Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 9008

Warga Terpapar Covid-19 Dapat Bantuan, Gubernur Instruksikan Dipercepat

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memimpin rapat percepatan penyaluran bantuan sosial Covid-19 di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Bukit Bestari, Tanjungpinang, Senin (30/8). (F.HumasPemprov)

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menginstruksikan, agar warga dan keluarga yang terpapar Covid-19 dibantu dengan cepat. Bantuan diberikan pada keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang meninggal dunia karena Covid-19.

Meluasnya pandemi Covid-19 di Kepulauan Riau yang menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda dan dampak psikologis, sehingga Perturan Gubernur Kepri Nomor 31 tanggal 27 Agustus 2021 menetapkan bantuan untuk keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kriteria keluarga yang mendapat bantuan yakni kepala keluarga berpendapatan harian, lanjut usia, korban PHK (pemutusan hubungan kerja) atau dirumahkan, keluarga miskin dan penyandang disabilitas. Bantuan sebesar Rp 1 juta per keluarga, yang terdampak sejak pemberlakuan plemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) 8 Juli 2021. Sedangkan santunan kematian akibat Covid-19 diberikan senilai Rp 3 juta per jiwa.

Ansar meminta penyaluran bantuan harus cepat. Ini disampaikannya pada rapat dengan Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Lamidi; Jubir Satgas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana; Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kepri, M Bisri; Kadis Sosial Kepri, Doli Boniara; Kabiro Pembangunan Kepri, Aries Fhariandi; Kepala Sekretariat Satgas Covid-19 Kepri, M Darwin; Waka Sekretariat Satgas Covid-19 Kepri, Hasyim Asyari; Tim Data Dinas Kesehatan, dan Tim Data Dinas Sosial, Senin (30/8) pagi.

Realisasi pemberian bantuan masih rendah karena proses yang terlalu lama sampai bantuan diterima masyarakat. ”Harus dicari cara bagaimana bantuan dapat tersalurkan dengan cepat. Saya minta maksimal 3 hari sejak data diterima bantuan dapat ditransfer. Sehingga bantuan dapat bermanfaat bagi penerima dalam masa terkonfirmasi Covid19,” kata Ansar.

Dia menekankan bahwa salah satu penyebab tingginya tingkat kematian pasien Covid-19 adalah tingkat stres yang tinggi. ”Di dalam masa isolasi, pasien akan merasa tenang dengan terjaminnya keluarga yang ditinggalkan dengan bantuan ini, untuk itu penting agar bantuan dapat cepat tersalurkan.”

Untuk itu, Ansar meminta tim membahas secara rinci teknis penyaluran tercepat yang dapat dilakukan. Termasuk bagaimana dana dapat tetap ditransfer jika data masuk di penghujung minggu. Masalah lain dalam penyaluran bansos ini adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

”Kita harus menggunakan semua platform media yang dapat menyampaikan informasi ini sampai ke seluruh masyakarat Kepri. Sehingga masyarakat sadar bahwa Pemprov Kepri tetap hadir di tengah-tengah kondisi sulit masyarakat ini,” pungkas Ansar.

Sementara itu, Sekda Kepri, Lamidi, menyarankan agar di tim ditunjuk koordinator langsung. Juga penanggung jawab per dua kabupaten/kota seKepri. ”Kemudian data yang masuk dari Dinkes setiap malam, dua hari maksimal sudah dilengkapi dengan data berupa nomor telepon, alamat, serta surat pernyataan terkonfirmasi,” ujarnya. (*/jpg)

Semua Akses Publik Wajib Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pandemi Covid-19 tidak bisa dihindari oleh seluruh manusia di dunia. Namun, satu hal yang bisa kita lakukan saat ini adalah menghadapinya dengan persiapan-persiapan yang tepat.

Menurutnya, persiapan yang dapat dilakukan seperti disiplin penerapan 3M, dan secara masif melaksanakan 3T. Selain itu tidak ketinggalan melakukan percepatan vaksinasi untuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19 itu sendiri.

