Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8498

Tarif Parkir Tepi Jalan di Batam Juga Akan Naik

0
Parkir Samping BCS Mall f Iman Wachyudi
Ilustrasi. Salah seorang juru parkir saat memungut retribusi parkir. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – DPRD Kota Batam bersama Pemko Batam telah sepakat untuk menaikkan tarif parkir di kawasan parkir khusus dan drop off dengan melakukan perubahan terhadap Perda Nomor 3 tahun 2008 tentang penyelenggaraan dan Retribusi Parkir.

Sehingga, dengan dinaikkannya tarif parkir ini, target PAD dari retribusi parkir juga mengalami kenaikan menjadi Rp 40 miliar karena besarnya potensi yang hilang (potential lost) selama ini.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir, Arlon Veristo, mengatakan, tarif parkir diKota Batam merupakan tarif yang paling murah dibandingkan kota lain.

Ia mencontohkan, di Kota Padang, Sumatra Barat, tarif parkirnya jauh lebih tinggi ketimbang Batam. Sehingga, tarif parkir di Kota Batam sudah sejak lama harus dinaikkan.

”Di Kota Padang saja yang kotanya kecil, parkirnya sudah jauh di atas kita. Jadi menurut saya ini sudah hal yang tepat dan seharusnya sudah lama dinaikkan ini. Apalagi Jakarta, Bandung dan Surabaya,” katanya.

Sehingga, Batam sebagai salah satu kota yang maju di Indonesia dengan industrinya, dinilai perlu menaikkan tarif parkir seperti di kota-kota besar lainnya.

Namun, di sisi lain, pelayanan parkir di Kota Batam perlu ditingkatkan untuk menghindari potential lost.

Apalagi, parkir-pakir yang berada di tepi jalan. Sehingga, untuk parkir di tepi jalan, nantinya akan ada sistem untuk mengontrol agar potensi tidak hilang banyak seperti yang terjadi selama ini.

”Target parkir kita itu setiap bulannya tak pernah mencapai target. Jadi, lost-nya (yang hilang) itu selama ini diperkirakan 70 persen dari target. Jadi kita coba buat Perda baru bagaimana meningkatkan potensi pajak dari parkir ini. Juga bagaimana mengontrol yang di tepi jalan itu,” tegasnya.

Dalam sistem pengontrolan itu, nantinya akan dibuat sistem oleh Dishub Batam seperti tapping box seperti yang sudah terpasang di beberapa restoran serta hotel. Sehingga, pajak parkir yang masuk ke kas daerah bisa terkontrol dengan baik.

”Uang itu disetor petugas parkir, ya memang di situ tidak ada yang mengontrol. Artinya, pendapatan mereka satu hari itu misalnya Rp 300 ribu, mereka itu hanya setor Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Jadi banyak untuk mereka daripada disetor ke kas daerah,” bebernya.

Oleh karena itu, kenaikan tarif parkir ini tak hanya berlaku untuk parkir khusus. Namun ke depannya, tarif parkir di tepi jalan juga akan dilakukan kenaikan seperti di parkir khusus.

Sebab, potensial loss yang paling besar saat ini adalah parkir di tepi jalan. Namun, sebelum tarif parkir itu dinaikkan, Dishub Batam harus terlebih dahulu memperbaiki sistemnya.

”Jadi kita mulai dari parkir khusus dulu. Nanti pelan-pelan parkir tepi jalan itu akan kita tertibkan. Sekarang banyak ”raja kecil” di situ. Sebetulnya itu potensi yang besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, parkir ini merupakan salah satu penopang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam terbesar.

Sehingga, perlu dibuat suatu sistem yang dapat mengawasi petugas parkir di Kota Batam agar pendapatan itu bisa lebih maksimal dari yang selama ini.

”Saya tanya berapa setor ke Dishub, mereka jawab sekian. Padahal, saat kami turun ke lapangan, kami coba lihat di jam sibuk dan jam makan berapa kendaraan yang parkir di sana dan saat dikalkulasi nilainya sekian. Tapi ternyata, setorannya tidak sampai separuh atau sepertiga saja kadang,” imbuhnya.

Reporter: Eggi Idriansyah

Hari Ini, Pak Menko Marves, Luhut B Panjaitan, ke Batam

0

 

batampos – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan datang ke Batam. Ia datang bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya.

Dari jadwal didapat Batam Pos, kedatangan Menko Marves ini untuk melakukan peninjauan New Port Batam, di Tanjungpinggir.

menko
Menko Marves, Luhut BP, diapit Menteri Berhubungan, Budi Karya (kiri) dan Wali Kota Batam, Rudi.

Selain itu, Pak Luhut juga dijadwalkan akan melakukan peninjauan di Nongsa Digital Park. Lalu, sore harinya, dijadwalkan kembali ke Jakarta.

Kedatangan Menko Marves ke NDP dibenarkan oleh perwakilan NDP, Naradewa.

