batampos – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lingga terus mempercepat pembangunan 41 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian penting dari program MBG di wilayah tersebut.
Pembangunan 41 titik dapur SPPG ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Satgas MBG Kabupaten Lingga, Novrizal, dalam rapat koordinasi di kantor Bupati Lingga, Kamis (6/11/2025).
“Saat ini, pembangunan 41 titik dapur MBG tengah dipercepat dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025, sehingga pelaksanaan program secara menyeluruh dan merata dapat dimulai pada awal tahun 2026,” ujar Novrizal.
Selain mempercepat penyelesaian dapur gizi yang sudah direncanakan, Pemerintah Kabupaten Lingga juga tengah menyiapkan penambahan titik dapur SPPG di wilayah terpencil.
“Penambahan titik dapur SPPG ini difokuskan di daerah yang sulit dijangkau karena kondisi geografis Lingga yang terdiri dari banyak pulau dan jarak antardesa yang harus menyeberang laut,” jelasnya.
Novrizal menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi agar program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia juga meminta seluruh pihak untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan lapangan secara berkala.
“Kita harus memastikan kesiapan sarana, ketersediaan bahan pangan, serta kelancaran distribusi agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Program MBG merupakan salah satu program nasional yang mendukung peningkatan gizi anak dan ketahanan pangan daerah, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan seperti Lingga. (*)
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard.
batampos – Proses penyelidikan terkait kasus ledakan kapal MT Federal II di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, kembali mengalami perkembangan. Hingga Jumat (7/11/2025), jumlah saksi yang diperiksa telah mencapai 38 orang, seiring upaya polisi mengerucutkan keterangan untuk memperjelas konstruksi peristiwa.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengatakan, proses pendalaman keterangan saksi masih terus dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan memastikan arah penetapan tersangka benar-benar berdasarkan fakta hukum. “Saat ini sudah ada 38 orang yang diperiksa. Penetapan tersangka masih belum, karena kami masih membutuhkan kecocokan fakta dari lapangan,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan, jumlah saksi yang diperiksa sempat mencapai 43 orang. Namun, dalam penyelidikan lanjutan, pihak kepolisian melakukan penyaringan kembali agar keterangan yang dikumpulkan lebih spesifik dan relevan. “Penyelidikan itu berkembang. Data yang ada kita kerucutkan kembali untuk fokus pada informasi yang punya keterkaitan kuat dengan penyebab kejadian,” katanya.
Polisi saat ini juga masih menunggu hasil resmi penelitian Laboratorium Forensik (Labfor) yang menjadi bagian penting dalam menentukan konstruksi hukum peristiwa. Hasil Labfor diperlukan untuk memastikan penyebab ledakan dan titik awal api, termasuk sistem keselamatan kerja yang berlaku saat kejadian.
“Penetapan tersangka tidak bisa tergesa-gesa. Kita menunggu sinkronisasi data teknis dari Labfor dengan keterangan saksi-saksi,” ujar Zaenal. Ia menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan menyeluruh, tidak hanya kepada pihak subkontraktor, namun juga manajemen utama galangan dan semua pihak yang memiliki tanggung jawab pengawasan.
Kasus ledakan kapal MT Federal II sebelumnya menewaskan 14 pekerja dan melukai puluhan lainnya. Sebagian korban mengalami luka bakar parah dan trauma inhalasi, di mana beberapa di antaranya sempat dirawat intensif di rumah sakit sebelum meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi sorotan luas, mengingat insiden serupa juga pernah terjadi di perusahaan yang sama beberapa bulan sebelumnya. Publik, keluarga korban, hingga serikat pekerja terus mendesak agar penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada pekerja lapangan saja.
“Kami memastikan proses ini berjalan profesional dan terbuka. Hasilnya akan kami sampaikan setelah pemeriksaan teknis dan keterangan saksi-saksi selesai dipadukan,” tutup Kapolresta. (*)
batampos-Ada satu jenis liburan yang selalu berhasil bikin hidup terasa lebih menyenangkan, yaitu liburan bareng sahabat. Bukan karena destinasinya harus jauh atau itinerary-nya super ramai, tapi karena setiap momen kecil selalu berubah jadi cerita yang lucu untuk dikenang. Makanya, gak heran kalau banyak orang yang bersemangat ingin bepergian bersama teman-temannya setidaknya sekali.
