
batampos – Sebanyak 127 rumah warga di tiga dusun di tiga desa di Kecamatan Besuki, Situbondo, terendam banjir, Rabu malam (15/12). Itu disebabkan hujan deras yang kemudian membuat air Sungai Jumain meluap karena tak mampu menampung debet air yang bertambah besar.
Tiga dusun itu adalah Dusun Patokangan, Desa Pesisir; Dusun Kotim, Desa Besuki, dan Dusun Krajan, Desa Kalimas. Pada saat air sungai meluap, warga berusaha menyelamatkan harta bendanya ke lokasi yang cukup aman. Sebab, khawatir luapan air sungai semakin tinggi menggenangi pemukiman warga. Luapan air memang dengan cepat menggenangi ratusan rumah warga dengan ketinggian genangan 30 hingga 50 centimeter.
Riyadi, Salah satu warga di Dusun Krajan, Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, menerangkan, luapan air Sungai Jumain datang dari hulu yang lebih dulu diguyur hujan lebat selama beberapa jam. Sehingga, debit air menjadi besar. Air mulai masuk ke pemukiman warga warga mulai sekitar pukul 17.00 hingga pukul 21.00.
“ Setiap tahun di sini memang sering banjir, padahal di area sungai itu sudah ada pembatasnya. Namun sudah rusak sehingga air bisa masuk. Kalau yang rusak itu ditutup kemungkinan masih bisa masuk namun tidak akan separah ini,” terangnya pada wartawan koran ini, Kamis (16/12).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Situbondo, Zainul Arifin membenarkan terjadinya banjir yang menggenangi rumah warga di tiga desa di Kecamatan Besuki tersebut. meluapnya air sungai itu dikarenakan di hulu terjadi hujan lebat. Sehingga kapasitas sungai tidak dapat menampung debet air yang semakin besar. “Total rumah yang tergenang banjir mencapai 127 rumah dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 50 centimeter,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, rumah yang tergenang banjir akibat luapan air sungai di Dusun Patokangan, Desa Besuki mencapai 45 rumah. Sedangkan untuk di Dusun Kotim, Desa Besuki, sebanyak 58 rumah. Ditambah rumah warga di Dusun Krajan, Desa Kalimas sebanyak 14 rumah. “Jadi luapan air sungai mulai masuk ke pemukiman warga sejak sekitar pukul 17.00 WIB dan mulai surut pada pukul 21.00 WIB. Beruntung sampai saat ini tidak ada laporan korban,”imbuhnya.
Untuk memastikan jumlah warga yang terdampak banjir luapan sungai Jumain, Zainul mengaku masih akan melakukan kroscek menyesuaikan dengan data dari desa masing-masing. “Kita akan inventarisir kembali berapa pastinya rumah yang tergenang banjir itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: JP Group