“Memang direncanakan siang ini ke NDP,” ucapnya.

Namun, ia mengatakan hal itu belum dapat dipastikan. Sebab, ada perubahan jadwal, Luhut hanya akan makan siang di Kawasan Nongsa.

“Jadwal (Menteri Luhut) sangat ketat, kemungkinan hanya makan siang saja,” ujarnya. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

Selidiki Harta Karun Lumpur Lapindo

0
Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok JawaPos.com)

batampos – Belasan tahun lalu, luapan lumpur Lapindo telah meluluhlantakkan sejumlah desa dan ekonomi di sekitar wilayah semburan di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kini, usai 16 tahun berselang, petaka itu nyatanya menyimpan pundi-pundi harta karun berharga.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut adanya temuan kandungan rare earth atau logam tanah jarang yang tertanam di lumpur Lapindo. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono menjelaskan, pihaknya telah melakukan penelitian sejak tahun 2020.

Dari penelitian mendalam yang dilakukan Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, ditemukan bahwa ternyata lumpur Lapindo tak hanya memiliki logam tanah jarang, namun juga punya potensi critical raw material yang lebih besar.

‘’Secara umum di daerah ini di Sidoarjo memang ada indikasi terkait dengan keberadaan logam tanah jarang ya, selain itu ada logam lain ada critical raw material yang jumlahnya justru lebih besar,’’ ujar Eko.

Eko menyebut, pihaknya akan melanjutkan pendalaman terkait temuan tersebut. Dia berharap penelitian terkait seberapa besar potensi harta karun logam tanah jarang yang ada di lumpur Lapindo itu bisa rampung pada tahun ini.

‘’Hasilnya masih dalam proses. Ini kan baru selesai akhir tahun 2021 kemarin. Saat ini sedang diintegrasikan, mudah-mudahan bisa tahu seberapa besar potensi logam tanah jarang di Sidoarjo,’’ jelasnya.

Sama seperti namanya, logam tanah jarang adalah jenis logam yang sangat langka. Tak heran harganya pun bisa berkali lipat dibanding harga batu bara.

Sebaran rare earth tidak merata. Di dunia, hanya sedikit wilayah saja yang memiliki logam tanah jarang di lokasi yang berkelompok.

Perkembangan teknologi pengolahan material yang pesat membuat unsur logam tanah jarang menjadi banyak dibutuhkan. Terutama untuk industri teknologi tinggi seperti seperti industri komputer, telekomunikasi, bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, nuklir, maupun terkait ruang angkasa.

Selain di Lapindo, beberapa wilayah di Indonesia juga menyimpan potensi logam tanah jarang. Data survei Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2009 – 2020 mencatat, saat ini sebuah wilayah di Tapanuli, Sumatera Utara memiliki logam tanah jarang sekitar 20.000 ton. Sementara di Bangka Belitung ada sekitar 186.000 ton mineral monasit yang mengandung logam tanah jarang, dan monasit ini dijumpai bersama endapan timah.

Eko melanjutkan, setiap tahun lembaganya menerbitkan buku Sumber Daya dan Cadangan Mineral Batubara dan Panas Bumi. Kajian mengenai logam tanah jarang dan logam lainnya akan masuk dalam buku tersebut.

‘’Mudah-mudahan kami selesaikan bulan ini sehingga buku Sumber Daya dan Cadangan itu bisa segera diterbitkan. Sehingga masyarakat bisa tahu sebenarnya berapa potensi-potensi yang ada di daerah-daerah yang disebutkan baik di Sidoarjo maupun di Tapanuli,’’ jelas Eko.

Peneliti Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR-TN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Heri Syaeful menuturkan kegunaan logam tanah jarang (LTJ) cukup banyak. Diantaranya adalah sebagai bahan pembuatan semikonduktor dan bahan-bahan lain dalam teknologi pertahanan.

Syaeful menceritakan selama ini Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang sekarang dilebur ke BRIN juga melakukan penelitian LTJ. Khususnya LTJ dari hasil pencucian timah. Dia menegaskan LTJ di dalam industri pertambahan timah sudah jelas ada dan potensinya besar. ’’Belum dijadikan apa-apa. Masih jadi bahan penelitian,’’ katanya. Khususnya penelitian tentang teknologi pemisahan LTJ dengan mineral lainnya.

Syaeful mengatakan OR-TN BRIN terlibat dalam penelitian LTJ karena di dalam LTJ mengandung radioaktif. Tetapi radioaktifnya sangat rendah, sehingga masih dalam kategori aman. Berbeda dengan kandungan radioaktif di dalam uranium, yang selama ini dijadikan bahan bakar energi nuklir.

Menurut dia potensi LTJ di Indonesia sangat besar. Tetapi tidak sebanyak di Tiongkok dan Amerika Serikat. Menariknya LTJ di Indonesia memiliki kandungan radioaktif, meskipun tidak terlalu besar.

