Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 921

Konsumsi Alpukat Dapat Menurunkan Risiko Diabetes

0
Alpukat salah satu buah yang kaya akan protein alami. Bagus untuk kesehatan tubuh. (Ahmad Fahrizal untuk Jawa Pos)

batampos – Alpukat dikenal sebagai buah super yang kaya akan lemak sehat, serat, dan antioksidan. Namun kini, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa manfaatnya mungkin lebih besar dari yang selama ini kita kira.

Penelitian terkini mengungkap bahwa konsumsi alpukat secara rutin dapat menurunkan risiko diabetes, terutama pada wanita. Meski begitu, para ahli tetap menekankan pentingnya pola makan seimbang secara keseluruhan, bukan hanya fokus pada satu jenis makanan.

Dilansir melalui Medical News Today, terdapat sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics yang menyoroti hubungan antara konsumsi alpukat dan risiko diabetes pada orang dewasa di Meksiko. Negara ini mencatat diabetes sebagai penyebab kematian kedua tertinggi, dengan sekitar 15,2% populasi dewasa atau lebih dari 12 juta orang mengidap penyakit tersebut.

Para peneliti menganalisis data dari Survei Kesehatan dan Gizi Nasional Meksiko (ENSANUT) tahun 2012, 2016, dan 2018, mencakup lebih dari 25.000 partisipan berusia 20 tahun ke atas. Setelah menyaring peserta dengan data yang tidak lengkap atau kondisi tertentu seperti kehamilan, diperoleh sampel akhir yang cukup representatif.

Sekitar 59% responden adalah wanita, dan lebih dari 60% mengalami obesitas perut. Melalui kuesioner konsumsi makanan selama tujuh hari, peserta diklasifikasikan sebagai konsumen alpukat atau bukan. Diagnosis diabetes didasarkan pada laporan diri dan sebagian diverifikasi melalui pemeriksaan kadar gula darah.

Hasil Menarik: Wanita yang Mengonsumsi Alpukat Lebih Terlindungi

Dari seluruh peserta, sekitar 45% melaporkan rutin mengonsumsi alpukat, dengan rata-rata asupan harian 34,7 gram pada pria dan 29,8 gram pada wanita. Menariknya, konsumen alpukat cenderung memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi dan berasal dari kelas sosial ekonomi yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alpukat. Lebih dari tiga perempat konsumen alpukat juga tinggal di wilayah perkotaan.

Selain itu, mereka menunjukkan skor indeks pola makan sehat yang lebih tinggi, menandakan kebiasaan makan yang lebih baik secara keseluruhan. Namun, analisis lanjutan memperhitungkan faktor-faktor tersebut agar hasilnya lebih akurat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi alpukat memiliki risiko 22% lebih rendah terkena diabetes sebelum penyesuaian variabel, dan 29% lebih rendah setelah penyesuaian. Efek perlindungan ini tidak ditemukan pada pria. Bahkan ketika diagnosis diabetes dikonfirmasi melalui laboratorium, hasilnya tetap konsisten.

Mengapa Alpukat Dapat Mengurangi Risiko Diabetes?

Menurut dr. Avantika Waring, ahli endokrinologi dan diabetes, terdapat beberapa mekanisme potensial yang menjelaskan manfaat alpukat terhadap risiko diabetes, terutama pada wanita.Kandungan antioksidan dalam alpukat dapat mengurangi peradangan dan kerusakan sel yang berpotensi memicu penyakit metabolik seperti diabetes.

Selain itu, alpukat memiliki indeks glikemik rendah karena mengandung lemak sehat dan serat tinggi, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Kandungan serat dan lemak baik dalam alpukat juga membantu menciptakan rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat menekan konsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan yang menjadi pemicu utama kenaikan kadar gula darah.

Dr. Thomas M. Holland dari Rush University menambahkan bahwa alpukat kaya akan nutrisi yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu menstabilkan kadar gula darah, dan memperlambat perkembangan diabetes. Namun, ia juga menyoroti bahwa penyebab efek perlindungan ini hanya muncul pada wanita masih perlu diteliti lebih lanjut.

