Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 8750

Wirya Silalahi, Anggota DPRD Kepri Kecam Aksi Kekerasan di Sekolah

0
Wirya Putra Sar Silalahi

batampos.co.id– Kasus dugaan kekerasan dan penganiayaan terhadap sejumlah siswa di SMK Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam mendapat sorotan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga Inspektorat Jendral (Irjen) Kemendikbudristek. Tak terkecuali Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi pendidikan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi mengecam masih adanya tindakan kekerasan di dunia pendidikan. Komisi IV, kata Wirya, akan segera turun langsung ke SPND Batam untuk melihat langsung fakta di lapangan.

BACA JUGA: Selesai Buat Laporan, Langsung Diperiksa Penyidik, Kasus Dugaan Kekerasan di SMK Dirgantara

“Karena kami tak mau katanya-katanya, lihat dulu faktanya. Betul atau tidak (ada kekerasan),” ujarnya saat ditemui di kawasan Batamkota, Jumat (19/11).

Dilanjutkan Wirya, dirinya mengapresiasi langkah dari KPAI dan Kemendikbudristek serta instansi terkait yang langsung turun ke lapangan setelah adanya informasi dugaan kekerasan di SPND Batam. Nantinya, pihaknya juga akan memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Kepri yang merupakan mitra dari Komisi IV DPRD Kepri.

“Harusnya begitu. Harusnya kalau ada yang tak betul harus cepat turun. Nanti akan kami tanyakan bagaimana faktanya,” tuturnya.

Ia menambahkan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak diperbolehkan apapun alasannya. Termasuk perpeloncoan yang biasanya dilakukan oleh siswa lebih senior.

“Apalagi yang sifatnya hukuman karena siswa itu nakal. (Kekerasan) seperti itu tak bisa,” imbuhnya. Diketahui, dugaan aksi kekerasan kembali terjadi di lingkungan Sekolah Mengenah Kejuruan (SMK) Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam. Kali ini 10 mantan anak didik di SPND Batam mengalami tindakan kekerasan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan Retno Listyarti mengatakan, dugaan kekerasan di SPND Batam bermula dari laporan yang diterima KPAI dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam, yang merupakan mitra KPAI di daerah. Saat itu, KPPAD melaporkan ada 10 pengaduan terkait kekerasan yang dialami siswa dan dapodik anak yang tidak diberikan SPND Batam. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

 

Disperkim Tanjungpinang Kewalahan Atasi Laporan Warga

0
Petugas Disperkim, Kebersihan Dan Pertamanan Kota Tanjungpinang saat akan memotong pohon besar dan dinilai berbahaya saat angin kencang, belum lama ini. F. ist

batampos.co.id-Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman (Disperkim) Kebersihan Dan Pertamanan Kota Tanjungpinang membutuhkan alat tambahan berupa skylift untuk pemotongan kayu lapuk yang berada di tepi jalan.

Kepala Disperkim, Kebersihan Dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Djasman menjelaskan selama ini pihaknya terus melaksanakan pemotongan pohon yang sudah tua dan lapuk yang dinilai membahayakan masyarakat saat terjadi angin kencang.

BACA JUGA: Hati-Hati, Intensitas Hujan di Pulau Bintan Tinggi, Ombak di Natuna Capai 2,5 Meter

“Setiap hari kami lakukan pemotongan pohon, tidak ada angin kencang pun kami juga kerja tiap hari,” kata Djasman, Jumat (19/11). Saat ini yang menjadi kendala adalah, sambung Djasman kekurangan alat untuk melakukan pekerjaan, hanya ada satu skylift sehingga pemotongan kayu lapuk yang dilaporkan oleh masyarakat juga menjadi terlambat ditangani.

“Sekarang kami keteteran menyelesaikan laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Djasman mengaku sudah mengajukan penambahan alat itu termasuk membahasnya dengan pihak DPRD Tanjungpinang yang juga mendukung. Skylift itu juga sangat mahal, satu unit harganya mencapai Rp 800 juta untuk ukuran 12 meter, sedangkan ukuran 20 meter mencapai Rp 1,5 miliar.

“Kalau harganya Rp 200 juta mungkin sudah kita beli sejak tahun kemarin dua unit. Pernah kita usulkan ke provinsi tapi belum ada realisasi sampai sekarang,” terangnya.

Skylift itu, lebih jauh Djasman menyebutkan sangat perlu karena dalam pengerjaan pemotongan itu tidak mudah, banyak kabel listrik, kabel jaringan hingga rumah warga yang harus diperhatikan. “Tidak bisa tebang sembarangan macam pohon di hutan, banyak yang harus kita perhatikan,” ucapnya.

