Tumpukan kayu dan puing-puing hanyut di sepanjang tepi sungai Kota Karak, Negara Bagian Pahang, Malaysia, akhir Desember 2021 lalu. Pahang menjadi salah satu negara bagian yang terdampak banjir di Malaysia. (F Terence Wong/AP via CNN)
batampos – Banjir di Malaysia meluas selama dua pekan terakhir. Dari satu negara bagian di Selangor kini meluas menjadi tujuh negara bagian hingga Sabah. Akibatnya, lebih dari 125 ribu warga dievakuasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia menyatakan, sebanyak 125 ribu warga itu dievakuasi dari pusat banjir, seperti Kelantan, Terengganu, Pahang, Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan juga Sabah.
Sebanyak 8.727 orang dievakuasi di 128 pusat bantuan. Jumlah ini termasuk dari 125.490 orang telah terkena dampak banjir nasional. Meski begitu, sebanyak 117.700 pengungsi telah kembali ke rumah. Demikian dilansir dari CNN, Selasa (4/1/2022).
Banjir biasa terjadi di pantai timur Malaysia selama musim hujan tahunan antara Oktober dan Maret. Namun intensitas curah hujan yang tinggi sejak pertengahan Desember 2021 lalu membuat ribuan orang mengungsi dan mengganggu layanan darurat.
Inspektur Jenderal Acryl Sani Abdullah Sani lewat laman Twitternya menyebutkan, banjir Malaysia telah merenggut 50 nyawa, dan dua diantaranya masih hilang.
Sementara itu, Pusat Pengendalian Bencana Nasional jiran itu juga telah mengeluarkan pemberitahuan kesiapsiagaan operasi bencana dengan melibatkan Departemen Irigasi dan Drainase. Peringatan air pasang di Semenanjung Barat Malaysia masih terus berlanjut hingga 5 Januari 2022 besok. (*)
Banjir di perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (31/12). F Group WA FKTW Tanjunguncang
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan persoalan banjir di Batam untuk saat ini disebabkan karena massifnya pembangunan di Kota Batam. Pengalokasian lahan yang terjadi selama beberapa tahun ini menyebabkan pertumbuhan pembangunan mengalami peningkatan.
“Bangun saja, tapi tak diperhatikan aliran airnya. Sehingga terjadilah banjir seperti saat ini. Saya mau ini diselesaikan. Saya baru dua tahun jadi kepala BP, sedangkan pengalokasian ini sudah terjadi sejak lama dan bertahun-tahun,” kata dia usai menghadiri rapat di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (3/1).
Rudi mengakui setiap tahun selalu terjadi banjir. Bagi daerah yang tengah membangun, persoalan banjir ini pasti akan terjadi. Ketika membangun, resapan air ditutup. Sehingga ketika ada peningkatan debit air yang cukup tinggi, tidak ada resapan air, sehingga meluap dan menggenangi perumahan warga.
“Mereka hanya membuat drainase cadangan. Pertanyaannya cukup tidak untuk menampung debit air. Kalau sudah begitu, air pasti meluap, karena drainase ini tidak sanggup menampung debit air yang meningkat ini. Ini yang terjadi di Kota Batam saat ini,”ujarnya.
Setelah kejadian banjir dibeberapa titik ini, pihaknya mendapatkan hasil seperti itu. Penyebab banjir ini harus diatasi dengan cara yang tepat. Agar banjir bisa diminimalisir.
Kepala BP Batam ini mengungkapkan persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah. Membutuhkan peran semua orang, tidak saja pemerintah, karena lahan yang ada di Batam saat ini sudah ada PL semua, termasuk drainase.
“Drainase saja ada PL, seperti yang di Batuaji ada PL, Tembesi ada PL. Ini yang harus didudukan, mana yang harusnya menjadi aliran air kalau sudah ada PL harus kita dudukan. Kan tidak semudah itu mau kita cabut PL nya,” tegas Rudi.
Rudi melanjutkan hal ini harus dirapatkan dulu, pihaknya harus memanggil pemilik PL dan mencari solusi untuk mengatasi persoalan banjir di daerah tersebut. Lanjutnya, kalau keinginan dari pemerintah pasti minta dikembalikan, namun hal itu tidak semudah yang diinginkan. Karena tidak semua orang ingin menyerahkan kembali PL tersebut.
