Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9038

Aturan Bebas Karantina Diyakini Tingkatkan Kunjungan Wisman

0
Ilustrasi. Rombongan wisatawan melintas di pedestrian Nongsa Point Marina Hotel & Resort, beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos.co.id – Indonesia masuk dalam skema jalur perjalanan yang divaksinasi, vaccinated travel lane (VTL) Singapura. Masuknya Indonesia skema VTL ini, membebaskan perjalanan Warga Indonesia masuk Singapura tanpa dikarantina.

Namun, saat ini masih untuk perjalanan melalui udara. Pengelola kawasan pariwisata yang menaungi Turi Beach dan Nongsa Point Marina (NPM), Naradewa berharap kemudahan ini jangan hanya untuk perjalanan udara saja, tapi juga untuk transportasi laut.

“Saya sudah mendengarkan informasi mengenai VTL, tapi baru sepihak,” kata dia, Selasa (16/11).

Ia mengatakan jika skema VTL baru berjalan sepihak, hanya diberlakukan di Singapura. Sedangkan, di Indonesia masih memberlakukan sistem karantina.

Dimana bagi pelaku perjalanan internasional sudah vaksinasi dosis kedua, hanya menjalani karantina selama 3 hari. Sedangkan bagi baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama, maka wajib menjalani karantina selama 5 hari.

“Ke Indonesias (Batam) masih karantina, tapi baliknya ke Singapura sudah tidak,” ucapnya.

Ia mengatakan kebijakan karantina yang berlaku di Indonesia, masih melaksanakan karantina di ruangan. Naradewa mengaku beberapa waktu lalu, ada pembahasan mengenai karantina di wilayah resort.

“Saya ikut dalam pembahasan itu, tapi masih sebatas pembicaraan. Belum ada surat edarannya,” ucapnya.

Namun, ia berharap kebijakan karantina khusus untuk Batam dihapuskan. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata Batam.

“VTL dua belah pihak (Singapura dan Batam), dapat hidupkan pariwisata lagi,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Nardewa WN asing pemegang Kitas yang datang ke Turi Beach dan NPM. Selain itu, juga diisi oleh wistawan lokal.

“Kami harap semoga bebas karantina ini diberlakukan untuk perjalanan di Batam maupun Singapura,” ujarnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA

 

19 November Ada Gerhana Bulan, Masyarakat Kepri Bisa Lihat di Dua Daerah

0
Gerhana bulan. (BMKG)

batampos.co.id – Fenomena astronomi di alam semesta kembali bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Pada 19 November, gerhana bulan akan bisa dilihat langsung oleh masyarakat di beberapa daerah di tanah air.

Secara umum, gerhana bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu fenomena astronomi ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan sebagian terjadi saat sebagian piringan bulan masuk ke umbra (bayangan utama) bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna gelap sedikit kemerahan di yang terkena umbra bumi tersebut.

Sebaliknya, gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semua cahayanya sampai ke bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Dikutip dari laman Edukasi Lapan, Andi Pangerang, Pusrissa OR-PA BRIN, menjelaskan bahwa Bulan akan tertutup umbra Bumi sebanyak 97,85 persen. Gerhana bulan sebagian ini terjadi dekat dengan gugus Pleaides pada konstelasi Taurus.

“Gerhana hari Jumat nanti akan diawali dengan fase Awal Penumbra. Ini terjadi pada pukul 13.00.20 WIB/14.00.20 WITA/15.00.20 WIT,” terangnya.

Gerhana bulan sebagian kali ini juga merupakan gerhana ke-45 dari 7/1 gerhana dalam Seri Saros-126. Seri Saros adalah sekumpulan gerhana yang mana interval dua gerhana yang berurutan merupakan siklus Saros.

Siklus Saros sendiri adalah siklus gerhana yang durasi rata-ratanya selama 18 tahun 11 hari 8 jam dan terpaut sebesar 223 lunasi (siklus sinodis Bulan). Seri Saros dapat terdiri dari 70-80 gerhana dan berumur 1200-1400 tahun.

