Kapal yang diduga mengangkut limbah B3 dari Pertamina saat sandar di Pelabuhan Kota Segara di Kampung Mentigi, Tanjunguban, akhir Oktober lalu. F. Mamat untuk Batam Pos.
batampos – Warga di Kecamatan Bintan Utara mempertanyakan aktivitas pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik Pertamina Tanjunguban yang dilakukan melalui Pelabuhan Kota Segara di Kampung Mentigi.
Pengangkutan limbah yang jumlahnya mencapai belasan ton itu sempat menjadi perhatian warga sekitar karena dilakukan lewat pelabuhan umum, bukan terminal khusus milik Pertamina.
Salah satu warga Tanjunguban, Masdar, mengaku heran dengan keputusan tersebut. Ia menilai Pertamina seharusnya menggunakan fasilitas terminal khusus yang sudah disediakan untuk aktivitas pengelolaan limbah B3.
“Kenapa harus melalui pelabuhan di sini? Bukankah Pertamina punya pelabuhan sendiri untuk menangani limbah B3?” ujar Masdar, Kamis (6/11).
Menanggapi hal itu, Manager Integrated Terminal Tanjunguban Pertamina, Yohannes Mulatua Sianturi, menjelaskan bahwa pengangkutan limbah B3 melalui Pelabuhan Kota Segara hanya dilakukan sementara.
Menurut Yohannes, terminal khusus Pertamina saat ini sedang dalam proses pengurusan izin ulang di kementerian, sehingga aktivitas pengangkutan dialihkan untuk sementara waktu.
“Jadi kemarin hanya satu kali saja menggunakan Pelabuhan Segara,” kata Yohannes.
Ia memastikan seluruh kegiatan pengelolaan limbah B3 di lingkungan Pertamina Tanjunguban tetap mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku. Seluruh proses, katanya, diawasi langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Setiap tahun kami melakukan pengangkutan limbah B3 dengan standar operasional yang ketat sesuai arahan KLH. Kami pastikan semuanya sesuai regulasi,” tegasnya. (*)
Korban penggerebekan fiktif dan pemerasan Budianto Jauhari, warga Botania 1, Batamkota saat didampingi kuasa hukumnya Deni Kresianto Tampubolon. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos— Trauma mendalam masih dialami Budianto Jauhari dan istrinya, usai menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan oleh delapan oknum aparat yang mengaku sebagai petugas BNN pada 16 November lalu. Tidak hanya tekanan saat kejadian berlangsung, namun kondisi psikologis keluarga semakin memburuk setelah beberapa orang yang mengaku intel mendatangi rumah mereka ketika proses pelaporan tengah berjalan.
Budianto mengatakan, ia kini sangat berhati-hati dalam setiap langkah, bahkan mengalami ketakutan untuk datang ke kantor polisi. “Trauma. Saya sampai lapor ke Polda lewat barcode karena trauma,” ujar Budianto ketika dihubungi Batam Pos, Kamis (6/11).
Menurutnya, hal yang membuat keluarga semakin tertekan adalah kedatangan beberapa orang ke rumahnya pada hari yang sama ia melapor ke Denpom 1/6 Batam dan Polda Kepri. Orang-orang itu mengaku dari intel Polda dan ingin meminta keterangan terkait kasus tersebut. Namun, kedatangan itu dilakukan tanpa pemberitahuan resmi maupun pendampingan penyidik. “Istri saya makin trauma. Mereka datang tiba-tiba, tanpa surat apa-apa. Kami bingung, isteri saya semakin trauma dan tertekan,” ujarnya.
Budianto mengaku keberadaan tamu-tamu tak resmi itu menimbulkan rasa curiga dan ketakutan baru. Ia menilai langkah klarifikasi seharusnya dilakukan secara resmi melalui penyidik, bukan dengan mendatangi rumah korban tanpa prosedur yang jelas. “Kalau memang mau ambil keterangan, kan ada jalurnya. Ini kami lagi berjuang mencari perlindungan hukum, malah yang datang orang-orang yang membuat kami takut,” katanya.
Akibat kejadian ini, istrinya yang tengah hamil disebut mengalami ketakutan berat. Ia bahkan meminta untuk sementara pindah dari rumah karena tak merasa aman lagi di lingkungan tersebut. “Istri saya sampai bilang tidak mau tinggal di rumah itu dulu. Cepat panik kami sekeluarga,” tuturnya.
