Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 890

Walikota Amsakar Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Soroti Keadilan bagi Wilayah Kepulauan

0
Walikota Batam Amsakar Achmad mendampingi Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Heri Wiranto.

batampos-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan pentingnya harmonisasi dan sinkronisasi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Tata Kelola Pemerintahan dalam rangka harmonisasi kewenangan pusat dan daerah yang digelar di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Rabu (22/10).

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Heri Wiranto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian rapat koordinasi nasional yang digelar secara maraton di berbagai wilayah Indonesia.

Setelah zona timur dilaksanakan di Makassar mencakup Sulawesi, Papua, Maluku, dan Kalimantan, kini Batam menjadi tuan rumah untuk zona barat yang meliputi Sumatera dan sebagian Jawa.

BACA JUGA: Pertamina Buka Booth Pendaftaran Pembelian Solar Subsidi di 10 SPBU Kota Batam

“Pertemuan seperti ini menjadi sarana bagi kami untuk menyerap masukan dari daerah. Setelah lebih dari sebelas tahun penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tentu banyak dinamika dan tantangan baru yang perlu direspons,” ujar Heri.

Menurutnya, forum koordinasi ini tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi pelaksanaan otonomi daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk merumuskan arah kebijakan ke depan, termasuk penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan yang diharapkan mampu memberikan perhatian lebih terhadap wilayah berkarakteristik maritim.

“Masukan dari daerah sangat penting. Semua tetap dalam bingkai NKRI, tetapi kita ingin aturan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan,” tambah Heri.

Menanggapi hal itu, Amsakar Achmad menyambut baik forum tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi daerah untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang muncul akibat pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Semangatny adalah menggali informasi dari bawah dan mempertemukannya dalam forum seperti ini. Dari situ kita bisa tahu apa yang perlu disinkronkan agar pemerintahan berjalan lebih efektif,” katanya.

Amsakar menilai, masih terdapat sejumlah urusan yang belum sepenuhnya harmonis, seperti pengawasan kawasan industri dan pengelolaan pendidikan menengah yang masih menjadi kewenangan provinsi. Padahal, kebutuhan dan persoalan di lapangan sering kali muncul di tingkat kota.

“Kami di Batam memiliki 31 kawasan industri, namun pengawasannya di provinsi. Begitu juga dengan SMA yang ramai dan butuh perhatian, tetapi pengelolaannya bukan di kota, melainkan di provinsi. Ini perlu disesuaikan agar tidak menghambat pelayanan publik,” jelasnya.

Amsakar juga menekankan pentingnya hubungan yang sinergis antarlevel pemerintahan, bukan bersifat kompetitif.

“Tidak boleh seolah-olah provinsi dan kabupaten/kota menjadi pesaing. Semua harus saling memperkuat, karena tujuan akhirnya adalah kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Amsakar turut menyoroti pentingnya perubahan formula dana transfer ke daerah terutama bagi wilayah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Riau.
Ia menilai, mekanisme pembagian anggaran saat ini masih terlalu berbasis luas daratan, sehingga tidak mencerminkan karakteristik wilayah maritim.

“Sudah saatnya alokasi dana mempertimbangkan potensi laut. Provinsi Kepri 96 persen laut, hanya 4 persen darat. Batam pun serupa, sekitar 66 persen laut dan 34 persen darat. Kalau formula dana perimbangan tidak menyesuaikan kondisi ini, tentu sulit bagi daerah kepulauan untuk tumbuh optimal,” ujarnya.

Amsakar berharap seluruh masukan dari rapat koordinasi ini dapat menjadi bahan evaluasi nyata bagi pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

“Kalau semuanya bisa berjalan harmonis dan saling memperkuat, tata kelola pemerintahan akan lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” tutupnya. (*)

Reporter: Azis

Artikel Walikota Amsakar Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah, Soroti Keadilan bagi Wilayah Kepulauan pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi MBG di Batuampar Hampir Tuntas, Capai 90 Persen

0
Ilustrasi. Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan memastikan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batuampar telah berjalan dengan baik. Meski sempat dikeluhkan sebagian orang tua karena belum semua siswa menerima, Dinas Pendidikan menegaskan cakupan program di wilayah ini telah mencapai sekitar 90 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Yusal, menjelaskan bahwa distribusi MBG diatur melalui Satuan Pendidikan Penyelenggara Gizi (SPPG). Namun, untuk wilayah Batuampar, kuota pendirian SPPG baru saat ini sudah tidak memungkinkan karena kapasitas dapur yang tersedia telah penuh.

