Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9155

Pemko Batam akan Survei Kekebalan Sistem Imun

0

batampos.co.id – Pemko Batam akan melakukan survei terhadap kekebalan sistem imun rata-rata masyarakat Batam, usai pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam.

Pelaksanaan survei ini merupakan salah satu persiapan dalam menyambut travel bubble dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, pengambilan sampel ini menggunakan darah warga yang akan dijadikan sampel.

Pemko Batam ingin menghitung rata-rata kekebalan imun pasca dilakukan vaksinasi.

”Sekarang vaksinasi sudah mencapai 84 persen. Jadi, kami ingin tahu berapa kekuatan imun masyarakat karena dampak penyuntikan vaksinasi ini,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Untuk pelaksanaan survei ini nanti akan dilaksanakan pakar epidemiologi dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

Tenaga medis RSBP Batam melakukan vaksinasi kepada salah seorang warga pada kegiatan vaksinasi massal yang digelar Pikori BP Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Nanti tim akan memetakan berapa banyak sampling yang akan diambil dalam pengambilan survei ini.

Untuk teknis pengambilan sampel ini bisa saja dilakukan dengan mengambil contoh darah dari mereka yang berusia 12-17 tahun, 18-50 tahun, dan 50 tahun ke atas.

Tim akan bergerak ke 12 kecamatan yang ada. Nanti akan diketahui kekuatan imun masyarakat Batam rata-rata berdasarkan data dari masing-masing kecamatan.

”Tujuan dari survei ini untuk mengukur tingkat kekebalan imun tubuh rata-rata masyarakat Batam setelah vaksinasi dilaksanakan,” ujarnya.

Amsakar mengatakan, pengambilan sampel akan menjadi pegangan pemerintah ketika travel buble berlaku nanti.

Setidaknya Batam memiliki data mengenai herd immunity masyarakatnya, hal ini bisa menjadi pegangan ketika terjadi kasus nantinya.

”Karena Nongsa menjadi kawasan yang akan dijadikan pilot project, mungkin sampel paling banyak dari sana,” bebernya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pembukaan pintu masuk untuk wisman harus dipersiapkan dengan baik dan matang.

Perintah untuk pembukaan pintu masuk ini harus dijalankan, kendati demikian ada hal yang harus disiapkan dengan sempurna.

”Jangan sampai mereka datang aman, tapi ketika balik malah kena Covid-19. Ini akan menjadi masalah, nanti bisa tutup semua. Saya tidak pernah menolak soal masuknya wisman ini, namun saya hanya tidak ingin ujuk-ujuk soal ini, tanpa ada persiapan yang matang,” bebernya.(jpg)

Zona Hijau Batam Meluas

0

batampos.co.id – Zona hijau alias wilayah yang tidak memiliki kasus Covid-19 di Kota Batam terus bertambah.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, tercatat 55 dari 64 kelurahan di Kota Batam dinyatakan zona hijau.

Angka ini bertambah dibandingkan satu hari sebelumnya yang berjumlah 52 kelurahan.

Sementara itu, sisanya sembilan kelurahan lainnya berzona kuning dengan jumlah kasus aktif berkisar 1 sampai 5 orang di
setiap kelurahan.

”Saat ini 55 kelurahan berzona hijau. Zona kuning tersisa sembilan kelurahan lagi,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim
Gugus Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Jumat (15/10/2021).

Tingkat kasus aktif di Kota Batam juga menunjukkan hasil menggembirakan.

Dimana kasus aktif saat ini tersisa 15 orang, atau turun lima kasus dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 20 kasus.

Adapun tingkat kasus aktifnya sebesar 0,058 persen. Begitu juga tingkat kesembuhan di Batam juga terus meningkat yakni sebesar 96,695 persen.

Sepanjang 24 jam terakhir terdapat penambahan satu orang
positif Covid-19 yang sembuh, dengan jumlah keseluruhan
pasien sembuh sebanyak 24.958 orang.

Sementara tak ada penambahan pasien baru maupun pasien meninggal dunia.

”Hari ini (kemarin, red) ada tambahan satu pasien sembuh, pasien baru dan pasien yang meninggal nol,” tambahnya.

Adapun 14 kelurahan berzona kuning adalah; Taman Baloi, Belian, Sungai Langkai, Kabil, Ngenang, Lubukbaja Kota, Tanjunguma, dan Bengkong Laut.

”Sisanya berzona hijau atau nol kasus,” tambah Didi.

Sedangkan 15 kasus aktif itu saat ini sebanyak satu orang
dirawat di Asrama Haji Batam, delapan orang isolasi mandiri dan enam lain dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Sementara itu, untuk capaian vaksin, Didi menyebutkan, sebanyak 761.084 warga Batam atau 83,88 persen dari total sasaran menerima penyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Sementara untuk dosis kedua berjumlah 548.875 atau 60,49 persen.