Masalahnya, menyamakan jadwal dan budget beberapa orang itu kadang lebih sulit. Ada yang sibuk, ada yang cutinya mepet, ada pula yang lagi hemat. Karena itu, pilihan destinasi dan waktu liburannya harus realistis agar terhindar dari drama perencanaan berlebihan.
Nah, buat group trip yang singkat tapi tetap seru, destinasi dekat seperti Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura itu juara banget. Waktu tempuh perjalanannya pendek, banyak tempat foto di setiap sudut kotanya, transportasi kota mudah, kuliner gampang dicari, dan itinerary bisa fleksibel sesuai karakter tiap anggota rombongan, mulai dari yang hobi foto estetik sampai yang cuma mau makan dan tidur nyenyak.
Apalagi, kota-kota itu punya pesona yang cocok untuk berbagai tipe orang. Kuala Lumpur untuk yang suka kuliner dan city walk santai. Bangkok cocok untuk yang suka belanja, night market, dan creative spots. Sementara Singapura pas untuk bestie trip yang praktis, rapih, dan penuh spot ikonik. Tiga kota berbeda, tapi semuanya gampang dinikmati bahkan kalau cuma punya 2–3 hari.
Dan yang bikin bestie trip akhir tahun makin mungkin untuk direalisasikan, sekarang sedang ada promo BetterDeals dari Citilink yang menawarkan berbagai penawaran, salah satunya tiket internasional ke Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura hanya Rp1 jutaan. Selain itu ada penawaran diskon bank hingga Rp711 ribu, tiket rute domestik mulai Rp645 ribu, diskon produk dan layanan tambahan, serta penawaran spesial untuk member
LinkMiles!
Yuk tentukan tanggal, bikin group chat, dan langsung checkout tiketnya sebelum kehabisan karena promo BetterDeals hanya tersedia dengan kuota terbatas pada tanggal 7 – 13 November 2025 di website dan Aplikasi Citilink. (*)
Sidang perdana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Roslina selaku majikan korban, dan Merliyati sepupu terdakwa yang turut terlibat dalam aksi kekerasan tersebut usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (3/11). Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Proses persidangan kasus penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Intan Tuwa Negu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (6/11).
Sidang yang menghadirkan dua terdakwa, Roslina dan Merliyati mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kepulauan Riau.
Ketua KKPPMP Kepri, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang akrab disapa Romo Paschal menilai majelis hakim seharusnya lebih memahami kondisi psikologis korban yang masih mengalami trauma berat. Ia meminta agar PN Batam menjaga jalannya persidangan agar tidak memicu trauma berulang bagi korban.
“Kami sudah menyerahkan hasil pemeriksaan psikolog yang menyatakan kondisi mental korban masih dalam trauma berat. Pertanyaan yang diulang-ulang dalam sidang bisa menjadi trigger bagi korban,” ujar Romo Paschal, Jumat (7/11).
Menurutnya, beberapa hakim dan penasihat hukum sering kali tidak memahami dinamika kekerasan yang dialami korban. Kondisi itu menyebabkan korban cenderung diam (mute) saat menghadapi tekanan di ruang sidang.
“Itu tercantum jelas dalam hasil pemeriksaan psikolog. Seorang hakim semestinya memahami mekanisme berhadapan dengan korban kekerasan. Pertanyaan berulang justru membuka luka lama,” ujarnya .
Romo Paschal juga mengingatkan agar majelis hakim memperhatikan aspek psikis dalam proses pemeriksaan, bukan hanya luka fisik. Korban, katanya, masih terus didampingi psikolog hingga kini.
“Kami sudah meminta surat keterangan dari psikolog sebelum sidang dimulai. Korban bisa mengalami trauma berulang hanya karena mendengar suara keras atau teriakan. Hal seperti ini harus jadi perhatian hakim dan jaksa,” tambahnya.
Ia menyebut, pihaknya juga telah melayangkan surat resmi kepada Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, dan Komisi Kejaksaan agar memantau jalannya perkara ini.
“Kasus ini bukan semata soal keadilan hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Negara harus hadir untuk membela korban, terutama para pekerja rumah tangga yang sering tak dilindungi,” ujarnya .
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya disebutkan perbuatan kekerasan terhadap korban Intan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasus ini terungkap setelah unggahan viral di media sosial Facebook pada 22 Juni 2025 memperlihatkan wajah korban yang lebam dan tubuhnya penuh luka. Polisi bergerak cepat, dan sehari kemudian menangkap kedua terdakwa di kawasan Batam Kota.
