Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8602

Persebaya Sayangkan Inkonsistensi PSSI

0
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso. (F. main-main)

batampos – Persebaya bakal menghadapi Bali United dalam laga tunda pekan ke-17 Liga 1 2021-2022, Rabu (5/1). Hanya saja, empat pemain yang sebelumnya membela Timnas di Piala AFF 2020 belum bergabung. Keputusan ini disayangkan oleh pelatih Persebaya, Aji Santoso.

Laga antara Persebaya Melawan Bali United sejatinya dijadwalkan pada 13 Desember 2021. Sekaligus menjadi pertandingan penutup seri ketiga. Saat itu, PSSI memutuskan untuk menunda laga tersebut ke tanggal 5 Januari. Alasan utamanya adalah pemanggilan dua pemain tambahan Persebaya ke Timnas.

Saat itu, Persebaya dijanjikan bisa menggunakan pemain-pemain yang membela Timnas ketika bertanding di laga tunda. Namun, ketika tiba waktunya, justru mereka masih tertahan di Jakarta. Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya sedang menjalani karantina setelah pulang dari Singapura.

Keputusan ini disesalkan oleh Aji. Inkonsistensi PSSI merugikan timnya. “Seharusnya pertandingan besok ditunda karen pemain nasional kita belum bisa bergabung. Padahal, dulu PSSI menjanjikan bisa dipakai,” ungkapnya seperti dilansir laman resmi Persebaya.

Menurutnya, jika tetap tidak bisa menggunakan jasa pemainnya yang dipanggil Timnas, lebih baik pertandingan digelar pada Desember lalu. Tepat saat penampilan Persebaya tengah on fire.

“Kita rugi di waktu dan masalah recovery. Persaingan makin ketat dan kita butuh pemain nasional kita. Kalau klub lain di posisi kami ini pastinya juga keberatan,” lanjutnya.

Meski demikian, Aji menyatakan timnya siap menghadapi Bali United. Di tengah krisis pemain yang tengah dihadapi, ia sudah menyiapkan beberapa rencana. Termasuk menyiapkan pengganti Alie Sesay dan Rizky Ridho yang belum bisa bergabung dengan tim.

Taisei Marukawa dkk tetap dituntut meraih poin penuh. “Yang namanya Bali United ya dari Bali, mau main di stadion mana pun ya sama tetap di kandang. Tapi itu jadi motivasi tambahan kami untuk mengalahkan mereka. Semua pemain siap, semoga kita bisa menampilkan permainan terbaik dan meraih hasil sempurna,” tandasnya. (*)

Reporter: JPGroup

Nahkoda Kapal Milik Acing Ditangkap di Malaysia

0
Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian (kiri) bersama Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt memberikan keterangan pengungkapan Tersangka Acing dalam kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang tenggelam di Malaysia saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (3/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos-Ada 13 orang yang selamat dari kasus tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal dari Bintan menuju Malaysia. Dua diantaranya adalah adalah nakhoda dan anak buah kapal yang terbalik di perairan Malaysia milik Susanto alias Acing, warga Bintan. Keduanya Sofyan dan Amirul.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan TKI BP2PMI Kepri, Darman Sagala mengatakan, Indonesia menghormati proses hukum yang berjalan di Malaysia. “Karena mereka memang melakukan pelanggaran, tentunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku disana (Malaysia),” ujar Darman.

BACA JUGA: Polisi Buru Rekan Acing, Sindikat Pengirim TKI Ilegal ke Malaysia

Hingga kini, Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang tersangka. Salah seorang tersangka yang terbaru yakni Acing, masih menjalani pemeriksaan intensif. Dari kasus Acing, polisi juga menelusuri harta yang didapat dari tindak pidana penyelundupan manusia.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman menyampaikan akan mengantisipasi pengiriman PMI secara ilegal. Ia mengatakan sudah meminta Polisi Perairan menambah intensitas patroli. Namun, ia mengatakan karena keterbatasan armada, patroli tidak bisa dilakukan secara masif.

