Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14173

Tak Ada Hasil, Tim Yustisi Sampah Malah Bebani Anggaran

0
Tumpukan sampah di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas, Batamcentre. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mempertanyakan kinerja tim yustisi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah. Hingga kini, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan di tepi jalan umum.

”Tidak ada pengawasan, apalagi tindakan. Kalau hanya membebani anggaran buat apa,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono, Rabu (5/5).

Menurut Djoko, hampir di setiap Kecamatan ada tumpukan sampah, baik di perumahan maupun jalanan umum. ”Sudah sistem pengangkutan buruk, penegakan juga tidak ada,” katanya lagi.

Padahal Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sudah di-back up pihak ketiga, bahkan dibantu Kecamatan. Namun permasalahan sampah seakan tidak ada habisnya.

”Anggaran besar, tapi tidak ada hasil,” ungkapnya lagi. Menurut Djoko, pengelolaan sampah di Batam Kalah dengan Kota Surabaya. ”Anggarannya hampir sama, tapi hasilnya sangat memuasakan,” ungkap Djoko.

Anggota Komisi III lainnya, Muhammad Yunus Muda mengatakan anggaran pengangkutan sampah di Kota Surabaya Rp130 miliar per tahun. Sedangkan anggaran Kota Batam Rp110 miliar per tahun.

”Bedanya tidak terlalu jauh, bahkan besaran kita.Karena mereka (Surabaya) mengurus 3 juta penduduk, sedangkan Batam hanya 1,3 juta saja,” tuturnya.

Kota Surabaya lanjutnya, masih memberikan kesempatan pihak ketiga untuk mengelola sampah. Sekitar 60 persen yang diswakelolakan, sisanya diberikan kepada pihak ketiga. “Ada pembandingan,” tuturnya.

Surabaya juga berhasil mengelola taman-taman kotanya, jauh dibandingkan Batam. ”Padahal anggarannya tidak terpaut jauh,” tutup Djoko.

Terkait permsalahan ini Kepala DKP Kota Batam, Sulaiman Nababan tak berhasil dikonfirmasi. Beberapakali dihubungi melalui ponselnya takkan diangkat, pesan singkat (SMS) hingga berita ini diturunkan tak mendapatkan balasan. (hgt)

Nusantara Mengaji, Kepri Targetkan 2.226 Khataman Al-Quran

0
Ketua Panitia Gerakan Nusantara Mengaji di Batam, Aman. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Ketua Panitia Gerakan Nusantara Mengaji di Batam, Aman. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyelanggarakan Gerakan Nusantara Mengaji serentak di seluruh Indonesia, termasuk, Sabtu-Minggu (7-8/5) ini. Acara yang digagas Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar ini akan disiarkan langsung di Televisi Republik Indonesia (TVRI).

“Dalam dua hari, ditargetkan 300.000 khataman Al-Quran,” Koordinator Wilayah (Korwil) Nusantara Mengaji PKB, Saleh Arifin.

Seluruh Pengurus PKB wajib menyelenggarakan dan mensuksesken acara tersebut. Di Kepri ada sekitar 265 tempat khataman yang tersebar di Kabupeten dan Kota.”Tanjungpinang empat tempat, Bintan 5, Karimun 38, Linga empat, selebihnya berada di Batam,” ungkapnya.

Acara itu melibatkan pengajian, majelis taklim, mushola, sekolah, LSM, hingga Organisasi kemasyarakat (Ormas).”Semua kita libatkan,” ungkapnya.

Koordinator Nasional (Kornas) Nusantara Mengaji, sambung Saleh, memberikan kuota 2.150 khataman Al-Quran untuk Kepri.

Melihat antusiasme peserta, DPW PKB Kepri bisa melebihi dari target yang ditentukan. “Kita targetkan 2.226 hataman,” kata Saleh lagi.

Banyaknya peserta yang daftar berkat dukungan Plt Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, Bupati Karimun, dan Bupati Lingga.”Membuat edaran untuk mengikuti dan mensukeskan nusantara mengaji,” ungkapnya.

Ketua DPW PKB sekaligus penanggung jawab nusantara mengaji Kepri, Abdul Basyid Has bersyukur atas respon positif dari masyarakat. “Respon terhadap program ini begitu luar biasa,” katanya.

Ia berharap acara tersebut sesui dengan harapan Ketua Umum PKB. “Menjadikan indonesia sejahtera, aman dan tentram dapta terkabul,” pungkasnya

Ketua Panitia Gerakan Nusantara mengaji di Batam, Aman menargetkan, 1.100 khataman Al-Quran. “Tujuannya membudayakan mengaji,” ungkapnya.