Beberapa titik yang sudah dikerjakan cukup banyak seperti di sekitaran pamedan, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Raja Haji Fisabilillah dan terus berpindah ke jalan lainnya sesuai laporan yang masuk ke dinas yang jumlahnya mencapai ratusan. Semua pohon peneduh di tepi jalan yang mengancam warga akan dipotong.

“Setiap hari kita pasti berpindah, kalau ada yang mendesak maka itu kita dulukan pengerjaanya,” paparnya. Ia mengaku sangat paham dengan kekhawatiran warga yang meminta segera dikerjakan pemotongan pohon atas laporan tersebut, hanya saja saat ini terkendala alat. (*)

Reporter: Peri Irawan

Pemprov Kepri Siapkan Dua Psikolog Bantu Korban Dugaan Kekerasan di SMK Dirgantara

0
KPAI bersama Kemendibud, Inspektorat Kepri, Dinas Pendidikan Kepri meninjau Sekolah Penerbangan
Nasional Dirgantara (SPND) di Batam Center, Rabu (17/11). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id-Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri menyiapkan dua psikolog khusus. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi trauma healing bagi pelajar yang menjadi korban kekerasan di SMK Dirgantara Batam.

BACA JUGA: DPRD Kepri akan Bentuk Tim Investigasi, Kasus Kekerasan di SMK Dirgantara

“Selain pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak yang selanjutnya disingkat UPTD PPA, kami juga akan menyiapkan dua psikolo dalam menyikapi masalah ini,” ujar Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Kepri, Misni, Jumat (19/11)

Mantan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, proses pemulihan trauma juga akan dilakukan setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin ada kekerasan serupa setelah kejadian ini. Karena Provinsi Kepri adalah Provinsi layak anak.

“Kita ingin semua proses sekolah berjalan sesuai dengan regulasi yang ada. Apalagi sekolah-sekolah menjadi salah satu zona atau wilayah layak anak,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, pihaknya akan mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu kerja-kerja tim investigasi yang akan dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Fokus pihaknya saat ini adalah pendampingan terhadap korban dan pemulihan trauma yang mereka alami.

“Bagi anak-anak atau pelajar yang mengalami kekerasan, pasti akan mengalami trauma. Kita khawatirkan psikis mereka yang terganggu, maka dari itu perlu ada diberikan trauma healing kepada setiap korban kekerasan,” tutup Misni. (*)

Reporter: Jailani

Ini Dia, Shio dan Zodiak Tokoh Kepri (9)

0
Jhon Kennedy. Foto: Socrates/batampos.co.id

Astrologi menghubungkan gerakan tata surya dan rasi bintang dengan karakter dan nasib manusia, sudah ada dari zaman Mesir Kuno dan nama zodiak muncul di era Yunani Kuno yang disebut Zoodiacos Cyclos.

Nah, zodiak seseorang, dihubungkan dengan horoskop atau bagan tata surya berdasarkan tanggal kelahiran dan lambang astrologi.

Bagaimana dengan zodiak dan shio tokoh-tokoh ternama di Kepulauan Riau berdasarkan tanggal dan tahun kelahirannya? Berikut zodiak dan shio para tokoh tersebut berdasarkan abjad. Simak karakter mereka.

Jhon Kennedy, 5 Agustus 1961

Zodiak Leo

Singa berbulu emas adalah sebagai simbol zodiak Leo. Orang yang dilahirkan di bawah rasi zodiak Leo dikenal suka memimpin, dermawan dan murah hati, penuh gaya, aristokrat, dan rasa percaya diri tinggi.

Sebagai anggota kerajaan segala zodiak, Leo bermartabat tinggi dan dramatis, gagah dan penuh warna. Leo suka menjadi pusat perhatian. Mereka bekerja giat di dalam organisasi dan pandai membagi tugas.

Rencana mereka jarang terdengar, namun selalu menakjubkan. Mereka penuh percaya diri dan terus terang dalam menyatakan apa yang mereka rasakan, namun terkadang mereka mudah marah. Mereka memiliki keberanian dan tidak mau berbuat curang.

Leo mempunyai pembawaan diri yang mengagumkan sehingga menarik perhatian banyak orang.

Orang Leo sangat terbuka, sulit bagi mereka menyembunyikan perasaan dan diri mereka sendiri. Mereka pandai beradaptasi dan perhatian pada segala hal.

Mereka dilahirkan untuk menjadi pemimpin. Ia akan kecewa bila mereka tidak memiliki kekuasaan untuk mendelegasikan tugasnya.