“Ke depan penggunaan platform Peduli Lindungi nantinya akan terus digunakan, diperluas hingga diwajibkan pada hampir seluruh akses publik yang dilakukan penyesuaian tanpa terkecuali,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin malam (30/8).

Luhut mengaku, tanpa disadari pandemi Covid-19 akan mengubah gaya hidup kita dengan berbasiskan platform digital. Penerapan protokol kesehatan yang disiplin dengan berbasis digital platform Peduli Lindungi menjadi kunci jika kita tidak ingin mengulang lembali masa-masa sulit awal Juli lalu.

“Ketika kenaikan kasus naik begitu tinggi, kapasitas sistem kesehatan berada di ambang batas, dan kita harus menerapkan kebijakan PPKM darurat yang memiliki dampak ekonomi yang besar,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan penggunaan teknologi berbasis informasi Peduli lindungi akan dapat terdeteksi bagi masyarakat yang sudah vaksin atau PCR.

“Fungsinya tracing dan di lokasi berbeda dia tembak barcode kalau tertular bisa cepat ini untuk kontrol protokol kesehatan,” jelasnya.

Penggunaan aplikasi tersebut dapat mengatur keamanan aktivitas masyarakat untuk meminimalisir penularan Covid-19. “Karena dengan peduli lindungi ini bisa di-tracking. Yang sudah vaksin ini boleh di sini, yang sudah vaksin kalau nonton bola boleh teriak teriak di tribunnya. Kalau yang belum itu pakai masker,” ungkapnya.

Nantinya, kata Budi, aplikasi PeduliLindungi akan diterapkan menyeluruh pada lokasi-lokasi kegiatan masyarakat, mulai dari pusat perdagangan seperti mal, pasar tradisional, kantor, hingga tempat rekreasi, tempat pemdidikan seperti sekolah, dan sarana transportasi.

“Kita mau coba di perdagangan, mal, pasar tradisional, toko. Transportasi darat, laut, udara. Pariwisata, kantor atau pabrik. SD, SMP, SMA, dan aktivitas keagamaan,” tegasnya.

Budi menambahkan, lokasi kegiatan keagamaan juga perlu penerapan aplikasi PeduliLindungi karena pengalaman dari setiap hari raya besar itu akan ada trigger kerumunan.

“Di Januari karena Nataru dan Juni karena Idul Fitri. Di India juga karena upacara keagamaan. Di Bali naik lagi karena Juli Agustus itu ada upacara keagamaan. Penting sekali prokes diimplementasikan di acara-acara keagamaan,” pungkasnya.(jpg)

Indonesia Bisa Lampaui Suntikan Vaksin Covid-19 di Jerman

0

batampos.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan laju penyuntikan vaksin Covid-19 di Indonesia bisa melampaui capaian negara Jerman melalui strategi peningkatan hingga 2,3 juta orang per bulan.

“Per hari ini saya lihat sudah 97,8 juta sudah kita suntikan, mudah-mudahan bisa ngejar Jerman kalau angkanya juga naik terus,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam agenda konferensi pers terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipantau dari Jakarta, Senin malam (30/8).

Budi mengatakan Presiden Joko Widodo meminta agar dilakukan percepatan vaksinasi hingga 100 juta dosis pada akhir bulan Agustus 2021. “Dan kalau bisa rata-ratanya ditingkatkan ke 2,3 juta,” katanya.

Menurut Budi Gunadi, Indonesia yang awalnya sempat mengalami perundungan karena asumsi laju vaksinasi baru bisa selesai dalam sepuluh tahun, saat ini justru mengalami kemajuan. Hal ini tampak dari perolehan ranking keenam dunia untuk jumlah orang yang divaksinasi. “Per hari ini sudah hampir 63 juta jiwa (peserta vaksinasi, Red),” katanya lagi.

Hingga Minggu (29/8), kata Budi, sudah 61 juta orang di Indonesia menerima dosis pertama vaksin Covid-19 di bawah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brasil, dan Jepang.

