Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 8507

Dengan Skema KPBU, Pemerintah Siapkan Rusunawa

0
ILUSTRASI: Rusun di Batuampar, Minggu 31 Jan 2021, F Suprizal Tanjung (2)

batampos – Pemerintah menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Bandung, Jawa Barat (Jabar); dan Sumatra Utara (Sumut) pada 2022. Rusun itu merupakan fasilitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mengakses permukiman layak huni dan terjangkau.

Rusun di Bandung dan Sumut dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Proyek KPBU itu melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai penjamin atas pekerjaannya.

Direktur Eksekutif Bisnis, Andre Permana, mengatakan, pada 2022 PT PII bakal memberikan penjaminan untuk proyek rusun di Jabar dan Sumut. Untuk rusun di Jabar penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) dari Kementerian PUPR dan badan usahanya adalah pihak swasta.

“Pekerjaannya sedang berlangsung,” ujar Andre Permana kepada JP Group di Jakarta, Rabu (29/12).

Rusun di Jabar berlokasi di Cisaranten, Kota Bandung dengan nilai proyek Rp 768 miliar dan konsesi 15 tahun. Rusun tersebut berjumlah empat tower. Nantinya disewakan kepada MBR. Selama konsesi 15 tahun, pembayaran atas pembangunan rusun itu dengan metode Availability Payment (AP) atau ketersediaan layanan dari PJPK.

Sementara untuk rusunawa di Sumut masih dalam kajian. Adapun PJPK untuk rusun di Sumut ada pemerintah provinsi setempat. “Nilai dan detail belum bisa kita infokan karena masih dalam tahap finaliasi. Yang jelas ini dikerjakan 2022,” imbuh Andre.

Dirut PT PII, Muhammad Wahid Sutopo, menambahkan, pemerintah terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi. Namun, pembangunan infrastruktur tidak bisa mengandalkan APBN atau APBD semata. Perlu dukungan swasta atau investor. Pekerjaan infrastruktur dengan melibatkan swasta atau investor itu hanya dapat dilakukan dengan skema KPBU.

“Investor yang dilibatkan dalam proyek infrastruktur itu harus diberikan jaminan, yakni melalui PT PII,” ujar Muhammad Wahid Sutopo di tempat yang sama.

Kehadiran PT PII, kata pria yang biasa dengan Sutopo itu, untuk menjamin investasi yang digelontorkan oleh investor berjalan dengan lancar. Mulai dari penggelontoran modal, pekerjaan, operasional, pemeliharaan, dan hasil yang didapatkan selama masa konsesi. Adapun PT PII telah memberikan penjaminan terhadap 37 proyek. Semua itu terdiri atas 29 proyek KPBU dan 8 proyek Non-KPBU.

BACA JUGA: Puluhan Warga Cibalagung Diminta Angkat Kaki, Rumahnya Dibangun Rusun Untuk Anggota Polri

Proyek KPBU itu meliputi enam sektor. Yakni, jalan di 13 jalan tol, 3 proyek jalan non-tol; 4 proyek sektor Telekomunikasi (Palapa Ring Paket Barat, Tengah dan Timur serta Satelit Multifungsi Pemerintah), 1 proyek sektor Ketenagalistrikan (PLTU Batang); dan 6 proyek sektor air minum.

Untuk sektor air minum yakni di SPAM tersebar di Umbulan, Bandar Lampung, Semarang Barat, Pekanbaru, Jatiluhur I, dan SPAM Kariyan-Serpong. Ada 2 proyek 2 sektor transportasi. Yakni di pekerjaan KA Makassar-Parepare dan Bandara Labuan Bajo. “Untuk penjaminan atas proyek KPBU ini merupakan penugasan dari pemerintah,” ujar Muhammad Wahid Sutopo.

Pria yang biasa disapa Sutopo itu mengatakan, PT PII melakukan penjaminan terhadap sebuah proyek berdasarkan pada penugasan pemerintah, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (*)

Reporter: JP Group

Astra Jual 437.803 Unit Mobil hingga November 2021

0
Toyota C-HR Hybrid di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Kamis (11/11/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

batampos – Penjualan mobil dalam negeri semakin membaik jelang penghujung tahun ini seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19.