Mereka suka hidup seperti layaknya anggota kerajaan dan bersedia melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan gaya hidup yang diinginkannya.

Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk membujuk orang di sekitarnya melakukan apa yang diinginkan.

Leo suka melakukan perbuatan yang besar dan terkenal dengan kedermawanannya. Mereka tidak pernah mundur dari suatu pertempuran dan selalu membela hak mereka dan kepercayaan mereka.

Shio Kerbau

Shio Kerbau lambang kemakmuran lewat keuletan dan kerja keras. Mereka bisa diandalkan, tenang, metodis, sabar dan pekerja keras. Ia pendengar yang baik dan bersikap adil. Sulit merubah pendapatnya karena kadang-kadang ia keras kepala.

Namun, karena karakternya yang mantap, orang bershio Kerbau dipercaya memegang jabatan tinggi yang membutuhkan tanggungjawab. Prestasinya tak akan mengecewakan.

Namun, ia perlu berhati-hati supaya jangan mudah terbawa sikap yang terlampau serius. Penampilannya bersahaja, tapi rapi. Kecerdasan dan kecakapannya tersembunyi di balik sifat pendiamnya.

Pada dasarnya, Shio kerbau seorang introvert. Namun, wataknya yang kuat dapat mengubahnya menjadi pembicara yang fasih. Orang yang lahir di bawah Shio kerbau ini sistematis.

Patuh pada pola-pola yang sudah mapan. Meski dikritik kurang berimajinasi, Shio kerbau tahu, sukses yang langgeng hanya dapat dicapai dengan mengerjakan segala sesuatu menurut cara yang benar.

Jika ada masalah, shio kerbau tidak akan menunggu sampai nasib merubah keadaan. Ia akan berjuang dengan kegigihan dan dedikasi yang luar biasa. Namun, waspadalah apabila shio kerbau kehilangan kesabaran.

Ia jarang meledak kecuali situasi sudah tak tertahankan lagi olehnya. Bila ia marah, sebaiknya Anda menyingkir sampai amarahnya reda. Jangan berharap kata-kata puitis dan romantis darinya. Jika memberi hadiah, sama seperti karakter dirinya. Langgeng dan bersahaja.

Laporan: Socrates

Hari Ini 515 Mahasiswa Uniba Diwisuda, Dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah X, Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam

0
ILUSTRASI: Para mahasiswa mengikuti prosesi wisuda di kampus Uniba, Batam Kota, Sabtu (23/11/2019). F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.co.id – Salah satu universitas terbesar di Kepri, Universitas Batam (Uniba) mewisuda 515 mahasiswa Angkatan XVIII TA 2020-2021 di Hall Graha Bintang Uniba, Batam Kota, Batam, Sabtu (20/11/2021) mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.

Wisudawan berasal dari 4 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran dan dari berbagai jenjang yaitu: D3, D4, S1, Profesi, dan S2 atau Magister.

‘’Acara ini, Insya Allah akan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Prof Dr Herri MBA; Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad SE MM; dan Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi; Ketua Senat Uniba, Dr Soerya Respationo SH MH; dan lainnya,’’ sebut Rektor Uniba, Prof Dr Ir H Chablullah Wibisono MM dari Batam Kota, Jumat (19/11/2021).

Wisuda ini diselenggarakan dan didukung Ketua Yayasan Griya Husada Batam, DR Rusli Bintang; Wakil Rektor II Uniba Dr Angelina Eleonora Rumengan SKom M Msi.

Chablullah menambahkan, Uniba tersebut berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa, calon alumni dan lembaga pendidikan ini. Caranya dengan meningkatkan pendidikan para dosen dari program S1 (sarjana) ke S2 (magister) dan S3 (doktoral).

Uniba juga berupaya menggairahkan sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengundang akademisi seperti Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU Asean Eng.

Nizam memotivasi Uniba untuk membuat atau memproduksi para alumnus yang adaptif dan fleksibel.

‘’Para alumnus jangan kaku. Sikap bisa beradaptasi salah satu hal utama guna masuk dan memenuhi kebutuhan pasar kerja atau industri. Disamping tetap mengedepankan kreativitas. Inilah yang disebut dengan merdeka,’’ sebut Nizam saat Kuliah Umum, Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Auditorium Rumengan Hall, Uniba, Batam Kota, Batam, Sabtu (25/9/2021) lalu.

Nizam menambahkan, Uniba harus inovatif, menyantuni masyarakat seperti yatim piatu, mahasiswa boleh bersuara (demokratis), ada komunikasi antara mahasiswa dan dosen, sehat sosial, sehat Iptek, kampus hijau, hemat listrik, hemat air, tak ada sampah, bersih, sehat makanan, bergotong royong dan berakhlak mulia. Kampus buat usaha. Jangan bergantung dengan banyaknya mahasiswa.