Selain itu, jika ada menemukan kapal mencurigakan, Kapal milik Polair paling cepat melaju di 36knot. Sedangkan kapal para penyelundup dapat melaju lebih kencang. Karena kapal penyelundup sering menggunakan 4 unit atau bahkan sampai 6 unit mesin 200pk.

Demi mengantisipasi kekurangan itu. Aris mengaku sudah meminta jajaran Polda Kepri, seperti Kapolres dan Kapolsek, melakukan patroli darat di kawasan-kawasan yang rawan digunakan sebagai tempat pemberangkatan PMI ilegal. “Khususnya di Bintan, Karimun dan Tanjunglinang, saya minta cek. Termasuk juga penampungan PMI,” ucapnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Kasus Sabu 107 Kg Segera Diadili di PN Batam

0
Pemusnahan Sabu 107 Kg 1
Ilustrasi. Pemusnahan barang bukti 107,444 kilogram narkotika jenis sabu oleh Satuan Narkoba Polresta Barelang bersama instansi terkait di Mapolresta Barelang, Rabu (6/10/2021) lalu. F. Humas Polresta untuk Batam Pos

batampos – Kasus Penyelundupan 107 kilogram sabu dalam waktu dekat akan disidang di Pengadilan Negeri Batam. Hal itu setelah jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan lengkap berkas perkara ke penyidik polisi.

Kasi Intel Kejari Batam Wahyu mengatakan, JPU telah selesai meneliti berkas perkara sehingga menyatakan P21 (lengkap). Karena sudah lengkap, maka proses tahap 2 akan dilakukan pada hari ini Rabu (5/1). Dimana penyidik polisi akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Batam.

“Perkara narkotika 100 kilogram lebih sudah P21, besok (hari ini, red) tahap 2,” ujar Wahyu.

Selanjutnya penyidik kepolisian akan menyerahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap 2) ke pihak kejaksaan. Setelah menerima pelimpahan berkas tahap 2, kata dia, kewenangan penahanan secara otomatis akan beralih dari penyidik polisi ke pihak Kejari Batam.

“Dalam tahap 2, Kejaksaan akan menerima berkas perkara, para tersangka dan barang bukti. Selanjutnya akan di daftarkan ke Pengadilan untuk naik ke persidangan,” kata Wahyu.

Usai proses tahap, maka perkara akan dilimpah ke pengadilan. Tentunya setelah JPU melengkapi proses administrasi.

“Setelah tahap 2, nanti ada melengkapi proses administrasi untuk kemudian dilimpah ke pengadilan,” imbuh Wahyu.

Diketahui, kasus penyelundupan sabu seberat 107,258 Kg ini merupakan hasil penindakan dari Polresta Barelang dan DJBC Kepri pada 5 September 2021 lalu.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti sabu, satu unit kapal yacht dan 5 tersangka berinisial RH, A , EAH, ROS dan H di perairan Pulau Putri Batam.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga menegaskan bahwa menetapkam satu orang yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial JB.

Penyelundupan ratusan Kg sabu oleh jaringan internasional ini menggunakan modus baru, yakni para pelaku berpura-pura menjadi pemancing dengan menggunakan kapal mewah cepat.

107,258 Kg sabu ini ditaksir memiliki harga kotor sebesar Rp 128 Miliar, ke-5 pelaku dijerat dengan Pasal 142 Ayat 2 Jo Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 115 Ayat 2, dengan ancaman mati. (*)

Reporter : Yashinta

Arema FC Gaet Dua Pemain Anyar, Targetkan Puncak Klasemen

0
Fabiano Beltrame digaet Arema FC dengan status pinjaman (Twitter @AremafcOfficial)

batampos – Arema FC kembali menambah kekuatan dengan mendatangkan dua pemain baru yakni Fabiano Beltrame dan Sandi Sute dengan status pinjaman dari Persis Solo. Fabiano sebelumnya pernah memperkuat Persib Bandung. Sedangkan Sandi Sute adalah mantan penggawa Persija Jakarta.

