Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 891

Lagi, Jalan Dabo Singkep Licin Akibat Tumpahan Solar, Dua Pemotor Jatuh

0
Petugas Damkar unit Dabo Singkep bersama dengan Satpol PP, LLAJ dan Satlantas Polres Lingga saat membersihkan tumpahan solar di Jalan Garuda, Rabu (29/10). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Insiden tumpahan minyak solar di jalan umum kembali terjadi di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Kali ini, tumpahan solar membuat dua pengendara motor terjatuh di Jalan Garuda pada Rabu (29/10).

Komandan Pleton (Danton) Damkar Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, mengatakan kejadian itu pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Rio sekitar pukul 12.15 WIB.

“Rio melaporkan adanya tumpahan minyak solar di Jalan Garuda arah Bandara Dabo Singkep. Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pembersihan,” ujar Ikmal, Rabu siang.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati dua pengendara sudah terjatuh akibat jalan licin. Kedua korban masing-masing adalah seorang siswi SMA yang hendak pulang sekolah dan seorang pengendara paruh baya.

“Keduanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki, tapi tidak luka berat. Beruntung mereka bisa segera ditolong warga,” jelas Ikmal.

Petugas Damkar kemudian melakukan pembersihan dengan pasir untuk mengurangi risiko kecelakaan lanjutan.

Ikmal berharap pengemudi mobil pengangkut solar yang diduga menyebabkan tumpahan itu segera diamankan.

“Kami minta oknum pengangkut solar yang lalai atau sengaja menumpahkan bahan bakar ini segera ditindak agar tidak ada lagi korban,” tegasnya.

Saat ini, Satlantas Polres Lingga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal minyak solar yang tercecer di jalan tersebut.

Diketahui, insiden tumpahan minyak solar di jalan umum di Dabo Singkep sudah terjadi lima kali dalam beberapa bulan terakhir. Warga pun mulai resah dan meminta aparat menindak tegas pelaku yang kerap menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.

“Kami minta ada tindakan nyata. Sudah sering kejadian, bahkan dulu ada yang patah tangan,” ujar salah seorang warga di lokasi. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Lagi, Jalan Dabo Singkep Licin Akibat Tumpahan Solar, Dua Pemotor Jatuh pertama kali tampil pada Kepri.

Bulan Bahasa 2025, MAN Tanjungpinang Bekali Siswa Public Speakingdan Menulis

0
Puluhan siswa-siswi MAN Tanjungpinnag mengikuti seminar peningkatan literasi dan public speaking, Rabu (29/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Nasional 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menggelar kegiatan pembekalan literasi dan public speaking bagi puluhan siswanya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya diisi dengan perlombaan, tahun ini MAN Tanjungpinang memilih mengadakan seminar penguatan literasi dan kemampuan berbicara di depan umum.

Kegiatan yang digelar di aula madrasah itu menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Jepri, Pustakawan Daerah Kepri, dan Siti Aisyah, Penyiar RRI Tanjungpinang.

Kepala MAN Tanjungpinang, Ulfah Ismiati, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 80 pelajar, terdiri atas pengurus OSIM serta perangkat kelas.

“Biasanya kami hanya menggelar lomba, tapi tahun ini kami ingin menambah wawasan siswa tentang pentingnya literasi dan kemampuan berbicara,” ujar Ulfah, Rabu (29/10).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya membaca dan menulis, agar mampu menghasilkan karya tulis seperti artikel hingga karya ilmiah.

“Apalagi siswa kami sedang mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset tingkat internasional. Jadi pelatihan literasi ini sangat mendukung,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan public speaking juga dianggap penting untuk membentuk karakter percaya diri dan kemampuan komunikasi para siswa.

“Anak-anak ini calon pemimpin masa depan. Maka kemampuan berbicara di depan umum sangat diperlukan,” tegas Ulfah.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan literasi digital serta menumbuhkan minat menulis dan berbicara yang efektif di kalangan siswa.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan bekal penting bagi mereka untuk bersaing di era digital,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Bulan Bahasa 2025, MAN Tanjungpinang Bekali Siswa Public Speakingdan Menulis pertama kali tampil pada Kepri.

Tolak Pembangunan Kantor Lurah di Tengah Komplek Elit, Warga Sukajadi Ambil Langkah Hukum

0
Area proyek pembangunan Kantor Lurah Sukajadi yang mendapat penolakan dari warga sekitar. Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos— Aksi protes puluhan warga Perumahan Elit Bukit Indah, Sukajadi, Batam, terhadap pembangunan kantor lurah di kawasan mereka kembali memanas, Rabu (29/10). Warga menghadang upaya kontraktor yang hendak memasukkan material bangunan ke lokasi proyek yang berada di dalam kompleks perumahan.