Sedangkan dari sisi total suntikan, kata Budi, Indonesia berada di peringkat tujuh besar dunia di bawah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Jepang, dan Jerman.

“Mulai dari 13 Januari 2021, kita sampai 50 juta pertama itu 8 Juli atau 26 minggu. Sekarang cita-cita kita 26 minggu untuk 50 juta dan 50 juta keduanya kita mau kejar di 31 Agustus atau tujuh minggu. Jadi dari 26 minggu ke tujuh minggu. Mudah-mudahan nanti ke depannya bisa turun ke lima minggu atau empat minggu. Setiap lima atau empat minggu kita tambah 50 juta dosis,” katanya pula.

Pada akhir Agustus 2021, kata Budi, Indonesia dijadwalkan kembali menerima kedatangan vaksin berjumlah 64 juta dosis. “Memang ada yang sedikit tertunda, tapi September mungkin kita akan dapat di kisaran 80 juta dosis,” kata Menkes lagi. (*/jpg)

500-an Pekerja Migran Indonesia Masih Dikarantina di Batam

0

batampos.co.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjalani karantina di Rusunawa Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam di Batuaji masih ada 500-an orang.

Jumlah ini sedikit menurun dari akhir pekan lalu yang sempat membeludak di angka 700-an orang.

Para PMI yang masih menjalani karantina adalah mereka yang tiba dari luar negeri dalam sepekan terakhir.

Mereka umumnya sedang menunggu hasil swab kedua. Jika hasilnya negatif maka diperbolehkan kembali ke daerah asal masing-masing, namun jika positif maka harus dirawat terlebih dahulu.

”Yang positif terakhir ada 19 orang. Itu hasil hari Minggu (29/8). Hari ini (kemarin) belum ada,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, Senin (30/8).

Rombongan PMI yang terkonformasi positif sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang untuk penanganan lebih lanjut.

Sampel mereka juga diperiksa secara teliti untuk mencegah masuknya varian terbaru Covid-19 ke Tanah Air.

Seperti diketahui, sejak awal pandemi, Pemko dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kota Batam menetapkan satu unit Rusunawa BP Batam dan dua unit Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang sebagai lokasi karantina.

Tiga rusunawa ini masih menampung para PMI hingga saat ini. Lama masa karantina PMI mulai delapan hingga 14 hari.(jpg)

Kasus Covid-19 Nasional Turun 90,4 Persen

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penanganan Pandemi Covid-19 dalam masa PPKM Jawa-Bali ini sejak 23 Agustus hingga 30 Agustus 2021 menunjukkan perbaikan dan capaian yang sangat baik sekali. Hal ini dapat terlihat dari tren kasus konfirmasi secara nasional yang turun hingga 90,4 persen.

“Dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 94 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (30/8).

Luhut memaparkan, jumlah kota/kabupaten yang masuk menjadi level 2 meningkat dari 10 menjadi 27, level 3 dari 67 menjadi 76, dan level 4 turun dari 51 menjadi 25 . Selain itu, untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah Aglomerasi yang masuk ke dalam Level 3 yakni Malang Raya dan Solo Raya.

“Sehingga dalam penerapan PPKM Jawa Bali wilayah yang masuk ke dalam Level 3 pada penerapan minggu ini adalah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Solo Raya, sementara Semarang Raya turun dari level 3 ke level 2,” tuturnya.

Luhut melanjutkan, terdapat dua wilayah aglomerasi yang saat ini masih pada level 4, yakni Yogjakarta dan Bali. Untuk DIY, saya kira akan masuk ke level 3 dalam 1 minggu kedepan. Sementara itu, meskipun masih di level 4, Bali terus menunjukkan tren perbaikan dari waktu ke waktu, dan diperkirakan dapat turun ke level 3 pada beberapa waktu kedepan.

“Khusus untuk wilayah Bali, dalam arahan Presiden beliau meminta secara khusus untuk segera dilakukan pengecekan dan intervensi di lapangan. Untuk itu, kami akan kembali turun ke lapangan untuk kembali melihat kendala yang dihadapi supaya tren perbaikannya dapat dipercepat,” ungkapnya.