“Memang kewenangan MBG itu ada di SPPG. Di Batuampar saat ini sudah ada empat dapur yang beroperasi, dan satu lagi akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Jadi kuota di Batuampar sudah terpenuhi semua,” ujar Yusal, Rabu (22/10).

Menurutnya, jumlah sasaran penerima MBG di Batuampar memang tidak sebanyak di kecamatan lain. Hal itu membuat capaian distribusi di tingkat SD, baik negeri maupun swasta, sudah mendekati tuntas.

“Sasarannya di sana tidak banyak. Untuk SD di Batuampar, baik negeri maupun swasta, capaian MBG-nya sudah 90 persen. Saya kira untuk SMP juga sudah tersedia semua,” ujarnya.

Yusal menambahkan, sebelumnya sempat ada rencana penambahan dapur MBG dari pusat untuk wilayah Batuampar. Namun, setelah dilakukan evaluasi, rencana tersebut dibatalkan karena kapasitas dapur yang ada sudah mencukupi.

“Memang sempat ada rencana penambahan dapur dari pusat, tapi karena di lapangan ternyata sudah cukup, jadi tidak jadi ditambah,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami mekanisme distribusi MBG yang diatur berdasarkan kapasitas dan wilayah kerja masing-masing SPPG. Dinas Pendidikan juga terus memantau agar program makanan bergizi untuk anak sekolah ini dapat menjangkau seluruh peserta didik secara merata.

Sebelumnya secara keseluruhan penyaluran MBG di Batam Hingga Oktober 2025, sudah menyentuh angka 62 persen dari total sasaran 220 ribu siswa SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan mengatakan sebanyak 188.742 siswa dari 464 sekolah dan posyandu telah menerima manfaat program MBG.“Untuk sekolah saja, capaian pelaksanaan MBG sudah di atas 70 persen, dan terus meningkat seiring dengan perluasan jangkauan distribusi di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan dapur MBG di Batam sepenuhnya berada di bawah kendali Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Satuan Tugas Pangan dan Gizi (SPPG). Pemko Batam, lanjutnya, turut mendukung program nasional tersebut dengan menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk lahan untuk dapur umum tambahan.

“Pemko Batam sudah mengajukan usulan lahan ke Bapanas melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna mendukung pembangunan dapur umum tambahan,” ujarnya.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya meningkatkan gizi anak sekolah. Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Distribusi MBG di Batuampar Hampir Tuntas, Capai 90 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Influenza A Kembali Merebak, Gejalanya Mirip COVID-19! Ini Cara Membedakannya

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Virus Influenza A kembali merebak di sejumlah wilayah Asia Tenggara dan menjadi perhatian tenaga kesehatan. Penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip dengan COVID-19, sehingga banyak masyarakat kesulitan membedakan keduanya.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Influenza A adalah salah satu jenis virus flu yang dapat menginfeksi manusia maupun hewan. Wabahnya biasanya meningkat saat musim hujan atau masa peralihan cuaca.

Meski memiliki gejala serupa, Influenza A dan COVID-19 disebabkan oleh virus yang berbeda. Influenza A berasal dari virus influenza tipe A, sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Berikut perbedaan gejala Influenza A dan COVID-19 menurut CDC:

