Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 920

Warga Jemaja Timur Geger, Raul Supriadi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

0
Jasad Raul dievakuasi setelah ditemukan tewas akibat gantung diri di rumahnya. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Warga Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, digemparkan dengan kabar duka meninggalnya seorang pemuda bernama Raul Supriadi (19) pada Rabu (12/11) siang.

Raul ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh sang ayah, Didi, sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, Didi bermaksud mengajak anaknya makan bersama. Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Raul sudah tak bernyawa.

“Saya terakhir lihat anak sekitar pukul 12 siang. Dia bilang mau masuk kamar, karena katanya lagi nggak enak badan,” tutur Didi dengan suara lirih.

Didi menuturkan, selama ini dirinya tidak tinggal serumah dengan Raul. Sang anak memilih tinggal sendiri di rumah keluarga mereka, sementara Didi tinggal bersama ibunya atau nenek Raul di rumah berbeda. Meski begitu, hubungan ayah dan anak itu tetap dekat.

“Sebelum masuk kamar, dia sempat bilang cuma ingin istirahat. Tidak ada tanda-tanda aneh atau mencurigakan,” ujarnya.

Karena sudah menjadi kebiasaan mereka makan bersama, Didi pun datang ke rumah Raul pada sore hari. Namun, rumah tampak sepi. Saat dipanggil, tak ada jawaban. Ia akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar.

Betapa terkejutnya Didi ketika melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang berdatangan segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Jemaja bersama tim medis datang ke lokasi dan mengevakuasi jasad Raul ke RSUD Jemaja untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Dugaan sementara, Raul meninggal dunia akibat gantung diri. Namun, pihak kepolisian tetap menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian.

Didi mengaku sangat terpukul atas kepergian anaknya yang masih muda itu. Ia menyebut Raul dikenal sebagai pemuda yang baik, sopan, dan jarang terlibat masalah dengan siapa pun.

“Selama ini dia anaknya tenang, nggak pernah bikin masalah. Kalau ada acara di kampung, dia suka bantu. Makanya kami sekeluarga benar-benar kaget,” ucapnya.

Beberapa warga Desa Bukit Padi yang mengenal Raul juga menyampaikan duka mendalam. Mereka menuturkan, Raul dikenal sebagai anak yang santun dan mudah bergaul.

“Kami tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Dia anak yang baik dan tidak pernah terlihat punya beban pikiran,” ujar Amrizal, salah satu warga.

Setelah pemeriksaan selesai di rumah sakit, jenazah Raul akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Bukit Padi. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Catatan redaksi: 

Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu bercerita dan berkonsultasi kepada ahlinya.

Artikel Warga Jemaja Timur Geger, Raul Supriadi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya pertama kali tampil pada Kepri.

Enam Terdakwa Kasus Vape Ilegal di Batam Disidang, Cairannya Mengandung Obat Bius

0
Alhyzia Dwi Putri alias Putri, Muhammad Syafarul Iman alias Ayung, Muhammad Fahmi bin Razali, Erik Mario Sihotang alias Mario, Johan Sigalingging alias Jo, dan Zaidell alias Zack saat sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang perkara peredaran cairan rokok elektrik ilegal yang mengandung zat berbahaya, Rabu (12/11). Sidang dipimpin majelis hakim yang terdiri dari Tiwik, Douglas, dan Andi Bayu, dengan menghadirkan enam terdakwa yakni Alhyzia Dwi Putri alias Putri, Muhammad Syafarul Iman alias Ayung, Muhammad Fahmi bin Razali, Erik Mario Sihotang alias Mario, Johan Sigalingging alias Jo, dan Zaidell alias Zack.

Dalam persidangan, ahli dari Dinas Kesehatan Kota Batam bidang farmasi, Beti, dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait kandungan zat kimia dalam ribuan cairan vape yang disita dari para terdakwa.

Hakim anggota Douglas menanyakan klasifikasi bahan kimia bernama Etomidate yang ditemukan dalam cairan vape tersebut. “Setiap obat itu punya kegunaan sendiri dan diatur berdasarkan golongan bahan kimianya,” jelas Beti di hadapan majelis hakim.

