Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8412

KPK Tegaskan Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana

0
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Humas KPK/Antara)

batampos – Mantan Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti dikabarkan akan mengembalikan uang senilai Rp 647 juta, yang diduga dari hasil suap perpajakan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, meski uang hasil korupsi itu diserahkan tidak akan menghapus dugaan pidana.

Uang ratusan juta itu diterima dari Muhammad Farsha Kautsar yang merupakan anak kandung terdakwa tim pemeriksa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Wawan Ridwan. Sebab, Wawan juga turut didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil suap.

“Tentu tidak (menghapus pidana). Kooperatifnya seseorang itu atau pun ia mengembalikan hasil tindak pidana korupsi, itu tidak berpengaruh terhadap pembuktian unsur-unsur pasal,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (28/1).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menjelaskan, pengembalian uang hasil tindak pidana korupsi akan dijadikan salah satu alat bukti dalam persidangan. Dengan begitu, pembuktian adanya suap maupun korupsi yang dilakukan seseorang akan lebih memudahkan tim penuntut umum.

Terlebih pengembalian uang tersebut, akan dijadikan dasar keringan hukuman. Karena dianggap kooperatif, apalagi bisa mengakui perbuatannya.

“Bahwa kemudian ada yang mengaku, berterus terang, mengembalikan, sebenarnya ini alasan yang meringankan hukuman saja nantinya di persidangan,” tegas Ali.

Wawan Ridwan diduga menerima suap bersama-sama Alfred Simanjuntak terkait pengurusan perpajakan. Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak didakwa menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan SGD 4 juta.
Wawan Ridwan juga turut didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil suap dan gratifikasi. Diduga aliran uang haram yang diterima Wawan Ridwan telah dibelanjakan.

“Melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, berupa perbuatan yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Aasri Irwan membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (26/1).

Dugaan pencucian uang tersebut diduga dilakukan bersama anaknya, bernama Muhammad Farsha Kautsar. Dugaan pencucian itu dilakukan dengan, menukarkan sejumlah mata uang asing (valas) di Money Changer senilai total Rp 8.820.597.500 dan di Money Changer lainnya senilai Rp 50.000.000.

“Kemudian menempatkan hasil penukaran valas tersebut pada rekening Bank Mandiri Nomor 1670002592029 atas nama Muhammad Farsha Kautsar,” ucap Jaksa Asri Irwan.

Bahkan, aliran uang yang diterima Wawan juga turut dibelanjakan untuk pembelian pembelian jam tangan sejumlah Rp 888.830.000, pembelian satu unit mobil berjenis Outlander dan berjenis Mercedes Benz C300 Coupe sejumlah Rp 1.379.105.000. Kemudian, pembelian valuta asing sebesar Rp 300.000.000 di PT Dolarindo Intravalas san pembelian tiket dan hotel pada rekening PT Trinusa Travelindo (Traveloka) sebesar Rp 60.884.624.

Aliran uang suap dan gratifikasi juga diduga turut mengalir ke mantan pramugari, Siwi Widi Purwanti sebanyak 21 kali. Diduga, Siwi merupakan teman dekat dari Muhammad Farsha Kautsar.

“Mentransfer sebanyak 21 kali kepada Siwi Widi Purwanti selaku teman dekat Muhammad Farsha Kautsar sejumlah Rp 647.850.000,” papar Jaksa Asri.

Selain itu, aliran uang haram yang diterima Wawan juga turut mengalir kepada seorang bernama Adinda Rana Fauziah senilai Rp 39.186.927. Serta kepada Bimo Edwinanto sejumlah Rp 296.000.000 selaku teman kuliah Muhammad Farsha.

Serta berapa kali transfer kepada Dian Nurcahyo Dwi Purnomo dan keluarganya untuk kepentingan rencana usaha terdakwa Wawan Ridwan dan Muhammad Farsha Kautshar sejumlah Rp 509.180.000. Diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaannya.

