Ilustrasi kekerasan pada perempuan. Foto: Jawapos.com
batampos – Unit Reskrim Polsek Batuaji masih menyelidiki laporan kasus penganiayaan wanita hamil yang berujung pada meninggalnya bayi yang lahir prematur. Saat ini polisi tengah menelusuri rekam medis korban selama proses kehamilan.
“Kita masih mencari rekam medis korban ini, seperti USG dan pemeriksaan dokter,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, Senin (17/11).
Andy menjelaskan rekam medis ini untuk menjadi bukti kesehatan kandungan korban sebelum dan sesudah terjadinya penganiayaan serta pengancaman.
“Ini yang sedang kita cari dan kumpulkan bukti-bukti kesehatan kandungan korban,” katanya.
Dari keterangan korban, penganiayaan terakhir terjadi pada 28 Oktober malam. Pelaku berinisial KY datang ke rumah korban bersama kekasih barunya dan langsung menganiaya korban.
“Karena dari laporan pengancaman dengan meninggalnya bayi korban ada jarak waktu. Sehingga bukti itu harus kita selidiki lagi,” ungkapnya.
Sementara Heribertus, keluarga korban meminta polisi segera bertindak dengan laporan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya bayi prematur tersebut.
“Laporan sudah masuk. Kamu keluarga berharap kasus ini segera diungkap pihak kepolisian,” ujarnya.
Menurut dia, perbuatan pelaku sudah sangat bejat. Selain menganiaya kekasihnya, pelaku juga menghilangkan nyawa bayi tak berdosa.
“Kami harap pelaku dihukum seberatnya. Karena anak kami sampai sekarang masih trauma,” katanya.
Sebelumnya, Al, warga Ruli Kampung Bintang, Batuaji kehilangan nyawa anak bungsunya yang berusia 6 hari. Bayi malang tersebut mengembuskan nafas di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (13/11) dini hari.
Kepergian bayi tersebut diduga tidak lepas dari peristiwa penganiayaan yang dialami Al saat masih mengandung tujuh bulan. Bahkan, AI kerap diancam oleh kekasihnya Ky. (*)
Belanda lolos ke Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Lituania di laga pamungkas. (Instagram)
batampos – Timnas Belanda memastikan satu tempat di putaran final Piala Dunia 2026. Ini setelah Singa Oranye melibas Lithuania 4-0 pada pertandingan pamungkas Grup G Kualifikasi Zona Eropa di Johan Cruijff ArenA, Selasa (18/11) dini hari.
Ini menjadi penampilan ke-12 The Oranje di Piala Dunia. Belanda membuka keunggulan lewat Tijjani Reijnders pada menit ke-16. Umpan terobosan Frenkie de Jong diteruskan Tijjani dengan sepakan dari dalam kotak penalti.
Dua menit kemudian giliran Virgil van Dijk punya kans dari sepak pojok, tapi bola tandukannya ditepis kiper Lithuania. Begitu juga dengan kans Tijjani pada menit ke-30 yang masih membentur tiang.
Usai unggul 1-0 di babak pertama, Belanda menaikkan tempo di babak kedua. Cody Gakpo menggandakan keunggulan pada menit ke-58.
The Oranje mendapat penalti setelah handball pemain Lithuania. Gakpo mengeksekusinya dengan sempurna ke pojok kiri gawang.
Xavi Simons mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60. Gakpo kali ini jadi pengumpan untuk Xavi dari sisi kiri. Bola sempat dikuasai sejenak, sebelum melepaskan tendangan ke pojok kiri atas.
Dua menit berselang, Donyell Malen menambah keunggulan Belanda jadi 4-0. Tijjani mengoper bola ke sisi kiri yang ditempati Malen dan kemudian melakukan solo run hingga kotak penalti, yang dituntaskan dengan sepakan ke gawang.
Skor 4-0 bertahan sampai laga usai dan Belanda finis juara Grup G dengan 20 poin dari delapan laga, unggul tiga angka dari Polandia di posisi kedua. Tiket putaran final pun berhasil digenggam pasukan Ronald Koeman itu.
Data Dan Fakta Menarik
Dikutip dari fotmob, untuk pertama kalinya, empat pemain Liga Inggris berhasil mencetak gol dalam satu pertandingan untuk Belanda, yang mengakhiri kampanye kualifikasi mereka dengan penuh gaya.
Meskipun mendominasi babak pertama dengan delapan tembakan dan penguasaan bola 78,9 persen, mereka kesulitan mencetak gol. Namun, mereka menemukan solusi setelah jeda, menghasilkan 2,2 gol yang diharapkan (xG) dari 12 percobaan.