Ia menegaskan bahwa Etomidate termasuk dalam golongan anestesi atau obat bius kerja singkat yang tergolong sebagai obat keras. “Etomidate diatur dalam ketentuan Menteri Kesehatan, dan penggunaannya harus dengan resep dokter,” kata Beti.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya mengungkap, jaringan peredaran cairan vape berbahaya ini telah berjalan secara terorganisasi sejak Mei 2025.

Awalnya, terdakwa Johan Sigalingging bertemu seorang pria bernama Rasyid (DPO) di kawasan Harbourbay, Batam. Dari pertemuan itu, Johan ditawari pekerjaan untuk membantu memasukkan cairan rokok elektrik dari Malaysia ke Batam.

Selanjutnya, jaringan ini berkembang dengan melibatkan terdakwa lain seperti Zaidell alias Zack, yang bertugas mengatur pemasokan barang, serta Erik Mario yang memastikan koper berisi ribuan liquid vape bisa keluar dari Pelabuhan Batam Center tanpa pemeriksaan petugas.

Pada 26 Juni 2025, kapal Sindo 7 yang berangkat dari Stulang Laut, Johor, membawa koper berisi sekitar 500 botol liquid.

Namun setelah diperiksa, isinya ternyata mencapai ribuan unit, yang kemudian diserahkan kepada Zaidell di Apartemen Citra Plaza, Lubuk Baja.
Erik Mario disebut menerima Rp13 juta sebagai imbalan atas jasanya meloloskan koper tersebut.

Kasus ini terbongkar setelah petugas kepolisian mendapat informasi tentang seseorang yang akan menjual liquid vape di kawasan Redfox Greenland, Batam Kota.

Petugas melakukan penyamaran dan berhasil mengamankan Syafarul alias Ayung, yang saat itu membawa tiga botol liquid di tangannya. Dari hasil interogasi, Ayung mengaku barang tersebut milik Putri, yang kemudian ditangkap di Apartemen Citra Plaza.

Dalam penggeledahan di kamar yang ditempati Putri dan kekasihnya, Zaidell, polisi menemukan 3.200 botol liquid yang disimpan dalam koper hitam bersama sejumlah uang tunai.

Polisi kemudian menangkap Fahmi dan Zaidell di lokasi yang sama. Total barang bukti yang disita mencapai 6,6 liter cairan vape berbagai merek yang dikemas dalam ribuan cartridge pod.

Berdasarkan hasil uji Laboratorium Forensik Polda Riau Nomor 2196/NNF/2025, cairan vape tersebut positif mengandung zat Etomidate — bahan kimia yang lazim digunakan dalam dunia medis sebagai obat bius intravena kerja singkat.

Zat ini berbahaya bila digunakan tanpa pengawasan medis, karena dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, gangguan saraf, hingga risiko fatal bila dikonsumsi sembarangan.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa dijerat dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait produksi dan peredaran sediaan farmasi tanpa izin.

Subsider, mereka juga dijerat Pasal 150 UU Kesehatan mengenai peredaran rokok elektrik tanpa peringatan kesehatan. Sidang akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi tambahan sebelum masuk pada agenda tuntutan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Enam Terdakwa Kasus Vape Ilegal di Batam Disidang, Cairannya Mengandung Obat Bius pertama kali tampil pada Metropolis.

Minta Nelayan Akhiri Konflik Wilayah Tangkap, Wabup Anambas: Mari Bersatu Jaga Laut

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu (berdiri di podium) saat memberikan arahan mengenai konflik internal nelayan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Konflik antar nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mencuat akibat perbedaan batas wilayah tangkapan dan penggunaan alat penangkapan ikan.

Perselisihan ini kerap terjadi antar nelayan dari desa berbeda, bahkan dipicu oleh aturan tidak tertulis yang melarang nelayan luar desa menangkap ikan di wilayah tertentu.

Kondisi tersebut menimbulkan gesekan di lapangan dan mengancam keharmonisan antarkelompok nelayan lokal.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mengajak seluruh nelayan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan tidak memperuncing perbedaan.

“Jangan sampai ada jarak di antara kita. Semua nelayan di Anambas ini adalah satu keluarga besar. Kalau ada perbedaan, mari kita bicarakan dengan baik,” ujar Raja Bayu saat audiensi bersama nelayan di Aula Kantor Bupati, Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Rabu (12/11).