”Pada November 2021 saja, penjualan unit mobil Astra mencapai 52.229 unit. Capaian tersebut lebih tinggi atau naik 25,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/ mtom) yang mencapai 41.729 unit. Penjualan tersebut juga meningkat dibandingkan dari tahun 2020 lalu yaitu yang hanya 24.425 unit,” kata Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk (ASII), Boy Kelana Soebroto dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com.

ASII mencatatkan penjualan unit mobil sejak Januari hingga November 2021 mencapai 437.803 unit. Capaian tersebut meningkat secara signifikan dibandingkan di tahun 2020 pada periode yang sama yaitu hanya sebanyak 243.052 unit.

Boy Kelana menjelaskan, capaian realiasasi mobil Astra didongkrak oleh stimulus kebijakan pemerintah melalui relaksasi PPnBM dan pameran GIIAS 2021 yang memicu minat antusiasme masyarakat.

“Dukungan kebijakan relaksasi PPnBM dari pemerintah, pelaksanaan GIIAS 2021 yang menghadirkan produk-produk baru otomotif Grup Astra,” tuturnya.

BACA JUGA: Astra Land Indonesia Miliki Sepenuhnya Proyek Asya

Boy memaparkan, berdasarkan realisasi penjualan mobil milik Astra pada November 2021, minat paling tinggi adalah merek Toyota yang mencapai 33.555 unit. Menyusul Daihatsu dengan penjualan mencapai 16.045 unit. Selanjutnya Isuzu mencapai 2.415 unit dan UD Truck sebanyak 160 unit. Sementara yang terendah adalah Peugeot sebanyak 54 unit.

Sementara untuk produk-produk mobil yang terjual berdasarkan data Gaikindo per November 2021 lalu, mobil Astra merebut pangsa pasar mencapai 60 persen. Sementara untuk produk mobil jenis LCGC market share-nya mencapai 80 persen.

Secara total market share penjualan produk Astra sejak Januari – November 2021 mencapai 55 persen dan untuk produk LCGC 78 persen dari total unit mobil baik Astra maupun non Astra. “Kami berharap penjualan mobil dapat terus membaik ke depannya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Appgindo akan Menggelar Grand Launching Pameran Pernikahan Indonesia

0
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. (Miftahulhayat/Jawapos)

batampos – Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun Indonesia (Appgindo) bakal menggelar Grand Launching Pameran Pernikahan Indonesia (PPI) 2022. Acara tersebut digelar atas kolaborasi bersama PT Dewwi Sarana Indonesia Group atau yang biasa dikenal dengan nama Janji Pernikahan.

CEO Janji Pernikahan, Jenesbi GM mengatakan acara peluncuran tersebut akan digelar di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Rabu 12 Januari 2022. Tujuannya untuk memberikan gambaran mengenai kegiatan pameran yang dilaksanakan pada 11- 13 Februari 2022 mendatang.

Acara ini rencananya dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga sejumlah pelaku usaha di industri ini.

“Dalam grand launching ini kami mengundang perusahaan pernikahan untuk hadir. Kita akan memulai penjualan dan pemilihan booth secara langsung kepada perusahaan vendor. Booth yang tersedia sebanyak 95, saat ini hampir 30 persen sudah terisi,” ujar Janesbi dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com Kamis,(30/12).

Jenesbi juga menjelaskan Pameran Pernikahan Indonesia 2022 akan diisi sekitar 150 vendor-vendor pernikahan ternama maupun yang baru di Jabodetabek. “Dalam grand launching kita akan memfasilitasi terjadinya transaksi atau dealing langsung antara vendor dan calon pengantin, ” terangnya.

Diketahui, acara ini juga sekaligus menjadi momentum kembangkitkan kembali industri wedding yang hampir dua tahun ini lumpuh karena kondisi pandemi Covid-19. Pameran ini juga diharapkan memudahkan para calon pengantin untuk mencari apa yang dibutuhkan.

“Sejak pandemi banyak pasangan yang tertunda menggelar acara pernikahan, pameran ini sebagai solusi dan kesempatan bagi pasangan yang masih bingung dalam mempersiapkan pernikahan. Pengujung pameran bisa berkonsultasi dengan vendor-vendor pernikahan yang dapat membantu mensukseskan acaranya, ” paparnya.