Seri Saros untuk Gerhana Bulan diawali dengan gerhana Bulan penumbral, yakni ketika Bulan memasuki penumbra Bumi, kemudian Bulan perlahan memasuki umbra Bumi sehingga terjadi gerhana Bulan sebagian, kemudian seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra sehingga terjadi gerhana Bulan total, dan puncak dari Seri Saros adalah ketika terjadi gerhana Bulan total-sentral, yakni ketika Bulan berada tepat di tengah-tengah umbra.

Konsekuensinya, gerhana bulan akan mengalami durasi total paling lama. Setelah mencapai puncak Seri Saros, bulan perlahan menjauhi pusat umbra, kembali mengalami gerhana Bulan sebagian dan ditutup dengan gerhana Bulan penumbra.

Sementara itu, laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan, gerhana bulan sebagian tidak bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Alasannya, bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.

Puncak Gerhana Bulan Sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB / 17.02.53 WITA / 18.02.53 WIT. Di bawah ini merupakan daftar daerah yang bisa menyaksikan fase puncak gerhana bulan sebagian. Di Provinsi Kepulauan Riau gerhana bisa dilihat di Natuna dan Kepulauan Anambas. (*)

Reporter: JPGroup

 

BP Batam Terus Jaga Kinerja di Masa Pandemi

0
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto (kiri) saat menjadi salah satu pembicara pada kegiatan BLU Expo 2021 yang digelar oleh Kementerian Keuangan RI. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam terus dijaga meski di masa pandemi Covid-19. Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan inovasi dan terobosan agar pelayanan kepada investor dan masyarakat terus berjalan kondusif.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Kepala BP Batam dalam dialog interaktif dengan tema “Main ke GBK atau Terbang ke Batam”, Selasa (16/11/2021), di Jakarta, yang merupakan rangkaian dari kegiatan BLU Expo 2021 yang digelar oleh Kementerian Keuangan RI.

Pada kesempatan tersebut, Purwiyanto, mengatakan, tugas dan fungsi utama BP Batam adalah mengelola kawasan ekonomi strategis Batam untuk menjadi wilayah berdaya saing tinggi untuk tujuan investasi.

Untuk mendukung pengembangan Batam di dalamnya terdapat berbagai insentif, baik fiskal maupun nonfiskal.

“Tusi keduanya adalah mengelola aset untuk menghasilkan PNBP guna mendanai tusi pertama, yaitu pengelolaan bandara, pelabuhan, pertanahan, rumah sakit, dan asset lainnya antara lain gedung, pemukiman, destinasi wisata, agribisnis,” ujar Purwiyanto.

Ia mengungkapkan, pendapatan BP Batam hampir sama selama masa menggeliat dan masa tidur saat krisis akibat pandemi.

“PNBP BP Batam diperoleh dari berbagi sumber, yang paling besar kalau investor tetap mendapat alokasi lahan yang sifatnya sewa atau pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT). Sehingga tidak terlalu terpengaruh,” kata Purwiyanto yang tampil bersama Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kawasan Gelora Bung Karno (PPK GBK), Rakhmadi Afif Kusumo, pada acara talkshow tersebut.

Lebih lanjut, ia menambahkan, seperti daerah lainnya, yang terpengaruh besar di Batam saat pandemi adalah sektor pariwisata.

“Pelayanan BP Batam di pelabuhan penumpang nol dan berpengaruh besar. Akan tetapi dari pelabuhan atau terminal barang cukup stabil, karena saat pandemi negara lain banyak yang produksinya dirakit ke Batam. Ditambah lagi, pada 2020 ada peralihan pengelolaan SPAM, sehingga PNBP terdongkrak karena dikelola sendiri,” kata Purwiyanto.

BLU Expo 2021 merupakan upaya untuk mendorong akselerasi peran Badan Layana Umum (BLU) terhadap pertumbuhan ekonomi yang digagas oleh Kementerian Keuangan RI selaku Pembina Keuangan BLU.