Raja Bayu menegaskan bahwa laut Anambas adalah sumber penghidupan bersama, bukan milik satu kelompok nelayan saja. Ia berharap para nelayan dapat saling menghargai dan berbagi wilayah tangkapan secara bijak.

“Laut ini luas, ikannya banyak. Kalau kita kompak dan saling berbagi, hasilnya akan lebih baik untuk semua,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antarnelayan menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan mencegah konflik yang dapat merugikan semua pihak. Anambas, kata dia, dikenal memiliki potensi perikanan besar di Kepulauan Riau bahkan hingga ke perairan Sumatera.

“Kalau kita bisa menjaga persaudaraan, hasil tangkapan akan meningkat dan kesejahteraan juga ikut naik. Mari jadikan laut Anambas sebagai berkah, bukan sumber perselisihan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri di Anambas, Amriansyah Amir, juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan menghindari penggunaan alat tangkap terlarang seperti pukat hela (trawl), pukat tarik, bom ikan, racun potasium, dan kompresor selam.

“Kalau terumbu karang rusak, ikan kecil ikut mati. Akhirnya, hasil tangkapan juga berkurang. Jadi mari kita jaga laut ini bersama supaya tetap lestari dan bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat pesisir.

“Kita ingin laut Anambas tetap indah dan kaya. Kalau lautnya sehat, maka hidup nelayan juga akan sejahtera,” tambahnya.

Audiensi antara pemerintah daerah dan para nelayan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, para nelayan juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus memberikan dukungan berupa pelatihan, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, serta penguatan kelompok nelayan.

“Kami berharap pemerintah tetap hadir mendampingi kami agar bisa melaut dengan aman dan damai,” ujar salah satu perwakilan nelayan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Minta Nelayan Akhiri Konflik Wilayah Tangkap, Wabup Anambas: Mari Bersatu Jaga Laut pertama kali tampil pada Kepri.

Tanpa Bangku dan Atap, Warga Nongsa Rela Duduk di Rumput Tunggu Bus Trans Batam

0
Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian menunggu bus Trans Batam jurusan Punggur , Rabu (12/11). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sudah lebih dari satu jam Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian, Rabu (12/11). Matanya terus menatap ujung jalan, berharap bus Trans Batam jurusan Punggur segera datang. Namun hingga sore menjelang, kendaraan ber-AC itu tak juga tampak.

Perempuan berusia 56 tahun itu terlihat sabar menunggu di pinggir jalan sejak pukul 14.30. Ia duduk di rumput karena tak ada bangku atau tempat duduk di sekitar lokasi pemberhentian bus. Tak ada kursi, tak ada atap, hanya papan kecil bertuliskan Bus Stop di tepi jalan Batubesar Nongsa.

“Awalnya saya berdiri, tapi pegal juga. Akhirnya duduk saja di rumput,” kata Yuli, saat ditemui di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga Nongsa ini mengaku hendak menuju Punggur untuk menengok anaknya. Ia biasa naik Trans Batam karena ongkosnya murah dan busnya berpendingin udara. “Cuma lima ribu, udah enak, adem,” ujarnya tersenyum.

Namun di balik kenyamanan itu, Yuli mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan minimnya fasilitas di sejumlah titik pemberhentian bus.

“Tadi sudah ada bus lewat, tapi jurusannya beda. Yang ke Punggur belum lewat-lewat juga,” keluhnya.

Menurut Yuli, dalam seminggu ia bisa dua sampai tiga kali menggunakan Trans Batam. Selama ini, ia menilai layanan transportasi itu cukup membantu warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Hanya saja, ia berharap waktu tunggunya bisa diperpendek.

Kondisi halte yang minim juga menjadi sorotan. Di beberapa titik, hanya ada tiang penanda tanpa atap atau kursi. “Kalau bisa ditambah bangku, biar yang tua-tua kayak saya bisa duduk,” ucapnya lirih.

Beruntung siang itu cuaca mendung, membuat Yuli bisa berteduh di bawah bayangan pohon. “Kalau panas atau hujan, paling numpang di tempat orang,”katanya sambil tersenyum kecil.

Setelah menunggu hampir satu jam tiga puluh menit, Yuli akhirnya memutuskan naik bus jurusan Batam Center. Dari sana, ia berencana menyambung lagi ke arah Nongsa. “Yang penting jalan dulu, nanti lanjut,” ujarnya.