Hasil visum dari RS Elisabeth Batam menunjukkan korban mengalami memar, lecet, dan bengkak di hampir seluruh tubuh, serta robek pada bibir bagian bawah. Ia juga menderita anemia akibat kekerasan tumpul.
Dalam penyidikan, korban mengaku dipukul, ditendang, dibenturkan kepalanya, hingga disiram air pel. Ia juga dipaksa makan nasi basi, tidur di kamar mandi, dilecehkan secara verbal, bahkan dikurung dengan pengawasan CCTV.
Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) juncto Pasal 55 KUHP tentang penyertaan dalam tindak pidana.
Kasus yang menimpa Intan bukan hanya menggugah empati publik, tetapi juga membuka mata tentang rentannya posisi para pekerja rumah tangga. Romo Paschal berharap majelis hakim mampu menghadirkan keadilan tanpa menambah beban psikologis korban.
“Keadilan sejati bukan hanya menghukum pelaku, tapi juga memulihkan korban. Itulah wujud negara yang berpihak pada kemanusiaan,” pungkasnya. (*)
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dabo Lingga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang November 2025 di Kabupaten Lingga. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan analisis BMKG, Lingga memiliki pola curah hujan ekuatorial yang rutin mencapai puncaknya dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November 2025.
Kepala BMKG Dabo Singkep, Ady Istyono, meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi prakiraan cuaca melalui kanal media sosial, situs web, atau aplikasi Info BMKG.
Menyikapi prediksi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga bersama instansi terkait telah mengambil langkah persiapan untuk mengantisipasi potensi terburuk yang diakibatkan cuaca ekstrem tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, secara spesifik menghimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.
“Hindari berteduh di bawah pohon besar atau tiang listrik saat hujan lebat disertai angin kencang. Jangan beraktivitas di area rawan banjir, dan pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat,” ujar Oktanius, Jumat (7/11).
Untuk para nelayan, Oktanius mengingatkan agar selalu memeriksa prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melaut.
“Jika ada peringatan cuaca buruk dari BMKG sebaiknya ditunda keberangkatan demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal ikan asing berbendera Vietnam yang melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara. Kapal asing ini ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Brakuda 01 pada 1 November kemarin. Dari kapal, petugas mengamankan 1 nahkoda dan 2 ABK. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos
batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap kapal ikan asing berbendera Vietnam yang melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara. Potensi kerugian negara dari aktivitas ilegal ini mencapai Rp 22,6 miliar.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono mengatakan kapal asing ini ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Brakuda 01 pada 1 November kemarin. Dari kapal, petugas mengamankan 1 nahkoda dan 2 ABK.
“Setelah penangkapan, kapal diseret ke Batam. Jadi membutuhkan waktu,” ujar pria yang akrab disapa Ipunk ini di Pangkalan PSDKP Batam, Kamis (6/11).
Ipunk menjelaskan dalam penangkapan tersebut 1 kapal berhasil kabur dari kejaran petugas. Bahkan, kapal-kapal ini sudah memindahkan ikan tangkapannya ke kapal induk yang diperkirakan mencapai 80 ton.
“Kapal ini melakukan transfer ship to ship. Dan kapal kabur dari perbatasan,” katanya.
Menurut Ipunk, perairan Indonesia hingga saat ini masih menjadi tujuan utama ilegal fisihing. Sebab, sumber daya laut di Indonesia memiliki daya jual tinggi.
“Perairan kita itu seksi, ikannya tuh menggiurkan dan mahal semua. Sehingga mereka (kapal asing) mengejar,” ungkapnya.
Dengan masih adanya ilegel fishing ini, Ipunk mengaku terus memperkuat kerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya. Termasuk memantau aktivitas kapal di perairan perbatasan menggunakan pesawat.
“Kita memantau dari udara dan saling tukar informasi dengan aparat penegak hukum lainnya,” katanya.
Kapal HP 9213 TS diduga melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta pasal-pasal lain terkait pelanggaran di wilayah perairan Indonesia.
“Untuk proses hukum terhadap para pelaku saat ini ditangani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan di Pangkalan PSDKP Batam,” tutupnya. (*)
Grand M, komedian Mali yang viral di Indonesia. F. TikTok @Bolonvides.
batampos – Nama Grand M kembali viral di Indonesia. Komedian asal Bamako, Mali ini mencuri perhatian warganet karena tingkah lucu dan ekspresinya yang khas di berbagai platform media sosial.