Ketegangan meningkat ketika Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Priandi Firdaus, bersama Camat Batam Kota, Dwiki Setiyawan, mendatangi lokasi untuk menenangkan massa. Priandi dalam kesempatan itu meminta warga agar tidak menghentikan proyek pemerintah karena dinilai telah melalui prosedur yang sah.

“Pembangunan kantor lurah ini bukan proyek sembarangan. Sudah melalui pembahasan di musyawarah kelurahan dan mendapat persetujuan,” ujar Priandi di hadapan warga. Pernyataan itu langsung memantik emosi warga yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses pembahasan sebelumnya.

Beberapa warga kemudian menantang pihak kecamatan dan Kejari Batam untuk menunjukkan dokumen resmi yang membuktikan adanya persetujuan warga. Mereka menegaskan tidak pernah ada pembahasan atau musyawarah terkait pembangunan kantor lurah di kompleks elit tersebut. “Kami tidak pernah tahu soal rencana ini. Apalagi sampai menyetujui,” kata salah satu warga, Rebekha.

BACA JUGA: Soal Pembangunan Kantor Kelurahan, Warga Perumahan Sukajadi Tetap Menolak,  Tawarkan Alternatif Lokasi

Priandi tetap bersikukuh bahwa proyek pembangunan tersebut sudah sesuai aturan dan telah direncanakan sejak tahun 2024. “Proyek pemerintah itu ada mekanismenya. Dimulai dari perencanaan, lelang, hingga penunjukan kontraktor. Tidak mungkin dilaksanakan tanpa dasar hukum,” jelasnya. Ia juga menegaskan agar warga tidak menghalangi pekerjaan di lapangan.

Meski begitu, warga tetap menolak keras. Mereka menilai pemerintah memaksakan pembangunan kantor lurah di kawasan hunian eksklusif yang memiliki akses terbatas dan tidak diperuntukkan bagi fasilitas publik. “Ini bukan soal menolak kantor lurah, tapi soal lokasi. Kenapa harus di tengah perumahan elit?” ujar Ketua RW, Budiman.

Situasi sempat memanas ketika adu argumen antara warga dan pihak Kejari berlangsung di depan lokasi pembangunan. Puluhan aparat Satpol PP dan polisi dari Polresta Barelang serta Polsek Batam Kota tampak berjaga untuk mengantisipasi kericuhan. Warga berulang kali meminta agar pekerjaan dihentikan sementara hingga ada kejelasan hukum.

Salah satu perwakilan warga, Janter Pardosi, menegaskan pihaknya akan menempuh jalur resmi untuk memperjuangkan penolakan tersebut. “Kami akan mengajukan surat Rapat Dengar Pendapat (RDP) ke DPRD Batam dan meminta agar proyek ini dihentikan sementara,” kata Janter.

Ia juga menyebut bahwa warga telah menunjuk kuasa hukum untuk mendampingi proses langkah hukum yang akan diambil. “Kami akan tempuh semua proses sesuai aturan yang berlaku. Ini bukan sekadar penolakan emosional, tapi soal hak warga yang dilanggar,” tegasnya.

Hingga sore hari, proses pembangunan masih dihentikan sementara di bawah pengawasan aparat. Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Batam terkait tuntutan warga, sementara Camat Batam Kota Dwiki Setiyawan, memilih untuk tidak memberikan komentar kepada awak media di lokasi. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Tolak Pembangunan Kantor Lurah di Tengah Komplek Elit, Warga Sukajadi Ambil Langkah Hukum pertama kali tampil pada Metropolis.

Ratusan Pekerja Bintan Adu Skill Olahraga di Annual Games 2025

0
Laga antara Tim Basket PT BIIE dan Tim Basket PT Singatac menjadi laga pembuka ajang olahraga antarpekerja, Annual Games 2025 di Kawasan BIE, Lobam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Ajang olahraga tahunan Annual Games 2025 di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) resmi dimulai, Selasa (28/10/2025) petang. Pembukaan ditandai dengan pertandingan basket perdana antara Tim PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) melawan Tim PT Singatac.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran maskot “Kibo”, seekor lebah ceria yang menjadi simbol semangat dan sportivitas Annual Games 2025.

