Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 863

7 Hari Minum Air Rebusan Labu Kuning Ternyata Punya Manfaat Luabr Biasa

0
Ilustrasi Labu Kuning (topntp26/freepik)

batampos – Bahan alami yang mudah ditemukan sering kali menyimpan manfaat luar biasa yang jarang kita sadari. Labu kuning, misalnya, adalah salah satu bahan sederhana yang biasanya diolah menjadi sup atau cemilan tradisional.

Namun ketika direbus dan airnya diminum secara rutin, muncul serangkaian respons positif yang mengejutkan dari tubuh.

Pengalaman ini menjadi pijakan untuk memahami bahwa bahan biasa pun mampu memberikan dampak luar biasa ketika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Eksperimen minum air rebusan labu kuning selama tujuh hari ini menjadi contoh betapa tubuh mampu merespons dengan baik terhadap asupan alami yang sederhana.

Tanpa tambahan rempah, gula, atau campuran lain, hanya air rebusan labu kuning murni yang dikonsumsi setiap pagi.

Perubahan mulai muncul perlahan, beberapa terasa sejak hari pertama, sementara lainnya baru disadari setelah beberapa hari berjalannya eksperimen.

Dari pencernaan yang lebih lancar hingga kualitas tidur yang meningkat, seluruh proses ini menunjukkan bahwa tubuh sering memberi sinyal halus ketika mendapatkan sesuatu yang cocok dan bermanfaat.

Artikel ini membahas seluruh manfaat yang dirasakan, pelajaran yang diperoleh, serta hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Anda ingin mencoba kebiasaan sederhana tetapi efektif ini dilansir dari YouTube Dr Darmo.

1. Pencernaan Lebih Lancar dan Teratur

Selama hari-hari awal, perubahan paling nyata terjadi pada sistem pencernaan. Air rebusan labu kuning mengandung sari serat larut yang membantu menyeimbangkan kinerja usus.

Efeknya membuat perut terasa lebih ringan, tidak mudah kembung, dan aktivitas buang air besar menjadi lebih teratur setiap pagi.

Efek lembut dari air rebusan ini membantu menenangkan lambung sehingga rasa tidak nyaman seperti begah atau penuh berkurang secara signifikan.

Tubuh terlihat merespons dengan baik karena kandungan nutrisi labu kuning bersifat menenangkan dan mendukung fungsi sistem cerna.

Ritme pencernaan yang lebih stabil ini menunjukkan bahwa minuman sederhana dapat membantu meriset jam biologis tubuh ketika dikonsumsi secara konsisten setiap hari.

2. Energi Harian Lebih Stabil tanpa Lonjakan Drastis

Memasuki hari ketiga, energi harian terasa lebih stabil. Tidak ada rasa lesu saat bangun tidur dan tubuh terasa lebih siap memulai aktivitas.

Labu kuning diketahui mengandung kalium, magnesium, serta sedikit karbohidrat kompleks yang membantu menjaga kestabilan energi tubuh.

Meskipun yang diminum hanya air rebusannya, sebagian mineral tetap larut dan memberi efek yang cukup terasa.

Hal ini memberikan sensasi segar yang alami dan bukan hasil dari peningkatan gula darah yang tiba-tiba.

Energi yang stabil sepanjang hari menjadi salah satu perubahan yang paling dihargai dalam eksperimen ini karena memberikan rasa bugar tanpa perlu penambah energi dari luar.

3. Nafsu Ngemil Berkurang Secara Alami

Pada hari keempat, penurunan keinginan ngemil menjadi salah satu efek paling mengejutkan. Rasa manis natural dari air rebusan labu kuning memberikan kepuasan halus pada lidah sehingga mengurangi dorongan untuk mencari makanan manis.

Selain itu, keseimbangan gula darah yang lebih stabil membantu menekan rasa lapar mendadak yang biasanya muncul pada sore hari.

Tubuh terasa lebih tenang dan tidak mudah tergoda dengan camilan yang tinggi gula atau garam.

Efek ini bukan hanya baik bagi berat badan, tetapi juga mendukung pola makan yang lebih sehat dan terkendali.

