Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8529

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

0
Kawasan pendulangan intan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (12/1) lalu.

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya menjadi berlian bernilai tinggi yang prominen sampai ke Eropa. Namun, seperti para pendulang, jumlah penggosok juga menyusut seiring kian sulitnya intan ditemukan di pendulangan.

AGUS DWI PRASETYO, Martapura

DI sudut rumah kayu itu, H Muhyan menekuni profesinya. Menggosok intan mentah dengan menggunakan beberapa alat sederhana.

Salah satunya dop. Di ujung alat itu ada besi bundar sebesar kelereng untuk menjepit intan berukuran kecil. Agar mudah dipegang, alat krusial untuk menggosok bijih intan mentah tersebut diberi tangkai yang terbuat dari kayu ulin.

Selain dop, Muhyan juga menggunakan tang untuk menjepit intan yang berukuran lebih besar. Intan yang dijepit itu kemudian diasah di atas iskip (gerinda), pelat besi bundar yang berputar di sebuah sumbu. Untuk mengamati hasil gosokan, Muhyan memakai tarupung. Bentuk dan kerja alat itu mirip mikroskop yang biasa digunakan untuk meneliti benda-benda supermungil.

Siang itu Muhyan menggosok intan yang ukurannya sebesar butiran gula. Seperti seorang petugas laboratorium, pria yang akrab disapa Ian itu betul-betul berfokus mengamati batu galuh tersebut. Matanya tak bergeser sedikit pun dari tarupung. ”Memang kecil butirannya (intan, Red). Tapi, karena sudah terbiasa, tidak susah lagi,” kata Muhyan saat ditemui Jawa Pos di rumahnya di Martapura, Kalimantan Selatan.

Dalam rangkaian pembuatan berlian, peran Muhyan sangat sentral. Seperti koki, Muhyan ”memasak” intan mentah menjadi berlian matang yang bisa ”dikonsumsi”. Batu ratna mutu manikam yang berkilau itu kemudian dijajakan para pedagang yang menjamur di Martapura. ”Saat dapat (intan) mentah, langsung digosok di rumah,” ujarnya.

Haji Muhyan mengecek bentuk berlian yang sedang digosok di Martapura. Foto kanan, foto udara kawasan pendulangan intan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (12/1) lalu.

Muhyan tinggal di perkampungan Dalam Pagar, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, tidak jauh dari pasar perhiasan Martapura. Sehari-hari, bapak empat anak itu berkutat dengan butiran-butiran intan mentah yang diperoleh dari pasar.

Di kalangan penggosok intan, Muhyan terbilang senior. ”Saya sudah 40 tahun jadi penggosok,” tuturnya.

Sama dengan pendulangan, penggosokan intan tradisional di Martapura tersohor sejak lama. Sudah terkenal di mana-mana. Bahkan sampai ke luar negeri. Djarani dalam bukunya, Mendulang Intan di Martapura, menyebut berlian hasil gosokan intan itu prominen (terkenal) dan beredar luas di kawasan Asia Tenggara. Mulai Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Myanmar. Juga sampai ke India, Pakistan, dan Arab Saudi.

Djarani menyebut penggosokan intan di Martapura dan sekitarnya ada sejak masa sebelum Perang Dunia II. Data 1981 mencatat ada 63 usaha penggosokan intan di ibu kota Kabupaten Banjar tersebut. Mayoritas merupakan penggosok yang menggunakan alat-alat sederhana seperti yang ada di rumah Muhyan. Para penggosok itu menekuni profesinya secara turun-temurun.

Lain dulu, lain sekarang. Penggosokan intan di Martapura dan sekitarnya saat ini tak seramai dulu. Muhyan menyebut perajin intan tradisional yang aktif di kampungnya sekarang bisa dihitung jari. Tak lebih dari dua orang. Padahal, sebelumnya ada delapan penggosok. ”Mungkin tinggal 1 persen sekarang (yang masih menggosok intan, Red),” tutur pria 60 tahun itu.

