batampos.co.id – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menunda menerbitkan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2022 se-Kepri. Kondisi tersebut terjadi karena Ansar gagal berkomunikasi dan koordinasi dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad. (Humas Pemprov untuk Batam Pos)
“Memang rencananya hari ini (kemarin, red) gubernur akan menerbitkan SK UMK tahun 2022 se-Kepri. SK akan diterbitkan setelah adanya komunikasi dan koordinasi dengan Wali Kota Batam, karena buruh protes keras usulan UMK Batam yang hanya naik 0,85 persen,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Propvinsi Kepri, Mangara Simarmata, Selasa (30/11) di Tanjungpinang.
Meskipun kemarin deadline pengesahan UMK 2022, namun itu hanya persoalan administratif saja. Menurutnya, sampai saat ini, belum terlaksana komunikasi dan koordinasi oleh Gubernur Kepri dengan Wali Kota Batam.
“Hasil koordinasi dan komunikasi antara gubernur dengan wali kota Batam soal upah Kota Batam akan disampaikan kepada pihak buruh atau pekerja. Sebelum itu ada, maka pengesahan masih ditunda sementara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mangara menyampaikan bahwa tidak ada perubahan kebijakan seiring dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai UU Cipta Kerja. Bahkan, pembahasan sudah selesai dilakukan oleh Dewan Pengupahan Provinsi dengan merujuk pada mekanisme tentang upah yang sudah ditetapkan.
Pembahasan terhadap usulan UMK dari kabupaten/kota sudah selesai pada Rabu (24/11) lalu di Graha Kepri, Batam. Bahkan hasil pembahasan sudah dituangkan ke dalam berita acara rapat. (*)
batampos.co.id – Sebanyak empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (29/11) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyebut, fenomena pergerakan tanah itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
ILUSTRASI Tanah bergerak. (Jawapos)
“Pendataan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per Selasa (30/11) pukul 19.15 WIB, sebanyak 125 warga terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Maradapan, setelah 32 rumah yang mereka tinggali mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Selasa (30/11).
Sebagai upaya percepatan penanganan pergerakan tanah, lanjut Muhari, BPBD Kalimantan Selatan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, Tagana, lintas instansi terkait, media dan relawan telah berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan kapal milik TNI AL dari Lanal Kotabaru.
Pada operasi itu, kata Muhari, tim gabungan juga membawa bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan untuk kaji cepat, pendataan, evakuasi dan penanganan lebih lanjut.
“Adapun dalam upaya penanganan itu terdapat kendala yakni terbatasnya sinyal telekomunikasi dan akses untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui transportasi air dengan memakan waktu kurang lebih 7 sampai 13 jam,” ungkap Muhari.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, BPBD Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi di lokasi tersebut masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.
“Di samping itu, informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG menyebut bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya,” pungkasnya. (*)
Warga memmilih cabe dan sembako lainya di pasar murah yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam di Perumahan Villa Pesona Asri Batamkota, Selasa (30/11).. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam bersama pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan pangan murah di Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Center, Selasa (30/11).
Berbagai komoditi pangan dijual dengan harga diri bawah pasar. Kegiatan ini digelar dalam rangka hari tani sekaligus membantu masyarakat yang mengeluhkan harga bahan pangan yang melonjak naik beberapa waktu ini.
Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan kegiatan ini juga mengajak distributor, Bulog, petani lokal, dan pihak dari provinsi. Beberapa bahan pangan yang tersedia merupakan komoditi yang tengah mengalami kenaikan harga saat ini.
Diantaranya, telur Rp 42 ribu per papan, cabai merah, 47 ribu per/kg, daging sapi dan kerbau beku Rp 75-80 ribu per/kg, minyak makan 1 liter Rp. 16.500, ukuran 2 kg Rp. 32.500, dan ayam beku Rp. 30 ribu per/kg.
