Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8520

Masyarakat Berpenghasilan Rendah Penghasilan di Bawah Rp 8 Juta Sesuai PP 25/ 2020 Tapera

0
ILUSTRASI: Rumah di Batuampar, Minggu 31 Januari 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Memiliki rumah pribadi merupakan impian semua orang, terutama bagi yang sudah berpenghasilan tetap. Sayangnya, impian tersebut seringkali terkendala dengan tingginya harga rumah yang tidak berbanding lurus dengan gaji yang didapat.

Sehingga pada akhirnya banyak dari mereka yang memilih untuk sewa atau mengontrak.
Pemerintah telah menunjuk BP Tapera sebagai badan atau lembaga yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa rumah, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). MBR adalah masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 8 juta. Hal itu seiring dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaran Tapera.

Seperti diketahui, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat, tujuan pembentukan Tapera adalah menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan. Saat ini, program Tapera masih diperuntukkan bagi seluruh PNS dan ASN yang merupakan pengalihan dari Bapertarum-PNS.

Namun, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Eko Ariantoro, menyampaikan, pada tahun ini, kepesertaannya akan diperluas hingga mencakup pegawai BUMN, BUMD, TNI, dan Polri hingga pekerja mandiri juga pekerja di sektor informal.

“Jadi, kalau pekerja swasta, pegawai BUMN yang mendaftarkan bagian human resources-nya mendaftarkan pekerja ke Tapera. Kalau pekerja Mandiri yang tidak ada pemberi kerja, daftarnya sendiri,” kata Eko dalam keterangan yang diterima oleh JP Group, Jumat (7/1).

Adapun syarat utama untuk menjadi peserta Tapera adalah berusia minimal 20 tahun atau sudah menikah, pemberi kerja atau perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta Tapera dengan rincian iuran simpanan sebesar 0,5 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan 2,5 persen ditanggung oleh peserta. Bagi para pekerja formal yang ingin menikmati program Tapera maka wajib didaftarkan sebagai peserta oleh pemberi kerja melalui portal kepesertaan Tapera yang dapat diakses di www.sitara.tapera.go.id.

“Jika para peserta Tapera ingin menggunakan manfaat Tapera baik Kredit Pembiayaan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR), maka mereka harus menabung dulu selama 12 bulan, baru bisa manfaatkan Tapera ini,” imbuhnya.

BACA JUGA: BTN Menjadi Bank Pertama yang Menyalurkan KPR Bersubsidi

Selain itu, tahun ini, BP Tapera juga bertindak sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Peranan tersebut membuat peran BP Tapera semakin luas yakni juga menyalurkan KPR FLPP sebesar Rp 23 triliun atau setara dengan 200 ribu unit rumah.

Hal itu semakin kuat dengan telah terbitnya Peraturan Menteri PUPR Nomor 35 Tahun 2021 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan bagi MBR. Regulasi lain yang memperkuat yaitu Peraturan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pembiayaan Kepemilikan Rumah Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, pada 31 Desember 2021 lalu.

Sementara, Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, menyebut, pihaknya mendapat mandat untuk menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp 23 triliun atau setara dengan 200 ribu unit rumah untuk 2022. Dengan rincian sebesar Rp 19,1 triliun dari alokasi APBN 2022 dan Rp 3,9 triliun dari pengembalian pokok.

“BP Tapera kini punya dua layanan, yaitu Program Tapera dan Program FLPP,” ungkapnya. (*)

Reporter: JP Group

Kasus Demam Afrika Sudah Terdeteksi di Kepri, Bintan Tingkatkan Kewaspadaan

0
Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Bintan, drh. Iwan Berri Prima saat memeriksa kesehatan hewan Babi di Bintan, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto

batampos– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan tetap waspada terhadap penyakit African Swine Fever (ASF) atau lebih dikenal dengan demam Afrika pada ternak babi. Soalnya, kasus ini sudah terdeteksi di Kepri, tepatnya di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa Kota Batam.

BACA JUGA: Dua Bulan, 7 Warga Seri Kuala Lobam Terjangkit DBD, 1 Balita Meninggal

Berdasarkan data dari DKPP Bintan bahwa pada 15 Desember tahun yang lalu, dilaporkan kematian ternak Babi di Batam. Bahkan, berdasarkan hasil pengujian realtime PCR oleh Balai Veteriner Bukittinggi, dari 4 sampel darah, 1 sampel menunjukkan hasil positif virus ASF.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan, Khairul mengatakan, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Batam, upaya kewaspadaan ASF di Bintan harus ditingkatkan. “Kita terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan Bintan agar tetap bebas ASF,” kata Khairul.