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana dalam keterangan tertulis mengatakan kedua pemain tersebut merupakan hasil rekomendasi dari pelatih Eduardo Almeida.

“Kami mendapatkan rekomendasi dari tim pelatih, kemudian kami menindaklanjutinya. Usai final Liga 2, upaya rekrutmen keduanya kami intenskan. Klub lama dan pemain memutuskan berjodoh dengan Arema FC,” kata Gilang.

Gilang menambahkan didatangkannya dua pemain baru tersebut merupakan salah satu komitmennya untuk membawa Singo Edan menduduki puncak klasemen Liga 1. Penambahan pemain itu juga dilakukan sebelum jendela transfer ditutup pekan depan.

Menurut dia, kedua pemain tersebut langsung bertolak ke Bali untuk bergabung bersama skuad Singo Edan. Ia pun berharap, kedua pemain baru tersebut bisa cepat beradaptasi dengan tim.

“Kami optimistis keduanya segera padu dengan karakter Singo Edan di bawah arahan Eduardo Almeida,” ujar Gilang.

Terlebih, lanjutnya, bagi Fabiano, bergabungnya dengan klub kebanggaan arek-arek Malang itu merupakan sebuah nostalgia karena ia pernah bermain bersama Arema FC dan menjuarai Bali Island Cup 2015.

“Semoga enjoy dan ukir prestasi lagi Arema FC di Bali, amin,” tutur Fabiano.

Fabiano sudah empat kali mengantar Arema menjuarai sejumlah turnamen, yakni Trofeo Persija tahun 2015, SCM Cup 2015, Inter Island 2014, dan Bali Cup 2015.

Sementara itu, Sandi Sute dinilai merupakan pemain multitalenta yang sarat pengalaman di kompetisi Indonesia. Meski posisi originalnya berada pada gelandang bertahan, namun diyakini Sute akan mendapatkan tugas lebih dari sekedar posisi aslinya tersebut.

“Hadirnya Sute akan menambah daya gedor sekaligus daya tahan Singo Edan. Kami sungguh berharap Sute dapat memberikan kontribusi positifnya untuk selalu bawa kemenangan di setiap laga Arema FC,” harap Gilang.

Rencananya, Fabiano akan mempertahankan nomor punggung sakralnya, yakni 15, sedangkan Sandi Sute akan mengukir prestasinya bersama Arema FC dengan mencatatkan nomor punggung 29.

Sebelumnya, Arema FC juga telah menambah penggawa baru untuk memperkuat sektor sayap dengan mendatangkan Ryan Kurnia yang sebelumnya bermain untuk Sulut United. Penambahan pemain baru itu diharapkan mampu menambah daya gedor Arema FC. (*)

Reporter: Antara

Sehari, 687 Orang Tinggalkan Kota Batam

0
Pelni KKP e1636614813296
Ilustrasi. Personel Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam melaksanakan pengamanan kedatangan dan keberangkatan KM Kelud di Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Foto: Humas KKP untuk batampos.co.id

batampos – Sebanyak 687 penumpang naik Kapal Pelni di Pelabuhan Batuampar menuju Pelabuhan Belawan, Medan. Sementara itu, penumpang turun di Batam sebanyak 11 orang dan penumpang lanjutan dari Tanjungpriok ke Pelabuhan Belawan, Medan sebanyak 65 orang.

Hal ini disampaikan Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Yusriadi Yusuf, usai melaksanakan pengamanan kedatangan KM Kelud dari Tanjungriok, Jakarta di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa (4/2/2021).

Menurutnya, sejak beberapa pekan terakhir, khususnya ketika menjelang Natal dan Tahun Baru lalu, terjadi peningkatan penumpang. Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat yang menggunakan transportasi kapal laut, maka dilaksanakan pengamanan kedatangan dan
keberangkatan KM Kelud di Pelabuhan Batuampar, Batam.