Dalam kegiatan BLU Expo 2021, BP Batam juga turut berpartisipasi menjadi peserta pameran yang digelar secara virtual tersebut.

Direktur PPK BLU, Ari Wahyuni, menyampaikan, dengan jumlah BLU yang semakin banyak, yakni 252 BLU, maka total aset yang dikelola juga semakin besar.

“Seperti disampaikan Rp 888 Triliun itu ternyata belum banyak dikenal oleh masyarakat. Mereka tahu layanan-layanan yang ada, tetapi mereka tidak tahu bahwa itu BLU. BLU sebagai alatnya pemerintah untuk bisa bergerak lebih cepat layaknya bisnis,” ujar Ari wahyuni.

“Oleh karena itu, kita sengaja membuat acara yang mempertemukan BLU-BLU di seluruh Indonesia dalam suatu Expo,” katanya lagi.

Wakil Kepala BP Batam menyambut baik perhelatan tersebut. Ia mengatakan, BLU Expo 2021 merupakan suatu momen yang luar biasa dan perdana.

“Kegiatan ini nantinya semacam uji coba untuk sarana promosi produk dan layanan BLU kepada masyarakat. Harapan ke depannya, pengembangan aset BP Batam, berupa bandara, pelabuhan, rumah sakit untuk kerja sama sesama BLU tidak perlu lelang,” harap Purwiyanto.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual selama 3 hari mulai dari 16 hingga 18 November 2021 dengan kegiatan utama, di antaranya virtual booth layanan BLU, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka peningkatan layanan BLU, serta webinar atau talkshow dengan topik-topik tertentu terkait BLU yang bisa disimak melalui platform zoom dan portal web e-blu.id.(*)

”Rumah” BTS Kembali Hadir di Plaza Indonesia Hingga 12 Desember

0
Suasana pameran BTS bertajuk RUMAH di Plaza Indonesia, Jakarta (Dok. Senyum Army)

batampos.co.id – BTS memang selalu punya daya tarik. Penggemar megaband BTS, Army, kini bisa berkunjung kembali ke ‘rumah’ RM,
Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook dan merasakan kehadiran mereka di pameran seni bertajuk RUMAH yang dibuka lagi setelah menurunnya kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Eksibisi yang diinisiasi komunitas Senyum Army ini berlangsung pada tanggal 6 November hingga 12 Desember 2021 di Plaza Indonesia, Jakarta. Pameran ini akan menampilkan lukisan, patung, dan instalasi seni yang terinspirasi dari photo concept album BTS, BE ‘The Curated Rooms’.

Senyum Army telah membagikan 6.000 tiket gratis untuk para Army yang ingin berfoto di tujuh ruangan yang didesain sesuai kepribadian para personel BTS. Fans yang belum mendapatkan tiket gratis masih bisa menikmati puluhan lukisan karya Zeta Ranniry dan Ray Lidya dengan membeli tiket seharga Rp 100.000 via GoTix.

Selain itu, dipamerkan juga beberapa patung karya Menimize yang dapat dibeli oleh pengunjung. Seluruh hasil penjualannya akan didonasikan untuk UNICEF Indonesia.

“Pameran ini dibuat untuk menghibur para penggemar BTS di masa sulit pandemi Covid-19 ini. Saya berharap, begitu keluar dari ruang pameran ini, para penggemar BTS akan merasakan perasaan bahagia dan menjadi semangat kembali,” ujar Selly Wilson, pendiri Senyum Army dalam keterangan resminya.

Sejak 2018, Selly dan beberapa Army di komunitas tersebut aktif mengadakan pameran seni untuk merayakan ulang tahun boyband fenomenal asal Negeri Ginseng itu, yang jatuh setiap tanggal 13 Juni. Pameran berlangsung selama dua bulan, sekaligus sebagai perayaan terbentuknya Army setiap tanggal 9 Juli.