Pria bernama asli Mohamed Nantoume ini lahir pada 15 Desember 2000 di Bamako, Mali. Ia dikenal lewat akun Instagram @grand_m_officiel_, yang kini memiliki lebih dari 6,1 juta pengikut.
Popularitas Grand M melonjak sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, video dirinya berpura-pura menangis lalu tertawa dengan wajah jenaka menyebar luas di internet. Ekspresi khasnya membuat wajah Grand M menjadi ikon meme dan stiker populer di WhatsApp.
Bahkan, bintang sepak bola asal Brasil, Neymar, pernah membagikan meme Grand M di akun media sosialnya.
Banyak yang mengira Grand M masih anak-anak karena tubuhnya kecil dan suaranya melengking. Padahal, ia sudah dewasa. Kondisi fisiknya membuatnya mudah dikenali dan menjadi daya tarik tersendiri di dunia hiburan.
Sebelum dikenal sebagai komedian, Grand M bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Namun, perjalanan hidup membawanya ke dunia komedi.
Nama “Grand M” sendiri terinspirasi dari pemain idolanya, Lionel Messi, sementara kata “Grand” berasal dari lelucon untuk menyindir ukuran tubuhnya yang mungil.
Selain menjadi komedian, Grand M juga aktif sebagai penyanyi. Salah satu lagunya berjudul “Messi” dapat ditemukan di berbagai platform musik digital.
Meski memiliki keterbatasan fisik, Grand M justru menjadikannya sebagai anugerah. Kini ia terus menghibur jutaan penggemarnya di seluruh dunia lewat unggahan lucu dan positif di media sosial. (*)
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyinggung lemahnya kinerja sejumlah OPD, satu di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penataan pejabat tak bisa dilakukan serampangan, tapi meminta pejabat yang merasa gagal punya budaya malu.
Saat diwawancarai, Amsakar tampak tenang ketika membahas topik yang biasanya membuat pejabat daerah kikuk: evaluasi kepala OPD.
Namun, nada suaranya berubah sedikit lebih tegas ketika menyinggung satu instansi: DLH Batam. Dinas itu memang sudah sejak lama menjadi sorotan publik lantaran amburadul dalam menangani persoalan sampah dan terseret dugaan penyimpangan retribusi hingga diperiksa Polresta Barelang.
“Kalau terkait dengan proses hukum, biarkan saja itu berjalan sesuai dengan mekanismenya. Kami di pemerintahan tidak akan pernah mengintervensi proses hukum,” kata dia, Rabu (5/11).
Tapi ia tak berhenti di situ. Amsakar menyinggung ihwal restrukturisasi kabinet, hal yang belakangan ramai dibicarakan di internal Pemko Batam. Banyak pihak menunggu langkah berani Amsakar menata kembali barisan kepala dinas yang dinilai tak seirama dengan arah kebijakannya.
“Jabatan bisa kosong kalau orangnya pensiun, meninggal dunia, atau ada problem seperti temuan di kepolisian, kejaksaan, KPU, Bawaslu. Kalau hal-hal itu tidak terpenuhi, maka kita baru bisa mendemosi lewat evaluasi kinerja, dan itu pun baru bisa setelah dua periode penilaian, sekitar enam bulan,” katanya.
Proses evaluasi itu tak bisa lagi dilakukan seperti era sebelumnya yang lebih longgar. Ia menyinggung hasil kajian Kemenkopolhukam dan Kemendagri soal tata kelola pemerintahan yang sempat melibatkan dirinya sebagai narasumber.
“Saya sampaikan waktu itu, jangan sampai semua problem kepegawaian mesti sampai ke pusat. Setiap kepala daerah mestinya punya ruang memilih pasukannya,” ujar dia.
“Bagaimana mungkin kalau mazhabnya berbeda tapi masih bekerja dalam satu tim? Untuk memperkuat tim itu harus semazhab, sehaluan, sehati, baru bisa cepat bergeraknya,” tambahnya.
Pernyataan itu terasa seperti sindiran bagi sejumlah kepala OPD yang disebut-sebut “jalan sendiri” tanpa koordinasi dengan kepala daerah. Di internal Pemko, isu ini sudah lama menjadi bisik-bisik. Beberapa dinas strategis dianggap kurang peka terhadap arahan politik pembangunan yang diusung Amsakar.