“Saya inginnya ditarik kembali, seperti di daerah Batuaji. Itu tempat aliran air sudah ada PL semua. Kalau saya tarik kira-kira ada yang mau ngasih ngak?. Ada yang 10 tahun, 20 tahun. Dan ini ada proses yang harus dilewati,” jelasnya.
Kendati demikian, Rudi mengatakan jumlah titik banjir yang ada saat ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Karena sebagian sudah atasi, meskipun belum bisa dituntaskan semuanya.
Namun kembali bertambah, karena adanya pengalokasian lahan. Hal ini terjadi karena mereka menimbun aliran air. Sedangkan drainase pengganti tidak sesuai dengan kebutuhan. “Kira-kira itu persoalannya yang akan diatasi bersama,” tutupnya. (*)
Striker Chelsea Romelu Lukaku semakin tak mendapat dukungan untuk bertahan di timnya. (OLGA MALTSEVA/AFP)
batampos – Romelu Lukaku begitu keukeuh meninggalkan Inter Milan demi kembali ke klub lamanya, Chelsea, pada musim panas lalu. Bahkan, Lukaku sampai merengek kepada allenatore Inter Simone Inzaghi untuk merelakannya pergi ke London.
Pelatih yang akrab disapa Simo itu pun dipaksa mengubah rencana karena dia telah memproyeksikan Lukaku sebagai fondasi proyek timnya.
Simo pada akhirnya menjadikan striker gaek sekaligus mantan kapten AS Roma, Edin Dzeko, sebagai substitusi Lukaku.
”Setelah sesi latihan, aku ke ruangan (Simo, Red). Aku sebenarnya tidak mau merusak suasana, tetapi pikiranku tidak lagi di sana (Inter, Red).”
”Jadi, aku meminta kepadanya, tolong sepakati negosiasi ini,’’ begitu rengekan Lukaku kepada Simo seperti yang diungkapkan bomber timnas Belgia tersebut kepada Sky Italia.
Pernyataan Lukaku kala itu merupakan upaya menutupi tudingan fans Inter yang menyebut striker 28 tahun tersebut sebagai pemain mata duitan.
Loyalitas Lukaku kepada Nerazzurri selama dua musim seolah luntur karena skuad Inter memang sedang terdampak kebijakan pemotongan gaji sebagai imbas kondisi finansial klub yang goyah.
Namun, drama pada awal 2022 telah membuktikan bahwa hati Lukaku tidak benar-benar berada di London.
Terlebih setelah pemilik julukan Big Rom itu mengaku kepada jurnalis Sky Italia Matteo Barzaghi bahwa dirinya tidak bahagia di Chelsea jelang pergantian tahun.
”Secara fisik aku baik-baik saja. Aku hanya tidak senang dengan suasana di Chelsea. Apalagi, (Thomas) Tuchel (tactician Chelsea, Red) lebih suka bermain dengan sistem lain,’’ ungkap Lukaku.
Jika musim panas lalu Lukaku minta diizinkan pulang ke Chelsea, sekarang mantan striker Manchester United itu malah ingin kembali ke Appiano Gentile (lokasi markas latihan Inter).
”Aku selalu mengatakan bahwa Inter selalu ada di hatiku. Aku tak tahu apakah aku akan kembali ke Inter, tapi aku sangat berharap itu terjadi. Aku jatuh cinta dengan Italia,” beber Lukaku.
Sial bagi Lukaku. Keinginannya direspons negatif oleh Interisti. Mereka membentangkan poster yang menyindir loyalitas palsu Lukaku.
Bukan hanya dari Inter. Dari Chelsea, Big Rom mendapatkan konsekuensi atas ucapannya yang menyakiti The Blues. Apalagi, dalam akun Facebook, Lukaku menampilkan bio Inter dan bukan Chelsea.
Tactician Chelsea Thomas Tuchel pun mencoret nama Lukaku dalam daftar pemain saat menghadapi Liverpool FC kemarin (3/1).
Tuchel kabarnya juga meminta pendapat dari pemain senior Chelsea seperti kapten tim Cesar Azpilicueta, gelandang Jorginho, dan N’Golo Kante hingga bek Antonio Ruediger terkait solusi mengatasi masalah Lukaku.
”Kami akan menyelesaikan situasi ini secara internal dan berbicara baik-baik dengannya (Lukaku, Red) tanpa harus mengganggu persiapan tim yang sudah sangat baik (untuk lawan LFC, Red),” beber Tuchel di laman resmi klub.