Senyum Army sebetulnya sudah berencana membuka pameran ‘RUMAH’ pada 11 Juni-8 Agustus lalu. Namun, gelaran ini sempat terhenti karena PPKM Darurat pada tanggal 3 Juli. Selain pameran seni, Senyum Army juga bekerjasama dengan UNICEF Indonesia dalam penggalangan dana ‘BTS Army untuk Anak Indonesia’ untuk menyediakan makanan serta obat pemulihan bagi anak-anak yang mengalami gizi buruk.

Kampanye yang berlangsung sejak bulan Maret lalu ini ditargetkan mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 150 juta melalui platform KitaBisa dan virtual account UNICEF Indonesia. Sejauh ini, dana yang terkumpul mencapai Rp 90 juta.

Pada 31 Juli lalu, Senyum Army – yang kini telah didaftarkan sebagai Yayasan Senyum Ungu Indonesia – turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19 dengan menampilkan instalasi pameran bertajuk ‘Stay Gold is for The Vaccinated’ di Sentra Vaksinasi Covid-19 Nasional GoTix dan Polda Metro Jaya di Jakarta Convention, Senayan, DKI Jakarta.

Dukungan komunitas Army ini menarik ribuan peserta vaksinasi hingga menuai pujian langsung dari Kepala WHO (World Health Organization) Tedros
Adhanom Ghebreyesus lewat Twitter-nya. (*)

Reporter : Jpgroup

Komandan Korem 033/WP Tinjau Pengamanan di Pulau Terluar

0
Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu

batampos.co.id – Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu yang juga selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Pulau Terluar bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) melakukan peninjauan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Terluar dan masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, Senin (15/11).

Kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai bentuk silahturahmi dan kepedulian pimpinan daerah kepada personil TNI yang sedang melaksanakan penugasan pengamanan pulau terluar demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

Komandan Korem selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Pulau Terluar mengaku saat ini masih banyak pulau terluar dan pulau perbatasan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Saya selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan Pulau Terluar melihat langsung bagaimana situasi yang ada di pulau – pulau yang ada di Kepulauan Riau dari Kegiatan yang dilakukan ditemukan masih banyak pulau terluar dan pulau perbatasan yang membutuhkan perhatian Pemerintah,” ucap Danrem

Dari Pelabuhan Internasional Sekupang Batam, kegiatan pertama rombongan menuju Pulau Nipa dengan menggunakan Kapal Pemko Batam I, Kapal TNI AL Combat 58 PAT I-4-58 dan Kapal Polair XXXI-2006, meninjau personil satuan tugas pengamanan pulau terluar yang di jaga oleh personil TNI – AL dengan jumlah 14 orang yang dipimpin oleh Letda Laut Osber situmorang

Setibanya di Pulau Nipa Komandan Korem 033/Wira Pratama menerima penghormatan dan laporan Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Letda Laut Osber Situmorang tentang situasi pengamanan pulau terluar dalam keadaan aman

Lalu rombongan menuju Pos Angkatan Laut (Posal) Pulau Nipa untuk melihat kondisi personil satuan tugas serta pangkalan personil pengamanan pulau terluar. Di Pos Angkatan Laut Komandan Korem 033/Wira Pratama, Kapolda Kepri, Ketua DPRD Provinsi di sambut Gubernur Kepri yang sudah duluan hadir di Pos Angkatan Laut Bersama Pjs. Sekda Kepri, Ir. Lamidi, Ketua Komisi IV, Riski Faisal, Staf Khusus Gubernur, Suyono

Kemudian Komandan Korem 033/Wira Pratama Bersama FKPD memberikan Bantuan Sembako bagi personil Satgas pengamanan pulau terluar sebagai bentuk perhatian pimpinan kepada personil yang sedang melaksanakan tugas mulia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di daerah perbatasan pulau terluar

Setelah itu kegiatan di lanjutkan dengan penanaman pohon Oleh FKPD di halaman Pos Angkatan Laut Pulau Nipa dan foto bersama di gerbang utama Pos Angkatan Laut.

Kemudian Kegiatan FKPD dilanjutkan menuju pulau Kampong guna melihat warga yang tinggal di daerah perbatasan serta memberikan bantuan sembako kepada warga yang tinggal di pulau kampong tersebut.