Vaksinasi, kata Didi, dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Batam. Vaksinasi ini terdiri dari pemberian vaksin dosis pertama dan dosis kedua.

Secara kumulatif, pihaknya telah menyuntikkan 1,3 juta vaksin Covid-19. Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis.

Penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari, dan 28 hari untuk lansia.

Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap penyakit yang disebabkan virus corona.(jpg)

Pengusaha di Batam Berharap Event Diperbanyak

0

batampos.co.id – Pengusaha lainnya yang bergerak di sektor jasa hiburan berharap pemerintah pusat maupun daerah membuat kebijakan untuk kembali menggairahkan tempat hiburan malam.

Salah satunya di Kampung Bule, Nagoya. Bahkan, secara khusus, Ketua Forum Pengusaha Kampung Bule Famili, Ruslan Kasbulatov, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengeluarkan sebuah kebijakan yang dapat membantu tempat hiburan malam.

Seperti diadakannya event yang dapat menggairahkan kembali hiburan di Kampung Bule.

”Bagaimana caranya Dinas Pariwisata dalam hal ini Pemko Batam, dirangsang seperti diadakan event di situ,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Ia mengungkapkan, saat ini seluruh tempat hiburan di Kampung Bule sudah kembali beroperasi dengan menerapkan protkes ketat.

Dirinya bahkan hampir setiap malam memantau aktivitas di Kampung Bule agar protkes benar-benar dijalankan.

”Saya setiap malam keliling di sana. Mana yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan langsung ditegur,” ujarnya.

Meski sudah diperbolehkan kembali beroperasi, untuk kunjungan tamu ke tempat hiburan masih sepi.

Ia mengungkapkan, saat ini kunjungan hanya didominasi oleh tamu lokal yang jumlahnya hanya 10 persen.

Sementara untuk tamu asing saat ini hanya dua sampai tiga orang saja tiap malamnya.

”Singapura dan Malaysia belum buka juga, itu salah satu faktor
sepinya,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi, ia sangat tidak setuju sebagai syarat masuk ke tempat keramaian.

Sebab, pemberlakuan aplikasi tersebut belum sejalan dengan vaksinasi yang dilaksanakan saat ini.

”Pemerintah melakukan vaksin saja masih lambat. Selain itu, contohnya saya yang punya tiroid. Saya harus mengurus surat izin lagi ke dokter, siapa yang mau bayar,” tegasnya saat ditemui di kawasan Batam Center.

Untuk itu, ia meminta penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk tempat hiburan tidak dilaksanakan di Batam dan menerapkan protkes seperti yang sudah dijalankan selama ini.

Sebab, selain banyak masyarakat yang tidak bisa divaksin, ia juga mempertanyakan bagaimana masyarakat yang belum mempunyai ponsel pintar.

”Sanggup pemerintah menyiapkan handphone android ke seluruh masyarakat? makanya jangan suka-suka menterinya buat kebijakan itu. Kalau tidak sanggup, cari solusi yang lain dan mun-
dur dari menteri,” tegasnya.(jpg)

Neraca Perdagang Surplus, Pemulihan Ekonomi Terus Berlanjut

0
Menko Ekonomi Airlangga Hartarto. (jpg)

batampos.co.id – Performa neraca perdagangan pada September 2021 mencatatkan surplus sebesar US$4,37 miliar, sebagaimana dirilis dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (15/10). Dengan demikian, tren surplus sejak Mei 2020 kembali dapat dipertahankan atau telah mengalami surplus selama 17 bulan berturut-turut.

Kinerja surplus yang impresif tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor Indonesia yang tetap terjaga pada September 2021 dengan mencapai US$20,60 miliar, meningkat double digit sebesar 47,64 persen (yoy).

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut yang juga tercermin dari level Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali berada pada zona ekspansif yakni 52,2 pada September 2021, melonjak dari bulan sebelumnya yang berada di level 43,7,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Level PMI Indonesia di bulan September 2021 bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN, seperti Filipina (50,9), Thailand (48,9), Malaysia (48,1), Myanmar (41,1), dan Vietnam (40,2). Pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia di tengah penurunan kasus yang stabil, mampu mendorong sektor manufaktur untuk kembali bertumbuh.

Surplus perdagangan yang terus terjaga terutama disebabkan karena kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yang terus meningkat di tengah tren peningkatan harga, khususnya Batubara sebesar 254,44 persen (yoy) dan CPO sebesar 63,90 persen (mtm).