Budianto menegaskan bahwa dirinya hanya ingin kasus ini diproses secara transparan, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Ia berharap laporan yang sudah ia buat ke Polda Kepri dan Denpom 1/6 Batam diproses sesuai hukum. “Kami keluarga kecil. Kami bukan siapa-siapa. Kami hanya minta keadilan dan perlindungan. Jangan sampai ada korban lain,” ujar dia.
Sementara itu, laporan Budianto terkait dugaan pemerasan dan ancaman kekerasan telah diterima oleh Denpom 1/6 Batam sebelumnya. Namun, hingga kini pihak terkait belum memberikan penjelasan lanjutan mengenai proses penyelidikan maupun penanganan terhadap oknum yang diduga terlibat.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dan Budianto berharap dukungan media dapat membantu memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi. “Selama ini kami hidup sederhana dan tenang. Sekarang kami hanya ingin rasa aman kami kembali,” tutupnya.
Kombes Pol Agung Budi Leksono, S.H, S.I.K yang dikonfirmasi soal adanya petugas Intel Polda Kepri yang mendatangi rumah Budianto mengatakan bahwanya benar ada anggotanya yang mendapat tugas untuk mengumpulkan informasi ke keluarga korban. ”Benar itu anggota, tapi saat ke rumah korban tak ketemu langsung dengan yang bersangkutan,” ujarnya singkat.
Benarkan Ada Laporan Pemerasan
Sementara itu Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam, Letkol CPM Dela Guslapa Partadimadja, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh komplotan oknum aparat terhadap seorang warga Batam. Namun, ia belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena saat ini kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan awal.
“Laporannya sudah masuk. Kita sedang proses dulu,” ujarnya singkat ketika ditemui di Kantor Bea dan Cukai Batam, Rabu (5/11).
Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan sejumlah oknum anggota TNI dalam peristiwa tersebut, termasuk seorang oknum dari satuan polisi militer seperti yang disampaikan oleh kuasa hukum korban, Letkol Dela memilih tidak banyak berkomentar. “Saya belum bisa menyampaikan soal itu sekarang. Tunggu hasil penyelidikan,” ucapnya sembari menutup pembicaraan.(*)
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna
batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menanggapi keluhan para pelaku UMKM di kawasan Genta, Batu Aji, yang mengeluhkan dampak penutupan jalan di sekitar lokasi usaha mereka. Penutupan tersebut menyebabkan penurunan omzet hingga mendorong sejumlah pelaku usaha melakukan aksi protes.
Amsakar mengaku telah menerima aspirasi para pelaku UMKM. Katanya, pemerintah tetap berupaya mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
“Saya kemarin sudah menyampaikan ke teman-teman pelaku UMKM bahwa prinsip utama saya, jangan sampai setelah kita bangun jalan nanti situasi di situ malah crowded lagi,” ujar dia, Rabu (5/11).
Pihaknya akan segera menurunkan tim dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
Menurut Amsakar, pembukaan kembali akses jalan tersebut dimungkinkan apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi lalu lintas cukup aman dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Saya juga minta, sekiranya kemudian itu kita akan buka kembali, tolong warga juga berkomitmen, antara lain jangan sampai kondisi di situ crowded, juga jangan sampai ada sampah-sampah lagi,” katanya.
Namun demikian,keputusan apa pun nantinya harus mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat pengguna jalan. “Ini terkait juga soal nyawa, lalu lintas kendaraan. Bisa kecelakaan dan sebagainya. Di samping kondisi yang bisa membuat crowded, juga sisi lain soal keselamatan orang,” tambah dia.
Ia memastikan, pemerintah akan melakukan analisis secara objektif sebelum mengambil keputusan akhir terkait status jalan tersebut.
“Nanti saya akan minta analisis secara objektif,” kata Amsakar. (*)
Wali Kota Batam, sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. f. arjuna
batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menanggapi keluhan para pelaku UMKM di kawasan Genta, Batu Aji, yang mengeluhkan dampak penutupan jalan di sekitar lokasi usaha mereka. Penutupan tersebut menyebabkan penurunan omzet hingga mendorong sejumlah pelaku usaha melakukan aksi protes.
Amsakar mengaku telah menerima aspirasi para pelaku UMKM. Katanya, pemerintah tetap berupaya mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
“Saya kemarin sudah menyampaikan ke teman-teman pelaku UMKM bahwa prinsip utama saya, jangan sampai setelah kita bangun jalan nanti situasi di situ malah crowded lagi,” ujar dia, Rabu (5/11).