Salam kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak memberikan apresiasi kepada Komandan Korem dan Kapolda Atas Insiataif yang dilaksanakan guna melihat masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan pulau terluar dan juga bisa mengetahui kondisi pulau terluar yang ada di wilayah Kepri.

Kapolda Kepri juga menyampaikan kegiatan dilakukan untuk memberikan semangat kepada masyarakat yang tinggal di pulau terluar dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang tinggal di pulau terluar

“Kegiatan di lakukan untuk Memberikan semangat kepada masyarakat yang tinggal di Pulau Terluar dan memberikan perhatian kepada Masyarakat yang tinggal di Pulau Terluar,” ujar Kapolda. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Merawat Homalomena Variegata Jangan Terlalu Sering Pindah Posisi

0
Eli Priyanti menyamprot tanaman homalomena jenis variegata. Tanaman ini jangan terlalu sering disiram karena akan mudah busuk. f. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

batampos.co.id – Memiliki tanaman dengan corak yang warnanya berbeda dengan warna asli daun tentu menye-nangkan. Estetis. Tapi, harus hati-hati. Terlalu menor justru bisa berbahaya untuk tanaman itu sendiri.

Homalomena menjadi salah satu genus tanaman hias yang cukup digemari. Apalagi varietas variegata. Tanaman itu memiliki kelainan yang membuat daunnya punya bebera-pa corak warna dalam satu pohon. Misalnya, gradasi kuning-hijau atau putih-hijau.

Namun, tidak semua warna homalomena jenis variegata bisa muncul sempurna. Founder Rachel Vania Garden Eli Priyanti mengatakan, tanaman tropis-subtropis itu butuh paparan sinar matahari untuk memunculkan gradasi warna yang cantik. Tapi, jangan berlebih. Terlalu banyak paparan sinar matahari justru bisa membuat daun homalomena gosong.

’’Butuh banget sinar matahari pagi, maksimal sampai jam 10,’’ ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jakarta Timur, Selasa (2/11).

Karena itu, kita harus tahu ketepatan dalam penempatan tanaman dari family Araceae tersebut. Sirkulasi udaranya pun harus bagus agar tidak lembap. Dalam kondisi lembap, corak variegata tidak akan keluar. Hanya semburat samar.

Eli juga mewanti-wanti agar tak terlalu sering memindahkan lokasi tanaman yang memiliki sekitar 135 spesies itu. Dari pengalamannya mengoleksi ratusan tanaman, homalomena dengan jenis variegata itu terbilang sensitif.

’’Terlalu sering dipindah bisa membuatnya stres karena harus adaptasi terus. Kalau sudah begitu, efeknya bukan hanya pada warna daun yang kurang bagus. Pertumbuhannya pun jadi melambat,’’ terangnya.

’’Kalau sudah di satu tempat, sebaiknya di situ saja dulu. Karena adaptasi tiap tanaman kan beda-beda. Ada yang pinter adaptasi, ada yang susah. Bener-bener harus hati-hati,’’ jelas perempuan yang juga menekuni usaha bakery tersebut.

Dia pun kerap menyampaikan kepada para pembeli posisi terakhir penempatan tanaman yang dibeli dari greenhouse miliknya. Tidak hanya mengatur paparan sinar matahari, memaksimalkan warna corak albino pada daun homalomena juga bisa dilakukan dengan pengaturan pupuk. Contohnya, memberikan pupuk dengan kadar nitrogen rendah. ’
’Tapi, saya sendiri kurang suka pakai pupuk,’’ ungkapnya.

Menurut Eli, memaksakan tanaman dengan daun berbentuk hati itu untuk full berubah warna menjadi ku-ning juga tidak baik. Memang akan tampak menarik saat daun didominasi warna ku-ning, tapi sangat berisiko jadi gosong.

