Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 9212

75 Pegawai KPK Gagal Tes Tak Bisa Lagi Tangani Perkara Korupsi

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara terkait beredarnya surat keputusan (SK) tentang hasil asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada 75 pegawai yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Dalam surat tersebut, pegawai diminta untuk menyerahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada atasan langsung, sampai dengan ada keputusan lebih lanjut.

“Ini sesuai dengan keputusan rapat pada 5 Mei 2021 yang dihadiri oleh pimpinan, Dewan Pengawas dan pejabat struktural,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini berdalih, penyerahan tugas ini dilakukan semata-mata untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas di KPK, agar tidak terkendala dan menghindari adanya permasalahan hukum berkenaan dengan penanganan kasus yang tengah berjalan.

“Dapat kami jelaskan bahwa saat ini pegawai tersebut bukan nonaktif, karena semua hak dan tanggung jawab kepegawaiannya masih tetap berlaku,” beber Ali.

Ali menyampaikan, pelaksanaan tugas pegawai yang bersangkutan untuk selanjutnya berdasarkan atas arahan atasan langsung yang ditunjuk. Dia menyebut, KPK saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Kepegawaian Negara dan Kemenpan RB terkait dengan tindak lanjut terhadap 75 pegawai yang dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“KPK berharap dukungan media dan masyarakat untuk mengawal agar semua proses alih status pegawai KPK menjadi ASN bisa berjalan sesuai prosedur dan tepat waktu,” pungkas Ali.

Berdasarkan salinan surat yang didapat JawaPos.com, dalam surat yang ditandatangani Kepala Biro SDM Yonattan Damme Tangdilintin, 75 pegawai yang tak lolos TWK diminta menyerahkan tanggung jawab pekerjaannya kepada atasannya.

“KESATU Menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam Lampiran Surat Keputusan ini, Tidak Memenuhi Syarat dalam Rangka Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara,” demikian bunyi surat yang didapat JawaPos.com, Selasa (11/5).

“KEDUA Memerintahkan kepada pegawai sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsungnya sambil menunggu keputusan lebih lanjut,” imbuh bunyi surat yang di tanda tangani pada 7 Mei 2021.

Salinan surat sendiri disampaikan kepada Kepala BKN, Dewas KPK, dan sejumlah 75 pegawai yang tak lolos TWK.(jpg)

Sabu Disembuyikan di Dalam Kemasan Teh China

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menangkap dua pria yang diketahui membawa, memiliki, dan menyimpan narkotika jenis kristal bening diduga sabu dengan berat Kotor 2.103 gram.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, keduanya berinisial MAA Alias B dan R alias To.

Keduanya kata dia, diamankan pada Sabtu (8/5/2021) beserta 2 bungkus barang bukti diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 2.103 Gram.

Barang bukti sabu yang dikemas di dalam teh china. Foto: Polda Kepri

“Tersangka pertama di amankan di pinggir jalan depan perumahan Demonde Residence Ocarina Batam Center pada jam 14.20 wib,″ jelasnya.

Selanjutnya penyelidikan berkembang di daerah Tiban dan pada jam 17.37 WIB tepatnya di Perumahan Tiban Makmur Residence Patam lestari tersangka kedua berhasil ditangkap.

″Barang bukti yang diamankan adalah narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dan dilapisi plastik kemasan teh cina merk GUANNYINWANG berwarna emas dengan berat kotor masing-masing 1.053 gram dan 1.051 gram,” jelasnya.(*/esa)

Bakamla RI Kembali Jemput 8 Nelayan di Perbatasan Indonesia-Malaysia

0

batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui unsur KN Dana-323 kembali menjemput delapan nelayan Indonesia beserta kapalnya, setelah ditangkap oleh Tentera Laut Deraja Malaysia (TLDM) saat mencari ikan masuk perairan Malaysia.

Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla, Djoko Wahyu Utomo, mengatakan, proses serah terima dilaksanakan di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia, Selasa (11/5/2021).

Saat ini kata dia, kapal berada di bawah penyidikan Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tanjung Sedili.