Sekaligus memohon keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, di tengah kondisi bangsa yang kian terpuruk secara ekonomi.

Juga sebagi bentuk tolak bala, atau upaya menghindari bangsa Indonesia dari berbagai bencana, serta upaya mencari jalan keluar dari berbagai persoalan bangsa.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Batam untuk bersama-sama mengaji dan mengkhatamkan Al- Quran,” beber mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Aman menyampaikan di Batam pelaksanaannya melibatkan semua pihak, pengurus masjid, para hafidz quran, masyarakat, serta tokoh agama. “Kita gelar di seluruh kecamatan,” ungkapnya.

Pelaksanaanya, lanjut Koordinator Daerah, Muhammad Jefri Simanjuntak bisa dilakukan dimana saja, baik di rumah, maupun di majelis taklim. Lebih utama dilakukan di masjid, pengajian, dan musholla. “Disarankan setiap habis shalat fardu, utamanya selepas Salat Magrib dan Isya,” tutupnya.(hgt/bpos)

Gandeng BPJS, Unrika Gelar Seminar Jaminan Kesehatan

0
Suasana sosialisasi kepesertaan BPJS Kesehatan di auditorium mini Unrika, Rabu (4/5) malam. Foto: Ist
Suasana sosialisasi kepesertaan BPJS Kesehatan di auditorium mini Unrika, Rabu (4/5) malam. Foto: Ist

batampos.co.id – Fakultas Hukum (FH) Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam menggelar seminar bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Batam di auditorium mini Unrika, Rabu (4/5) malam.

Dalam seminar bertemakan ‘Tidak Ada Keadilan Tanpa Jaminan Sosial’ tersebut, dihadiri Dekan FH Unrika Batam, Rustam beserta Wakilnya Rumbadi Dale, Kepala Prodi FH, Syarifa Yana, beserta sekretarisnya Alwan Hadiyanto serta dosen, Rahmanidar. Ada juga perwakilan BPJS Kesehatan Kota Batam, serta Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Jurado Siburian, dan mahasiswa FH Unrika Batam.

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Kota Batam, Robert Simatupang yang menjadi pembicara seminar saat itu, mengatakan BPJS merupakan program pemerintah dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sistem saling menolong. ”BPJS memiliki motto, si kaya menolong si miskin yang sehat menolong yang sakit,” tegas Robert.

Dijelaskannya, BPJS berprinsip pada sistem gotong royong yang saling menolong sesama masyarakat. Hal ini didasari landasan hukum yang terus diperbaharui.

Ia menyebutkan, mulai dari UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas), kemudian diperkuat dengan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Jaminan Sosial, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2013, PerPres Nomor 12 Tahun 2013, PerPres Nomor 111 Tahun 2013, Perpres Nomor 19 Tahun 2016, serta PerPres Nomor 28 Tahun 2016.

“Dari peraturan tersebut dikatakan bahwa setiap orang termasuk Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, wajib menjadi peserta progran Jaminan Sosial,” ujarnya.

Robert mengaku, proses yang dilakukan pihaknya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah sangat mudah. “Pendaftaran bisa melalui internet, atau datang ke kantor BPJS Kesehatan. Tidak akan dipersulit karena pelayanan ini untuk masyarakat,” bebernya.

Melalui kepesertaan BPJS Kesehatan ini, membuktikan bahwa masyarakat telah peduli dengan kesehatannya baik untuk pribadi maupun anak, istri. “Penyakit itu tidak diketahui kapan tibanya, maka dari itu diperlukan persiapan agar ketika penyakit datang bisa teratasi segera penanganannya melalui BPJS kesehatan,” ungkap Robert.

Ia menambahkan, BPJS Kesehatan Kota Batam telah bekerjasama dengan klinik dan rumah sakit ternama yang ada di Batam. Tujuannya, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang insentif.

“Setiap peserta BPJS akan sangat terbantu, karena selain dapat pengobatan dengan cepat, BPJS juga bisa mengurangi beban biaya dalam perobatan. Jadi ayo bergabung dan daftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan,” imbaunya.