“Kalau yang biasa belanja di pasar pasti tahu harganya, jadi memang kami minta harganya di bawah harga pasar,” jelasnya.
Beberapa komoditi seperti bawang merah juga tadi sudah habis dibeli warga. Distributor juga menambah pasokan karena cepat habis. Hal ini sangat positif tentunya. Pihaknya bisa hadir di tengah masyarakat ketika komoditi tengah meroket naik.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Batam ini mengungkapkan kegiatan ini sekaligus memperkenalkan aplikasi Bakulan yang merupakan wadah bagi penjual dan petani lokal dalam memasarkan produknya.
“Jadi nanti bisa order online juga dan dan diantar ke rumah. Ini juga membantu pedagang dan pembeli dalam mendapatkan kebutuhan komoditi yang mereka butuhkan,” sebutnya.
Ia menambahkan kegiatan ini direncanakan bisa digelar berkelanjutan. Hal ini juga tergantung dari peran serta lurah yang ingin membantu warganya dalam mendapatkan komoditi bahan pangan.
“Kalau memang ada lurah yang proaktif dan minta Kam gelar kegiatan ini ditempat mereka, maka kami akan turun. Nanti ada kios mobile yang akan mendatangi warga. Untuk kebutuhan pangan nanti diambil langsung dari petani lokal, dan bekerja sama dengan distributor dan Bulog tentunya,” bebernya. (*)
Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022, harga telur ayam buras di pasaran Batam kembali tinggi. Harga telur naik hingga Rp 15 ribu per papan dikarenakan tingginya permintaan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022, harga telur ayam buras di pasaran Batam kembali tinggi. Harga telur naik hingga Rp 15 ribu per papan dikarenakan tingginya permintaan.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengakui adanya kenaikan harga telur. Menurutnya, kenaikan harga telur terjadi karena beberapa faktor.
Di antaranya:
Permintaan tinggi
Musim penghujan
Biaya Ekpedisi mahal
”Permintaan tinggi karena memang banyak yang buat kue. Sedangkan musim penghujan berpengaruh terhadap kondisi ayam. Ayam enggan atau lambat bertelur jika musim hujan,” kata Aryanto, Selasa (30/11/2021).
Meski saat ini harga telur tinggi, ia bisa menjamin harga telur segera turun. Sebab, kondisi telur yang tak bisa disimpan lama, menyebabkan harga telur akan turun kembali.
”Memang telur ini tak bisa disimpan lama. Jadi, harganya bisa cepat turun. Cepat berubah-ubah, karena faktor permintaan juga,” ungkapnya.
Selain faktor penghujan, tingginya biaya ekspedisi juga berpengaruh terhadap harga telur. Apalagi pasokan telur untuk Batam rata-rata didatangkan dari Medan, sekitar 90 persen.
”Hasil telur lokal yakni Barelang memang ada, cuma tak sampai 10 persen memenuhi kebutuhan. Jadi memang kebutuhan untuk Batam dipasok dari Medan, dan saat ini biaya ekspedisi tinggi,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Batam yakni Disperindag Kota Batam, sempat meminta ekspedisi memberi harga murah.
Namun, menurutnya hal itu tak terlalu berpengaruh karena turunnya biaya ekspedisi hanya sedikit.
”Ya memang ada turun, cuma tak banyak, tetap saja tinggi. Contohnya saja dari Rp 11 juta, turun jadi Rp 10,8 juta. Jadi memang bisa dikatakan tetap tinggi,” imbuh Aryanto.
Karena itu, ia berharap ada upaya lain dari pemerintah setempat agar harga-harga kebutuhan Kota Batam tak naik. Sebab, sudah ada sejumlah kebutuhan yang saat ini harganya mulai naik.
”Dari harga pabrik sudah tinggi, ditambah harga ekspedisi. Kami pengusaha tak mungkin jual modal, karena kami usaha juga. Jadi memang upaya dari pemerintah sangat diharapkan,” kata Aryanto.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, juga membenarkan adanya kenaikan harga telur. Namun, ia memastikan tingginya harga telur saat ini tak akan berlangsung lama.