BACA JUGA: Demi Multiplier Efect Ekonomi Sektor Perumahan Insentif PPN Perlu Diperpanjang

’’Bagus sih, tapi ngeri. Karena nggak ada klorofilnya kan. Proses fotosintesisnya tidak berjalan baik,’’ tutur perempuan yang gemar me-ngoleksi tanaman hias sejak 2010 itu.

Alangkah baiknya bila homalomena dirawat dengan semestinya. Menurut Eli, pera-watan tanaman hias tersebut sejatinya tak sulit. Cukup ditanam di media tanam dengan poros bagus. Sebab, tanaman itu tak terlalu suka kondisi basah. Namun, bukan berarti tak perlu sering disiram.

’’Tergantung penempatan potnya. Jika memang pencahayaan bagus, penyiraman bisa dilakukan dua hari sekali. Kuncinya, sering-sering cek media tanamnya. Bila terasa kering, artinya sudah waktunya menyiram,’’ paparnya.

Selain itu, pastikan unsur hara masih tersedia. Caranya mudah. Amati perkembangannya. Apabila tunas masih keluar dan daun tampak masih segar, maka bisa dipastikan unsur hara masih memenuhi kebutuhan tanaman.
’’Tapi, kalau kelihatannya dorman, daun nggak nambah-nambah, langsung cek media tanamnya,’’ ucapnya. (*)

Reporter: JP Group

Cara Kota Batam Mengurangi Sampah

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (tengah) berfoto bersama setelah peluncuran bank sampah di Kecamatan Lubuk Baja. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kecamatan Lubuk Baja meluncurkan bank sampah yang difungsikan untuk menampung sampah bernilai ekonomis.

Pelucuran dilakukan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan bank sampah yang ada di kecamatan.

“Kami sangat apresiasi dan menyambut baik bank sampah di Kecamatan Lubuk Baja hari ini,” katanya, Rabu (17/11/2021).

Menurutnya, Pemko Batam memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Salah satunya adalah biaya operasional untuk mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sementara, hingga Tempat Pembuangan Akhir di Punggur.

“Cost-nya memang sangat besar. Karena itu dengan adanya bank sampah ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah di Batam,” katanya.

Ia mendorong seluruh kecamatan yang ada di Kota Batam untuk dapat mengoptimalkan bank sampah.

Karena lanjutnya, manfaat yang tidak dapatkan tidak hanya mengurangi sampah di Kota Batam, tapi juga masyarakat dapat memiliki tabungan.

“Setiap sampah yang disetor, nanti warga akan mendapatkan buku tabungan dari Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Camat Lubuk Baja, Novi Harmadyastuti, mengatakan, pihaknya terus mendorong bank sampah hadir sampai tingkat RT/RW hingga Kelurahan.

“Kami berharap dengan hadirnya bank sampah ini dapat mendukung kebersihan lingkungan sekitar kita,” kata Novi.(*/esa)

8 Tahun Pengungsi Afganistan di Batam Mencari Suaka

0
Para pengungsi asal Afganistan yang berada di Rumah Detensi Imigrasi mengadakan pertemuan dengan perwakilan UNHCR di Rudenim Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

batampos.co.id – Para pengungsi asal Afganistan yang berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim), Sekupang mengadakan pertemuan dengan perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan Gabungan Instansi Pemerintah Kota Batam di Rudenim, Sekupang, Selasa (16/11/2021).

Pertemuan itu membahas nasib para imigran yang berada di Kepulauan Riau dan sekaligus mempertanyakan negara ketiga bagi mereka.

Perwakilan pengungsi asal Afganistan, Amir, mengucapkan terimakasih pada pemerintah Indonesia yang telah membantu pengungsi untuk menetap sementara di Indonesia sebelum dipindahkan ke negara ketiga.

Ia mengaku, mereka melakukan demonstrasi ke Pemko Batam beberapa waktu lalu karena tidak ada kejelasan kapan dan solusi ke negara ke tiga.

“Karena di sini kami sudah ada 6 sampai 8 tahun,” ujarnya.