BACA JUGA: Batam Marriot Hotel Gelar Wedding Expo Berikan Diskon & Grand Prize

Menurutnya, dengan mengunjungi pameran bisa menghemat waktu dan tenaga untuk memilih vendor-vendor yang diinginkan dalam satu waktu dan tempat tanpa harus repot pergi kesana kemari.

“Pengunjung juga bisa mendapatkan penawaran terbaik, para vendor yang hadir biasanya menawarkan promo-promo menarik. Jangan lupa Anda juga bisa membandingkan harga dan kualitas setiap vendor agar pernikahannya sesuai budget dan impian,” paparnya.

Sekadar informasi, Janji Pernikahan adalah anak perusahaan dari PT Dewwi Sarana Indonesia beralamat di Wisma Laena Lt 5 Nomor 507 tebet Jakarta Selatan. Janji Pernikahan yang membawahi Dewwi Entertainment berpengalaman dalam menyelenggarakan pameran pernikahan. (*)

Reporter: JP Group

Gubernur Lemhanas Lempar Isu Polri di Bawah Kementerian, Begini Kata DPR

0
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Istimewa)

batampos – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyayangkan pernyataan Gubernur Lemhanas Agus Widjojo melontarkan isu Polri di bawah Kementrian Keamanan Dalam Negeri (Kemendagri) dan Dewan Keamanan Nasional tanpa terlebih dulu melakukan kajian secara mendalam. Hal ini dikhawatirkan memunculkan kegaduhan.

“Saya pikir hal ini perlu dikaji mendalam dan ada baiknya dibikin kajiannya sebelum akhirnya dilemparkan ke publik. Ini akan menyebabkan kegaduhan yang tidak perlu,” kata Sufmi Dasco dalam keterangannya, Minggu (3/12).

Dasco mengatakan, jika tidak ada kajian saat membentuk lembaga baru, maka dapat dipastikan membuat bingung sejumlah pihak. Oleh karena itu, Dasco menekankan, perlu penjelasan rinci lebih dulu disampaikan kepada DPR dan pembentuk undang-undang, untuk mengetahui urgensi pembentukan kementerian lembaga baru tersebut.

“Saya belum bisa komentar banyak karena saya belum melihat kajiannya. Seharusnya dibikin kajiannya dulu lalu kemudian disosialisasikan terutama kepada pembuat undang-undang. Kalau seperti ini kan kita bingung, kalau ditanya kajiannya kita belum tahu urgensinya juga kita belum tahu,” papar Dasco.

Sebelumnya, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo dalam pernyataan akhir tahun 2021 mengusulkan agar Kementrian Keamanan Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional dibentuk. Nantinya lanjut Agus, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah kementrian tersebut.

“Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban perlu ada penegakan hukum, itu Polri. Seyogianya diletakkan di bawah salah satu kementerian, dan Polri seperti TNI, sebuah lembaga operasional. Operasional harus dirumuskan di tingkat menteri oleh lembaga bersifat politis, dari situ perumusan kebijakan dibuat, pertahanan oleh TNI, dan keamanan ketertiban oleh Polri,” papar Agus. (*)

Reporter: JP Group

Investor Pasar Modal Bisa Tembus 10 Juta Tahun

0
Ilustrasi: Lantai perdagagan PT Bursa Efek Indonesia (Dok. JawaPos.com)

batampos – Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, PT Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor pasar modal dapat menembus 10 juta pada 2022 mendatang.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor di pasar modal pada 2021 sangat meningkat secara signifikan meskipun masih diselimuti oleh pandemi Covid-19. Khusus untuk pertumbuhan investor saham saja pertumbuhannya lebih dari 100 persen.

“Insya Allah 2022 bisa mencapai 10 juta lebih, itu target mudah-mudahan bisa tercapai,” kata Inarno dalam konferensi pers, Kamis (30/12).

Investor pasar modal hingga saat ini meningkat 92,6 persen atau tambah sebanyak 3,6 juta investor. Hingga secara total investor pasar modal sebanyak 7,5 juta investor. Terdapat peningkatan sekitar lebih dari 8 kali lipat sejak tahun tahun 2016 lalu.

Inarno mengungkapkan, diantara investor pasar modal tersebur, jumlah investor saham juga meningkat pesat sebanyak 1,7 juta investor menjadi 3,4 juta investor hingga akhir 2021. Hal ini juga merupakan pencapaian tertinggi atau meningkat lebih dari 100 persen dalam setahun terakhir.