”Pengamanan kedatangan dan keberangkatan Pelni merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Batam beserta instansi terkait di Pelabuhan Batuampar,” ujarnya.

Hal ini bertujuan agar masyarakat merasa aman dan nyaman dengan hadirnya polisi di sekitar masyarakat dengan cara memberikan pelayanan pengamanan.

Kemudian, hal ini ditujukan untuk mencegah barang berbahaya ataupun terlarang masuk ke kapal mengingat daerah perbatasan merupakan salah satu jalur keluar masuknya barang berbahaya dan terlarang.

”Dalam pelaksanaan pengamanan, selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap orang maupun barang-barang calon penumpang yang akan naik ke kapal sebagai antisipasi kejadian yang dapat mengganggu keamanan,” tambah Yusuf.

Di samping itu, personel KKP Batam juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan kepada masyarakat, selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, selalu memakai masker serta tidak berkumpul sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

”Imbauan protkes ini sebagai upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Walaupun sudah melandai, kita tetap tak boleh lengah dan tetap menerapkan protkes yang ketat,” tegas Yusuf.

Reporter: Rengga Yuliandra

Objek Wisata Maya Bay di Thailand Kembali Dibuka

0
Seorang turis mengabadikan foto di Maya Bay, Thailand, sebelum kebijakan pemulihan ekosistem diberlakukan. Otoritas Wisata Thailand kembali membuka objek wisata Maya Bay sejak 3 Januari 2022 lalu sebagai bagian dari pemulihan ekonomi negeri dari sektor pariwisata. ( F Athit Perawongmetha/Reuters)

batampos – Thailand kembali membuka objek wisata pantai Maya Bay di Pulau Phi Phi sejak Senin (3/1/2022). Setelah lebih dari dua tahun ditutup, lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo DiCaprio pada 2000 itu kembali dibuka sebagai upaya pemulihan ekonomi negeri dari sektor pariwisata.

Maya Bay tidak diperuntukkan bagi turis sejak 2018 lalu. Alasan utamanya yakni ditutup setahun untuk pemulihan ekosistem di kawasan Phi Phi Lei itu. Namun, kembali diperpanjang setelah pandemi Covid-19 melanda, dimana lockdown terjadi di berbagai negara.

Maya Bay ini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Thailand di Laut Andaman, Provinsi Krabi. Pemandangannya indah. Laut biru bergradasi toska yang dikelilingi tebing karst. Ada juga taman mangrove dan destinasi wisata Pulau Kao Phing Khan atau James Bond Island di sekitarnya. Di sini, para turis bebas berjemur, snorkeling atau hanya sekedar memandang dari atas kapal.

Selain dari Krabi, Maya Bay ini juga bisa diakses dari Pulau Phuket. Paket wisata Phi Phi Islands termasuk kunjungan ke Maya Bay dan Pulau Phi Phin Don ini sudah bisa kembali didapatkan para turis mulai awal 2022 ini.

“Sejak pemulihan ekosistem, ikan hiu sudah mulai berdatangan, terumbu karang sedang bertumbuh dan air lautnya sudah mulai jernih lagi. Ini menunjukkan, alam akan pulih jika kita memberikannya waktu. Kita harus berusaha menjaga dan merawatnya,” ujar Gubernur Badan Pariwisata Thailand, Yuthasak Supasorn seperti dilansir dari Reuters, Selasa (4/1/2022) waktu setempat.

Meski dibuka untuk umum, namun Otoritas Pariwisata Thailand di Krabi hanya membatasi 375 turis yang berkunjung dalam waktu bersamaan. “Berenang dan berjemur pantai belum diperbolehkan hanya memandang saja,” ujar Yuthasak.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda berbagai negara di dunia, sektor pariwisata menyumbang 12 persen pendapatan bagi perekonomian Thailand. Setiap tahun, rata-rata 40 juta kunjungan turis hingga 2019. Namun terjun bebas hingga 96 persen sejak pandemi melanda. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Proses Lelang SPAM Batam Harus Adil dan Profesional

0
SPAM Batam
Ilustrasi. Masyarakat mendatangi kantor pusat SPAM Batam di Batam Center. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Hasil prakualifikasi lelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam telah keluar, 29 Desember lalu. Empat perusahaan dan konsorsium lolos dalam lelang yang penyelenggaraannya sangat berlarut-larut tersebut.

