Kombes Harry Goldenhardt memberi keterangan seputar dugaan kekerasan di SMK Dirgantara
batampos.co.id– Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan siswa SMK Penerbangan Nasional Dirgantara (SPND) Batam. Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi. “Masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt, Rabu (24/11).
Sementara itu, terkait dengan adanya dukungan dari sejumlah orang tua siswa SPND Batam yang menegaskan tidak adanya kekerasan di sekolah tersebut, Harry menegaskan bahwa hal tersebut tidak mempengaruhi proses penyelidikan. Ia mengungkapkan, adanya upaya yang dilakukan dalam konteks belajar mengajar merupakan hal yang wajar.
“Tapi yang kita lihat di sini ada laporan polisi yang dibuat oleh orang tua anak SPND (SPN Dirgantara) akan dilanjuti dengan proses penyelidikan. Penyidik dituntut untuk membuktikan laporan orang tua korban,” kata Harry.
Hal senada juga disampaikan Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri, AKBP Achmad Suherlan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Meski demikian, ia belum bisa merincikan siapa saja saksi yang telah diperiksa. “Masih diperiksa, nanti saja. Masih periksa saksi-saksi,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai adanya pemeriksaan terhadap pembina sekaligus penanggung jawab SPND Batam, Suherlan juga belum mau membeberkannya. Ia menegaskan, jika Ditreskrimsus Polda Kepri belum menetapkan tersangka. “Belum ada yang itu nanti saja, nunggu perkembangannya,” katanya.
Ia menambahkan, penepan tersangka atas dugaan kekerasan di SPND Batam itu nantinya tergantung dari keterangan dari saksi-saksi yang telah diperiksa. Usai keterangan dari seluruh saksi diambil, selanjutnya penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kasus ini.
Kasus ini nantinya akan ditingkatkan jadi penyidikan jika penyidik telah memegang dua alat bukti yang cukup. “Tapi Tapi kalau ini (tersangka) belum ini, nanti saja nanti akan sampaikan bagaimana statusnya,” imbuhnya. (*)
Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyerahkan bantuan kapal nelayan kepada perwakilan kelompok nelayan.
batampos.co.id – Jumlah nelayan yang mendapatkan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Karimun semakin bertambah. Hal ini seiring dengan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karimun yang memasukkan para nelayan yang belum dilindungi ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
”Meski bekerja atau berprofesi sebagai nelayan, para nelayan tetap harus dilindungi dalam menjalankan pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Hari ini (Selasa, red) secara bertahap kita mengikutsertakan nelayan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan nelayan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.
Pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan ini, lanjut Bupati, sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap kesejahteraan nelayan. Bantuan ini merupakan wujud nyata keberpihakan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Karimun dan semua pihak terkait dalam menjamin para nelayan, karena sudah dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
”Melalui program BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan ini sekaligus dapat memberikan edukasi ke masyarakat nelayan lainnya. Agar turut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan untuk kalangan nelayan. Dan saat ini sudah lebih dari 1.500 nelayan yang memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, mereka bekerja di laut yang memiliki resiko sangat tinggi. Untuk itu, oleh mereka diberikan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin keselamatan apa bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka mendapatkan asuransi,” jelas Bupati. (*)
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan meresmikan penggunaan boat pompong bagi warga kampung Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (23/11) siang. F.Diskominfo
batampos.co.id– Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan meresmikan penggunaan boat pompong bagi warga kampung Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan. Boat pompong berkekuatan 20 knot tersebut merupakan hasil dari penggunaan APBDes Tahun 2021. Peresmian berlangsung di Pulau Pangkil, Selasa (23/11) siang.
Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa dirinya meminta agar pihak desa bisa segera berkoordinasi ke Dinas Perhubungan Bintan untuk trayek sarana tersebut agar didaftarkan sehingga nantinya masyarakat yang menggunakan fasilitas pompong tersebut bisa memiliki asuransi.
“Segera didaftarkan trayek sarana transportasi tersebut ke Dinas Perhubungan Bintan sehingga nanti masyarakat yang menggunakan pompong bisa mendapatkan asuransi, khususnya lagi untuk trayek ke Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Dikatakannya juga bahwa Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan mendapatkan beberapa proyeksi dalam pembangunan kedepannya. Pemerintah mewacanakan untuk prioritas listrik 24 jam serta pembangunan jalan dusun 3 melalui Pemerintah Provinsi Kepri.