Seminar juga dirangkai dengan pelaksanakan pelantikan Senat dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unrika Batam peride 2016-2017. (cr15)

Warga Seibeduk Keluhkan Jalan yang Dirusak untuk Lintasan Pipa Air ke Ruli

0
Selang dan pipa air yang berada di lintasan jalan S Parman, Seibeduk. Foto: Adiansyah/ Batam Pos
Selang dan pipa air yang berada di lintasan jalan S Parman, Seibeduk. Foto: Adiansyah/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan belasan pipa penyaluran air ke Ruli seberang Kavling Pancurbaru, Seibeduk dikeluhkan warga. Pasalnya untuk lintasan pipa tersebut, jalan S Parman sekitar ruli dirusak.

”Jalan jadi rusak, dibolong-bolongi untuk ambil air, kan merugikan,” kata ketua RW 14 Tanjungpiayu, A. Zaini.

Menurutnya selain merusak jalan kondisi yang demikian dapat memperburuk keadaan, apalagi jalan tersebut menuju daerah wisata kuliner seafood Piayu Laut. ”Merusak pandangan, kan lewat ini kalau ke tempat wisata (Piayu Laut, red). Selang air itu dari kavling atas (Kavling Pancur Baru),” katanya lagi.

Selain soal jalan yang rusak karena pipa air, dia mendukung jika pemerintah menertibkan ruli-ruli tersebut. ”Kalau bisa ditertibkan kami sebagai RW mendukung tentang hal itu,” ucapnya.

Pengguna jalan, Aryan, 24, mengaku sesalkan pengrusakan jalan tersebut. Menurut pekerja di salah satu perusahaan di Batamindo Industrial Park ini, air bisa saja diambil dari kavling yang ada di belakang ruli-ruli itu tanpa merusak jalan. “Jelas tak bagus lah, jadinya jalan ini kan lama-lama besar rusaknya,” tuturnya.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), belasan selang melintas di jalan, sekaligus jalannya dirusak. Sementara terkait akses air yang mengalir ke ruli dan merusak jalan, pihak ATB akan turun ke lokasi dalam waktu dekat.

”Kita akan follow up dan koordinasikan dengan departemen terkait,” ucap Coorporate Communication Manager PT ATB, Enriqo Moreno Ginting saat dikonfirmasi.

Dia menegaskan jika ruli sebenarnya diberi kesempatan mendapat akses air bersih melalui kios air dengan beberapa ketentuan. ”Lewat kios air. Dengan catatan si pengelola ditunjuk warga, pengelolaan mendapat izin buffer zone serta diketahui lurah setempat,” tutup Enriqo. (cr13)

Pertunjukkan Beladiri dan Tari-tarian Warnai Pelepasan Siswa Hang Tuah Angkatan 12

0
Pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin saat pelepasan siswa Hang Tuah angkatan 12. Foto: facebook Must Adies
Pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin saat pelepasan siswa Hang Tuah angkatan 12. Foto: facebook Must Adies

batampos.co.id – Sekolah Islam Hang Tuah Batam resmi melepas para siswa angkatan 12 tahun ajaran 2015-2016 di gedung serbaguna, Rabu (4/5). Pembukaan acara dimulai pembacaan ayat suci Alquran dan sari tilawah oleh siswa. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala Sekolah Islam Hang Tuah, Jogie Suaduon dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya kurang lebih tiga tahun. ”Kita sama-sama berdoa agar semua siswa lulus dengan hasil yang memuaskan,” ucapnya.

Pelepasan SMA ini merupakan angkatan yang ke-12, sementara itu untuk SMK yang ke-5. ”Untuk SMK yang lulus itu jurusan multimedia, teknik listrik, akuntansi dan keperawatan,” ucap Jogie.

Ia berharap kedepannya anak didiknya bisa berguna bagi bangsa, negara dan agama. ”Bisa membawa nama baik sekolah dan dapat mengaplikasikan ilmu di sekolah untuk kehidupan nyata,” ungkapnya.

Sementara itu perwakilan wali murid, Ahmad menyampaikan rasa terima kasih karena telah membekali anak-anak tidak hanya ilmu namun juga ketakwaan dan keimanan. ”Anak-anak saya harapkan tetap melanjutkan silaturahim kepada gurunya,” ucap Ahmad.

Acara mengusung tema ”Memadu budaya nusantara, wujudkan pendidikan yang santun dan berkualitas untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016”.