Pihaknya akan segera menurunkan tim dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
Menurut Amsakar, pembukaan kembali akses jalan tersebut dimungkinkan apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi lalu lintas cukup aman dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Saya juga minta, sekiranya kemudian itu kita akan buka kembali, tolong warga juga berkomitmen, antara lain jangan sampai kondisi di situ crowded, juga jangan sampai ada sampah-sampah lagi,” katanya.
Namun demikian,keputusan apa pun nantinya harus mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat pengguna jalan. “Ini terkait juga soal nyawa, lalu lintas kendaraan. Bisa kecelakaan dan sebagainya. Di samping kondisi yang bisa membuat crowded, juga sisi lain soal keselamatan orang,” tambah dia.
Ia memastikan, pemerintah akan melakukan analisis secara objektif sebelum mengambil keputusan akhir terkait status jalan tersebut.
“Nanti saya akan minta analisis secara objektif,” kata Amsakar. (*)
Zohran Mamdani, sosok muda dari kubu sosialis demokrat, resmi terpilih menjadi Wali Kota New York setelah menang dalam pemilihan umum. (Associated Press News)
batampos – Penduduk New York memilih Zohran Mamdani, seorang sosialis Demokrat dan Muslim, sebagai Wali Kota baru mereka.
Kemenangan besar ini menjadi tonggak sejarah politik Amerika sekaligus menandai babak baru dalam peta kekuasaan yang akan mempertemukannya dengan Presiden Donald Trump.
Mamdani, 34 tahun, meraih lebih dari satu juta suara atau sekitar 50 persen dari total suara, mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo yang memperoleh 42 persen. Tingkat partisipasi pemilih kali ini tercatat tertinggi sejak 1969.
Kampanye Mamdani yang digerakkan oleh 100 ribu relawan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pesannya tentang New York yang inklusif dan berkeadilan mendapat sambutan hangat dari komunitas migran, anak muda progresif, hingga pekerja kelas menengah dan bawah.
Namun, kemenangan Mamdani juga memancing perhatian Presiden Donald Trump. Ia pernah menyerukan kepada warga untuk “menolak fasisme Trump,” yang dibalas Trump dengan menyebutnya “komunis kecil” serta mengancam akan memangkas dana federal bagi New York.
Kini, Mamdani punya waktu kurang dari dua bulan untuk bersiap memimpin kota terbesar di Amerika Serikat itu. Ia berjanji menghadirkan program ambisius seperti supermarket milik pemerintah kota, layanan penitipan anak gratis, dan transportasi umum tanpa biaya.
Mamdani telah menunjuk lima perempuan sebagai ketua tim transisi, termasuk Maria Torres-Springer, mantan wakil wali kota di era Eric Adams. Ia akan menghadapi tantangan berat seperti ancaman hilangnya bantuan pangan untuk 1,8 juta warga akibat penutupan pemerintahan federal.
“Visinya tidak gila. Ia hanya ingin memperkuat jaring pengaman sosial yang makin rapuh,” ujar Profesor Politik Columbia University, Lincoln Mitchell, dikutip dari AFP, Kamis (6/11).
Mamdani juga menegaskan komitmennya melawan antisemitisme di tengah kritik dari kelompok pro-Israel. Ia menyatakan dukungan terhadap hak rakyat Palestina dan mengecam serangan Israel di Gaza.
“Kami akan membangun pemerintahan kota yang berdiri teguh bersama warga Yahudi New York dan tidak akan goyah dalam memerangi antisemitisme,” tegasnya.
Kemenangan Mamdani sekaligus menandai berakhirnya era keluarga Cuomo dalam politik New York. Dukungan kuat datang dari tokoh progresif seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez, yang melihat kemenangan ini sebagai kebangkitan sayap kiri Demokrat.
“Kita telah menjatuhkan satu dinasti politik,” ujar Mamdani usai pengumuman hasil pemilihan. (*)
Petugas Imigrasi Pembina Desa, Muhamad Salam mengantarkan langsung paspor ke Akir Tanjung, warga Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Rabu (6/11). F. Haryo untuk Batam Pos.
batampos – Petugas Imigrasi Tanjunguban memberikan kemudahan akses dokumen perjalanan bagi warga lanjut usia di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (6/11).
Mereka mendatangi rumah warga untuk mengantarkan paspor langsung, termasuk kepada pasangan lanjut usia Akir Tanjung dan istrinya.