“Tentu hal ini kita lakukan untuk pembangunan dan masyarakat Desa Pangkil, mudah-mudahan boat pompong ini bermanfaat bagi masyarakat desa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Bintan, Rony Kartika menuturkan bahwa secara geografis Desa Pangkil berdekatan dengan Kota Tanjungpinang. Sehingga pemanfaatan alokasi Dana Desa untuk fasilitas sarana pompong bagi transportasi tersebut bisa dirasakan masyarakat desa.
“Prinsipnya, dana desa dapat digunakan untuk kebutuhan warga desa, dimana sarana transportasi tersebut bisa digunakan bagi mengangkut warga dan sarana logistik bagi pembangunan dan perkembangan kemajuan desa, contohnya untuk akses transportasi laut masyarakat Desa Pangkil ke Kota Tanjungpinang,” tutupnya.
Selain peresmian boat pompong, Pemkab Bintan juga melakukan penyerahan BLT Lansia serta vaksinasi bagi lansia di Desa Pangkil. Selain meresmikan, Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan dan jajaran juga terlihat mencoba fasilitas boat pompong tersebut. (*)
ILUSTRASI: Mobil Honda Brio Satya di DC Mall, Nagoya Batam, Senin 19 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos.co.id – Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah berakhir pada Minggu, 21 November 2021 lalu. Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa disampaikan Gaikindo, karena GIIAS 2021 telah berhasil memenuhi harapan dan tujuan yang diinisiasi Gaikindo untuk industri otomotif Indonesia.
Sebagai pelopor penyelenggaraan pameran besar pada masa pandemi, GIIAS ke-28 kali ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia. Dukungan dan arahan diberikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; serta Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sejak persiapan hingga akhir penyelenggaraan GIIAS 2021.
GIIAS 2021 juga mendapatkan perhatian dan dukungan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang juga melakukan kunjungan kerja dan menyempatkan diri untuk mencoba salah satu mobil listrik yang ada di ajang GIIAS 2021.
Konferensi The 15th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) yang berlangsung di GIIAS 2021, juga dihadiri oleh pejabat pemerintah. Dibuka oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; dan Menteri Perhubungan, Budi Karya. Kehadiran para pejabat negara tersebut menjadi bukti perhatian besar serta dukungan pemerintah terhadap industri otomotif Indonesia.
“Berhasilnya penyelenggaraan GIIAS tidak lepas dari dukungan dan arahan yang diberikan pemerintah, khususnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Menteri Perindustrian yang telah ikut terlibat mempersiapkan dan mensukseskan GIIAS 2021.
Menjadi sebuah kebanggaan bahwa GIIAS 2021 juga mendapatkan perhatian besar dari Bapak Presiden Republik Indonesia, untuk itu Kami sangat berterima kasih” ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi.
Menurut Nangoi perhatian khusus juga diberikan Pemerintah atas protokol kesehatan yang diterapkan sepanjang penyelenggaraan GIIAS 2021, untuk memastikan tetap terjaganya kondisi dan status pengendalian Covid-19 pada masa pandemi.
Yohannes Nangoi juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan GIIAS kali ini telah memuaskan semua pihak, “Dapat terlihat bahwa semua pihak merasa senang dengan penyelenggaraan dan pencapaian pada GIIAS tahun ini. Pengunjung happy karena ada banyak produk dan teknologi terkini yang diperkenalkan, para peserta happy karena GIIAS 2021 ini dapat menjadi pendorong pencapaian mereka, dan yang penting juga adalah GAIKINDO dapat menunjukkan kepada semua pihak termasuk Pemerintah, prestasi dari industri otomotif Indonesia,” tutur Nangoi.
Menurutnya meski GAIKINDO tidak pernah menetapkan penjualan sebagai target pada GIIAS, namun saat ini pencapaian dari seluruh peserta akan menjadi faktor penting pendorong bangkitnya industri otomotif Indonesia.
Dapatkan Respon Positif
GIIAS 2021 juga terbukti masih menjadi magnet bagi para pengunjung, meskipun dalam kondisi pandemi dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan GIIAS tercatat sangat tinggi. Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo, sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS 2021 menyebutkan bahwa dengan perubahan status PPKM wilayah Kabupaten Tangerang menjadi level 1 jelang pameran berlangsung, turut meningkatkan angka pengunjung sesuai dengan batas kapasitas pengunjung maksimal, sebanyak 75% dari total area tempat penyelenggaraan.
“Sejak awal, penyelenggaraan GIIAS 2021 mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat, pengunjung antusias hadir diarea pameran dan mempersiapkan diri dengan syarat serta ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan. Puncaknya adalah setelah Bapak Joko Widodo hadir, tentu saja menimbulkan publikasi yang cukup luar biasa sehingga pengunjung yang datang terus-menerus meningkat,” jelas Rizwan.