Sejumlah warga di lokasi yang sama juga mengaku sering mengalami hal serupa. Bus datang tidak menentu, kadang cepat, kadang bisa lebih dari satu jam. “Harusnya jadwalnya diperjelas, jadi penumpang bisa siap-siap,” kata seorang warga yang melihat Yuli sudah cukup lama duduk di rumput sambil menunggu bus.

Yuli berharap, Dinas Perhubungan Kota Batam dan pengelola Trans Batam dapat menambah armada serta memperbaiki fasilitas halte. “Trans Batam sudah bagus, tinggal pelayanan dan fasilitasnya ditingkatkan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan warga. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tanpa Bangku dan Atap, Warga Nongsa Rela Duduk di Rumput Tunggu Bus Trans Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tegas! BKPSDM Anambas Nonaktifkan Camat Siantan Tengah Terjerat Narkoba

0
Kantor BKPSDM Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah cepat dan tegas setelah Camat Siantan Tengah, Afrizal, tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.

Afrizal diketahui diamankan oleh Polres Anambas karena kedapatan menggunakan sabu seberat 0,23 gram. Kasus ini langsung memicu tindakan administratif dari BKPSDM berupa pemberhentian sementara dari jabatannya sebagai camat.

Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) dan agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.

“Langkah ini harus diambil agar pelayanan masyarakat tetap berjalan dan tidak terganggu oleh kasus pribadi pejabat yang bersangkutan,” ujar Nurgayah, Rabu (12/11).

Untuk mengisi kekosongan jabatan, BKPSDM menunjuk Sekretaris Camat Siantan Tengah, Firdaus, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

“Firdaus akan menjalankan tugas camat sementara waktu hingga ada keputusan hukum yang tetap terhadap Afrizal,” tambahnya.

Menurut Nurgayah, pemberhentian sementara ini sesuai dengan aturan kepegawaian. Selama masa tersebut, Afrizal hanya menerima 50 persen dari gaji pokok, tanpa tunjangan apa pun.

“Yang bersangkutan hanya menerima 50 persen dari gaji pokok, dan untuk tunjangan, sama sekali tidak diberikan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi pelanggaran hukum oleh ASN, apalagi yang berkaitan dengan narkoba.

“ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Kalau sudah melanggar hukum, apalagi narkoba, tentu ada sanksinya,” kata Nurgayah.

BKPSDM memastikan, jika nantinya Afrizal terbukti bersalah secara hukum (inkrah), maka ia akan diberhentikan secara permanen dari status ASN, meskipun masa pensiunnya hanya tersisa tiga bulan lagi.

“Sesuai aturan, jika sudah inkrah dan terbukti bersalah, pemberhentian tetap akan dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, pelayanan publik di Kecamatan Siantan Tengah dipastikan tetap berjalan normal di bawah kendali Plt Camat Firdaus.

“Tidak boleh ada kekosongan jabatan karena itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” kata Nurgayah menegaskan.

Ia berharap seluruh ASN di Anambas dapat mengambil pelajaran dari kasus ini agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau perbuatan tercela lainnya.

“ASN harus menjadi pelayan publik yang bersih dari narkoba dan menjaga nama baik institusi pemerintahan. Pemerintah daerah tidak akan ragu menindak siapa pun yang melanggar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tegas! BKPSDM Anambas Nonaktifkan Camat Siantan Tengah Terjerat Narkoba pertama kali tampil pada Kepri.

Pertamax Langka di Batam, Warga Keliling Cari SPBU yang Masih Punya Stok

0
Kelangkaan BBM jenis Pertamax membuat pemilik kendaraan yang tak punya barcode BBM subsidi menjadi kelimpungan. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos.

batampos – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan masyarakat di Kota Batam. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Nagoya, Batuampar, dan Baloi terpantau kehabisan stok hingga Rabu (11/10). Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pengendara yang terpaksa berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki pasokan.