Tahun ini, sebanyak 146 atlet dari 16 tenant atau perusahaan di kawasan industri Lobam berpartisipasi dalam kompetisi yang mempertandingkan enam cabang olahraga.

Salah satu atlet basket dari PT BIIE, Nazrizul Rachman, mengaku bangga bisa ikut serta dalam ajang antarpekerja tersebut. “Senang bisa ikut main dan ketemu teman-teman dari perusahaan lain. Yang pasti kita sebagai pekerja jadi lebih sehat,” ujarnya.

Ketua Panitia Annual Games 2025, Fadel Satriawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarpekerja di kawasan industri.

“Tidak ada perbedaan jabatan, semua kita adalah satu keluarga besar kawasan industri,” tegasnya.

Fadel juga berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan.

Sementara itu, General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana, menjelaskan bahwa Annual Games merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, solid, dan produktif.

“Kegiatan ini berlangsung dari 28 Oktober hingga 29 November 2025, dengan enam cabang olahraga yang dipertandingkan. Ke depannya mungkin akan kami tambah lagi cabangnya,” katanya.

Ia berharap seluruh perusahaan di kawasan industri memberikan dukungan penuh kepada karyawan agar bisa berpartisipasi aktif dalam ajang tahunan ini.

“Harapannya tahun depan jumlah atlet dan perusahaan yang ikut bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Ratusan Pekerja Bintan Adu Skill Olahraga di Annual Games 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Kasus Ledakan Pertama di PT ASL Masuk Tahap Akhir Penyidikan, Tersangka 2 Orang

0
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus. F.Azis Maulana

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam terus menindaklanjuti proses hukum kasus kecelakaan kerja di galangan kapal milik PT ASL Marine Shipyard yang menewaskan sejumlah pekerja pada Juni lalu.

Hingga kini, berkas perkara masih dalam tahap koordinasi antara jaksa peneliti dan penyidik Polresta Barelang untuk melengkapi kekurangan administrasi penyidikan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus mengatakan pihaknya masih menunggu penyempurnaan berkas dari penyidik sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

“Untuk perkembangan perkara laka kerja yang berkas PT ASL bulan Juli, masih dilakukan koordinasi dengan penyidik untuk melengkapi berkas perkara,” ujarnya, Selasa (28/10).

Berdasarkan hasil penyidikan Polresta Barelang kebakaran di galangan kapal tersebut disebabkan oleh kelalaian kerja yang berujung pada hilangnya nyawa pekerja. Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial A dan F yang bertugas di bagian Health, Safety, and Environment (HSE) pada perusahaan subkontraktor PT ASL Marine Shipyard.

Baca Juga: Kasus Ledakan Maut di Kapal Federal II Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 359 dan Pasal 360 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia atau luka berat.

“Berkas perkara ditargetkan segera lengkap agar segera bisa dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Priandi.

Ia juga menegaskan, dalam berkas perkara ledakan pertama, kapal MT Federal II tidak dicantumkan sebagai barang bukti. Namun, hal tersebut bukan menjadi alasan utama pengembalian berkas oleh kejaksaan.

“Pengembalian berkas merupakan bagian dari prosedur normal penyidikan untuk melengkapi kekurangan formil dan materil. Tidak dijadikannya kapal sebagai barang bukti adalah bagian dari kebijakan penyidikan yang sudah berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, Priandi menyebut, Kejari Batam juga akan menangani kasus ledakan kedua yang terjadi di lokasi yang sama, meski dalam waktu berbeda.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Pegawai BPOM Batam di Singapura: Suami Korban Minta Kasus Diekstradisi ke Indonesia

“Kasus ledakan kedua memiliki tempus delicti yang berbeda, sehingga akan diproses secara terpisah dengan alat bukti baru,” ujarnya menegaskan.

Kasus kecelakaan kerja di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard ini menjadi sorotan publik, mengingat peristiwa serupa kembali terjadi dalam waktu berdekatan.

Aparat penegak hukum diminta memastikan proses hukum berjalan transparan dan tuntas untuk memberikan kepastian hukum bagi para korban dan keluarga. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Kasus Ledakan Pertama di PT ASL Masuk Tahap Akhir Penyidikan, Tersangka 2 Orang pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali Kota Amsakar Ajak Pemuda Batam Jaga Api Perjuangan dan Wujudkan Indonesia Maju

0

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengajak seluruh generasi muda untuk terus menyalakan semangat perjuangan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Kota Batam Tahun 2025, di Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (28/10/2025).