Faktor Gender dan Risiko Diabetes

Perbedaan pengaruh alpukat terhadap pria dan wanita menjadi salah satu temuan menarik dalam penelitian ini. Para ahli menduga hal ini berkaitan dengan faktor hormonal dan fisiologis yang unik pada wanita. Misalnya, selama kehamilan, tubuh wanita secara alami menjadi lebih resisten terhadap insulin. Begitu pula saat menopause, penurunan kadar estrogen dapat mengubah distribusi lemak tubuh dan meningkatkan risiko diabetes.

Selain faktor biologis, aspek sosial dan psikologis juga turut berperan. Tekanan emosional, peran ganda dalam keluarga, serta akses terhadap makanan sehat bisa menjadi faktor tambahan yang memengaruhi risiko diabetes pada wanita.

Dr. Waring menekankan pentingnya penelitian lanjutan yang fokus pada intervensi gizi berbasis gender. Menurutnya, setiap tahap kehidupan wanita memiliki tantangan metabolik yang berbeda, sehingga strategi pencegahan penyakit seperti diabetes sebaiknya disesuaikan secara personal.

Haruskah Kita Lebih Banyak Makan Alpukat?

Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa tidak bijak untuk bergantung pada satu jenis makanan saja dalam mencegah penyakit. Ahli gizi Eliza Whitaker menyebutkan bahwa penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama karena kelompok “konsumen alpukat” mencakup baik yang makan sesekali maupun yang sering. Hal ini membuat sulit menentukan seberapa banyak konsumsi yang benar-benar memberikan manfaat.

Menurutnya, pola makan secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh daripada satu jenis makanan. Alpukat memang menyehatkan, tetapi harus dikombinasikan dengan sumber gizi lain seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak untuk memberikan efek maksimal bagi metabolisme tubuh.

Dr. Holland menegaskan bahwa mengadopsi pola makan sehat seperti Mediterranean diet, DASH diet, atau MIND diet yang menggabungkan alpukat dan makanan utuh lain merupakan pendekatan terbaik untuk mencegah diabetes. Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk aktivitas fisik rutin, manajemen stres, dan tidur cukup. (*)

Artikel Konsumsi Alpukat Dapat Menurunkan Risiko Diabetes pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lapor Pak Wali, Jalan di Tanjung Riau Dipenuhi Sampah

0
Tumpukan sampah yang memenuhi jalan di Tanjungriau, Batam, Rabu (12/11). f. yofi

batampos– Ruas jalan dari Tanjung Riau menuju Marina, Sekupang dihiasi dengan pemandangan tumpukan sampah. Tumpukan ini meluber ke badan jalan hingga menimbulkan aroma tak sedap.

Pantauan Batam Pos, terdapat 3 tumpukan sampah dengan masing-masing tumpukan mencapai belasan meter. Situasi ini menyebabkan pengendara terganggu dan tidak nyaman.

“Sudah hampir seminggu ini menumpuk. Bak sampahnya sudah penuh, jadi banyak yang buang di tepi jalan,” ujar Rita warga Tanjung Riau.

Menurut dia, warga setempat memang memilih untuk membuang sampah di tepi jalan. Sebab, di kawasan pemukimanpun tengah menumpuk dan belum diangkut petugas.

BACA JUGA: Dua Pekan Dibiarkan, Sampah Menumpuk di Jalan Protokol Batam

“Sampah di perumahan belum diangkut juga. Daripada menumpuk di depan rumah, ya dibuang di jalan,” katanya.

Sementara Edi, warga lainnya mengaku pemandangan tumpukan sampah sudah menjadi hal yang biasa di sepanjang ruas jalan Tanjung Riau.

“Tapi pekan ini sudah parah, tumpukan sampahnya sudah hampir sepanjang jalan,” katanya.

Ia berharap Dinas terkait segera mengangkut tumpukan sampah tersebut. Sehingga, pengguna jalan lebih nyaman dan warga sekitar terhindar dari aroma busuk.