Syaeful mengatakan tidak semua lokasi ditemukan LTJ menarik untuk jadi objek penelitian. Salah satu pertimbangannya adalah seberapa kaya kandungan LTJ di kawasan tersebut. ’’Kalau mencapai 2.000 ppm (part per million/bagian per miliar) sampai 5.000 ppm menarik untuk diteliti,’’ katanya.

Dari sejumlah literatur yang dia baca, kandungan LTJ di lumpur Lapindo hanya ratusan ppm saja. Tepatnya sekitar 660 ppm. Menurut Syaeful kandungan LTJ seperti sangat kecil sehingga kurang menarik untuk objek penelitian.

’’Tetapi mungkin lebih mudah prosesnya, karena tidak bercampur dengan logam,’’ tuturnya. LTJ yang ada di lumpur Lapindo, proses pemisahannya tentu lebih mudah dibandingkan LTJ yang ada di sebuah mineral atau logam. Sebab LTJ yang ada di mineral atau logam, harus dipecah terlebih dahulu.

Penelitian soal LTJ di Indonesia sudah cukup panjang yaitu sejak periode 1990-an. Kemudian pada 2016 lalu dibentuk konsorsium LTJ di Indonesia yang berisi para ahli di bidangnya. Diantara lokasi keberadaan LTJ yang diteliti ada di daerah granit Tanjung Pandan, Belitung. Kemudian di Kabupaten Humbang dan Kabupaten Tapanuli Utara. Di dua kabupaten ini kandungan LTJ sampai 20 ppm. Daerah lainnya adalah di Kabupaten Lingga dengan temuan tertinggi kandungan LTJ mencapai 5.807 ppm. (*)

Reporter: JP Group

Selidiki Harta Karun Lumpur Lapindo

0
Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok JawaPos.com)

batampos – Belasan tahun lalu, luapan lumpur Lapindo telah meluluhlantakkan sejumlah desa dan ekonomi di sekitar wilayah semburan di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kini, usai 16 tahun berselang, petaka itu nyatanya menyimpan pundi-pundi harta karun berharga.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut adanya temuan kandungan rare earth atau logam tanah jarang yang tertanam di lumpur Lapindo. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono menjelaskan, pihaknya telah melakukan penelitian sejak tahun 2020.

Dari penelitian mendalam yang dilakukan Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi, ditemukan bahwa ternyata lumpur Lapindo tak hanya memiliki logam tanah jarang, namun juga punya potensi critical raw material yang lebih besar.

‘’Secara umum di daerah ini di Sidoarjo memang ada indikasi terkait dengan keberadaan logam tanah jarang ya, selain itu ada logam lain ada critical raw material yang jumlahnya justru lebih besar,’’ ujar Eko.

Eko menyebut, pihaknya akan melanjutkan pendalaman terkait temuan tersebut. Dia berharap penelitian terkait seberapa besar potensi harta karun logam tanah jarang yang ada di lumpur Lapindo itu bisa rampung pada tahun ini.

‘’Hasilnya masih dalam proses. Ini kan baru selesai akhir tahun 2021 kemarin. Saat ini sedang diintegrasikan, mudah-mudahan bisa tahu seberapa besar potensi logam tanah jarang di Sidoarjo,’’ jelasnya.

Sama seperti namanya, logam tanah jarang adalah jenis logam yang sangat langka. Tak heran harganya pun bisa berkali lipat dibanding harga batu bara.

Sebaran rare earth tidak merata. Di dunia, hanya sedikit wilayah saja yang memiliki logam tanah jarang di lokasi yang berkelompok.

Perkembangan teknologi pengolahan material yang pesat membuat unsur logam tanah jarang menjadi banyak dibutuhkan. Terutama untuk industri teknologi tinggi seperti seperti industri komputer, telekomunikasi, bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik, nuklir, maupun terkait ruang angkasa.

Selain di Lapindo, beberapa wilayah di Indonesia juga menyimpan potensi logam tanah jarang. Data survei Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2009 – 2020 mencatat, saat ini sebuah wilayah di Tapanuli, Sumatera Utara memiliki logam tanah jarang sekitar 20.000 ton. Sementara di Bangka Belitung ada sekitar 186.000 ton mineral monasit yang mengandung logam tanah jarang, dan monasit ini dijumpai bersama endapan timah.

Eko melanjutkan, setiap tahun lembaganya menerbitkan buku Sumber Daya dan Cadangan Mineral Batubara dan Panas Bumi. Kajian mengenai logam tanah jarang dan logam lainnya akan masuk dalam buku tersebut.

‘’Mudah-mudahan kami selesaikan bulan ini sehingga buku Sumber Daya dan Cadangan itu bisa segera diterbitkan. Sehingga masyarakat bisa tahu sebenarnya berapa potensi-potensi yang ada di daerah-daerah yang disebutkan baik di Sidoarjo maupun di Tapanuli,’’ jelas Eko.