4. Kulit Lebih Lembap dan Tidak Mudah Kusam

Pada hari kelima, perubahan terlihat pada kesehatan kulit. Labu kuning mengandung betakaroten yang akan diubah menjadi vitamin A, nutrisi penting untuk regenerasi kulit.

Air rebusannya membawa sebagian kecil nutrisi tersebut dan memberi efek lembut pada kelembapan kulit.

Hasilnya adalah kulit yang terlihat sedikit lebih segar dan tidak sekering biasanya. Perubahan ini memang tidak drastis, tetapi cukup jelas ketika berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.

Efek hidrasi dari kebiasaan minum pagi ini juga memperkuat proses pelembapan alami tubuh sehingga kulit terasa lebih sehat dan kenyal.

5. Kualitas Tidur Meningkat dan Lebih Nyenyak

Pada hari keenam, perubahan yang dirasakan adalah kualitas tidur yang membaik. Tubuh terasa lebih rileks dan tidak mudah terbangun di tengah malam.

Kemungkinan besar hal ini didukung oleh kandungan magnesium dalam labu kuning yang dikenal membantu relaksasi otot dan sistem saraf.

Selain itu, kondisi pencernaan yang lebih stabil turut mendukung tidur yang lebih dalam karena tubuh tidak terganggu oleh rasa panas, kembung, atau ketidaknyamanan lainnya.

Tidur yang lebih nyenyak berperan besar dalam meningkatkan energi esok harinya dan menyeimbangkan sistem tubuh secara keseluruhan.

6. Perut Tidak Terlalu Buncit dan Lebih Nyaman

Pada hari ketujuh, perubahan yang paling terasa adalah berkurangnya sensasi buncit.

Ini bukan berarti berat badan turun, melainkan gas berlebih berkurang dan pencernaan bekerja lebih efisien.

Efek antiinflamasi ringan dari nutrisi labu kuning membantu meredakan ketegangan di bagian perut. Tubuh terasa lebih ringan dan tidak penuh seperti sebelumnya.

Hasil ini menjadi bukti bahwa perubahan kecil dalam pola minum dapat memberikan efek langsung terhadap kenyamanan tubuh.

7. Kesadaran Tubuh Meningkat dan Lebih Peka terhadap Perubahan

Eksperimen tujuh hari ini bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara tubuh dan kebiasaan makan. Setiap hari terasa seperti proses membaca sinyal tubuh dengan lebih jelas.

Tubuh menjadi lebih peka terhadap perubahan baik maupun kurang baik, sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang cocok dan tidak cocok bagi diri sendiri. Hal ini sangat berharga untuk menjaga kebiasaan hidup sehat dalam jangka panjang.

Kebiasaan sederhana seperti minum air rebusan labu kuning membantu membangun kesadaran baru tentang bagaimana tubuh merespons sesuatu yang alami dan tidak diproses berlebihan.

8. Efek Samping Ringan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun bermanfaat, ada beberapa reaksi ringan yang muncul selama eksperimen. Pada hari kedua, frekuensi buang air kecil meningkat karena efek diuretik alami dari mineral yang terkandung dalam labu kuning.

Selain itu, pada satu dua hari tertentu, perut terasa sedikit terlalu ringan karena proses adaptasi terhadap serat alami yang memengaruhi ritme pencernaan. Efek ini tidak berlangsung lama dan tubuh cepat menyesuaikan diri.

Pengalaman ini menunjukkan pentingnya memperhatikan kondisi tubuh saat mencoba kebiasaan baru, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. (*)

Artikel 7 Hari Minum Air Rebusan Labu Kuning Ternyata Punya Manfaat Luabr Biasa pertama kali tampil pada Lifestyle.

IWA Bekali PDAM Strategi Jitu Kelola AMDK

0

batampos – Perubahan gaya hidup mendorong masyarakat mengubah cara mengonsumsi air. Air tidak lagi hanya direbus lalu dituang ke dalam gelas. Air kemasan kini semakin diminati pasar. Sebutannya pun beragam, seperti still water, sparkling water, mineral water, demineral water, dan lain-lain. Padahal, pada dasarnya semuanya adalah air putih.

Fenomena ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun mulai melirik sektor ini, bukan semata sebagai peluang usaha, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.