Sementara Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Bintan, drh. Iwan Berri Prima menambahkan, pihaknya setidaknya telah tiga upaya dalam menjaga Bintan agar tetap terjaga dari ancaman penyakit ASF.

Iwan Berri Prima menjelaskan, pertama yang dilakukan pengawasan lalu lintas hewan ditingkatkan, pihak Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang sebagai institusi yang menjaga di pintu pemasukan dan pengeluaran memiliki beban dan tugas yang cukup berat. Oleh sebab itu, kerjasama dan koordinasi yang baik, antara dinas kabupaten/kota dengan BKP harus terus dilakukan.

Selanjutnya, masih kata Iwan Berri Prima, ketentuan pengetatan lalu lintas hewan dengan ketentuan pengeluaran babi hidup dari Kota Batam ke provinsi/kabupaten/kota lain hanya boleh dari peternakan yang telah memiliki sertifikat kompartemen bebas ASF dan produk babi dari unit usaha yang sudah disertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Setiap pemasukan juga harus mendapatkan rekomendasi dari DKPP Bintan.

“Termasuk pengeluaran hewan babi ke Kota Tanjungpinang juga diwajibkan melampirkan SKKH dari dokter hewan. Ini bentuk koordinasi dan kerja sama antara DKPP Bintan dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang,” tambah Iwan Berri Prima.

Kemudian, seluruh instrument kesehatan hewan di Kabupaten Bintan, yang meliputi UPTD RPH dan Puskeswan dan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kembali melakukan pemuktahiran data populasi ternak Babi rakyat di wilayahnya.

Selain itu, pihaknya juga mulai menertibkan pemotongan ternak babi di rumah pemotongan hewan babi (RPH-B) atau di tempat pemotongan hewan babi (TPH-B) serta peningkatan kualitas pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem termasuk pelaporannya ke dalam aplikasi ISIKHNAS.

Iwan Berri Prima menjelaskan, berdasarkan pedoman Kesiapsiagaan Darurat Veteriner Indonesia (Kiatvetindo) untuk daerah tertular penyakit, pengendalian dan pemberantasan yang harus dilaksanakan meliputi depopulasi (pemusnahan), disposal (mengubur bangkai hewan), desinfeksi kandang (biosecurity) dengan menggunakan desinfektan, penutupan wilayah dan implementasi kompartemen bebas ASF, investigasi kasus, meningkatkan surveylans pasif, pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petugas kesehatan hewan, Komunikasi Edukasi dan Informasi (KIE) pada peternak terutama pelarangan pemberian pakan dari sisa restoran atau hotel (swill feeding).

Iwan Berri Prima berharap, semoga Bintan tetap bebas penyakit ASF dan juga penyakit hewan lainnya. Terlebih Bintan adalah daerah yang dikenal dengan kawasan pariwisata Internasionalnya yang harus tetap aman, sehat dan terjaga dari ancaman penyakit. Baik penyakit pada hewan, maupun penyakit yang dapat mengancam kelangsungan kehidupan masyarakatnya. “Hal ini sesuai dengan komitmen Bintan sehat, Bintan gemilang,” ungkap Iwan Berri Prima. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO

 

Bank Kalsel dan BP Tapera Senyukseskan Program Sejuta Rumah

0
ILUSTRASI: Puri Agung IV Tahap Dua, cocok untuk kelas pekerja dan generasi milenial, lantaran lokasi yang dekat dengan Kawasan Industrial Batamindo, Mukakuning. F. Putra Surya Batam

batampos – Kebutuhan akan hunian tetap menjadi kebutuhan utama suatu masyarakat, tidak terkecuali Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau yang disingkat MBR.

Pemerintah telah memiliki beragam program dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR, antara lain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat.

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang merupakan badan hukum yang mengelola tabungan perumahan rakyat kini memegang estafet penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). Peralihan pengelolaan dana FLPP tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara PPDPP dengan BP Tapera dan Perjanjian Tripartit bersama bank-bank pelaksana di Kampus Kementerian PUPR, beberapa waktu lalu.

Atas hal tersebut di atas, Bank Kalsel selaku bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BP Tapera tentang Penyaluran Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Melalui Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Kamis (6/1).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya, dengan Adi Setianto selaku Komisioner BP Tapera secara daring. Penandatanganan tersebut juga dilak­sanakan secara serentak dengan 38 bank penyalur lainnya.