Acara tersebut berlangsung layaknya pentas siswa, tari-tarian hingga pertunjukan seni bela diri tapak suci disuguhkan untuk hadirin. Acara ini juga dihadiri Pendiri Yayasan Hang Tuah Batam, Imbalo Iman Sakti, Perwakilan Camat Bengkong, Kemenag Batam Sudarto, Perwakilan Diknas, Yahya dan Kasi Trantip Bengkong, Hardiansyah. (cr18)

Polsek Bengkong Ciduk Spesialis Pembobol Rumah di Hotel

0
Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong menangkap dua orang pencuri spesialis rumah dan kos-kosan, Selasa (3/5) lalu. Kedua pelaku yakni Amir Sultan, 27, dan Ades Edwardo, 33, diringkus di sebuah kamar hotel di kawasan Lubukbaja. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti 22 unit handphone (hape) dan empat kartu ATM.

Kapolsek Bengkong, AKP Hendrianto yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan ini. Menurutnya, awal mula kejadian ketika Yafika Syafrianri Sitianto, warga Jalan Nenas Blok II 2 Nomor 2 Lubukbaja kehilangan hape yang sedang ia cas di dalam kamarnya. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung mengecek lokasi kejadian. ”TKP-nya (tempat kejadian perkara) di Lubukbaja, kebetulan korban buat laporan di Mapolsek Bengkong,” ujar Hendri, Kamis (5/5).

Usai diringkus, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Bengkong. Pengakuannya kepada polisi, aksinya tersebut bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan sudah 17 kali di 17 lokasi yang berbeda, di antaranya perumahan depan BCS Mall, Kampung Utama, Tanjunguma, Baloicenter, Nagoya, Pelita, Perumahan Happy Garden, dan kawasan Lubukbaja. ”Satu orang pelaku lainnya masih DPO,” ungkap Hendri lagi.

Hendri menambahkan, setiap kali beraksi, pelaku mengambil apa saja yang dinilainya berharga, mulai dari hape, emas, notebook, dan bahkan tabung gas elpiji 3 kilogram. Atas perbuatannya, kini kedua pelaku diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (rng)

Minuman Beralkohol Marak Beredar di Batuaji

0
Minuman beralkohol banyak dijual bebas di kios-kios sepanjang jalan arah menuju jembatan Barelang.
Minuman beralkohol banyak dijual bebas di kios-kios sepanjang jalan arah menuju jembatan Barelang.

batampos.co.id – Minuman beralkohol (mikol) masih banyak beredar bebas di sejumlah lokasi di Batam, bahkan di warung-warung kecil. Padahal sudah jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) perihal larangan menjual mikol di kios dan minimarket.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di beberapa lokasi di Batam terlihat beberapa kios masih menjual mikol kategori A. Begitupun dengan minuman keras tradisional di kedai-kedai kawasan Perumahan Puskopkar, Batuaji dijual bebas. Bahkan, penjualnya tak memilah-milah konsumennya.

Penikmat Mikol di sini tergolong cukup tinggi. Tidak hanya dari kalangan dewasa, remaja, dan bahkan anak usia sekolah tak jarang menjadi konsumen minuman memabukkan ini. Hal ini tentunya akan sangat mengkhawatirkan, mengingat kejahatan banyak bermula dari mikol ini. ”Tak ada larangan, siapa yang beli kita layani,” ujar Mureno, penjual mikol di Puskopkar.

Ia juga membenarkan banyak anak usia sekolah yang membeli mikol di kiosnya. Hal senada juga disampaikan Lukman, pemilik minuman tradisional jenis tuak di kawasan Puskopkar. Selain pria dewasa, pembeli tuak di warungnya juga dari kalangan remaja usia sekolah. ”Paling sering malam minggu, banyak yang beli di sini,” tuturnya.

Keberadaan kedai penjual mikol di sini ternyata pernah ditentang warga sekitar. Namun penolakan itu tak berjalan lama, setelah itu kedai dan kios kembali menjual mikol serta tuak. ”Sudah buka lagi. Mereka jual ke anak sekolah juga,” ujar Lukman, warga sekitar.

Menurutnya, selain memberi contoh yang tidak baik khususnya bagi anak-anak. Mikol ini juga sangat meresahkan masyarakat. ”Setiap kali mereka kumpul-kumpul, kerap terjadi pertengkaran. Baik sesama mereka ataupun sesama pengunjung warung lainnya,” lanjutnya.