“Terdakwa I dan Muhammad Farsha Kautshar mengetahui atau patut menduga bahwa harta kekayaannya tersebut merupakan hasil dari tindak pidana korupsi berkaitan dengan penerimaan gratifikasi dari para wajib pajak yang diperiksa oleh Terdakwa I selaku Pemeriksa Pajak Madya pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak, sehingga untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usulnya maka harta kekayaan tersebut ditempatkan, ditransferkan, ditukarkan atau diubah bentuk, dibelanjakan atau dibayarkan baik atas nama Terdakwa I sendiri ataupun atas nama pihak-pihak lain,” ungkap Jaksa.

Diduga TPPU yang dilakukan Wawan Ridwan merupakan hasil suap penerimaan uang sebesar SGD 500 ribu dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang SGD 500 ribu yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp 25 miliar.

Kemudian, senilai Rp 15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari – Februari 2019.

Terakhir, penerimaan uang dengan nilai total sebesar SGD 3 juta dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli – September 2019.

Wawan dan Alfred didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Wawan juga dikenakan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (*)

Reporter: JP Group

5 Warga Probable Omicron, Danrem Imbau Masyarakat Patuhi Protkes

0
RSKI Galangg
RSKI Galang. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

batampos – Ketua Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, melaporkan bahwa sebanyak 39 orang pasien dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang pada Kamis (27/1).

“Kondisi RSKI Pulau Galang Batam sampai dengan Pukul 17.00 Wib dalam keadaan aman dan terkendali,” ujarnya, Jumat (28/1).

Adapun rincian pasien yang dirawat ini ialah terdiri dari 24 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Dihadapkan dengan kapasitas 460 tempat tidur yang disediakan maka okupansi ketersediaan saat ini 8,48 persen.

Dimana tercatat penghuni tersebut berasal dari 20 orang pasien dari PMI dan 19 orang warga Batam serta diantaranya lima orang warga Batam tersebut Probable Omicron.

Dari data sebelumnya terdapat dua orang PMI teridentifikasi Porbable Omicron. Namun kini pasien itu telah kembali ke kampung halaman setelah menjalani perawatan di RSKI Pulau Galang.

Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu selaku Dansatgassus perlintasan PMI melalui Kapenrem 033/WP Mayor Inf Reza Fahlevi menyampaikan bahwa dengan adanya penambahan lima pasien Probable Omicron dari warga Batam yang dirawat di RSKI pulau Galang, Danrem 033/WP menghimbau kepada masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan dengan baik.

Hal ini demi mencegah penyebaran varian Omicron khusus nya di wilayah Kepri agar tidak meluas. “Pihak RSKI pulau Galang dibawah kendali Danrem 033/WP akan memberikan perawatan yang terbaik kepada seluruh pasien,” ujarnya.

Segala upaya dengan semaksimal mungkin agar varian omicron tidak menyebar lebih luas lagi. “Semua demi kesehatan seluruh masyarakat dalam melawan Covid 19” ucapnya.(*)

Reporter : Rengga Yuliandra

Perpanjang Kontrak, Singapura Tuan Rumah F1 Hingga 2028

0
GP Singapura akan terus masuk ke dalam kalender F1 hingga 2028. (AFP)

batampos – Grand Prix Singapura akan tetap berada dalam kalender Formula 1 hingga 2028 setelah perpanjangan kontrak berdurasi tujuh tahun disepakati dengan penyelenggara pada Kamis.

GP Singapura tidak digelar dalam dua tahun terakhir karena pandemi COVID-19. Tahun ini kembali masuk dalam kalender balap pada 2 Oktober. Tahun ini akan ada 23 balapan yang bakal melelahkan.

“Singapura memiliki tempat spesial dalam kalender F1. Perpanjangan ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk melanjutkan pertumbuhan olahraga ini di Asia,” kata CEO F1 Stefano Domenicali dalam pernyataan resmi dikutip Reuters.

Sirkuit jalanan Marina Bay telah menggelar balapan malam pertama dalam sejarah F1 pada 2008 dan telah menghibur fans sejak saat itu.

Selain itu GP Singapura menjadi salah satu balapan terglamor dan populer dalam F1 karena balapan digelar di jantung negara kota, dengan mobil-mobil jet darat disinari pendar lampu jalanan dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit.