‘’Jangan lupakan, buat dan berikan sesuatu agar masyarakat merasa beruntung dengan adanya Uniba di Negeri Bunda Tanah Melayu ini,’’ papar Nizam.

Saat ini sebut Nizam, peralatan medis dan obat-obatan di tanah air sebagian besar diimpor dari negara luar. Kini masanya, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di Uniba dan Indonesia umumnya, menciptakan budaya cinta produk dalam negeri. Seperti telah dilakukan Korea Selatan (Korsel). Lewat semangat dan kerja sama, bersama alumni Uniba, Indonesia bisa mengejar, beriringan atau bahkan mengalahkan Tiongkok yang saat ini kekuatan ekonominya tertinggi di dunia.

Nizam berpesan agar Uniba dan kampus di Indonesia harus menghasilkan sarjana lebih banyak dan berkualitas dari negara maju lainnya. Bekerja sama dengan pemerintah, lembaga, perusahaan nasional atau internasional.

Mahasiswa Uniba saat masuk kampus perlu berpikir mau jadi apa nanti setelah lulus. Jangan ada lagi mahasiswa yang merasa tidak cocok dengan Program Studi (Prodi) yang dimasukinya. Banyak praktek saat kuliah, seperti di Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Ini perlu dilakukan mahasiswa, karena 80 persen alumnus tidak bekerja di bidang iptek-nya.

Ketua Kopertis Wilayah X Prof Dr Herry SE MBA memberikan apresiasi kepada Uniba yang terus melakukan peningkatan kualitas SDM dan lainnya.

Ditambahkan Chablullah, kini Uniba sudah memiliki Program Studi Doktoral S3 Manajemen Sumber Daya Manusia dan Program Studi S2 Magister Perencanaan Wilayah (MPW) satu-satunya di Kepri, Magister Akuntansi, Magister Manajemen, Magister Hukum dan Magister Kenotaritan. Kini dalam proses penyusunan usulan Prodi S3 Ilmu Hukum.

Program doktor ini papar Chablullah, adalah satu prestasi sekaligus kebanggaan yang dipersembahkan Uniba kepada putera-puteri Melayu dan generasi muda tingkat nasional untuk mendapatkan program pendididikan tertinggi (S3, doktor).

Khusus putera puteri Melayu, tanpa perlu jauh-jauh lagi meninggalkan keluarga, mengeluarkan banyak biaya, tanpa banyak mengeluarkan waktu dan tenaga, kini bisa meraih gelar doktor di salah satu kampus terbesar dan menjadi kebanggan warga Kepri ini.

Chablullah mengatakan, program doktor ini adalah buah perjuangan, usaha dan doa keluarga besar Uniba, Yayasan Griya Husada Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri, dan masyarakat Kepri. S3 pertama di Kepri ini melengkapi pendidikan di Negeri Melayu ini. Prodi ini menjadi mitra siapapun, akan saling membantu, saling melengkapi. Program doktor ini akan menjadi bintang, sekaligus menerangi kehidupan pendidikan di Kepri.

Chablullah menambahkan, Uniba juga mendapat kebanggaan dengan hadirnya Wali Kota Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, H Muhammad Rudi saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Uniba di Auditorium Rumengan Hall, Uniba, Batam Kota, Batam, Kamis (30/9/2021).

Ketika itu, Rudi merekomendasikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di kantor Pemko Batam dan BP Batam untuk kuliah di Universitas Batam (Uniba).

BACA JUGA: 550 Mahasiswa Uniba Akan Diwisuda, Telah Miliki Program Magister dan Doktoral

Di hadapan 730 intelektual baru di Uniba tersebut, Rudi meminta sekaligus mengajak kalangan generasi milenial, khususnya mahasiswa Uniba untuk memberikan berbagai masukan. Terutama untuk membangun Batam ini menjadi lebih baik lagi.

Rudi mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak terpaku kepada ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang didapat di dalam kampus. Mahasiswa perlu terus belajar menyatu dan menambah Iptek-nya di luar kampus.