Indonesia Water Academy (IWA) kembali menegaskan perannya dalam peningkatan kompetensi sektor air minum nasional melalui penyelenggaraan IWA Public Workshop Batch November 2025 bertema “Strategi Produksi dan Pemasaran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bagi PDAM”. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 24–25 November 2025, di AP Premier Batam.

Workshop tersebut diikuti perwakilan PDAM dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara yang tengah mempersiapkan pengembangan unit usaha AMDK sebagai bagian dari diversifikasi layanan sekaligus upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Roza Fithriana Azhar saat menyampaikan materinya. (Putut Ariyo / Batam Pos)

Salah satu pemateri, Roza Fithriana Azhar, membuka wawasan peserta tentang langkah awal memulai usaha AMDK. Ia menekankan pentingnya penerapan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action).

“Visi dan misi harus jelas,” tegas Roza, sarjana Teknik Kimia lulusan UPN Veteran Yogyakarta yang telah malang melintang di dunia bisnis air. “Visi adalah tujuan yang ingin dicapai, sedangkan misi adalah kendaraan untuk menuju ke sana. PDCA adalah jalan yang harus disiapkan PDAM jika ingin memasuki dunia AMDK,” ujarnya.

Para peserta pelatihan pun mengaku telah memiliki niat kuat untuk melangkah ke bisnis tersebut.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari peluang bisnis dan tren industri AMDK, standar mutu dan dasar mikrobiologi, teknologi produksi dan pengendalian kualitas, efisiensi biaya, hingga strategi pemasaran, branding, distribusi, serta penyusunan roadmap bisnis yang dapat langsung diterapkan di masing-masing PDAM. Materi disampaikan oleh para trainer berpengalaman yang selama ini terlibat langsung dalam industri air minum dan pengembangan bisnis AMDK di Indonesia.

Direktur Indonesia Water Academy, Ir. Daniel Noviandy, ST, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons atas meningkatnya minat PDAM untuk terjun ke bisnis AMDK, namun masih membutuhkan pendampingan yang terstruktur, baik dari sisi teknis, operasional, maupun manajerial.

“IWA konsisten menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan aktual PDAM. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis produksi, tetapi juga bagaimana membangun bisnis AMDK yang efisien dan berdaya saing,” ujarnya.

Salah satu pererta berdiskusi dengan pemateri tentang rencana membuat AMDK di kota asalnya. (Putut Ariyo / Batam Pos)

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Eldiansyah, S.E., Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Benuanta Kabupaten Bulungan, menyebut pelatihan ini sangat membantu PDAM dalam memahami proses bisnis AMDK secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

“Daerah kami memiliki potensi sumber air yang besar. Karena itu, saya membawa Kepala AMDK agar kami bisa belajar bersama dan menyamakan persepsi. Kami membutuhkan arahan jelas untuk memulai dan mengelola bisnis AMDK secara profesional. Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang standar mutu, efisiensi produksi, dan strategi pemasaran yang bisa langsung diterapkan di daerah,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Edy Dyufriadi, ST, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur. Menurutnya, pelatihan ini memberikan gambaran menyeluruh terkait kesiapan teknis yang harus dipenuhi sebelum memasuki bisnis AMDK.

“Pemahaman mengenai kualitas sumber air, perencanaan kapasitas produksi, hingga kebutuhan infrastruktur menjadi poin penting yang relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan unit usaha,” ujarnya.

Sebagai lembaga pelatihan dan pusat pengembangan kapasitas, IWA dikenal memiliki pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dengan metode pembelajaran yang aplikatif. Keunggulan IWA meliputi program yang dirancang oleh para ahli sektor air minum, dukungan konsultasi profesional, serta jejaring praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Melalui pelatihan ini, IWA berharap para peserta dapat segera merumuskan langkah strategis untuk mengembangkan usaha AMDK di wilayah masing-masing. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, penguatan kompetensi ini juga diharapkan mendukung ketersediaan air minum berkualitas bagi masyarakat.

IWA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pelatihan serupa bagi PDAM di seluruh Indonesia, sejalan dengan misinya sebagai Center of Excellence dalam peningkatan kualitas pengelolaan dan pengembangan bisnis sektor air minum.