Petugas Imigrasi Pembina Desa, Muhamad Salam, mengatakan program ini merupakan bagian dari layanan khusus bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
“Layanan ini disebut layanan antar paspor kelompok rentan. Jadi, mereka tidak perlu repot-repot datang ke kantor imigrasi,” jelas Salam.
Selain mengantarkan paspor, pihak Imigrasi juga melakukan koordinasi dan diskusi masyarakat desa, di antaranya bersama pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), tokoh pemuda, dan wartawan setempat.
Pembahasan mencakup implementasi e-paspor serta upaya pencegahan perdagangan orang (human trafficking).
“Harapannya, lewat diskusi ini masyarakat makin sadar pentingnya memiliki dokumen perjalanan yang sah dan memahami bahaya trafficking,” ujar Salam.
Sementara itu, warga penerima layanan antar paspor, Akir Tanjung, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada petugas Imigrasi Tanjunguban atas perhatian dan pelayanan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih atas layanan ini karena tidak perlu repot datang ke kantor imigrasi. Sangat membantu bagi orang tua seperti kami,” tuturnya.
Layanan antar paspor bagi kelompok rentan menjadi bagian dari komitmen Imigrasi Tanjunguban dalam memperluas akses pelayanan publik yang humanis, inklusif, dan ramah masyarakat. (*)
Suasana pembukaan Acara Innodel 2025 yang digelar oleh Universitas Terbuka di Hotel Aston, Selasa (4/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Konferensi internasional The International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL) 2025 memasuki hari kedua di Aston Batam Hotel & Residence, Rabu (5/11). Pada sesi yang berlangsung di Grand Lotus Room, para akademisi menyoroti isu terkini dalam pembelajaran jarak jauh, mulai dari kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan (Human-AI Collaboration), pengembangan karakter mahasiswa, hingga tantangan strategi belajar pada sistem daring.
Sesi hari kedua dimoderatori oleh Diky Paramitha, yang sekaligus mempresentasikan materi penutup. Ada sejumlah pemakalah yang membawakan tema terkait inovasi pembelajaran digital, memberikan perspektif yang beragam dan aplikatif.
Diantaranya; Dr. Zulkifli Sultan, S.E., M.M., membuka sesi dengan materi “Fostering Entrepreneurial Character of University Students Through Digital Learning and Green Economy Integration.” Ia menekankan bahwa pembelajaran digital menjadi sarana strategis menanamkan karakter wirausaha berkelanjutan pada mahasiswa, khususnya melalui integrasi nilai ekonomi hijau di kampus terbuka.
Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., mempresentasikan dua makalah. Pertama, “Human-AI Collaboration in Lifelong Learning: The Role of Digital Mentors and Emotional AI in OFDL,” menyoroti pentingnya kecerdasan buatan sebagai pendamping digital bagi mahasiswa.
Pada makalah keduanya, “Hero Model for Lifelong Learning: Unveiling the Psychological Capacity’s Impact on Persistence and Career Development in OFDL,” ia mengulas bagaimana ketangguhan psikologis mahasiswa memengaruhi keberlanjutan studi dan pengembangan karier.
Daniel Pasaribu, S.Pd., M.A., membahas tantangan mahasiswa mengikuti tutorial online dalam materinya “Exploring Student’s Challenges and Learning Strategies in Online Tutorials.” Ia menemukan bahwa kemampuan manajemen waktu dan motivasi internal menjadi faktor dominan kesuksesan pembelajaran daring.
Bibi Nabi Ahmad Khan memaparkan “Determinants of Artificial Intelligence Adoption Among Students in Open, Distance, and Digital Education: The Mediating Role of Learning Engagement.” Ia menekankan bahwa adopsi teknologi AI perlu berbasis keterlibatan belajar agar dapat meningkatkan kualitas pemahaman, bukan sekadar menjadi alat tambahan.
Diky Paramitha menutup sesi pemaparan dengan makalah “AI Can See the Future: Smart and Authentic Enrollment Insights at Universitas Terbuka.” Ia menunjukkan bagaimana pemanfaatan AI dalam proses registrasi dan pemetaan minat belajar mahasiswa dapat meningkatkan efektivitas layanan akademik.
Keberagaman perspektif yang disampaikan menegaskan bahwa inovasi berbasis teknologi dan penguatan kapasitas pembelajar menjadi kunci pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Sesi panel dan diskusi tematik dijadwalkan berlanjut hingga penutupan konferensi.