Peneliti Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR-TN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Heri Syaeful menuturkan kegunaan logam tanah jarang (LTJ) cukup banyak. Diantaranya adalah sebagai bahan pembuatan semikonduktor dan bahan-bahan lain dalam teknologi pertahanan.

Syaeful menceritakan selama ini Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang sekarang dilebur ke BRIN juga melakukan penelitian LTJ. Khususnya LTJ dari hasil pencucian timah. Dia menegaskan LTJ di dalam industri pertambahan timah sudah jelas ada dan potensinya besar. ’’Belum dijadikan apa-apa. Masih jadi bahan penelitian,’’ katanya. Khususnya penelitian tentang teknologi pemisahan LTJ dengan mineral lainnya.

Syaeful mengatakan OR-TN BRIN terlibat dalam penelitian LTJ karena di dalam LTJ mengandung radioaktif. Tetapi radioaktifnya sangat rendah, sehingga masih dalam kategori aman. Berbeda dengan kandungan radioaktif di dalam uranium, yang selama ini dijadikan bahan bakar energi nuklir.

Menurut dia potensi LTJ di Indonesia sangat besar. Tetapi tidak sebanyak di Tiongkok dan Amerika Serikat. Menariknya LTJ di Indonesia memiliki kandungan radioaktif, meskipun tidak terlalu besar.

Syaeful mengatakan tidak semua lokasi ditemukan LTJ menarik untuk jadi objek penelitian. Salah satu pertimbangannya adalah seberapa kaya kandungan LTJ di kawasan tersebut. ’’Kalau mencapai 2.000 ppm (part per million/bagian per miliar) sampai 5.000 ppm menarik untuk diteliti,’’ katanya.

Dari sejumlah literatur yang dia baca, kandungan LTJ di lumpur Lapindo hanya ratusan ppm saja. Tepatnya sekitar 660 ppm. Menurut Syaeful kandungan LTJ seperti sangat kecil sehingga kurang menarik untuk objek penelitian.

’’Tetapi mungkin lebih mudah prosesnya, karena tidak bercampur dengan logam,’’ tuturnya. LTJ yang ada di lumpur Lapindo, proses pemisahannya tentu lebih mudah dibandingkan LTJ yang ada di sebuah mineral atau logam. Sebab LTJ yang ada di mineral atau logam, harus dipecah terlebih dahulu.

Penelitian soal LTJ di Indonesia sudah cukup panjang yaitu sejak periode 1990-an. Kemudian pada 2016 lalu dibentuk konsorsium LTJ di Indonesia yang berisi para ahli di bidangnya. Diantara lokasi keberadaan LTJ yang diteliti ada di daerah granit Tanjung Pandan, Belitung. Kemudian di Kabupaten Humbang dan Kabupaten Tapanuli Utara. Di dua kabupaten ini kandungan LTJ sampai 20 ppm. Daerah lainnya adalah di Kabupaten Lingga dengan temuan tertinggi kandungan LTJ mencapai 5.807 ppm. (*)

Reporter: JP Group

Minyak Goreng Murah Rencananya akan Dijual hingga Enam Bulan ke Depan

0
minyak goreng murah
Ilustrasi. Warga mengantre membeli minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter di pasar TPI D 2, Dreamland Marina, Tanjungriau, Sekupang, beberapa waktu lalng. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Sejumlah masyarakat Kota Batam kecewa karena sulit membeli minyak goreng murah yang disubsidi pemerintah seharga Rp 14 ribu per liter.

Pasalnya, di hampir seluruh retail modern di Kota Batam yang menjual minyak goreng dengan harga tersebut, rata-rata kosong karena diborong pembeli.

Ada indikasi, masyarakat membeli karena panik dan berpikir harga murah tersebut tak berlangsung lama. Terlebih, di beberapa swalayan dan minimarket lokal Batam, harga minyak goreng belum semuanya menerapkan harga murah tersebut.

Pantauan Batam Pos di beberapa retail modern di Batam Kota, Nongsa, dan Batuampar, hampir seluruhnya kehabisan stok. Jika pun ada, beberapa di antaranya masih dijual dengan harga tinggi.

”Minyak goreng Rp 14 ribu kosong, banyak diborong warga,” ujar salah satu karyawan retail modern di Botania 1, Batam Center.

Meski retail tersebut membatasi pembelian maksimal dua kemasan untuk tiap pelanggan, namun karena warga yang berbelanja juga banyak, akhirnya tetap kehabisan stok.

Azizah, warga Batam Center, mengaku sudah berkeliling ke sejumlah retail modern untuk mencari minyak goreng seharga Rp 14 ribu. Namun, usahanya sia-sia karena kehabisan.

”Sudah keluar masuk Alfamart dan Indomaret, pada habis minyak goreng murah,” ujarnya.

Dikatakannya, pada momen tersebut, ternyata tak hanya dia yang mencari minyak goreng murah. Beberapa warga yang didominasi ibu-ibu, juga mencari keberadaan minyak goreng murah tersebut.