Menurutnya, pertumbuhan investor ritel saham sepanjang 2021 dikontribusi oleh kalangan milenial yaitu kelahiran antara tahun 1981-1996, dan generasi Z kelahiran 1997-2012 masing-masing 21 persen dan 39 persen. Artinya, investor rentang usia di bawah atau sampai dengan 40 tahun mencapai 2,7 juta investor atau sebesar 88 persen dari total investor ritel baru.

Peningkatan tersebut turut diikuti dengan peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi yaitu mencapai 198 ribu investor aktif tiap harinya. Investor ritel juga berhasil merajai transaksi bursa pada 2021 dengan porsi transaksi mencapai lebih dari 56 persen.

BACA JUGA: Penanaman Modal Properti Komersial Asia-Pasifik, Diprediksi Capai 200 Miliar Dolar AS

“Harapannya kedepannya investor muda dan milenial ini dapat terus meningkat dan meluas guna meningkatkan literasi, edukasi dan partisipasi generasi muda Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” kata Inarno dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (30/12).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 29 Desember 2021, jumlah investor di pasar modal Indonesia meningkat 92,7 persen menjadi 7,48 juta investor dari posisi akhir 2020 sebanyak 3,88 juta investor. Jumlah ini meningkat hampir 7 kali lipat dibandingkan 2017. Sedangkan jumlah investor saham saja mengalami kenaikan 103 persen menjadi 3,44 juta investor dari posisi pada akhir 2020 sebanyak 1,69 juta investor.

Adapun dilihat dari komposisinya di pasar saham, investor domestik mendominasi kepemilikan sebesar 58,61 persen sementara investor asing sebesar 41,39 persen. Sementara itu, investor individu memegang kepemilikan aset sebesar 14,42 persen dan institusi sebesar 85,58 persen. (*)

Reporter: JP Group

Jogjakarta, Fenomena Klitih, dan Lindapnya Ruang Aktualisasi Diri

0

SPT (kiri) dan Bang Napi memperagakan kembali cara mereka berdiskusi dan mengincar target sebelum klitih. (ILHAM DWI/JAWA POS)

Pada rentang usia 13–18 tahun, remaja sedang sibuk mencari jati diri. Peer group alias kelompok sebaya menjadi salah satu faktor penting pembentukan karakter. Perlu kehadiran orang tua dan para pendidik dalam fase ini agar kelak tidak muncul stigma salah pergaulan.

Laporan: JP Group

ANR merasa menemukan jati dirinya dalam Morenza. Geng yang lahir di sekolah itu sukses memberinya identitas sebagai pemberani. Jagoan. Tukang berantem yang tidak takut apa pun. Maka, bersama gengnya, dia tumbuh menjadi remaja yang ora nduwe wedi. Kalau perlu, dia menyerang orang lain atau menantang siapa pun hanya agar punya alasan untuk berkelahi.

”Saya masuk SMK pada 2016 itu istilah klitih sudah ada,” katanya kepada Jawa Pos saat berbincang pada Jumat (31/12) malam. ANR tercatat menjadi anggota Morenza pada awal kelas XI. Ketika mengiyakan ajakan seniornya di sekolah yang terletak di Jalan Pramuka itu, dia langsung diuji. Ujiannya adalah menyerang sekolah lain.

Ketika itu sasaran ANR adalah Vascal, geng sekolah di sebuah SMK negeri. Bersama empat teman, dia janjian untuk tawuran. Tentu setelah didahului dengan adegan tantang-tantangan. ”Tapi, mereka tidak datang,” ujarnya mengenang peristiwa itu.

Karena darah telanjur menggelegak, ANR dan teman-temannya mendatangi Vascal di sekolah mereka. Kekerasan pun terjadi. ”Tak osak-asik (Saya bikin kacau, Red),” ujarnya. Inisiasi berhasil. ANR resmi menjadi anggota geng Morenza. ANR sangat bangga atas ”prestasi”-nya.

Serangan ke SMK negeri itu menjadi pembuka babak kekerasan dalam hidup ANR. Tawuran menjadi kebiasaan. ”Saya posisinya joki, yang memboncengkan penyerang,” katanya.

