Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 914

Mengenal Grand M, Komedian Asal Mali Viral di Indonesia karena Tingkah Lucunya

0
Grand M, komedian Mali yang viral di Indonesia. F. TikTok @Bolonvides.

batampos – Nama Grand M kembali viral di Indonesia. Komedian asal Bamako, Mali ini mencuri perhatian warganet karena tingkah lucu dan ekspresinya yang khas di berbagai platform media sosial.

Pria bernama asli Mohamed Nantoume ini lahir pada 15 Desember 2000 di Bamako, Mali. Ia dikenal lewat akun Instagram @grand_m_officiel_, yang kini memiliki lebih dari 6,1 juta pengikut.

Popularitas Grand M melonjak sejak masa pandemi Covid-19. Saat itu, video dirinya berpura-pura menangis lalu tertawa dengan wajah jenaka menyebar luas di internet. Ekspresi khasnya membuat wajah Grand M menjadi ikon meme dan stiker populer di WhatsApp.

Bahkan, bintang sepak bola asal Brasil, Neymar, pernah membagikan meme Grand M di akun media sosialnya.

Banyak yang mengira Grand M masih anak-anak karena tubuhnya kecil dan suaranya melengking. Padahal, ia sudah dewasa. Kondisi fisiknya membuatnya mudah dikenali dan menjadi daya tarik tersendiri di dunia hiburan.

Sebelum dikenal sebagai komedian, Grand M bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional. Namun, perjalanan hidup membawanya ke dunia komedi.

Nama “Grand M” sendiri terinspirasi dari pemain idolanya, Lionel Messi, sementara kata “Grand” berasal dari lelucon untuk menyindir ukuran tubuhnya yang mungil.

Selain menjadi komedian, Grand M juga aktif sebagai penyanyi. Salah satu lagunya berjudul “Messi” dapat ditemukan di berbagai platform musik digital.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Grand M justru menjadikannya sebagai anugerah. Kini ia terus menghibur jutaan penggemarnya di seluruh dunia lewat unggahan lucu dan positif di media sosial. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Mengenal Grand M, Komedian Asal Mali Viral di Indonesia karena Tingkah Lucunya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Amsakar Sentil DLH Batam, Minta Pejabat Punya Budaya Malu

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyinggung lemahnya kinerja sejumlah OPD, satu di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penataan pejabat tak bisa dilakukan serampangan, tapi meminta pejabat yang merasa gagal punya budaya malu.

Saat diwawancarai, Amsakar tampak tenang ketika membahas topik yang biasanya membuat pejabat daerah kikuk: evaluasi kepala OPD.

Namun, nada suaranya berubah sedikit lebih tegas ketika menyinggung satu instansi: DLH Batam. Dinas itu memang sudah sejak lama menjadi sorotan publik lantaran amburadul dalam menangani persoalan sampah dan terseret dugaan penyimpangan retribusi hingga diperiksa Polresta Barelang.

“Kalau terkait dengan proses hukum, biarkan saja itu berjalan sesuai dengan mekanismenya. Kami di pemerintahan tidak akan pernah mengintervensi proses hukum,” kata dia, Rabu (5/11).

Tapi ia tak berhenti di situ. Amsakar menyinggung ihwal restrukturisasi kabinet, hal yang belakangan ramai dibicarakan di internal Pemko Batam. Banyak pihak menunggu langkah berani Amsakar menata kembali barisan kepala dinas yang dinilai tak seirama dengan arah kebijakannya.

“Jabatan bisa kosong kalau orangnya pensiun, meninggal dunia, atau ada problem seperti temuan di kepolisian, kejaksaan, KPU, Bawaslu. Kalau hal-hal itu tidak terpenuhi, maka kita baru bisa mendemosi lewat evaluasi kinerja, dan itu pun baru bisa setelah dua periode penilaian, sekitar enam bulan,” katanya.

Proses evaluasi itu tak bisa lagi dilakukan seperti era sebelumnya yang lebih longgar. Ia menyinggung hasil kajian Kemenkopolhukam dan Kemendagri soal tata kelola pemerintahan yang sempat melibatkan dirinya sebagai narasumber.

“Saya sampaikan waktu itu, jangan sampai semua problem kepegawaian mesti sampai ke pusat. Setiap kepala daerah mestinya punya ruang memilih pasukannya,” ujar dia.

“Bagaimana mungkin kalau mazhabnya berbeda tapi masih bekerja dalam satu tim? Untuk memperkuat tim itu harus semazhab, sehaluan, sehati, baru bisa cepat bergeraknya,” tambahnya.

