakini Sute akan mendapatkan tugas lebih dari sekedar posisi aslinya tersebut.

“Hadirnya Sute akan menambah daya gedor sekaligus daya tahan Singo Edan. Kami sungguh berharap Sute dapat memberikan kontribusi positifnya untuk selalu bawa kemenangan di setiap laga Arema FC,” harap Gilang.

Rencananya, Fabiano akan mempertahankan nomor punggung sakralnya, yakni 15, sedangkan Sandi Sute akan mengukir prestasinya bersama Arema FC dengan mencatatkan nomor punggung 29.

Sebelumnya, Arema FC juga telah menambah penggawa baru untuk memperkuat sektor sayap dengan mendatangkan Ryan Kurnia yang sebelumnya bermain untuk Sulut United. Penambahan pemain baru itu diharapkan mampu menambah daya gedor Arema FC. (*)

Reporter: Antara