“Dengan mengedepankan kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia dan koordinasi yang baik antara Bakamla RI dan APMM, disepakati bahwa kapal ikan dengan nama lambung KM Pesona Mandiri 3 beserta 8 ABK dapat dibebaskan dari segala tuntutan,” ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima batampos.co.id.

Proses penjemputan dimulai pukul 12.00 WIB, saat KN Pulau Dana-323 yang dikomandani Letkol Bakamla Hananto Widhi bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar menuju titik Rendezvous (RV) pukul 01.00 waktu setempat di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia pada koordinat 1° 17,63’N – 104° 7,5’E.

Bakamla RI melalui unsur KN Dana-323 kembali menjemput delapan nelayan Indonesia beserta kapalnya, setelah ditangkap oleh Tentera Laut Deraja Malaysia (TLDM) saat mencari ikan masuk perairan Malaysia. Foto: Dokumentasi Bakamla RI

Tepat Pukul 13.45 waktu setempat, KN Pulau Dana-323 tiba di titik temu di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah Selatan Tanjung Setapa Malaysia.

Tidak menunggu lama, kapal Maritim Malaysia Petir-1211 tiba dan proses serah terima langsung dilaksanakan di atas KN Pulau Dana-323.

Prosesi penandatangan berkas serah terima nelayan ditandatangani oleh Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd. Sulhan B. Zainon dan Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo.

Serah terima disaksikan oleh perwakilan dari PSDKP Batam Zulfirman dan Robiyatno, perwakilan Imigrasi Batam Dani Wiharya, perwakilan dari Dinas Perikanan Batam Teguh MS dan Witono.

Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo mengucapkan terima kasih atas sinergi yang baik dalam penyerahan delapan nelayan Indonesia ini.

“Besar harapan kedepan kerja sama Bakamla RI dan APMM menjadi lebih erat,” katanya.

Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd. Sulhan, mengatakan, nelayan Indonesia masuk ke perariran Malaysia bukan yang pertama kali terjadi.

“Paling tidak kita punya kerja sama yang sudah terjalin lama, sering ada permasalahan diperbatasan, kita dapat saling toleransi,” ujarnya.

Ia menjelaskan para nelayan tersebut, ditangkap oleh TLDM dan diserahkan kepada APMM.
“Kita berikan upaya yang terbaik untuk pembebasan nelayan tersebut sehingga hari ini dapat kami serahkan kepada Bakamla,” jelasnya.

“Pengarah Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Laksma Nurul Hizam bin Zakaria, menyampaikan titip salam hormat kepada Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Laksma Bakamla Hadi Pranoto,” katanya lagi.

Delapan nelayan langsung menjalankan Rapid Tes Swab Antigen karena Covid-19, agar dapat dipastikan mereka dalam kondisi sehat sebelum memasuki Indonesia.

Nama-nama nelayan yang ditangkap yakni:

1. Muhammad Daud
2. Erizal
3. Endi
4. Arifin
5. Acuk Rasyid
6. Junaidi
7. Irwanto
8. Nafrizal

Lampaui Target Investasi, Apindo Apresiasi BP Batam  

0

batampos.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengapresiasi Badan Pengusahaan (BP) Batam mampu merealisasikan target investasi yang telah ditetapkan.

“Berkaitan dengan prestasi di atas, Apindo Batam memberikan apresiasi kepada BP Batam yang berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan di masa Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya, Rabu (12/5/2021).

Rafki mengatakan, tidak mudah merealisasikan investasi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Menurutnya, hal ini merupakan pertanda akan bangkitnya ekonomi Batam setelah terpuruk akibat Pandemi.

“Dengan kembali naiknya investasi maka secara makro pertumbuhan ekonomi akan terkerek naik memasuki zona positif setelah sempat mengalami resesi beberapa triwulan belakangan ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap prestasi BP Batam tersebut bisa terus ditingkatkan lagi di masa mendatang.

Karena lanjutnya, dari sisi pengeluaran, investasi bagi Batam paling penting mengalahkan kontribusi pengeluaran rumah tangga untuk pertumbuhan ekonomi.

“Dengan menjaga investasi bisa terus tumbuh positif maka saya yakin pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri akan kembali positif,” tuturnya.