Belanda kini tak terkalahkan dalam 17 pertandingan kualifikasi Piala Dunia terakhirnya, rekor tak terkalahkan terpanjang mereka dalam kompetisi tersebut (setidaknya sejak 2010). (*)
Konjen RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat (empat dari kiri) dan Reni Rahmawati (tiga dari kiri) WNI asal Sukabumi korban TPPO pengantin pesanan di KJRI Guangzhou, Senin (17/11/2025). (F.KJRI Guangzhou)
batampos – Kasus “pengantin pesanan” di Tiongkok yang korbannya adalah WNI asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Reni Rahmawati berakhir sudah.
Reni Rahmawati (RR), 24, sebelumnya dilaporkan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Tiongkok. Dia dipastikan segera kembali ke Tanah Air setelah resmi bercerai dari suaminya.
“KJRI Guangzhou melakukan upaya perlindungan secara optimal agar saudari RR dapat dipulangkan melalui koordinasi yang baik antara otoritas setempat dan otoritas di Indonesia,” terang Konsul Jenderal RI di Guangzhou Ben Perkasa Drajat, Senin (17/11) sebagaimana dilansir dari Antara.
Kasus ini terungkap pada 19 September 2025, setelah ibu Reni, Emalia, mengadu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung dan menyebut putrinya disekap di Tiongkok.
Reni dibawa ke Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, bersama “suaminya”, warga negara Tiongkok bernama Tu Chao Cai.
Reni diketahui menjadi korban praktik pengantin pesanan (mail order bride) di negeri panda. Yakni pernikahan perempuan Indonesia dengan pria Tiongkok melalui perantara agen dengan sejumlah uang.
“Besok, Selasa (18/11), RR berangkat ke Bandung didampingi Konsul Konsuler KJRI Guangzhou, kemudian akan mampir ke Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi,” ujar Ben.
Ia membenarkan bahwa otoritas setempat telah resmi menerbitkan surat cerai Reni dan Tu Chao Cai pada 13 November 2025.
“Dalam penyelesaian kasus ini, pada 10 Oktober 2025, KJRI Guangzhou telah memverifikasi langsung kondisi saudari RR dan tidak menemukan bukti kekerasan. Saya juga memimpin pertemuan dengan keluarga suami RR dan otoritas setempat hingga disepakati untuk mengakhiri pernikahan sesuai hukum setempat,” katanya.
Pada Senin (17/11), di KJRI Guangzhou, Reni diserahkan kepada Polri, yang diwakili Kompol Nirwan Fakaubun dari Divisi Hubungan Internasional dan AKP Ade Saepudin dari Polda Jawa Barat untuk proses lanjutan di Indonesia.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Konjen dan staf KJRI Guangzhou atas upaya pemulangan saya,” kata Reni dalam pernyataan tertulis.
Reni tiba di Tiongkok pada 18 Mei 2025 setelah menerima tawaran pekerjaan bergaji Rp 15 juta–Rp 20 juta per bulan melalui seseorang di media sosial.
Namun setibanya di Tiongkok, pada 20 Mei 2025, ia justru dinikahkan secara resmi dengan Tu Chao Cai, seorang wiraswasta asal Yongchun, Quanzhou, Fujian.
Setelah kasusnya mencuat, KJRI Guangzhou meminta bantuan kepolisian Fujian untuk melacak keberadaan Reni. Polisi lalu mendatangi kediamannya dan memastikan keselamatannya.
Pada 10 Oktober 2025, Ben Perkasa Drajat bersama Konsul Konsuler KJRI Guangzhou bertemu langsung Tu Chao Cai di Yongchun.
Pertemuan dihadiri ayah mertua Reni, kepala wilayah Yongchun, perwakilan Foreign Affairs Office (FAO) Quanzhou, dan tokoh masyarakat.
Tu Chao Cai mengaku telah membayar 205.000 RMB (sekitar Rp 476,4 juta) kepada agen untuk menikahi Reni, namun Reni dan keluarganya tidak pernah menerima uang tersebut. Reni hanya menerima Rp 11 juta dari seseorang bernama Abdullah.
Tu Chao Cai juga mengaku merasa ditipu, karena Reni tidak menunjukkan keberatan saat dinikahkan dan mengakui dua orang yang hadir saat akad nikah di Indonesia sebagai orang tuanya, padahal bukan.
Reni dipaksa agen untuk mengaku dan menandatangani dokumen pernikahan resmi. Di Indonesia, keluarga Reni telah melapor ke Polda Jawa Barat. Untuk mengusut tuntas kasus ini, polisi membutuhkan keterangan Reni secara langsung.
Polda Jabar telah menahan tersangka, dan KJRI Guangzhou meyakini penyidikan akan menelusuri aliran dana yang dibayarkan Tu Chao Cai, sehingga uang dapat dikembalikan.