Didanai sebagian oleh pemerintah setempat, GP Singapura menjadi salah satu kunci meningkatkan pariwisata di Singapura.

Balapan itu telah menghasilkan lebih dari SGD 1,5 juta (Rp 16 miliar) dari sektor pariwisata dan menarik lebih dari 550 ribu turis mancanegara ke Singapura sejak debutnya.

GP 2019 yang dimenangi juara dunia empat kali Sebastian Vettel untuk Ferrari, menarik sebanyak 268 ribu penonton sepanjang akhir pekan. Itu menjadi rekor penonton terbanyak kedua di sana. (*)

Reporter: Antara

Lebih Sepekan Dirawat, Pasien Covid-19 di RSUD Batam Dinyatakan Sembuh

0
uji sempel covid e1643272652393
Ilustrasi: Pengujian sempel covid di BPKLP Batam

batampos – Pasien Covid-19 telah kosong di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. Satu pasien yang dirawat sebelumnya sudah diperkenankan kembali ke rumahnya karena sudah bebas dari Covid-19.

“Tadi pagi sudah keluar. Sudah sembuh dia,” ujar wadir pelayanan medik RSUD Embung Fatimah Sri Rupiati, Jumat (28/1).

Pasien yang sudah sembuh tersebut adalah warga Batam yang masuk ke RSUD belum lama ini. Hampir dua pekan dia dirawat dan dinyatakan sembuh setelah dipastikan dengan hasil pemeriksaan swab yang menyatakan negatif.

“Sudah kosong (Tak ada lagi pasien Covid-19) lagi gedung Tun Sendari Terpadu. Petugas medis dan peralatan tetap siaga seperti biasa,” ujar Sri.

Seperti diketahui Gedung Tun Sendari Terpadu yang dijadikan lokasi pengamanan pasien Covid-19 semenjak pandemi Covid-19 mewabah sempat kosong dengan pasien Covid-19 dalam waktu yang cukup lama. Itu karena penyebaran pandemi Covid-19 cukup melandai di penghujung tahun 2021 lalu.

Namun, belakangan kembali terisi seiring dengan munculnya varian Omicron. Meskipun hanya satu pasien namun ini tetap menjadi prioritas petugas medis di sana demi mencegah kembali meluasnya penyebaran Covid-19 di Kota Batam. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Sistem Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi

0

 

batampos – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan pentingnya sistem pengawasan dalam pendistribusian pupuk subsidi, baik disalurkan melalui distributor maupun kios resmi.

Dengan begitu, kemungkinan penyelewengan distribusi pupuk subsidi bisa dikendalikan.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

“Kita tak ingin hak petani terhadap pupuk subsidi dirampas. Maka, yang perlu diperkuat adalah mekanisme pengawasan secara ketat, berjenjang dan terikat,” kata LaNyalla, Jumat (28/1/2022).

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, tanpa pengawasan, pelanggaran sangat mungkin terjadi, terutama mengenai harga penjualan di tingkat petani. Hal ini tentu saja merugikan petani. Pemerintah telah memberikan subsidi pupuk tetapi petani menjadi pihak yang dirugikan alias tak menikmati kehadiran pemerintah.

Dikatakannya, meski proses pencatatan kebutuhan pupuk di kalangan petani sudah terekam secara elektronik melalui E-RDKK, namun yang menjadi kendala adalah distribusi di lapangan. Dalam konteks pendistribusian belum ada mekanisme pengawasan yang terukur, sehingga penyelewengan kerap kali terjadi.

“Saya kira perlu ada satuan tugas khusus mengenai distribusi pupuk subsidi ini. Kita ketahui bersama, pupuk subsidi ini menyangkut hajat hidup petani dan berkaitan erat dengan pemenuhan pangan secara nasional. Artinya, persoalan pupuk subsidi ini sangat vital,” tegas LaNyalla.

Untuk itu, butuh perhatian khusus mengenai distribusi pupuk subsidi ini agar tak lagi mudah diselewengkan. LaNyalla pun mendukung langkah konkret PT Pupuk Indonesia yang akan memberikan tindakan tegas bagi para pelanggar.