Pernyataan itu terasa seperti sindiran bagi sejumlah kepala OPD yang disebut-sebut “jalan sendiri” tanpa koordinasi dengan kepala daerah. Di internal Pemko, isu ini sudah lama menjadi bisik-bisik. Beberapa dinas strategis dianggap kurang peka terhadap arahan politik pembangunan yang diusung Amsakar.

Amsakar tak menampik. Ia justru menyebut fenomena itu sebagai akibat dari “budaya kerja yang setengah hati.”

“Kalau kepala dinas bekerja alakadarnya, ya harus punya budaya malu. Malu, lah. Mengundurkan diri saja,” katanya, tegas.

Namun demikian, meski banyak yang mendesak agar dia segera merombak struktur pejabat, Amsakar akui tangannya belum sepenuhnya bebas. Pelantikan Sekda baru membuatnya harus menunggu enam bulan sebelum evaluasi resmi bisa dilakukan.

“Evaluasi baru bisa kita buat setelah enam bulan dari sekarang. Itulah sebabnya restrukturisasi pejabat ini sedikit agak ruwet,” ujarnya.

Sampai waktu itu tiba, Amsakar seperti sedang menunggu. Tapi pesan politiknya sudah jelas: mereka yang tak sejalan, bersiap-siaplah tersingkir–atau, seperti katanya sendiri, malu, lah. Mengundurkan diri saja. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Sentil DLH Batam, Minta Pejabat Punya Budaya Malu pertama kali tampil pada Metropolis.

Rockstar Games Umumkan GTA 6 Resmi Ditunda, Rilis pada November 2026

0
F. x.com/idextratime.

batampos – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia game. Rockstar Games kembali menunda perilisan Grand Theft Auto VI (GTA 6), game yang paling dinantikan selama satu dekade terakhir.

Dalam pengumuman resminya, Rockstar memastikan GTA 6 baru akan dirilis pada 19 November 2026. Jadwal ini mundur cukup jauh dari rencana sebelumnya pada Mei 2026.

Sebelumnya, GTA 6 bahkan sempat dijadwalkan rilis pada 2025. Penundaan dilakukan agar pengembang memiliki waktu tambahan untuk menyempurnakan kualitas game sesuai ekspektasi penggemar.

“Kami mohon maaf karena waktu pengembangan lebih lama dari yang diharapkan. Beberapa bulan tambahan ini akan memungkinkan kami menyelesaikan game dengan kualitas terbaik,” tulis Rockstar di akun X resminya, @RockstarGames.

Pengumuman tersebut langsung membuat kata kunci “GTA VI” menjadi trending topic di X. Banyak penggemar mengungkapkan rasa kecewa karena sudah lama menantikan perilisan seri terbaru dari waralaba legendaris ini.

GTA 6 disebut akan menampilkan dua karakter utama, Jason dan Lucia, pasangan kriminal yang beraksi di kawasan Vice City, latar ikonik dari seri GTA sebelumnya.

Tak lama setelah pengumuman itu, saham Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar, turun sekitar 10% di bursa pasca-penutupan.

Banyak pihak berharap GTA 6 nantinya bisa menghidupkan kembali industri game global yang sempat lesu pasca-pandemi Covid-19. Sejak perilisan GTA 5 pada 2013, Take-Two telah mencatat pendapatan hingga 8,6 miliar dolar AS dari waralaba tersebut. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Rockstar Games Umumkan GTA 6 Resmi Ditunda, Rilis pada November 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Buaya di Kawasan Dam Duriangkang Tersesat

0
Buaya ditangkap di kawasan Dam Duriangkang.

batampos – Kepala Resort BKSDA Mukakuning Rempang Batam, Yon Romby Sihotang memastikan buaya yang muncul dari Dam Duriangkang dan naik ke darat bukan untuk mencari mangsa.

“Kalau makannya, seperti ikan itu sudah pasti di dapat dari sekitar bakau. Jadi naik (ke darat) karena tersesat, bukan mencari mangsa,” ujarnya. Kamis (6/11).

Yon meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan kemunculan buaya tersebut. Sebab, di sektar waduk juga sudah di pasang pagar pembatas.

“Ada pagarnya, jadi kalau muncul pun sudah ada pembatas,” katanya.