Di sela tawuran, ANR dan gengnya juga sering klitih. ”Ya, kalau klitih, menyerang dengan menyelinap. Setelah dekat ya disabet,” ujarnya.

Kini, setelah sekitar lima tahun meninggalkan bangku SMK dan tidak lagi menjadi anggota geng Morenza, ANR menyesali perbuatannya. Dia merasa begitu bodoh menghabiskan waktunya untuk mencari musuh dan menjadikan jalanan sebagai palagan.

”Ya, dulu saya merasa seru karena bareng-bareng. Mencari dan ingin menjadi yang paling dominan,” ungkap pemuda yang kini berusia 22 tahun itu.

Berbeda dengan ANR, SPT justru terjun ke dunia kekerasan karena pernah menjadi korban. Motivasi SPT adalah balas dendam. ”Tahun 2012 saya dikeluarkan dari SMP 5 Bopkri,” katanya saat ditemui Jawa Pos kemarin (1/1). Setelah tak sekolah itulah dia menggelandang di jalanan. Kerja apa saja, beraktivitas seadanya. ”Glundang-glundung lah,” imbuhnya.

Selama sekitar tujuh tahun hidup di jalanan, SPT merasa terteror pada 2019. ”Tiga tahun lalu itu saya dikejar-kejar mau di-klitih,” tuturnya. Saat itu dia sedang berkendara di Jalan H.O.S. Tjokroaminoto. Di depannya ada sedikitnya 30 sepeda motor yang konvoi. Entah apa pemicunya, konvoi motor anak-anak sekolah itu mengejar SPT sambil mengacung-acungkan senjata tajam.

SPT ketakutan dan langsung masuk ke sebuah gang. Dia berupaya menyelamatkan diri dari hujan batu. ”Mereka asal menyerang. Melihat saya, mereka kira anak sekolahan,” katanya.

Peristiwa tersebut membekas di benak SPT. Sejak itu dia mudah bersolidaritas kepada teman-teman yang butuh tambahan orang untuk tawuran atau menyerang pihak lain. ”Kalau diajak, saya langsung ikut. Teman-teman butuh massa,” ungkap lelaki 27 tahun itu.

SPT pernah mendekam di sel polisi pada 2019. Saat itulah keluarga besarnya tahu bahwa dia adalah pelaku klitih. ”Saat itu saya ditangkap polisi di sekitar Wirobrajan. Saya kira rombongan geng sekolah, ternyata polisi Sabhara,” ujarnya.

Kini SPT telah meninggalkan klitih. Dia berubah setelah menikah karena tidak ingin menjadi contoh yang buruk bagi anak-anaknya kelak. ”Lagi pula neng njero (penjara, Red), pelaku klitih tidak terhormat,” tegasnya.

Bang Napi yang tamat SMA sejak 2021 tidak mengenal geng sekolah. Pada masa remajanya, geng lahir dalam pergaulan lintas sekolah. Misalnya, Joxzin dan Humoriezt. Saat masih menjadi pelajar pada 2008, dia pernah sendirian menyerang SMPN 7 Jogjakarta. ”Saya dikeluhi teman. Sekolahnya saya datangi,” ujar pria yang pernah dua kali bermalam di sel karena klitih itu.

Kriminolog FISIP Universitas Indonesia (UI) Iqrak Sulhin menyebut salah satu penyebab klitih adalah eksistensi remaja. ”Karakter remaja lebih mudah dipengaruhi peer group,” ujarnya kepada Jawa Pos pada Jumat (31/12).

Dalam kriminologi, kata Iqrak, hal itu disebut sebagai differential association. Teori itu menjelaskan tentang kecenderungan pelaku kriminal yang mencontoh lingkungan atau pergaulannya. ”Karena mereka (remaja) lebih banyak bergaul dengan peer yang kebetulan sebelumnya juga sudah dipengaruhi perilaku-perilaku yang mengarah pada kekerasan, jadilah mereka ikut-ikutan,” terangnya.

Iqrak menegaskan bahwa klitih tidak lahir dari sifat buruk pelaku. Namun, lebih pada pengaruh lingkungan. Tidak adanya sarana untuk mengaktualisasikan diri juga membuat para remaja itu kehilangan arah. Sebenarnya, mereka adalah korban. ”Mereka ini remaja yang sedang terisolasi. Mereka tidak mendapatkan ruang yang cukup,” imbuhnya.