Seandainya Chelsea sakit hati dan Inter tidak ingin merekrut kembali, Lukaku terancam tidak bisa tampil lagi di paro kedua musim ini.
Namun, ada rumor yang menyebutkan bahwa Lukaku masih bisa membela klub lainnya di bursa transfer musim dingin bulan ini.
Tottenham Hotspur asuhan mantan pelatih Inter, Antonio Conte, disebut siap menerima Lukaku. Conte memang ingin Spurs memiliki kedalaman skuad yang bagus. Lukaku bisa jadi penguat lini serang bersama Harry Kane dan Son Heung-min. (*)
Jalan di Marina City rusak parah akibat dilewati kendaraan proyek. Padahal Pemprov Kepri baru beberapa tahun lalu melakukan perbaikan jalan ini
batampos-Walaupun banjir sudah usai, tapi musim hujan belum selesai, Pemprov Kepri belum melakukan perbaikan drainase sejumlah ruas jalan provinsi di Kota Batam. Padahal drainase jalan provinsi dituding menjadi penyebab banjir yang terakhir akhir tahun 2021 lalu.
“Persoalan ini sudah sampai ke Bidang Bina Marga, Dinas PU Kepri. Tentu Dinas PU Kepri akan melakukan pemetaan,” ujar Sekretaris Dinas PU Kepri, Rodi Yantari, Senin (3/1) di Tanjungpinang.
Mantan Kepala Bidang Bina Marga tersebut menjelaskan, proses pemetaan persoalan akan dilakukan setelah meninjau kondisi lapangan. Menurutnya, jalan-jalan Provinsi memang menjadi tanggungjawab dari Pemprov Kepri. Namun penyebab terjadinya banjir, drainase bukanlah faktor utama.
“Karena di Kota Batam maupun daerah lain selain jalan provinsi, ada jalan kota, dan jalan nasional. Tentu kondisi ini saling berkaitan,” jelasnya.
Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad angkat bicara terkait mangkraknya pembangunan sejumlah ruas Jalan Provinsi di Kota Batam. Menurut Gubernur, Pemprov Kepri bersedia melepas jalan tersebut ke BP Batam, jika instansi tersebut bisa menyelesaikan pembangunan dengan cepat.
“Memang ada sejumlah ruas Jalan Provinsi di Batam yang sempat mangkrak pembangunannya. Infrastruktur ini menjadi salah satu atensi untuk kami selesaikan. Meskipun pelaksaan pembangunan dilakukan oleh Gubernur sebelumnya,” ujar Gubernur Ansar, belum lama ini.
Ditegaskannya, sesuai dengan kemampuan anggaran, Pemprov Kepri akan melanjutkan pembangunan tersebut lewat APBD TA 2022 mendatang. Namun skema pekerjaannya dilakukannya secara bertahap. Mantan Bupati Bintan tersebut mengatakan, keterbatasan anggaran menyebabkan pembangunan tidak bisa dilakukan secara sporadis.
”Keinginan kita memang pembangunan apapun selesai dalam satu tahun anggaran. Namun karena masalah kemampuan daerah, tentunya pembangunan mahu tidak mahu dilakukan secara bertahap,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut katanya, menyikapi kondisi yang ada sekarang ini, ia bersedia melepaskan status Jalan Provinsi di Kota Batam. Adapun syaratnya adalah BP Batam bersedia untuk menyelesaikan pembangunan tersebut secepat mugkin. Mengingat anggaran di Batam ada sekitar Rp5 triliun. Yakni gabungan dari BP Batam dan Pemko Batam.
“Anggaran Provinsi hanya sekitar Rp3,9 triliun. Sementara pembangunan yang kita lakukan menyebar di Kabupaten/Kota. Artinya, tidak terfokus pada satu daerah saja,” jelas Gubernur. (*)
Oknum juru parkir memungut uang parkir kepada pengunjuung di Jembatan I Barelang, Sabtu (1/1). Pemungutan parkir di Jembatan ini adalah pungli. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Aktivitas pungutan liar (pungli) dengan modus pungutan parkir liar di Jembatan Barelang kembali meresahkan wisatawan dan masyarakat yang berkunjung. Setiap pengunjung yang berhenti di sekitar badan jembatan, dihampiri oknum tanpa mengenakan pakaian petugas parkir resmi.