Seiring dengan turunnya kasus dan banyaknya kabupaten kota yang turun level, Luhut menambahkan, pemerintah melihat pemulihan ekonomi berjalan cepat. Pemulihan yang cepat tercermin dari Survei Mandiri Institute yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan ke tempat belanja di Jawa Bali.

“Selain itu, pemulihan juga terlihat dari mobilitas masyarakat untuk retail and recreation yang meningkat pesat,” pungkasnya.(jpg)

Kasus Covid-19 di Batam Melandai, Tapi…

0

batampos.co.id – Penambahan kasus Covid-19 di Kota Batam masih terjadi. Data terbaru menyebutkan, total penambahan 14 kasus terkonfirmasi positif dan sembuh 21 pasien.

Hingga Senin (30/8), total angka kasus terpapar virus corona sudah berada di 25.471 kasus dengan jumlah pasien meninggal 807 orang.

Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, mengatakan, saat ini pengetatan dan penerapan protokol kesehatan (protkes) terus ditingkatkan, guna menuju zero kasus.

Sebab, penambahan masih fluktuatif antara 10-20 kasus setiap harinya. Untuk peta kecamatan juga masih berubah-ubah warna setiap hari, tergantung dari jumlah kasus yang terkonfirmasi di
masing-masing kecamatan.

Ia menyebutkan, mayoritas mainland masih betah berada di warna merah, kecuali Bengkong yang merah mudah.

Kemudian Nongsa dan Batuampar yang berada di zona kuning. Sementara untuk hinterland, Galang dan Bulang zona hijau, dan Belakangpadang kuning.

”Kalau masih ada penambahan kasus, itu artinya pergerakan warga ini masih terus berjalan. Kalau kasus bisa kita tekan, tentu peta bisa berubah jadi zona hijau semua,” sebutnya, kemarin.

Saat ini, kata Didi, terdapat 127 warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah dan 47 pasien menjalani pemulihan di Asrama Haji Batam.

Sementara untuk pasien yang menjalani di rumah sakit juga terus menurun. Total BOR (bed occupancy rate/keterisian tempat tidur) saat ini adalah 10 persen.

Penurunan jumlah kasus Covid-19 terus berlanjut. Berada di pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 membuat capaian pasien sembuh terus mengalami peningkatan.

Saat ini total pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 269 pasien.

”Kalau melihat data sudah tentu, harusnya dalam waktu dekat ini, Batam turun level. Satu hari jumlah yang terpapar 22 orang dan yang sembuh 27 orang. Itu artinya meskipun belum bisa dihentikan laju pertambahan kasus, setidaknya angka kesembuhan bisa terus membaik,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi.

Ia berharap penurunan level bisa berimbas terhadap roda perekonomian masyarakat. Pemulihan ekonomi diharapkan cepat terjadi, agar kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan, bila dibandingkan kondisi yang saat ini terjadi.

”Banyak kerugian akibat Covid-19. Ribuan orang kehilangan pekerjaan, dan ratusan orang kehilangan nyawa akibat terpapar virus ini. Di sisa tahun ini pemulihan yang akan diutamakan,” ujarnya.

Pemberian bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta insentif yang diupayakan tetap diberikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

”Ada banyak tugas sampai Desember nanti. Pengerjaan proyek, perhatian kepada mereka yang terdampak, hingga memulihkan ekonomi secara keseluruhan,” sebutnya.(jpg)

Jokowi Perpanjang PPKM, Jabodetabek Terapkan Level 3

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali 31 Agustus hingga 6 September.

“Untuk itu pemerintah memutuskan (perpanjangan PPKM-Red) mulai tanggal 31 Agustus sampai 6 September 2021,” ujar Jokowi dalam jumpa pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8).

Jokowi menuturkan, Solo Raya dan Malang Raya kini menerapkan PPKM level 3. Selain itu untuk wilayah aglomerasi yang menerapkan PPKM level 3 adalah Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya.