PDAM maupun perusahaan pelayanan publik lainnya yang ingin berkolaborasi dengan IWA dapat menghubungi Contact Center IWA di 0852-7855-4465 (IVAN – IWA Assistant) atau mengunjungi laman www.indonesiawateracademy.com (*)

Artikel IWA Bekali PDAM Strategi Jitu Kelola AMDK pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Tersangka Korupsi Proyek Sodetan Air Rp10 Miliar Ditangkap, Ada Pejabat PUPR Anambas

0
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Anambas, Muhammad Hatta Pulungan (baju merah) saat digiring polisi usai turun dari kapal, Senin, (24/11) malam. F. Ihsan Imaduddin Foto/Batam Pos.

batampos – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sodetan Air akhirnya diringkus Satreskrim Polres Anambas. Penangkapan dilakukan di luar Kabupaten Anambas sebelum ketiganya dibawa pulang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Para tersangka terdiri dari Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Anambas, Muhammad Hatta Pulungan, serta dua pihak swasta berinisial J dan K.

Berdasarkan pantauan Batam Pos di Pelabuhan Tarempa, Senin (24/11) malam, sejumlah aparat kepolisian berjaga menunggu kedatangan para tersangka yang dibawa menggunakan kapal ferry MV VOC Batavia dari Tanjungpinang.

Penangkapan dipimpin Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Iptu Rudy Luis, bersama timnya. Setibanya di pelabuhan, ketiga tersangka langsung dikawal menuju kendaraan operasional.

Hatta Pulungan tampak pertama turun dari kapal dengan mengenakan baju merah, topi, dan masker. Ia berusaha menutup wajahnya dari kamera wartawan dan bergegas masuk ke mobil polisi. Dua tersangka lain, J dan K, mengikuti di belakangnya dengan pengawalan ketat.

Iptu Rudy Luis membenarkan bahwa ketiganya merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek sodetan air.

“Iya benar, sodetan air. Langsung dibawa ke Polres Anambas,” ujarnya singkat.

Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menyampaikan bahwa penyidik telah memeriksa 30 saksi, termasuk ahli, untuk menguatkan konstruksi perkara.

“Ada 30 orang yang sudah kami periksa, termasuk ahli,” kata Kapolres.

Proyek Sodetan Air Tarempa senilai Rp10 miliar ini digagas pada 2024 untuk mengurangi banjir dari kawasan Sungai Sugi hingga Tarempa Beach. Namun, proyek yang dikerjakan CV Tapak Anak Bintan (TAB) itu tidak menunjukkan progres hingga kontrak berakhir.

Pemkab Anambas kemudian memutus kontrak karena progres dinilai nol persen, meski dana Rp3 miliar atau 30 persen dari nilai proyek telah dicairkan kepada pelaksana.

Polres Anambas juga menyita sejumlah barang dan aset CV TAB, termasuk menelusuri aliran dana yang diduga diselewengkan.

Pemkab Anambas telah menerima jaminan pelaksana senilai Rp500 juta dari pihak asuransi, namun masih menunggu pencairan jaminan uang muka sebesar Rp3 miliar dari Asuransi Videi.

Kegagalan proyek ini berdampak langsung pada masyarakat. Tanpa sodetan, kawasan Sungai Sugi dan Tarempa Beach kembali berada dalam kondisi rawan banjir setiap kali hujan deras melanda. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tiga Tersangka Korupsi Proyek Sodetan Air Rp10 Miliar Ditangkap, Ada Pejabat PUPR Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Pelaku Ketiga Pembunuhan Nelayan di Bintan Ditangkap Setelah 16 Hari Buron

0
Yusril, pelaku pembunuhan nelayan di Bintan, diringkus saat kapal yang ditumpanginya hendak sandar di Perairan Tanjung Elong, Bintan pada Minggu (23/11) sore. F. Fikri untuk Batam Pos.

batampos – Polisi akhirnya menangkap Yusril, 22, pelaku ketiga dalam kasus pembunuhan nelayan bernama Amizan di Bintan. Ia ditangkap di perairan Tanjung Elong pada Minggu (23/11), saat kapal yang ditumpanginya hendak sandar.

Sebelumnya, dua pelaku lain, Syahril (26) dan Syarul (23), telah lebih dulu ditangkap terkait kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Fikri Rahmadi, membenarkan bahwa Yusril adalah pelaku terakhir yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus ini.