Namun, mereka harus keluar retail modern dengan perasaan kecewa.

”Saya pikir saya saja yang kecewa, ternyata banyak emak-emak lain yang kecewa. Setiap saya masuk ke toko itu, pasti ada juga yang nanya minyak goreng,” ungkapnya.

Menurut dia, harga minyak goreng di swalayan lokal Batam masih mahal. Bahkan, menurutnya, belum ada yang menjual di harga Rp 14 ribu.

”Saya belum ketemu swalayan lokal yang jual Rp 14 ribu per liter, paling murah itu Rp 17.500 per liter,” imbuhnya

Rani, karyawan swalayan lokal di wilayah Batam Center membenarkan di tempatnya bekerja belum ada penyesuaian harga minyak goreng.

Bahkan, dampak dari harga yang tinggi, minyak goreng yang dipajang tak laku.

”Minyak goreng murah belum ada, masih harga lama. Karena di luar banyak harga minyak goreng murah, di tempat kami malah tak laku,” imbuhnya.

Menurut dia, beberapa kali ada warga yang membatalkan pembelian minyak goreng setelah tahu harganya masih tinggi. Untungnya, struk belum keluar sehingga bisa dibatalkan.

”Mereka (pembeli) di kasir, terus tanya harga minyak goreng 2 liter yang dia ambil, saya bilang Rp 38 ribu. Lalu dibilang mahal, dan batal beli. Ada beberapa kali kejadian begitu,” ujarnya.

Namun, di wilayah Tanjungsengkuang, Batuampar, ada beberapa minimarket lokal yang menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter.

”Yang harga itu untuk merek minyak goreng lokal seperti Hayat dan Son, kalau yang merek nasional masih harga normal,” kata Sofia, salah satu pembeli di swalayan tersebut.

Aksi borong minyak goreng ini diindikasi karena panik (panic buying) dan khawatir harga minyak dari kelapa sawit itu bakal mahal lagi.

Padahal, pemerintah pusat telah melakukan intervensi pasar dengan memberikan subsidi sehingga harga minyak goreng dipatok jadi Rp 14 ribu per liter.

Subsidi ini diambilkan dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD-PKS) senilai Rp 7,6 triliun selama enam bulan ke depan.

Reporter: Yashinta, Yulitavia

Penyalur Pembantu Rumah Tangga di Batam Dituding Sekap Pekerja, Ternyata…

0
unnamed 6 e1642948727410
Kondisi di dalam ruko PT Satria Siaga Persada yang dituding menyekap pekerja. Foto: Budi untuk Batam Pos

batampos – Media sosial Facebook dihebohkan dengan unggahan dugaan penyekapan wanita di dalam ruko yang beralamat di Kompleks Pantai Permata Blok F Nomor 8, Baloi, Lubukbaja.

Dalam unggahan itu, wanita tersebut mengaku disekap pemilik perusahaan. Wanita itu meminta bantuan kepada pengguna jalan. Ia mengaku sudah seminggu disekap bahkan diperas pemilik PT Satria Siaga Persada.

”Tolong, kami sudah satu minggu di PT busuk ini. Kami hanya pasrah menunggu tebusan dari keluarga kami. Tolong telepon nomor keluarga kami. Saya mohon atas dasar kemanusiaan. Ini adalah sebuah pemerasan yang berkedok PT,” ujar salah seorang wanita yang meminta
pertolongan kepada pengguna jalan menggunakan selembar kertas.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, membantah ada penyekapan di lokasi tersebut. Ia menjelaskan, perusahaan
itu merupakan Lembaga Penyalur Pekerja Rumah Tangga (LPPRT) di Batam.

”Perusahaan ini sudah 7 tahun berdiri. Kami sudah cek, seluruh surat-suratnya lengkap,” ujar Budi.

Budi menambahkan, saat pengecekan di dalam ruko berlantai tiga tersebut, terdapat dua wanita berinisial NH asal Lampung, dan ST asal
Bengkulu. Keduanya berencana meninggalkan Batam untuk menuju kampung halamannya.

”Mereka masih ada utang kontrak kerja, belum lunas setahun kerja. Jadi, tidak diizinkan pulang, dan mereka tidak dikasih ongkos pulang
keluar,” katanya.

Budi menambahkan, di dalam ruko, dua wanita tersebut dijaga seorang wanita. Dari pengakuan M, pemilik perusahaan kepada polisi, dua
wanita tersebut dikenakan denda Rp 2 juta karena tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

”Jadi sampai saat ini kami belum jumpai pidananya. Karena kontrak kerja itu masuk perdata,” tutupnya.