Tak hanya mengundang Dirjen Diktiristek), Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU Asean Eng. Uniba Uniba juga pernah mengundang tokoh nasional dan lainnya memberikan kuliah umum atau ceramah. Di antaranya, Wakil Mendiknas, Prof DD Fasli Jalal, pada Jumat (6/1/2012; Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Drs Budi Waseso SH, Jumat (6/1/2017); Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian MH, Kamis (16/2/2017); Ustaz H Abdul Somad Lc MA, Selasa (6/2/2018); Gubernur BI Terpilih, Perry Warjiyo PhD, Jumat (13/4/2018); dan beberapa lainnya. (adv)

Reporter: Suprizal Tanjung

Leher dan Tangan Siswa Dirantai, Polda Janji Usut Tuntas Dugaan Kekerasan di SPND Batam

0
Kombes Harry Goldenhardt memberi keterangan seputar dugaan kekerasan di SMK Dirgantara

batampos.co.id– Polda Kepri berjanji akan mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan di Sekolah Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam. Beberapa bukti-bukti tindak kekerasan berupa gambar dan video telah diserahkan orangtua korban ke pihak kepolisian. Dari pemeriksaan polisi sampai saat ini, ada dugaan kekerasan dilakukan sejak siswa masuk ke SPND Batam.

BACA JUGA: DPRD Kepri akan Bentuk Tim Investigasi, Kasus Kekerasan di SMK Dirgantara

“Para korban ini mendapatkan perlakuan kekerasan sejak kelas 1 hingga kelas 3. Kekerasan diterima akibat pelanggaran yang mereka lakukan. Namun, teguran pelanggaran dilakukan sekolah terhadap siswa caranya salah,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, Jumat (19/11).

Kekerasan yang dilakukan terhadap para siswa ini mulai dari verbal hingga fisik. Dari video yang didapat polisi, salah satu tindak kekerasan dilakukan adalah merantai leher dan tangan siswa yang melanggar aturan sekolah.

“Pihak Ditreskrimum sudah melayangkan permintaan visum, dan mengambil dokumen-dokumen saat korban dirantai dan dimasukan dalam sel,” ucapnya.

Ia mengaku sangat prihatin dengan dunia pendidikan, yang memperlakukan siswanya seperti itu. Ia berjanji penyidik akan bertindak profesional, dan menindak para pelaku sesuai aturan yang ada.

“Laporan baru kami terima hari ini dan langsung kami tindaklanjuti. Pelakunya masih kami cari, dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan korban dan bukti-bukti didapat polisi, ada pelanggaran sesuai pasal 80 jo pasal 76 C Undang-Undang no 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak dan perempuan. Lalu pasal 354 KUHP, terkait penganiayaan berat. “Ancaman hukuman 5 tahun penjara. Ini rilis awal kami, menindaklanjuti keresahan yang terjadi di masyarakat,” ucapnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Jeffry Siagian mengatakan pengusutan kasus ini, merupakan langkah cepat kepolisian menerima aduan masyarakat.
“Bermula dari pemberitaan, kami lalu segera mengambil langkah tegas,” ujarnya.

Ia mengatakan telah memanggil pihak-pihak terkait. Selain itu, juga telab mendatangi lokasi kejadian dugaan kekerasan. “Kami lakukan secepatnya. Kami telah mendengar cerita masing-masing korban. Begitu dibuat laporan, kami bergerak menelusuri setiap informasi yang ada. Permintaan keterangan masih berlangsung, nantinya akan kami segera layangkan untuk proses selanjutnya,” ucapnya.

Terkait lokasi kejadian di sekolah, Jeffry mengaku tidak akan memasang police line. Karena, dapat berdampak terhadap mental para siswa lainnya. “Kami pastikan kasus ini, akan diusut secepatnya,” ujarnya.

Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri, Tetwati Lubis menyambut baik langkah yang dilakukan kepolisian. Ia mengatakan akan terus mendampingi para korban, agar mendapatkan haknya sebagai seorang anak.

“Terimakasih atas respon cepatnya bapak polisi. Kami akan menyediakan psikolog, untuk memulihkan jiwa para anak-anak ini. Kami juga akan melakukan pengecekan kesehatan. Sekali lagi, terimakasih bapak polisi, cepat tanggap,” ucapnya.

Ia berharap tidak ada lagi sekolah yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya. Sehingga, anak dapat bersekolah dengan nyaman dan aman, tanpa ada kekerasan.

Ketua KPPAD Batam, Abdillah menambahkan bahwa dari pengakuan korban, ada tindakan pemukulan terhadap para siswa. Selain itu, bagi yang dinilai memiliki kesalahan, dimasukan ke dalam sel.

Kadang tindakan pendisiplinan ala SPND Batam ini, karena permasalahan tidak bayar SPP. Sehingga, ada oknum-oknum yang mendisiplinkan siswa-siswa dengan cara kekerasan.

Selain tindak kekerasan. Sistem pendidikan sekolah tersebut, juga berbeda dengan sekolah kebanyakan. Siswa tidak memiliki waktu yang jelas untuk belajar. Kadang pagi, siang bahkan malam hari. “Sistem pembelajaran aneh dan tidak ada kejelasan,” ucapnya.