BACA JUGA: bank bjb Gandeng 6 Developer Genjot Kredit Perumahan

Turut berpartisipasi Dirjen Perumahan Kementerian PUPR ,Iwan Suprijanto; Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry TZ; dan Direktur Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan, Syafriadi, yang masing-masing memberikan sambutan, harapan, serta ucapan selamat atas penandatanganan PKS bersama ini.

Selepas acara, Hanawijaya menyampaikan kesiapan Bank Kalsel untuk terus menyalurkan KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah guna mendukung Pemerintah Pusat melalui Program Sejuta Rumah (PSR).

“Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah sebagai bank yang di­tunjuk oleh Kementerian PUPR tentunya siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah (PSR) melalui Produk KPR Sejahtera FLPP. Bank Kalsel telah bekerjasama dengan developer terdepan dan terpercaya yang tersebar di Provinsi Kalimantan Selatan sehingga masyarakat di berbagai kabupaten dan kota juga dapat menikmati KPR FLPP melalui Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Kalsel di daerah,” papar Hana. (*)

Reporter: JP Group

Di Tanjungpinang, Cabai Rawit masih Mahal

0

batampos- Meski mulai turun, sejumlah pembeli cabai di Pasar Baru Tanjungpinang mengeluhkan harga cabai rawit yang saat ini dijual dengan kisaran Rp 72 ribu sampai Rp 80 ribu per Kilogram (Kg).

Salah seorang pembeli, Nina yang merupakan pedagang sarapan pagi mengeluhkan harga cabai rawit yang dinilai masih mahal, bahkan dengan angka Rp 72 ribu per Kg dirinya tidak sanggup namun karena keperluan untuk berjualan ia tetap harus membeli.

BACA JUGA: Petani Desa Kuala Sempang, Lobam Bisa Panen 3 Ton Cabai Hijau

“Ya gimana lagi ya, sebenarnya nggak sanggup terlalu tinggi, tapi yang namanya kita jualan sarapan pagi tetap harus beli,” kata Nina, di Pasar Baru I Tanjungpinang, Senin (10/1).

Harga cabai rawit di Pasar Baru Tanjungpinang masih dikeluhkan pembeli, Senin (10/1) f . Peri Irawan

Nina tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut, karena kebutuhan cabai sudah menjadi salah satu yang wajib disediakan untuk jualannya itu. Dirinya berharap pada pemerintah dapat memberikan solusi seperti menyediakan pasar murah agar harga dapat terkendali. “Ya gimana lagi, kalau tak ada cabai mana enak, nanti orang tak mau beli,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pedagang, Abdurahman menyebutkan harga cabai saat ini memang mulai turun, namun untuk cabai rawit masih terbilang mahal, harga yang ada di pasar juga bervariasi antara Rp 72-80 ribu.

“Harganya beda, kalau cabai datangnya pagi kita beli ke pemasok Rp 70 ribu kalau siang harganya lebih murah di atas Rp 60 ribu saja,” sebutnya.

Ia menyebutkan saat ini tidak bisa berpedoman harga cabai, karena selalu berubah-ubah setiap hari bahkan dalam satu hari harganya juga bisa berubah. Untuk harga cabai merah sekarang ini juga mengalami penurunan menjadi Rp 44 ribu, kemarin masih 52 ribu.

Kemudian cabai setan masih mahal Rp 90 ribu karena cabainya bagus dan tahan lama, cabai rawit merah berkisar Rp 75-80 ribu per Kg. “Kalau cabai sekarang memang sudah mulai turun karena sudah dibawa dengan kapal, kemarin itu dengan pesawat harga jadi mahal,” terangnya. (*)

Reporter : Peri Irawan

 

30 Ton Minyak Goreng Murah untuk Batam

0
Minyak Goreng Pasar Botania I ff Iman Wachyudi
F. Iman Wachyudi/Batam Pos
Poppy, warga Batubesar, Nongsa, membeli minyak goreng di Pasar Botania I, Batam Centre, Minggu (17/10).