Amsakar tak menampik. Ia justru menyebut fenomena itu sebagai akibat dari “budaya kerja yang setengah hati.”
“Kalau kepala dinas bekerja alakadarnya, ya harus punya budaya malu. Malu, lah. Mengundurkan diri saja,” katanya, tegas.
Namun demikian, meski banyak yang mendesak agar dia segera merombak struktur pejabat, Amsakar akui tangannya belum sepenuhnya bebas. Pelantikan Sekda baru membuatnya harus menunggu enam bulan sebelum evaluasi resmi bisa dilakukan.
“Evaluasi baru bisa kita buat setelah enam bulan dari sekarang. Itulah sebabnya restrukturisasi pejabat ini sedikit agak ruwet,” ujarnya.
Sampai waktu itu tiba, Amsakar seperti sedang menunggu. Tapi pesan politiknya sudah jelas: mereka yang tak sejalan, bersiap-siaplah tersingkir–atau, seperti katanya sendiri, malu, lah. Mengundurkan diri saja. (*)
batampos – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia game. Rockstar Games kembali menunda perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6), game yang paling dinantikan selama satu dekade terakhir.
Dalam pengumuman resminya, Rockstar memastikan GTA 6 baru akan dirilis pada 19 November 2026. Jadwal ini mundur cukup jauh dari rencana sebelumnya pada Mei 2026.
Sebelumnya, GTA 6 bahkan sempat dijadwalkan rilis pada 2025. Penundaan dilakukan agar pengembang memiliki waktu tambahan untuk menyempurnakan kualitas game sesuai ekspektasi penggemar.
“Kami mohon maaf karena waktu pengembangan lebih lama dari yang diharapkan. Beberapa bulan tambahan ini akan memungkinkan kami menyelesaikan game dengan kualitas terbaik,” tulis Rockstar di akun X resminya, @RockstarGames.
Pengumuman tersebut langsung membuat kata kunci “GTA VI” menjadi trending topic di X. Banyak penggemar mengungkapkan rasa kecewa karena sudah lama menantikan perilisan seri terbaru dari waralaba legendaris ini.
GTA 6 disebut akan menampilkan dua karakter utama, Jason dan Lucia, pasangan kriminal yang beraksi di kawasan Vice City, latar ikonik dari seri GTA sebelumnya.
Tak lama setelah pengumuman itu, saham Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar, turun sekitar 10% di bursa pasca-penutupan.
Banyak pihak berharap GTA 6 nantinya bisa menghidupkan kembali industri game global yang sempat lesu pasca-pandemi Covid-19. Sejak perilisan GTA 5 pada 2013, Take-Two telah mencatat pendapatan hingga 8,6 miliar dolar AS dari waralaba tersebut. (*)
batampos – Kepala Resort BKSDA Mukakuning Rempang Batam, Yon Romby Sihotang memastikan buaya yang muncul dari Dam Duriangkang dan naik ke darat bukan untuk mencari mangsa.
“Kalau makannya, seperti ikan itu sudah pasti di dapat dari sekitar bakau. Jadi naik (ke darat) karena tersesat, bukan mencari mangsa,” ujarnya. Kamis (6/11).
Yon meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan kemunculan buaya tersebut. Sebab, di sektar waduk juga sudah di pasang pagar pembatas.
“Ada pagarnya, jadi kalau muncul pun sudah ada pembatas,” katanya.
Diketahui, buaya kerap terlihat di kawasan Dam Duriangkang. Menurut Yon, waduk tersebut terhubung langsung ke laut dan hutan bakau.
“Jadi sangat mungkin buaya itu muncul. Sudah sering juga terlihat di situ, dan memang dari dulu sudah ada imbauan untuk waspada dengan buaya di kawasan itu,” ungkapnya.
Dari pemeriksaan petugas BKSDA, buaya yang ditangjap tersebut berukuran sekitar 2,5 meter dengan berat 70 kilogram. Buaya ini kemudian ditangani lembaga konservasi.
“Statusnya tetap satwa negara, cuma kita titipkan. Bisa ke taman safarilah nanti buayanya,” tutupnya.
Sebelumnya, warga yang melintas sekitar kawasan Dam Duriangkang atau Piayu-Punggur dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya, Selasa (4/9) malam. Buaya tersebut terlihat merayap dari laut ke daratan. (*)