“Yang lebih kasihan itu anak-anak sekolah jalan kaki. Harus melewati tumpukan sampah setiap harinya,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

 

 

Artikel Lapor Pak Wali, Jalan di Tanjung Riau Dipenuhi Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Amsakar Naik ke DPW Kepri, Sejumlah Kandidat Muncul untuk Isi Jabatan Ketua DPD NasDem Batam

0
Arlon Veristo

batampos– Posisi Ketua DPD Partai NasDem Kota Batam kini menjadi rebutan sejumlah kader setelah Amsakar Achmad disebut-sebut bakal naik tingkat ke DPW NasDem Kepri menggantikan Muhammad Rudi.

Anggota DPRD Batam dari Fraksi NasDem, Arlon Veristo, membenarkan bahwa proses penjaringan calon ketua sudah berjalan. Sejumlah nama pun telah diusulkan ke DPP NasDem untuk dipertimbangkan.

“Mungkin nama-nama atau usulan namanya sudah masuk ke DPP. Dari DPP belum menyetujui itu. Kita tunggu saja SK resmi dari DPP. Nanti siapa pun itu, kita sebagai kader siap mendukung,” ujar Arlon yang juga menjabat Ketua DPC NasDem Batu Aji, Rabu (12/11).

BACA JUGA: Amsakar Dikabarkan Bakal Nahkodai DPW NasDem Kepri, Gantikan Muhammad Rudi

Dia menyebut, ada beberapa nama yang diusulkan oleh struktur partai di tingkat bawah. Di antaranya, dirinya sendiri, Rival Pribadi, Muhammad Kamaluddin, Muhammad Kamarudin, dan Endang Dewi Socowati.

“Tapi itu baru sebatas usulan dari kader dan struktur partai. Keputusan akhir tetap ada di tangan DPP,” ujarnya.

Belum ada konfirmasi resmi dari DPP NasDem maupun DPW NasDem Kepri terkait jadwal penerbitan Surat Keputusan (SK) ketua baru DPD NasDem Batam.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi sorotan karena posisi Ketua DPD NasDem Batam memiliki peran strategis menjelang pesta demokrasi periode mendatang, mengingat NasDem merupakan salah satu partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Amsakar Naik ke DPW Kepri, Sejumlah Kandidat Muncul untuk Isi Jabatan Ketua DPD NasDem Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Janjikan Pekerjaan, Tukang Cukur di Bintan Malah Perkosa Perempuan Asal Jambi

0
Pelaku pemerkosaan, MF saat diperiksa oleh penyidik di Polsek Bintan Utara, Rabu (12/11) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Seorang tukang cukur rambut di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, berinisial MF (26) ditangkap polisi setelah dilaporkan memperkosa seorang perempuan asal Jambi, sebut saja Melur (44), yang dikenalnya melalui media sosial TikTok.

MF mengaku sudah lama mengenal Melur, namun sempat kehilangan kontak selama dua tahun. Mereka kembali berkomunikasi pada awal November 2025 dan rutin berbalas pesan seminggu terakhir.

“Seminggu terakhir rutin chat-chatan,” kata MF saat ditemui di Polsek Bintan Utara, Rabu (12/11) sore.

Dalam percakapan itu, MF menjanjikan pekerjaan kepada Melur di sebuah swalayan atau perusahaan di Bintan. Tertarik dengan tawaran tersebut, Melur pun memutuskan datang ke Tanjunguban.

MF kemudian menjemput Melur di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dan membawanya ke rumahnya di Tanjunguban pada Selasa (11/11) siang. Namun, setibanya di rumah, MF justru memaksa Melur untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Ketika Melur menolak, MF mengancam dengan pisau dapur dan bahkan memukul paha Melur berulang kali.

“Saya ancam dia pakai pisau untuk menakut-nakuti saja,” ujar MF, mengakui tindakannya.

Setelah melakukan perbuatannya, MF meninggalkan rumah untuk bekerja dan mengunci pintu dari luar, sementara Melur berhasil melarikan diri melalui jendela.

Ia kemudian bertemu warga sekitar dan meminta bantuan untuk diantar ke kantor polisi.

“Perempuan itu memanjat jendela lalu bertemu warga dan langsung dibawa ke Polsek Bintan Utara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitari.