“Pelaku terakhir yang menjadi DPO telah diamankan kemarin sore,” ujarnya, Senin (24/11).

Yusril diketahui buron selama 16 hari setelah terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ketiga pelaku kini dijebloskan ke sel tahanan Polres Bintan.

“Para pelaku sudah diamankan seluruhnya di Polres Bintan,” tambah Fikri.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas oleh sekuriti PT Antam di salah satu perumahan eks PT Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, pada Jumat (7/11). Dari temuan itu, polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap dua dari tiga pelaku, sementara satu lainnya kabur.

Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa pembunuhan dilakukan karena dendam terkait utang piutang sebesar Rp500 ribu. Korban hanya mengembalikan Rp100 ribu, sehingga para pelaku merasa tersinggung.

Sebelum pembunuhan terjadi, korban diajak minum arak putih di dekat kolam kawasan Taman Kota Kijang. Dalam kondisi mabuk, Yusril memukul korban, disusul Syarul yang ikut menganiaya. Syahril kemudian menusuk korban sebanyak 17 kali.

“Ketiganya mabuk saat melakukan penganiayaan,” kata Fikri.

Para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pelaku Ketiga Pembunuhan Nelayan di Bintan Ditangkap Setelah 16 Hari Buron pertama kali tampil pada Kepri.

Aneng Pastikan Guru Pedalaman Bakal Dapat Tunjangan Beras dan Rumah Dinas

0
Bupati Anambas, Aneng menyapa guru yang hadir dalam Jalan Santai HUT PGRI, Senin, (24/11). Pemkab Anambas komitmen perhatikan guru yang bertugas di pelosok. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas menegaskan komitmennya dalam meningkatkan dukungan bagi para guru, khususnya mereka yang bertugas di wilayah pedalaman. Guru dinilai menjadi ujung tombak pendidikan dan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Komitmen itu terlihat dari konsistensi pemerintah daerah yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Anambas.

Kehadiran pemerintah juga tampak pada kegiatan Jalan Santai Bersama Guru yang digelar di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Senin (24/11), dan diikuti ratusan guru dari berbagai daerah.

Bupati Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi sekaligus memastikan Pemkab tidak akan membiarkan para guru berjuang sendirian, terutama mereka yang mengabdi di wilayah terpencil.

“Saya ingin menegaskan bahwa guru adalah fondasi pembangunan daerah. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi membentuk karakter dan masa depan anak-anak kita,” ujar Aneng kepada Batam Pos.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat dukungan melalui kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan tenaga pendidik, termasuk peningkatan kesejahteraan dan fasilitas.

“Guru yang bertugas di pedalaman harus mendapat perhatian lebih. Mereka menghadapi tantangan berat, dan pemerintah wajib hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegasnya.

Aneng mengungkapkan, sejumlah langkah konkret tengah disiapkan untuk meningkatkan dukungan terhadap guru di wilayah pelosok. Program tersebut mencakup perbaikan fasilitas tempat tinggal serta pemenuhan kebutuhan pangan.

“Kami pastikan guru di pelosok akan segera mendapatkan tunjangan beras dan rumah dinas yang layak. Itu komitmen kami untuk mendukung mereka yang mengabdikan diri di daerah sulit dijangkau,” katanya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi dorongan moral bagi para guru agar terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi generasi muda Anambas. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Aneng Pastikan Guru Pedalaman Bakal Dapat Tunjangan Beras dan Rumah Dinas pertama kali tampil pada Kepri.

Antusias Peserta Membludak, Kuota Lomba Pekan Tilawah Pelajar UT se-Kepri 2025 Terlampaui

0

technical meeting Pekan Tilawah Pelajar Universitas Terbuka (UT) se-Kepulauan Riau Tahun 2025

batampos– Tingkat antusias peserta dalam technical meeting Pekan Tilawah Pelajar Universitas Terbuka (UT) se-Kepulauan Riau Tahun 2025 membludak. Pertemuan teknis yang digelar di Gedung Utama UT Batam, Sekupang, Senin (24/11), diikuti oleh seluruh perwakilan cabang lomba dari sekolah-sekolah di Kepri.