Kuantitas intan yang diasah pun menurun drastis dari biasanya. Jika dulu hampir setiap hari menggosok intan, kini Muhyan lebih sering menganggur di rumah. Muhyan menyebut beberapa tahun terakhir ini sulit mendapat intan mentah di pasar Martapura. ”Dulu mentahnya masih banyak, kapan saja cari (di pasar) pasti dapat,” paparnya.

Kini Muhyan lebih sering mengerjakan pesanan menggosok intan dari pelanggan. Dia mematok tarif Rp 400 ribu per karat. Soal hasil garapan, Muhyan bisa diandalkan.

Dia betul-betul memperhatikan 4C. Yakni, color (warna), clarity (kejernihan), cut (irisan), dan carat (bobot/berat). Puluhan tahun rumus itu dipatuhi Muhyan agar berlian yang dihasilkan tidak mengecewakan pembeli.

Tak jauh beda dengan Muhyan, nasib penjual intan mentah juga kurang menguntungkan akhir-akhir ini. M. Sahrani, penjual intan mentah dari Cempaka, Kota Banjarbaru, mengaku omzet penjualan intan mentah turun drastis beberapa tahun terakhir ini. ”Dulu omzet bisa sampai ratusan juta (per bulan), sekarang Rp 10 juta sampai Rp 15 juta saja,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil Musa itu bertahun-tahun menjembatani para pendulang di Cempaka, Kota Banjarbaru, menjual hasil dulangannya. Biasanya, dia menjual intan mentah itu ke luar kawasan tersebut.

Tidak hanya di Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar yang bertetangga dengan Kota Banjarbaru, bijih-bijih galuh itu juga dijual sampai ke Sumatera. ”Kalau relasinya banyak (di luar, Red), usaha (penjualan) tetap bisa jalan meski kembang kempis,” tuturnya.

Sebagai penghasil intan yang bergengsi, Martapura dan sekitarnya melahirkan banyak pialang (makelar) intan seperti Musa. Melalui jasa pialang, bijih intan mentah sampai ke tangan perajin. Dari perajin, intan disulap menjadi berlian yang bernilai tinggi. Di pasaran, berlian Banjar kualitas terbaik lebih mahal ketimbang berlian Eropa.

Lain dengan perajin dan pialang, saudagar berlian di Martapura tak banyak mengeluh soal hasil pendulangan intan yang menurun. Mereka tetap eksis di tengah kondisi pendulangan intan yang redup. ”Kita bergantung pelanggan. Kalau mereka cari berlian Banjar, ya kita carikan. Tapi, sekarang rata-rata (pelanggan) cari berlian Eropa,” kata M. Khairullah, saudagar berlian Martapura.

Irul, sapaan M. Khairullah, mengakui penjualan berlian Banjar memang meredup akhir-akhir ini. Jika dipersentase, jumlah pembeli berlian Banjar tak lebih dari 30 persen. Sisanya, 70 persen, lebih banyak mencari berlian Eropa. ”Kalau dari bahan, memang berlian Banjar yang terbaik. Tapi kalau dari sisi cutting (irisan, Red), kadang tidak simetris,” ujarnya.

Covid-19 yang menghantam Indonesia membuat Irul dan para saudagar di Martapura mengalami masa sulit. Namun, sebagai pedagang, Irul mengubah cara penjualan.

Dari semula offline beralih ke online. Dia menjual bermacam-macam perhiasan. Bukan hanya berlian Banjar, melainkan juga batu pertama dan perhiasan lain. ”Dulu punya toko, setahun ini belajar (jualan) online,” ujarnya.