Baca Juga: Jalan Baru di Batam Centre, Hubungkan Simpang Perumahan PLN hingga Botania dan Bandara

Diketahui, buaya kerap terlihat di kawasan Dam Duriangkang. Menurut Yon, waduk tersebut terhubung langsung ke laut dan hutan bakau.

“Jadi sangat mungkin buaya itu muncul. Sudah sering juga terlihat di situ, dan memang dari dulu sudah ada imbauan untuk waspada dengan buaya di kawasan itu,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan petugas BKSDA, buaya yang ditangjap tersebut berukuran sekitar 2,5 meter dengan berat 70 kilogram. Buaya ini kemudian ditangani lembaga konservasi.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Baru SDN 013 di Marina, Segera Dilanjutkan dengan Tahap Pengaspalan

“Statusnya tetap satwa negara, cuma kita titipkan. Bisa ke taman safarilah nanti buayanya,” tutupnya.

Sebelumnya, warga yang melintas sekitar kawasan Dam Duriangkang atau Piayu-Punggur dikejutkan dengan kemunculan seekor buaya, Selasa (4/9) malam. Buaya tersebut terlihat merayap dari laut ke daratan. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Buaya di Kawasan Dam Duriangkang Tersesat pertama kali tampil pada Metropolis.

Tips Ampuh Atasi Goresan di Kaca Mobil, Bisa Pakai Pasta Gigi!

0
Ilustrasi kaca mobil. F. Freepik.

batampos 

Goresan di kaca mobil sering kali membuat tampilan kendaraan jadi tidak sedap dipandang. Selain itu, goresan yang melintang juga dapat mengganggu visibilitas saat berkendara, terutama di malam hari atau saat hujan.

Merawat kaca mobil agar tetap jernih dan bebas goresan penting dilakukan secara rutin. Goresan bisa muncul akibat gerakan wiper yang kotor, debu, hingga paparan panas berlebih.

Dikutip dari Uniglassplus.com dan Suzuki.co.id, ada empat cara mudah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan goresan pada kaca mobil tanpa harus menggantinya dengan yang baru.

1. Gunakan Pasta Gigi

Pasta gigi memiliki kandungan abrasif ringan yang bisa membantu menghaluskan goresan pada kaca. Cukup oleskan pasta gigi pada area baret, gosok perlahan dengan kain lembut, lalu bersihkan dengan air.
Cara ini merupakan solusi murah dan efektif untuk mengatasi goresan ringan.

2. Gunakan Cerium Oxide

Cerium oxide berbentuk bubuk kimia yang umum digunakan untuk memperbaiki kaca mobil. Namun, penggunaannya perlu kehati-hatian atau bantuan profesional agar hasilnya rapi dan tidak merusak struktur kaca.

3. Gunakan Kompon

Selain untuk bodi mobil, kompon juga bisa digunakan untuk menyamarkan goresan pada kaca. Kompon bekerja dengan cara mengikis lapisan tipis kaca di sekitar baret, membuat permukaannya kembali rata dan halus.

4. Gunakan Amonia

Amonia merupakan senyawa kimia yang mampu membersihkan dan mengurangi goresan halus pada kaca mobil. Namun, karena sifatnya keras, penggunaannya harus hati-hati dan hindari kontak langsung dengan kulit.

Goresan pada kaca mobil memang bisa mengganggu jika dibiarkan. Perawatan rutin seperti membersihkan wiper secara berkala dan menghindari debu menumpuk menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya goresan baru. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Tips Ampuh Atasi Goresan di Kaca Mobil, Bisa Pakai Pasta Gigi! pertama kali tampil pada Lifestyle.

Dua Pria Dicurigai Curi AC di Kemboja Diamankan Warga

0
Dua pria (sedang duduk) diamankan warga usai dicurigai hendak mencuri AC di ruko kosong Kelurahan Kemboja, Kamis (6/11). F. warga untuk Batam Pos.

batampos – Dua pria diamankan warga di Kelurahan Kemboja, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, karena dicurigai hendak mencuri satu unit AC di sebuah ruko kosong, Kamis (6/11) sore.

Keduanya diamankan sekitar pukul 16.00 WIB. Satu di antaranya diketahui masih berusia 16 tahun.

Seorang warga, Odi, mengatakan warga mulai curiga setelah melihat gerak-gerik kedua pria tersebut yang mondar-mandir di sekitar lokasi. Setelah didekati, warga menemukan satu unit AC yang sudah dilepaskan dari dudukannya dan siap diangkut.