Sejumlah pihak mewanti-wanti agar proses berikutnya dijalankan secara adil dan profesional, agar Batam bisa memiliki operator yang cakap dalam sektor pengelolaan air ini.

Kepala Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Siadari mengatakan ia sangat menantikan putusan akhir dari lelang ini, dimana gelarannya sudah tertunda beberapa kali. Sementara Moya Indonesia selaku operator masa transisi, telah diperpanjang kontraknya berulang kali dalam jangka pendek.

“Mudah-mudahan ini yang terbaik, tentunya dengan proses terbaik, dari yang kami harapkan selama ini. Saya harap dalam lelang ini, BP Batam jangan main-main, karena ini menyangkut hal yang sangat penting kedepannya,” kata Lagat di Batam Centre, Selasa (4/1).

Adapun harapan dari warga Batam, yakni pengelolaan SPAM Batam bisa sekelas dengan Singapura. “Datang ke Singapura, kemudian ke Batam, jangan sampai dilihat warga asing, jauh kali bedanya. Ini masalah prestise antara negara,” tuturnya.

Apalagi, Batam merupakan kota industri, sehingga air menjadi kebutuhan dasar yang penting bagi keberlangsungan industri.

“Kedepannya, saya harap kita tidak mendengar lagi stress area, rationing bergilir, janganlah. Cadangan air kita cukup, sehingga optimalisasi Waduk Tembesi diperlukan, karena sekarang baru suplai Waduk Mukakuning. Di sana, masih banyak stress area, padahal banyak industri shipyard yang menggantungkan hidupnya di daerah tersebut,” jelasnya.

Ia berharap, empat perusahaan yang lolos memiliki empat kunci utama dalam pengelolaan SPAM, yakni modal, SDM, teknologi serta pengalaman.

“Itu akan menentukan sukses tidaknya, operasional air di Batam. Jangan sampai ada uang, tapi tak punya pengalaman, SDM dan teknologi. Kalau bisa bawa Batam ini minimal menyamai Singapura, sehingga Batam memiliki citra yang baik di dunia internasional,” paparnya.

“Jangan tertunda lagi, jangan batal lagi. Di masa transisi ini, banyak warga yang kecewa. Sehingga hal ini menjadi tantangan BP Batam selaku regulator SPAM Batam kedepannya, dalam ciptakan pelayanan lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, dari kalangan pengusaha juga berharap pengelolaan air terbaik buat Batam. “Dari kita harapannya tentu sama saja. Agar panitia lelang bekerja secara transparan dan profesional agar bisa dipilih pemenang lelang yang berkualitas dan dapat memberikan pelayanan terbaik untuk Batam,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid.

Rafki mengingatkan kalau layanan air bersih merupakan layanan dasar yang sangat berdampak luas di masyarakat dan juga menjadi salah satu pertimbangan investor ketika menanamkan investasinya.

“Jika layanan air bersih tidak tersedia dengan optimal di Batam tentunya akan membuat Batam menjadi buruk di mata investor. Kita yakin panitia lelang akan bekerja secara profesional. Kita percayakan prosesnya kepada panitia sambil tetap diawasi bersama sama. Kalau bisa prosesnya jangan sampai berlarut larut supaya layanan air bersih yang berkualitas di Batam bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, empat peserta lelang kerja sama penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum hulu Batam, dinyatakan lolos oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (29/12).

Pengumuman tersebut berdasarkan pada pengumuman yang bernomor PQ-HULU/38/12/2021 yang bisa dilihat di website bpbatam.go.id. ATB tidak lolos, dalam tahapan prakualifikasi yang sudah diulang untuk yang pertama kalinya ini. Tahapan prakualifikasi pertama dinyatakan gagal Agustus lalu.