“Selain disebabkan oleh mekanisme pasar, strategi kebijakan Pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas tersebut serta menjamin ketersediaan pasokan dalam negeri, menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga,” ungkap Menko Airlangga.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan eksportir Batubara terbesar kedua di dunia dan merupakan eksportir terbesar pertama di dunia untuk komoditas minyak kelapa sawit. Peranan penting Indonesia pada kedua komoditas tersebut tentu sangat menentukan pasokan dunia.

Di tengah permintaan yang tinggi, Pemerintah berhasil menyusun strategi kebijakan manajemen pasokan ekspor yang optimal namun tetap menjaga stabilitas stok domestik melalui penetapan Domestic Market Obligation (DMO) bagi produsen batubara sebesar 25 persen. Kebijakan ini memiliki dampak positif dalam menjaga momentum tren kenaikan harga global komoditas tersebut.

Di sisi lain, DMO juga diindikasi mampu mendorong pengembangan produk hilir Batubara melalui ketersediaan bahan baku domestik untuk pengembangan produk gasifikasi, liquifikasi, briketisasi, dan berbagai pengembangan produk lainnya.

Pada komoditas minyak kelapa sawit, strategi kebijakan Pemerintah melalui penetapan tarif progresif pada Pungutan Ekspor (PE) komoditas sawit juga diindikasi menjadi faktor kunci dalam manajemen pasokan dunia dan menjaga tren momentum kenaikan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, Skema PE progresif mampu mendorong ekspor komoditas turunan minyak sawit (turunan CPO) yang lebih bernilai tambah dengan menjamin ketersediaan stock minyak sawit mentah dalam negeri. Dengan demikian, produsen hilir domestik mendapatkan keunggulan karena harga bahan baku yang relatif lebih murah dibandingkan produsen dari luar negeri.

Di samping strategi spesifik pada kedua komoditas tersebut, Pemerintah juga berperan aktif dalam mendorong kinerja ekspor Indonesia melalui beberapa kebijakan. Pertama, insentif fiskal dan non-fiskal. Kedua, fasilitas penyediaan ruang pamer, kegiatan pengembangan desain, dan pelayanan pelaku usaha. Lalu ketiga, bimbingan teknis kepada pelaku usaha dan eksportir, informasi peluang pasar, pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor, dan terakhir promosi dan pemasaran.

“Komitmen Pemerintah dalam mendorong ekspor akan terus ditingkatkan melalui optimalisasi berbagai kebijakan dan terutama dalam mendorong ekspor komoditas dengan nilai tambah lebih besar,” pungkas Menko Airlangga. (*/)

Stok Ikan di Batam Menipis

0

batampos.co.id – Stok ikan di Batam makin menipis dua bulan terakhir. Akibatnya, hampir semua jenis ikan harganya melambung tinggi.

Penyebabnya karena Badan Pengusahaan (BP) Batam melarang impor ikan segar dari luar negeri ke Batam.

Sementara, nelayan Kepri tak mampu memenuhi permintaan ikan
di Batam.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, impor ikan segar dari luar negeri memang tidak bisa (dilarang) sementara waktu. Ini sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.

”Karena pemerintah tengah menyusun neraca komoditas, dengan
menghitung kebutuhan di dalam negeri,” kata Tuty, Jumat
(15/10/2021).

Penghitungan neraca komoditas ini penting, agar bisa menyesuaikan kebutuhan impor dengan kebutuhan di dalam negeri.

 

Tujuannya, supaya impor tidak membanjiri pasar dalam negeri yang mengancam produk lokal.

”Bukan hanya ikan, beras dan sejumlah barang komoditas
lainnya juga,” jelasnya.

Ia menjelaskan, khusus untuk ikan, setelah neraca komoditas ditetapkan, maka urusan teknisnya diserahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Setelah itu, kuota impornya ditentukan lewat Kementerian Perdagangan.

”Khusus untuk ikan di daerah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, kuotanya akan turun lewat Surat Keputusan (SK) Dewan Kawasan (DK). Kalau barang lain dari SK Kepala BP Batam,” tuturnya.

Sebelumnya, salah seorang pedagang ikan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Tamin, membeberkan, ikan langka dan menjadi mahal belakangan ini karena adanya larangan memasukkan (impor) ikan segar dari negara tetangga Malaysia.

Di antara ikan yang mulai langka dan harganya tinggi adalah ikan benggol, kembung, mata besar, dan tongkol putih.

Tamin mencontohkan ikan benggol yang biasanya hanya Rp 20-25 ribu per kilogram (kg), naik menjadi Rp 35-40 ribu per kg. Lalu, ikan tongkol putih dari Rp 30 ribu naik menjadi Rp 45-50 ribu per kg.