“Warga curiga dengan gerak-geriknya. Setelah dicek, ternyata ada AC yang sudah siap diangkut,” kata Odi, Jumat (7/11).

Odi menuturkan, dua hari sebelumnya, warga juga sempat melihat dua pria lain datang ke ruko yang sama dan membongkar AC, namun belum sempat membawanya pergi.

“Nah, kemarin dua orang ini datang lagi untuk mengambil AC yang sudah dibongkar itu,” ujarnya.

Setelah diamankan, warga menyerahkan kedua pria tersebut ke Polsek Tanjungpinang Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Missyamsu Alson, membenarkan adanya laporan tersebut. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada unsur pencurian dalam kejadian itu.

“Memang sempat kami amankan ke Polsek, tapi setelah diperiksa, tidak ada niat mencuri. Katanya mereka hanya bercanda dan main di lokasi,” ujar Missyamsu.

Setelah menjalani pemeriksaan dan mediasi bersama warga, kedua pria tersebut akhirnya dipulangkan. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak bertindak sendiri bila menemukan kejadian mencurigakan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Dua Pria Dicurigai Curi AC di Kemboja Diamankan Warga pertama kali tampil pada Kepri.

Tiga Warga Thailand dan Satu WNI Jalani Sidang Kasus Sabu 1,9 Ton

0
Tiga terdakwa warga negara Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube bersama satu warga Indonesia, Fandi Ramadhan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam , Kamis (6/11). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menjadi sorotan setelah menggelar sidang perkara penyelundupan sabu hampir dua ton yang melibatkan jaringan narkotika lintas negara. Tiga terdakwa warga negara Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube bersama satu warga Indonesia, Fandi Ramadhan menjalani sidang dengan agenda tanggapan atas eksepsi, Kamis (6/11).

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Tiwik dengan anggota Douglas dan Andi Bayu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adit menolak eksepsi yang diajukan penasihat hukum para terdakwa. Menurut JPU, PN Batam berwenang mengadili perkara ini meskipun lokasi penangkapan berada di wilayah Kabupaten Karimun.

Baca Juga: Narkoba Berton-ton di Perut MT Sea Dragon

“PN Batam tetap berhak memeriksa dan mengadili perkara ini. Kami mohon majelis menolak seluruh eksepsi dan melanjutkan ke agenda pembuktian serta pemeriksaan saksi,” kata jaksa.

Hakim ketua Tiwik kemudian menunda pembacaan putusan sela hingga Kamis, 13 November 2025.

Sementara tiga terdakwa lain Richard Halomoan Tambunan , Leo Candra Samosir dan Hasiholan Samosir memilih tidak mengajukan eksepsi dan siap melanjutkan ke tahap pembuktian.

Dalam berkas dakwaan, sindikat ini beroperasi lintas negara dan dikendalikan oleh sosok misterius asal Thailand, Jacky Tan alias Chanchai alias Captain Tui alias Tan Zen yang kini berstatus buronan internasional (DPO).

Kisah berawal pada April 2025, saat terdakwa Fandi Ramadhan direkrut oleh Hasiholan Samosir untuk menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal tanker Sea Dragon.

Bersama tiga ABK asal Indonesia lainnya, mereka berangkat ke Thailand dan bertemu dua warga Thailand, Teerapong dan Weerapat atas perintah langsung Captain Tui.

Dari pelabuhan Sungai Surakhon, Thailand mereka berlayar menuju perairan Phuket untuk mengambil muatan yang disebut “bukan minyak.” Pada 18 Mei 2025 dini hari, kapal Sea Dragon menerima 67 kardus dari kapal ikan berbendera Thailand.

Saat diperiksa oleh tim gabungan BNN dan Bea Cukai di Dermaga Tanjung Uncang, petugas menemukan 2.000 bungkus plastik teh China merek Guanyinwang berisi serbuk kristal sabu seberat 1.995 kilogram nyaris dua ton.

Hasil uji laboratorium BNN RI memastikan seluruh barang bukti positif mengandung metamfetamina zat narkotika golongan I sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BNN menyebut pengungkapan ini sebagai operasi laut terbesar tahun 2025 dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah jika sempat beredar di pasaran.

Para terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Sementara itu, dalang utama Jacky Tan alias Captain Tui masih diburu aparat dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) internasional.

Ia diduga sebagai pemilik kapal sekaligus pengendali jalur laut penyelundupan sabu jaringan Asia Tenggara. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Tiga Warga Thailand dan Satu WNI Jalani Sidang Kasus Sabu 1,9 Ton pertama kali tampil pada Metropolis.