Reporter: Yofi Yuhendri

Tulisan Tangan dengan Tinta yang Tersimpan Rapat di Kotak Kayu

0
Rohikum Mahtum (kanan) memegang kotak berisi Alquran Se Jimat di Masjid Madegan.

Empat tiang saka penyangga Masjid Madegan miring, tapi dudukan kubahnya normal-normal saja. Adapun Alquran Se Jimat kini tinggal berupa sobekan-sobekan dan jarang dikeluarkan dari tempatnya.

TAUFIQURRAHMAN, Sampang

EMPAT tiang saka penyangga atapnya miring ke utara 11 hingga 12 derajat. ”Semestinya”, kubah masjid juga miring. Namun, ternyata tidak: kondisi dudukan kubah normal-normal saja.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Sampang Rohikum Mahtum, Pemkab Sampang pernah menerjunkan tim ahli bangunan untuk melakukan investigasi. ”Namun, tidak ditemukan satu pun kesalahan konstruksi,” katanya kepada Jawa Pos.

Atap Masjid Madegan pun tidak pernah menunjukkan tanda-tanda miring, apalagi ambruk. Selama ratusan tahun sejak masjid itu dibangun pada masa Adipati Pratanu alias Panembahan Lemah Duwur, ayah Pangeran Koro yang memerintah pada perempat awal abad ke-15.

Foto yang memperlihatkan kondisi utuh Alquran Se Jimat di Museum Ratu Ibu Madegan, Sampang.

Kompleks tersebut berada di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Di tengah kompleks itu, berbaring tenang dalam peristirahatan terakhirnya Ratu Ibu I Pamadegan, permaisuri Pangeran Koro alias Pangeran Tengah, penguasa Madura Barat dari trah Prabu Brawijaya V dari Majapahit.

Pasangan Ratu Ibu dan Pangeran Tengah nantinya melahirkan putranya. Yakni, Raden Praseno alias Panembahan Cakraningrat I yang nantinya menurunkan raja-raja penguasa Madura Barat yang menjadi bawahan dari Kerajaan Mataram pimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Empat tiang saka yang miring tersebut memiliki makna tersendiri, kata Mahtum. Masing-masing dianggap bertuah oleh penduduk Kota Sampang dan sekitarnya.

Selain masjid, di kompleks Madegan juga bersemayam beberapa pusaka. Dua pusaka yang dikenal penduduk adalah sebilah tombak dan Alquran tulisan tangan yang dipercaya ditulis pada 1628 Masehi. Disebut Alquran Se Jimat atau Si Jimat.

Alquran sepuh berusia lebih dari 3 abad tersebut adalah sarana utama bagi ritual mubahalah alias sumpah pocong yang cukup populer di kalangan masyarakat Madura. Bukan hanya warga Sampang, ada juga yang datang dari luar daerah seperti Pamekasan dan Bangkalan.

Sumpah pocong biasanya dilakukan jika kedua pihak tidak puas atas penyelesaian jalur hukum. Namun, menurut perwakilan takmir Masjid Madegan Mohammad Yazid, praktik sumpah pocong jarang sekali dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Sumpah pocong terakhir diketahui dilakukan pada 12 September 2020. Yang juga dicatat dalam penelitian Mukarromah (2021) dalam Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya, Volume 10 Nomor 2.

Hal itu dibenarkan Nurul Amik, petugas Situs Ratu Ibu dari BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Provinsi Jawa Timur, yang merupakan warga asli Madegan. Ritual sumpah pocong dilakukan beberapa warga asal Pamekasan dengan tergugat seorang perempuan yang dituduh melakukan praktik santet. ”Yang tertuduh satu orang, perempuan. Pihak penuduh ada beberapa orang,” tutur Amik.

Di Museum Ratu Ibu Madegan, masih ada potret utuh Alquran Se Jimat yang ditulis tangan dengan tinta. Namun, kondisi Alquran Se Jimat tak lagi utuh seperti di foto. Perwakilan takmir Masjid Mohammad Yazid menyebut jarang sekali Alquran Se Jimat dikeluarkan dari tempatnya di atas mihrab imam Masjid Madegan.

Didampingi dua petugas takmir, Yazid dan Wahidi, Mahtum, serta Nurul Amik, Alquran keramat tersebut akhirnya dikeluarkan untuk ditunjukkan kepada Jawa Pos pada Jumat (17/12/2021) pagi lalu.

Mungkin karena faktor usia, Alquran Se Jimat kini tinggal berupa sobekan-sobekan kertas yang disimpan rapat di dalam sebuah kotak kayu berukuran sekitar 75 x 50 sentimeter. Di tengah sobekan-sobekan tersebut, diletakkan sebuah Alquran lain yang dibungkus kain kafan.

Namun, menurut Nurul Amik yang beberapa kali menyaksikan proses sumpah pocong, Alquran berselimut kain kafan tersebut adalah Alquran baru yang sengaja dimasukkan ke kotak. ”Alquran Se Jimat asli ya sobekan-sobekan itu,” kata Nurul Amik.