Gemerlap pasar berlian dan kilauan batu-batu permata di Martapura juga tak ”berkilau” seperti dulu. Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura yang menjadi ikon wisata favorit para pelancong tampak sepi saat Jawa Pos berkunjung ke sana kemarin (13/1). Jauh dari ingar bingar pengunjung. ”Ditambah lagi karena ada pandemi (Covid-19), pengunjung makin sepi sekarang (di Pasar CBS, Red),” kata Irul. (*/c19/ttg)

Bundo Kanduang Gelar Pemilihan Puti Bungsu dan Rang Mudo

0
1 HL Bundo Kanduang Puti Bungsu dan Rang Mudo Minggu 16 Januari 2022 F Suprizal Tanjung 48 scaled
Salah seorang peserta mengikuti pelatihan modeling di event pembekalan Pemilihan Puti Bungsu dan Rang Mudo Minang di Asrama Haji, Batam Kota, Minggu (16/1/2021). F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos – Bundo Kanduang (BK) Kota Batam menggelar pembekalan untuk Pemilihan Puti Bungsu dan Rang Mudo Minang di Asrama Haji, Batam Kota, Minggu (16/1/2021).

Ketua BK Kota Batam,  Hj Fitri Yetty menyebutkan, salah satu tugas BK adalah  membantu Pemko Batam membina generasi muda  supaya tidak terjerumus kepada kenalan ramaja seperti  pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, balab liar dan kenakalan lainnya.

‘’Salah satu cara mencegahnya melalui event ini,’’ sebut  Hj Fitri Yetty didampingi Wakil Ketua Bundo Kanduang Batam, Hj Nurdiana saat itu.

Rangkaian acara dimulai dari Pembekalan 1 di Rumah Makan Bundo Kanduang, Minggu (9/1/2022); Pembekalan 2, Minggu (16/1/2022) di Asrama Haji; Semi final di Mega Mall, Sabtu (29/1/2022); dan Final di Swiss Belhotel Harbour Bay, Minggu (13/2/2022). Pemenang akan mendapat piala, sertifikat dan uang pembinaan.

Event ini papar Fitri, untuk memilih putra putri Batam yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar). Seluruh peserta akan digabungkan dalan organisasi bernama  Perkumpulan Puti Bungsu  dan Rang Mudo Kota Batam. Organisasi ini akan dibina BK bersama IKSB Batam, di bidang kreativitas dan adat budaya Minangkabau.

Fitri menambahkan sosok akan dipilih sebagai pemenang bukan hanya memiliki kecantikan fisik, tapi memiliki kepribadian dan cinta terhadap adat dan budaya Minangkabau dan Melayu.

Dalam pembekalan ini, tokoh Minang Batam, Dr Razaki Persada  SE MSi memberikan materi tentang Organisasi dan Kepemimpinan. Tujuannya, peserta mampu mengembangkan organisasi bisa menjadi pemimpin.

BACA JUGA: Komunitas Basiba Sumbar Cabang Kepri Dikukuhkan

Pimpinan Silhouette Model Batam, Silvia Hilda Kusumaningtyas SE memotivasi peserta supaya mempunyai semangat, kepribadian dan kreativitas dalam kehidupan.

Pemateri lainnya Uda Andre yang juga Pemenang Uda Uni di Sumbar  memberikan materi tentang Kepribadian Anak muda Minangkabau dan siap menjadi bintang. Muhammad Zein dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sekaligus pengurus Lembaga Adat Merlayu Batam memberikan pengetahuan Adat dan Budaya Melayu.

Ketua Panitia, Silvia Netti; Panitia Acara, Osriza Betri SS MM menambahkan, event ini didukung Wali Kota Batam, HM Rudi; Wakil Wali Kota Batam, H Amsakar Ahmad; Wakil Gubernur Kepri sekaligus Ketua GOW Batam, Hj Marlin Agustina Rudi; Ketua Bundo kanduang Alam Minangkabau, Prof Dr Puti Reno Raudhah Thaib; Ketua Majelis Tinggi Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB), H Erwin;  Ketua IKSB, H Erwin Ismail dan lainnya. (adv)

Reporter: Suprizal Tanjung

BC Batam Tegah Ratusan Barang Elektronik

0
Bea Cukai Batam
Ilustrasi. Kantor Bea Cukai Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

batampos – Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Batam selama 2021 menindak 11 kasus penyelundupan barang elektronik. Dari penegahan tersebut, petugas mengamankan ratusan unit barang dengan nilai barang mencapai Rp 772 juta.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah mengatakan dari 11 penindakan tersebut dilakukan di Pelabuhan Roro ASDP Telaga Punggur, Pelabuhan Domestik Sekupang, gudang importir, dan tempat penimbunan sementara.