Kepada pemerintah, ia berharap bisa menimimalisir penjualan minuman beralkohol itu. Meminta surat izin resmi dan merazia minuman yang memiliki kadar alkohol. ”Apalagi sekarang banyak di berita, kriminal akibat pelakunya mabuk,” tuturnya lagi. (rng)

Ruli Permananen Menjamur di Daerah Resapan Air

0
Ruli menjamur di daerah resapan air sekitar Dam Mukamkuning. Tampak hutan dirambah padahal kawasan tersebut berfungsi sebagai resapan air. Foto: alfian/batampos.co.id
Ruli menjamur di daerah resapan air sekitar Dam Mukamkuning. Tampak hutan dirambah padahal kawasan tersebut berfungsi sebagai resapan air. Foto: alfian/batampos

batampos.co.id – Pembangunan rumah liar (Ruli) di Batam terus berlanjut. Ruli yang biasanya hanya semi permanen, kini dibangun permanen bahkan ada yang terkesan mewah.

Tak hanya di lahan milik pegembang, ruli juga terus menjamur di daerah resapan air. Warga berani membangun ruli permanen karena yakin tak bakalan digusur.

“Kami tak ada larangan buat ruli di sini. Itu di atas juga sudah semakin banyak,” kata Elis, warga Ruli depan rusun Muka Kuning, Kamis (5/5/2016).

Ia mengatakan perambahan hutan di sekitar dam mukakuning tersebut terus terjadi. Dibakar dulu, kemudian didirikan bangunan.

“Katanya ini belum akan digusur, masih lama lagilah. Kami tidak ada bayar kesiapa-siapa,” katanya.

Di sana ada ratusan ruli yang tiap pekan terus bertambah. Bahkan bukit sudah gundul. Berpotensi longsor dan membahayakan warga yang ada di lereng bukit.

Ruli di sana rata-rata berukuran 5 x 7 meter. Ruli baru banyak yang permanen.

Firdaus, Ketua RT 2 /RW 8 Kelurahan Muka Kuning mengaku sudah memperingatkan warga untuk tidak membabat hutan di atas bukit. Selain berbahaya juga mengganggu hutan. Di kawasan tersebut ada sekitar 160 kepala keluarga bermukim.

“Kalau hujan terus, akan terjadi erosi. Longsor mengancam warga yang ada di kaki bukit. Kami juga berharap tidak ada ruli di atas bukit itu,” katanya.

Haripinto, anggota DPD RI dapil Kepri menyayangkan jumlah ruli yang kian bertambah. Seolah tidak ada pengawasan dari pemerintah. Apalagi yang ada di sekitar dam atau waduk sebagai sumber air minum.

“Kalau sudah permenent, maka akan semakin susah ditertibkan. Kalau tidak segera ditertibkan sekarang, maka hutan lindung di sekitaran itu akan habis,” katanya.

Menurutnya, ruli di Batam harus terus dipantau perkembangannya. Ini sangat mengganggu investasi dan estetika Kota.

“Kita minta petugas terkait untuk menertibkan. Jangan hanya ruli yang di atas lahan pengusaha yang dibongkar. Tetapi yang di hutan lindung yang paling utama,” katanya.

Ketika tidak dilakukan upaya pencegahan, maka keberadaan waduk akan terancam. “Kita butuh air, kenapa tidak dilestarikan,” katanya.

Saat ini ada puluhan ribu ruli yang ada di Batam. Tersebar di berbagai kecamatan. Bahkan beberapa ruli itu sudah menjelma seperti perumahan dengan legalitas lengkap. Sudah ada yang berlantai keramik, dan beratapkan spandek.

Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana hanya bisa berjanji seperti sebelum-sebelumnya. Ia mengatakan BP Batam akan menertibkan ruli tersebut tetapi akan dilakukan secara bertahap.

“Kalau ruli dari dulu, selalu kita tertibkan. Yang di sekitaran dam Duriangkang sudah kita bersihkan. Itu juga nanti akan kita tertibkan juga,” katanya. (ian/bp)

Tak Laik Jalan, Angkot Harus Minggir, Ngotot Sikat

0
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta agar Dinas Perhubungan Kota Batam lebih tegas lagi terhadap angkutan kota yang tidak layak jalan. Terutama angkutan plat hitam yang dijadikan menjadi sarana transportasi.

“Sudah jelas itu tidak boleh, kenapa tidak ada penindakan. Ini bukan masalah senang atau tidak senang. Ini untuk menciptakan rasa kenyamanan bagi masyarakat,” kata Werton Panggabean, anggota komisi III DPRD Kota Batam.