Ketua Panitia, Ahmadi, mengatakan hampir seluruh cabang lomba mengalami kelebihan pendaftar dibanding kuota yang tersedia. “Antusiasme peserta sangat tinggi. Hampir semua cabang melebihi kuota, terutama untuk cabang Tartil dan Tilawah yang paling banyak peminatnya,” ujarnya.

Kuota masing-masing cabang Tartil, da’i dan Tilawah hanya dibuka untuk 15 peserta putra dan 15 peserta putri. Sementara cabang Hadrah diisi oleh 10 peserta setiap tim. Dimana ada sebanyak 15 tim. Total peserta yang akan bertanding tahun ini mencapai 240 orang dari berbagai SMA/SMK/MA di Kepri.

BACA JUGA: Kuota Hadrah Masih Ada, UT Batam Ajak Sekolah Segera Daftar Pekan Tilawah Pelajar Kepri 2025

Pada technical meeting ini, panitia menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan lomba, termasuk sistem penilaian untuk masing-masing cabang.

Salah satu peserta dari SMAN 6 Batam di Pulau Galang, Norizen, menyampaikan kegembiraannya dapat kembali ikut serta pada tahun ini. “Kami mengirim dua cabang: satu Tartil putra dan satu Tilawah putra. Tahun kemarin kami ikut tiga orang. Walaupun dari pulau, anak-anak memiliki potensi besar karena sering ikut MTQ di kecamatan,” ungkapnya optimistis.

Ia menyebut, dua peserta yang dikirim merupakan anak asli Pulau Air Raya.

“Kami terus mendorong mereka latihan dan pemanasan suara supaya tampil maksimal. Tahun lalu ikut tapi belum juara, dan tahun ini menjadi kesempatan kedua. Kami optimis bisa juara,” katanya.

Pekan Tilawah Pelajar 2025 kembali digelar UT Batam sebagai ajang tahunan untuk meningkatkan kecintaan pelajar terhadap Al-Qur’an. Kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 27–28 November 2025 di One Batam Mall.

Direktur Universitas Terbuka (UT) Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan penyelenggaraan tahun ini kembali dilaksanakan karena melihat antusiasme luar biasa tahun sebelumnya. Pada 2024, kegiatan diikuti 232 peserta dari 40 sekolah di seluruh Kepri.

“Tahun ini kami ingin menghadirkan ruang pembinaan karakter dan spiritualitas di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat peran UT sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap nilai keagamaan dan kebangsaan,” kata Angga.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini dikemas lebih besar dan profesional, termasuk peningkatan kategori hadiah dan pemberian souvenir eksklusif kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Empat cabang diperlombakan, yakni Tartil, Tilawah, Da’i, dan Hadrah masing-masing terbagi putra dan putri, kecuali Hadrah yang dilombakan per tim.

Angga menegaskan tujuan utama kegiatan bukan sekadar ajang kompetisi. “Kami ingin menanamkan nilai integritas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pelajar diharapkan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh sekolah di Kepri memanfaatkan momentum ini sebagai wadah pembinaan yang positif. “Ini bukan sekadar lomba, tapi ruang silaturahmi antar pelajar se-Kepri. Semoga kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara pendidikan dan nilai keagamaan di tengah derasnya arus digital,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Antusias Peserta Membludak, Kuota Lomba Pekan Tilawah Pelajar UT se-Kepri 2025 Terlampaui pertama kali tampil pada Metropolis.

Ditresnarkoba Polda Kepri Tangkap Pengedar di Sagulung, Ribuan Ekstasi Disita

0
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono.

batampos – Ditresnarkoba Polda Kepri kembali menggagalkan peredaran narkotika di wilayah Sagulung. Seorang pengedar yang membawa ribuan butir ekstasi ditangkap dalam operasi yang berlangsung pekan ini. Pelaku kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Kepri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Anggoro Wicaksono, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut, barang bukti yang diamankan mencapai ribuan butir ekstasi, yang diduga hendak diedarkan di wilayah Batam.

“Benar, ada ribuan ekstasi yang kami amankan,” ujar Anggoro, kemarin.