Sepanjang 2025, KJRI Guangzhou telah menangani lebih dari 10 kasus dengan modus pengantin pesanan.
Ben mengimbau WNI agar mengenali calon pasangan secara menyeluruh dan memahami prosedur administrasi pernikahan lintas negara, serta memenuhi syarat baik di Indonesia maupun di negara pasangan. (*)
batampos – Polsek Batuaji hingga saat ini masih menyelidiki kelalaian pihak subkontraktor PT Putra Mandiri Rekayasa (PMR) yang menyebabkan tewasnya pekerja bernama Rudiansyah. Pria 35 tahun ini tewas setelah terjatuh dari ketinggian 12 meter.
“Masih penyelidikan. Pemeriksaan saksi terus bertambah, belum ada tersangka,” ujar Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, melalui Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Andy Pakpahan, Senin (17/11).
Saksi yang diperiksa terdiri dari subkontraktor dan manajemen PT Batamec, dan para pekerja. Andy mengaku keterangan saksi sudah didapatkan seluruhnya.
Selain mengumpulkan keterangan saksi, Polsek Batuaji tengah menunggu hasil pemeriksaan serta laporan dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam terkait penerapan standar keselamatan kerja di lokasi tersebut.
“Untuk standar keselamatan ini kita tunggu laporan dari Disnaker. Laporannya belum kita terima,” katanya.
Andy mengaku dari seluruh keterangan, bukti dan laporan Disnaker, pihaknya akan melakukan geler perkara. “Semuanya masih proses,” tegasnya.
Diketahui, kecelakaan kerja ini berawal saat korban bersama rekannya melakukan perbaikan di Workshop 5 PT Batamec, Tanjung Uncang. Mereka ditugaskan untuk memasang safety net dan melakukan pembongkaran atap workshop.
Korban kemudian terjatuh saat menginjak bagian atap yang lapuk. Kemudian korban dievakuasi ke RSUD Embung Fatimah, namun nyawanya tak tertolong, Minggu (9/11) pagi. (*)
batampos – Bayangkan suatu pagi kamu bangun dengan perut terasa melilit. Awalnya kamu mengira hanya maag atau telat makan. Namun beberapa menit kemudian, rasa mual datang hingga membuatmu harus berlari ke kamar mandi. Tidak lama setelah itu, tubuh mulai lemas, keringat dingin muncul, dan kamu mulai bolak-balik karena diare yang datang tiba-tiba.
Kondisi seperti ini sangat umum terjadi. Kebanyakan orang mengalaminya setelah makan di luar, kemungkinan besar akibat makan atau minum sesuatu yang tidak jelas kebersihannya, atau bisa juga terjadi begitu saja tanpa tahu penyebabnya sama sekali.
Dalam banyak kasus, penyebabnya adalah gastroenteritis, sebuah penyakit yang sering disebut sebagai “flu perut”. Akan tetapi meski namanya terdengar ringan, gastroenteritis bisa membuat seseorang tidak berdaya selama beberapa hari, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Gastroenteritis?
Dilansir dari Alodokter, gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan diare, muntah, mual, dan gangguan pencernaan lainnya. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau keracunan makanan. Pada sebagian besar kasus, gastroenteritis disebabkan oleh virus.
Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa gastroenteritis virus biasanya muncul 1–3 hari setelah seseorang terpapar agen infeksi. Meski umumnya berlangsung singkat sekitar 1–2 hari, keluhan bisa bertahan lebih lama tergantung penyebabnya.
Better Health Channel menambahkan bahwa gastroenteritis sangat mudah menular, terutama norovirus yang dapat menyebar melalui makanan, minuman, permukaan benda, hingga percikan kecil muntahan yang hampir tidak terlihat oleh mata.
Penyebab Gastroenteritis
Alodokter menjelaskan bahwa pemicu paling umum gastroenteritis adalah infeksi virus, termasuk rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus. Virus ini dapat menular melalui berbagai cara, diantaranya seperti:
Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi;
Bersentuhan dengan orang yang sedang sakit;
Menyentuh benda yang telah terpapar virus lalu tanpa sadar menyentuh mata, hidung, atau mulut;
Memakai peralatan makan atau barang pribadi milik penderita;
Tidak mencuci tangan dengan benar sebelum makan; memasak, maupun setelah menggunakan kamar mandi.
Selain virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Campylobacter, parasit seperti Entamoeba histolytica dan Cryptosporidium, efek samping obat tertentu termasuk antibiotik dan obat kemoterapi, serta paparan logam berat seperti timbal, arsen, atau merkuri yang mencemari air.