“Penindakan barang elektronik ada. Saat ini barang-barang elektronik tersebut masih di dalam gudang BC,” ujar Rizki, Senin (17/1) siang.

Dari 11 penindakan tersebut, diantaranya berisikan 36 koli barang elektronik, 8 unit laptop, 8 koli televisi, 6 boks laptop bekas, 16 unit mesin foto copy, 4 unit televisi, 5 koli sound system, 2 unit flashdisc, 13 unit circuit board, 15 unit papan induk komputer, serta 5 unit laptop.

“Barang-barang ini pasti akan dimusnahkan atau dihibahkan. Tergantung hasil putusan peruntukan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL),” kata Rizki.

Rizki menjelaskan dari barang elektronik tersebut, diantaranya melanggar izin pengeluaran barang dan mengelak bea masuk (BM), kemudian pelanggaran larangan dan pembatasan (lartas), tanpa manifest, serta pemberritahuan palsu. “Dalam waktu dekat ini nanti akan ada yang kita musnahkan,” ungkapnya.

Rizki menambahkan dari beberapa penyelundupan tersebut, modus pelaku dengan membawa barang elektronik bersamaan dengan barang selunduoan lainnya. Seperti rokok. “Biasa tangkapannya campur dengan rokok juga dalam 1 kapal,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Simalungun Pasok Bahan Pangan ke Batam untuk Tekan Harga

0
Pemko Batam Pemkab Simalungun
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kanan) saat bertemu dengan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kedatangan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga dan rombongannya, Senin (17/1). Kunjugan kerja tersebut dalam rangka misi dagang Bupati Simalungun beserta Pelaku Usaha Cabe dan Telur dengan Distributor Sembako Kota Batam.

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga mengungkapkan, Kabupaten Simalungun merupakan daerah dengan hasil pertanian yang berlimpah. Umumnya merupakan hasil pertanian holtikultura seperti tomat, cabai, jahe, bawang dan lainnya.

“Masyarakat Simalungun 70 persen adalah petani dan hasil pertanian holtikultura. Jadi banyak yang bisa disuplai ke Batam,” kata Radiapoh.

Untuk itu ia berharap, ke depan akan ada kerjasama yang terbangun antara Kota Batam dan Kabupaten Simalungun terkait pangan. Di samping perihal pangan, Radiapoh mengaku banyak belajar dari Batam yang kini pembangunannya sangat gencar.

“Saya pribadi ucapkan terimakasih kepada Pemko Batam yang bentuk kepribadian saya. Hampir 20 tahun ada di Kepri, tanpa (pengalaman) kota Batam saya tak bisa jadi bupati di Kabupaten Simalungun,” ujarnya.

Ia menyebutkan realisasi kerja sama ini akan dilaksanakan paling lambat Februari mendatang. Komoditi yang pertama kali dikirim ke Batam adalah telur dan cabai merah. Melihat hasil pertanian di daerahnya yang surplus setiap tahunnya, pihaknya sangat bisa mengirimkan komoditi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam.

“Saya optimis kerja sama ini bisa sukses. Dan tentu stabilitas harga bisa terjaga bila komoditi pasokan cukup,” imbuhnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, pembangunan Batam memang sangat gencar dilakukan. Seiring pembangunan tersebut mobilitas manusia dipercaya akan semakin banyak ke Batam. Imbasnya, kebutuhan akan pangan juga akan banyak.

“Bandara dan pelabuhan kami bangun, sebetulnya ke depan butuh sembako banyak. Sekarang yang masuk ke Batam 6 jutaan, kalau nanti 15 jutaan akan banyak sekali,” katanya.

Rudi mengatakan, semakin banyak orang yang membutuhkan akan mempengaruhi harga. Dalam konteks ini, Rudi mengatakan harga tidak boleh tinggi sehingga memberatkan masyarakat.