Tukang parkir ini tidak berseragam ataupun memiliki tanda pengenal sama sekali. Mereka berkeliaran seperti pengunjung pada umumnya.
Ia tidak melarang pengendara yang berhenti di atas badan jembatan, mereka justru memanfaatkan kesempatan itu untuk memperoleh rupiah.
Sebagian warga memang memprotes, namun tidak berdaya. Sebab, kelompok jukir liar ini cukup banyak. Pengunjung menyayangkan hal itu, sebab memberatkan dan merepotkan pengunjung.
”Kalau memang tak boleh orang parkir di atas jembatan, harusnya dilarang atau diusir, ini enggak, malah dipalak Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” tutur Sanur, pengunjung yang kesal karena dimintai tarif parkir Rp 5 ribu saat turun dari sepeda motor untuk berfoto di atas Jembatan I Barelang.
Menurutnya, jukir liar itu cuek saja saat orang parkir atau berhenti. Begitu pengunjung mau pergi, atau terlihat berhenti dalam waktu lama, baru oknum tersebut nongol dan memungut uang dengan berbagai alasan.
”Petugas (resmi) tak ada sama sekali, padahal ada pos penjagaan dekat Jembatan I Barelang ini. Kacau memang wisata di Batam ini,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Reni, juga mengaku resah dengan pungutan parkir liar tersebut. Sebab, ia hanya berhenti beberapa saat untuk mengambil foto.
”Saya naik motor, berhenti sebentar. Tiba-tiba datang laki-laki minta uang parkir Rp 5 ribu,” ujarnya, kemarin.
Ia menambahkan, seluruh pemilik kendaraan yang berada di jembatan tersebut turut ditagih uang parkir oleh oknum tersebut. Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, dikenakan Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat.
”Anehnya, saya pindah ke jembatan 2 juga ditagih lagi,” katanya.
Hal senada dikatakan Abdul, pengunjung lainnya. Ia mengaku, saat berhenti di Jembatan I Barelang, langsung dihampiri seseorang yang menagih uang parkir Rp 5 ribu. Pria tersebut memberikan karcis berwarna kuning.
”Kalau berhenti lama tak apa ditagih. Kadang dalam semalam bisa dua kali,” katanya.
Keadaan yang sama juga terjadi di lokasi wisata pantai yang dikelola oleh pihak ketiga di sepanjang Pulau Galang.
Pengunjung sudah dibebani biaya masuk yang mahal, namun parkir kendaraan juga harus bayar. Selain itu, kendaraan pengunjung banyak yang rusak namun tidak ada tanggung jawab dari pihak pengelola.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, saat dikonfirmasi menegaskan akan menindak pungli tersebut. ”Nanti kami tindak,” ujar Reza di Mapolresta Barelang. (*)
Venus Williams dan Serena Williams tidak akan tampil di Australia Terbuka untuk kali pertama sejak 1997. (Christian Petersen/Getty Images/AFP)
batampos – Untuk kali pertama dalam 25 tahun, Australia Terbuka tidak diikuti kakak-beradik Venus Williams dan Serena Williams.
Serena sudah tidak bertanding sejak Juni tahun lalu setelah mengalami cedera kaki saat tampil di Wimbledon. Bulan lalu, dia menyatakan mundur dari Australia Terbuka karena belum pulih betul dari cedera.
Sebenarnya, Serena berambisi menambah satu lagi gelar grand slam-nya untuk menyamai rekor Margareth Court sebagai pengumpul gelar mayor terbanyak (24).
Di Australia Terbuka, Serena sudah mengumpulkan empat gelar. Termasuk gelar ke-23 yang diraihnya pada Australia Terbuka pada 2017.
Tahun lalu, dia melaju hingga semifinal, namun dikalahkan Naomi Osaka yang akhirnya keluar sebagai juara.
”Melbourne adalah kota yang selalu ingin aku kunjungi. Dan aku selalu senang bisa bertanding di Australia Terbuka,” ucap Serena yang kini berusia 40 tahun.
”Namun menurut nasihat tim medis, aku memutuskan mundur dari Australia Terbuka,” tandas ratu tenis yang kini menduduki peringkat 41 dunia tersebut.
Sedangkan Venus juga sedang mengalami cedera kaki dan belum kembali ke turnamen tenis sejak Agustus.
Dia butuh wildcard jika ingin tampil di Australia Terbuka karena saat ini dia sudah terlempar di peringat 318 dunia.