Usai menerima laporan, polisi segera melakukan pencarian berdasarkan ciri-ciri yang diberikan oleh Melur. Tak butuh waktu lama, MF berhasil diamankan di rumahnya pada Selasa malam (11/11).

“Saat diamankan, pelaku bersembunyi di kamar mandi,” kata Wisuda.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MF merupakan residivis yang telah empat kali keluar-masuk penjara atas berbagai kasus kriminal.

Kasus ini berawal dari pertemanan di TikTok. MF menjanjikan pekerjaan dengan gaji Rp7 juta, membuat Melur percaya dan datang dari Jambi ke Bintan. Namun, sesampainya di rumah pelaku, ia justru mendapat ancaman dan kekerasan fisik.

MF kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 285 KUHP tentang tindak kekerasan terhadap perempuan, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Janjikan Pekerjaan, Tukang Cukur di Bintan Malah Perkosa Perempuan Asal Jambi pertama kali tampil pada Kepri.

Jembatan Hongqi di Sichuan Runtuh Diterjang Longsor, Jalur ke Tibet Terputus

0
Jembatan Honqi yang runtuh diterjang longsor. F. x.com/nypost.

batampos – Sebagian struktur Jembatan Hongqi di Provinsi Sichuan, wilayah barat Tiongkok, runtuh pada Selasa (11/11). Padahal, jembatan tersebut baru dibuka untuk umum beberapa bulan lalu setelah selesai dibangun pada awal 2025.

Jembatan sepanjang 758 meter itu merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah tengah Tiongkok dengan Tibet. Runtuhnya jembatan ini menjadi perhatian publik dan memicu kekhawatiran soal keamanan infrastruktur di negara tersebut.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan awan debu besar membubung dari tepi sungai di bawah jembatan sesaat setelah struktur jembatan ambruk. Cuplikan itu memperlihatkan bagian jalan terputus dan jatuh bersama longsoran batu besar.

Pada 10 November 2025, otoritas setempat mendeteksi adanya retakan di sisi lereng kanan jembatan serta kerusakan pada jalan pendekat menuju struktur utama. Demi keamanan, jembatan sempat ditutup sementara untuk lalu lintas.

Namun sehari kemudian, 11 November 2025, kondisi lereng memburuk dan terjadi longsor besar yang menghantam pilar serta jalan pendekat. Akibatnya, sebagian struktur jembatan runtuh ke sungai di bawahnya.

Insiden tersebut dengan cepat viral di media sosial Tiongkok dan menjadi sorotan media internasional, termasuk Channel News Asia, Asia Economy, dan China Daily.

Analisis awal menunjukkan penyebab utama runtuhnya jembatan adalah ketidakstabilan geologi di kawasan tersebut, bukan semata-mata kegagalan struktur bangunan. Daerah sekitar diketahui rawan longsor dan pergeseran tanah.

Runtuhnya Jembatan Hongqi mengakibatkan terputusnya jalur transportasi utama antara dataran Sichuan dan Tibet. Pemerintah setempat kini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab pasti dan mengevaluasi dampaknya terhadap infrastruktur sekitar.

“Belum ada perkiraan waktu kapan jalan raya akan dibuka kembali,” ujar otoritas lokal, dikutip dari China Daily, Rabu (12/11).

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap pengawasan keselamatan konstruksi di Tiongkok, terutama di wilayah dengan kondisi geologi tidak stabil.

Pemerhati infrastruktur menilai, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah Tiongkok untuk memperketat pengawasan pra-konstruksi dan pemantauan pasca-pembangunan, khususnya di daerah rawan longsor, gempa, dan perubahan struktur lereng.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Jembatan Hongqi di Sichuan Runtuh Diterjang Longsor, Jalur ke Tibet Terputus pertama kali tampil pada News.

Warga Jemaja Timur Geger, Raul Supriadi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

0
Jasad Raul dievakuasi setelah ditemukan tewas akibat gantung diri di rumahnya. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Warga Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, digemparkan dengan kabar duka meninggalnya seorang pemuda bernama Raul Supriadi (19) pada Rabu (12/11) siang.