“Pengusaha boleh saja untung, tapi tak boleh (harga bahan pangan) mencekik rakyat. Nah, ini kembali merujuk pada MoU,” ujarnya.

Rudi mengarahkan agar pembicaraan perihal tujuan kunker ini dapat dibicarakan lebih lanjut tingkat teknis, sebelum dilanjutkan pada fase kerjasama. Ia kembali mengingatkan perihal pengembangan Batam, seperti sektor pariwisata yang notabene mendatangkan banyak wisatawan.

“Batam prinsipnya bukan daerah untuk pertanian atau berkebun, tapi pangan ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (*)

Reporter : YULITAVIA

2.792 Tenaga Honor Kontrak Pemkab Karimun Diikutkan BPJS Laka Kerja dan Kematian

0

batampos – Tenaga honor kontrak di Kabupaten Karimun yang jumlahnya 2.792 orang. Semuanya diikutkan atau dimasukkan dalam program BPJS kecelakaan (Laka) Kerja dan Jaminan Kematian. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, Senin (17/1).

BACA JUGA: Tak Displin, Kontrak Puluhan Tenaga Honorer Pemkab Karimun Tak Diperpanjang

”Jaminan Laka kerja dan jaminan kematian yang kita akomodir untuk 2.792 orang tenaga honor kontrak ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Karimun. Mengingat, sebagai tenaga honor kontrak sudah tentu terbatas penghasilannya dan juga tidak ada pensiun,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Melalui program ini, kata Bupati, diharapkan bisa memberikan perlindungan. Khususnya, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tenaga honor kontrak tersebut sudah terlindungi. Dan, yang akan menerima manfaatnya adalah ahli waris atau keluarga dari tenaga honor kontrak tersebut. Hanya saja, bagi ahli waris yang menerima santunan dari jaminan Laka kerja dan jaminan kematian agar dapat menggunakan dana tersebut dengan benar.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sekupang, Batam menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris.

”Selain penandatanganan nota kesepakatan, hari ini (Senin, red) juga dilakukan penyerahan santunan untuk tenaga honorer kita yang meninggal. Saya berharap dengan dana santunan tersebut bisa membantu perekonomian keluarga dan khusus bisa tetap menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi. Sebab, dari dana santunan itu ada dana beasiswa untuk dua orang anak. Dan, kita juga berharap kepada BPJS Ketenagakerjaan agar ke depan bisa menambah jumlah anak untuk mendapatkan beasiswa menjadi 3 orant,” paparnya.

Dikatakan Bupati, kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Karimun saat ini memang belum mampu untuk mengakomodir semua tenaga honor yang ada. Termasuk honor insentif dan para guru. Untuk yang belum terakomodir BPJS Laka kerja dan jaminan kematian ada sekitar 5 ribuan orang lagi. Diharapkan, untuk bisa mengakomodir, mungkin salah satunya melalui program CSR Deri BPJS. Seperti beberapa waktu lalu yang pernah dilakukan antara pemerintah daerah dengan BPJS.

”Berdasarkan perhitungan, dana yang dibutuhkan untuk membayar BPJS Kesehatan dan juga BPJS Ketenagakerjaan (jaminan Laka kerja dan jaminan kematian) termasuk pekerja beresikor tinggi sekitar Rp46 miliar sampai Rp50 miliar per tahun. Dan, yang mampu ditanggung Pemerintah Kabupaten Karimun baru separoh atau Rp20 miliar. Kita berharap ke depan keuangan daerah akan terus membaik. Sehingga, bisa mengakomodir semua kebutuhan untuk pembangunan dan juga melindungi melalui program BPJS,” jelas Bupati. (*)

Reporter: Sandi

Badan Anti-Doping Cabut Sanksi Indonesia, Merah Putih Bisa Berkibar

0
Tim bulu tangkis putra Indonesia keluar sebagai juara Piala Thomas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10). Namun, akibat sanksi WADA, bukan bendera Merah Putih yang berkibar, tetapi bendera PP PBSI. (BWF ) (Dokumentasi PP PBSI/Antara)

batampos – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memastikan bahwa Badan Anti-Doping Dunia (WADA) akan segera mencabut sanksi kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Pencabutan sanksi itu akan dilakukan pada awal Februari mendatang.