Meski tanpa keduanya, sejumlah nama besar masih akan tampil di Melbourne Park. Di antaranya Naomi Osaka dan petenis tuan rumah, yang juga ranking 1 dunia Ashleigh Barty.
Juga juara AS Terbuka Emma Raducanu. Barty difavoritkan menjadi kandidat terkuat juara Australia Terbuka. (*)
batampos – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng dalam negeri. Sebab kebutuhan rakyat harus diutamakan dan harga minyak goreng harus kembali terjangkau.
Seperti diketahui, harga minyak goreng yang saat ini melambung tinggi karena naiknya harga komoditas Crude Palm Oil (CPO) dunia sebagai bahan baku minyak goreng. Naiknya harag CPO dunia mendorong kenaikan harga jual minyak goreng hingga mencapai di atas Rp 20 ribu per kilogram.
“Saya perintahkan menteri perdagangan untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri dengan harga harus tetap terjangkau,” kata Jokowi secara virtual dikutip Senin (3/1).
Bila diperlukan, Menteri Perdagangan dapat melalukan kembali operasi pasar agar harga tetap terkendali.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, BUMN beserta anak perusahaan yang bergerak baik di bidang pertambangan perkebunan maupun pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) lainnya untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.
“Ini adalah amanat pasal 33 ayat 3 UUD 1945 bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tuturnya.
Jokowi menegaskan, bagi perusahaan yang tidak dapat melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bisa diberikan sanksi. Bahkan, bukan hanya tidak diberikan izin ekspor tapi juga pencabutan izin usahanya
“Ini mutlak, jangan sampai dilanggar dengan alasan apapun,” pungkasnya. (*)
Salah seorang warga mengurus paspor di kantor Imigrasi Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
batampos – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo mengatakan, selama tahun 2021 Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam telah menerbitkan 12.217 paspor biasa dan 5.726 paspor elektronik. Jumlah ini cukup banyak karena di tahun 2021 masih adanya pembatasan orang untuk keluar masuk dimasa pandemi.
“Jadi tantangannya selama pandemi, bagaimana Imigrasi tetap eksis memberikan layanan kepada Warga Negara Indonesia khususnya paspor. Ini ada paspor yang biasa maupun paspor elektronik. Dan grafik paspor elektronik ini meningkatnya sangat baik sekali. Hampir mendekati 50 persen paspor biasa,” kata Ismoyo.
Banyaknya penerbitan paspor elektronik ini dikarenakan kesadaran pengguna paspor yang meningkat. Dimana, paspor elektronik memberikan fasilitas bebas visa untuk masuk ke 78 negara. Kedepannya, semakin meningkatnya penggunaan paspor elektronik, maka akan berdampak pada pengakuan internasional terhadap paspor Indonesia.
“Nanti akan semakin banyak menggunakan maka pengakuan dunia terhadap pemberian bebas visa akan semakin meningkat,” katanya.
Dalam pelayanan paspor, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam juga memberikan kemudahan dengan layanan eazy paspor. Yakni, pelayanan paspor secara kolektif dengan jemput bola yang diberikan kepada komunitas maupun instansi. Dimana, tahun 2021 lalu telah dilaksanakan layanan paspor dengan sistem jemput bola sebanyak 21 kali dengan penerbitan paspor sebanyak 1.021.
“Jadi Imigrasi yang datang ke lokasi komunitas atau instansi terkait yang memohon layanan jemput bola,” tuturnya.
Sementara untuk izin tinggal bagi WNA yang berkunjung ke Batam juga cukup banyak. Dimana, 4.356 WNA mengajukan izin tinggal kunjungan, 6.184 WNA mengajukan izin tinggal terbatas, 64 izin tinggal tetap, 6.267 izin masuk kembali dan anak berkewarga negaraan ganda sebanyak 31 orang. (*)
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
batampos – Shin Tae-yong (STY) tidak bisa bersantai lama. Setelah berjuang bersama skuadnya di Piala AFF 2020, kini STY sudah harus mempersiapkan tim untuk tampil di Piala AFF U-23 yang berlangsung di Kamboja pada 14–26 Februari nanti.
Waktu persiapan yang ada praktis hanya sekitar sebulan. Dari 30 pemain yang menjadi bagian timnas di Piala AFF 2020, terdapat 13 pemain yang berpeluang tampil di Piala AFF U-23.