Begitu juga ikan kembung dari Rp 35 ribu menjadi Rp55-60 ribu per kg.

”Hampir semua jenis ikan naik, cuma paling terasa ikan yang biasanya murah seperti benggol itu naik sampai Rp40 ribu,” ujar Tamin, Kamis (14/10) lalu.

Ia mengungkapkan, ikan murah yang biasanya dijual di pasaran Batam itu selama ini berasal dari Malaysia.

Namun, saat ini keluar larangan impor membuat ikan murah susah masuk pasaran Batam, sehingga stok ikan yang ada malah
langka dan menipis.

Dikatakan Tamin, daerah Kepri memang terdiri dari 96 persen lautan.

Namun sayang, hal itu tak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mendapatkan hasil laut.

Sehingga selama ini, rata-rata ikan yang dijual di pasaran
Batam merupakan impor dari Malaysia dan luar daerah Kepri seperti Jawa.

”Ikan dari Batam itu sangat sedikit, karena memang sedikit sekali masyarakat yang melaut. Sehingga selama ini kebutuhan ikan murah diimpor,” ujar Tamin lagi.

Harusnya, kata Tamin, ada kerja sama yang baik dari pemerintah dengan membuka kran impor untuk ikan.

Sehingga kebutuhan masyarakat untuk mendapat ikan murah
terpenuhi.

Hal ini, tentunya juga bakal berdampak terhadap inflasi daerah Kota Batam.

”Masyarakat butuh ikan murah, dan ini yang selalu dikeluhkan
ibu-ibu setiap kali belanja. Kami pedagang tak bisa berbuat banyak, karena memang kami belinya mahal juga,” ungkap Tamin.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di sejumlah pasar ikan di Batam, salah satunya di wilayah Batuaji, tepatnya di pasar tradisional SP Batuaji, harga hampir semua jenis ikan melambung tinggi.

”Hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan,” ujar Eka, pedagang, kemarin.

Selain adanya larangan impor ikan, pasokan dari nelayan Kepri juga berkurang karena anomali cuaca.

”Terkadang angin kencang dan hujan deras sehingga tak banyak nelayan yang berani turun melaut,” katanya.

Eka menjelaskan, karena faktor cuaca itu, ikan yang didapat nelayan menjadi sedikit, sehingga mendorong pedagang untuk menaikkan harga ikan.

“Ikan benggol, tongkol, dan lainnya naik. Ikan kembung kecil saja kini Rp 35 ribu per kilo, yang besar lebih mahal lagi,” ujarnya.

Tak hanya ikan, udang dan cumi juga mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi. “Kalau udang (sedang) seperempat (kg) Rp 20 ribu. Jadi kalau sekilo Rp 80 ribu. Kalau yang besar lebih mahal lagi,” imbuhnya.

Eka juga menjelaskan, karena harga ikan mahal, dia juga kesulitan menjual barang dagangannya.

Pasalnya, banyak pelanggan yang menawar harga ikan lebih rendah dari harga yang ditetapkan. Dampaknya, hanya sedikit ikannya yang laku.

“Biasanya rata-rata beli sekilo, tapi karena mahal, jadinya beli seperempat saja,” jelasnya.

Keresahan yang dialami Eka ini juga dirasakan masyarakat yang berbelanja di Pasar SP Batuaji.

Darla, warga Batuaji, mengatakan, dia kesulitan mencari ikan dengan harga murah. Darla berkeliling Pasar SP untuk mencari pedagang yang bisa menjual murah.

“Sekarang ikan air tawar seperti mujair saja sudah Rp 48 ribu. Ya terpaksa dibeli daripada tak ada lauk di rumah,” kata dia.(jpg)

Wali Kota Batam Copot Kepala Puskesmas Tanjungbuntung, Kasusnya…

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mencopot jabatan Kepala Puskesmas Tanjungbuntung, Bengkong, Suryati, karena dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin di pusat layanan kesehatan masyarakat tersebut.

Dicopotnya Suryati me rupakan tindakan tegas imbas dari aduan masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan medis di puskesmas itu.

Rudi menegaskan, pelayanan ke masyarakat adalah hal yang utama dan wajib dilakukan.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada warga yang membutuhkan pelayanan medis, namun saat mendatangi puskesmas tidak ada dokter yang berjaga.

Bahkan, sopir mobil ambulans juga tidak ada ketika warga mem-
butuhkan armada untuk menuju rumah sakit.

”Kepala (puskesmas) bertanggung jawab atas anak buah, makanya langsung saya ganti. Soal kinerja dan bagaimana tata cara dalam menjalankan layanan pusat kesehatan ini, kan sudah ada. Masak tidak paham juga,” kata Rudi, usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Jumat (15/10/2021).