batampos– Pemerintah Kota Batam melalui Disperindag Kota Batam dalam waktu dekat akan menyalurkan minyak goreng murah seharga Rp 14 ribu. Kota Batam mendapat jatah sekitar 30 ton minyak goreng murah dari alokasi 50 ton untuk Kepri.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Batam, Leni mengatakan data dari Disperindag Propinsi Kepri menyebutkan, sebanyak 50 ton minyak goreng untuk Kepri dialokasikan ke 4 daerah yang ada di Kepri, diantaranya Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan.
“Untuk Batam mendapat alokasi paling banyak yakni 30 ton, Karimun 10 ton, Pinang 5 ribu  dan Bintan 5 ton,” ujar Leni, Senin (10/1).
Dikatakannya, minyak goreng yang dialokasikan untuk Kepri diproduksi oleh PT Son di Batam. Sedangkan proses penyaluran akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah proses produksi selesai.  “Arahan pimpinan minta secepatnya disalurkan. Yang produksi PT Son,” jelasnya.
Menurut dia, dalam satu atau dua hari ke depan, pihaknya bersama Disperindag Kepri akan meninjau langsung lokasi pabrik produksi minyak tersebut. Sehingga bisa dipastikan kapan penyaluran dimulai.
“Besok bicara teknis penyaluran seperti apa, makanya kami meninjau dulu lokasi produksi minyak tersebut,” tegasnya.
Masih kata Leni, untuk harga minyak goreng sesuai dengan yang dikatakan Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, yakni Rp 14 ribu perliter. Lokasi penyaluran setiap Kecamatan pun berbeda. “Untuk lokasi teknisnya masih akan dirapatkan dulu,” imbuhnya.
Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan dua lokasi pasti penyaluran minyak goreng murah adalah pasar TPID 2 di Batuaji dan TPID 3 di Tanjungpiayu.  “Yang pasti di pasar TPID 2 dan 3 , minyak ini tersedia, kecamatan lain masih menunggu camatnya,” jelas Gustian.
Pantauan batampos.co.id, disejumlah pasar dan swalayan, harga minyak goreng kemasan dijual Rp 18.000-20.000. Bahkan untuk jenis ukuran kemasan minyak goreng kini sudah bervariasi. Ada yang isi 200 gram, 300 gram, 500 gram, 800 gram, 900 gram, 1 liter, 1,8 liter dan 2 liter. Harganya pun menyesuaikan dengan ukuran kemasan. (*)
Reporter : Yashinta

Dana Hibah Pemprov Kepri 2022 Capai Rp300 Miliar Lebih

0

batampos-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri sepakat untuk melakukan rasionaliasi anggaran hibah Pemprov Kepri TA 2022. Kebijakan ini dilakukan sebagai tindaklajut dari catatan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Sesuai dengan kesepakatan tersebut, besaran anggaran dana hibah Pemprov Kepri TA 2022 yang dirasionalisasi sebesar 3 persen atau Rp10, 5 miliar. Merujuk dari persentase tersebut, bisa disimpulkan secara keseluruhan total dana hibah Pemprov Kepri tahun ini adalah Rp350 miliar.

BACA JUGA: Terkait Kasus Dana Hibah, Polisi Periksa Saksi Saksi di Tanjungpinang 

“Untuk porsi dana hibah Kepri dipangpas sebesar 3 persen atau Rp10,5 miliar dari total dana hibah yang sudah dialokasikan pada APBD TA 2022 ini,” ujar Anggota Banggar DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, Senin (10/1) di Tanjungpinang.

Ditanya apakah dipangkasnya anggaran tersebut berkaitan dengan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berujung pada penyelidikan dilakukan oleh Polda Kepri terhadap penggunaan dana hibah di Pemprov Kepri TA 2020 lalu?

“Tidak ada berkaitan dengan itu, karena memang ini adalah kebijakan yang dibuat oleh Kemendagri. Sehingga daerah harus melaksanakannya,” jelas Legislator Komisi IV DPRD Provinsi Kepri tersebut.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut menjelaskan, bukan hanya dana hibah yang dilakukan rasionalisasi. Namun ada beberapa struktur APBD Kepri lainnya yang turut dipangkas. Diantaranya adalah perjalanan dinas, dan kegiatan-kegiatan rapat koordinasi.

“Kebutuhan rutin yang harus dipenuhi, didahulukan. Begitu penegasan yang disampaikan oleh Kemendagri. Adapun struktur yang bisa dilakukan rasionalisasi saat ini adalah dana hibah, perjalanan dinas, dan kegiatan-kegiatan non fisik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan, Pemprov Kepri, Misbardi mengatakan, setelah adanya perbaikan APBD Kepri TA 2022 ini, pihaknya akan segera menyiapkan proses penyerahan Daftar Pelaksaan Anggaran (DPA) APBD TA 2022.