Amir juga mempertanyakan kepada UNCHR, bahwa di negaranya saat ini sedang terjadi perang. Sehingga ia bersama pencari suaka lain mempertanyakan solusi agar bisa segera dipindah ke negara ketiga yang dijanjikan.

“Kami akan melakukan demonstrasi lagi apabila kita tidak mendapatkan solusi. Selain itu kami meminta kepada perwakilan UNCHR untuk sering datang ke lokasi kami,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan UNHCR, Melissa, mengatakan, saat Ini dunia dilanda Covid 19. Sehingga tidak ada negara ketiga yang menerima para imigran.

Selain itu pihaknya akan menyampaikan keluhan imigran ini ke Jakarta untuk segera ditindaklanjuti.

“Bahwa semua tidak mendapat progres jumlah yang diberikan pertahun oleh UNCHR dan tidak bisa meminta negara ke tiga karena kondisi pandemi saat ini,”ucap Melissa.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Surya Wardana, menegaskan, untuk melakukan demonstrasi tidak ada larangan.

Tetapi ada aturannya untuk menyampaikan pendapat di muka umum sudah diatur undang undang.

“Dalam pertemuan ini kita menurunkan 15 personil dari Polresta Barelang dan delapan personil Polsek Sekupang. Dalam pertemuan itu situasi aman dan terkendali,” ujarnya.

Pertemuan ini juga dihadiri Perwakilan IOM ZulFami, Bin 32 Dit Kepri, Perwakilan Rudenim Pusat Tanjung Pinang Rendy dan perwakilan Kesbangpol Ibu serta Kanit Samapta Polsek Sekupang Ipda Indra, Panit Intelkam Polsek Sekupang Aiptu Pebriadi.

Reporter : Rengga Yuliandra

Siap Siaga Hadapi Bencana di Akhir Tahun

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. (dok.batampos)

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Apel Mapolresta Barelang, Selasa (16/11) pagi. Dalam apel tersebut dilaksanakan pemeriksaan pasukan dan peralatan oleh Forkopimda Kota Batam.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kesiapsiagaan kita menghadapi situasi pada akhir tahun ini. Khususnya di Kota Batam bencana yang berasal dari tahun ke tahun yang sering terjadi,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, saat ini tengah terjadi musim angin utara dan kerap terjadi angin ribut serta kapal tenggelam. Ia juga meminta seluruh elemen Forkopimda untuk mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kesadaran untuk mengantisipasi bencana seperti banjir.

“Mudah mudahan dengan apel siaga ini dapat mengedukasi masyarakat dan kepada nelayan kita supaya berhati hati dalam mencari rejeki di laut. Dan kepada masyarakat bisa turun ke got atau drainase untuk membersihkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur mengatakan pihaknya sudah menpersiapkan seluruh personel serta peralatan untuk mengantisipasi bencana ini.

“Bila mana terjadi bencana alam, Polresta Barelang bersama instansi terkait sudah siap turun langsung ke lapangan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur, Danyonif 10 Marinir Letkol Mar Brian Iwan Prang, Danlanal di wakili oleh Palaksa, Danlanud Letkol Pnb Iwan Setiawan, Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Danyonif Raider Khusus 136/TS Batam Letkol (Inf) Andi Ariyanto.

Kemudian Dandenpom 1/6 Batam Letkol CPM Arif Subagyo, Kadinsos Kota Batam, Kasatpol PP Kota Batam, Kadishub Kota Batam, Ka Ditpam Kota Batam, Ka Damkar Kota Batam, Ka KSOP Kota Batam, Ka Basarnas Kota Batam, Ka Manggala Agni Kota Btm, serta PJU Polresta Barelang.