Di kawasan Lubukbaja, antrean kendaraan tampak hanya mengarah ke jalur Pertalite. Sementara dispenser Pertamax ditutup dengan tanda keterangan “habis”. Petugas SPBU menyebutkan bahwa pasokan Pertamax sudah tidak diterima sejak beberapa hari terakhir dan belum ada kepastian kapan distribusi akan kembali normal. “Sudah tiga hari tidak ada kiriman Pertamax, kami juga menunggu informasi dari pihak distribusi,” ujar seorang petugas SPBU di kawasan Lubukbaja.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akui Gangguan Pasokan Pertamax di Batam

Situasi serupa juga terlihat di SPBU Batuampar. Sejumlah pengendara yang datang dengan harapan dapat mengisi Pertamax akhirnya pulang dengan kecewa. “Saya sudah keliling ke empat SPBU dari tadi pagi, semua habis. Kalau pakai Pertalite, mobil saya sering knocking,” keluh Andika, salah satu pengendara mobil pribadi. Menurutnya, kelangkaan ini sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu dan sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari.

SPBU di kawasan Baloi pun mengalami kondisi serupa. Petugas menyampaikan bahwa suplai Pertamax belum tiba sejak akhir pekan lalu dan masih menunggu konfirmasi dari pihak distribusi. “Kami sudah menanyakan ke pihak pengiriman, tapi belum ada jadwal pasti,” kata seorang operator SPBU Baloi. Beberapa pengendara mengeluhkan tidak semua kendaraan cocok menggunakan Pertalite karena berpotensi menurunkan performa mesin. “Motor saya jadi terasa berat kalau pakai Pertalite, padahal setiap hari dipakai antar anak sekolah,” ujar Lina, warga Baloi.

Pihak Pertamina melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa stok Pertamax di wilayah Kepulauan Riau sedang dalam proses penyesuaian distribusi. Pertamina memastikan kelangkaan hanya bersifat sementara dan menyebutkan bahwa stok Pertalite masih aman di seluruh SPBU. Meski demikian, masyarakat berharap agar informasi mengenai proses distribusi dan suplai disampaikan lebih terbuka agar tidak menimbulkan kepanikan.

Warga juga meminta agar pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan memantau langsung jalur distribusi BBM di Batam. “Kalau dibiarkan lama, bisa berdampak ke transportasi dan logistik. Pemerintah harus ikut memastikan pasokan ini lancar,” ucap Suryanto, pengendara lainnya di kawasan Batuampar. Koordinasi yang cepat diharapkan mampu mempercepat normalisasi distribusi di seluruh wilayah kota.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah SPBU di Nagoya, Batuampar, dan Baloi masih belum mendapatkan pasokan Pertamax. Masyarakat diimbau menyesuaikan penggunaan BBM sementara waktu sembari menunggu suplai kembali normal. Kondisi ini diharapkan segera teratasi agar aktivitas warga Batam tidak semakin terganggu oleh kelangkaan bahan bakar tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pertamax Langka di Batam, Warga Keliling Cari SPBU yang Masih Punya Stok pertama kali tampil pada Metropolis.

Satlantas dan Dishub Batam Kolaborasi Sosialisasi Jalur Kiri untuk Pengendara Motor

0
Satlantas Barelang gencarkan kanalisasi, wujudkan Batam tertib dan aman berlalu lintas. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) terus digencarkan Polresta Barelang melalui kegiatan Kanalisasi Pagi di sejumlah ruas utama Kota Batam. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Simpang KDA hingga Fly Over Laluan Madani, pada Rabu (12/11) pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang ini melibatkan 20 personel yang disebar di beberapa titik strategis seperti depan Dang Anom, depan Perumahan Plamo, Simpang KDA, dan Lengan Jalan Pos 909. Petugas tampak aktif mengatur arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada pengendara untuk menempati jalur sesuai peruntukannya.

Baca Juga: Dishub dan Satlantas Barelang Gencarkan Penataan Lajur Motor di Batam, Sosialisasi Dimulai dari Baloi–Punggur

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menumbuhkan budaya tertib di jalan. “Lajur kiri adalah jalur aman untuk pengendara roda dua. Dengan tertib di lajur kiri, potensi senggolan dan tabrakan dapat diminimalisir. Ini bukan sekadar pengaturan arus, tapi pembiasaan menuju budaya keselamatan bersama,” ujarnya.