Selain itu ditemukan ketidaksinkronan data pendidik berdasarkan laporan ke Disdik Kepri dan yang dimiliki sekolah tersebut.
“Guru-gurunya tidak didetilkan. Apakah mereka punya kompetensi keguruan atau tidak,” tuturnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda

Wirya Silalahi Bersama Dinsos Kepri Beri Bantuan Kepada Pelaku Usaha Mikro

0
Wirya Silalahi bersama Kadinsos Kepri foto bersama dengan penerima bantuan

batampos.co.id- Anggota DPRD Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi, yang juga Sekretaris Komisi 4 bersama Dinas Sosial Provinsi Kepri memberikan bantuan peralatan usaha kepada 30 pelaku usaha mikro di Pasar M2, Batamkota, Jumat (19/11). Paket bantuan yang diberikan itu berupa, kompor gas, belender, pemanggang kue dan gilingan mie.

“Ini pembagian untuk masyarakat pelaku usaha ekonomi mikro dari Dinas Sosial,” ujar Wirya usai penyerahan bantuan.

Ia mengungkapkan, sasaran penerima bantuan itu adalah pelaku usaha yang kurang mampu dengan melalui tahapan seleksi. Dirinya yang duduk di DPRD yang membidangi kesejahteraan masyarakat hanya membantu memfasilitasi Dinas Sosial Provinsi Kepri.

“Ada 30 set bantuan untuk pedagang dari Bengkong, Batuampar dan Batamkota. Kriterianya itu, kurang mampu dan mempunyai usaha kecil. Agar bisa membatu perekonomian mereka,” katanya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan bisa terus berkelanjutan dengan bantuan yang lebih besar lagi. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi pemancing pelaku usaha untuk dapat bertahan hingga mengembangkan usahanya.

“Saya harapkan batuan seperti pancing. Supaya mereka bisa produktif. Kita berikan pancing, biar dapat ikan. Bukan langsung ikannya diberikan. Kita harapkan seperti itu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Doli Boniara mengatakan, Dinas Sosial Provinsi Kepri bermitra dengan Komisi 4 DPRD Kepri. Bantuan ini diberikan bermula dari Wirya yang menyampaikan aspirasinya ke Dinas Sosial Provinsi Kepri untuk membantu pelaku usaha mikro.

“Aspirasi beliau (Wirya) langsung kami tindak lanjuti, dengan melibatkan kawan kawan pendamping di wilayah kecamatan. Dari teman-teman pendamping ini lah, mereka memverifikasi masyarakat kita yang untuk dibantu ini,” ujar Doli.

Ia melanjutkan, Dinas Sosial Provinsi Kepri mengucapkan terima kasih kepada Wirya karena bantuan yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Kepri tak terlepas dari dukungan Wirya dari Komisi 4 DPRD Kepri. Sehingga dengan adanya kegiatan bantuan ini bisa membantu masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Dampak Covid ini salah satunya adalah pemulihan ekonomi. Inilah salah satu tujuan yang diharapkan oleh pak Wirya dan teman-teman DPRD. Kemudian kami dari Dinas Sosial Provinsi Kepri,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 bisa berlanjut dengan bertahap dan tidak hanya bantuan ekonomi produktif. Namun juga bantuan lainnya.

“Mudah-mudahan nanti ada bantuan modal dan bantuan lainnya. Tentunya kita berharap, bantuan ini bisa bermanfaat, bisa menambah kesejahteraan masyarakat yang kita bantu. Itulah tujuannya,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

Wirya Silalahi Bersama Dinsos Kepri Beri Bantuan Kepada Pelaku Usaha Mikro

0
Wirya Silalahi bersama Kadinsos Kepri foto bersama dengan penerima bantuan

batampos.co.id- Anggota DPRD Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi, yang juga Sekretaris Komisi 4 bersama Dinas Sosial Provinsi Kepri memberikan bantuan peralatan usaha kepada 30 pelaku usaha mikro di Pasar M2, Batamkota, Jumat (19/11). Paket bantuan yang diberikan itu berupa, kompor gas, belender, pemanggang kue dan gilingan mie.

“Ini pembagian untuk masyarakat pelaku usaha ekonomi mikro dari Dinas Sosial,” ujar Wirya usai penyerahan bantuan.

Ia mengungkapkan, sasaran penerima bantuan itu adalah pelaku usaha yang kurang mampu dengan melalui tahapan seleksi. Dirinya yang duduk di DPRD yang membidangi kesejahteraan masyarakat hanya membantu memfasilitasi Dinas Sosial Provinsi Kepri.