Raul ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh sang ayah, Didi, sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, Didi bermaksud mengajak anaknya makan bersama. Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Raul sudah tak bernyawa.

“Saya terakhir lihat anak sekitar pukul 12 siang. Dia bilang mau masuk kamar, karena katanya lagi nggak enak badan,” tutur Didi dengan suara lirih.

Didi menuturkan, selama ini dirinya tidak tinggal serumah dengan Raul. Sang anak memilih tinggal sendiri di rumah keluarga mereka, sementara Didi tinggal bersama ibunya atau nenek Raul di rumah berbeda. Meski begitu, hubungan ayah dan anak itu tetap dekat.

“Sebelum masuk kamar, dia sempat bilang cuma ingin istirahat. Tidak ada tanda-tanda aneh atau mencurigakan,” ujarnya.

Karena sudah menjadi kebiasaan mereka makan bersama, Didi pun datang ke rumah Raul pada sore hari. Namun, rumah tampak sepi. Saat dipanggil, tak ada jawaban. Ia akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar.

Betapa terkejutnya Didi ketika melihat anaknya sudah dalam keadaan tergantung. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang berdatangan segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Jemaja bersama tim medis datang ke lokasi dan mengevakuasi jasad Raul ke RSUD Jemaja untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Dugaan sementara, Raul meninggal dunia akibat gantung diri. Namun, pihak kepolisian tetap menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian.

Didi mengaku sangat terpukul atas kepergian anaknya yang masih muda itu. Ia menyebut Raul dikenal sebagai pemuda yang baik, sopan, dan jarang terlibat masalah dengan siapa pun.

“Selama ini dia anaknya tenang, nggak pernah bikin masalah. Kalau ada acara di kampung, dia suka bantu. Makanya kami sekeluarga benar-benar kaget,” ucapnya.

Beberapa warga Desa Bukit Padi yang mengenal Raul juga menyampaikan duka mendalam. Mereka menuturkan, Raul dikenal sebagai anak yang santun dan mudah bergaul.

“Kami tidak menyangka dia akan pergi secepat ini. Dia anak yang baik dan tidak pernah terlihat punya beban pikiran,” ujar Amrizal, salah satu warga.

Setelah pemeriksaan selesai di rumah sakit, jenazah Raul akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Bukit Padi. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Catatan redaksi: 

Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu bercerita dan berkonsultasi kepada ahlinya.

Artikel Warga Jemaja Timur Geger, Raul Supriadi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya pertama kali tampil pada Kepri.

Enam Terdakwa Kasus Vape Ilegal di Batam Disidang, Cairannya Mengandung Obat Bius

0
Alhyzia Dwi Putri alias Putri, Muhammad Syafarul Iman alias Ayung, Muhammad Fahmi bin Razali, Erik Mario Sihotang alias Mario, Johan Sigalingging alias Jo, dan Zaidell alias Zack saat sidang di PN Batam. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang perkara peredaran cairan rokok elektrik ilegal yang mengandung zat berbahaya, Rabu (12/11). Sidang dipimpin majelis hakim yang terdiri dari Tiwik, Douglas, dan Andi Bayu, dengan menghadirkan enam terdakwa yakni Alhyzia Dwi Putri alias Putri, Muhammad Syafarul Iman alias Ayung, Muhammad Fahmi bin Razali, Erik Mario Sihotang alias Mario, Johan Sigalingging alias Jo, dan Zaidell alias Zack.

Dalam persidangan, ahli dari Dinas Kesehatan Kota Batam bidang farmasi, Beti, dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait kandungan zat kimia dalam ribuan cairan vape yang disita dari para terdakwa.

Hakim anggota Douglas menanyakan klasifikasi bahan kimia bernama Etomidate yang ditemukan dalam cairan vape tersebut. “Setiap obat itu punya kegunaan sendiri dan diatur berdasarkan golongan bahan kimianya,” jelas Beti di hadapan majelis hakim.