Adapun empat peserta yang lolos yakni pertama, Konsorsium PT Krakatau Tirta Industri-Perum Jasa Tirta II-PT Adaro Tirta Mandiri-PT Strivechem Indonesia. Kedua, PT PAM Lyonnaise Jaya. Ketiga PT Moya Indonesia-PT PP Persero. Dan terakhir Konsorsium Adonis Investment Holding Pte.Ltd-Tritech Engineering & Testing (Singapore) Pte.Ltd-PT Traya Makassar (Konsorsium AIH-TTM-TET).

“Ini merupakan daftar peserta yang lulus prakualifikasi berdasarkan hasil evaluasi terhadap dokumen kualifikasi. Urutan daftar peserta yang lulus prakualifikasi tidak menunjukkan peringkat peserta,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.

Peserta yang keberatan dengan pengumuman tersebut dapat menyampaikan sanggahan kepada panitia lelang, yang harus disampaikan secara tertulis dan ditandatangani oleh perwakilan resmi peserta. “Masa sanggah dari 30 Desember 2021 sampai 5 Januari 2022,” imbuhnya. (*)

Reporter: Rifki Setiawan

Sumbar Kekurangan Polhut dan Penyuluh Kehutanan

0

 

batampos – Sumatera Barat masih kekurangan Polisi Kehutanan (polhut) dan penyuluh kehutanan. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, Sumbar hanya memiliki 95 orang polhut dan 43 orang penyuluh kehutanan. Dengan luas hutan sekitar 1,5 juta hektar, angka tersebut tidaklah ideal. Itu terkuak saat kunjungan kerja (kunker) dua Senator DPD RI asal Sumbar, Emma Yohanna dan Alirman Sori ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar.

Dalam kunker terkait ‘Inventarisasi Materi Pengawasan Atas Pelaksanaan Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kedua senator itu disambut hangat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Yozarwardi yang didampingi kepala bidangnya.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih atas kedatangan Senator Emma Yohanna dan Alirman Sori yang berdiskusi menjemput bola langsung ke OPD terkait, tentang regulasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” ucap Yozarwardi seraya mengatakan dalam undang-undang tersebut, ada hak-hak masyarakat di dalam hutan lindung yang sudah turun temurun disana dan solusi penyelesaiannya.

Dalam diskusi tersebut dibahas juga tentang solusi penyelesaian dari masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satunya, solusi Tanah Objek Reforma Agraria (Tora) dan kehutanan sosial.
Tak hanya itu, dalam diskusi tersebut dibahas tentang pengelolaan hutan.

Terkait pengelolaan itu, kata Yozarwardi, Sumbar masih kekurangan Polhut dan penyuluh kehutanan.
“Angka tersebut, sangat tidak ideal sekali. Dengan hutan yang kita miliki seluas 1,5 juta hektar, hanya memiliki 95 orang Polhut. Itupun usia mereka sudah tua. Satu Polhut mewilayahi 3.000 hektar itu penting, sehingga kita menjaga dan melestarikan untuk anak cucu kita,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Sumbar pun masih kekurangan penyuluh.

“Dari seribu lebih nagari, kita hanya memiliki 43 orang penyuluh. Itu pun sangat tidak ideal sekali,” jelasnya.

Belum lagi kebijakan pemanfaatan hutan. Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPH) UPTD Operator tidak dapat lagi bekerjasama dalam pemanfaatan hutan.

Sementara daerah membutuhkannya dan diharapkan dapat sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Katanya, sungguh disayangkan sekali.

“Dengan tidak dapat kerjasama pemanfaatan hutan oleh KPH, maka kita tidak bisa dapat PAD lagi,” ucap Yozarwardi seraya mengatakan penyelesaian permasalahan di daerah itu, perlu kebijakan dari pusat. Dan perpanjangan tangan daerah ke pusat itu adalah DPD RI.