INNODEL 2025 sendiri telah dimulai pada Selasa (4/11), dengan tema “Strengthening Initiative, Authenticity, and Usefulness (SINAU).” Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Rahmat Budiman, menyampaikan bahwa persiapan konferensi ini dilakukan sejak satu tahun lalu. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk memperkuat inovasi pembelajaran terbuka dan jarak jauh.
Rahmat Budiman menegaskan bahwa Universitas Terbuka memiliki komitmen memperluas akses pendidikan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Riau, melalui sistem pembelajaran terbuka yang fleksibel dan terjangkau. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemprov Kepri sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. (*)
Wabup Anambas, Raja Bayu didampingi anggota DPD RI dapil Kepri, Ria Saptarika saat menyerahkan nota usulan percepatan UU Daerah Kepulauan ke pimpinan DPD RI. F. Raja Bayu untuk Batam Pos.
batampos – Pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan kembali menjadi sorotan. Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan pentingnya percepatan pengesahan Undang-undang Daerah Kepulauan sebagai dasar keadilan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Menurut Raja Bayu, daerah kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah daratan, sehingga membutuhkan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi geografisnya.
“Selama ini kami di daerah kepulauan sering terhambat oleh aturan yang tidak sesuai dengan kondisi wilayah kami. UU Daerah Kepulauan ini akan menjadi dasar keadilan pembangunan bagi kami yang hidup di antara laut dan pulau-pulau kecil,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) pembahasan RUU Daerah Kepulauan di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (6/11).
Ia menjelaskan, keberadaan UU Daerah Kepulauan akan memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengelola potensi laut secara legal dan berkelanjutan.
“Kalau UU ini disahkan, kami bisa mengelola laut dan pulau-pulau kecil dengan tanggung jawab. Hasilnya bisa dinikmati rakyat, bukan hanya jadi penonton di wilayah sendiri,” tegasnya.
Raja Bayu menilai pengesahan UU ini tidak hanya penting untuk Anambas, tetapi juga bagi seluruh daerah kepulauan di Indonesia.
Ia menekankan perlunya keadilan dalam pembangunan, mengingat daerah kepulauan memiliki tantangan akses dan logistik yang berbeda dibanding wilayah daratan.
“Kami tidak meminta lebih, hanya ingin ada keadilan dalam pembangunan. Kalau daerah daratan bisa berkembang lewat akses jalan, kami di laut juga butuh regulasi dan dukungan agar bisa maju,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Dapil Kepulauan Riau, Ria Saptarika, menyatakan dukungan penuh terhadap desakan tersebut. Ia menilai perjuangan untuk mewujudkan UU Daerah Kepulauan sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
“Ini saatnya pemerintah pusat berpihak pada daerah-daerah yang selama ini menjadi garda terdepan NKRI,” kata Ria.
Ria menambahkan, tanpa payung hukum tersebut, banyak daerah kepulauan yang belum mendapatkan perhatian memadai dalam pembangunan infrastruktur maupun alokasi dana, padahal memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan perekonomian negara.
“Kami berharap pembahasan RUU Daerah Kepulauan dapat segera diselesaikan dan disahkan dalam waktu dekat,” ujarnya. (*)
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan kejutan istimewa pada peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 tahun ini. Untuk pertama kalinya, perayaan HJB akan menampilkan atraksi udara spektakuler bertajuk “Batam Sky Celebration”, hasil kolaborasi antara Pemko Batam dan Lanud Hang Nadim.
Atraksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Desember, pukul 09.00-10.30 WIB, di langit kawasan Dataran Engku Putri, Batam Centre, sesaat setelah pelaksanaan upacara HJB. Momen ini bakal jadi ikon baru, semangat kemajuan dan daya saing Batam.
Sekda Batam, Firmansyah, mengatakan, Batam Sky Celebration menjadi bukti bahwa peringatan HJB tidak lagi sekadar seremoni, melainkan momentum yang menampilkan kemajuan kota dalam berbagai aspek.
“Peringatan HJB tahun ini istimewa. Bukan hanya seremonial, tetapi menghadirkan atraksi udara spektakuler yang melibatkan Lanud Hang Nadim. Ini simbol kemajuan dan kebanggaan bagi masyarakat Batam,” katanya, Selasa (4/11).