Sebanyak 293.252 pengunjung tercatat hadir sepanjang penyelenggaraan GIIAS 2021, Rizwan menjelaskan bahwa potensi pengunjung sebenarnya dapat lebih besar dari angka tersebut, namun Gaikindo tetap memberikan batasan pada kuota penjualan tiket disetiap sesi kunjungan pada tiap harinya, untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 terus terjaga dan pengunjung tetap aman dan nyaman.
Penyelenggaraan GIIAS 2021 menjadi tuan rumah bagi peluncuran 16 kendaraan baru, 21 varian kendaraan listrik dan 5 kendaraan konsep yang salah satunya adalah world premiere. Tidak hanya dari kendaraan beroda empat, GIIAS juga terpilih menjadi ajang pengenalan 4 kendaraan roda dua terbaru di Indonesia. “GIIAS tetap menjadi pilihan para peserta untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbarunya kepada masyarakat, hal tersebut menjadi sebuah pecapaian yang luar biasa. Dan Kami berharap dengan berlangsungnya GIIAS dapat memberikan kesan bagi pengunjung dan peserta, juga dapat memulihkan industri otomotif secara umum,” ujar Rizwan.
Penyelenggaraan GIIAS akan kembali pada tahun depan, tepatnya pada 11-21 Agustus 2022 di ICE-BSD Kab. Tangerang, “Kami berharap kondisi pandemi akan terus terkendali dan Indonesia akan semakin membaik, sehingga rencana penyelenggaraan GIIAS pada tahun depan akan dapat terlaksana dengan baik,” tutup Rizwan. (*)
Ilustrasi. Tenaga kesehatan melakukan rapid test antigen kepada salah seorang penghuni Rusun Bida Ampar milik BP Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi percontohan pengembangan Bus Rapid Test (BRT).
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik terkait dengan rencana pengembangan BRT.
Amsakar menjelaskan, sejak awal Kota Batam dikembangkan sebagai kawasan industri, perdagangan, investasi, alih kapal dan logistik.
Hal itu tentunya pembangunan ke depan harus didudukung oleh infrastruktur yang kompetitif. Sehingga benar-benar dapat menjadi kota terdepan di Indonesia bagian barat ini.
“Karena itu kami tentu sangat mengapresiasi dengan pengembangan BRT di Batam ini,” kata Amsakar, Rabu (24/11/2021).
Menurutnya, ini sejalan dengan apa yang dilakukan Pemko Batam saat ini dalam meningkatkan infrastruktur jalan.
Baik itu jalan-jalan utama ataupun juga jalan pemukiman masyarakat.
“Pada skala makro kami fokus dalam peningitan jalan dan drainase, sedangkan mikro fokus terhadap infrastruktur di kelurahan,” ujarnya.
Amsakar juga mengungkapkan sejak tahun 2004, Batam sebenarnya sudah menjadi pilot project transportasi bus.
Hingga menjadi Trans Batam saat ini yang dikelola oleh unit khusus.
“Karena itu, FGD hari ini tentu kita harapkan ada manfaat yang baik dalam pengembangan BRT di Kota Batam ke depan,” jelasnya.(*/esa)
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berpidato di hadapan masyarakat Batam Kota, belum lama ini. Foto: Humas Pemko untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Penurunan jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Batam berimbas terhadap perubahan status zonasi kawasan. Saat ini, mayoritas kecamatan di Batam menyandang status zona hijau setelah dinyatakan nol kasus Covid-19.
“Alhamdulillah, zona hijau makin banyak, termasuk Batam Kota yang padat penduduknya,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam Kota, belum lama ini.
Menurutnya, capaian itu tentu tidak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat. Tanpa ada komitmen dan dukungan masyarakat, tentu akan sulit untuk mewujudkannya.
Namun, pihaknya mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan (protkes). Seperti, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (protkes 5M).
Pasalnya, lanjut Amsakar, meskipun jumlah kasus Covid-19 sudah turun, potensi penularan masih ada.
“Covid-19 memang sudah melandai, tapi pandemi ini belum selesai. Karena itu, jangan sampai kita abai,” jelasnya.
Amsakar menegaskan, Pemko Batam tidak menghendaki terjadinya lonjakan jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam. Karena itu, di setiap kesempatan, pihaknya mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan.
“Jangan karena kita abai, kasus Covid-19 melonjak lagi. Sekali lagi saya sampaikan, patuhi selalu protokol kesehatan,” katanya.
Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam hingga 19 November lalu, terdapat 25.834 pasien Covid-19 sejak pandemi ini masuk Batam pada Maret 2020 lalu.
Dari jumlah itu, 24.992 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 841 pasien meninggal dunia. Sementara itu, kasus aktif kini tersisa dua orang yang berada di Kecamatan Lubukbaja. Sedangkan 11 kecamatan lain di Batam, bebas kasus Covid-19 atau berstatus zona hijau.(*)
Dokter dari Bintan, drh. Iwan Berri Prima, pejabat otoritas veteriner Bintan mendapatkan penghargaan oleh Menteri Pertanian RI di Nusa Dua Bali, Rabu (24/11). F.Diskominfo Bintan
batampos.co.id- Pekerjaannya sebagai pengawas obat hewan (POH) dan pelaksana teknis kesehatan hewan di daerah mengantarkan seorang dokter yang berstatus pegawai negeri sipil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, drh. Iwan Berri Prima mendapat penghargaan sebagai pengawas obat hewan (POH) terbaik tingkat nasional tahun 2021.
Penghargaan diberikan oleh Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI setelah dilakukan seleksi oleh panitia pengawas obat hewan pusat yang digelar secara daring dan diumumkan pada Jumat, (19/11) yang lalu.
Atas prestasinya sebagai pengawas obat hewan terbaik nasional, drh. Iwan Berri Prima, yang juga merupakan pejabat otoritas veteriner Bintan diundang untuk mendapatkan penghargaan oleh Menteri Pertanian RI di Nusa Dua Bali pada Rabu (24/11).
Kepala DKPP Kabupaten Bintan, Khairul mengatakan, pihaknya sangat bangga dan memberikan apresiasi karena salah satu pegawainya yang bergerak di sektor kesehatan hewan mampu memberikan yang terbaik untuk kabupaten Bintan khususnya dan provinsi Kepri pada umumnya.
Sementara, drh. Iwan Berri Prima mengaku sangat bersyukur dan senang karena ternyata selama ini pekerjaannya selaku pengawas obat hewan dan pelaksana teknis kesehatan hewan di daerah, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Adapun peserta pengawas obat hewan yang dinilai oleh pusat sejatinya berasal dari utusan kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia serta ada juga utusan dari Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Bogor. Namun rata-rata setiap provinsi diwakilkan oleh dua orang dan totalnya ada 60 orang.
“Alhamdulillah, penghargaan ini diberikan oleh Menteri Pertanian, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H yang saat acara beliau hadir melalui daring dari Makassar seusai mendampingi Pak Presiden Joko Widodo kunker di Sulsel. Adapun yang menyerahkan penghargaan adalah Sekretaris Jenderal (Setjen) Kementan, Bapak Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara, baik luring maupun daring adalah perwakilan dari Menteri kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan POM, FAO Representative for Indonesia dan Timor Leste, Kemenko PMK, Wakil Gubernur Bali dan undangan lainnya. Serta hadir juga perwakilan dari seluruh Dinas yang membidangi urusan kesehatan hewan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Acara disejalankan dengan puncak acara Pekan Kesadaraan Antimikroba Sedunia (World Antimicrobial Awareness Week/WAAW) tahun 2021 tanggal 24 November 2021 yang bertempat di Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Benoa, Bali.
Dia berharap, penghargaan ini dapat memotivasi anak muda Bintan lainnya dan dapat menjadi penanda bahwa pengawasan obat hewan juga merupakan bagian dari menyehatkan masyarakat. Terutama dalam meningkatkan kepedulian untuk menghentikan resistensi mikroba. Salah satunya adalah mengendalikan penggunaan obat antibiotik tanpa resep dokter, khususnya pada hewan pangan yang dapat menyebabkan resistensi anti mikroba. (*)
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, saat mengisi acara Forum Komunikasi Bidang Pemasaran Pariwisata, belum lama ini. Foto: Disbudpar untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, memastikan detinasi wisata di Batam tetap menerapkan protokol kesehatan (protkes) pencegahan Covid-19 dengan ketat. Sehingga, pembukaan lokasi wisata tak lantas membuat angka kasus bertambah.
“Karena setiap destinasi wisata dan berbagai event yang digelar, terus kami pantau penerapan protkesnya,” ujar Ardiwinata, Rabu (24/11/2021).
Ardi mengatakan, sejumlah fasilitas pendukung protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer hingga pengecekan suhu badan di pintu masuk, harus tersedia. Kemudian, pengunjung juga wajib menggunakan masker dan tidak berkerumunan.
“Ini yang selalu kami ingatkan kepada pengelola destinasi wisata, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, dan sejumlah bazar,” katanya.