Namun, STY mengaku siap jika tidak bisa memanggil para pemainnya yang berkarier di luar negeri. Sebut saja Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, dan Syahrian Abimanyu.
Mereka hampir pasti tidak dilepas oleh klubnya karena turnamen tersebut tidak masuk kalender FIFA.
Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menyatakan, pemangilan pemain yang dibutuhkan merupakan domain pelatih. ’’Kami di PSSI men-support semua program dan road map pelatih,’’ ujar pelatih asal Minang tersebut kepada Jawa Pos kemarin.
Mantan pelatih Bali United itu menegaskan, dengan atau tanpa kelima pemain yang berkarier di luar negeri, timnas Indonesia tetap siap dengan pemain yang diminta STY.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan meminta STY cepat menentukan daftar pemain untuk memperkuat Garuda Muda karena persiapan U-23 sangat mepet.
Kejuaraan dengan kategori U-23 tersebut merupakan edisi pertama. Sebelumnya, turnamen itu menggunakan kategori U-22, yang kali terakhir digelar pada 2019 dengan Indonesia sebagai juara. (*)
Terdakwa Azis Syamsuddin menjalani sidang lanjutan kasus suap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/12). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin membantah adanya penerimaan uang senilai Rp1,135 miliar terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah. Bantahan itu disampaikan Azis dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/1).
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri tak mempermasalahkan bantahan Azis tersebut. Tetapi KPK meyakini, sudah mempunyai bukti kuat dalam membuktikan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Azis.
“Terdakwa menyangkal keterangan saksi hal bisa terjadi dipersidangan. Silakan terdakwa buktikan sebaliknya,” kata Ali dikonfirmasi, Selasa (4/1).
“Namun perlu kami sampaikan bahwa kami tentu telah memiliki bukti kuat atas dugaan perbuatan terdakwa,” imbuhnya.
Juru bicara KPK bidang penindakan ini menegaskan, sebagai pemahaman bersama, dari fakta persidangan berdasarkan keterangan saksi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, sudah sangat jelas ada korelasi peran Edi Sujarwo selaku orang dekat Azis, dengan perbuatan terdakwa.
“Fakta ini ini tidak terbantahkan,” tegas Ali.
Ali meyakini, peran Edi Sujarwo dalam pengurusan DAK Lampung Tengah, dinilai memperkuat adanya kedekatan dengan Azis. “Perbuatan Edi Sujarwo justru memperkuat adanya petunjuk kedekatan ybs dengan terdakwa sebagai anggota DPR kala itu,” papar Ali.
Pernyataan Azis menepis keterangan dari Kasubbid Rekonstruksi pada BPBD Kabupaten Lampung Tengah, Aan Riyanto. Dalam keterangannya, Aan mengaku mengenal dengan sosok Aliza. Dia menyampaikan, sempat melakukan pertemuan dengan Aliza di Hotel Veranda, yang saat itu dikenalkan dengan Taufik Rahman.
Berdasarkan sepengetahuan Aan, Aliza merupakan orang dekat dari Azis Syamsuddin. Pertemuannya dengan Aliza tidak lain untuk membantu mengurus pencairan DAK Lampung Tengah.
“Pada tanggal 21 Juli, saya di Hotel Veranda dikenalkan pak Taufik dikenalkan dengan Aliza, orang dekatnya terdakwa (Azis Syamsuddin). Kalau Lampung Tengah dapat DAK ada sejumlah uang yang diberikan ke Aliza,” ujar Aan.
Dia mengaku memberikan uang pemulus kepada Aliza senilai Rp1,135 miliar. Uang itu diberikan melalui dua orang yang disebut-sebut sebagai rekanan dari Aliza Gunado.
“Sampai parkiran mal, uang itu saya serahkan ke Aliza dan diserahkan ke kawannya yang dua orang itu untuk ditukar ke dolar singapura. Rp1,135 miliar yang dibawa Supranowo. Wadahnya tas jinjing warna hitam,” ungkap Aan.
Dalam perkaranya, Azis Syamsuddin didakwa menyuap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju senilai Rp3.099.887.000 dan USD36.000 atau senilai Rp519 juta. Suap itu terkait penanganan perkara korupsi yang diusut KPK di Lampung Tengah.
Suap tersebut dengan maksud agar Stepanus Robin Pattuju dan seorang pengacara Maskur Husain membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan politikus Golkar Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.
Azis didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang
Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (*)