Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8503

Persoalan PPDB Terbanyak di Batam-Tanjungpinang

0
Plt Kadisdik Kepri,Darson

batampos-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sudah melakukan evaluasi terhadap proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2021/2022 lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kepri, Darson mengatakan, Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah yang mendapatkan atensi khusus.

“Batam dan Tanjungpinang masih menjadi episentrum PPDB. Karena pada tahun lalu masih terjadi sejumlah persoalan dalam prosesnya,” ujar Darson, Jumat (14/1) di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Proyeksi untuk Pendidikan Jadi Sorotan di RAPBD 2022

Mantan Kepsek SMA Negeri 4 Tanjungpinang tersebut menjelaskan, meskipun PPDB TA 2022/2023 masih beberapa bulan kedepan. Namun pihak akan segera melakukan pemetaan mengenai persoalan-persoalan disetiap daerah. Menurutnya, sampai sejauh ini, Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah terjadi persoalan.

“Baik Batam dan Tanjungpinang persoalannya hampir sama, yakni terjadi penumpukan di sekolah tertentu. Masalah kedua adalah mengenai Data Tampung Sekolah (DTS),” jelasnya.

Menurutnya, terkait persoalan kapasitas sekolah tentunya akan disiasati dengan menambah kapasitas jika memang memungkinkan. Namun bagi sekolah-sekolah yang terbatas luasnya, maka akan dilakukan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) dengan bangunan bertingkat.

“Disdik Kepri terus berupaya untuk menjolok APBN untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) dan RKB. Sehingga APBD bisa diplot untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya lagi.

Pria yang pernah duduk sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tanjungpinang tersebut menegaskan, meskipun Disdik Kepri sebagai leading sector pendidikan SMA/SMK, dan SLB (Negeri khususnya,red). Kebijakan pada penerimaan PPDB tidak sepenuhnya di Disdik Kepri.

“Kita akan bagi tanggungjawab dengan pihak sekolah. Karena secara internal mereka yang lebih paham kondisinya. Maka dari itu, kita akan melakukan evaluasi dan koordinasi sebelum digelarnya PPDB nanti,” tutup Darson.

Belum lama ini, Wakil Ketua II DPRD Kepri, Raden Hari Tjahyono mengatakan, masalah pendidikan di Batam adalah ketersediaan infastruktur pendidikan untuk SMA. Karena pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2021 lalu terjadi penumpukan di sekolah-sekolah tertentu yang berada di Batam Kota.

Ditegaskannya, persoalan-persoalan yang mendesak, apalagi berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, ia akan usahakan masuk dalam pembahasan anggaran Kepri 2022. “Memang hasil reses ini harus dibawah pada Musrenbang 2022 mendatang. Kita berharap PPDB TA 2022 nanti tidak terjadi gejolak lagi disemua daerah,” ujar Raden Hari Tjahyono. (*)

Reporter: Jailani

Sekda Bintan, Adi Prihantara, Terpilih sebagai Sekda Pemprov Kepri

0

batampos  -Menteri Dalam Negeri  memilih Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Adi Prihantara duduk sebagai Sekda Provinsi Kepri.

Adi mengikuti lelang jabatan Sekda Pemprov Kepri pada tahun 2021.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Kepri, Zulhendri turut membenarkan adanya informasi tersebut.

“Informasi di group kami benar seperti itu (Adi Prihantara Sekda Kepri terpilih),” ujar Zulhendri, Sabtu (15/1/2022) di Tanjungpinang.

Adi Prihantara

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi Kepri tersebut, untuk informasi lebih lanjut bisa diperdalam ke Kepala Dinas Kominfo Kepri saat ini. Namun yang jelas, informasi mengenai terpilihnya Adi Prihantara sebagai Sekda Kepri sudah menyebar.

“Informasi ini masih sebatas di internal kami, Biro Pemerintahan,” jelasnya.

Sebelumnya, lewat pengumuman Nomor : 04/PANSEL-JPTM/KEPRI/2021 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka JPTM Provinsi Kepri tertanggal 8 Oktober 2021, Pansel memutuskan tiga nama yang dinilai memenuhi kreteria untuk dipilih menjadi Sekda Provinsi Kepri defenitif. Nama pertama adalah Adi Prihantara yang merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan.