Ilustrasi. Pada tahun 2020, BP Batam mampu melampaui total target Investasi dari yang semula ditargetkan Rp14,6 triliun mampu tercapai hingga Rp22,3 triliun atau 152% dari target. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, Tahun 2020 merupakan tahun tantangan untuk seluruh negara di dunia.

Tercatat, hanya China dan Vietnam yang berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi positif.

Sedangkan untuk ratusan negara lainnya, justru membukukan hasil yang sebaliknya.

Demikian halnya dengan Batam yang pada Tahun 2020 menyentuh angka pertumbuhan -2,55 persen.

“Walaupun angka itu masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau, tapi tetap masih menjadi tantangan bagi Batam yang merupakan daerah investasi dengan status FTZ,” ujarnya.

Selama masa pandemi berlangsung, BP Batam kemudian mengambil beberapa langkah strategis untuk terus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan tujuan investasi internasional dan nasional.

“Beberapa prioritas pembangunan infrastruktur, seperti Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar dan infrastruktur jalan, ditingkatkan dengan cepat,” jelasnya.

“Kami juga terus meningkatkan hubungan dengan para investor internasional dengan meningkatkan kegiatan pemasaran yang efektif, melalui platform digital dan membuka Kantor Hubungan Ekonomi Internasional di Singapura,” katanya lagi.

Seluruh usaha tersebut berbuah manis saat BP Batam mampu melampaui total target Investasi dari yang semula ditargetkan Rp14,6 triliun mampu tercapai hingga Rp22,3 triliun atau 152% dari target 2020.

“Penanaman Modal Asing (PMA) berhasil mencapai Rp9,3 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berhasil unggul mencapai Rp13 triliun. Ini tentu melebihi ekspektasi kita semua,” kata Dendi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, dari data Realisasi investasi PMA berdasarkan negara pada 2020 masih dipimpin oleh negara Singapura dengan nilai investasi USD360,4 juta dan 867 proyek.

Kemudian Luxembourg dengan nilai investasi USD140,7 juta dan 15 proyek, dan di posisi ketiga adalah Jerman dengan nilai investasi USD26,6 juta dan 25 proyek.

“Total dari 34 negara yang berinvestasi di Batam, nilai investasinya sebesar USD643 juta dan 1.714 proyek. Ini harus kita jaga dan tingkatkan, agar capaian realisasi investasi di tahun 2021 semakin baik,” kata Dendi.

Sedangkan realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor pada 2020, sektor Industri Kimia dan Farmasi merupakan penyumbang utama capaian realisasi investasi dan di posisi pertama dengan nilai investasi sebesar Rp4,2 triliun dan 33 proyek.

“Kemudian disusul oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Nilai investasinya Rp3,4 triliun dan 124 proyek. Lalu di posisi ketiga sektor Pertambangan dengan nilai investasi Rp2,6 triliun dan 20 proyek. Untuk jumlah proyek terbanyak adalah sektor Perdagangan dan Reparasi dengan jumlah proyek 1.119,” lanjut Dendi.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya realisasi investasi PMA, menunjukkan optimisme negara asing untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya Batam.

Ini juga sekaligus menjadi pertanda kondusivitas iklim investasi di Batam yang baik.

“Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, didapati realisasi investasi asing Kota Batam mulai dari Tahun 2016-2020 mencapai angka USD2,78 miliar dan 4.369 proyek. Kita harapkan ini dapat meningkat di Tahun 2021,” kata Dendi.(*/esa)

Resmi Dinonaktifkan dari KPK, Novel Baswedan Dkk akan Melawan

0

batampos.co.id – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersama 74 pegawai lembaga antirasuah lainnya resmi dinonaktifkan. Padahal sebelumnya, pimpinan KPK berdalih tidak akan menonaktifkan 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK) peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Novel menentang surat nonaktif terhadap 75 pegawai KPK. Menurutnya, akan ada tim kuasa hukum yang akan menuntut surat keputusan yang ditanda tangani oleh Biro SDM KPK.

“Maka sikap kami jelas, kami akan melawan!,” kata Novel dikonfirmasi, Selasa (11/5).

Novel menyampaikan, dalam menyikapi keputusan itu akan berdiskusi terlebih dahulu dengan rekan-rekan di KPK. Ke depan tim kuasa hukum dari koalisi sipil yang ingin melihat keputusan itu.