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Amsakar didampingi oleh Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Turut menjadi peserta upacara perwakilan instansi vertikal, pelajar, dan berbagai organisasi kepemudaan di Batam.

Pada kesempatan itu, Amsakar membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa semangat para pemuda tahun 1928 harus terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA: Amsakar Tegaskan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Pembangunan Batam

“Berdiri di bawah langit merah putih yang sama, sebagaimana pemuda 1928, kita melanjutkan perjuangan dengan cara berbeda. Bukan lagi mengangkat bambu runcing, melainkan dengan ilmu pengetahuan, kerja keras, dan inovasi,” ujar Amsakar.

Ia juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perubahan dunia, pemuda harus tetap menjadi kekuatan utama bangsa, jujur, tangguh, dan berani menghadapi tantangan.

“Di setiap kampung dan kota, masih ada anak muda yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda yang gigih dan berani bertindak nyata,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar berpesan agar generasi muda tidak takut bermimpi besar maupun gagal. Menurutnya, kegigihan dan keberanian adalah kunci untuk menjadi penentu sejarah berikutnya.

“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalianlah penentu sejarah bangsa ke depan,” pesan Amsakar dengan penuh semangat.

Menutup amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Batam, khususnya para pemuda, untuk terus menjaga api perjuangan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97. Mari kita jaga api perjuangan ini dan buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, demi Indonesia Raya yang adil dan makmur,” tutupnya. (*)

 

Artikel Wali Kota Amsakar Ajak Pemuda Batam Jaga Api Perjuangan dan Wujudkan Indonesia Maju pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali Kota Amsakar Ajak Pemuda Batam Jaga Api Perjuangan dan Wujudkan Indonesia Maju

0

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengajak seluruh generasi muda untuk terus menyalakan semangat perjuangan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Kota Batam Tahun 2025, di Dataran Engku Putri Batam Centre, Selasa (28/10/2025).

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Amsakar didampingi oleh Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Turut menjadi peserta upacara perwakilan instansi vertikal, pelajar, dan berbagai organisasi kepemudaan di Batam.

Pada kesempatan itu, Amsakar membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa semangat para pemuda tahun 1928 harus terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA: Amsakar Tegaskan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Pembangunan Batam

“Berdiri di bawah langit merah putih yang sama, sebagaimana pemuda 1928, kita melanjutkan perjuangan dengan cara berbeda. Bukan lagi mengangkat bambu runcing, melainkan dengan ilmu pengetahuan, kerja keras, dan inovasi,” ujar Amsakar.

Ia juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perubahan dunia, pemuda harus tetap menjadi kekuatan utama bangsa, jujur, tangguh, dan berani menghadapi tantangan.

“Di setiap kampung dan kota, masih ada anak muda yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita. Kita butuh pemuda yang gigih dan berani bertindak nyata,” katanya.

Lebih lanjut, Amsakar berpesan agar generasi muda tidak takut bermimpi besar maupun gagal. Menurutnya, kegigihan dan keberanian adalah kunci untuk menjadi penentu sejarah berikutnya.

“Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalianlah penentu sejarah bangsa ke depan,” pesan Amsakar dengan penuh semangat.

Menutup amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Batam, khususnya para pemuda, untuk terus menjaga api perjuangan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97. Mari kita jaga api perjuangan ini dan buktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, demi Indonesia Raya yang adil dan makmur,” tutupnya. (*)

 

Artikel Wali Kota Amsakar Ajak Pemuda Batam Jaga Api Perjuangan dan Wujudkan Indonesia Maju pertama kali tampil pada Metropolis.

Ungkap Fakta Kasus Pembuangan Gunung Bawang di Malcem, Polisi Periksa PT BSS

0
Warga saat berebut memilih bawang yang dibuang di daerah Melcem, Batuampar. (foto dan video dari netizen)

batampos– Kasus pembuangan bawang birma dan bawang bombai dalam jumlah besar di Kampung Malcem, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, mulai menemukan titik terang. Polisi memastikan perusahaan yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut adalah PT BSS. Sejumlah penanggung jawab perusahaan kini tengah diperiksa oleh penyidik Polsek Batuampar.

Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah, melalui Kanit Reskrim Iptu M. Brata Ul Usna, membenarkan pemeriksaan terhadap pihak perusahaan. “Benar, pembuang dan pemilik pembuangan bawang berasal dari PT BSS. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Brata, Rabu (29/10).