Sedangkan dua nama lainnya berasal dari pejabat internal Pemprov Kepri. Mereka adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD) Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Misni

Lewat pengumuman tersebut, Pansel yang dipimpin oleh Hamdani, Staf Ahli Mengdari tersebut menegaskan, bawah pengumuman hasil Akhir Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2021 ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.(jpg)

Proses Endorsement di Kawasan Ekonomi Khusus Tidak Perlu Dokumen

0
IMG 20211117 WA0014 e1637225760452
Nongsa Digital park (NDP) menjadi salah satu area yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepri menggelar sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 173/PMK.03/2021 terkait aturan perpajakan di kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas (KPBPB), Selasa (11/1/2022) hingga Rabu (12/1/2022).

Dengan PMK ini, maka proses endorsement di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak perlu dokumen dan aktivitas pemeriksaan fisik.

Direktur Fasilitas Kepabeanan Kanwil DJP Kepri, Untung Basuki, memaparkan, latar belakang dalam penerapan aturan perpajakan baru untuk memperkuat memperkuat pengawasan fasilitas perpajakan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dengan administrasi PPN yang sederhana.

Terbitnya PP Nomor 41/2021 tentang Penyelenggaraan KPBPB dan belum adanya mekanisme pengawasan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Jasa Kena Pajak (JKP) juga menjadi alasan mengapa aturan PMK ini diterapkan.

“PMK ini diterapkan untuk memberikan kemudahan dalam pemberlakuan perpajakan di kawasan bebas. Substansi dari PMK tersebut diarahkan untuk penguatan administrasi PPN di KPBPB agar lebih berkeadilan, memberikan kepastian hukum, sederhana, efektif dalam pengawasannya serta mudah karena diterapkan secara elektronik sepenuhnya,” ujarnya.

Hal-hal yang ditekankan dalam pokok pengaturan PMK 173 adalah terkait penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), BKP tidak berwujud, dan JKP di kawasan bebas.

Selain itu, peraturan baru tersebut juga mengatur terkait pemeriksaan fisik tertentu dari proses endorsement dan transisi kawasan ekonomi khusus (KEK) yang sebelumnya berstatus kawasan bebas.

Proses endorsement secara umum akan dilakukan secara otomatis melalui sistem. Sepanjang dokumen yang dipersyaratkan telah lengkap, endorsement dapat diberikan tanpa memerlukan dokumen atau aktivitas fisik.

Endorsement adalah pernyataan mengetahui dari pejabat atau pegawai DJP atas pemasukan BKP dari Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDPP) ke KPBPB,berdasarkan penelitian formal atas dokumen yang terkaitdengan pemasukan BKP tersebut.

“Dengan penerapan PMK ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan baik dalam pengawasan maupun pelayanan administrasi perpajakan di kawasan bebas,” harapnya.

Reporter: Rifki Setiawan

Mendagri Singgung Travel Bubble, Roby: Bintan Sangat-sangat Siap

0
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan menghadiri rapat koordinasi dengan Mendagri, Tito Karnavian di di Ballroom Hotel JW Marriot Harbour Bay Batam, Kamis (13/1) malam. F.Diskominfo Bintan

batampos- Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian di Ballroom Hotel JW Marriot Harbour Bay Batam, Kamis (13/1) malam.

Rakor bersama Gubernur Kepri, Bupati/Wali Kota Se-Kepulauan Riau (Kepri) dan seluruh Forkopimda Kepri fokus membahas berbagai isu terkini, khususnya di Kepulauan Riau.

BACA JUGA: Bintan Cocok jadi Sentra Wisata Belanja

Mendagri dengan tegas menyampaikan amanat kepada seluruh jajaran maupun stake holder terkait untuk turut mengambil peran terhadap tugas dan fungsinya masing-masing.

Khusus masalah covid-19 dan vaksinasi semua kategori, Mendagri menyampaikan apresiasinya kepada Provinsi Kepulauan Riau yang masuk dalam provinsi tercepat dalam program vaksinasi.