Gejala gastroenteritis akibat virus sering kali terlihat mirip dengan diare yang disebabkan oleh bakteri maupun parasit. Karena itu, kondisi ini mudah tertukar dengan infeksi yang dipicu oleh bakteri seperti Clostridioides difficile, Salmonella, dan Escherichia coli, atau oleh parasit seperti Giardia.
Kemiripan gejala ini membuat penentuan penyebab yang tepat menjadi penting, terutama bila gejala berlangsung lebih lama dari biasanya.
Gejala Gastroenteritis
Setiap orang yang mengalami gastroenteritis biasanya merasakan perubahan mendadak pada tubuhnya. Gejalanya sering dimulai dengan rasa tidak nyaman di perut, lalu berkembang menjadi diare atau muntah yang membuat tubuh cepat lemas.
Meski sering disamakan dengan flu, penyakit ini sejatinya menyerang saluran cerna, bukan sistem pernapasan. Karena itu, keluhan yang muncul terutama berkaitan dengan pencernaan, seperti kram atau mual.
Berdasarkan informasi dari Alodokter, Mayo Clinic, dan Better Health Channel, pada infeksi yang disebabkan oleh virus, keluhan biasanya mulai terasa 1–3 hari setelah paparan, dan bisa berlangsung 1–2 hari, namun sebagian kasus dapat bertahan hingga dua minggu. Keluhan yang sering muncul:
-Diare
-Mual dan muntah
-Hilang nafsu makan
-Kram atau nyeri perut
-Demam
-Menggigil
-Tubuh terasa lelah
-Nyeri otot atau sendi
-Sakit kepala
-Kulit berkeringat atau terasa lembap
Keluhan ini biasanya ringan, tetapi bayi, anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami dehidrasi dan kondisi yang lebih berat.
Kapan Harus Ke Dokter?
Pada sebagian besar orang dewasa, gastroenteritis biasanya mereda dengan istirahat dan cukup cairan. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak boleh diabaikan.
Mayo Clinic menyebutkan jika selama 24 jam kamu sama sekali tidak mampu menahan cairan yang diminum, itu adalah tanda bahwa tubuh mulai kehilangan banyak cairan dan perlu mendapatkan pertolongan medis. Begitu pula jika muntah atau diare berlangsung lebih dari dua hari tanpa membaik, karena tubuh bisa semakin lemah dan berisiko mengalami dehidrasi berat.
Ada juga tanda bahaya lain yang perlu diwaspadai. Muntah darah atau munculnya darah pada feses adalah indikasi bahwa mungkin ada masalah yang lebih serius pada saluran pencernaan. Dehidrasi yang parah juga harus diwaspadai, terutama bila kamu merasa sangat haus, mulut terasa kering, warna urin menjadi kuning pekat, buang air kecil sangat sedikit, atau tubuh terasa lemas sampai pusing dan hampir pingsan.
Selain itu, nyeri hebat di perut yang tidak mereda atau demam tinggi di atas 40°C (104°F) merupakan alasan kuat untuk segera mencari bantuan medis. Kondisi-kondisi tersebut dapat menandakan bahwa ada infeksi atau gangguan lain yang memerlukan penanganan dokter secepatnya.
Pengobatan dan Pencegahan Gastroenteritis
Pada sebagian besar kasus, gastroenteritis dapat pulih dengan perawatan mandiri di rumah. Fokus utama pengobatan bukan pada menghentikan diare atau muntah secara instan, tetapi pada menjaga tubuh agar tidak kehilangan terlalu banyak cairan. Langkah paling penting dalam menangani gastroenteritis adalah rehidrasi. Ketiga sumber medis menekankan bahwa mengganti cairan yang hilang menjadi prioritas utama.
Menurut Alodokter, oralit atau larutan rehidrasi elektrolit merupakan pilihan terbaik karena tidak hanya mengganti air, tetapi juga mineral penting yang hilang akibat muntah dan diare. Air putih tetap bermanfaat, tetapi tidak dapat mengembalikan elektrolit dengan optimal.
Selain itu, pola istirahat dan makan juga berperan besar dalam mempercepat pemulihan. Saluran cerna yang sedang iritasi membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga makanan dan minuman yang dikonsumsi harus disesuaikan agar tidak memperberat keluhan.
Langkah pengobatan yang dianjurkan menurut Alodokter meliputi:
Makan dalam porsi kecil tetapi sering agar perut tidak bekerja terlalu berat;
Memilih makanan lembut atau mudah dicerna, seperti bubur, roti, pisang, dan sup bening;
Menghindari makanan pedas, berminyak, bersantan, atau terlalu manis yang dapat memperparah diare;
Menjauhi minuman bersoda, berkafein, atau beralkohol karena dapat memicu dehidrasi dan iritasi lambung;
Selama masa pemulihan, tubuh membutuhkan istirahat cukup agar sistem imun bekerja lebih optimal. Jika muncul tanda bahaya seperti dehidrasi berat, muntah darah, atau demam tinggi, penanganan medis segera diperlukan.