Tidak banyak diketahui soal asal muasal Alquran Se Jimat. Buku Sejarah Babad Sampang oleh Hosnanijatun menyebutkan bahwa Alquran Se Jimat awalnya berada di Makkah.

Seorang ulama Madura bernama Raden Kabul alias Buju’ Aji Gunung mengutus muridnya bernama Syekh Maulana Abdul Jabbar alias Pangeran Jimat untuk memboyong Alquran tersebut ke tanah Madura.

Konon, berdasar cerita tutur, Pangeran Jimat berlayar ke Makkah, Arab Saudi, menaiki punggung raja ikan paus bernama Rajamenah sehingga Alquran Se Jimat bisa sampai ke Madura dalam waktu cepat. Para takmir juga kesulitan memverifikasi sejarah Alquran tersebut.

Yang diketahui saat ini, kata Yazid, Alquran itu ditulis tangan oleh seorang ulama. ”Menulisnya setelah salat malam dengan tinta dan penanya menggunakan bulu ayam,” tutur Yazid.

Setelah itu, hanya ada fragmen-fragmen kisah soal Alquran keramat tersebut. Ada yang bilang bahwa Alquran itu pernah muncul di beberapa tempat berbeda di Madura.

Yazid menyebutkan bahwa beberapa kali proses sumpah pocong tidak bisa dilaksanakan karena Alquran Se Jimat tiba-tiba raib dari dalam kotaknya. ”Orang-orang tua sering kehilangan. Mereka tanya saya ke mana perginya Alquran itu. Tidak ada yang tahu,” katanya. (*)

Satu Hamster di Hong Kong Terbukti Positif Covid-19, Sudah 2.200 Hamster Dimusnahkan

0
Ilustrasi hamster. (Foto halodoc.com)

batampos – Seekor hamster yang diserahkan kepada Otoritas Hong Kong oleh pemiliknya terbukti positif Covid-19.

Otoritas setempat memang memerintahkan dengan tegas kepada seluruh pemilik hamster untuk menyerahkan hewan peliharaannya yang mereka beli pada dan setelah 22 Desember. Hal ini juga berlaku pada pemilik toko hewan piaraan setempat. Mereka juga wajib menyerahkan seluruh hamsternya.

Hingga Minggu waktu setempat dilaporkan lebih dari 2.200 hamster dimusnahkan di tengah upaya mereka mengatasi wabah covid-19.

Langkah ini diambil setelah pihak berwenang melacak wabah virus corona dari pekerja di toko hewan piaraan lokal.

Pemusnahan hamster ini memicu protes dari masyarakat setempat. Namun pihak berwenanang Hong Kong tetap mendesak pemilik hewan peliharaan untuk terus menyerahkan hamster piaraan mereka karena risiko kesehatan yang meningkat.

“(Pemerintah) sangat menyarankan masyarakat untuk menyerahkan sesegera mungkin hamster yang dibeli di toko hewan peliharaan lokal pada atau setelah 22 Desember 2021 untuk ditangani secara manusiawi,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa.

Ribuan orang menawarkan diri untuk mengadopsi hamster yang tak diinginkan. Sebagian ilmuwan dan dokter hewan mengatakan tak ada bukti bahwa hewan punya peran besar dalam penularan virus corona pada manusia. (*)

Reporter : Antara

Honda All New BR-V Mengaspal di Batam, Lebih Bertenaga, Irit BBM dan Nyaman

0
Honda All New BR-V saat Early Exhibition di Grand Batam Mall, Sabtu (22/1). F. Azis Maulana

batampos – Mengawali tahun 2022, Honda dengan produk terbarunya All New BR-V hadir pertama kalinya di Kota Batam pada Early Exhibition di Grand Batam Mall, Lubukbaja.

Adapun pameran otomotif tersebut digelar sejak 20 Januari dan berakhir Minggu (23/1) kemarin. Sebelumnya Honda All New BR-V melewati rangkaian roadshow di area luar Pulau Jawa pada September dan berakhir di Desember tahun lalu.

”Generasi kedua Honda BR-V hadir dengan tampilan baru yang berbeda dari model sebelumnya. Berbagai teknologi canggih yang belum ada di generasi sebelumnya, saat ini ada di All New BR-V, tetapi juga menjadi yang pertama diantara semua model di kelasnya,” kata Branch Manager Honda Taman Kota, Kassan Tan , Sabtu (22/1).

Untuk mengembangkan generasi kedua ini, Honda melakukan riset panjang dan mendalam guna mengakomodir kebutuhan serta kebiasaan berkendara konsumen untuk mobil SUV berkapasitas 7 penumpang.

”Sebelum di produksi massal , Honda mengembangkan model konsep yang disebut sebagai New 7 Seater eXcitinent (N7X) untuk mengakomodir masukan konsumen. Setelah dipamerkan di berbagai daerah, konsep ini mendapat sambutan positif dan kemudian menjadi dasar pengembangan All New BR-V,” terangnya.