Kepastian tersebut didapat berdasarkan surat resmi WADA, yang ditandatangani Kepala Unit Kepatuhan (Head of the Compliance Unit) WADA Emiliano Simonelli. Surat itu dikirimkan kepada LADI pada Jumat, 14 Januari 2022.

“Berdasarkan surat resmi WADA yang dikirim Jumat terkait isu-isu terkait sanksi diberikan kepada Indonesia, mereka menyatakan bahwa per awal Februari sanksi ini akan dicabut,”kata Okto dalam konferensi pers virtual dikutip dari Antara.

Okto yang merupakan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA melakukan konferensi pers bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Pembebasan sanksi WADA terhadap LADI ini berlangsung relatif cepat. Sebab, WADA memberikan sanksi kepada LADI dalam waktu sela selama setahun. Itu terhitung sejak WADA menjatuhkan sanksi pada 7 Oktober 2021.

Dengan ini, Okto memastikan bahwa bendera Merah Putih bisa kembali berkibar. Indonesia juga bisa kembali menjadi tuan rumah ajang-ajang internasional pada 2022.

“Tapi apa yang disampaikan WADA ini bukan berarti kami bisa bekerja lebih santai. Diharapkan, ke depan, LADI bisa menjadi lembaga independen yang profesional dan dipercaya dan bisa memberi kontribusi bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dunia,” imbuh Okto.

Setelah LADI terbebas dari sanksi, tim gugus tugas selanjutnya akan melakukan kerja lagi. Yakni melakukan proses investigasi terkait akar masalah ketidakpatuhan LADI atas pemberian sampel doping.

“Setelah akselerasi pembebasan sanksi, proses investigasi akan segera dimulai dan kami akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang lebih kompeten untuk menyelesaikan ini,” ucap dia.

Menpora Zainudin Amali menambahkan bahwa WADA sudah sangat puas dengan apa yang dilakukan Indonesia.

“Insya Allah yang selama ini merisaukan kita semua sebagai warga bangsa, tentang pelarangan pengibaran bendera, maka mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang dan halangan-halangan lain, maka awal Februari (Merah Putih) sudah bisa berkibar,” kata Zainudin dikutip dari situs resmi Kemenpora. (*)

Reporter: JPGroup

Ibu Kota Baru akan Dipimpin Kepala Otorita Setara Menteri

0
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) DPR RI, Saan Mustopa mengatakan, nantinya ibu kota negara di Kalimantan Timur akan dipimpin oleh Kepala Otorita. (dok DPR RI)

batampos – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) DPR RI, Saan Mustopa mengatakan, nantinya ibu kota negara di Kalimantan Timur akan dipimpin oleh Kepala Otorita.

Menurut Saan, nantinya di Provinsi Kalimantan Timur tidak lagi dipimpin oleh seorang Gubernur, melainkan Kepala Otorita.

“Iya bukan Gubernur, jadi pihak yang menyelenggarakan pemerintahan daerah khusus itu namanya otorita yang dipimpin Kepala Otorita,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1).

Legislator Partai Nasdem menuturkan, Kepala Otorita tersebut setara menteri yang ditunjuk Presiden RI. Nantinya jika dibutuhkan maka akan ada pula Wakil Kepala Otorita.

“Kepala Otorita IKN itu bukan seperti Kepala Otorita Batam yang merupakan sebuah badan, namun ini penyelenggara pemerintahan,” katanya.

Saan menuturkan, nantinya Presiden berhak menunjuk Kepala Otorita Ibu Kota Negara tanpa harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR.

“Ini terkait dengan representasi politiknya. Kami ingin representasi politiknya cukup di daerah pemilihan nasional,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengaku Presiden Jokowi sudah memberi nama ‘Nusantara’ bagi ibu kota negara baru tersebut.