Menurut Brata, penyidik melakukan pendalaman untuk mengetahui alasan di balik pembuangan bawang dalam jumlah ton-an yang sempat viral di media sosial itu. “Kami masih mendalami motif pembuangan ini, apakah karena faktor kelayakan, distribusi, atau alasan lain. Semua masih kami telusuri,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lapangan, termasuk memeriksa kelengkapan dokumen kepemilikan dan distribusi bawang tersebut.

“Kita pulbaket ke lapangan, dan untuk dokumen terkait bawang juga lengkap. Jadi bukan merupakan bawang ilegal,” tegas Brata.

BACA JUGA: Polresta Barelang Masih Selidiki Asal-Usul dan Motif Pembuangan Bawang di Malcem

Kasus ini mencuat setelah warga Kampung Malcem menemukan tumpukan besar bawang birma dan bombai di area lembah dekat kawasan industri pada Sabtu (25/10) malam. Bau menyengat dari lokasi itu membuat warga geger dan menarik perhatian banyak orang, bahkan menimbulkan kemacetan karena banyak warga dari luar daerah yang datang untuk melihat langsung tumpukan yang dijuluki “gunung bawang”.

Pihak perusahaan yang kawasan industrinya berdekatan dengan lokasi pembuangan langsung menimbun area tersebut pada Senin (27/10) pagi menggunakan tanah dan material berat. Petugas keamanan kawasan berjaga ketat dan melarang siapa pun mendekat atau mengambil gambar di lokasi. Warga yang penasaran diminta menjauh demi alasan keamanan dan kesehatan.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin sebelumnya menegaskan bahwa kasus ini sudah ditangani serius oleh pihak kepolisian. “Polsek Batuampar sudah ke TKP dan mengamankan lokasi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil atau mengonsumsi bawang itu, karena belum diketahui apakah layak konsumsi atau tidak,” ujarnya.

Zaenal juga menyebut, penyidik akan memeriksa seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam tindakan pembuangan tersebut. “Kami akan periksa semua pihak terkait, termasuk perusahaan pemilik barang. Masih dalam proses penyelidikan siapa yang membuang dan apa motif di baliknya,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan indikasi pelanggaran hukum dalam dokumen impor bawang yang dibuang. Namun, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan ada tidaknya kelalaian atau pelanggaran terkait penanganan dan pembuangan bahan pangan dalam jumlah besar di dekat permukiman warga.

Sementara itu, warga Kampung Malcem berharap penyelidikan segera tuntas dan hasilnya diumumkan secara terbuka. “Bau bawangnya masih terasa sampai sekarang, apalagi kalau angin kencang. Kami harap aparat dan pemerintah juga perhatikan dampaknya ke lingkungan,” ujar Suryani, warga setempat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ungkap Fakta Kasus Pembuangan Gunung Bawang di Malcem, Polisi Periksa PT BSS pertama kali tampil pada Metropolis.

Menko Yusril Dianugerahi Gelar Adat Melayu “Dato’ Seri Indra Narawangsa” di Daik Lingga

0
Menko Kumham Imipas RI, Yusril saat penabalan gelar Dato Seri Indra Narawangsa oleh LAM Daik Lingga. F. Kemenkum Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra resmi dianugerahi gelar adat “Dato’ Seri Indra Narawangsa” oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Daik Lingga dalam upacara adat yang digelar di Istana Damnah, Kabupaten Lingga.

Gelar “Dato’ Seri Indra Narawangsa” memiliki makna pemimpin yang mulia dan gagah berani dalam menegakkan hukum serta keadilan, mencerminkan dedikasi dan kiprah Yusril dalam menjaga marwah hukum dan bangsa Indonesia.

Acara penganugerahan diawali dengan pembacaan warkah, dilanjutkan dengan pemasangan tanjak dan selempang sebagai simbol kebesaran adat Melayu. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh makna, disaksikan oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat Lingga.

Usai pemasangan tanjak, dilakukan prosesi tepung tawar sebagai bentuk doa restu dan ungkapan syukur atas penganugerahan gelar tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan kebanggaan atas penabalan adat tersebut.

“Melihat profil dan perjalanan karier beliau, sudah sangat pantas Yusril menyandang gelar kehormatan ini. Beliau sosok penjaga hukum dan keadilan yang memberi inspirasi bagi generasi muda,” ujar Ansar.

Sementara itu, Menko Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan rasa terima kasih dan penghormatannya atas gelar yang diberikan.