“Alhamdullilah masukan kami direspon dengan baik kedua senator DPD RI asal Sumbar,” ucapnya.

Sementara itu, Emma Yohanna menyebutkan kalau semua persoalan yang dipapar dalam diskusi itu, akan disampaikan kepada instansi terkait.

“Kami akan diskusikan dengan anggota lainnya di pusat dan nanti persoalan ini akan disampaikan ke instansi tersebut agar mendapatkan solusinya,” ucap Emma Yohanna.

Dan terkait , UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Perubahannya dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, DPD RI melakukan tugas konstitusionalnya dalam rangka pengawasan UU.

“Kunjungan ke Dinas Kehutanan Sumbar dalam rangka pengawasan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Perubahannya dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Emma Yohanna kalau UU Nomor 11 Tahun 1999 sudah masuk dalam tahap pembahasan di Komite II DPD RI untuk dilakukan revisi. Dan, Emma Yohanna dan Alirman Sori berjanji akan memperjuangkan penambahan polisi hutan dan penyuluh. (*)

Epson Dukung Pameran Seni Visual Interaktif

0
ILUSTRASI: Printer EcoTank bekerja dalam kecepatan cetak yang tinggi secara konsisten. f. istimewa

batampos – Epson Indonesia ikut berpartisipasi di Jakarta Biennale yang kembali diselenggarakan setelah vakum empat tahun, pameran kali ini mengangkat tema “ESOK” yang telah dibuka bagi umum sejak 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022 di Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA), dan ruang-ruang publik di kawasan Jakarta Pusat.

Pameran seni rupa interaktif tahun ini mengusung konsep yang dipersembahkan bagi penduduk Jakarta selama pandemi, sekaligus sebagai sebuah ajakan dan panggilan untuk membangun masa depan yang penuh harapan, lebih lenting, dan lebih kreatif. Pameran kali ini dikuratori oleh Grace Samboh (Indonesia), Sally Texania (Indonesia), dan Qinyi Lim (Singapura).

“Epson sudah sejak lama dan konsisten mendukung kegiatan pameran seni yang dipadukan dengan teknologi digital. Salah satu nya adalah Jakarta Biennale tahun ini yang menggandeng seniman lokal dan mancanegara dalam sebuah kolaborasi seni dan digital. Kami berharap adanya media baru yang dapat disuguhkan ke berbagai lapisan masyarakat terlebih lagi untuk mereka yang awam akan seni. Sehingga dengan peran teknologi digital, sebuah karya seni dapat direpresentasikan lebih menarik dan atraktif. Semoga apa yang disajikan oleh Jakarta Biennale dapat dinikmati masyarakat luas sebagai bentuk apresiasi perkembangan zaman dan juga teknologi,” kata Zanipar S A Siadari, Head of Visual Instrument & Printer Department Epson Indonesia.

Untuk kedua kalinya Epson Indonesia mendukung Jakarta Biennale sebagai partner resmi, dengan mengakomodasi 16 seniman dari berbagai negara untuk karya seni kolaborasi dengan teknologi visual proyeksi melalui 3LCD Epson. Melalui pameran seni rupa interaktif ini, Epson Indoensia mencoba untuk menyampaikan pesan bahwa penggunaan proyektor tidak terbatas pada ruang kelas dan rapat.

Melainkan sebagai perangkat pendukung yang dapat menampilkan karya seni agar para penikmat dapat terlibat baik secara visual maupun interaksi. Dengan menampilkan banyak instalasi karya secara visual, diharapkan dapat meningkatkan antusiasme para pengunjung maupun pecinta karya seni untuk hadir dalam pameran visual ini.

Tema ESOK memberikan bayangan sebagai sebuah tantangan bagi para seniman untuk mewujudkan visi masing-masing. Tantangan ini menyentuh berbagai permasalahan kehidupan saat ini seperti, hak asasi manusia, krisis iklim, keberagaman, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, diskursus kebudayaan, hingga gangguan digital dan situasi pandemi.