1. Demam
Influenza A umumnya menyebabkan demam selama 3–4 hari, sedangkan COVID-19 dapat berlangsung lebih lama.

2. Batuk dan sakit tenggorokan
Keduanya dapat menimbulkan batuk kering berkepanjangan disertai sakit tenggorokan.

3. Hidung tersumbat
Gejala ini umum terjadi pada keduanya dan bisa menyebabkan gangguan penciuman sementara.

4. Kelelahan dan nyeri otot
Tubuh terasa lemas dan nyeri, terutama di bagian punggung dan sendi.

5. Sakit kepala
Kedua virus sama-sama dapat memicu sakit kepala ringan hingga berat.

6. Mual, muntah, dan diare
Gejala ini lebih sering muncul pada anak-anak dibandingkan orang dewasa.

7. Kehilangan rasa atau bau
Jarang terjadi pada Influenza A, tetapi sering ditemukan pada COVID-19.

8. Waktu inkubasi
Influenza A: 1–4 hari.
COVID-19: 2–14 hari.

Meski gejalanya hampir sama, tes diagnosis laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan infeksi yang terjadi. Pemeriksaan dini sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan tepat dan mencegah penularan ke orang lain.

Reporter: Juliana Belence

Artikel Influenza A Kembali Merebak, Gejalanya Mirip COVID-19! Ini Cara Membedakannya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga mulai Mengeluh, Harga Cabai Merah Masih ‘Selangit’

0
Warga saat membeli cabai merah di Pasar Summerland, Batubesar. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos– Harga cabai merah di Batam belum juga menunjukkan tanda-tanda turun. Sudah lebih dari sebulan, harga bumbu dapur ini bertahan di level tinggi dan membuat warga semakin mengeluh.

Di Pasar Victoria, Sekupang misalnya, harga cabai merah besar kini berkisar Rp80–Rp 85 ribu per kilogram, sementara di pasar-pasar tradisional kawasan Sungai Harapan, harganya bahkan menembus Rp 90 ribu per kilogram.

“Biasanya dua minggu juga turun lagi, tapi ini sudah sebulan lebih gak turun-turun. Mahal bingit!,” keluh Widia salah seorang warga Sekupang, Rabu (22/10).

BACA JUGA: Harga Cabai ‘Menggila’, Warga Panik di Pasar Batam, Tembus Rp 110 ribu per Kg

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, mengatakan kenaikan harga ini mengikuti tren pasar nasional, terutama di Jakarta yang menjadi acuan harga bahan pokok di berbagai daerah.

“Harga cabai di Jakarta sekarang sudah sekitar Rp70 ribu per kilogram. Karena pola harga hampir sama di seluruh daerah, Batam ikut terdampak. Apalagi Batam bukan daerah penghasil cabai, sementara ongkos kirim dari Jawa atau Sumatera juga tinggi,” jelas Mardanis.

Menurutnya, tingginya harga cabai juga dipengaruhi penurunan hasil panen di sentra produksi utama. Saat ini, sejumlah daerah di Jawa dan Sumatera baru memasuki awal musim hujan, yang membuat tanaman cabai rentan terserang penyakit seperti busuk daun dan busuk buah.

“Otomatis kalau di daerah asal sudah mahal, masuk ke Batam akan lebih mahal lagi,” ujarnya.

Untuk menekan laju inflasi bahan pangan, DKPP menyiapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya dengan memperkuat kerja sama antar daerah penghasil cabai.
“Rencananya kami akan bekerja sama dengan Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Kalau di sana bisa dapat harga lebih murah, otomatis di Batam bisa ikut turun,” kata Mardanis.

Selain itu, Pemko Batam juga mendorong peningkatan produksi cabai lokal. Tahun ini, DKPP bersama 11 kelompok tani mengembangkan 15 hektar lahan cabai merah, ditambah 5 hektar untuk tanaman sayur seperti bayam dan kangkung.

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) juga melibatkan sekitar 2.400 ibu-ibu kelompok wanita tani, masing-masing menanam 20 polybag cabai, sehingga total sekitar 50 ribu batang cabai atau setara 4 hektar.

“Kalau ditotal, ada sekitar 18 hektar lahan cabai yang sedang dikembangkan di Batam. Perkiraannya, hasil baru akan mulai keluar akhir November atau awal Desember,” jelasnya.

Lahan cabai ini tersebar di Kecamatan Nongsa, Sungai Beduk, dan Sagulung. DKPP juga melaksanakan program Sekolah Lapang (SL) bagi petani, mencakup pembibitan, pengolahan tanah, hingga pemupukan berbasis riset.