“Untuk Kepri sudah masuk dalam tiga besar tercepat di Indonesia, masyarakat Kepri patut berbangga. Terus pertahankan dan tingkatkan,” kata Tito.

Selanjutnya, Tito juga sempat menyinggung terkait rencana travel bubble yang akan dilaksanakan di Bintan dan Batam.

Tito mengakui bahwa Kepri sangat didominasi oleh kunjungan wisatawan mancanegara.  Intinya, pemerintah pusat siap mendukung segala inovasi dan percepatan perbaikan ekonomi yang ada di Provinsi Kepri.

Menanggapi semua arahan dan instruksi Mendagri, Plt Bupati Bintan mengatakan bahwa Bintan siap untuk mengambil bagian dan turut berperan. Baginya, segala bentuk upaya yang dilakukan adalah untuk pemulihan dan perbaikan prekonomian yang ada di Bintan.

“Pada prinsipnya kita Siap mendukung semua upaya pemulihan dan perbaikan ekonomi. Masalah vaksinasi, Bintan maju terdepan. Masalah travel bubble, Bintan bahkan sangat-sangat siap. Kita punya industri, kita pertanian yang baik dan sektor pariwisata tetap menjadi andalan dan ciri khas Bintan,” papar Roby.

Roby bahkan mengatakan kehadiran Mendagri ke Provinsi Kepri merupakan wujud keseriusan pemerintah pusat terhadap bangkitnya ekonomi di wilayah ini.

“Kita sangat bersyukur. Rasa syukur itu, kita manifestasikan dalam wujud nyata tindakan mendukung semua yang disampaikan oleh Mendagri dalam upaya perbaikan dan pemulihan ekonomi,” tutupnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Harga Sayur di Batam Meroket

0
Harga Sayur
Ilustrasi. Warga membeli sayur mayur di Pasar Botania, Batam Center. Saat ini harga sayur di Kota Batam meroket disebabkan banyak petani yang gagal panen. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Banjir yang disebabkan oleh hujan deras awal tahun lalu menyebabkan harga sayur mayur di Kota Batam mengalami kenaikan harga.

Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar, harga sayur mengalami kenaikan bahkan hingga dua kali lipat. Di Pasar Fanindo misalnya, sayur kangkung dijual dengan harga Rp 18 ribu per kg.

Padahal normalnya hanya Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu per kg. Begitu juga dengan sayur bayam dijual Rp 20 ribu per kg.

“Sayur lagi naik mas. Kalau bayam sekilonya Rp 20 ribu,” ujar Ani pedagang sayur.

Menurutnya kenaikan sayur terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Gagal panen petani sayur jadi salah satu penyebab naiknya harga sayur tersebut.

“Banyak yang terendam banjir sehingga harganya ikut naik,” ucap Ani.

Sementara itu Teteh, salah seorang petani sayur di Marina mengatakan, untuk harga sayur sendiri dijual Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kg. Harga ini naik dibandingkan beberapa pekan yang lalu yakni sebesar Rp 8 ribu per kg.

“Ya, hujan deras awal tahun kemarin merendam sayur di kebun, ini yang bisa dijual yang gak kerendam banjir aja. Lebih dari setengah sayur siap panen rusak,” ujarnya.

Teteh menyebutkan, untuk saat ini ia bisa memproduksi 30 kg sampai dengan 40 kg sayur setiap hari. Biasanya para pembeli menjemput langsung sayur ke kebun.

“Sepakan terkahir permintaan naik cuma sayur naik, semisal kangkung dan bayam. Kalau untuk sawi kita benar-benar kosong karena habis semua karena banjir,” pungkasnya.

Reporter: Rengga Yuliandra

Dua Kapal Patroli Dikerahkan Pantau Pelabuhan Tikus di Perairan Kijang, Bintan

0
Aparat gabungan dari TNI dan Polri serta pemerintah daerah melaksanakan patroli laut di perairan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (13/1). F.Polres Bintan

batampos- Dua unit kapal patroli baik dari Ditpolair Polda Kepri dan TNI AL dikerahkan dalam patroli gabungan di sepanjang perairan laut Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (13/1).