Ia menegaskan bahwa Etomidate termasuk dalam golongan anestesi atau obat bius kerja singkat yang tergolong sebagai obat keras. “Etomidate diatur dalam ketentuan Menteri Kesehatan, dan penggunaannya harus dengan resep dokter,” kata Beti.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaannya mengungkap, jaringan peredaran cairan vape berbahaya ini telah berjalan secara terorganisasi sejak Mei 2025.

Awalnya, terdakwa Johan Sigalingging bertemu seorang pria bernama Rasyid (DPO) di kawasan Harbourbay, Batam. Dari pertemuan itu, Johan ditawari pekerjaan untuk membantu memasukkan cairan rokok elektrik dari Malaysia ke Batam.

Selanjutnya, jaringan ini berkembang dengan melibatkan terdakwa lain seperti Zaidell alias Zack, yang bertugas mengatur pemasokan barang, serta Erik Mario yang memastikan koper berisi ribuan liquid vape bisa keluar dari Pelabuhan Batam Center tanpa pemeriksaan petugas.

Pada 26 Juni 2025, kapal Sindo 7 yang berangkat dari Stulang Laut, Johor, membawa koper berisi sekitar 500 botol liquid.

Namun setelah diperiksa, isinya ternyata mencapai ribuan unit, yang kemudian diserahkan kepada Zaidell di Apartemen Citra Plaza, Lubuk Baja.
Erik Mario disebut menerima Rp13 juta sebagai imbalan atas jasanya meloloskan koper tersebut.

Kasus ini terbongkar setelah petugas kepolisian mendapat informasi tentang seseorang yang akan menjual liquid vape di kawasan Redfox Greenland, Batam Kota.

Petugas melakukan penyamaran dan berhasil mengamankan Syafarul alias Ayung, yang saat itu membawa tiga botol liquid di tangannya. Dari hasil interogasi, Ayung mengaku barang tersebut milik Putri, yang kemudian ditangkap di Apartemen Citra Plaza.

Dalam penggeledahan di kamar yang ditempati Putri dan kekasihnya, Zaidell, polisi menemukan 3.200 botol liquid yang disimpan dalam koper hitam bersama sejumlah uang tunai.

Polisi kemudian menangkap Fahmi dan Zaidell di lokasi yang sama. Total barang bukti yang disita mencapai 6,6 liter cairan vape berbagai merek yang dikemas dalam ribuan cartridge pod.

Berdasarkan hasil uji Laboratorium Forensik Polda Riau Nomor 2196/NNF/2025, cairan vape tersebut positif mengandung zat Etomidate — bahan kimia yang lazim digunakan dalam dunia medis sebagai obat bius intravena kerja singkat.

Zat ini berbahaya bila digunakan tanpa pengawasan medis, karena dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, gangguan saraf, hingga risiko fatal bila dikonsumsi sembarangan.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa dijerat dengan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait produksi dan peredaran sediaan farmasi tanpa izin.

Subsider, mereka juga dijerat Pasal 150 UU Kesehatan mengenai peredaran rokok elektrik tanpa peringatan kesehatan. Sidang akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi tambahan sebelum masuk pada agenda tuntutan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Enam Terdakwa Kasus Vape Ilegal di Batam Disidang, Cairannya Mengandung Obat Bius pertama kali tampil pada Metropolis.

Minta Nelayan Akhiri Konflik Wilayah Tangkap, Wabup Anambas: Mari Bersatu Jaga Laut

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu (berdiri di podium) saat memberikan arahan mengenai konflik internal nelayan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Konflik antar nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mencuat akibat perbedaan batas wilayah tangkapan dan penggunaan alat penangkapan ikan.

Perselisihan ini kerap terjadi antar nelayan dari desa berbeda, bahkan dipicu oleh aturan tidak tertulis yang melarang nelayan luar desa menangkap ikan di wilayah tertentu.

Kondisi tersebut menimbulkan gesekan di lapangan dan mengancam keharmonisan antarkelompok nelayan lokal.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mengajak seluruh nelayan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan tidak memperuncing perbedaan.