“Gelar ini merupakan amanah yang harus saya jaga. Saya berkomitmen untuk terus mencurahkan perhatian dan daya upaya bersama pemerintah daerah dan masyarakat Kepri dalam menjaga hukum tetap tegak dan marwah bangsa terpelihara,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau, Edison Manik, didampingi Kepala Bidang Advokasi Hukum BPHN, Masan Nurpian, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Penganugerahan gelar adat kepada Menko Yusril menjadi bentuk penghargaan masyarakat Melayu atas kontribusinya di bidang hukum dan pemerintahan, sekaligus meneguhkan hubungan erat antara nilai adat dan penegakan hukum berkeadilan. (*/adv)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Menko Yusril Dianugerahi Gelar Adat Melayu “Dato’ Seri Indra Narawangsa” di Daik Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Bea Cukai Sita 99,5 Liter Miras Ilegal dari Pub Panda One Mall, Manajer Jadi Saksi

0
Bea Cukai Batam saat mengamankan minuman keras tanpa cukai di Pub Panda. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos– Hasil penggerebekan di Pub Panda, lantai dua One Mall Batam, Senin (27/10) malam, akhirnya terungkap. Petugas Bea dan Cukai Batam menemukan dan menyita sebanyak 99,54 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai jenis dan merek tanpa pita cukai. Dari hasil pemeriksaan awal, hanya satu orang manajer Pub Panda yang dimintai keterangan sebagai saksi.

Berdasarkan data resmi yang diterima dari Bea Cukai Batam, barang hasil penindakan tersebut terdiri atas 48 botol minuman keras (BKC MMEA) berbagai merek premium seperti Jameson, Absolute Vodka, Macallan 12, dan sejumlah merek impor lainnya. Selain itu, petugas juga menyita 198 kaleng bir Guinness Foreign Extra Stout, seluruhnya tanpa label cukai.

Total barang bukti yang disita itu mencapai 99,54 liter minuman beralkohol dengan nilai taksiran mencapai puluhan juta rupiah. Semua barang kini diamankan di Kantor Bea dan Cukai Batam untuk pencacahan dan proses pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan kepabeanan dan cukai.

BACA JUGA: Bea Cukai–Imigrasi Gerebek Pub Panda Batam, Warga Tionghoa Diamankan, Gudang Miras Ilegal Terbongkar

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, membenarkan hasil penindakan tersebut. “Benar, hasil penghitungan kami menunjukkan total 99,54 liter minuman mengandung etil alkohol dari berbagai merek. Seluruh barang telah kami amankan dan masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (29/10).

Evi menjelaskan, barang-barang tersebut tidak memiliki dokumen resmi dan tidak dilengkapi pita cukai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. “Kami akan terus menindak tegas pelaku usaha yang memperdagangkan minuman beralkohol tanpa izin dan tanpa pelunasan cukai,” tegasnya.

Satu orang manajer Pub Panda telah dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara ini. Hingga kini, Bea Cukai belum menetapkan tersangka karena penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri asal usul barang dan dugaan keterlibatan pihak lain dalam penyimpanan minuman ilegal tersebut.

Sumber di lapangan menyebutkan, sebagian besar minuman keras tersebut disimpan di gudang bawah tanah dan area parkir yang ditutup rapat. Petugas terpaksa melakukan pembongkaran paksa setelah pihak manajemen menolak membuka pintu gudang saat penggerebekan berlangsung.

Operasi penggerebekan di Pub Panda dilakukan bersama petugas Imigrasi menyusul laporan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi. Dalam operasi tersebut, satu warga negara Tionghoa juga diamankan untuk pemeriksaan, sementara dua orang lainnya diduga melarikan diri dan masih dalam pencarian aparat.

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya Bea Cukai Batam memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol tanpa cukai di kawasan hiburan malam. Aparat menilai Batam rawan menjadi jalur masuk barang ilegal karena statusnya sebagai daerah perdagangan bebas.

Evi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum secara konsisten. “Kami tidak hanya menyita barang, tetapi juga memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab. Semua hasil pemeriksaan akan kami serahkan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Kasus ini menambah daftar panjang penertiban di sektor hiburan malam Batam dalam beberapa waktu terakhir. Aparat mengingatkan seluruh pengelola usaha agar menaati aturan kepabeanan dan cukai, serta memastikan seluruh produk yang dijual memiliki izin resmi untuk menjaga iklim usaha yang sehat dan transparan di Kota Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bea Cukai Sita 99,5 Liter Miras Ilegal dari Pub Panda One Mall, Manajer Jadi Saksi pertama kali tampil pada Metropolis.