Suharso mejelaskan alasan Presiden Jokowi memilih nama Nusantara sebagai ibu kota baru. Kata Suharso, Nusantara merupakan konseptualisasi wilayah geografi negara yang konstituennya adalah pulau yang disatukan oleh lautan. Hal ini menunjukkan Indonesia sebagai negara maritim.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menuturkan, Nusantara adalah sebuah kemajemukan yang di dalamnya adanya budaya, etnis dan yang lainnya dari Indonesia. Oleh sebab itu, Suharso mengatakan Nusantara adalah menggambarkan realitas dari Indonesia itu sendiri. (*)

Reporter: JP Group

Rugikan Warga, Minta Lokasi SUTT Dipindahkan

0
Tower Jaringan SUTT 1 F Cecep Mulyana scaled e1642473806682
Sejumlah pekerja melakukan pengerjaan infrastruktrur jaringan SUTT di depan SMAN 3 Batam Batubesar Nongsa, Senin (17/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Masyarakat di Perumahan Kluster Puri Melati meminta Bright PLN Batam, memindahkan patok pembangunan SUTT. Perwakilan warga RT 05 RW 37, Binsar Siahaan mengatakan mendukung pembangunan SUTT, karena untuk ekomomi dan masyarakat.

“Kami mendukung. Apalagi pemerintah yang buat. Hanya saja, di depan perumahan tiangnya. Kami melihat ada beberapa poin kerugian masyarakat di kawasan ini,” kata Ketua RT 05, Binsar Siahaan, Senin (17/1).

Ia mengatakan dua poin menjadi kerugian warga adalah merusak estetika perumahan tersebut. Selain itu, menurunkan nilai ekonomis properti milik masyarakat di kawasan itu.

“Sejauh ini memang belum. Tapi, jika sudah berdiri, orang akan melihat perumahan kami ada tiang SUTT dan kabelnya yang membentang. Hal ini akan menjadi nilai minus properti kami,” ujarnya.

Ia berharap kebijaksanaan Bright PLN dan pemerintah, untuk dapat memindahkan tiang tersebut. Sehingga tidak merusak estetika dan nilai ekonomis perumahan masyarakat.

“Geser saja, sebab setahu kami dulunya di area kawasan bandara. Lalu, digeser ke perumahan warga,” ujarnya.

Ia mengatakan terkait hal ini masyarakat sudah mengajukan perkara ini ke Pengadilan Negeri Batam, dengan nomor : 166/Pdt.G/2020/PN Btm, tanggal 27 Agustus 2020. Lalu, keluarlah keputusan Pengadilan Negeri Batam No. 233/PDT.G/2020/PN.BTM, tanggal 22 April 2021 yang menyatakan gugatan penggugat dan tergugat sama-sama ditolak.

Selanjutnya, warga kembali mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru, nomor No. 233/PDT.G/2020/PN.BTM, tanggal 28 Mei 2021, dengan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru nomor 135/PDT/2021/PT PBR, tanggal 22 September 2021 dengan hasil menguatkan hasil Keputusan Pengadilan Negeri Batam.

“Artinya dalam gugatan ini tidak ada pihak yang dimenangkan. Saat ini, kami mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Saat ini masih dalam proses dan belum ada keputusan,” ucapnya.

Ia mengatakan masyarakat patuh akan hukum yang berlaku. Namun, baik di Pengadilan Negeri Batam maupun Pengadilan Tinggi Pekanbaru, tidak ada menyatakan kemenangan terhadap masyarakat maupun PLN.

“Kami ini patuh, jika memang sudah ada putusan secara hukum. Jika kami dinyatakan kalah di MA nanti, silahkan lanjutkan pembangunan,” ucapnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

Ferrari akan Luncurkan Mobil F1 Baru

0
Pembalap Ferrari Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr. memacu mobilnya saat sesi latihan bebas di Grand Prix Qatar, di Sirkuit Losail (20/11/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Thaier Al-Sudani/)

batampos – Tim Scuderia Ferrari pada Senin (17/1) mengumumkan jadwal peluncuran mobil terbaru yang bakal dipakai untuk mengarungi musim Formula 1 2022.