“Terkait dengan sanksi tegas, publik harus benar-benar tahu informasi ini agar mereka konsisten dalam mekanisme penyaluran pupuk subsidi kepada para petani,” pinta LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, PT Pupuk Indonesia (Persero) siap menindak tegas distributor dan kios resmi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi.

Pelanggaran-pelanggaran yang dimaksud antara lain, menjual di atas harga eceran tertinggi (HET), menjual kepada petani di luar E-RDKK, menjual secara paketan, dan lain sebagainya.(*)

Diet Rendah Garam 1 Sendok Teh Sehari Cegah Hipertensi dan Stroke

0
Ilustrasi. Konsumsi garam berlebih bisa sebabkan hipertensi hingga kegemukan. (Times of India)

batampos – Penderita hipertensi dianjurkan mengonsumsi makanan rendah garam. Meski garam memegang peranan yang penting dalam tubuh, yaitu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berperan dalam menjaga fungsi saraf serta otot, tapi jika tidak berhati-hati konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam darah yang memicu hipertensi hingga stroke.

WHO (World Health Organization) menganjurkan batas konsumsi aman garam per hari untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram atau kurang dari satu sendok teh. Oleh karenanya, penting untuk menjaga asupan garam agar tubuh tetap mendapatkan manfaatnya tanpa menimbulkan berbagai risiko penyakit.

Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hardinsyah yang juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, dan President Federation of Asian Nutrition Societies menjelaskan ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam. Tentu yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Menurutnya tak bisa dipungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi. Sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium.

“Nah cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali,” ujar Prof Hardinsyah.

Menurutnya jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi, namun juga ingin diet rendah garam bisa dengan menggunakan bumbu umami seperti MSG. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang, menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam.

“Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” katanya.

Jadi, jika tetap ingin makanan yang dikonsumsinya memiliki cita rasa yang tinggi, namun sekaligus ingin diet rendah garam juga, cara ini bisa dilakukan. Dan tetap selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebab kebutuhan setiap gizi seseorang berbeda. Dalam ‘Tanya Nutri Expert’ dijelaskan agar konsumen dapat mengetahui informasi gizi langsung dari ahlinya bahwa bumbu umami terbukti meningkatkan rasa pada makanan. (*)

Reporter : Jpgroup

 

BTKLPP Segera Miliki WGS, Percepat Pemeriksaan Varian Covid-19

0
Laboratorium Bergerak Survailen BTKLPP Kelas I batam Dalil Harahap2 scaled e1643360893837
Dua petugas medis dari BTKLPP Kelas I Batam usai melakukan pemeriksaan sampel covid-19 dengan TCM mastermix dan Ekstraksi di mobil laboratorium bergerak survailans di Sagulung, Kamis (27/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam segera memiliki peralatan pemeriksaan sampel Covid-19 sistem whole genome sequencing (WGS) yang lebih cepat dan efektif untuk mendeteksi varian Covid-19. Selama ini peralatan ini hanya ada di Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

Peralatan ini mempercepat proses pemeriksaaan sampel yang dicurigai terpapar varian Covid-19 termasuk Omicron. Kepala BTKLPP Batam Budi Santosa sebut, Kementerian Kesehatan akan mengadakan peralatan tersebut di bulan Maret atau April mendatang.

“Semoga tak ada kendala karena selama ini WGS memang dikirim ke Litbangkes dan memakan waktu bisa sampai satu bulan. Nanti bulan Maret atau April datang satu mesin WGS dari Kementerian. Kalau sudah ada tentu pemeriksaan khusus untuk varian akan lebih cepat dan akurat lagi,” ujar Budi.