Patroli gabungan melibatkan Ditpolair Polda Kepri, Satpolair Polres Bintan, Bhabinsa TNI AD, Posmat TNI-AL Kijang dan aparatur dari Pemerintah Kecamatan Bintan Timur serta personel Polsek Bintan Timur.

BACA JUGA: Pelabuhan Sei Gentong Jadi Tempat Pengiriman TKI Ilegal, Pemerintah Diminta Tutup Pelabuhan Tikus Lainnya di Tanjunguban

Kaurbinops Satpolair Polres Bintan Ipda P Hasibuan menjelaskan, patroli gabungan dilakukan untuk memantau beberapa pelabuhan tikus yang dicurigai menjadi tempat keberangkatan TKI ilegal dan masuknya barang-barang ilegal.

“Sudah kita putari beberapa kali perairan dan pantai di wilayah Kijang, namun tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan,” kata Ipda P Hasibuan.

Selain itu, aparat gabungan juga menemui masyarakat pesisir yang mencari ikan di laut agar waspada terhadap perubahan cuaca saat ini.

“Sudah kita ingatkan agar melengkapi diri dengan alat-alat keselamatan berlayar seperti pelampung keselamatan,” kata Ipda P Hasibuan.

Dalam patroli kali ini, mereka juga mengimbau kepada masyarakat nelayan agar mencari ikan di laut dengan alat tangkap yang sesuai aturan.

“Kita meminta ke mereka agar tidak mengunakan bom ikan, putas serta peralatan lainnya yang dilarang,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Waspada Gelombang Tinggi hingga 3 Meter

0
Angin Utara Nelayan f Iman Wachyudi
Nelayan pergi melaut di perairan Batuampar, beberapa waktu lalu. Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta berhati-hati karena potensi gelombang tinggi. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi untuk wilayah Bintan, Anambas dan Natuna. Peringatan gelombang tinggi ini berlaku dari Sabtu (15/1/2022) hingga Senin (17/1/2022).

Penyebabnya, dorongan angin yang cukup kuat dari utara. Angin tertinggi berhembus sekitar 29 knot.

”Selain itu ada anomali suhu,” kata Forecaster Hang Nadim, Rizka Manurung.

Ia mengatakan, ada penambahan massa uap air dan kenaikan suhu permukaan laut. Anomali signifikan ini tercatat 26 hingga 29 derajat celcius. Sehingga, hal ini memberikan dampak gelombang di tiga wilayah tersebut.

”Bintan itu ketinggian gelombang 2 meter, Anambas 2,5 meter, dan Natuna setinggi 3 meter,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat berhati-hati. Ia mengatakan gelombang di atas 1,25 meter, dapat berisiko tinggi terhadap perahu nelayan. Lalu, gelombang setinggi 1,5 meter, berdampak terhadap kapal tongkang.

Gelombang setinggi 2,5 meter berdampak ke kapal feri. Lalu, gelombang di atas 4 meter berdampak ke kapal kargo atau pesiar.

”Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” pesannya.

Terkait cuaca hari ini, Rizka mengatakan, secara umum kondisi cuaca Kepulauan Riau diperkirakan cerah hingga berawan. Namun, masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, yang dapat disertai petir dan kilat serta angin kencang.

”Jadi, kelembapan udara lapisan atas relatif rendah, serta angin yang bertiup kencang. Sehingga menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan di Kepulauan Riau kurang signifikan,” tuturnya.

Reporter: Fiska Juanda

Obat Molnupiravir Belum Tersedia di Karimun

0
Kadinkes Karimun, Rachmadi

batampos– Pemerintah Pusat memprediksi gelombang ketiga Covid-19, khususnya dengan jenis virus Omicron akan terjadi pada Februari. Dan untuk menghadapinya telah disiapkan obat Molnupiravir. Hanya saja untuk Kabupaten Karimun jenis obat tersebut belum tersedia.