”Permintaan juga tinggi, namun ini tak berlangsung lama. Kita mengikuti harga dari daerah pemasok,” ujar Gustian.
Sedangkan untuk ekspedisi, menurut Gustian belum lama ini, ia sudah meminta ekspedisi memberi harga murah. Dan hal itu telah disesuaikan oleh ekspedisi.
”Sudah ada pengurangan harga, tapi tak bisa banyak karena memang mereka ada biaya operasional juga. Namun dari yang sebelumnya mereka sudah mengurangi harga,” tegas Gustian.
Sementara itu, Riki, karyawan pedagang kelontong di Pasar Botania 1 Batam Center, mengatakan, harga telur sedang tinggi.
Harga telur dipatok berdasarkan ukuran telur. Per papannya saat ini dijual hingga 48 ribu untuk ukuran besar dan Rp 44 ribu ukuran kecil. Sebelumnya Rp 32 ribu per papan untuk ukuran kecil.
”Harga telur naik, sudah beberapa minggu ini, tapi sempat turun minggu lalu, lalu naik lagi,” ujar Riki.
Disinggung penyebab naiknya harga telur, Riki tak bisa menjelaskan detail. Namun, kenaikan harga telur diduga menipisnya stok dari Medan.
”Ada telur Barelang dan Medan. Tapi sama saya lebih banyak ambil dari Barelang,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan Raja, penjual berbagai komoditas pokok masyarakat. Ia mengakui jika hampir semua komoditas pokok naik, termasuk telur.
”Memang semuanya pada naik, telur juga lagi mahal,” terangnya.
batampos.co.id – Game online mulai digunakan predator anak mencari mangsa. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim mengungkap kasus pelecehan seksual anak yang menggunakan Free Fire untuk memperdaya anak membuat video porno. Pelaku bernama Reza alias S berusia 21 tahun diduga telah mengelabui sebelas anak untuk membuat rekaman diri tanpa busana.
Kasubdit V Dittipid Siber Bareskrim Kombespol Hutagaol menuturkan, pelaku memulai aksinya dengan bermain game battle royal tersebut dengan menunggu mendapat teman tim anak perempuan. Saat bermain itulah pelaku mulai membujuk rayu dan meminta nomor WhatsApp.
“Dengan mendapatkan nomor WA, pelaku melakukan komunikasi lebih lanjut,” urainya.
Salah satu bujuk rayunya dengan menawari korban uang game online Free Fire, diamond. Uang game online sebanyak 500-600 diamond akan dikirim ke akun korban bila mau membuat video tanpa busana.
“Melalui WA, pelaku juga melakukan ancaman bila tidak termakan bujuk rayunya,” jelasnya.
Pelaku mengancam akan merebut dan menghapus akun game online milik korban. Melalui WA juga, pelaku mengajak melakukan video call sex (VCS).
“Janji dan ancaman itu yang digunakan pelaku,” terangnya.
Dengan perbuatannya, S yang ditangkap 9 Oktober lalu dijerat pasal berlapis, Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak, pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pelaku terancaman hukum penjara maksimal 15 tahun.
“Pelaku telah menjadi tersangka,” jelasnya.
Selama mencari mangsa melalui Free Fire, S diduga telah menyasar sebelas anak perempuan. Korban berusia antara 9 tahun hingga 17 tahun dan berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. “Sudah ada empat anak yang diketahui identitasnya dan masih pemeriksaan,” urainya.
Untuk tujuh anak lainnya, Bareskrim masih berupaya untuk menemukannya. Dia mengatakan, kasus ini berawal dari orangtua yang menemukan video anaknya yang telah dihapus. Setelah melaporkan ke Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPPI), dilanjutkan dengan laporan KPAI ke Bareskrim. “Peran orangtua begitu penting,” tegasnya.
Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan mengatakan, kejahatan seksual anak melalui game online ini menjadi peringatan bagi setiap orangtua. Aktivitas anak di dunia maya harus benar-benar diawasi. “Untuk melindungi anak,” urainya.
Pengawasan terhadap aktivitas dunia maya anak mampu untuk mencegah kejadian tidak diinginkan. Jangan sampai anak menjadi korban pelecehan seksual melalui internet. “Atau malah jadi pelaku,” terangnya.
Bagian lain, Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Robert Parlindungan menunjukkan fakta mengejutkan. Menurutnya, kasus kekerasan kepada anak saat pandemi mengalami peningkatan.
“Kasus ini menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap anak,” tegasnya. (*)
Ilustrasi. Pekerja Migran Indonesia saat tiba di Kota Batam langsung dijemput dan dibawa ke lokasi karantina. Foto: Satgatsus Pelintasan PMI di Wilayah Batam Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Pemko Batam mengusulkan penutupan pintu masuk bagi para pendatang dari luar negeri selama satu bulan menjelang akhir tahun 2021.
Hal ini terkait Surat Edaran (SE) nomor 23 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.
Usulan penutupan pintu masuk ini terkait dengan maraknya varian baru virus Covid-19 jenis Omicron.
Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, jika usulan tersebut berjalan, maka hal ini akan berdampak bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari Malaysia dan Singapura yang berencana kembali ke Indonesia.
”Nanti kami lapor dulu sama Pak Wali, karena kebijakan beliau yang akan tentukan nanti. Tujuannya tetap baik untuk mencegah masuknya virus jenis baru ini ke Batam tentunya. Pemerintah berkewajiban memproteksi masyarakatnya,” ujar Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid, saat ditemui di Pemko Batam, Selasa (30/11/2021).
Dalam SE terbaru ini, Jefridin menjelaskan ada penambahan waktu karantina dari sebelumnya hanya tiga hari menjadi 7 hari.
”Sebagai pintu masuk bagi para PMI, kita memprediksi akan kesulitan menyediakan lokasi karantina mereka. Saat ini lokasi karantina bagi para PMI, hanya memanfaatkan rusun milik BP Batam dan Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang. Makanya kalau bisa kepulangan mereka ditunda dulu,” ujarnya.
Walau memiliki kapasitas yang bisa menampung hingga ribuan orang, namun lamanya waktu karantina dengan arus masuknya PMI diakuinya akan menimbulkan masalah.
”Per hari arus masuk PMI ke Indonesia melalui Batam bisa 150-200 orang. Kalau berkelanjutan, maka rusun yang jadi lokasi karantina akan semakin penuh. Kemudian bagi mereka yang datang setelah rusun penuh akan kita karantina di mana,” ungkapnya.
”Tapi apabila usulan dari kami tidak disetujui pusat, kita juga akan memberikan beberapa persyaratan. Untuk itu, nanti akan disampaikan langsung oleh pak wali,” tutupnya.
Para calon penumpang memberikan surat keterangan rapid test dan PCR kepada petugas KKP Kelas I Batam di depan pintu masuk keberangkatan di Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: Messa Haris/batampos.co.id
batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengeluarkan aturan baru berupa Surat Edaran Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.
Salah satu poin pentingnya, membolehkan masyarakat terbang dengan syarat bebas Covid-19hasil tes antigen, jika vaksinnya sudah lengkap.
SE yang berlaku efektif mulai 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022 ini secara detail memaparkan, untuk calon penumpang pesawat wilayah
Jawa-Bali, jika baru divaksin 1 kali, maka wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR.
Hsil PCR itu sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.
Jika sudah divaksin lengkap, wajib menunjukkan kartu vaksin dosis kedua. Juga wajib menunjukkan surat keterangan negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Ketentuan serupa juga berlaku untuk penumpang pesawat selama Nataru di luar Jawa-Bali. Sesuai SE Kasatgas No 24 Tahun 2021, pelaku
perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar Jawa-Bali, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama).