Sejauh ini, kata dia, semua pengelola mematuhi protokol kesehatan seperti yang dicanangkan pemerintah.
Ia berharap, dengan upaya bersama ini, mampu menghentikan atau memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Data Gugus Tugas pada Selasa (23/11/2021), tersisa dua pasien saja dan 11 kecamatan dari total 12 kecamatan di Batam sudah zona hijau,” katanya.
Ia berharap, tren penurunan kasus Covid-19 di Batam terus terjaga dan tidak terjadi lonjakan kasus baru.
“Meski kasus terus turun, penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan wajib diterapkan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pengelola destinasi wisata agar mengantisipasi lonjakan pengunjung menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
“Mari saling mengingatkan. Kalau ada yang abai protokol kesehatan, sama-sama kita tegur dan ingatkan,” pesan Ardi.(*)
ILUSTRASI: Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam, Sabtu-20 Januari 2018. F Suprizal Tanjung, Batam
batampos.co.id – Banyak devisa keluar karena masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. Merujuk data Bank Dunia setiap tahun mencapai Rp 100 triliun yang hilang.
Negara yang banyak dituju adalah Singapura dan Malaysia. Kehadiran rumah sakit dengan kualitas internasional diharapkan dapat mencegah devisa hilang itu.
Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) turut menjadi salah satu usaha tersebut. “Surabaya jadi kota yang strategis. Tak hanya untuk pelayanan di Jawa Timur saja, tetapi juga untuk penanganan pasien dari area Indonesia Timur,” papar Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, di acara grand opening MHSB. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, MHSB fokus mengembangkan pelayanan yang komprehensif. Direktur Mayapada Hospital, dr Irawati Marga, MARS, QIA, CMA mengatakan, hal itu dilakukan agar rumah sakit bisa bersaing dengan layanan yang sudah ada. Mulai kebutuhan tenaga medis profesional, alat diagnosis dengan teknologi terbaru, hingga infrastruktur yang memadai.
“Keunikan yang kami tawarkan ada tujuh center of excellence (COE). Di mana ahli-ahlinya berkumpul di situ,” tuturnya. Tujuh COE adalah bidang neurologi, kardiovaskular, gastrohepatologi, ortopedi, uro-nefrologi, onkologi, serta pelayanan ibu dan anak.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan, pilihan berobat keluar negeri karena merasa layanannya berkualitas. Sugestinya pada pasien juga dirasa lebih baik.
“Penting untuk meyakinkan calon pasien bahwa pelayanan di Tanah Air juga mampu. Tidak perlu ke luar negeri,” tuturnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menambahkan, kehadiran MHSB membuat makin banyak pilihan layanan kesehatan di Kota Pahlawan. Yang nantinya tak hanya dinikmati warga Surabaya, tapi juga Jawa Timur dan wilayah Indonesia Timur.
“Di sana juga akan ada pergerakan ekonomi yang mengikuti. Itulah mengapa pencanangan medical tourism di Surabaya penting,” paparnya.
Selain memuji pelayanan berskala internasional, Eri mengapresiasi penggunaan BPJS di rumah sakit di kawasan Mayjen Sungkono tersebut. Sehingga, rumah sakit berkualitas bisa dinikmati khalayak secara luas. (*)
Kasatlantas Polres Bintan, AKP Kartijo saat memeriksa kelengkapan surat kendaraan anggota yang akan mengikuti apel di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Rabu (24/11) pagi. F.Kiriman AKP Kartijo
batampos.co.id– Propam Polres Bintan bekerjasama dengan Satlantas Polres Bintan melakukan razia mendadak ke anggotanya sebelum masuk ke markas Polres Bintan, Bintan Buyu, Rabu (24/11) pagi.
Kasatlantas Polres Bintan, AKP Kartijo mengatakan, razia mendadak dilakukan dalam upaya penegakkan, ketertiban dan kedisiplinan terhadap anggota kepolisian.
“Yang kita cek kartu tanda anggota kepolisian, KTP, juga kelengkapan kendaraan, juga KTP dan SIM,” katanya.
Dari razia ini, dia menyebut, ada beberapa anggota yang melanggar karena lupa membawa KTP, KTA dan SIM. “Kita masih beri teguran, dan minta jangan diulangi,” katanya.
Disinggung alasan mereka lupa membawa KTA, KTP dan SIM, menurutnya, terburu-buru karena takut terlambat mengikuti apel.
Dia berharap, anggota menjadi contoh baik ke masyarakat termasuk dalam kelengkapan kendaraan seperti membawa SIM dan STNK. (*)