“Karena agak lucu juga, SK itu kan pemberitahuan hasil asesmen, tapi kok di dalamnya menyebut menyerahkan tugas dan tanggung jawab, bukan pemberhentian lho,” ucap Novel.

Novel menegaskan, proses alih status pegawai KPK menjadi ASN melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) itu dinilai bukan proses yang wajar. Dia menilai, itu sebagai upaya sistematis menyingkirkan orang-orang terbaik di KPK.

“Ini bukan seleksi orang tidak kompeten dinyatakan gugur, tapi ini upaya yang sistematis yang ingin menyingkirkan orang bekerja baik untuk negara. Ini bahaya,” pungkas Novel.

Berdasarkan salinan surat yang didapat JawaPos.com, dalam surat yang ditanda tangani Kepala Biro SDM Yonattan Damme Tangdilintin, 75 pegawai yang tak lolos TWK diminta menyerahkan tanggung jawab pekerjaannya kepada atasannya.

“KESATU Menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam Lampiran Surat Keputusan ini, Tidak Memenuhi Syarat dalam Rangka Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara,” demikian bunyi surat yang didapat JawaPos.com, Selasa (11/5).

“KEDUA Memerintahkan kepada pegawai sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsungnya sambil menunggu keputusan lebih lanjut,” imbuh bunyi surat yang ditandatangani pada 7 Mei 2021 itu.

Salinan surat sendiri disampaikan kepada Kepala BKN, Dewas KPK, dan sejumlah 75 pegawai yang tak lolos TWK.

Terkait kabar adanya surat penonjoban ini, sejumlah pegawai KPK yang namanya masuk dalam 75 orang yang tak lolos TWK mengaku sudah menerimanya. Sementara sejumlah pimpinan KPK hingga berita ini diturunkan, belum membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com.(jpg)

Zona Merah dan Oranye Salat Id di Rumah Saja

0

batampos.co.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar Salat Idul Fitri dilakukan di rumah masing-masing apabila wilayah dengan tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi atau berada di zona merah dan oranye.

“Salat Idul Fitri di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dapat dilakukan di rumah masing-masing,” jelas Menag di Jakarta, Selasa (11/5).

Sementara itu, jika berada di zona yang relatif terkendali, yakni zona hijau dan kuning, Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid dan musala.

“Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat diadakan di masjid dan musalla, hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid – 19 yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak yang berwenang,” sambungnya.

Untuk memberikan rasa aman terhadap umat Islam dan membantu program negara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 Kemenag telah menerbitan Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H / 2021 M di saat pandemi.

“Panitia hari besar Islam atau panitia Salat Idul Fitri sebelum menggelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah juga menyarankan untuk tidak melakukan open house. Lakukanlah silaturahim bersama keluarga terdekat aja,” jelas Menag.

Ditambahkan Menag, Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan takbir keliling. Takbiran cukup dilaksanakan secara terbatas di masjid dan musalla, maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan, atau dapat melakukan takbir secara virtual.

Panduan itu antara lain mengatur bahwa jika Salat Idulfitri dilaksanakan lapangan, maka setiap penyelenggara dan jemaah wajib menerapkan protokol kesehatan protokol Covid 19 secara ketat, dengan memperhatikan ketentuan berikut:

1. Salat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir.

2. Jamaah Salat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar saf dan antar jamaah.

3. Panitia salat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

4. Bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan.

5. Seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan solat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah Idulfitri di masjid dan lapangan.

6. Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.

7. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jamaah.

8. Sesudah pelaksanaan salat Idul Fitri, jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.(jpg)

Warga India Percaya Kotoran Sapi Obat Covid-19

0

batampos.co.id – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kehancuran di India, dengan 22,66 juta kasus dan 246.116 kematian yang dilaporkan sejauh ini. Para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi, dan warga di seluruh negeri berjuang untuk mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, atau obat-obatan. Kondisi itu menyebabkan banyak orang meninggal karena kurangnya perawatan.