Pasukan Apel ini terdiri dari Denpom 1/6 Batam, Kodim 0316 Batam, Lanal Batam, Yon Raider 136/TS Batam, Yon Marinir 10 SBY Batam, Lanud HN Batam, Satsamapta, Satlantas, Satpolairud, Gabungan Polsek, Satreskrim, Satintelkam, Satresnarkoba, Kompi 3 yakni Satpol PP, Dishub, Damkar, Ditpam, KSOP, Basarnas, Tagana, Manggala Agni dan peralatan pendukung. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Atap Pelana Asimetris MP House Menambah Nilai Estetis

0
Living room yang tak bersekat dengan dining room dan pantry. Desain atap pelana asimetris menghasilkan visual yang menawan pada area tersebut. f. TIES Design and Build FOR JAWA POS

batampos.co.id – Indonesia memiliki beberapa jenis atap yang banyak diaplikasikan untuk hunian. Salah satunya, atap pelana. Di tangan TIES Design and Build, visual atap pelana disulap lebih berkesan modern dan estetis dengan bentuk asimetris.

Atap pelana dipilih karena Tritya Prasna Dipanakara dan Sansan selaku principal architect merasa jenis atap tersebut lebih mudah dieksplor. Selain itu, bentuk atap tersebut mampu meminimalkan curah hujan yang masuk dan tidak menimbulkan kebocoran. Proyek yang berlokasi di Tangerang, Banten, itu, memilih mengambil angle atap dari samping untuk ditampilkan pada bagian fasadnya.

Agar tidak monoton dan terkesan modern, atap pelana dirombak menjadi tidak hanya berbentuk segitiga biasa, tetapi juga dibuat asimetris. Rupanya, hal itu tidak hanya memengaruhi nilai estetis bangunan tersebut, tapi juga segi fungsional pada interior MP House.

’’Dengan atap asimetris itu, di salah satu sisinya punya tambahan space untuk tempat laundry,’’ kata Sansan kepada JP GROUP, Rabu (10/11).

Sansan menambahkan, mere-ka ingin mengejar pengalaman ruang yang berbeda. Tepat di bawah atap asimetris tersebut adalah ruang keluarga yang menjadi satu dengan pantri dan ruang makan. Ruangan tersebut dibuat terbuka tanpa sekat. Di salah satu sisi tembok yang tinggi terdapat jendela besar yang menghadap ke langit. Ketika memasuki ruang keluarga, yang pertama terlihat adalah jendela tersebut.

’’Kami ingin menonjolkan skylight yang ada di sisi tembok tersebut,’’ jelasnya. Lalu, di sisi dinding yang lebih rendah, ditempatkanlah TV dan kabinetnya.

’’Memang sengaja TV ditempatkan di sana agar ketika dilihat, TV tidak tampak kecil, padahal ukurannya sudah besar,’’ imbuh Sansan.

Dari luar, atap asimetris itu tampak semakin menarik berkat aksen dinding yang terbuat dari breeze block atau bata roster. Di balik bata roster itu, dilapisi dengan kaca transpa-ran dengan jeda sekitar 60 sentimeter. Dengan demikian, tidak khawatir air hujan atau debu masuk ke rumah. Sansan menyatakan, curah hujan rendah bahkan tidak akan sampai ke lapisan kaca. Sebab, air hujan sudah lebih banyak dihalau bata roster tersebut.
Fasad bata roster tersebut juga menjaga privasi penghuni rumah.

BACA JUGA: Demi Multiplier Efect Ekonomi Sektor Perumahan Insentif PPN Perlu Diperpanjang

’’Ruang di area situ kan privat, kalau fasad hanya kaca polos, akan terlihat aktivitas orang di dalamnya,’’ kata Sansan. Bata roster itu tidak ditempatkan full hingga batas lantai. Hal itu bertujuan agar ruang keluarga tetap terhubung dengan taman kering di sampingnya.

’’Jika dilihat dari jalan, tidak akan terlihat space yang tidak berbata roster itu karena sudut pandangnya ke atas,’’ pungkasnya.

Sansan menyebutkan, MP House bergaya kontemporer dengan menonjolkan material aslinya. Itulah mengapa dinding rumah tersebut dilapisi semen aci yang dibuat ’’telanjang’’ tanpa cat. Tone ruangan didominasi warna-warna maskulin seperti abu-abu tua. Dipadukan dengan loose furniture dengan elemen kayu agar terkesan hangat. (*)

Reporter: JP Group