Jika semua berjalan lancar, produksi cabai lokal diperkirakan bisa mencapai hampir 1 ton per hari, sementara kebutuhan masyarakat Batam mencapai 10–15 ton per hari.
“Kalau panen sudah mulai jalan, mudah-mudahan harga cabai bisa turun di bulan Desember nanti,” tutur Mardanis.

Untuk sementara, suplai cabai Batam masih mengandalkan pasokan dari Mataram, Yogyakarta, Sumatera Utara, Aceh, dan Padang. Namun, karena daerah-daerah tersebut juga mengalami penurunan produksi, harga tetap bertahan tinggi.

“Ini bukan hanya di Batam, tapi seluruh Indonesia menghadapi kondisi yang sama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Warga mulai Mengeluh, Harga Cabai Merah Masih ‘Selangit’ pertama kali tampil pada Metropolis.

6 Warisan Budaya Kepulauan Riau yang Jadi Cerminan Kaya Tradisi Melayu

0
Tarian Zapin Penyengat. F. Disbudpar Tanjungpinang.

batampos – Kepulauan Riau (Kepri) tak hanya terkenal dengan panorama lautnya yang menawan, tetapi juga menyimpan warisan budaya Melayu yang sarat nilai sejarah. Banyak peninggalan budaya di provinsi maritim ini yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

Warisan budaya di Kepri mencerminkan peradaban Melayu yang kaya akan nilai moral, seni, dan tradisi turun-temurun. Berikut enam warisan budaya Kepulauan Riau yang jarang diketahui, namun memiliki makna sejarah yang tinggi:

1. Gurindam Dua Belas
Karya sastra monumental ini ditulis Raja Ali Haji pada abad ke-19 di Pulau Penyengat. Berisi nasihat dan ajaran moral dalam 12 pasal, Gurindam Dua Belas menggabungkan nilai-nilai Islam dan budaya Melayu yang menjadi pedoman hidup masyarakat.

2. Tari Zapin
Tari tradisional yang berakar dari budaya Arab ini menjadi bagian penting dari ekspresi seni masyarakat Melayu di Kepri. Tarian Zapin kerap dipentaskan dalam berbagai acara adat dan menjadi simbol budaya yang dinamis serta religius.

3. Gambus dan Marwas
Dua alat musik tradisional ini menjadi pengiring utama dalam pertunjukan musik Melayu. Suara petikan gambus dan tabuhan marwas menggambarkan harmoni antara seni dan spiritualitas masyarakat pesisir.

4. Kuliner Khas Melayu
Kepulauan Riau memiliki aneka kuliner khas seperti otak-otak, lakse, dan kue bangkit.
Otak-otak berbahan ikan yang dibakar dalam daun pisang, lakse merupakan mi beras dengan kuah santan kaya rempah, sedangkan kue bangkit menjadi camilan wajib saat hari besar keagamaan.

5. Perahu Jong
Permainan tradisional ini menggunakan perahu kecil yang digerakkan oleh angin. Selain menjadi hiburan rakyat, Perahu Jong mencerminkan tradisi maritim dan kecerdikan masyarakat pesisir Kepulauan Riau.

6. Bahasa Melayu, Akar Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu yang digunakan masyarakat Kepri memiliki peran penting dalam pembentukan Bahasa Indonesia modern. Ragam bahasa yang hidup di wilayah ini menjadi bukti kuat pengaruh budaya Melayu dalam sejarah nasional.

Warisan budaya tersebut menjadi kekayaan tak ternilai yang perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. Generasi muda diharapkan terus mengenal dan mencintai akar budayanya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Reporter: Juliana Belence

Artikel 6 Warisan Budaya Kepulauan Riau yang Jadi Cerminan Kaya Tradisi Melayu pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pegawai Imigrasi Tarempa

0
Gang Mawar, Jalan Kampung Baru, RT 002/RW 002, Kelurahan Tarempa yang menjadi tempat penangkapan terduga pelaku pembunuhan pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Misteri kematian pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53), yang ditemukan tewas di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kepulauan Anambas, mulai menemukan titik terang.