“Untuk wilayah Jawa-Bali terdapat penambahan wilayah aglomerasi yang masuk ke level 3 yakni Malang Raya dan Solo Raya sehingga wilayah yang masuk ke dalam level 3 pada penerapan minggu ini adalah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang raya, Solo Raya,” katanya.

Jokowi menuturkan untuk Semarang Raya juga sudah berhasil turun dalam penerapan PPKM menjadi level 2. “Sehingga secara keseluruhan di Jawa dan Bali ada perkembangan yang cukup baik,” ungkapnya. (jpg)

Lelang SPAM Batam Harus Dilakukan Dengan Akuntabilitas yang Tinggi

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengulang tahap prakualifikasi lelang SPAM Batam.

Sekretaris Komis IV DPRD Provinsi Kepri, Wirya Putra Silalahi, berharap tender SPAM Batam berjalan lancar karena akan menentukan kredibilitas Batam di mata investor.

“Pasokan distribusi air bersih ini merupakan hal mutlak yang diperlukan untuk menjamin masyarakat Batam, begitu juga dengan kepentingan dunia usaha dan investasi di Batam,” katanya.

Wirya menegaskan, lelang SPAM Batam harus dilakukan dengan akuntabilitas yang tinggi.

Sejumlah warga Kota Batam mengantre untuk mendapatkan pelayanan di kantor pusat SPAM Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Serta bebas dari kepentingan kelompok tertentu. Bahkan, sejumlah lembaga negara harus mengawasi prosesnya.

Sehingga lanjutnya, keputusan atas pengelolaan SPAM Batam, baik di sisi hulu maupun hilir akan objektif dan mempertimbangkan kebutuhan Batam di masa mendatang.

Ia menjelaskan, sebagai kota industri, Batam harus ditunjang oleh dukungan utilitas yang memadai seperti air dan listrik.

Sehingga perusahaan yang memenangkan lelang SPAM Batam nanti, harus memahami hal ini.

“Warga Batam juga menunggu keputusan yang objektif dari penyelenggara lelang, yakni BP Batam. Intinya, lelang digelar untuk mengutamakan kepentingan rakyat,” jelasnya.

Ia mengapresiasi bahwa perusahaan-perusahaan ternama tertarik berpartisipasi dalam tender ini.

Dia berharap, Batam mendapatkan operator terbaik yang benar-benar mampu memberikan layanan air bersih terbaik untuk masa depan kota industri ini.

“Perusahaan yang berpengalaman kelola air mengikuti lelang ini. Sehingga rakyat Batam berharap yang terbaik tentunya,” jelasnya.(*)

Peserta SKD CPNS Kota Batam Bisa Tes Antigen Gratis, Datang ke Sini Ya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam bersama Kantor UPT BKN Batam bersiap untuk menggelar tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berhasil lolos seleksi administrasi.

Pelaksanaan ujian digelar dengan aturan yang cukup ketat, karena dilaksanakan saat pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam, Hasnah, mengatakan, peserta ujian harus mematuhi aturan yang sudah ditentukan.

Peserta diminta hadir paling lambat 30 menit sebelum ujian berlangsung.

”Mereka yang terlambat akan langsung dianggap gugur dalam tahapan ini,” kata dia, Senin (30/8).

Ia menyebutkan, total peserta CPNS yang akan ikut dalam tes SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini berjumlah 5.713 peserta.

Pelaksanaan ujian dibagi dalam empat sesi. Pelaksanaan ujian SKD sesi pertama dimulai pukul 06.30 WIB, dan sesi kedua 09.00
WIB, sesi ketiga 11.30 WIB, dan terakhir sesi empat dimulai
pukul 14.00 WIB.

”Peserta wajib hadir sebelum ujian dimulai sebab ada pemeriksaan berkas sebelum peserta memasuki ruangan ujian,” ujarnya.