BACA JUGA: Covid Belum Sepenuhnya Terkendali, Kepri Belum PTM 100 Persen

”Di daerah kita belum ada obat itu (Molnupiravir, red). Karena, untuk mendapatkan obat tersebut kita harus melalui Dinas Kesehatan provinsi. Artinya, kalau memang di provinsi sudah ada, maka kita akan mendapatkan pemberitahuan agar membuat surat usulan resmi untuk mendapatkan obat tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, Jumat (14/1).

Meski belum tersedia Molnupiravir, katanya, untuk menangani pasien positif Covid-19 selama ini menggunakan obat dengan nama Antiviral. Untuk obat tersebut sampai saat ini masih tersedia dan cukup. Apalagi, jumlah kasus positif Covid-19 di Karimun sejak Oktober terus menurun sampai saat ini. Bahkan, beberapa bulan lalu dari provinsi sudah mengirimkan lagi obat tersebut.

”Sehingga, untuk saat ini jika ada pasien yang sedang dalam perawatan karena positif Covid-19, maka masih menggunakan obat Antiviral untuk pemulihan. Dan perlu diketahui bahwa Antiviral termasuk obat jenis antibiotik. Dan kita berharap agar di Karimun tidak lagi menimbulkan banyak kasus positif Covid-19. Apalagi sampai ada yang meninggal dunia,” jelasnya.

Dikatakannya, antisipasi agar tidak kembali terjadi jumlah kasus positif dalam jumlah yang banyak tentu saja menerapkan dan mentaati protokol kesehatan. Selain itu, ikuti saran pemerintah untuk melakukan vaksinasi. Bagi masyarakat yang sama sekali belum divaksin tanpa alasan kesehatan, disarankan untuk segera melakukan vaksin. (*)

Reporter: Sandi

BP Batam: HCVM X-Ray Lebih Canggih Dari Gamma Ray

0
bp batam batuampar
Kendaraan saat hendak memasuki Pelabuhan Batu Ampar. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Tudingan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, karena mengabaikan Gamma Ray Container Scanner yang rusak di Pelabuhan Batuampar, dinilai tidak tepat.

Dimana, selain dioperasikan petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), Gamma Ray Container Scanner, yang rusak sebelumnya, sudah tidak efisien jika diperbaiki. Terlebih, fungsinya sudah digantikan alat yang lebih canggih HCVM X-Ray Screening System.

Kondisi terbaru di Pelabuhan Batuampar itu diungkap Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Dimana, pertanyaan yang disampaikan ke BP Batam, dinilai muncul karena ketidaktahuan atas alat atau kondisi di Pelabuhan Batuampar, yang sebenarnya.

“Tentu kami apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kami. Namun, di lain sisi BP Batam berharap kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kapasitas pada bidang tertentu untuk tidak mengeluarkan statement yang tidak sesuai tupoksinya. Sehingga, tidak menimbulkan kesalahan persepsi,” kata Ariastuty, Jumat (14/1/2022).

Ariastuty mengungkapkan, pengoperasian Gamma Ray Container Scanner dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelabuhan Batam pada saat itu. Saat ini, Gamma Ray Container Scanner sudah tidak berfungsi dikarenakan rusak.

“Untuk perbaikannya dipandang sudah tidak lagi efisein, mengingat belanja perbaikan alat tersebut cukup besar. Kemudian, peran fungsi Gamma Ray Container Scanner sudah diperbaharui dengan HCVM X-Ray Screening System milik Kantor Bea Dan Cukai tipe B Batam,” ujarnya.

Lebih jauh diungkap, informasi bahwa kerusakan awal terjadi di tahun 2017 pada advance communication box dalam VACIS (Vehicle and Cargo Inspection System). Merambat ke Annuncitor pada RPM dalam sistem pemindaian container

“Pada tanggal 23 Agustus tahun 2018 izin operasional untuk pemanfaatan tenaga nuklir (fotofluorografi dengan radioaktif) sudah berakhir dan tidak diperpanjang,” imbuhnya.

Disisi lain, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam telah mengusulkan proses penghapusan aset Gamma Ray Container Scanner ke Biro Umum BP Batam.