“Target kita pada Januari ini sudah dibagikan. Sehingga proses lelang kegiatan-kegiatan strategis bisa dipercepat oleh OPD terkait,” ujar Misbardi, Senin (10/1) di Tanjungpinang.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri menetapkan APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp3,8 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan APBD TA 2021 sebesar Rp3,9 triliun. (*)

Reporter: Jailani

Daihatsu Catatkan Capaian Sebanyak 18.157 Unit pada Desember 2021

0
ILUSTRASI: Mobil Daihatsu Rocky di DC Mall, Batam, F. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Daihatsu menutup 2021 dengan capaian positif. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah lewat relaksasi pajak (PPnBM) hingga Desember 2021.

Secara total penjualan unit pada Desember 2021, Daihatsu catatkan capaian sebanyak 18.157 unit atau naik 22,2% dibandingkan pada November 2021 sebelumnya sebanyak 14.861 unit.
Secara berturut-turut, penjualan Daihatsu pada Desember didominasi oleh top 3 model, yaitu Sigra sebanyak 4.721 unit, atau berkontribusi 26,0%; disusul Gran Max PU (pikap) sebanyak 3.703 unit (20,4%); dan Ayla 2.649 unit (14,6%).

Selain itu, selama 2021, Daihatsu telah meluncurkan 3 model, yaitu Daihatsu Rocky pada April; Terios Eco Idle (September); dan All New Xenia (November). Ketiga model ini terus mendapat sambutan positif dari pelanggan, dan mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, secara beruturut-turut Rocky sebanyak 1.477 unit atau naik 36,8%; disusul Xenia 2017 unit atau naik 29,7%; dan Terios 2.006 unit atau naik 14,9%.

“Daihatsu bersyukur, penjualan Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 22,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Semoga capaian positif ini bisa terus berlangsung, dan pasar otomotif nasional pada tahun 2022 dapat terus meningkat,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). (*)

Reporter: JP Group

Lion Air Kembali Layani Penerbangan untuk Ibadah Umrah

0
Lion Air terbang perdana kembali “Non-Stop” dari Jakarta ke Madinah, efektif 8 Januari 2022. f. dokumentasi Lion Air

batampos – Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group, Sabtu (8/1) memulai layanan penerbangan perdana kembali untuk ibadah umrah dari Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah (MED).

Penerbangan berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan nomor terbang JT-1110, pesawat lepas landas pada 13.10 (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz-Madinah pukul 19.30 waktu setempat Arabia Standard Time (AST), GMT +03).

”Lion Air memenuhi dan menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional. Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.

Lion Air Group tetap menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah umrah dilakukan satu pintu melalui Asrama Haji Pondok Gede.

“Terbang itu Sehat”. Persyaratan kesehatan telah dipenuhi, bahwa semua awak pesawat sudah menjalani pengecekan kesehatan berkalan dan termonitor, sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi, uji kesehatan Covid-19 (hasil negatif Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction/ RT-PCR), uji kesehatan jantung, tekanan darah dan lainnya.

Tercatat 414 calon jemaah umrah telah memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang berlaku terdiri dari pemeriksaan (screening) kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat meliputi pemeriksaan kesehatan, vaksinasi Covid-19, meningitis dan pemeriksaan PCR dengan fasilitas kesehatan (rumah sakit dan laboratorium) yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.

“Terbang itu Menyenangkan”. Penerbangan umrah ditandai pengoperasian Airbus 330-900NEO registrasi PK-LES yang dilayani tanpa henti (non-stop), sebagai pesawat terbaru berbadan lebar (wide body) dan operator pertama di Asia Pasifik yang menggunakan armada ini. Pengoperasian Airbus 330-900NEO menjadi bagian dari langkah strategis Lion Air guna memperkuat pengembangan bisnis penerbangan jarak jauh (long haul) yang memerlukan waktu tempuh lebih dari 13 perjalanan tanpa henti (non-stop).

BACA JUGA: Umrah Rasa Haji, Ongkos Maksimal Rp 38 Juta

A330-900NEO bertata letak lorong ganda (double aisle) berkapasitas 433 kursi penumpang yang nyaman, menyediakan kabin paling senyap di kelasnya, menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan barang bawaan di kabin.

”Pelaksanaan umrah perdana kembali tahun ini sebagai bentuk keseriusan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah. Pembukaan pasar umrah kembali merupakan peluang dan ekspansi bisnis Lion Air sekaligus menciptakan pemerataan konektivitas rute internasional dari Indonesia,” kata Danang.