Dari hasil pantauan, arus kendaraan di sepanjang Jalan Sudirman terpantau lancar, terutama pada jam padat pagi hari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi penggunaan lajur kiri bagi sepeda motor, seiring dengan program marka jalan sepanjang 22 ribu meter dari Baloi hingga Punggur yang digarap oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

Kepala Dishub Batam Leo Putra menjelaskan, pemasangan marka jalan ini merupakan bagian dari tahapan sosialisasi agar masyarakat terbiasa dengan dua jalur terpisah antara roda dua dan roda empat. “Untuk Batam saat ini masih tahap sosialisasi. Kami pasang marka dan turunkan petugas agar pengendara membiasakan diri. Nanti setelah masyarakat terbiasa, baru dilakukan penertiban penuh,” terangnya.

Namun, di lapangan, kesadaran sebagian pengendara masih rendah. Pantauan hingga Selasa (11/10) menunjukkan masih banyak pengendara yang belum disiplin mematuhi pembagian jalur. Beberapa marka pembatas bahkan tampak rusak akibat tertabrak kendaraan. “Belum terbiasa saja, kadang saya masih masuk jalur motor tanpa sadar,” ujar Sumardi, pengendara roda empat yang melintas di kawasan Batam Center.

Hal senada disampaikan Udin, salah satu pengendara sepeda motor yang mengaku masih sering berada di jalur mobil saat kondisi jalan lengang. “Masih belum terbiasa, tapi saya setuju kalau nanti dibiasakan, biar aman,” katanya saat ditemui di Jalan Sudirman.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K. mengapresiasi kinerja Satlantas dan Dishub Batam yang terus konsisten melaksanakan sosialisasi kanalisasi. “Ini bagian dari pelayanan publik yang responsif dan humanis. Kami ingin keselamatan menjadi budaya, bukan sekadar aturan,” tegasnya.

Kapolresta menambahkan, kegiatan kanalisasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan dan rutin di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Polresta Barelang berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas serta mendukung program Polri Presisi yang berfokus pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Secara umum, situasi lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan terpantau lancar dan kondusif. Satlantas Polresta Barelang mengimbau seluruh pengguna jalan agar disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan. “Langkah kecil seperti mematuhi lajur kiri bisa menyelamatkan nyawa. Di rumah ada keluarga yang menunggu kita pulang selamat,” tutup Kompol Afiditya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Satlantas dan Dishub Batam Kolaborasi Sosialisasi Jalur Kiri untuk Pengendara Motor pertama kali tampil pada Metropolis.

Rawan Kecelakaan, Dinas Bina Marga Tindaklanjuti Keluhan Warga di Simpang Calista

0
Tidak ada pembatas jalan di kawasan Simpang Calista, tepatnya di sepanjang Jalan Raja Isa menuju Simpang KDA, Batam. Kondisi jalan dua lajur tanpa pembatas ini dinilai membahayakan, terutama pada malam hari karena minim penerangan. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Sejumlah pengendara mengeluhkan tidak adanya pembatas jalan di kawasan Simpang Calista, tepatnya di sepanjang Jalan Raja Isa menuju Simpang KDA, Batam. Kondisi jalan dua lajur tanpa pembatas ini dinilai membahayakan, terutama pada malam hari karena minim penerangan.

Indra Bayu, salah seorang pengendara, mengaku khawatir setiap kali melintas di jalur tersebut. “Jalannya dua lajur, tapi di tepinya langsung parit dalam. Kalau ada pengendara hilang kendali bisa langsung terjun ke parit. Apalagi kalau malam, lampu jalannya minim,” ujarnya kepada, Selasa (12/11).

Hal senada disampaikan Rozy Faisal, pengendara lainnya. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani.
“Bahaya banget, apalagi kalau hujan atau malam hari. Harusnya ada pagar pengaman di pinggir jalan,” katanya.

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA), Dohar, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan akan segera melakukan penanganan.

“Di simpang Calista itu rencananya akan kita pasang guardrail atau pagar pengaman jalan,” ujar Dohar.

Ia menjelaskan, pihaknya kini tengah menunggu kedatangan peralatan trailer untuk proses pemasangan pagar pengaman tersebut.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kita kerjakan,” katanya.