Ia menjelaskan, panitia bersama pihak Lanud telah meninjau langsung lokasi kegiatan untuk memastikan seluruh aspek pelaksanaan, keamanan, dan keselamatan berjalan optimal. “Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Danlanud Hang Nadim. Semua persiapan dilakukan dengan cermat agar acara ini benar-benar berkesan,” tambahnya.
Selain menampilkan atraksi udara, rangkaian HJB tahun ini juga diisi dengan kegiatan religius dan budaya. Perayaan akan diawali istigasah bersama di Masjid At-Taqwa, Nongsa, pada Jumat 12 Desember, yang dilanjutkan dengan ziarah ke makam Nong Isa di Kampung Nongsa Pantai, pendiri Batam sekaligus simbol sejarah perjalanan kota ini.
Sementara pada hari puncak, selain upacara dan Batam Sky Celebration, DPRD Batam akan menggelar Rapat Paripurna Istimewa sebagai bentuk refleksi atas perjalanan pembangunan dan sejarah panjang Batam selama hampir dua abad.
Kemeriahan HJB ke-196 akan ditutup dengan Pawai Budaya dan Resepsi Hari Jadi Batam, yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
Pawai akan digelar pada Jumat, 19 Desember. Rutenya dimulai dari kawasan Nuvasa Bay, sampai ke area Pantai sisi kiri lokasi utama. Lalu dilanjutkan bazar kuliner, hiburan rakyat, dan pengundian doorprize.
Firman berharap, seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Kami ingin HJB kali ini menjadi perayaan yang meriah, aman, dan membangkitkan semangat kebersamaan seluruh warga Batam,” ujar dia. (*)
Satgas MBG Bintan meninjau SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Kamis (6/11) pagi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Bintan meninjau dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, Kamis (6/11) pagi.
Peninjauan dilakukan menyusul laporan temuan beras berulat dan berkutu beberapa hari sebelumnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan sekaligus Ketua Satgas MBG, Ronny Kartika, memastikan pihak penyedia beras telah ditegur dan diingatkan untuk memenuhi standar kualitas bahan pangan yang ditetapkan pemerintah daerah.
Dari hasil kunjungan, Satgas memberikan sejumlah catatan penting. Antara lain, belum adanya tempat pembuangan sampah sementara yang memadai dan area pencucian omprengan yang masih dilakukan di luar ruangan. Limbah sabun dari kegiatan itu dikhawatirkan mengalir ke parit di sekitar dapur.
Satgas juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk memastikan kasa antar-ruangan tertutup rapat hingga ke bawah agar lalat tidak masuk ke area dapur dan pemorsian makanan.
Ronny meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan untuk mendampingi pihak pengelola SPPG dalam pembenahan sistem limbah, standarisasi cuci piring, dan tata kelola kebersihan lingkungan.
“Kita akan terus memantau pembenahan SPPG lewat camat,” tegas Ronny.
Sekretaris DLH Bintan, Nepy Purwanto, menyarankan agar ada pekerja yang ditugaskan memilah sampah untuk meningkatkan nilai ekonomisnya, sekaligus menjalin kerja sama dengan Bank Sampah. Ia juga mengingatkan agar limbah cair tidak dibuang sembarangan.
“Bisa jadi bom waktu jika limbah cucian mengalir ke parit,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab SPPG Sei Lekop, Agus Afriyanto alias Awi, mengapresiasi perhatian Satgas MBG. Ia berjanji akan lebih selektif dalam menerima bahan pangan, termasuk beras dari pemasok.
“Kalau ada temuan, kami langsung lapor ke Satgas,” ujarnya.
Agus menjelaskan, tempat penampungan limbah cuci piring sebenarnya sudah tersedia, namun akan diperbaiki agar lebih efektif dalam menyaring minyak dan sisa makanan.
“Tempat limbah sudah ada, tapi akan disempurnakan lagi sesuai saran Satgas,” katanya.
Ia juga mengakui, pencucian omprengan sempat dilakukan di luar karena ruang dapur terbatas. Untuk mengatasinya, pihak yayasan disebut telah menyalurkan dana pembangunan kanopi tambahan di area cuci piring.
“Uangnya sudah ditransfer dari yayasan, mudah-mudahan bisa segera dibangun,” harapnya.
Agus menambahkan, sampah organik selama ini disalurkan ke peternak sebagai pakan, sementara sampah plastik dan anorganik dijual oleh petugas kebersihan.
“Kami juga akan menambah kasa di bagian bawah untuk mencegah lalat masuk,” tutupnya. (*)