“Ada 30 set bantuan untuk pedagang dari Bengkong, Batuampar dan Batamkota. Kriterianya itu, kurang mampu dan mempunyai usaha kecil. Agar bisa membatu perekonomian mereka,” katanya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan bisa terus berkelanjutan dengan bantuan yang lebih besar lagi. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi pemancing pelaku usaha untuk dapat bertahan hingga mengembangkan usahanya.

“Saya harapkan batuan seperti pancing. Supaya mereka bisa produktif. Kita berikan pancing, biar dapat ikan. Bukan langsung ikannya diberikan. Kita harapkan seperti itu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Doli Boniara mengatakan, Dinas Sosial Provinsi Kepri bermitra dengan Komisi 4 DPRD Kepri. Bantuan ini diberikan bermula dari Wirya yang menyampaikan aspirasinya ke Dinas Sosial Provinsi Kepri untuk membantu pelaku usaha mikro.

“Aspirasi beliau (Wirya) langsung kami tindak lanjuti, dengan melibatkan kawan kawan pendamping di wilayah kecamatan. Dari teman-teman pendamping ini lah, mereka memverifikasi masyarakat kita yang untuk dibantu ini,” ujar Doli.

Ia melanjutkan, Dinas Sosial Provinsi Kepri mengucapkan terima kasih kepada Wirya karena bantuan yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Kepri tak terlepas dari dukungan Wirya dari Komisi 4 DPRD Kepri. Sehingga dengan adanya kegiatan bantuan ini bisa membantu masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Dampak Covid ini salah satunya adalah pemulihan ekonomi. Inilah salah satu tujuan yang diharapkan oleh pak Wirya dan teman-teman DPRD. Kemudian kami dari Dinas Sosial Provinsi Kepri,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 bisa berlanjut dengan bertahap dan tidak hanya bantuan ekonomi produktif. Namun juga bantuan lainnya.

“Mudah-mudahan nanti ada bantuan modal dan bantuan lainnya. Tentunya kita berharap, bantuan ini bisa bermanfaat, bisa menambah kesejahteraan masyarakat yang kita bantu. Itulah tujuannya,” imbuhnya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

Oknum Pegawai BPN Karimun Akhirnya Ditahan Jaksa, Kasus Lakalantas

0
Linda Theresia

batampos.co.id – Kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) di area perkantoran Bupati Karimun, pada 13 September lalu antara pemilik kendaraan mini bus BP 1115 YC yang dikendarai IS, oknum pegawai BPN Karimun dengan korban Yayuk Mujiharayu, pengendara motor BP 2533 KL terus berlanjut.

” Untuk berkas lakalantas sudah lengkap dan kita limpahkan tersangka IS dan barang bukti tahap II ke Kejaksaan Negeri Karimun,” jelas Kasatlantas Polres Karimun AKP Eko Aprianto.

BACA JUGA: Kecelakaan di Jalan Lintas Barat, Bintan, Warga Toapaya Tewas di Tempat

Sementara itu kuasa hukum korban Yayuk Mujiharayu Linda Theresia ketika dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya sudah ada perjanjian antara yang menabrak dengan korban. Namun, terkesan pihak penabrak tidak memperdulikan yang mengakibatkan korban tidak mendapatkan biaya pengobatan sesuai perjanjian. Dan, sebelumnya juga sudah dilakukan mediasi antara pihaknya dengan penabrak.

” Sebenarnya, tidak ada niat mau ke ranah hukum. Padahal, tinggal melaksanakan tanggungjawabnya untuk membiaya klien kami. Sudah selesai, tapi mereka (penabrak-red) merasa hebat yang akhirnya kami membuat laporan kepada kepolisian,” terang wanita berdarah batak, Jumat (19/11).

Masih kata Linda, walaupun kliennya juga berprofesi sebagai pengacara tapi demi keadilan mau tidak mau kita proses hukum. Sebab, kondisi klien ketika kecelakaan cukup parah. Dan, sebelum kejadian kliennya sudah memberikan aba-aba dengan mengklason kepada pengendara roda empat agar mengurangi kecepatan kendaraannya. Namun, tidak dihiraukan dan terjadilah lakalantas.

” Kasihanlah, klien kami kondisinya sekarang belum normal. Kita lihat dipersidangan nantilah, yang jelas saya mengapresiasi kinerja Satlantas Polres Karimun dengan tetap memproses kasus lakalantas dengan menetapkan IS menjadi tersangka,” tuturnya.