Selain itu, juga wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.
Selain itu, SE Kasatgas 24/2021 ini juga memberikan pengecualian syarat vaksin bagi calon penumpang pesawat terbang, dalam beberapa kondisi.
Pertama, pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun. Kedua, pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin.
Namun, poin kedua itu bersyarat, yakni harus dibuktikan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
Gubkepri saat MoU RS Harapan Kita dan RSUD Raja Ahmad Thabib
batampos.co.id-Gubkepri Ansar Ahmad menegaskan, jika tidak ada aral melintang, mulai Fabruari atau Maret tahun 2022 operasi pemasangan ring jantung sudah bias dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) KM.8 atas, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selain itu, selanjutnya mulai April 2022, RSUD RAT akan membuka pelayanan operasi penyakit dalam secara terbuka untuk 10 jenis penyakit dengan pelayanan operasi jantung yang diutamakan.
“Ini merupakan salah satu bentuk terobosan yang kita lakukan. Banyak sekali masyarakat yang mengeluh karena selama ini pasien penyakit jantung harus di rujuk ke Jakarta dan bahkan ada yang keluar negeri. Mereka keluar biaya akomodasi dan transportasi yang tidak sedikit, belum lagi biaya berobatnya. Dengan adanya pelayanan penyakit jantung di Rumah Sakit Ahmad Thabib ini semoga memudahkan masyarakat Kepri yang akan berobat,” kata Ansar Ahmad, Selasa (30/11).
Untuk peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD RAT, terutama untuk penyakit jantung, hari ini telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Layanan Umum Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (BLU-RSJPDHK) dengan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) Provinsi Kepulauan Riau di Jakarta.
Kerja sama antara rumah sakit pusat rujukan nasional untuk penyakit jantung dan pembuluh darah dengan rumah sakit milik Pemprov Kepri ini meliputi Jejaring Rujukan Pelayanan, Pengembangan Layanan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Serta Penelitian di Bidang Jantung dan Pembuluh Darah.
Ansar Ahmad berharap dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini maka pelayanan kesehatan jantung terpadu di Kepri dapat terwujud. Apalagi RSUD RAT saat ini merupakan Rumah Sakit Tipe B di regional 3 dan merupakan Rumah Sakit Rujukan bagi masyarakat Kepri.
Dilanjutkan oleh mantan anggota DPR RI ini bahwa pertimbangan geografis dan keterbatasan akses fasilitas layanan jantung di Batam yang masih melalui jalur laut menjadi salah satu pertimbangan dibutuhkan pelayanan jantung terpadu di RSUD Raja Ahmad Tabib.
“Kita ini daerah kelautan, akses kita kemana-mana harus menggunakan transportasi laut. Sementara kondisi laut sangat bergantung dengan cuaca. Maka dari itu, kita pandang ini menjadi masalah dan perlu kita cari solusinya Bersama-sama. Dan alhamdulillah MoU, mulai 2022 kita sudah melayani operasi terbuka untuk 10 jenis penyakit dalam, termasuk operasi dan pasang ring jantung,” kata mantan Bupati Bintan ini.
Berdasarkan data, lanjut Ansar, jumlah kasus penyakit jantung koroner cukup tinggi di Kepri, yakni 50-60 persen kunjungan rawat jalan dan 60-70 persennya kunjungan rawat inap. Sehingga dengan tersedianya pelayanan jantung terpadu ini nantinya dapat mempermudah masyarakat Kepulauan Riau menjangkau pelayanan ini.
Namun, lanjut Ansar, dalam proses menuju harapan ini, masih banyak poin-poin yang harus dibenahi dan dipenuhi. Terutama dalam hal ketersediaan tenaga dokter spesialis dan tenaga pendukung, sarana dan prasarana serta akses menuju fasilitas tersebut.