Karena gastroenteritis mudah menular melalui makanan, air, maupun kontak langsung, pencegahannya sangat bergantung pada kebersihan diri dan lingkungan. Better Health Channel menegaskan bahwa cuci tangan dengan air dan sabun adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penularan. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi risiko penyebaran virus, bakteri, maupun parasit penyebab gastroenteritis.
Selain mencuci tangan, kebersihan makanan juga menjadi faktor yang sangat menentukan. Alodokter merekomendasikan beberapa langkah untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi diantaranya yaitu anjuran untuk mencuci bersih bahan makanan sebelum diolah, menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak, hingga menyimpan makanan pada suhu yang tepat agar tidak cepat terkontaminasi.
Untuk kelompok rentan seperti bayi, upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Menurut Mayo Clinic, vaksin rotavirus sangat dianjurkan untuk bayi karena terbukti mengurangi risiko gastroenteritis yang berat. Selain itu, Better Health dan Alodokter juga menyarankan untuk tidak berbagi peralatan makan, terutama bila ada anggota keluarga yang sedang mengalami gejala. Cara sederhana ini dapat mencegah penyebaran virus melalui droplet atau kontak tidak langsung.
Gastroenteritis mungkin terdengar seperti gangguan pencernaan biasa, tetapi gejalanya dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi berbahaya bila tidak ditangani dengan tepat. Praktik sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, memilih makanan yang aman, dan memperhatikan asupan cairan dapat memberikan perlindungan besar dari penyakit yang sangat mudah menular ini.
Dengan memahami penyebab, membangun kewaspadaan serta penanganan yang tepat kita dapat mencegah kondisi ini berkembang lebih parah sehingga tubuh bisa segera kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa. (*)
batampos– Restoran Noesantara lahir dari sebuah keyakinan sederhana namun sarat makna, bahwa makanan bukan hanya hidangan, melainkan warisan. Warisan yang membawa jejak tanah yang subur, perjalanan panjang rempah, serta tangan-tangan yang memasak dengan cinta di berbagai daerah Indonesia. Dari keyakinan itulah konsep Noesantara tumbuh sebagai rumah bagi rasa dan ingatan.
Pemilik Noesantara, Bernard, menceritakan bahwa nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan Indonesia dalam satu meja makan.
“Karena istri saya sangat menyukai masakan Indonesia. Dari situlah muncul keinginan agar semua orang—baik warga lokal maupun dari luar negeri—bisa merasakan kekayaan kuliner Indonesia tanpa harus menjelajah jauh,” kata Bernard.
Berangkat dari rasa cinta itu, keinginan untuk menghadirkan identitas rasa Indonesia dalam satu restoran menjadi titik awal berdirinya Noesantara.
Konsep yang diusung Noesantara sederhana: menghadirkan perjalanan. Setiap menu dirancang sebagai rute yang membawa tamu menyusuri kekayaan budaya kuliner Nusantara—dari pedasnya masakan timur Indonesia hingga gurihnya hidangan bagian barat. Semua diolah menggunakan bahan segar dan bumbu autentik, namun tetap diberi sentuhan modern agar relevan dengan selera masa kini.
Pemilik Noesantara, Bernard
“Kami ingin tradisi tetap hidup, tetapi tetap dekat dengan lidah masa kini,” ujar Bernard.
Dari dapur Noesantara, sejumlah menu menjadi primadona. Nasi Petani dan Golden Indonesian Rice menjadi favorit pelanggan, begitu pula Ice Cendol Durian yang menyegarkan. Ikan Bakar Jimbaran juga menjadi hidangan yang kerap dipesan, menghadirkan aroma Bali bagi siapa saja yang merindukan laut dan bara. Menu-menu ini sekaligus menjadi rekomendasi utama bagi tamu yang pertama kali berkunjung.
Terkait asal-usul hidangan, Noesantara menyajikan campuran menu dari berbagai daerah: Jawa, Bali, hingga Sumatra. Daftar menunya terus berkembang, namun semuanya diracik dengan prinsip yang sama—menghormati tradisi sekaligus menyajikannya secara rapi dan modern.
“Pada akhirnya, kami ingin semua orang yang datang merasa seperti pulang, meski ke kota atau kampung yang berbeda,” ucap Bernard.