Tabungan Hasil Bertani Puluhan Juta Raib, Nenek Siin di Galang Diduga Ditipu Dua Bersaudara

0
Kuasa hukum Siin menunjukkan bukti nota pembelian rumah dan surat LP. (F.Yashinta)

batampos – Niat hati ingin memiliki rumah layak huni di usia senja, malah berujung pilu. Siin, 63, seorang petani asal Longkeng, Kecamatan Galang, Kota Batam, kehilangan uang tabungannya puluhan juta rupiah yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun. Ia diduga menjadi korban penipuan dua bersaudara yang kini telah dilaporkan ke Polsek Sagulung, Batam.

Siin mengaku, uang hasil jerih payahnya bertahun-tahun menanam singkong dan mentimun itu lenyap tanpa jejak. Ia tak bisa ikhlas, karena uang itu sangat berarti baginya.

“Saya sudah tua, tapi masih ditipu. Uang itu hasil saya menanam (bertani, red), sedikit demi sedikit saya kumpulkan untuk beli rumah,” ujar Siin dengan suara lirih, Kamis (6/11).

Siin mengisahkan, ia tergiur membeli sebuah rumah di kawasan Citra Laguna tahap II, Tembesi, Sagulung, setelah melihat postingan di media sosial Facebook pada tahun 2021. Rumah itu dijual oleh dua orang perempuan berinisial M dan N, yang kemudian diketahui merupakan kakak beradik.

Baca Juga: Li Claudia: Investasi di Batam Harus Produktif dan Memberi Manfaat bagi Masyarakat

Dengan penuh harapan, Siin menyepakati harga rumah sebesar Rp75 juta. Ia telah menyerahkan Rp30 juta pada September 2021 dan Rp22 juta pada November 2021 dengan sistem pembayaran top up.

“Saya sudah ditipu dari tahun 2021. Rumah yang saya impikan dengan membayar Rp 50 juta lebih ternyata sudah dijual kepada orang lain,” imbuhnya.

Kini, Siin hanya bisa pasrah. Ia tinggal di rumah gubuk kecil di Galang, menunggu keadilan dan berharap uang hasil kerja kerasnya dapat kembali, meski impian memiliki rumah layak mungkin sudah kandas.

“Saya sudah susah, tapi masih dibikin susah. Saya cuma ingin uang saya kembali,” ucapnya lirih sambil menahan tangis.

Sementara, kuasa hukum Siin dari Law Office Safer & Partners, Saferiyus Hulu mengaku tak tega, Siin yang hidup dalam garis kemiskinan bisa ditipu oleh orang yang seharusnya bisa membantu.

“Kasihan klien kami, kondisi tak mampu tapi malah ditipu. Sudah bertahun-tahun dia mencari keadilan. Karena itu, saat ini kami bantu dengan ikhlas,” ujar pria yang akrab disapa Feri ini.

Baca Juga: Jalan Baru di Batam Centre, Hubungkan Simpang Perumahan PLN hingga Botania dan Bandara

Menurut dia, kesepakatannya, setelah pembayaran Rp52 juta, klienya sudah bisa menempati rumah itu. Namun kenyataannya, hingga tahun 2025 Siin tidak pernah bisa menempati rumah yang dijanjikan. Saat mencoba menghubungi M dan N, nomor ponselnya malah diblokir.

“Rumah itu saat ini sudah dijual kembali kepada orang lain seharga Rp 60 juta. Dan uang klien kami tak kembali sepersen pun. Ketika dihubungi, klien kami malah diblokir. Mungkin mereka mengira, korban tak akan berani bicara karena orang kecil,” tegas Feri.

Pihaknya telah melayangkan somasi melalui pesan WhatsApp, namun tak pernah ditanggapi. Kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu pun kini telah dilaporkan ke Polsek Sagulung.

“Kami sudah somasi tapi tak ditanggapi. Terlapor sudah dua kali dipanggil polisi tapi tidak datang. Sekarang kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Jika tetap tidak kooperatif, kami yakin polsek akan mengambil tindakan tegas. Dan kami apresiasi itu,” tegas Feri.

Kuasa hukum lainnya, Martinius Zega, menambahkan pihaknya telah mengecek langsung rumah yang menjadi objek dugaan penipuan.

“Kami datang ke lokasi dan ternyata rumah itu sudah ditempati penyewa baru. Informasi yang kami dapat, kedua terlapor masih berada di Batam,” ujarnya.