Untuk kelengkapan peralatan swab, BTKLPP Batam sudah memiliki sejumlah mesin swab yang mampu memeriksa 400 sampel sekali jalan. Tidak itu saja BTKLPP Batam juga sudah memiliki mesin pemeriksaan polymerase chain reaction dengan metode S-gene target failure (SGTF) yang berguna untuk mendeteksi sampel yang dicurigai terpapar varian Covid-19. Jika ditambah lagi dengan peralatan WGS tadi maka pemeriksaan sampel Covid-19 yang dicurigai masuk kategori varian tak perlu lagi dikirim ke Litbangkes. (*)

Reporter : Eusebius Sara

 

Kecewa, STY Marahi Pemain Timnas Indonesia di Ruang Ganti

0
Pemain muda Indonesia Ronaldo Joybera Kwateh (kanan) dijatuhkan pemain Timor Leste Orcelio Nobelito Guterres pada laga persahabatan di Bali (27/1). (Riana Setiawan/Jawa Pos)

batampos – Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) terlihat tidak bahagia setelah wasit Sance Lawita meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya FIFA matchday di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tadi malam.

Tidak ada senyum yang terlihat meski skor akhir pertandingan menunjukkan kemenangan cukup besar Indonesia atas Timor Leste, 4-1.

Ya, STY kecewa. Apa yang ditampilkan Evan Dimas dkk di lapangan tidak sesuai dengan harapannya. ”Dari sisi skor menang, tapi pertandingan kali ini sangat mengecewakan,” cetusnya.

Khususnya di babak pertama. Anak asuhnya melakukan banyak kesalahan. Timor Leste berhasil mencetak gol lebih dulu melalui Gali da Costa Freitas pada menit ke-34. Bahkan, mereka hampir menggandakan skor melalui titik putih pada menit ke-45 jika Mouzinho Barreto de Lima berhasil mengeksekusinya.

Beruntung, di babak kedua, timnas berhasil membalikkan keadaan. Empat gol tercipta. Namun, hanya satu gol dihasilkan dari open play. Yaitu, dilesakkan penggawa Persebaya Surabaya Ricky Kambuaya pada menit ke-64.

Sisanya, gol Indonesia dicetak Pratama Arhan pada menit ke-72 (penalti) dan dua gol bunuh diri pemain Timor Leste. Yakni, dari kiper pengganti Georgino Jose Alexandro Mendoca da Silva di menit ke-76 dan Filomeno Junior da Costa menit ke-80.

”Di ruang ganti, saya tegur dan marah kepada pemain,” ungkap STY. Mantan pelatih timnas Korea Selatan itu menegaskan, timnas tidak akan ke mana-mana alias berprestasi jika permainannya seperti babak pertama. ”Dengan performa seperti ini, tim kami tidak bisa jadi tim kuat di Asia Tenggara,” lanjutnya.

STY akan melakukan evaluasi besar-besaran. Dia tidak ingin permainan seperti tadi malam kembali ditunjukkan anak asuhnya dalam laga kedua FIFA matchday melawan Timor Leste pada 30 Januari lusa. ”Pemain juga harus melakukan evaluasi diri. Belajar dari kesalahan malam ini (tadi malam),” tegasnya.

Meski tidak puas dengan hasil pertandingan, STY memuji dua wonderkid-nya, yakni Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan. Ronaldo masuk pada menit ke-45 menggantikan Ramai Rumakiek, sedangkan Marselino menit ke-66 menggantikan Evan Dimas.

Dia menuturkan, masuknya dua pemain itu, khususnya Ronaldo, mengubah permainan Indonesia. Serangan lebih bervariasi. ”Saya merasakan dua pemain ini punya rasa lapar dan haus (unjuk gigi) dalam pertandingan,” terangnya.

Di kubu lawan, pelatih Timor Leste Fabio Magrao sudah tahu bahwa timnya akan kalah. Tapi, dia tidak menduga kekalahan besar diterimanya. ”Saya pikir kami akan kalah 1-2 atau skor tipis lainnya,” bebernya.

Di sisi lain, dia puas dengan penampilan pemain di lapangan. Dengan skuad di bawah usia 23 tahun, apa yang ditunjukkan skuad Timor Leste luar biasa. ”Pertandingan ini memberikan banyak pelajaran kepada kami,” terang pelatih asal Brasil itu. (*)

Reporter: JPGroup

Dipecat dari Polisi, Kini Bripda Randy Menunggu Disidang Kasus Aborsi

0
Bripda Randy Bagus Hari Sasongko diganjar sanksi pemecatan dalam sidang etik di Mapolda Jatim kemarin. (POLDA JATIM UNTUK JAWA POS)

batampos – Bripda Randy Bagus Hari Sasongko menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Mapolda Jatim kemarin (27/1). Seusai menjalani sidang yang tertutup untuk umum selama tiga jam, tersangka kasus aborsi terhadap Novia Widyasari Rahayu (almarhumah) itu akhirnya dipecat.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menyatakan, tersangka terbukti secara sah melanggar kode etik kepolisian. Berdasar fakta persidangan, tidak ada unsur yang dianggap bisa membenarkan tindakannya. “Diputus PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat, Red),” ujarnya setelah persidangan selesai.