Pengalaman berkunjung ke Noesantara tidak berhenti pada piring. Pengelola memastikan nuansa Indonesia terasa sejak langkah pertama masuk—dari lantunan lagu-lagu Nusantara, interior hangat, hingga aroma bumbu yang mengingatkan pada dapur rumah di masa kecil. Semua itu dirancang agar setiap tamu merasakan pengalaman multisensorial yang menghubungkan mereka dengan identitas Indonesia.
Dalam jangka panjang, Noesantara memiliki harapan yang sederhana tetapi besar: menjadi tempat di mana semua orang merasa cocok makan di bawah satu langit rasa. Bernard ingin terus mengembangkan menu dari berbagai penjuru Nusantara, menghadirkan variasi lebih luas dan kualitas rasa yang semakin kaya.
“Cukup datang ke Noesantara, Anda sudah seperti makan dari seluruh Indonesia,” ujarnya. (*/adv)
batampos – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) akhirnya buka suara usai Kejaksaan Agung (Kejagung) dikabarkan melakukan penggeledahan terhadap rumah sejumlah pejabat pajak terkait Kasus Tax Amnesty periode 2015-2020.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli memastikan hingga saat ini pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Kejagung. Jika sudah ada informasi resmi, pihaknya akan kembali menyampaikan perkembangannya lebih lanjut kepada publik.
“Saat ini kami masih menunggu keterangan resmi dari instansi yang terkait. Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah tersedia informasi resmi yang dapat disampaikan kepada publik,” kata Rosmauli dilansir JawaPos.com, Senin (17/11).
Meski begitu, DJP menyampaikan akan menghormati atas proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan, pihaknya pun percaya bahwa penegakan hukum menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga integritas Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu.
“Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan secara independen, dan kami percaya bahwa penegakan hukum merupakan bagian penting dalam menjaga integritas institusi kami,” tukasnya.
Sebelumnya, Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), tengah menggeledah sejumlah rumah milik pejabat Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan. Penggeledahan itu, diduga terkait kasus Tax Amnesty periode 2015-2020.
Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Gedung Bundar-sebutan untuk Gedung penyidikan korupsi Kejagung- dilakukan di sejumlah lokasi terpisah. Upaya paksa itu, dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan, guna melengkapi berkas penyidikan yang perkaranya sudah naik ke tingkat penyidikan.
Di lain pihak, dari hasil penggeledahan, tim penyidik menyegel sejumlah harta benda bergerak seperti motor dan mobil mewah, yang diduga terkait perkara yang tengah ditangani.
Untuk diketahui, dalam program Tax Amnesty periode 2015-2020, sejumlah pejabat pajak diduga melakukan manipulasi dalam program pengampunan pidana pajak. Usai mendapat laporan, atas dugaan itu, penyidik Kejagung melakukan serangkaian tindakan penyelidikan hingga menaikkan perkara tersebut ke tingkat penyidikan, setelah melakukan gelar perkara. (*)
INDUSTRIMICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) telah menjadi salah satu motor utama penggerak pariwisata global.
Sektor ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana interaksi bisnis dan pertukaran pengetahuan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan citra destinasi suatu negara.
Di Indonesia, MICE mulai dipandang sebagai bagian strategis dari pembangunan pariwisata nasional karena mampu menghasilkan high-spending tourists, memperpanjang lama tinggal pengunjung, serta menciptakan efek ganda (multiplier effect) terhadap sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan industri kreatif.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat bahwa kontribusi sektor MICE terhadap devisa pariwisata Indonesia terus meningkat, terutama dari kegiatan konferensi internasional, pameran industri, dan event korporasi.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Surabaya, dan Batam telah menjadi episentrum pertumbuhan kegiatan MICE nasional. Dalam konteks ini, MICE berperan sebagai instrumen diplomasi ekonomi sekaligus media promosi budaya, karena setiap event menghadirkan interaksi lintas bangsa yang memperluas jejaring global Indonesia.
Keberhasilan industri MICE suatu negara tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada ekosistem tata kelola yang profesional dan kolaboratif.
Pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, serta komunitas harus bersinergi dalam menciptakan sistem pendukung yang efisien dan berdaya saing. Model quadruple-helix, yang mengintegrasikan pemerintah, akademia, industri, dan masyarakat telah menjadi kerangka kerja ideal dalam membangun ekosistem MICE yang berkelanjutan.
Studi Rumerung et al. (2024) menegaskan bahwa kolaborasi lintas-sektor ini dapat mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif dan memperluas rantai nilai destinasi.
Dalam konteks global, tren pengembangan MICE semakin mengarah pada digitalisasi dan keberlanjutan. Penggunaan platform daring untuk pendaftaran peserta, promosi berbasis data, hingga konsep hybrid events menjadi bagian integral dari transformasi industri pasca-pandemi.