Rudi menjelaskan, pergantian Kepala UPT Puskesmas Tanjungbuntung ini berawal dari laporan ketua RW setempat, bahwa ada penanganan pasien yang lambat.

Akibatnya, pasien tidak tertolong dan meninggal dunia akibat lambatnya penanganan medis.

Penggantian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pegawai. Saat pelantikan kemarin, semua kepala puskesmas diundang, agar mereka tahu dan paham tugas mereka selama mengemban jabatan yang sudah diberikan.

”Tidak perlu saya sampaikan dan saya ingatkan lagi soal kerja ini. Sistemnya kan sudah tahu. Itu Puskesmas 24 jam, jadi sudah seharusnya ada dokter yang bertugas,” imbuhnya.

Rudi langsung menunjuk Pra Reda Gusti yang sebelumnya menjabat Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate untuk menduduki jabatan baru dalam memimpin Puskesmas Tanjungbuntung.

Sementara Suryati, kata Rudi, telah dikembalikan menjadi dokter di rumah sakit. Ia berharap, dengan adanya kepala puskesmas yang baru ini dapat membenahi sistem pelayanan di puskesmas.

“Kami harapkan yang saya tunjuk ini bisa memperbaiki,” kata dia.

Rudi juga mengaku ikut mengajari bagaimana menjadi seorang kepala atau pemimpin suatu instansi atau lembaga berdasarkan pengalamannya.

Rudi menganjurkan agar semuanya membuat daftar tugas-tugas yang akan dikerjakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam,
Didi Kusmarjadi, mengatakan, pencopotan jabatan kepala puskesmas tersebut setelah melihat kinerja dan juga laporan masyarakat terkait korban tenggelam di Batam, yang gagal tertolong karena tak ada dokter di puskesmas itu.

”Salah satunya karena itu (korban tenggelam yang tidak tertangani). Selain itu, ada juga laporan lain terkait kinerja dan ini menjadi pertimbangan wali kota untuk melakukan perombakan,” tambah Didi.

Ia juga menyayangkan kualitas pelayanan di Puskesmas Tanjungbuntung. Ditegaskannya, ketiadaan dokter yang berjaga di puskesmas adalah kesalahan fatal.

Seharusnya, di setiap puskesmas terdapat paling tidak satu dokter dan sopir puskesmas yang berjaga untuk mengantisipasi  kejadian darurat.

”Wajib 24 jam ada dokter yang berjaga, dan memang harus seperti itu,” tegasnya.

Pihaknya menyatakan, akan terus mengevaluasi kinerja unit-unit pelayanan kesehatan di Batam agar kelalaian seperti ini tidak terulang kembali.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, kasus ini bermula ketika ada seorang remaja perempuan di Bengkong meninggal dunia karena tenggelam akibat berenang di Pantai Tanjungbuntung Baru, Bengkong, Kamis (14/10).

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjungbuntung untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, saat tiba di puskesmas, tidak ada dokter yang berjaga. Ketika hendak meminta bantuan pihak puskesmas untuk membawa pasien tersebut ke rumah sakit, tak ada sopir ambulans yang berjaga sehingga pasien akhirnya tidak tertolong.

”Puskesmas diminta harus meningkatkan kinerjanya dan harus tahu fungsinya. Karena, ada beberapa puskesmas standby 24 jam, termasuk Puskesmas Tanjungbuntung ini. Jadi, sudah seharusnya ada dokter yang berjaga. Ini kelalaian yang harusnya tidak terjadi,” bebernya.(jpg)

Elite PKS Nilai Airlangga Bakal Menjadi Bintang Politik Indonesia

0
Gubernur NTB Zulkieflimansyah. (istimewa)

batampos.co.id – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2021-2025, Kamis (14/10). Kepengurusan DPD Golkar NTB resmi dipimpin Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sebagai ketua DPD. Sebelumnya, Mohan terpilih secara aklamasi pada Maret 2021 lalu.

Dalam pidatonya, Airlangga meminta seluruh pengurus DPD Golkar NTB untuk langsung bekerja. Menurutnya, kiprah kader partai berlambang pohon beringin ditunggu masyarakat terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini berpesan, seluruh kader Golkar juga harus membantu pemerintah mengatasi dampak pandemi. Ia mengatakan, pelantikan pengurus DPD Golkar NTB bisa digelar karena ada penurunan kasus Covid-19 di wilayah ini.

“Provinsi NTB saat ini sudah level 1, Kabupaten Lombok Tengah level 2, sehingga kegiatan pelantikan bisa dilaksanakan. Kami harap kondisi seperti ini juga dirasakan daerah lain, oleh karena itu pelantikan didaerah bisa dilaksanakan,” tutur Airlangga saat pelantikan di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Kamis malam (14/10).