Tahun ini, Pemko Batam membuka 295 formasi untuk CPNS yang terdiri dari apoteker, auditor, ahli pertama dokter, dokter gigi, epidemiologi kesehatan, veteriner, nutrisions, pengantar kerja, penyuluh kesehatan, pustakawan, sanitarian, analis aset daerah, analisi jaminan sosial tenaga kerja, analisis bahan pengupahan, analisis bahan bagunan dan perumahan.

Selanjutnya, analisis dampak sosial, analisis dokumen perizinan, analisis ekonomi kreatif, analisis hubungan antar lembaga, analisis infrastruktur, analisis jabatan, analisis kebutuhan tenaga kerja industri, analisis kelautan dan perikanan, analisis kesehatan ikan dan lingkungan, analisis lingkungan hidup, analisis mutu hasil perikanan, bidan, perawat, dan formasi lainnya.

Para peserta wajib melakukan swab RT Polymarase Chain Reaction (PCR) dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid
test antigen 1×24 dengan hasil negatif/non reaktif.

Peserta dapat melakukan rapid test antigen gratis di Puskesmas se-Kota Batam dengan menunjukkan kartu tanda peserta ujian.

Untuk menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat, peserta wajib menggunakan masker medis 3 ply dan ditambah masker kain.

Menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dengan sabun. Serta hadir paling lambat 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan.

Peserta juga wajib menggunakan kemeja putih lengan panjang serta celana atau rok hitam dan sepatu hitam.

Membawa KTP elektronik asli atau surat keterangan pengganti KTP elektronik yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam.

Selain itu, peserta wajib membawa kartu pendaftaran SS-CASN dan kartu tanda peserta ujian CPNS tahun 2021.

Peserta dilarang membawa kendaraan pribadi karena keterbatasan lahan parkir, dilarang membawa kalkulator, jam tangan, perhiasan, handphone atau alat komunikasi.

Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan, merokok dalam ruangan dan keluar ruangan tes.

Bagi peserta yang terlambat pada saat dimulainya tes, tidak
diperkenankan untuk masuk ke ruangan dan dianggap gugur.

Peserta yang tidak hadir mengikuti SKD sesuai jadwal maka dinyatakan mengundurkan diri.(jpg)

Ini Syarat Vaksinasi untuk Ibu Hamil

0

batampos.co.id – Ibu hamil sudah dapat divaksin, berdasarkan Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.01/11 2001-2021 tentang
vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Meski dibuatkan aturan sendiri, namun ibu hamil tidak harus vaksin di tempat khusus.

”Bisa vaksin di mana saja, bersama masyarakat umum lainnya. Namun ada syaratnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Kepala Dinas mengatakan, berdasarkan surat edaran tersebut, ibu hamil hanya bisa divaksin dengan vaksin jenis Pfizer, Moderna dan Sinovac.

Ketiga jenis vaksin ini dinilai tidak memberikan dampak berbahaya bagi ibu hamil.

Selain itu, pemberian dosis pertama vaksinasi bagi ibu hamil dimulai saat trisemester kedua kehamilan.

Sedangkan jangka waktu pemberian dosis kedua, menyesuaikan
dengan interval dari jenis vaksin yang diberikan.

Didi mengatakan, data capaian vaksinasi ibu hamil tidak dipisah. Sehingga, walaupun sudah dimulai, data vaksinasi ibu hamil dimasukan ke dalam kelompok umur 18 tahun ke atas.

”Sudah dimulai sejak 2 Agustus lalu, tapi datanya digabung saja,” ungkap Didi.

Ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, dengan menggunakan format skrining pada kartu kendali untuk ibu hamil.

”Skrining ibu hamil beda dengan vaksinasi masyarakat umum lainnya,” ungkap Didi.

Vaksinasi kepada ibu hamil diharapkan memberikan perlindungan. Sebab, ibu hamil cukup rentan kondisinya saat terserang Covid-19.

Apabila diberikan vaksin, diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh ibu hamil.

Sejauh ini, vaksinasi ibu hamil masih aman dan tidak memberikan efek negatif.(jpg)