Herawati et al. (2025) menyoroti bahwa transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkaya pengalaman peserta melalui sistem smart-hospitality dan promosi berbasis data.
Namun, penelitian tersebut juga menekankan bahwa tantangan terbesar di Indonesia masih terletak pada kapasitas SDM digital dan kesiapan regulasi terhadap teknologi baru.
Dari sisi keberlanjutan, industri MICE global kini menuntut praktik yang ramah lingkungan.
Pengelolaan limbah acara, efisiensi energi, serta penghitungan jejak karbon menjadi bagian dari standar baru penyelenggaraan event internasional. Indonesia telah mulai mengadopsi prinsip green MICE di beberapa destinasi, namun penerapannya masih memerlukan konsistensi dan dukungan kebijakan jangka panjang.
Secara nasional, peluang pengembangan MICE Indonesia sangat besar karena faktor geografis dan demografis. Indonesia memiliki posisi strategis di jalur perdagangan internasional, keanekaragaman budaya yang tinggi, serta stabilitas politik yang mendukung kegiatan internasional.
Namun, kelemahan masih ditemukan pada pemerataan infrastruktur, sistem transportasi, kebersihan lingkungan, serta kualitas layanan publik.
Pemetaan SWOT yang dilakukan dalam berbagai kajian lokal (Herawati et al., 2025) menunjukkan bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada potensi pasar domestik yang besar dan keragaman destinasi, sementara ancaman berasal dari persaingan ketat negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura yang telah lebih dulu mapan dalam industri MICE.
Dalam lanskap nasional tersebut, Batam menempati posisi unik sebagai pintu gerbang MICE Indonesia di kawasan barat. Letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadikan Batam sebagai simpul strategis untuk kegiatan cross-border MICE, yang menggabungkan unsur bisnis, pameran, dan rekreasi.
Potensi ini diakui dalam berbagai kebijakan daerah dan program promosi yang menempatkan MICE sebagai prioritas utama pengembangan pariwisata Batam (Herawati et al., 2025).
Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama BP Batam secara konsisten menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sektor ini.
Kepala Disbudpar, Ardiwinata, menyatakan bahwa event internasional seperti Campus Expo 2025 merupakan bukti nyata Batam berkembang menjadi pusat kegiatan MICE yang diminati negara tetangga.
Pernyataan tersebut merefleksikan pergeseran orientasi kebijakan dari promosi pariwisata konvensional menuju tata kelola yang proaktif dan berbasis kemitraan internasional (Disbudpar, 2025).
Dampak ekonomi dari kegiatan MICE juga diakui di tingkat eksekutif daerah. Dalam MARA Batam International Exhibition 2023 (MbEX23), Sekretaris Daerah Kota Batam menegaskan bahwa setiap kegiatan MICE membawa manfaat langsung bagi ekonomi lokal yaitu mulai dari peningkatan okupansi hotel, konsumsi restoran, hingga penerimaan pajak daerah sebesar 10 persen.
Pernyataan ini mengilustrasikan efek ganda MICE terhadap perekonomian lokal (Mediacenter, 2023).
Kajian akademik menunjukkan bahwa integrasi sektor ekonomi kreatif dengan pengembangan destinasi MICE merupakan strategi efektif dalam menciptakan nilai tambah.
Rumerung et al. (2024) menekankan bahwa penggabungan unsur kreatif seperti kuliner, kriya, dan seni pertunjukan tidak hanya memperkaya pengalaman peserta, tetapi juga memperluas pasar produk lokal pasca-event.
Pendekatan ini menempatkan MICE bukan sekadar sebagai aktivitas ekonomi, melainkan sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Batam juga tengah memperkuat kualitas destinasi melalui program “Batam Wisata Bersih”.
Inisiatif ini meningkatkan daya tarik kota dengan menata kebersihan dan kenyamanan ruang publik merupakan faktor nonteknis yang sangat menentukan keputusan penyelenggara internasional.
Kebijakan tersebut berfungsi sebagai strategi promosi tidak langsung yang membangun reputasi Batam sebagai kota MICE yang profesional dan berkelas (Batam, 2025).
Untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang, pengembangan MICE Batam perlu difokuskan pada lima arah kebijakan: (a) pembangunan fasilitas konvensi berskala besar dan fleksibel; (b) sertifikasi SDM MICE; (c) platform digital terpadu untuk promosi dan registrasi; (d) integrasi UMKM lokal dalam rantai nilai event; serta (e) pemberian insentif fiskal bagi penyelenggaraan event strategis.