Setelah beberapa hari penyelidikan intensif, Satreskrim Polres Kepulauan Anambas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial ASM (20) yang diduga kuat terlibat dalam kematian korban.

Penangkapan dilakukan di kawasan Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, sekitar pukul 23.20 WIB, Selasa (21/10) malam. Proses pengamanan berlangsung cepat dan disaksikan sejumlah warga.

Menurut keterangan warga, ASM diamankan polisi di Gang Mawar, tak jauh dari SD 003 Tarempa. “Malam tadi ramai di sini, ada Pak RT juga yang menyaksikan. Begitu diamankan, langsung dibawa ke Polsek Siantan,” ujar Galang, salah seorang warga, Rabu (22/10).

Dalam proses tersebut, turut hadir Ketua RT 002/RW 002 Kelurahan Tarempa, Bambang, yang menyaksikan langsung jalannya penangkapan. ASM kemudian dibawa ke Polsek Siantan untuk pemeriksaan awal sebelum dipindahkan ke Polres Anambas.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penyidik masih mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Kita masih dalami dan masih pemantapan. Siapa tahu ada pengembangan lain,” ujar Kapolres singkat.

Dari hasil penyelidikan sementara, ASM diduga merupakan pria misterius yang menjemput korban di rumahnya pada Jumat dini hari (17/10) sekitar pukul 02.00 WIB, beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas. Sejumlah saksi juga memberikan keterangan yang menguatkan dugaan keterlibatan ASM.

Sebelumnya, kematian Harsyad menggegerkan warga Tarempa. Pegawai Imigrasi berusia 53 tahun itu ditemukan tak bernyawa di semak-semak menuju Kampung Flores dalam kondisi mencurigakan.

Menindaklanjuti kasus ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menipas) Agus Andrianto telah memerintahkan Tim Intelijen berkoordinasi dengan kepolisian dan melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Autopsi dilakukan di TPU Desa Tarempa Barat, Selasa (21/10), dipimpin langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri, AKP Leonardo, dibantu tiga tenaga medis dari Polda Kepri. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Pegawai Imigrasi Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Perempuan Pertama Jepang, Sejarah Baru Negeri Sakura

0
Sanae Takaichi terpilih jadi PM perempuan Pertama Jepang. F. x.com/AristeguiOnline.

batampos – Parlemen Jepang secara resmi memilih Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri wanita pertama di negara tersebut. Pemilihan ini menandai terobosan dalam lanskap politik Jepang yang selama ini didominasi laki-laki. Sanae Takaichi berusia 64 tahun.

Ia berasal dari partai penguasa Liberal Democratic Party (LDP). Perempuan berusia 64 tahun ini memperoleh mayoritas suara di DPR Jepang dalam pemilihan yang berlangsung pada Selasa (21/10).

Sebagai wanita pertama yang memimpin Jepang, langkah ini dipandang sebagai simbol penting. Meskipun para pengamat mencatat bahwa kabinetnya tetap sangat didominasi oleh laki-laki dan kebijakan gender belum menunjukkan perubahan besar.

Pemilihan Sanae Takaichi terjadi setelah LDP melakukan kepemimpinan pada 5 Oktober 2025. Kemenangan ini menandai pergeseran ideologis ke kanan dalam politik Jepang.

Sanae Takaichi dikenal sebagai tokoh konservatif yang mendukung kebijakan nasionalis dan anggaran ekspansif.

Walaupun menjadi perempuan pertama dalam jabatan Perdana Menteri, tingkat representasi perempuan di level tinggi politik Jepang masih sangat rendah.

“Jepang menempati peringkat 118 dari 148 negara,” tulis laporan Global Gender Gap, dikutip dari Reuters, Rabu (22/10).

Sanae Takaichi berjanji akan meningkatkan jumlah menteri perempuan secara signifikan. Ia menunjuk dua wanita dalam kabinetnya, yaitu Satsuki Katayama sebagai Menteri Keuangan dan Kimi Onoda sebagai Menteri Keamanan Ekonomi.

Pengangkatannya telah memicu optimisme pasar saham Jepang.