Dalam penindakan itu, penyidik baru mengamankan satu orang tersangka. Pelaku diduga kuat berperan sebagai pengedar. Namun, Anggoro menegaskan pihaknya masih bekerja mengembangkan jaringan yang terlibat.

“Untuk tersangka yang diamankan, satu orang. Saat ini masih melakukan pengembangan,” sebut Anggoro.

Meski begitu, Anggoro belum dapat membeberkan detail lebih jauh mengenai peran, jaringan, maupun asal barang haram tersebut. Penyidik masih mendalami alur distribusi dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

“Informasi lengkap belum bisa kami sampaikan karena proses sidik masih berjalan. Nanti akan kami rilis,” katanya.

Penangkapan ini kembali menegaskan upaya Polda Kepri dalam menekan peredaran narkotika di Batam, yang kerap dijadikan pintu gerbang distribusi oleh jaringan internasional dan domestik. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Ditresnarkoba Polda Kepri Tangkap Pengedar di Sagulung, Ribuan Ekstasi Disita pertama kali tampil pada Metropolis.

Perhiasan Emas 100 Gram Warga Tanjungpinang Hilang, Eks Karyawan Dicurigai

0
Ilustrasi.

batampos – Perhiasan emas seberat total 100 gram milik warga Kelurahan Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang, dilaporkan raib dicuri. Korban bernama Ngatmi menduga pelaku merupakan mantan karyawannya sendiri.

Peristiwa itu diketahui pada 8 November lalu, ketika Ngatmi berniat mengecek tabungan emas pribadinya yang rencananya akan segera dijual. Namun, seluruh perhiasan berupa kalung, gelang, dan cincin sudah hilang.

“Uang tunai Rp4 juta di tempat yang sama tidak hilang, tapi semua perhiasan raib,” kata Ngatmi, Senin (24/11).

Sebelum kehilangan terungkap, mantan karyawan tersebut disebut menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia berpamitan akan berobat dengan alasan sakit kista, namun keterangan yang diberikan berubah-ubah. Telepon dari suaminya pun tidak diangkat.

Beberapa hari setelah pamit, karyawan itu sempat kembali sebentar dan menyerahkan uang Rp1 juta dengan alasan pembayaran COD. Namun, ia bersikap tergesa-gesa.

“Identitas lengkapnya juga belum tersedia karena dokumen kependudukannya belum selesai,” ujarnya.

Ngatmi mengaku terpukul karena emas itu adalah tabungan yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun. Ia berharap kepolisian segera menemukan pelaku dan barang berharganya tersebut.

“Saya berharap segera mungkin didapatkan pelaku dan emasnya. Itu tabungan hari tua saya,” tutupnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Perhiasan Emas 100 Gram Warga Tanjungpinang Hilang, Eks Karyawan Dicurigai pertama kali tampil pada Kepri.

Lelang MT Arman 114 Diikuti 19 Perusahaan, Pemenang Ditetapkan 2 Desember

0
Kapal MT Arman 114. (kiri).

batampos – Proses lelang Kapal Tanker MT Arman 114 tetap berjalan sesuai jadwal melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, meski di sisi lain gugatan perdata terkait objek yang sama masih berlangsung di pengadilan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam memastikan seluruh prosedur dijalankan sesuai ketentuan hukum.

Kasi Intel Kejari Batam, Priandi Firdaus menjelaskan bahwa mekanisme pelelangan aset sitaan dalam perkara pidana merupakan bagian dari eksekusi putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Prosedurnya ada di KPKNL Batam, sama seperti lelang barang bukti lainnya,” jelas Priandi, Senin (24/11).

Baca Juga: Kejari Batam Pastikan Lelang Kapal MT Arman 114 Bernilai Rp1,1 Triliun, Hasil Akan Disetor ke Kas Negara

Priandi menegaskan bahwa perkara pidana dan perdata memiliki kedudukan hukum yang sejajar. Namun, ada prinsip hukum tertentu yang dapat menjadi rujukan dalam menjalankan proses masing-masing.

“Pidana dan perdata itu sama kedudukannya. Jika pidananya lebih dulu, maka perdata harusnya tunduk kepada putusan pidana. Sebaliknya, jika perdata lebih dulu, maka pidana harus menunggu sampai gugatan perdata itu inkrah,” ujarnya.