Tampak hadir juga dalam pelantikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah diruang acara. Gubernur Nusa Tenggara barat (NTB) Zullkieflimansyah mengaku sudah lama mengenal sosok Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Hal itu diceritakannya saat memberi pidato di pelantikan DPD Golkar NTB pada Kamis (14/10) malam.

Gubernur yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai sosok Airlangga merupakan tokoh politik muda yang tahan banting.

“Saya kira Pak Airlangga ini tokoh politik muda yang tahan banting, memiliki kesabaran, sehingga layak menjadi bintang politik Indonesia,” tutur Zullkieflimansyah, Kamis (14/10/2021).

Gubernur NTB mengatakan sudah berteman dengan Airlangga sejak masih di DPR. Tercatat, keduanya pernah bersama di Komisi VI, VII, dan XI di DPR. Ia mengakui hubungan keduanya hingga saat ini berjalan cukup baik.

“Jadi ini membuktikan juga, berbeda partai bukan berarti persaudaraan itu luntur,” tegas Zullkieflimansyah.

Zullkieflimansyah juga menilai sosok Airlangga adalah sosok yang serius. Terutama jika sudah memutuskan untuk berkontestasi dalam suatu hal. Meskipun saat ini Airlangga belum memutuskan secara resmi untuk berkontestasi di Pilpres 2024.

Zullkieflimansyah juga memprediksi elektabilitas Airlangga bakal melejit jika memiliki keberanian dengan meretas jalan baru dengan melakukan langkah pertama.

“Dari ketiga kemungkinan itu, nampaknya tanda-tanda dari langit itu Pak Airlangga lebih dekat dengan PKS,” ujarnya disambut tawa peserta pelantikan DPD Golkar.(*/)

Stok Ikan Langka dan Mahal di Batam

0

batampos.co.id – Stok ikan laut di pasaran Batam mulai langka sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, harga ikan laut melambung hampir dua kali lipat. Langka dan mahalnya harga ikan diindikasi karena stok ikan di pasaran Batam menipis.

Tamin, salah satu pedagang ikan di Pasar Tos 3000 Jodoh, mengatakan bahwa kelangkaan ikan yang menyebabkan harga tinggi sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Di antara ikan yang mulai langka dan harganya tinggi adalah ikan benggol, kembung, mata besar dan tongkol putih.

Seperti ikan benggol yang biasanya Rp 20-25 ribu per kg, naik menjadi Rp 35-40 ribu per kg, ikan tongkol putih dari Rp 30 ribu naik menjadi Rp 45-50 ribu per kg, begitu juga kembung dari Rp 35 ribu menjadi Rp 55-60 ribu per kg.

”Hampir semua jenis ikan naik, cuma paling terasa ikan yang biasanya murah seperti benggol itu naik sampai Rp 40 ribu,” ujar Tamin, Kamis (14/10).

Menurut dia, ikan murah yang biasanya dijual di pasaran Batam itu berasal dari Malaysia. Namun, saat ini adanya larangan impor membuat ikan murah susah masuk pasaran Batam, sehingga stok ikan yang ada malah langka dan menipis.

”Ikan murah yang biasanya dijual itu biasanya diimpor dari Malaysia. Tapi sekarang ada pembatasaan, yang menyebabkan stok ikan laut langka, dan harganya mahal,” jelas Tamin.

Dikatakan Tamin, daerah Kepri memang terdiri dari 96 persen lautan. Namun sayang, hal itu tak dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mendapatkan hasil laut. Sehingga selama ini, rata-rata ikan yang dijual di pasaran Batam merupakan impor dari Malaysia dan luar daerah Kepri seperti Jawa.

”Ikan dari Batam itu sangat sedikit, karena memang sedikit sekali masyarakat yang melaut. Sehingga, selama ini kebutuhan ikan murah diimpor,” imbuh Tamin.

Namun, larangan untuk tidak memasukkan ikan impor dari pemerintah dalam hal ini BP Batam, menyebabkan ikan langka di pasaran. Masyarakat, terutama ibu rumah tangga, mulai menjerit mengetahui harga ikan naik hampir dua kali lipat.

Harusnya ada kerja sama yang baik dari pemerintah dengan membuka kran impor untuk ikan. Sehingga, kebutuhan masyarakat untuk mendapat ikan murah terpenuhi. Hal ini tentu juga berdampak terhadap inflasi Kota Batam.

”Masyarakat butuh ikan murah, dan ini yang selalu dikeluhkan ibu-ibu setiap kali belanja. Kami pedagang tak bisa berbuat banyak, karena memang kami belinya mahal juga,” terang Tamin lagi.