“Kita akan mendukung penuh proses kerjasama ini. Dan saya sangat berterima kasih karena dengan adanya kerjasama dalam pelayanan jantung ini diharapkan dapat membantu terwujudnya pelayanan jantung terpadu yang prima di Kepri,” ungkapnya.
Penandatanganan perjanjian kerjasama ini juga masih dalam suasana perayaan HUT RS Harapan Kita yang ke-36 pada tanggal 9 November lalu. Hadir dalam kesempatan ini Dewan Direksi dari kedua rumah sakit. Sedangkan kerjasama yang akan dilakukan nantinya meliputi rujukan dalam bidang pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah, pengembangan SDM RSUD RAT meliputi pendidikan atau pelatihan dalam bidang jantung dan pembuluh darah, pengembangan layanan diagnostik invasif dan intervensi non bedah dalam bidang jantung dan pembuluh darah, pengembangan pelayanan bedah jantung dan pembuluh darah serta penelitian dalam bidang jantung dan pembuluh darah. (*)
Wakil Gubkepri Marlin dalam Focus Group Discussion Peluang dan Tantangan bagi Indonesia dalam Kerjasama Blue Economy ASEAN – Mitra Wicara, di Aston Hotel, Pelita, Batam, Selasa (30/11).
batampos.co.id-Wakil Gubkepri Marlin Agustina mengatakan Kepulauan Riau sangat mendukung pengembangan blue economy (ekonomi biru). Sebagai daerah dengan luas laut sebesar 96 persen, ekonomi biru sangat cocok menjadi basis ekonomi masa depan.
“Kita melihat potensi yang ada. Hamparan laut yang luar biasa dengan potensi yang besar. Sangat cocok dengan pengembangan ekonomi biru yang berbasis pada nilai ekonomi sumber daya laut. Muaranya adalah kesejahteraan masyarakat dengan lingkungan yang tetap terjaga,” demikian Wagub Marlin dalam Focus Group Discussion Peluang dan Tantangan bagi Indonesia dalam Kerjasama Blue Economy ASEAN – Mitra Wicara, di Aston Hotel, Pelita, Batam, Selasa (30/11).
Wagub Marlin menyampaikan, sampai kini baru sebagian kecil saja sektor kelautan yang mampu dimanfaatkan. Berdasarkan data BPS Kepri tahun 2020, sekitar 1,8 persen perekonomian Kepri yang berasal dari sektor perikanan.
Sementara, mayoritas penduduk di Kepri bekerja di sektor manufaktur, sekitar 26 persen. Sementara di sektor perikanan masih di bawah delapan persen. Hal ini, kata Wagub Marlin menjadi perhatian pihaknya. Apalagi peningkatan sektor perikanan sangat ditunjang posisi strategis Kepri.
“Ini menjadi tujuan kami. Sudah kami tuangkan dalam RPJMD. Karena sektor ini menjadi peluang besar yang dapat dikembangkan bersama demi kesejateraan masyarakat Kepri,” kata Ketua TP PKK Kota Batam ini.
Dalam perbincangan dengan wartawan, Wagub Marlin berharap dengan FGD ini pihaknya bisa memberikan masukkan apa yang bisa dikembangkan di Kepri. Juga bisa memberikan kontribusi yang terbesar untuk Kepri. Termasuk bagaimana ke depan untuk pengembangan ekonomi biru ini.
“Tujuan akhirnya tetap untuk adalah kesejahteraan masyarakat dan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan potensi besar kelautan Kepri,” kata Wagub Marlin.
Tampak hadir dalam FGD itu Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Sidharto R. Suryodipuro, Duta Besar Foster Gultom, Direktur Publikasi dan Informasi Strategis IPB Dr. Eva Anggraini, Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Kemenlu Hari Prabowo dan Rabid Pengaduan, Kebijakan, dan Pelaporan Layanan DPMPSTP Provinsi Kepri Robert Lukman. Hadir juga Wakil Ketua III DPRD Kepri T Afrizal Dahlan. (*)