Menurut Werton, dari tahun ke tahun, Dishub hanya mengagendakan penertiban saja. Tetapi sangat jarang terdengar ada angkot yang dihentikan operasionalnya di jalan raya.

“Padahal anggarannya ratusan juta. Tetapi tak pernah kita dengar ada angkot yang ditindak,” katanya.

Ia juga meminta Dishub Pemko Batam tegas terhadap angkutan kota (angkot) yang ugal-ugalan di jalan raya.

Dishub juga diminta harus sering melakukan razia. Dengan demikian, para sopir angkutan pelan-pelan akan memperbaiki administrasi dan kelengkapan dalam mengemudi.

“Termasuk fisik dari kendaraan juga harus sesuai ketentuan, tak layak, minggir, bandel tindak tegas,” katanya.

Kepada sopir angkutan, Werton juga berpesan untuk tidak takut kalau trans Batam atau taksi beroperasi. Menurutnya, jika angkot memberikan pelayanan yang nyaman juga, maka akan tetap menjadi pilihan bagi warga.

“Batam ini daerah pariwisata, angkutan yang aman dan nyaman menjadi keharusan. Kalau angkot bagu dan nyaman, maka akan tetap dipilih warga,” katanya.

Sementara itu, Faisal Reza, kabid lalu lintas dan angkutan Jalan Dishub Kota Batam mengatakan kebanyakan dari angkutan umum tak layak jalan karena sudah berumur tua. Ini menjadi pekerjaan berat dari Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban. Makanya sekali seminggu, Dishub akan melakukan penertiban.

“Kita sudah mulai melakukan penertiban kok. Dan akan terus kita lakukan. Kita agendakan tahun ini akan menggelar sekitar 48 kali penertiban. Atau sekitar sekali seminggu,Ini menjadi pekerjaan berat buat kita. Sasaran kita adalah angkutan umum dan angkutan barang,” katanya. (ian/bp)

Seluruh Tambang Pasir di Batam Akan Ditertibkan

0
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penambang pasir liar di belakang Perumahan Arira, Batu Besar, Nongsa. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan seluruh tambang pasir yang tersebar di wilayah Kota Batam tak berizin dan terlarang. ”Tidak ada (dibolehkan) tambang pasir di Batam, semuanya ilegal,” kata Ketua Tim Penertiban Tambang Pasir yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Agussahiman kemarin.

Karena itu, kata dia, tim tersebut tengah bekerja untuk mengumpulkan data dan menginventarisir jumlah tambang ilegal itu di Batam. Jika sudah mendapatkan data yang dibutuhkan, akan segera menggelar rapat untuk keputusan selanjutnya, termasuk untuk menertibkan tambang pasir tersebut. ”Kita upayakan secepatnya,” kata dia.

Menurut Agussahiman, pihaknya belum mendapat data lengkap terkait jumlah dan sebaran lokasi yang dijadikan area tambang pasir di seluruh Batam. Karena itu, pihaknya juga mengaku belum dapat mengungkap berapa banyak area tambang yang akan ditertibkan. ”Kita rapat dulu, setelah itu baru diputuskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi juga menegaskan bakal menertibkan seluruh tambang pasir di Batam. Terlebih, kebijakan itu juga diklaim selaras dengan instruksi dari pemerintah pusat. ”Kita sudah ada arahan untuk menertibkan,” kata Rudi.

Terpisah, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan pihaknya pernah berupaya menghentikan tambang pasir ilegal tersebut. Di antaranya dengan menyita beberapa mesin untuk menyedot pasir, termasuk truk dan escavator. Namun sayangnya, proses penyidikan yang panjang membuat para pelaku tambang menghilang. ”Jadi setelah beberapa waktu balik lagi, ternyata yang punya tambang itu sudah berganti orang,” papar Kepala Dinas.

Dendi menyebut selama 3 tahun terakhir dalam 27 kali sidak, pihaknya menyita 104 mesin, 24 truk dan 14 escavator. Tak hanya itu, pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) juga telah menetapkan penambang maupun pemilik tambang sebagai tersangka. ”Ada sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Namun lagi-lagi, sambung Dendi, hal itu tak membuat para penambang jera. Sehingga, hingga kini proses penambangan ilegal itu masih berlanjut, baik secara diam-diam maupun terbuka. Meski begitu, Dendi menegaskan masih akan menunggu keputusan resmi Pemko Batam sebelum kembali mengambil tindakan tegas. ”Kita rapat dulu bersama tim, nanti diputuskan langkah pastinya,” ujar dia lagi. (rna)