Martinius menjelaskan, kondisi rumah yang saat ini ditempati Siin sudah sangat memprihatinkan. Dimana siin tinggal berdua dengan anaknya di rumah yang jauh dari kata layak itu.

“Harapannya, korban mendapat keadilan. Karena melihat kondisinya saja, jujur saya tidak tega. Karena hampir setiap hari menangis mengingat uangnya yang tak kunjung kembali,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Tabungan Hasil Bertani Puluhan Juta Raib, Nenek Siin di Galang Diduga Ditipu Dua Bersaudara pertama kali tampil pada Metropolis.

Li Claudia: BP Batam Pastikan Investasi Harus Beri Manfaat untuk Warga

0
Li Claudia Chandra.

batampos – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Batam harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, arah kebijakan BP Batam kini tidak hanya berfokus pada kemudahan investasi, tetapi juga memastikan setiap lahan benar-benar produktif dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal.

“Kami ingin setiap lahan produktif, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam,” kata Li Claudia saat menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre BP Batam, Rabu (5/11).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara BP Batam dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola investasi yang tertib, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga: BP Batam Pegang Kendali Penuh Izin Usaha, Li Claudia: Sekarang Saatnya Masuk ke Batam

BP Batam tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Akan tetapi, setiap investor harus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku agar tercipta sistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. “Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, setiap investor harus patuh terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepatuhan terhadap regulasi investasi bukan semata soal administrasi, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi Batam. Melalui pengelolaan lahan yang tertib dan sesuai ketentuan, BP Batam ingin memastikan arah pembangunan kota tetap sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai kawasan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu fokus penguatan tata kelola tersebut adalah penerapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Li Claudia ingin kebijakan ini dapat mengarahkan pemanfaatan ruang laut agar tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

“Melalui sistem yang tertib dan transparan, kami ingin memastikan setiap investasi yang berjalan benar-benar membangun dan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.

Komitmen BP Batam terhadap tata kelola investasi yang profesional juga merupakan bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang adil. Dengan begitu, baik pelaku usaha besar maupun kecil memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh di Batam.

Bagi Li Claudia, pembangunan ekonomi Batam harus didorong oleh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kami percaya, investasi yang baik adalah investasi yang membuka manfaat luas dan meninggalkan jejak kesejahteraan bagi warga,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Li Claudia: BP Batam Pastikan Investasi Harus Beri Manfaat untuk Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Li Claudia: BP Batam Pastikan Investasi Harus Beri Manfaat untuk Warga

0
Li Claudia Chandra.

batampos – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Batam harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, arah kebijakan BP Batam kini tidak hanya berfokus pada kemudahan investasi, tetapi juga memastikan setiap lahan benar-benar produktif dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal.

“Kami ingin setiap lahan produktif, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Batam,” kata Li Claudia saat menerima audiensi PT Gunung Puntang Mas di Gedung Marketing Centre BP Batam, Rabu (5/11).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara BP Batam dan pelaku usaha untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola investasi yang tertib, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga: BP Batam Pegang Kendali Penuh Izin Usaha, Li Claudia: Sekarang Saatnya Masuk ke Batam

BP Batam tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Akan tetapi, setiap investor harus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku agar tercipta sistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. “Kami tidak pernah mempersulit pelaku usaha. Namun, setiap investor harus patuh terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepatuhan terhadap regulasi investasi bukan semata soal administrasi, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi Batam. Melalui pengelolaan lahan yang tertib dan sesuai ketentuan, BP Batam ingin memastikan arah pembangunan kota tetap sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai kawasan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu fokus penguatan tata kelola tersebut adalah penerapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Li Claudia ingin kebijakan ini dapat mengarahkan pemanfaatan ruang laut agar tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

“Melalui sistem yang tertib dan transparan, kami ingin memastikan setiap investasi yang berjalan benar-benar membangun dan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.

Komitmen BP Batam terhadap tata kelola investasi yang profesional juga merupakan bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang adil. Dengan begitu, baik pelaku usaha besar maupun kecil memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh di Batam.

Bagi Li Claudia, pembangunan ekonomi Batam harus didorong oleh sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kami percaya, investasi yang baik adalah investasi yang membuka manfaat luas dan meninggalkan jejak kesejahteraan bagi warga,” tambahnya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Li Claudia: BP Batam Pastikan Investasi Harus Beri Manfaat untuk Warga pertama kali tampil pada Metropolis.