Pabrikan Italia tersebut menyatakan melalui Twitter bahwa 17 Februari sebagai hari dibukanya selubung mobil terbaru yang bakal ditunggangi Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr.

Melalui sosial media, tim kuda jingkrak itu mengunggah video teaser tanggal peluncuran mobil baru mereka.

Ferrari menjadi tim kedua yang mengumumkan jadwal peluncuran mobil mereka setelah Aston Martin pada pekan lalu. Mereka menyebut akan meluncurkan AMR22 pada 10 Februari.

Nama mobil baru Ferrari belum terungkap, namun tim merah itu akan memasuki musim baru bermodal hasil positif tahun lalu di mana mereka finis di peringkat tiga klasemen konstruktor.

Bangkit dari hasil terburuk tim itu dalam 40 tahun terakhir, yaitu saat terperosok ke peringkat enam pada 2020.

Sainz dan Leclerc mempersembahkan lima podium dan dua pole position untuk membawa Ferrari mendekati dua tim teratas, Mercedes dan Red Bull.

Ferrari dikabarkan ingin memperbarui kontrak Sainz menyusul musim pertamanya yang impresif tahun lalu. Kontrak pembalap Spanyol itu akan habis pada pengujung 2022.

Kendati gagal memenangi balapan untuk musim kedua secara beruntun, namun Ferrari mengatakan data yang dikumpulkan kedua pembalap musim lalu bisa dijadikan modal bagus untuk mengarungi musim baru ini.

Apalagi tahun ini akan berlaku perombakan regulasi yang akan mengubah bentuk mobil secara signifikan.

Mobil baru Ferrari tak akan menunggu lama untuk mengaspal. Setelah peluncuran 17 Februari, mobil tersebut akan menjalani uji coba pramusim di Catalunya, Spanyol, 23 Februari.

Setelah itu, tes akan dilanjutkan di Bahrain pada 10-12 Maret, sebelum balapan pembuka di sirkuit yang sama pada 20 Maret. (*)

Reporter: Antara

Pergantian Warna Pelat Kendaraan Mulai Maret

0
Kombes Harry Goldenhardt f humas polda kepri untuk batam pos e1640790055159
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt S

batampos – Pergantian warna pelat kendaraan direncanakan akan dimulai Maret mendatang. Khusus untuk kendaraan seri V (Completely Build Up) dan Z (eks Singapura) di kawasan FTZ Batam, platnya berwarna hijau dengan tulisan warna hitam.

“Iya, pelat berwarna hijau dengan tulisan hitam untuk kendaraan bermotor di kawasan perdagangan bebas, yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, Senin (17/1).

Pergantian ini sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 7 tahun 2021, tentang Warna Dasar Pelat Kendaraan. Di pasal 45 selain disebutkan TNKB untuk kendaraan yang mendapat fasilitas FTZ, juga mengatur TNKB lainnya. Seperti sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat satu, bahwa warna dasar putih, tulisan hitam, khusus untuk kendaraan bermotor perseorangan, badan hukum, PNA, dan badan internasional.

Pelat dasar kuning, tulisan hitam untuk kendaraan umum. Pelat merah dengan tulisan putih, dan untuk kendaraan bermotor milik instansi pemerintah.

Saat ditanya, apakah Maret akan diberlakukan serentak seluruh Kepri? Harry mengaku masih belum memastikannya. Karena, petunjuk penerapan aturan ini, masih belum disampaikan oleh Kakorlantas.

“Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Korlantas Polri,” ujar Harry.

Hal senada diucapkan Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Medyanta. Ia mengaku belum menerima telegram resmi kakorlantas soal pergantian warna pelat kendaraan tersebut. Namun, secara umum, pihaknya sudah mengetahui dan rencananya akan dimulai pada Maret mendatang.

“Saya masih di Mabes Polri hingga kini, semoga dalam waktu dekat sudah ada petunjuk teknisnya,” ujarnya.

Pergantian warna pelat kendaraan ini, akan dilaksanakan secara bertahap. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

Play sound