SPV Honda Nagoya, Hery Susanto, menjelaskan All New BR-V dirancang dengan memadukan desain ketangguhan SUV kenyamanan kabin serta performa berkendara nan menyenangkan dan efisiensi bahan bakar yang menjadi ciri khas mobil Honda.

”Berbagai fitur dan teknologi yang pertama kali hadir diantaranya Honda Sensing , Honda Lane Watch, Remote Engine Start, Walk Away Auto Lock dan Smart Entry System untuk pengamalan berkendara sebuah LSUV 7 seater di kelasnya,” sebutnya.

All New BR-V mengusung mesin 1.5 L DOHC i-VTEC yang telah diperbaharui dan tentunya lebih bertenaga serta tetap nyaman di berbagai kondisi jalan. Mesin yang disempurnakan didukung transmisi CVT yang baru menghasilkan efisiensi bahan bakar.

Honda juga menyematkan teknologi keselamatan yang memberikan perlindungan menyeluruh dalam teknologi Honda Sensing meliputi Lead Car Departure Notification System, yang berfungsi memberitahu pengemudi saat kendaraan berhenti dan kendaraan di depannya mulai menjauh.

Lalu Collision Mitigation Brake System ,Lane Keeping Assist System , Road Departure Mitigation , Adaptive Cruise Control , dan Auto High Beam

”Fitur dan varian All New BR-V terdapat empat tipe yaitu BR-V S M/T, BR-V E CVT dan M/T, Prestige CVT, dan Prestige CVT Honda Sensing. Varian ini hadir dengan lima pilihan warna, Premium Opal White Pearl warna terbaru, lalu Taffeta White , lunar Silver Metallic , Modern Steel Metallic, Crystal Black Pearl,” terangnya.

BACA JUGA: Transaksi Astra Financial & Logistic Mencapai Rp 205 M

Untuk harga On The Road (OTR) Batam tipe SMT yaitu Rp 231 juta , E MT seharga Rp 243 juta, E CVT seharga Rp 258 juta, Prestige seharga Rp 277 juta dan Prestige HS seharga Rp 292 juta.

Selain menampilkan All New BR-V, Honda Batam juga menampilkan unit mobil Honda lainnya seperti Honda City Hatchback dan Honda Brio.

”Serta terdapat berbagai penawaran yang memudahkan konsumen untuk membeli mobil, DP rendah mulai 15 persen rate 0 persen tenor hingga 8 tahun bebas asuransi setahun, spesial gift logam mulia dan angpao hingga Rp 10 juta,” sebutnya.

Bagi anda yang ingin memesan All New BR-V dan mengetahui produk dan ingin mencoba test drive bisa mengunjungi Honda Nagoya dan Honda Taman Kota. (*)

Reporter: Azis Maulana

Kini Bayar Pajak Kendaraan Cukup dari Rumah, Ini Aplikasinya…

0
Samsat Corner DC Mall ff Iman Wachyudi
Ilustrasi. Samsat Corner yang berada di DC Mall, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kakorlantas Mabes Polri terus melakukan inovasi di tengah kencangnya arus digitalisasi. Salah satu inovasi ini yakni membuat aplikasi yang dapat memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.

Dengan aplikasi ini, masyarakat tidak perlu menyambangi Kantor Samsat. Cukup di rumah saja, masyarakat sudah bisa membayar pajak. Aplikasi ini bernama Samsat Digital Nasional (Signal).

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Medyanta, membenarkan penerapan aplikasi ini di wilayah Kepri.

”Sudah ada di 29 Polda se-Indonesia yang menggunakan aplikasi ini. Termasuk salah satunya, Polda Kepri,” kata Medyanta.

Ia menerangkan, Signal menyediakan pelayanan untuk pengesahan STNK tahunan, pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pembayaran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.

Polri, kata Medyanta, terus membuat inovasi dalam pelayanan. Ada beberapa tahapan bagi masyarakat untuk mengaktifkan aplikasi tersebut.

Setelah mengunduh aplikasi di AppStore atau Playstore, proses selanjutnya adalah resgitrasi.

Ada beberapa data-data pribadi yang harus dimasukkan seperti NIK, nama, email, nomor ponsel dan kata sandi. Pengguna juga harus memasukan NIK, mengunggah foto e-KTP, lalu berswafoto.

Setelah itu, memasukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS. Pengguna harus melakukan verifikasi ulang dengan mengklik link yang dikirim aplikasi Signal melalui email.

Langkah selanjutnya, pengguna memasukkan nomor kendaraan bermotornya, registrasi kendaraan dan lima digit terakhir nomor rangka. Setelah itu, memilih berbagai fitur yang tersedia di aplikasi.

Seperti pengesahan STNK atau pembayaran pajak. Pembayaran pajak, ada pilihan tata cara pembayaran dan opsi bank. Sehingga, pengguna dapat memilih cara pembayaran yang dianggap mudah.

Reporter: Fiska Juanda

Play sound