BACA JUGA: Epson Kembali Raih Peringkat Platinum

Melalui pendekatan “aktivisme kuratorial”, strategi dan praktek seni dihadirkan lewat beragam medium, platform, ruang fisik dan virtual, seni relasional dan partisipatoris, serta arsip sebagai basis pengkaryaan dan produksi pengetahuan. Dengan itu, ESOK ingin mengajak msyarakat, dan semua yang terdampak pandemi untuk terlibat dalam percakapan tentang apa yang dapat dilakukan bersama dan bagaimana praktek seni bisa berkontribusi terhadap ekosistem seni dan kota sebagai sebuah peristiwa sosial, terutama atas apa yang telah terjadi selama hampir dua tahun terakhir ini.

“Sebagai kegiatan seni kontemporer terpanjang dalam sejarah Indonesia, selama 47 tahun Jakarta Biennale telah mendokumentasikan apa yang dikatakan dan dilakukan tentang seni pada dunia sekitar kita. Jakarta Biennale merupakan tolok ukur dalam dunia seni di Indonesia,” ujar Farah Wardani, Direktur Program Jakarta Biennale 2021.

Jakarta Biennale 2021 merupakan inovasi di saat pandemi dengan membuka peluang diselenggarakannya pameran visual yang menunjukan hasil karya para seniman Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital. Selain pameran juga mengadakan program-program yang melibatkan publik, seperti Guided Tour untuk masyarakat, berbagai workshop seni, simposium dan pemutaran film. Informasi lengkap bisa dilihat di laman jakartabiennale.id. (*)

Reporter: JP Group

Cavani Tidak Akan Tinggalkan United Sampai Akhir Musim Ini

0
Selebrasi striker Manchester United Edinson Cavani usai mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur setelah mendapat assist dari Cristiano Ronaldo, di Tottenham Hotspur Stadium, London, Sabtu (30/10). (F. Glyn Kirk/AFP)

batampos – FC Barcelona, Boca Juniors, dan Corinthians yang antre ingin mendapatkan bomber Manchester United Edinson Cavani, tampaknya, harus gigit jari.

Sebab, Cavani pada bursa transfer musim dingin ini tidak akan pergi dari Carrington (lokasi markas latihan United). El Matador –julukan Cavani‒ tetap bertahan karena permintaan pelatih Ralf Rangnick.

Dimainkan selama 135 menit dalam dua laga Premier League terakhir adalah bukti Rangnick masih membutuhkan Cavani.

Seperti yang dikutip dari The Guardian, striker 34 tahun asal Uruguay tersebut merupakan pemain yang diajak ngomong oleh Rangnick saat kali pertama datang ke Carrington.

”Sejak hari pertama aku mengatakan kepadanya (Cavani) bahwa dia adalah pemain yang sangat penting bagi tim ini,’’ ungkap Rangnick.

Kala itu, Rangnick memang mendekati pemain senior atau yang punya kendali di ruang ganti United. Meski baru menjalani musim kedua di United, Cavani dianggap Rangnick asyik diajak berdiskusi.

’’Kami melakukan beberapa percakapan dalam beberapa pekan terakhir. Mungkin dia (Cavani) pemain yang paling sering aku ajak bicara,” beber pelatih yang dikenal sebagai pelopor gaya gegenpressing tersebut.

Menurut Rangnick, Cavani adalah satu-satunya striker United saat ini yang bisa menjadi pencetak gol sekaligus pemantul bola.

Tidak seperti striker Chelsea Romelu Lukaku yang mengeluh tidak bahagia ketika tidak dimainkan sebagai starter, Cavani tak pernah mengeluh dan tetap bersikap profesional. Itu terjadi sejak musim lalu atau musim pertamanya.

”Edi tahu betapa aku menghargainya dan menghormatinya. Itu juga yang jadi alasan mengapa aku suka memainkannya,” ucap Rangnick. (*)

Reporter: JPGroup