Terpisah Kasubsi Yantah Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Novi Irwan mengatakan, bahwa tersangka IS sudah berada di Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun sejak Kamis (18/11) siang. Dan, sudah berada di kamar karantina perempuan. ” Sudah, dia menjadi tahanan jaksa,” jawabnya.(*)

Reporter: Tri Haryono

 

Alasan Presdir ATB Bangga Meraih SNI Award

0

 

batampos.co.id – Para pembaca pasti sudah pada tahu kan… PT ATB Batam meraih SNI Award 2021.

Perusahaan yang pernah selama 25 tahun melayani kebutuhan air bersih di Pulau Batam ini bersama 12 perusahaan lainnya meraih peringkat emas.

13 Perusahaan peraih peringkat emas ialah:

  1. PT Wilmar Nabati Indonesia (Organisasi Besar Barang Sektor Agro)
  2. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Divisi Food Rancaekek (Organisasi Besar Barang Sektor Agro)
  3. PT Adhya Tirta Batam (Organisasi Besar Barang Sektor Agro)
  4. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Organisasi Besar Barang Sektor Kimia, Farmasi, Tekstil dan Pertambangan)
  5. PT Pupuk Kujang Cikampek (Organisasi Besar Barang Sektor Kimia, Farmasi, Tekstil dan Pertambangan)
  6. PT Hakaaston (Organisasi Besar Barang Sektor Kimia, Farmasi, Tekstil dan Pertambangan)
  7. PT PLN (Persero) UIP3B Sumatera (Organisasi Besar Jasa)
  8. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional III (Organisasi Besar Jasa)
  9. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Organisasi Besar Jasa)
  10. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II (Organisasi Besar Jasa)
  11. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Divisi Biskuit (Organisasi Besar Jasa)
  12. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Organisasi Besar Jasa)
  13. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Organisasi Besar Jasa)

Penghargaan ini sangat membanggakan bagi ATB.

Presiden Direktur PT. Adhya Tirta Batam (ATB), Benny Andrianto, kepada Batam Pos mengungkapkan kebanggaannya itu.

Menurutnya, Penilaian SNI Award dilakukan oleh dewan juri yang memiliki komitmen, integritas dan impartial.

Sebagian dewan juri.

SNI Award 2021 dinilai oleh 20 juri. Mereka ialah:

  • Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/
    Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, selaku Ketua Dewan Juri
  • Prof. Ir. Bramantyo Djohanputro, M.B.A., Ph.D, Direktur Eksekutif PPM Manajemen, Wakil Ketua Dewan Juri
  • Dr. Zakiyah, M.M. Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, BSN, Sekretaris Dewan Juri
  • Ir. Didie B. Tedjosumirat, MBA Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Perusahaan Inspeksi Teknik Indonesia (APITINDO)
  • Veri Anggriono Sutiarto, S.E., M.Si, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan RI
  • Ir. Hariyadi B. Sukamdani, M.M. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)
  • Ir. Artati Widiarti, M.A. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
  • Ir. Adhi S. Lukman, M.B. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI)
  • Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian RI
  • Dr. F. Antonius Alijoyo, S.E., M.M., M.B.A. Dewan Pengawas & Kode Etik Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA)
  • Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng. Guru Besar, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung
  • Helmy Yahya, M.PA., Ak. CEO R66 Media
  • Dr. Ir. Gendut Suprayitno, M.M. Dewan Pengurus The Indonesian Institute for Corporate Governance
  • Tommy Kurniawan, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat RI
  • Ir. Robert Napitupulu, Presiden Direktur PT TUV NORD Indonesia
  • Noke Kiroyan, Chairman & Chief Consultant Kiroyan Partners
  • Alfito Deannova Gintings,  Content Director PT Trans Digital Media (Detik Network)
  • Dr. Sunarya CEO the SPRING Institute
  • dr. Sudarmanto, AAK, Ketua Umum Corporate Forum For Community Development (CFCD)
  • Astri Wahyuni, Vice President Public Policy and Government Relations, Tokopedia

“Sehingga semua perusahaan yang mampu survive dan mampu bertransformasi masih mampu tetap eksis pada situasi sulit akibat pandemi” ujar Benny.

“Buat ATB (penghargaan) ini merupakan pengakuan luar biasa dari pihak yang sangat kredibel bahwa ATB memang perusahaan yang memiliki prestasi dan kemampuan yang unggul, di bidangnya,” imbuhnya.

ATB mampu bersaing dan tetap eksis diantara perusahaan raksasa BUMN dan perusahàn terbuka, lainnya.

“Pengakuan sesuai prestasi dan fakta berbicara sendiri,” yakinnya. (ptt)