Rahayu, salah satu warga Batam Center, mengeluhkan harga ikan yang tak turun-turun. Biasanya, ia bisa mendapatkan harga ikan Rp 20 ribu per kg. Namun saat ini, untuk jenis ikan laut paling murah seperti benggol rata-rata Rp 35 ribu per kg.

”Harga ikan pada mahal semua, paling murah jenis benggol, itu pun sudah Rp 35-40 ribu per kg, biasanya cuma Rp 20-25 ribu,” terangnya.

Bahkan, menurutnya untuk beberapa jenis ikan seperti ikan tongkol putih, ikan bulat dan kembung mulai langka. Adapun yang jual, harganya naik dua kali lipat. ”Ikan tongkol putih susah banget dicari, kalau ada harganya Rp 50-55 ribu per kg, biasanya cuma Rp 30-35 ribu per kg,” terang Tanti, warga lainnya.

Hal senada dirasakan Ely, warga Batam Center. Menurutnya, naiknya harga ikan cukup berdampak baginya yang merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah. Sekarang, ia kesulitan mendapatkan ikan dengan harga murah.

”Dulunya senang karena ikan murah dan segar, tapi sekarang harganya naik dua kali lipat. Padahal, kondisi ekonomi seperti ini, tapi semua pada naik,” pungkasnya. (*/jpg)

Menko Airlangga Semangati Penerima Kartu Prakerja di NTB

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat di NTB, Kamis (14/10). (istimewa)

batampos.co.id – Program Kartu Prakerja menjadi salah satu program semi bansos dari Pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 untuk meningkatkan skill-nya dan membantu kehidupannya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kali ini bertemu dan berbincang hangat dengan para penerima Kartu Prakerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kartu Prakerja, menurut Menko Airlangga, sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak negatif dalam masa pandemi saat ini, misalnya mereka yang terkena PHK atau pelaku UMKM yang omzet-nya menurut akibat diadakannya PPKM. Selain mereka mendapatkan tambahan skill dari pelatihan, insentif Kartu Prakerja tentunya dapat digunakan sebagai tambahan modal.

Selama 2021 (batch 12-21), penerima Kartu Prakerja berjumlah 5.910.462 orang. Sebanyak 94 persen atau 5.561.504 orang telah menyelesaikan pelatihan, kemudian 91 persen atau 5.397.784 orang telah mendapatkan insentif.

Total insentif yang telah disalurkan tahun 2021 sampai batch 21 adalah Rp9,52 triliun. Total pendaftaran sejak awal Kartu Prakerja dibuka hingga 12 Oktober 2021 adalah sekitar 75 juta orang dan total penerima sekitar 11 juta orang, dari 34 Provinsi dan 514 Kab/Kota di seluruh Indonesia.

Provinsi NTB mencatatkan total pendaftar sebanyak 725.311 orang dengan total penerima sejumlah 233.230 orang. Kemudian, untuk Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebanyak 201.796 pendaftar, dan yang diterima sejumlah 71.553 orang, dan di Kota Mataram jumlah pendaftar sebanyak 85.970 orang, dan yang diterima sejumlah 29.416 orang.

Provinsi NTB adalah Provinsi ke-17 dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak se-Indonesia, dan provinsi dengan Penerima terbanyak ke-2 di Kawasan Timur Indonesia. Sementara, Kabupaten Lombok Tengah adalah Kabupaten/Kota dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak ke-1 di Provinsi NTB. Dan, Kota Mataram adalah Kabupaten/Kota ke-4 dengan jumlah penerima terbanyak Kartu Prakerja di Provinsi NTB.

“Saya meminta kepada Gubernur NTB untuk menyiapkan pendaftaran, sehingga mereka bisa masuk dalam white-list. Kita memang sedang memberikan kuota per tahun yang lebih banyak lagi untuk wilayah Timur Indonesia,” tutur Menko Airlangga.

Dalam acara yang diadakan di Siwa Cliffs, Kabupaten Lombok Tengah tersebut, Menko Airlangga menanyakan seputar perkembangan mereka setelah menjadi alumni Kartu Prakerja. Bagaimana Kartu Prakerja dapat berperan dalam pengembangan diri mereka juga bisnis atau usaha yang dijalankannya. Alumni yang hadir pada saat ini berjumlah 22 orang alumni, yang 8 orang di antaranya merupakan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil mendapatkan Kartu Prakerja.

Salah satunya adalah Anggi Sihanjaya. Pria berusia 31 tahun tersebut bergabung dengan Kartu Prakerja di Gelombang 8 setelah menerima informasi tentang program Kartu Prakerja dari rekannya. Sebelumnya, sejak 2015 Anggi bekerja sebagai kru pramusaji di kapal pesiar asing. Namun, ketika terjadi pandemi, Anggi dirumahkan dan kembali ke Indonesia.

Dalam program Kartu Prakerja, Anggi mengambil kelas bahasa Inggris untuk mengasah kemampuannya berbahasa. Selain itu, ia juga mengambil pelatihan social media marketing untuk lebih memahami tren pemasaran masa kini. Dana insentif digunakannya untuk keperluan keluarga.

Saat ini, Anggi bekerja sebagai tenaga marketing di sebuah perusahaan properti. Ilmu sosial media marketing yang dipelajarinya sangat berguna karena ia bisa memasarkan produknya melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Ke depannya ia ingin memiliki usaha sendiri dalam bisnis properti yang menurutnya saat ini sedang berkembang di pulau Lombok.

“Saya mendengarkan pengalaman penerima Kartu Prakerja, dan mereka menerima fasilitas yang berguna untuk pribadi dan usahanya. Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan tahun depan dengan anggaran Rp11 triliun,” tutup Menko Airlangga. (*/)

Upacara Penutupan PON Papua Malam Ini, Antrean Penonton Mengular

0

batampos.co.id – Animo warga Papua yang ingin menonton langsung upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua begitu tinggi. Terlihat dari antrean panjang yang mengular di depan pintu masuk Stadion Lukas Enembe Jayapura, Jumat (15/10) siang.

Ivon, yang datang bersama suami dan teman kerjanya, berniat menyaksikan acara megah yang untuk pertama kalinya ada di Papua. ”Karena kemarin pembukaan enggak menonton. Ini sesuatu yang besar di Papua pertama kalinya, jadi ingin menonton secara langsung,” kata Ivon seperti dilansir dari Antara, Jumat (15/10).

Selain kemegahan acara, menurut Ivon, yang bertempat tinggal di Sentani, ingin melihat sesi defile bendera dan atlet untuk menyaksikan secara langsung bagaimana atlet diapresiasi karena sudah bertanding. Sementara Ivon tidak dapat menyaksikan pertandingan olahraga, sang suami, John, sempat menonton laga muaythai, yang berlangsung dengan sangat baik.

”Karena ini pertama kali di Papua, ini sesuatu yang luar biasa. Meskipun ada beberapa insiden, ini event pertama jadi tidak bisa dibandingkan dan perlu diapresiasi,” kata John.

Hal senada juga disampaikan Rian yang datang bersama kakak dan adiknya. Mereka ingin menjadi saksi mata penutupan pesta olahraga yang hanya berlangsung empat tahun sekali itu.

”Jadinya penasaran bagaimana konsep acara, bintang tamunya karena waktu pembukaan hanya menonton lewat YouTube,” kata Rian.

Rian, yang juga sempat menjadi panitia untuk cabang olahraga sofbol, tenis, dan dayung, melihat penyelenggaraan PON Papua berlangsung lancar dan sukses, meski terkendala soal konsumsi.

Sementara itu antrean mengular, panitia terus mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, juga menjaga barang bawaan, serta tidak membawa benda tajam, korek api dan botol mineral ke dalam stadion. Sebelum memasuki area stadion penonton wajib menunjukkan undangan dengan stiker hologram.

Pintu masuk stadion utama Lukas Enembe dibuka pukul 15.30 WIT. Menurut panitia, setiap penonton akan melalui pengecekan body screening.

Sebanyak 2.891 aparat gabungan TNI-Polri dan mitra dikerahkan untuk mengamankan penutupan PON XX Papua yang dipusatkan di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Penutupan kejuaraan empat tahunan yang dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Kasatgas Humas Ops Deraku Cartenz Kombes Dedy Sumarsono mengatakan, pola pengamanan yang akan dilaksanakan pada penutupan tidak jauh berbeda dengan pengamanan waktu pembukaan. Ada tiga titik pengamanan yang sudah disiapkan yaitu di dalam stadion untuk pengamanan para penonton dan tamu undangan, pengamanan di luar stadion, dan di area parkir.

”Penutupan PON Papua juga mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Kombes Dedy Sumarsono.

Penonton yang akan menyaksikan langsung penutupan PON, menurut dia, harus membawa undangan yang telah dibagikan dan menunjukkan sertifikat vaksin pertama dan kedua kepada petugas, bisa melalui aplikasi PeduliLindungi atau dengan foto kopi KTP dan sertifikat vaksin.

”Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan penutupan PON Papua dan mengedepankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun,” ucap Kombespol Dedy Sumarsono. (jpg)