Rekomendasi ini sejalan dengan temuan Rumerung et al. (2024) yang menekankan pentingnya sinergi ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Di tingkat operasional, pembentukan City MICE Office sebagai pusat layanan terpadu (one-stop service) sangat disarankan. Unit ini dapat menangani perizinan, promosi, logistik, dan pelaporan data secara terintegrasi.
Model serupa telah terbukti sukses di beberapa kota MICE Asia seperti Bangkok, Seoul, dan Kuala Lumpur, dan dapat diadaptasi sesuai konteks Batam.
Sebagaimana disimpulkan oleh Herawati et al. (2025), potensi Batam akan maksimal apabila ditopang oleh investasi infrastruktur digital, penguatan SDM, kolaborasi lintas-sektor, dan strategi pemasaran berkelanjutan.
Hutchinson dan Negara (2021) menambahkan bahwa posisi geopolitik Batam yang dekat dengan Singapura memberi peluang besar untuk membangun momentum ekonomi pasca-pandemi.
Dengan langkah kebijakan yang terukur dan dukungan riset berbasis bukti (evidence-based policy), Batam berpotensi menjadi model pengembangan MICE berkelas dunia di Indonesia, sebuah destinasi yang mampu menggabungkan efisiensi bisnis, kekayaan budaya, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem pariwisata terpadu. (*)
Oleh : Hestiyani Wulandari (Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Sahid)
Pelaku pencurian di toko emas saat di Unit Reskrim Polsek Polsek Batuaji. (Ist)
batampos – Unit Reskrim Polsek Polsek Batuaji menangkap MI, warga Tanjung Uncang, Senin (17/11). Pria 29 tahun ini mencuri perhiasan berupa kalung seberat 2,63 gram di toko emas kawasan Plaza Fanindo.
Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Andy Pakpahan mengatakan pencurian ini dilakukan pelaku pada Sabtu (15/11).
Modusnya, pelaku datang ke toko-toko dan berpura-pura ingin membeli emas. Pelaku meminta penjaga toko mengambil perhiasan kalung untuk dicoba.
“Pelaku mencoba beberapa jenis kalung emas. Pelapor sempat mengingatkan pelaku untuk melepas kalung yang sudah dipakai sebelum mencoba kalung lainnya,” ujarnya.
Sementara Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari kecepatan laporan masyarakat dan respon cepat anggota di lapangan.
“Kami terus mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan serta segera melaporkan setiap tindakan mencurigakan,” ujarnya.
Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (*)
Skuad tim nasional Italia saat kalah 1-4 dari Norwegia pada laga terakhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion San Siro, Milan, Mingg (16/11/2025) waktu setempat. (FIGC)
batampos – Italia terpaksa melaju ke babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah mengalami kekalahan 1-4 dari Norwegia di San Siro.
Dilansir dari laman Gazeta Express pada Selasa (18/11), Meski sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Francesco Pio Esposito, Italia gagal mempertahankan keunggulan. Hasil tersebut menjadikan posisi Italia rawan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.
Situasi kian sulit karena Italia sebelumnya sudah tertinggal selisih gol besar dari Norwegia. Kemenangan 9-0 menjadi satu-satunya cara bagi Azzurri untuk merebut posisi pertama, namun hal itu tidak realistis.
Luciano Spalletti bahkan menyimpan beberapa pemain utama untuk menghindari risiko skorsing di babak play-off.
Norwegia yang tampil efektif berhasil menyamakan kedudukan melalui Antonio Nusa pada babak kedua. Setelah itu, Erling Haaland mencetak dua gol cepat yang membuat pertahanan Italia runtuh.
Gol terakhir Jørgen Strand Larsen menutup kekalahan menyakitkan Italia di kandang sendiri.
Kekalahan ini menjadi kegagalan kelima bagi Italia dalam lima laga grand prix kualifikasi terakhirnya.
Penampilan tidak konsisten membuat Italia kembali terancam absen dari Piala Dunia seperti pada 2018 dan 2022. Kini seluruh harapan bertumpu pada babak play-off yang hanya menyisakan sekali kesempatan.
Italia bukan hanya perlu menang di play-off, namun juga tampil meyakinkan agar tidak mengulang sejarah kelam.
Tekanan besar tertuju pada para pemain, terutama setelah kegagalan lolos dua edisi sebelumnya. Spalletti menegaskan mentalitas menjadi faktor utama penentu dalam laga penentuan mendatang.
Norwegia menjadi juara grup dengan rekor kemenangan sempurna, 37 gol, dan hanya kebobolan lima kali. Italia harus menerima kenyataan bahwa perbedaan kualitas terlihat jelas sepanjang babak kualifikasi.
Jika gagal di play-off, Azzurri bisa kembali menjadi penonton di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. (*)