Hal itu sudah dikonfirmasi ke Direktorat Infrstruktur Kawasan BP Batam sesuai Nota Dinas Direktur BUP No. 105/A4.5/RT.01/03/2021 pada tanggal 22 Maret 2021.

Gamma Ray Container Scanner diadakan Otorita Batam pada tahun 2005, dan dilaksanakan pengadaannya oleh PT. Mitrabuana Widyasakti.

Semenjak diadakan alat scanning tersebut, petugas dari Bea dan Cukai memanfaatkannya dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengidentifikasi pelanggaran kepabeanan lalu lintas ekspor yang melalui pelabuhan Batu Ampar.

“Tapi sekarang sudah digantikan, karena beberapa alasan. Kita gunakan alat yang terbaru dan itu lebih efisien,” tegasnya mengakhiri.(*)

BP Batam: HCVM X-Ray Lebih Canggih Dari Gamma Ray

0
bp batam batuampar
Kendaraan saat hendak memasuki Pelabuhan Batu Ampar. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Tudingan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, karena mengabaikan Gamma Ray Container Scanner yang rusak di Pelabuhan Batuampar, dinilai tidak tepat.

Dimana, selain dioperasikan petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), Gamma Ray Container Scanner, yang rusak sebelumnya, sudah tidak efisien jika diperbaiki. Terlebih, fungsinya sudah digantikan alat yang lebih canggih HCVM X-Ray Screening System.

Kondisi terbaru di Pelabuhan Batuampar itu diungkap Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Dimana, pertanyaan yang disampaikan ke BP Batam, dinilai muncul karena ketidaktahuan atas alat atau kondisi di Pelabuhan Batuampar, yang sebenarnya.

“Tentu kami apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada kami. Namun, di lain sisi BP Batam berharap kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kapasitas pada bidang tertentu untuk tidak mengeluarkan statement yang tidak sesuai tupoksinya. Sehingga, tidak menimbulkan kesalahan persepsi,” kata Ariastuty, Jumat (14/1/2022).

Ariastuty mengungkapkan, pengoperasian Gamma Ray Container Scanner dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari pelabuhan pemegang PPR (Petugas Proteksi Radiasi), berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pelabuhan Batam pada saat itu. Saat ini, Gamma Ray Container Scanner sudah tidak berfungsi dikarenakan rusak.

“Untuk perbaikannya dipandang sudah tidak lagi efisein, mengingat belanja perbaikan alat tersebut cukup besar. Kemudian, peran fungsi Gamma Ray Container Scanner sudah diperbaharui dengan HCVM X-Ray Screening System milik Kantor Bea Dan Cukai tipe B Batam,” ujarnya.

Lebih jauh diungkap, informasi bahwa kerusakan awal terjadi di tahun 2017 pada advance communication box dalam VACIS (Vehicle and Cargo Inspection System). Merambat ke Annuncitor pada RPM dalam sistem pemindaian container

“Pada tanggal 23 Agustus tahun 2018 izin operasional untuk pemanfaatan tenaga nuklir (fotofluorografi dengan radioaktif) sudah berakhir dan tidak diperpanjang,” imbuhnya.

Disisi lain, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam telah mengusulkan proses penghapusan aset Gamma Ray Container Scanner ke Biro Umum BP Batam.

Hal itu sudah dikonfirmasi ke Direktorat Infrstruktur Kawasan BP Batam sesuai Nota Dinas Direktur BUP No. 105/A4.5/RT.01/03/2021 pada tanggal 22 Maret 2021.

Gamma Ray Container Scanner diadakan Otorita Batam pada tahun 2005, dan dilaksanakan pengadaannya oleh PT. Mitrabuana Widyasakti.

Semenjak diadakan alat scanning tersebut, petugas dari Bea dan Cukai memanfaatkannya dan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengidentifikasi pelanggaran kepabeanan lalu lintas ekspor yang melalui pelabuhan Batu Ampar.

“Tapi sekarang sudah digantikan, karena beberapa alasan. Kita gunakan alat yang terbaru dan itu lebih efisien,” tegasnya mengakhiri.(*)