“Jangan sampai ada jarak di antara kita. Semua nelayan di Anambas ini adalah satu keluarga besar. Kalau ada perbedaan, mari kita bicarakan dengan baik,” ujar Raja Bayu saat audiensi bersama nelayan di Aula Kantor Bupati, Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Rabu (12/11).

Raja Bayu menegaskan bahwa laut Anambas adalah sumber penghidupan bersama, bukan milik satu kelompok nelayan saja. Ia berharap para nelayan dapat saling menghargai dan berbagi wilayah tangkapan secara bijak.

“Laut ini luas, ikannya banyak. Kalau kita kompak dan saling berbagi, hasilnya akan lebih baik untuk semua,” katanya.

Menurutnya, kerja sama antarnelayan menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor perikanan dan mencegah konflik yang dapat merugikan semua pihak. Anambas, kata dia, dikenal memiliki potensi perikanan besar di Kepulauan Riau bahkan hingga ke perairan Sumatera.

“Kalau kita bisa menjaga persaudaraan, hasil tangkapan akan meningkat dan kesejahteraan juga ikut naik. Mari jadikan laut Anambas sebagai berkah, bukan sumber perselisihan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri di Anambas, Amriansyah Amir, juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan menghindari penggunaan alat tangkap terlarang seperti pukat hela (trawl), pukat tarik, bom ikan, racun potasium, dan kompresor selam.

“Kalau terumbu karang rusak, ikan kecil ikut mati. Akhirnya, hasil tangkapan juga berkurang. Jadi mari kita jaga laut ini bersama supaya tetap lestari dan bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat pesisir.

“Kita ingin laut Anambas tetap indah dan kaya. Kalau lautnya sehat, maka hidup nelayan juga akan sejahtera,” tambahnya.

Audiensi antara pemerintah daerah dan para nelayan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, para nelayan juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus memberikan dukungan berupa pelatihan, bantuan alat tangkap ramah lingkungan, serta penguatan kelompok nelayan.

“Kami berharap pemerintah tetap hadir mendampingi kami agar bisa melaut dengan aman dan damai,” ujar salah satu perwakilan nelayan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Minta Nelayan Akhiri Konflik Wilayah Tangkap, Wabup Anambas: Mari Bersatu Jaga Laut pertama kali tampil pada Kepri.

Tanpa Bangku dan Atap, Warga Nongsa Rela Duduk di Rumput Tunggu Bus Trans Batam

0
Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian menunggu bus Trans Batam jurusan Punggur , Rabu (12/11). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Sudah lebih dari satu jam Yuli warga Nongsa duduk di rumput di atas pedestrian, Rabu (12/11). Matanya terus menatap ujung jalan, berharap bus Trans Batam jurusan Punggur segera datang. Namun hingga sore menjelang, kendaraan ber-AC itu tak juga tampak.

Perempuan berusia 56 tahun itu terlihat sabar menunggu di pinggir jalan sejak pukul 14.30. Ia duduk di rumput karena tak ada bangku atau tempat duduk di sekitar lokasi pemberhentian bus. Tak ada kursi, tak ada atap, hanya papan kecil bertuliskan Bus Stop di tepi jalan Batubesar Nongsa.

“Awalnya saya berdiri, tapi pegal juga. Akhirnya duduk saja di rumput,” kata Yuli, saat ditemui di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga Nongsa ini mengaku hendak menuju Punggur untuk menengok anaknya. Ia biasa naik Trans Batam karena ongkosnya murah dan busnya berpendingin udara. “Cuma lima ribu, udah enak, adem,” ujarnya tersenyum.

Namun di balik kenyamanan itu, Yuli mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan minimnya fasilitas di sejumlah titik pemberhentian bus.

“Tadi sudah ada bus lewat, tapi jurusannya beda. Yang ke Punggur belum lewat-lewat juga,” keluhnya.

Menurut Yuli, dalam seminggu ia bisa dua sampai tiga kali menggunakan Trans Batam. Selama ini, ia menilai layanan transportasi itu cukup membantu warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Hanya saja, ia berharap waktu tunggunya bisa diperpendek.

Kondisi halte yang minim juga menjadi sorotan. Di beberapa titik, hanya ada tiang penanda tanpa atap atau kursi. “Kalau bisa ditambah bangku, biar yang tua-tua kayak saya bisa duduk,” ucapnya lirih.

