
batampos – Warga Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, digemparkan dengan kabar duka meninggalnya seorang pemuda bernama Raul Supriadi (19) pada Rabu (12/11) siang.
Raul ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh sang ayah, Didi, sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat itu, Didi bermaksud mengajak anaknya makan bersama. Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Raul sudah tak bernyawa.
“Saya terakhir lihat anak sekitar pukul 12 siang. Dia bilang mau masuk kamar, karena katanya lagi nggak enak badan,” tutur Didi dengan suara lirih.
Didi menuturkan, selama ini dirinya tidak tinggal serumah dengan Raul. Sang anak memilih tinggal sendiri di rumah keluarga mereka, sementara Didi tinggal bersama ibunya atau nenek Raul di rumah berbeda. Meski begitu, hubungan ayah dan anak itu tetap dekat.
“Sebelum masuk kamar, dia sempat bilang cuma ingin istirahat. Tidak ada tanda-tanda aneh atau mencurigakan,” ujarnya.
Karena sudah menjadi kebiasaan mereka makan bersama, Didi pun datang ke rumah Raul pada sore hari. Namun, rumah tampak sepi. Saat dipanggil, tak ada jawaban. Ia akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar.
Betapa terkejutnya Didi ketika melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang berdatangan segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Jemaja bersama tim medis datang ke lokasi dan mengevakuasi jasad Raul ke RSUD Jemaja untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Dugaan sementara, Raul meninggal dunia akibat gantung diri. Namun, pihak kepolisian tetap menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian.
Didi mengaku sangat terpukul atas kepergian anaknya yang masih muda itu. Ia menyebut Raul dikenal sebagai pemuda yang baik, sopan, dan jarang terlibat masalah dengan siapa pun.
“Selama ini dia anaknya tenang, nggak pernah bikin masalah. Kalau ada acara di kampung, dia suka bantu. Makanya kami sekeluarga benar-benar kaget,” ucapnya.
Beberapa warga Desa Bukit Padi yang mengenal Raul juga menyampaikan duka mendalam. Mereka menuturkan, Raul dikenal sebagai anak yang santun dan mudah bergaul.
“Kami tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Dia anak yang baik dan tidak pernah terlihat punya beban pikiran,” ujar Amrizal, salah satu warga.
Setelah pemeriksaan selesai di rumah sakit, jenazah Raul akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Bukit Padi. (*)
Reporter: Ihsan Imaduddin
Catatan redaksi:
Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu bercerita dan berkonsultasi kepada ahlinya.
Artikel Warga Jemaja Timur Geger, Raul Supriadi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya pertama kali tampil pada Kepri.