Dohar juga mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati saat melintas di kawasan itu sambil menunggu pekerjaan rampung.
“Yang penting hati-hati dulu, terutama malam hari. Kami pastikan segera ditangani,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Rawan Kecelakaan, Dinas Bina Marga Tindaklanjuti Keluhan Warga di Simpang Calista pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Pekan Dibiarkan, Sampah Menumpuk di Jalan Protokol Batam

0
Tumpukan sampah rumah tangga dan barang bekas menumpuk di tepi jalan raya tepatnya di ruas protokol arah Batuampar menuju Simpang Indomobil. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Pemandangan tak sedap menyambut para pengguna jalan di ruas protokol arah Batuampar menuju Simpang Indomobil, Batam. Tepat sebelum lampu merah persimpangan Indomobil, tumpukan sampah rumah tangga dan barang bekas menumpuk di tepi jalan raya. Bau menyengat pun kerap tercium hingga ke badan jalan.

Sudah hampir dua pekan, tumpukan itu tak kunjung diangkut. Kondisi ini bukan hanya merusak keindahan kota, tapi juga mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan yang melintas di jalur utama tersebut.

“Sudah hampir dua minggu sampahnya di situ saja. Setiap lewat, bau sekali. Padahal ini jalan besar, jalur utama,” keluh Isti Nugraha, pengendara motor yang saban hari melintas di lokasi itu, Selasa (12/11).

Baca Juga: Haloo Pemko Batam, Sampah sudah Menumpuk, Pembakaran pun Terjadi di Bida Ayu

Pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat berbagai jenis sampah berserakan di bahu jalan, mulai dari limbah rumah tangga, ban bekas, hingga perabot rusak. Sebagian tampak tercecer hingga ke selokan.

Menurut warga sekitar, tumpukan itu sering bertambah setiap malam. Diduga, ada oknum warga yang sengaja membuang sampah di lokasi tersebut karena jauh dari tempat penampungan sementara (TPS).

“Ini kan jalan utama, banyak wisatawan lewat menuju kawasan industri dan pelabuhan. Kalau dilihat orang luar, malu juga kita. Masa kota besar seperti Batam masih begini,” tambah Isti sambil menunjuk tumpukan sampah yang mulai menggunung.

Warga berharap, pihak terkait segera turun tangan untuk membersihkan area tersebut dan menertibkan pembuangan sampah liar di sepanjang jalur Batuampar–Indomobil. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dua Pekan Dibiarkan, Sampah Menumpuk di Jalan Protokol Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Atap Taman Batu 10 Tanjungpinang Rusak, Pengunjung Khawatir Keselamatan

0
Kondisi plafon bangunan berbentuk atap di Taman Batu 10 Tanjungpinang yang sudah mulai mengalami kerusakan, Rabu (12/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kondisi atap bangunan di Taman Batu 10, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai rusak dan dikhawatirkan membahayakan pengunjung. Padahal, taman ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga karena lokasinya berada di tengah kota.

Pantauan Batam Pos, Rabu (12/11), menunjukkan bagian plafon atap dengan corak hijau-oranye tampak retak dan mengelupas di beberapa titik. Sejumlah bagian bahkan sudah bolong dan menggantung, membuat pengunjung waswas saat berada di bawahnya.

Selain plafon, tiang penyangga dan elemen taman lainnya terlihat mulai kusam akibat faktor usia dan cuaca.

“Memang sering saya ke sini, sekadar istirahat dan makan bekal. Sayang sekali kalau dibiarkan rusak begitu, kan banyak juga yang datang,” ujar Wandi, salah seorang pengunjung Taman Batu 10.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perawatan dan perbaikan terhadap fasilitas umum tersebut agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kalau dibiarkan, takutnya tambah rusak dan bisa membahayakan pengunjung. Banyak juga yang datang ke sini buat main WiFi gratis,” tambahnya.

Taman Batu 10 berlokasi tidak jauh dari Pasar Bintan Center dan diketahui selesai dibangun serta diresmikan pada tahun 2026 lalu. Proyek taman ini menelan anggaran APBN sebesar Rp4,7 miliar.

Kini, kondisi sebagian fasilitasnya mulai menurun, dan warga berharap Pemkot Tanjungpinang segera turun tangan untuk melakukan perbaikan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Atap Taman Batu 10 Tanjungpinang Rusak, Pengunjung Khawatir Keselamatan pertama kali tampil pada Kepri.