Beruntung siang itu cuaca mendung, membuat Yuli bisa berteduh di bawah bayangan pohon. “Kalau panas atau hujan, paling numpang di tempat orang,”katanya sambil tersenyum kecil.

Setelah menunggu hampir satu jam tiga puluh menit, Yuli akhirnya memutuskan naik bus jurusan Batam Center. Dari sana, ia berencana menyambung lagi ke arah Nongsa. “Yang penting jalan dulu, nanti lanjut,” ujarnya.

Sejumlah warga di lokasi yang sama juga mengaku sering mengalami hal serupa. Bus datang tidak menentu, kadang cepat, kadang bisa lebih dari satu jam. “Harusnya jadwalnya diperjelas, jadi penumpang bisa siap-siap,” kata seorang warga yang melihat Yuli sudah cukup lama duduk di rumput sambil menunggu bus.

Yuli berharap, Dinas Perhubungan Kota Batam dan pengelola Trans Batam dapat menambah armada serta memperbaiki fasilitas halte. “Trans Batam sudah bagus, tinggal pelayanan dan fasilitasnya ditingkatkan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan warga. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tanpa Bangku dan Atap, Warga Nongsa Rela Duduk di Rumput Tunggu Bus Trans Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tegas! BKPSDM Anambas Nonaktifkan Camat Siantan Tengah Terjerat Narkoba

0
Kantor BKPSDM Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah cepat dan tegas setelah Camat Siantan Tengah, Afrizal, tersandung kasus penyalahgunaan narkoba.

Afrizal diketahui diamankan oleh Polres Anambas karena kedapatan menggunakan sabu seberat 0,23 gram. Kasus ini langsung memicu tindakan administratif dari BKPSDM berupa pemberhentian sementara dari jabatannya sebagai camat.

Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) dan agar pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.

“Langkah ini harus diambil agar pelayanan masyarakat tetap berjalan dan tidak terganggu oleh kasus pribadi pejabat yang bersangkutan,” ujar Nurgayah, Rabu (12/11).

Untuk mengisi kekosongan jabatan, BKPSDM menunjuk Sekretaris Camat Siantan Tengah, Firdaus, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

“Firdaus akan menjalankan tugas camat sementara waktu hingga ada keputusan hukum yang tetap terhadap Afrizal,” tambahnya.

Menurut Nurgayah, pemberhentian sementara ini sesuai dengan aturan kepegawaian. Selama masa tersebut, Afrizal hanya menerima 50 persen dari gaji pokok, tanpa tunjangan apa pun.

“Yang bersangkutan hanya menerima 50 persen dari gaji pokok, dan untuk tunjangan, sama sekali tidak diberikan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menoleransi pelanggaran hukum oleh ASN, apalagi yang berkaitan dengan narkoba.

“ASN harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat. Kalau sudah melanggar hukum, apalagi narkoba, tentu ada sanksinya,” kata Nurgayah.

BKPSDM memastikan, jika nantinya Afrizal terbukti bersalah secara hukum (inkrah), maka ia akan diberhentikan secara permanen dari status ASN, meskipun masa pensiunnya hanya tersisa tiga bulan lagi.

“Sesuai aturan, jika sudah inkrah dan terbukti bersalah, pemberhentian tetap akan dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, pelayanan publik di Kecamatan Siantan Tengah dipastikan tetap berjalan normal di bawah kendali Plt Camat Firdaus.

“Tidak boleh ada kekosongan jabatan karena itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” kata Nurgayah menegaskan.

Ia berharap seluruh ASN di Anambas dapat mengambil pelajaran dari kasus ini agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau perbuatan tercela lainnya.

“ASN harus menjadi pelayan publik yang bersih dari narkoba dan menjaga nama baik institusi pemerintahan. Pemerintah daerah tidak akan ragu menindak siapa pun yang melanggar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Tegas! BKPSDM Anambas Nonaktifkan Camat Siantan Tengah Terjerat Narkoba pertama kali tampil pada Kepri.