Indeks Nikkei sempat mencapai rekor, meskipun para analis memperingatkan bahwa tantangan seperti inflasi, utang publik, dan hubungan dengan AS serta China tetap besar.

Terpilihnya Sanae Takaichi bisa menjadi langkah simbolis untuk kesetaraan gender. Namun, kebijakan dan komposisi kabinetnya memunculkan keraguan apakah perubahan nyata akan terjadi.(*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Perempuan Pertama Jepang, Sejarah Baru Negeri Sakura pertama kali tampil pada News.

Dua Remaja Luka-Luka Usai Tabrak Mobil Pickup Parkir di Jalan Wiratno

0
Polisi mengevakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pickup sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dua remaja mengalami luka-luka setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak mobil pickup yang tengah terparkir di Jalan Wiratno, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).

Benturan keras antara sepeda motor jenis Honda Beat dengan mobil pickup tersebut membuat kedua remaja terkapar di jalan.

Warga sekitar langsung memberikan pertolongan sebelum keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Bagian depan sepeda motor tampak ringsek parah, sementara mobil pickup mengalami retak pada kaca depan dan penyok di bagian bodi depan.

“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang itu masih sekolah, langsung terkapar di jalan,” ujar Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat. Seorang saksi juga dibawa ke Mapolresta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi,” kata Wery. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Dua Remaja Luka-Luka Usai Tabrak Mobil Pickup Parkir di Jalan Wiratno pertama kali tampil pada Kepri.

Tabrak Pikap Parkir, Dua Remaja Terkapar di Jalan Wiratno

0
Polisi saat melakukan evakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pikap sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Dua remaja yang menunggangi sepeda motor terkapar di usai menabrak mobil pikap yang terparkir di Jalan Wiratno Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).

Benturan keras yang melibatkan dua kendaraan tersebut membuat pengendara dan penumpang sepeda motor jenis Honda Beat mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, untuk diberikan pertolongan.

Sementara bagian depan motor mengalami kerusakan parah, sementara mobil pick up mengalami retak pada kaca depan serta penyok cukup dalam di bagian depan kendaraan.

“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang masih sekolah tadi terkapar di jalan,” kata Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA: Pemerintah Luncurkan Akad Massal KUR untuk 800 Ribu Debitur Seluruh Indonesia, di Kepri Pimpin Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura

Dua korban yang diketahui merupakan remaja, Petugas Kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua kendaraan yang terlibat diamankan dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang bersama seorang saksi untuk dimintai keterangan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi, nanti kami informasikan kembali,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Tabrak Pikap Parkir, Dua Remaja Terkapar di Jalan Wiratno pertama kali tampil pada Kepri.

Tabrak Pikap Parkir, Dua Remaja Terkapar di Jalan Wiranto

0
Polisi saat melakukan evakuasi sepeda motor yang menabrak mobil pikap sedang parkir di Jalan Wiratno Tanjungpinang, Rabu (22/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Dua remaja yang menunggangi sepeda motor terkapar di usai menabrak mobil pikap yang terparkir di Jalan Wiratno Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (22/10).

Benturan keras yang melibatkan dua kendaraan tersebut membuat pengendara dan penumpang sepeda motor jenis Honda Beat mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, untuk diberikan pertolongan.

Sementara bagian depan motor mengalami kerusakan parah, sementara mobil pick up mengalami retak pada kaca depan serta penyok cukup dalam di bagian depan kendaraan.

“Mobilnya lagi parkir, terus motor datang nabrak. Dua orang masih sekolah tadi terkapar di jalan,” kata Aswin, warga sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA: Pemerintah Luncurkan Akad Massal KUR untuk 800 Ribu Debitur Seluruh Indonesia, di Kepri Pimpin Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura

Dua korban yang diketahui merupakan remaja, Petugas Kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kedua kendaraan yang terlibat diamankan dan dibawa ke Mapolresta Tanjungpinang bersama seorang saksi untuk dimintai keterangan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar ada kecelakaan di Jalan Wiratno siang ini. Anggota sudah turun ke lokasi, nanti kami informasikan kembali,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Tabrak Pikap Parkir, Dua Remaja Terkapar di Jalan Wiranto pertama kali tampil pada Kepri.