Gatot memantau langsung jalannya sidang yang dipimpin AKBP Ronald Ardiyanto Purba itu. Dari sudut pandangnya, hukuman tersebut memang wajar. Mengingat perbuatan tersangka sangat keterlaluan.

Gatot menambahkan, aborsi adalah tindakan ilegal. Randy sebagai polisi sudah pasti memahami. Namun, dia justru terlibat. “Bahkan sampai berulang sesuai fakta persidangan,” ungkapnya.

Randy membeli obat penggugur kandungan dan meminta Novia, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, asal Mojokerto, Jawa Timur, meminumnya. Dia berdalih tidak bisa menikahinya karena masih baru menjadi polisi.

Randy dan Novia berpacaran mulai Oktober 2019 sampai Desember 2021. Selama periode itu, Novia dua kali melakukan aborsi. Yang pertama Maret 2020 dan yang kedua Agustus 2021.

Novia secara tragis mengakhiri hidupnya. Perempuan 23 tahun itu menenggak racun di samping makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kabupaten Mojokerto, pada 2 Desember tahun lalu.

“Aborsi itu dinilai punya kaitan dengan depresi korban sehingga nekat bunuh diri,” jelas Gatot.

Randy dianggap melanggar ketentuan pasal 7 ayat 1 huruf (b) dan pasal 11 huruf (c) Perkap 14 Tahun 2012. Yakni, etika kelembagaan dan kepribadian. “Vonis PTDH bersifat mengikat, tinggal proses administrasi,” kata Gatot.

Menurut perwira yang akan menduduki jabatan Kabagpenum Divhumas Mabes Polri itu, selanjutnya tersangka ditahan seperti sebelumnya. Randy ditunggu sidang pidana umum dari perbuatannya. ’’Berkas perkara hampir selesai,” ujarnya. (*)

Reporter: JP Group

Lee Seung Gi Donasi Rp1,2 M untuk Pasien Anak-anak

0
Aktor Lee Seung Gi. ANTARA/Instagram @leeseunggi.official

batampos – Aktor Lee Seung Gi dikabarkan memberi sumbangan sebesar 100 juta won atau sekitar Rp1,2 miliar ke Severance Hospital. Donasi ini seperti dirilis Soompi pada Jumat bertujuan untuk membantu anak-anak dan remaja yang sedang menjalani rehabilitasi supaya bisa hidup lebih sehat dan bahagia sehingga bisa meraih mimpi mereka.

“Saya sangat bersyukur ketika anak-anak yang mendapat bantuan melalui sumbangan terakhir saya mengirimi saya surat setelah perawatan mereka,” ujar Lee Seung Gi.

Aktor pemeran di drama Mouse ini juga mengaku bersyukur bahwa penggemarnya memiliki pikiran yang sama dengan dirinya. “Mereka (penggemar) bergabung dengan saya (untuk berbagi),” lanjut dia.

Diketahui, Lee Seung Gi merupakan aktor yang dikenal dermawan dan telah banyak memberikan sumbangan kepada orang-orang yang membutuhkan, begitu juga dengan klub penggemarnya.

Pada 2019, dia memberikan 100 juta won untuk membeli kursi roda, kaki palsu, dan korektor postur kepada anak dan remaja yang mengalami cedera tulang belakang.

Kemudian pada 2020, klub penggemar Lee Seung Gi, AIREN, menyumbangkan 10 juta won atau sekitar Rp119 juta untuk pasien di Severance Hospital yang menjalani perawatan karena cedera tulang belakang. (*)

Reporter : Antara