“Terbang itu Aman”. Dalam operasional setiap penerbangan, Lion Air selalu patuh dan menerapkan budaya keselamatan (safety culture). Keseriusan inilah yang menegaskan Lion Air mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first). (*)

Reporter: JP Group

Camat Batuaji Minta Hal Ini Kepada Lurah Tanjunguncang yang Baru

0
Warga Kelurahan Tanjunguncang
Camat Batuaji, Ridwan, Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin, Lurah Tanjunguncang, Tengku Akbar dan perangkat RT-RW se-Tanjunguncang berfoto bersama pada acara pisah sambut lurah Tanjunguncnag yang lama dan baru. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pisah sambut Lurah Tanjunguncang antara pejabat lama dan pejabat baru berlangsung di Pantai Bale- Bale, Nongsa, Minggu (9/1/2022). Lepas sambut Lurah ini dihadiri Camat Batuaji, Ridwan Afandi dan istri.

Lepas Sambut Lurah ini digagas oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama Forum Komunikasi Rukun Warga dan Rukun Warga (FKTW) Tanjunguncang.

Ketua PKK Tanjunguncang, Rosmauli, berharap, lurah yang lama dan baru dapat amanah dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

“Saya bangga pada semua yang hadir dan turut andil. Semoga kita sukses dan sehat selalu. Kita diacara ini semoga dapat ilmu dan kebahagian juga,” ujarnya.

Ketua FKTW Tanjunguncang, Mora Siregar, mengatakan, pihaknya berharap lurah yang baru dapat merangkul RT dan RW. Sehingga dapat bersama-sama membangun Tanjunguncang lebih maju.

“Semoga apa harapan kami semua terlaksana. Kami mendukung apa program kelurahan ke depannya untuk kemajuan Tanjunguncang,” ujarnya.

Camat Batuaji, Ridwan Afandi, meminta kepada lurah yang baru dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Lurah harus langsung turun ke masyarakat. Beri kemudahan dalam pelayanan yang ada di Tanjunguncang,” tuturnya.

Kata dia, pelayanan kepada masyarakat menjadi hal yang paling utama dan harus ditingkatkan.

“Jangan sampai ada komplain dari masyarakat,” tegasnya.

Saat ini lanjutnya, Kelurahan Tanjunguncang pantut berbangga. Karena pembangunan yang begitu pesat.

Bahkan kata dia, tahun ini akan dimulai pembangunan dari bundaran Bascamp ke Tanjunguncang.

Selain itu kata dia, akan ada pembangunan SMPN dan SDN Baru di Tanjunguncang.

Mantan Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin, memohon maaf apabila ada perbuatan dan sikap yang kurang pantas selama dirinya menjabat.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak-ibu semua. Semoga Tanjunguncang semakin maju dengan lurah yang baru,” ujarnya.

Lurah Tanjunguncang, Tengku Akbar, mengatakan, dirinya sangat berharap kerjasama kepada seluruh RT-RW di Tanjunguncang. Sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.

“Tanpa bantuan bapak/ibu saya tidak bisa apa-apa,” katanya.

Reporter: Dalil Harahap

Pemberian Vaksin Usia 6-11 Tahun Dosis Kedua Dimulai Pekan Depan

0
Vaksinasi Anak Dalil Harahap3333
Pemberian Vaksin Usia 6-11 Tahun di Batam.

batampos – Realisasi vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun hingga 9 Januari 2021 telah mencapai 85.938 atau 64,59 persen dari total sasaran 133.051 anak.

Diselenggarakan hampir dua pekan, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun termasuk yang tercepat. Hal ini melihat hasil capaian vaksinasi yang diluncurkan 17 Desember lalu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan capaian vaksinasi secara keseluruhan terus mencapai hasil yang baik. Sejak tahun lalu, Batam fokus untuk menyukseskan vaksinasi dari berbagai kalangan usia, termasuk anak usia 6-11 yang saat ini berlangsung.

“Dosis pertama sudah berjalan 60 persen. Jarak pemberian dosis ke dua membutuhkan waktu lebih dari tiga Minggu. Jadi kemungkinan pekan depan dosis kedua mulai diberikan kepada penerima vaksin bulan Desember lalu,” jelasnya, Senin (10/1).

Ia mengungkapkan pemberian vaksin ini bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh anak. Apalagi sekarang, Batam sudah mulai menggelar belajar tatap muka terbatas.

“Menyongsong kondisi normal, jadi kami mulai step by step dan diharapkan tahun ini semua bisa sukses mendapatkan vaksin. Seiring berjalan waktu kondisi terus membaik,” ujarnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA