Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 869

Grand Prix Singapura 2025 Usai, Singapura jadi Negara Pertama jadi Heat Hazard Race

0

Batampos – Ajang Singapore Grand Prix 2025 atau yang dikenal sebagai balapan Formula 1 (F1) telah usai, Minggu (5/10/2025) malam tadi. Dari kegiatan ini, ada satu hal yang perlu diingat, yakni, Federasi Balap Internasional (FIA) menetapkan Singapura sebagai negara pertama dengan acara balapan dengan risiko panas ekstrim atau Heat Hazard Race.

SITUASI penonton menyaksikan balapan F1 di Singapura, ajang perdana yang disebut FIA sebagai Heat Hazard Race. F Aditi Barade/Business Insider

Tidak banyak warga Singapura yang mengetahui, ketika negara itu ditetapkan sebagai negara pertama dalam ajang kegiatan balapan F1 ini. “Apakah begitu? Tapi itu masuk akal, karena Singapura punya cuaca dengan suhu panas dan kelembapan yang ekstrim,” ujar Nur Nadia Binte Samsudin, warga Singapura di kawasan Holland Village, kemarin malam.

Kondisi cuaca Singapura dapat membahayakan pembalap, kru, hingga penonton. Dengan begitu, FIA menetapkan heat hazard race untuk ajang ini, guna menandai bahwa ini adalah kegiatan balapan yang memiliki risiko panas ekstrim yang dapat memicu dehidrasi berat, kelelahan panas, bahkan heat stroke.

BACA JUGA:
Mitsubishi Fuso Luncurkan Fighter X FM65F Tractor Head 4×2 untuk Perkuat Pasar Logistik Indonesia

Puncak F1 kemarin ditandai dengan suhu 32 derajat Celcius dengan kelembapan mencapai 80 persen. Kombinasi ini membuat suhu dalam kokpit mobil F1 melonjak hingga 60 derajat Celcius.

“Meski pun diadakan malam hari dimana suhu dianggap paling stabil, tapi tetap saja ini paling berat secara fisik. Mengingat intensitas panas yang meningkat, FIA memastikan keselamatan pembalap tetap jadi prioritas,” demikian dilansir dari Reuters, sore ini.

Lantas apa dampak dari Heat Hazard Race yang dilaksanakan di Marina Bay Circuit ini? Dapat mengakibatkan kondisi fisik ekstrim seperti dehidrasi berat, pembalap dapat muntah di dalam helm, hingga beberapa atlet hampir pingsan usai mencapai garis finish.

Media Sosial Bikin Percaya Diri Anjlok? Ini Cara Bijak Mengelola Dampaknya

Dengan penetapan status heat hazard, FIA kini mewajibkan setiap tim menerapkan langkah mitigasi, seperti meningkatkan sistem pendingin kokpit, seluruh pembalap wajib terhidrasi, hingga pemeriksaan medis tambahan sebelum dan sesudah lomba.

Caranya? dengan beradaptasi dengan teknologi. khususnya dalam uji coba cooling vest  untuk pembalap sebelum start, ventilasi tambahan dalam desain kokpit, serta modifikasi ban dan strategi pit stop untuk menghindari kepanasan ekstrim pada komponen mobil.

Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan zona dingin bagi kru dan penonton di sekitar sirkuit Marina Bay.

Meski begitu, ajang F1 ini sukses dilaksanakan. George Russell dari Mercedes tampil sebagai pemenang. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Grand Prix Singapura 2025 Usai, Singapura jadi Negara Pertama jadi Heat Hazard Race pertama kali tampil pada Lifestyle.

Ada-Ada Saja! Bocah di Anambas Panjat Genteng Demi Ambil Bola Tapi Tak Bisa Turun

0
Ambil bola
Adit (10) terjebak di atas genteng saat ambil bola sebelum dievakuasi oleh petugas Damkar Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Ada-ada saja ulah bocah di Anambas ini. Seorang anak bernama Adit (10) harus dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah terjebak di atas genteng rumah warga di sekitar Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Senin (6/10).

Kejadian unik ini berlangsung di tengah turnamen sepak bola Askab PSSI Anambas. Bola hasil tendangan salah satu pemain tiba-tiba melambung tinggi dan tersangkut di atap rumah warga yang berdekatan dengan lapangan.

Melihat bola tersangkut, Adit bersama rekannya spontan berinisiatif memanjat genteng untuk mengambilnya.

“Karena semangat mau bantu panitia, anak itu bersama rekannya manjat ambil bola,” kata Sekretaris Damkar Anambas, Matari Hasibuan.

Namun setelah berhasil mengambil bola, Adit justru tak berani turun. Ia tampak gemetaran dan hanya bisa berpegangan di atap yang cukup tinggi.

Rekannya, Zio, yang panik melihat kondisi itu langsung berlari mencari bantuan. Ia menemui petugas Damkar yang kebetulan sedang berjaga di sekitar lapangan.

Tanpa menunggu lama, petugas Damkar langsung bergerak ke lokasi dan mengevakuasi Adit dengan bantuan tangga lipat.

“Anak itu mau turun gemetaran, takut. Kita evakuasi dengan menggunakan tangga,” ujar Matari.

Proses penyelamatan berjalan aman dan cepat. Adit berhasil diturunkan tanpa luka sedikit pun, disambut tepuk tangan penonton yang sempat berhenti menonton pertandingan karena insiden itu.

Matari mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama di area publik. “Kami imbau orang tua agar mengawasi anak-anaknya, jangan biarkan mereka naik ke tempat tinggi tanpa pengawasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, petugas Damkar siap membantu masyarakat bukan hanya dalam kebakaran, tetapi juga berbagai situasi penyelamatan lainnya.

“Damkar bukan hanya memadamkan api, tapi juga siap membantu masyarakat dalam penyelamatan,” katanya.

Setelah situasi dinyatakan aman, turnamen sepak bola kembali dilanjutkan dengan suasana penuh tawa. Kejadian ini pun jadi bahan cerita seru penonton sore itu. Pertandingan sempat berhenti bukan karena kartu merah, tapi gara-gara bola nyangkut dan bocah naik genteng. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Ada-Ada Saja! Bocah di Anambas Panjat Genteng Demi Ambil Bola Tapi Tak Bisa Turun pertama kali tampil pada Kepri.

IMMICARE Permudah Layanan Keimigrasian, Pengawasan TKA Lebih Humanis

0
Ilustrasi. Warga membuat paspor di kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Layanan keimigrasian di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam kini semakin mudah diakses. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam resmi meluncurkan program jemput bola IMMICARE (Immigration Care), yang diiringi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tiga kawasan strategis, yakni Panbil Industrial Estate, Batamindo Investment Cakrawala, dan KEK Nongsa.

Program ini menjadi langkah nyata Imigrasi Batam dalam mendekatkan pelayanan izin tinggal bagi tenaga kerja asing di pusat-pusat investasi, sekaligus memperkuat pengawasan yang lebih humanis dan efisien.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto, mengatakan, IMMICARE dirancang dengan konsep pelayanan yang reach out, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha dan investor.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata. Saya tekankan agar ada tindak lanjut nyata dan berkelanjutan. Jangan hanya viral sesaat tanpa dampak. Saya akan pantau langsung implementasi PKS ini,” tegas Ujo, Senin (6/10).

Ia juga memperkenalkan konsep baru bernama KIEF atau Komunikasi, Informasi, Edukasi, dan Partisipasi, sebagai fondasi komunikasi dua arah antara imigrasi dan pelaku usaha.

“Kami sediakan saluran informasi yang terbuka, mulai dari media sosial, website, hingga chat pengaduan WhatsApp,” jelasnya.

Ujo menambahkan, pengawasan keimigrasian di era investasi global membutuhkan pendekatan preventif yang bijak, bukan represif.“Kami tidak ingin main tangkap-gerebek seperti di film-film. Penegakan hukum harus sejalan dengan kenyamanan berinvestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, berharap program IMMICARE dapat menjadi model pelayanan modern yang bisa diterapkan secara nasional.

“Ini bukan hanya pelayanan, tapi juga pengawasan yang terintegrasi. Kami sudah siapkan tempat, jaringan, dan sistemnya. Tinggal bagaimana kawasan industri memanfaatkannya dengan optimal,” katanya.

Menurut Hajar, pendekatan jemput bola ini akan memudahkan perusahaan dalam pengurusan izin tinggal tenaga kerja asing sekaligus memperkuat kontrol dan kepastian hukum.

“Kami ingin menghapus stigma pengawasan yang menyeramkan. Dengan kolaborasi ini, pengawasan jadi lebih humanis dan terukur,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel IMMICARE Permudah Layanan Keimigrasian, Pengawasan TKA Lebih Humanis pertama kali tampil pada Metropolis.

Akses Kesehatan Makin Dekat, Puskesmas Sei Pelunggut Dibuka Bertahap

0
Puskesmas Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi membuka secara soft opening Puskesmas Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Fasilitas kesehatan ini menjadi puskesmas pertama yang berdiri di wilayah Kelurahan Sei Pelunggut, sekaligus puskesmas ke-22 di Kota Batam.

Langkah ini menandai komitmen Pemko Batam dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar, khususnya bagi masyarakat di kawasan selatan kota. Sebelumnya, di Kecamatan Sagulung telah beroperasi dua puskesmas, yakni Puskesmas Sei Langkai dan Puskesmas Sei Lekop.

Kehadiran Puskesmas Sei Pelunggut diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan dan mempercepat penanganan kasus di wilayah perbatasan Sagulung dan Batu Aji.

“Untuk sementara, operasional dilakukan dengan sistem penugasan rotasi. Setiap hari ada lima pegawai yang diSPTkan untuk bertugas di Puskesmas Sei Pelunggut hingga Perwako keluar dan pegawai permanen resmi ditempatkan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (6/10).

Ia menjelaskan, soft opening dilakukan sambil menunggu terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwako) yang menjadi dasar penetapan formasi pegawai tetap di puskesmas baru tersebut. Meski masih dalam tahap awal, pelayanan dasar seperti pemeriksaan umum, imunisasi, serta layanan gawat darurat ringan sudah berjalan setiap hari.

Dengan adanya sistem rotasi tenaga kesehatan, masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke puskesmas lain untuk mendapatkan layanan dasar.

Didi berharap masyarakat Sei Pelunggut dan sekitarnya dapat menyambut positif kehadiran puskesmas baru ini serta ikut menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Setelah Perwako terbit dan tenaga permanen ditempatkan, Puskesmas Sei Pelunggut akan segera beroperasi penuh sebagai puskesmas induk dengan layanan yang lebih lengkap,” ujarnya.

Puskesmas Sei Pelunggut memiliki wilayah kerja yang meliputi satu kelurahan, yakni Kelurahan Sei Pelunggut, namun juga terbuka bagi warga dari kelurahan sekitar. Keberadaannya diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sagulung bagian selatan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Akses Kesehatan Makin Dekat, Puskesmas Sei Pelunggut Dibuka Bertahap pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Sengkuang Masih Kesulitan Air, BP Batam Janjikan Aliran Normal Juni 2026

0
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

batampos – Warga di kawasan Tanjung Sengkuang dan sekitarnya masih mengalami gangguan pasokan air bersih. Sejumlah titik bahkan tidak mendapat aliran air sama sekali dalam beberapa hari terakhir.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Kami sudah pasang toren dan jaringan di beberapa RT dan RW di Sengkuang, walaupun masih dalam rekayasa aliran airnya,” katanya, Minggu (5/10).

Baca Juga: Tindak Truk Pengangkut Tanah, Dishub Batam akan Tingkatkan Volume Razia

Sebagai solusi sementara, BP Batam menyalurkan air menggunakan toren berkapasitas 20.000 liter yang ditempatkan di beberapa titik, serta mengirim truk tangki air ke kawasan terdampak.

“Ada daerah yang jaringan torennya sudah mengalir, tapi sebagian masih dalam proses rekayasa jaringan. Diperkirakan butuh waktu tiga sampai empat hari lagi,” kata Tuty.

Ia mengatakan, kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang termasuk dalam stress area, yakni wilayah yang belum mendapatkan aliran air 24 jam penuh. Permasalahan ini akan menjadi prioritas penyelesaian BP Batam pada tahun mendatang.

Baca Juga: Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim

“Untuk solusi jangka panjang, penyelesaiannya sudah kami masukkan dalam rencana tahun depan. Antara lain melalui pembangunan IPA Sei Ladi, penambahan pompa air di tangki Bukit Senyum, dan perluasan jaringan di wilayah Sukajadi,” ujarnya.

Pekerjaan tersebut menggunakan anggaran tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada Juni tahun yang sama. BP Batam pun berharap distribusi air bersih di kawasan Sengkuang dan Batu Merah bisa mengalir stabil dan merata. (*)

Artikel Warga Sengkuang Masih Kesulitan Air, BP Batam Janjikan Aliran Normal Juni 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Siswi SMA di Anambas Jadi Korban Cabul Mantan Pacar, Polisi Selidiki

0
Cabul Anambas
Terduga pelaku pencabulan, A (pakai jaket hodie tutup kepala) saat digiring polisi menuju Tarempa. F. Agus Suradi untuk Batam Pos.

batampos – Aksi dugaan pencabulan kembali menggemparkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang siswi SMA di Pulau Jemaja menjadi korban dugaan penganiayaan dan pencabulan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya, A (21).

​Peristiwa pilu tersebut terjadi pada Kamis (3/10) malam. Awalnya, korban diajak oleh terduga pelaku, A, untuk menonton acara musik di Desa Mampok, Pulau Jemaja.

​Namun, dalam perjalanan, terduga pelaku justru mengarahkan sepeda motornya ke jalan lain yang tidak menuju lokasi acara, membuat korban panik dan kebingungan.

Korban sempat berusaha meminta pertolongan kepada temannya yang ikut beriringan di belakang, namun temannya kehilangan jejak.

Dalam situasi terdesak, korban berhasil mengirimkan pesan teks dan suara bernada panik dan tangisan kepada temannya, meminta pertolongan dan mengirimkan titik lokasi di sekitar sebuah supermarket di jalan provinsi Pulau Jemaja.

​Mendapati pesan darurat tersebut, teman korban langsung menuju lokasi dan menemukan gadis itu dalam keadaan lemah, menangis, serta memiliki luka di bagian leher dan bahu kanan.

Korban segera dilarikan ke RSUD Jemaja untuk mendapatkan perawatan. Kepada temannya, korban mengaku telah dianiaya dan dipaksa berhubungan badan oleh A.

​Orang tua korban yang mendengar kabar tersebut langsung menuju rumah sakit dan segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Jemaja.

Kapolsek Jemaja, AKP Aang Setiawan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan dan asusila tersebut. Ia memastikan bahwa pelaku sudah dibawa ke Polres Anambas di Tarempa untuk proses hukum lebih lanjut.

​“Semalam telah diberangkatkan ke Tarempa. Kita limpahkan ke Polres Anambas karena di Polsek tidak ada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujar AKP Aang saat dikonfirmasi, Senin (6/10).

​Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Iptu Rudy Luis, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku, namun statusnya masih dalam tahap penyelidikan.

​“Pelaku belum kita tahan karena statusnya masih terduga. Kami masih menunggu hasil visum dan keterangan korban untuk memastikan kebenaran peristiwa ini,” jelas Iptu Rudy.

​Iptu Luis menambahkan, proses penyelidikan terhambat karena korban belum tiba di Polres untuk dimintai keterangan langsung. Pelimpahan berkas kasus dari Polsek Jemaja baru dapat dilakukan setelah korban memberikan keterangan dan hasil visum diterima.

​“Setelah korban tiba dan memberikan keterangan, baru kita gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini layak ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Siswi SMA di Anambas Jadi Korban Cabul Mantan Pacar, Polisi Selidiki pertama kali tampil pada Kepri.

Dukung UMKM Lokal, Dosen Universitas Batam dan UMKM Cindur Batik Bersinergi Kembangkan E-Commerce Berbasis Kecerdasan Buatan

0
Tim Universitas Batam di UMKM Cindur Batik. Bersinergi untuk mengembangkan e-commerce berbasis AI. (f. dok. Uniba)

batampos – Dalam semangat membangun kemitraan antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal, dosen Universitas Batam yang terdiri dari program studi sistem informasi, program studi teknik mesin, program studi manajemen dan akuntansi sukses melaksanakan kegiatan penelitian bersama mitra UMKM Cindur Batik.

Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Kegiatan penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan (AI) untuk UMKM Cindur Batik.

Ketua tim penelitian, Dr. John Friadi menyatakan kegiatan penelitian ini bertujuan membuat aplikasi e-commerce terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan sehingga UMKM Cindur Batik dapat memanfaatkan platform ini untuk mengoptimalkan strategi penjualan dan pemasaran digital.

Platform ini menawarkan rekomendasi produk berdasarkan produk yang banyak diminta oleh pelanggan dan mendukung pelayanan pelanggan 24 jam.

Hal ini menjadikan UMKM Cindur Batik mampu menjangkau pasar yang lebih luas sehingga dapat mengatasi permasalah terhadap distribusi produk.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan wawancara dan observasi untuk pengumpulan data, selanjutnya melakukan perancangan dan pengembangan aplikasi serta pengujian.
Untuk evaluasi dan peningkatan kemampuan aplikasi yang dikembangan, tim penelitian melakukan FGD yang dihadiri oleh para stakeholder yang terdiri dari akademisi, praktisi IT, dan pelaku UMKM.

Diskusi yang dilakukan selama lebih kurang 3 jam ini berlangsung dengan interaktif dan menyenangkan. Kegiatan dimulai dengan memaparkan progress pengembangan aplikasi e-commerce yang terintegrasi sistem informasi geografis dan kecerdasan buatan chatbot yang disampaikan oleh Dr. John Friadi.

Kegiatan sinergi tim Universitas Batam di UMKM Cindur Batik. (f. dok Uniba)

Tim developer melakukan simulasi penggunaan aplikasi dan menunjukkan cara kerja secara sederhana. Dari simulasi sederhana, dapat ditunjukkan bahwa dalam aplikasi ini selain terdapat menu katalog produk, pembelian dan pembayaran, ditambahkan program sistem informasi geografis dan memiliki fitur Live chat dan AI Chatbot.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam kegiatan FGD ini antara lain perlunya menambahkan deskripsi pada masing-masing produk di etalase yang belum ditemukan dalam aplikasi ini.

Selain itu, Dr. Sarmini selaku perwakilan akademisi menambahkan bahwa perlu untuk membuat slogan ataupun logo yang persuasif dan eyecatching, sehingga menarik dan meningkatkan minat para calon pembeli.

Sri Ekowati Budi Rahayu, pemilik UMKM Cindur Batik Batam, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Batam.

Menurutnya penyediaan platform e-commerce yang dikembangkan ini sangat bermanfaat bagi pihak UMKM. “Dulu kami hanya menjual produk batik di wilayah Batam, tetapi sekarang kami bisa mempromosikannya secara online dengan sistem yang lebih profesional,” ujarnya.

Pihak UMKM juga menyatakan perlunya pendampingan berkelanjutan agar implementasi sistem dapat berjalan efektif.
Dari pihak dosen Universitas Batam dan tim developer aplikasi, telah menyiapkan jadwal untuk melakukan pembekalan dan pelatihan bagi personel admin dari pengguna, yaitu UMKM Cindur Batik.

Kegiatan FGD ini menjadi bagian penting untuk menyempurnakan kegiatan penelitian dosen Universitas Batam dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal.
Dengan adanya platform aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan UMKM di Batam untuk dapat go global.
Kegiatan penelitian “Optimalisasi UMKM Cerdas Kota Batam Melalui Pengembangan Platform E-Commerce Terintegrasi Sistem Informasi Geografis dan Kecerdasan Buatan” ini berlangsung dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan antara kampus dan UMKM, serta mampu mendorong inovasi berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Batam menegaskan kembali dedikasinya untuk senantiasa mendorong pemberdayaan UMKM sekaligus meningkatkan reputasi Batam sebagai pusat ekonomi kreatif yang kompetitif. (*/adv)

Artikel Dukung UMKM Lokal, Dosen Universitas Batam dan UMKM Cindur Batik Bersinergi Kembangkan E-Commerce Berbasis Kecerdasan Buatan pertama kali tampil pada Metropolis.

Gong Cha Tutup Semua Gerai di Singapura, Siapkan Konsep Baru 2026

0
Gongcha Singapura
F. x.com/MotherShip

batampos – Merek minuman boba asal Taiwan, Gong Cha, resmi menutup seluruh gerainya di Singapura mulai 1 Oktober 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Gong Cha Global pada 2 Oktober 2025 dan menandai berakhirnya kerja sama waralaba dengan mitra lokal yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

CEO Gong Cha Singapore, Kang Puay Seng, mengatakan seluruh kegiatan bisnis di negara tersebut telah dihentikan.

“Gong Cha Singapore telah menghentikan seluruh kegiatan bisnisnya. Kami berterima kasih kepada seluruh karyawan dan pelanggan atas dukungan mereka selama bertahun-tahun,” ujar Kang, dikutip dari Channel News Asia, Senin (6/10).

Meski demikian, merek populer ini memastikan kehadirannya tidak akan hilang selamanya. Gong Cha Global berencana melakukan relaunch pada 2026 dengan konsep baru bertajuk “Gong Cha 2.0” bersama mitra waralaba lokal yang baru.

Gong Cha pertama kali hadir di Singapura pada 2009 dan sempat mengoperasikan sekitar 29 gerai di seluruh negeri. Selama lebih dari satu dekade, brand ini menjadi salah satu ikon minuman boba paling digemari di kawasan tersebut.

Dampak penutupan juga terlihat secara digital. Situs web resmi dan akun media sosial Gong Cha Singapore kini sudah tidak aktif.

CEO Global Gong Cha, Paul Reynish, menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah akhir.

“Untuk para pecinta Gong Cha di seluruh dunia, ini bukan perpisahan. Sampai jumpa nanti,” kata Reynish dikutip dari VnExpress.

Langkah penutupan penuh seluruh gerai Gong Cha di Singapura disebut sebagai bagian dari restrukturisasi strategi waralaba global menjelang peluncuran versi baru mereka pada 2026.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Gong Cha Tutup Semua Gerai di Singapura, Siapkan Konsep Baru 2026 pertama kali tampil pada News.

KKP Hentikan Aktivitas Laut PT Multi Dock Perkasa di Pulau Durai, Karimun

0
KKP segel
Aparat KKP memasang segel penghentian aktivitas di PT Multi Dock Perkasa, Pulau Durai, Karimun. F. KKP untuk Batam Pos.

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara kegiatan pemanfaatan ruang laut yang dilakukan PT Multi Dock Perkasa (MDP) di Pulau Durai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Senin (6/10).

Langkah tegas ini diambil karena perusahaan belum memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Dalam pengumuman resmi yang ditempel di lokasi, KKP menegaskan penghentian sementara tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2025, yang merupakan perubahan dari Permen KP Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pengawasan Ruang Laut.

Aturan itu mewajibkan setiap kegiatan di laut, seperti pengerukan dan reklamasi, memiliki izin PKKPRL sebelum beroperasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, area kerja di Pulau Durai terlihat sudah mengalami pengerukan. Tampak tumpukan tanah merah dan pipa saluran air di sekitar lokasi kegiatan.

Kepala Pangkalan PSDKP Batam, Samuel Sandi Rundupadang, menjelaskan bahwa penyegelan dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Selama PKKPRL belum terbit, tidak boleh ada kegiatan penimbunan atau pengerukan laut. Kami hentikan karena belum ada izin lautnya,” ujarnya.

Samuel menambahkan, sanksi administratif diberlakukan dalam bentuk penghentian sementara dan denda 2,5 persen dari nilai investasi, sesuai PP Nomor 28 Tahun 2021.
Nilai investasi tersebut akan diaudit oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun.

Ia menyebut luas area yang disegel mencapai 0,291 hektare, dan seluruh kegiatan di wilayah laut dilarang dilanjutkan selama proses izin belum selesai.

“Kami tidak anti investasi, tapi semua harus tertib izin. Ini demi keberlanjutan ekosistem laut dan keadilan bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.

Menurut Samuel, kegiatan PT MDP berada di garis pantai yang menghubungkan darat dan laut. Namun karena izin laut belum terbit, area tersebut dihentikan sementara.

Sementara itu, Rispan, Humas PT Multi Dock Perkasa, mengatakan pihaknya menghormati langkah yang diambil KKP dan akan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Kami hanya membendung sementara air laut untuk pengerjaan docking di wilayah darat. Setelah selesai, tanggul itu akan dibongkar kembali,” jelasnya.

Ia menegaskan kegiatan di Pulau Durai bukan bentuk reklamasi permanen, dan pihaknya segera menuntaskan proses perizinan sesuai aturan.

Langkah KKP menghentikan kegiatan PT MDP disambut positif oleh warga dan nelayan Pulau Durai. Mereka berharap pengawasan terhadap aktivitas di laut terus diperkuat agar tidak mengganggu hasil tangkapan ikan.

“Kami senang kalau ada pengawasan. Laut ini tempat kami mencari makan,” ujar Ramli (45), nelayan setempat.

Pemerintah berharap kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha agar tidak memulai kegiatan di wilayah laut tanpa izin resmi PKKPRL.

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel KKP Hentikan Aktivitas Laut PT Multi Dock Perkasa di Pulau Durai, Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim

0
Koalisi driver online Batam
Deklarasi Koalisi Driver Online Batam pada Minggu (5/10). F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Koalisi Driver Online (KDO) Batam resmi dideklarasikan pada 5 Oktober 2025. Gerakan ini menjadi wadah bersama bagi para pengemudi online roda dua dan roda empat di Kota Batam di bawah komando Komunitas Andalan Driver Online (Komando).

Gusril, narahubung KDO Batam, mengatakan pihaknya akan menggelar aksi pada pekan depan. Titik aksi direncanakan di empat lokasi utama, yakni Graha Kepri, kantor Maxim, kantor Gojek, dan kantor Grab.

“Tepat tanggal 5 Oktober kami deklarasikan Koalisi Driver Online Batam. Rencana aksi minggu depan, tanggal belum kami tetapkan. Untuk tempat aksi di Graha Kepri, kantor Maxim, Gojek, dan Grab,” kata Gusril, Minggu (5/10).

Ia menyebutkan, massa yang akan turun diperkirakan mencapai 2.000 orang. Mereka terdiri dari para pengemudi roda dua dan roda empat yang tergabung dalam Komando.

Menurutnya, aksi ini merupakan respon terhadap aksi sebelumnya yang dinilai terselubung karena menuntut pemerintah menutup salah satu aplikator transportasi online, yakni Maxim.

“Kami tidak setuju kalau salah satu aplikasi ditutup tanpa solusi. Banyak driver yang hanya punya akun Maxim. Kalau ditutup, mereka kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya.

Koalisi Driver Online Batam membawa sejumlah tuntutan utama dalam gerakan ini, di antaranya:

1. Evaluasi SK Gubernur Kepri Tahun 2024 tentang transportasi online roda dua dan roda empat.

2. Penghapusan program di bawah ketentuan tarif, seperti GrabBike Hemat, Double Order, Aceng, dan Target Jawara.

3. Menolak penutupan aplikasi Maxim tanpa solusi.

4. Mendorong penerapan menyeluruh aturan KP 667 dan KP 1001.

5. Mendesak pemerintah menghadirkan aplikasi resmi milik negara yang transparan dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua Umum Komando, Feryandi Tarigan, menegaskan bahwa driver online menolak segala kebijakan sepihak yang merugikan pengemudi.

“Yang telah terbit, baik roda dua maupun roda empat, semuanya menolak. Kami juga minta dibuat undang-undang atau regulasi khusus tentang transaksi online, dan pemerintah menghadirkan aplikasi negara,” kata Feryandi.

Ia juga menanggapi isu yang menyebutkan bahwa para driver online kini terpecah menjadi dua kubu.

“Saya nggak bisa dibilang pecah dua kubu sih, ya. Kelihatannya memang seperti itu. Karena kami baca di berita, ada yang meminta pemerintah menutup aplikator Maxim. Padahal, tiga aplikasi itu semuanya melanggar SK Gubernur. Kenapa cuma Maxim yang disorot?” ujarnya.

Menurut Feryandi, sikap tersebut menimbulkan dugaan adanya permainan di balik dorongan untuk menutup salah satu aplikator.

“Kalau dasarnya pelanggaran, semua aplikasi melanggar. Jadi kami menilai ada permainan, kenapa hanya Maxim yang disalahkan,” tegasnya.

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Koalisi Driver Online Batam Deklarasi, Tolak Penutupan Aplikasi Maxim pertama kali tampil pada Metropolis.