Karena itu, Iqrak menyarankan adanya penegakan hukum yang proporsional. Apalagi, para pelaku masih remaja. Dia menegaskan bahwa klitih bukanlah premanisme. Klitih adalah kenakalan remaja. ”Diperlukan ruang aktualisasi diri untuk anak dan remaja agar mereka punya saluran yang positif,” tandasnya. (*)

Program Asimilasi Dilanjutkan Hingga Juni 2022

0
Ilustrasi: Narapidana (Dok.JawaPos.com)

batampos – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kembali memperpanjang program pemberian hak Integrasi dan Asimilasi di rumah bagi narapidana dan Anak sebagai pencegahan dan penanggulangan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Hal tersebut diwujudkan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Permenkumham RI) Nomor 43 Tahun 2021.

Adapun Permenkumham ini merupakan Perubahan Kedua atas Permenkumham RI Nomor 32 Tahun 2020 dan Permenkumham RI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, PB, CMB, dan CB bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti mengungkapkan, hal ini merupakan upaya lanjutan Kemenkumham dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak melalui pemberian Asimilasi dan Integrasi.

“Pelaksanaan Permenkumham ini merupakan langkah yang ditempuh untuk melindungi hak kesehatan WBP di masa pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020, terlebih saat ini muncul berbagai varian baru yang harus kita waspadai,” kata Rika dalam keterangannya, Minggu (2/1).

Penerbitan Permenkumham tersebut menjadi respon terhadap pandemi yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia hingga saat ini. Untuk itu, Rika kembali menegaskan bahwa Pemasyarakatan akan melaksanakan ketentuan tata cara pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat sesuai peraturan yang ada.

“Adapun perubahan yang dilakukan terkait narapidana penerima Asimilasi dan perluasan jangkauan penerima hak Integrasi dan Asimilasi bagi narapidana dan Anak. Bila semula berlaku bagi narapidana yang 2/3 masa pidana dan Anak yang 1/2 masa pidananya hingga 31 Desember 2021, kini diperpanjang hingga 30 Juni 2022,” papar Rika. (*)

Reporter: JP Group

Ratusan Prajurit Marinir Bersihkan Taman Kolam Sekupang

0
Marinir Kolam Sekupang
Ratusan marinir saat membersihkan Taman Kolam Sekupang, Minggu 2/1/2022. Foto: Yonif 10 Mar/SBY untuk Batam Pos

batampos – Ratusan prajurit Yonif 10 Mar/SBY diterjunkan langsung untuk membersihkan taman kolam Sekupang dalam rangka meningkatkan kepedulian terhdap lingkungan sekitar, Minggu (2/1/2022).

“Semua anggota kita turunkan ke lokasi untuk membersihkan sampah, eceng gondok, tanah yang longsor yang mengotori jalan taman, ranting pohon, mencabuti rumput dan membuka jalan yang sudah ditumbuhi ilalang,” kata Komandan Pleton (Danton) C2 Yonif Mar/SBY, Letnan Dua (Letda) Nizar.

Letda Nizar mengatakan, Marinir merupakan sebagai salah satu instansi yang peduli terhadap lingkungan dan akan terus meningkatkan sinergitas antar instansi dalam mewujudkan revitalisasi Danau Sekupang yang telah dicanangkan Pemko Batam untuk Taman Kota dan Area Jogging track.

“Maka dari itu kita harus menjaga kebersihannya. Kita membantu Pemko dalam membersihkan Taman Kolam Sekupang dan kegiatan ini sudah berjalan dari satu bulan lalu. Setiap hari kita turun,” paparnya.

Ia menjelaskan, pihaknya menurunkan semua personel Marinir untuk membersihkan kolam. Kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekitar Taman Kolam dilakukan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Salah satunya poinnya kita bersihkan untuk menyambut pembukaan taman untuk masyarakat umum nantinya. Sehingga saat dibuka untuk umum, kolam posisi sudah bersih, bagus dan enak dipandang mata,” katanya.

Dalam pantauan Batam Pos anggota Marinir turun ke danau dengan membersihkan sampah, eceng gondok serta mencabuti rumput yang ada di sekitar area danau. Tidak hanya itu personel Marinir juga memungut sampah plastik dan ranting pohon yang ada di dalam kolam.