Dalam konteks MT Arman, proses pidana telah mendahului dan putusan perampasan untuk negara telah berkekuatan hukum tetap. Namun gugatan perdata yang diajukan pihak tertentu masih berjalan dan belum diputus oleh pengadilan.

Kejari Batam menegaskan bahwa pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Untuk gugatan perdata, Kejaksaan memilih menunggu putusan resmi dari majelis hakim.

“Belum keluar putusannya, kami tunggu saja putusan perdata itu,” kata Priandi.

Ia menambahkan bahwa hakim memiliki kewajiban konstitusional untuk menggali dan memahami nilai-nilai hukum serta rasa keadilan yang hidup di masyarakat.

“Hakim tidak hanya terikat pada undang-undang, tetapi juga harus memperhatikan hukum tidak tertulis, kebiasaan, dan rasa keadilan yang berkembang. Tujuannya agar putusan memberikan keadilan substantif, bukan hanya keadilan formal,” terangnya.

Meski gugatan perdata belum selesai, eksekusi pidana berupa lelang Kapal MT Arman tetap berjalan sesuai prosedur.

Saat ini 19 perusahaan diketahui telah masuk sebagai peserta lelang, dan pemenang dijadwalkan diumumkan pada 2 Desember 2025 oleh KPKNL Batam.
Kejaksaan memastikan proses tetap transparan dan sesuai ketentuan hukum. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Lelang MT Arman 114 Diikuti 19 Perusahaan, Pemenang Ditetapkan 2 Desember pertama kali tampil pada Metropolis.

Saat Anggota Satpol PP Tanjungpinang Masuk Pusaran Peredaran Narkoba

0
Dua anggota Satpol PP Tanjungpinang (paling kiri) bersama tersangka narkoba lainnya, Senin (17/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kasus penyalahgunaan narkoba kembali mencoreng institusi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Tanjungpinang. Sepanjang 2025, tercatat tiga anggota Satpol PP terseret kasus narkoba, baik dari Satpol PP Tanjungpinang maupun Satpol PP Provinsi Kepri.

Kasus pertama terjadi pada Maret 2025, saat YW, anggota Satpol PP Provinsi Kepri, ditangkap dengan barang bukti 2,4 gram sabu. Belum selesai kasus itu, Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang kembali meringkus dua anggota Satpol PP Tanjungpinang berinisial SB dan RA dengan barang bukti empat butir ekstasi.

Situasi ini menjadi pukulan berat bagi Satpol PP, lembaga yang seharusnya berperan menegakkan ketertiban umum dan peraturan daerah.

Kasat Narkoba Polresta Tanjungpinang, AKP Lajun Siado Rio Sianturi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah ada jaringan peredaran narkoba di tubuh Satpol PP Tanjungpinang maupun Satpol PP Provinsi Kepri.

“Hingga saat ini memang belum ada kita temukan. Kalau ada, pasti akan kita tindak,” tegas Lajun, Senin (24/11).

Ia menjelaskan bahwa SB berperan sebagai perantara penjualan sabu kepada rekannya, RA. SB dijanjikan upah Rp100 ribu jika berhasil menyerahkan ekstasi tersebut.

Kasus ini terungkap setelah polisi menangkap seorang warga bernama RF. Dari hasil pemeriksaan, RF mengakui telah menjual narkoba tersebut kepada SB. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan empat butir ekstasi seberat 1,38 gram.

Kasatpol PP Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim, menyayangkan keterlibatan dua anggotanya. Ia menyebut kejadian ini mencoreng nama baik institusi Satpol PP.

“Kami akan mengambil langkah tegas, termasuk menggelar tes urine untuk seluruh pegawai. Kita akan teliti secara internal,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanjungpinang memastikan akan memberikan sanksi berat kepada kedua ASN tersebut. Karena kasus yang menjerat keduanya merupakan tindak pidana, ancaman sanksi terberat adalah pemecatan dari status PPPK.

“Sudah dipastikan yang bersangkutan akan dijatuhi sanksi berat setelah ada ketetapan,” kata pihak BKPSDM. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Saat Anggota Satpol PP Tanjungpinang Masuk Pusaran Peredaran Narkoba pertama kali tampil pada Kepri.

Play sound