Para prajurit Marinir terlihat semangat turun ke danau dengan membersihkan berbagai sampah dengan dibantu perahu karet.

Reporter: Dalil Harahap

122 Narapidana Terorisme Ikrar Setia NKRI Sepanjang 2021

0
Ilustrasi: Napi terorisme (Dok.JawaPos.com)

batampos – Sebanyak 122 orang narapidana terorisme telah berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sepanjang 2021. Dalam ikrarnya, narapidana terorisme berjanji setia kembali berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945, turut serta melindungi segenap tanah air Indonesia dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Adapun Ikrar Setia NKRI bertujuan sebagai bentuk implementasi hasil akhir program deradikalisasi, yang diucapkan sebagai bentuk kesungguhan serta pengikat tekad dan semangat, untuk menegaskan bahwa narapidana terpapar paham terorisme bersedia kembali membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti dalam keterangannya, Minggu (2/1).

Rika menjelaskan, dari 122 orang narapidana terorisme yang telah berikrar setia NKRI terbanyak dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur dengan Jumlah 68 orang narapidana. Kemudian disusul 13 orang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan dan 9 orang narapidana teroris Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan.Rika mengungkapkan, ikrar setia NKRI yang dilaksanakan merupakan salah satu bentuk keberhasilan pembinaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam program deradikalisasi narapidana terorisme.

“Dengan pernyataan ikrar setia kepada NKRI ini berarti warga binaan telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila dengan menghargai perbedaan yang ada dan memahami bahwa Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai Ideologi Nasional, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Pemersatu Bangsa,” tutur Rika.

Pelaksanaan Program Deradikalisasi turut pula melibatkan aparat penegak hukum terkait seperti dengan BNPT, TNI, POLRI, Densus 88, BIN, Kementerian Sosial dan Stake Holder lainnya.

“Kami berharap hal ini mampu menjadi awal bagi saudara-saudara warga binaan untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban baik sebagai individu, masyarakat, dan sebagai warga negara,” papar Rika.

“Bersikap dan bertingkah laku sebagai insan hamba Tuhan, yang mampu menggunakan cipta, rasa, dan karsa secara tepat, sehingga dapat bersikap adil, beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” tambahnya menandaskan. (*)

Reporter: JP Group

Komnas KIPI Pantau dan Kaji Laporan Soal Temuan Anak Meninggal Setelah Vaksin

0
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari menegaskan, akan selalu memantau dan mengkaji laporan terkait vaksinasi anak yang masuk.

Seperti diketahui, terdapat anak yang meninggal setelah mendapatkan vaksin Covid-19. Namun, Komnas KIPI menyebut bahwa meninggalnya Muhammad Bayu Setiawan yang berusia 12 tahun tersebut bukan akibat vaksinasi.

”Komnas bersama Komda kipi selalu memantau dan mengkaji laporan yang masuk, bila ada yang serupa tentu akan dilakukan audit kembali,” kata Hindra saat dihubungi JawaPos.com (grup Batam Pos), Sabtu (1/1).

Hindra mengungkapkan, lebih dari 1.786 anak di Jombang, Jawa Timur. Dari 18 anak yang divaksinasi bersama almarhum, tidak ada yang menunjukkan gejala serupa.

Sebagai informasi, tersapat siswa kelas 6 SDN Gedangan, Mojowarno, Jombang, meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto. Jenazah Bayu tidak sempat diperiksa petugas medis di puskesmas tersebut.

Bayu sebelumnya mengikuti vaksinasi Covid-19 di sekolahnya pada Kamis (23/12). Namun, siswa kelas 6 SDN Gedangan itu baru bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB karena dikhitan pada Minggu (19/12).

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengatakan, Bayu sudah melalui pemeriksaan kesehatan (screening) sesuai aturan sebelum divaksin. Saat itu, Bayu dinyatakan normal dan memenuhi syarat untuk divaksin.

Korban diberi vaksin Pfizer dosis pertama karena usia bocah yang lahir 1 September 2009 itu sudah 12 tahun. Kemudian, Bayu mengalami demam dan muntah-muntah pada Senin (27/12) tengah malam.

Bayu dibawa orang tuanya ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai di puskesmas, petugas medis menyatakan bocah berusia 12 tahun itu sudah meninggal dunia. (*)

Reporter: JP Group