Di negara bagian Gujarat, India barat, beberapa orang yang percaya telah pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk menutupi tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi. Dengan harapan itu akan meningkatkan kekebalan mereka terhadap virus Korona atau membantu mereka pulih dari infeksi Covid-19.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi, dan selama berabad-abad umat Hindu telah menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka. Dan, untuk ritual doa karena dipercaya memiliki khasiat pengobatan dan antiseptik.

“Kami melihat, bahkan dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi (dengan kotoran sapi) ini meningkatkan kekebalan mereka dan mereka dapat pergi dan merawat pasien tanpa rasa takut,” kata Gautam Manilal Borisa, seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi.

Borisa mengatakan praktik pengobatan dengan kotoran sapi tersebut membantunya pulih dari Covid-19 tahun lalu. Sejak itu dia menjadi anggota tetap Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishthanam, yakni sebuah sekolah yang dijalankan oleh pemuka agama Hindu yang terletak tepat di seberang jalan dari markas besar Zydus Cadila di India, yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19.

Saat para peserta menunggu kotoran dan campuran urine sapi di tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi di tempat penampungan, dan berlatih yoga untuk menaikkan tingkat energi. Mereka kemudian dibasuh dengan susu atau mentega susu cair.

Para dokter dan ilmuwan di India dan di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk Covid-19. Mereka mengatakan hal itu dapat menyebabkan rasa aman yang salah dan memperumit masalah kesehatan yang sudah ada.

“Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urine bekerja efektif untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan,” kata Dr. JA Jayalal, Presiden Nasional Asosiasi Medis India.

“Ada juga risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat mengolesi atau mengonsumsi produk (dari sapi) ini, yaitu penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia,” ujarnya.

Ada juga kekhawatiran bahwa praktik tersebut dapat berkontribusi pada penyebaran virus lebih lanjut karena melibatkan orang yang berkumpul dalam kelompok.

Madhucharan Das, yakni pengelola yang bertanggung jawab atas penampungan sapi lain di Ahmedabad, mengatakan mereka membatasi jumlah peserta praktik pengobatan tersebut.(jpg)

Banyak yang Nekat Mudik, Waspada Lonjakan Kasus Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah sudah mengumumkan pelarangan mudik bagi seluruh masyarakat, namun kenyataannya masih banyak yang nekat mudik. Karena itulah, Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 usai libur Idul Fitri.

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus Covid-19 kembali seperti tahun lalu, meski program vaksinasi terus berjalan. Kami mengingatkan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan lain-lain) serta para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menyiapkan ketersediaan ventilator, obat-obatan, Alat Pelindung Diri (APD), tempat tidur, ruangan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus paska libur hari raya ini sampai 1 – 2 bulan ke depan, ” ujar Ketua Tim Mitigasi Dokter IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT, Selasa (11/5), seperti dikutip dari Antara.

Adib mengatakan, faktor lonjakan itu diperkirakan adanya klaster-klaster yang muncul selama beberapa bulan terakhir seperti klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster ibadah bersama, klaster buka puasa bersama, serta ditambah adanya momentum-momentum Idul Fitri, arus balik, mudik serta mutasi virus Covid-19 di tengah semakin banyaknya masyarakat yang abai protokol kesehatan.

Adib yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau agar materi terkait protokol kesehatan saat Pandemi Covid-19 ini juga senantiasa disosialisasikan melalui khotbah Idul Fitri di seluruh Indonesia.

Pemerintah sendiri secara resmi telah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah yakni pada tanggal 6–17 Mei 2021.

Sementara itu, dr Mahesa Paranadipa Maikel, MH, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia yang juga pakar hukum kesehatan, menyerukan bahwa meski dalam suasana libur, namun potensi bencana masih mengintai, di antaranya karena dipicu curah hujan berkepanjangan.

Dengan adanya potensi penambahan kasus akibat mutasi virus harusnya dapat segera diantisipasi oleh semua pihak. Mobilisasi orang baik di dalam negeri maupun dari luar negeri akan sangat berisiko menambah kasus-kasus baru. Beberapa kejadian yang memperlihatkan mobilitas pemudik yang tidak dapat dikendalikan juga harus ditanggapi serius.

“Pemerintah harus lebih tegas menyikapi situasi-situasi yang hari ini masih menunjukkan belum ada pengendalian yang belum dapat mempercepat Indonesia bebas dari pandemi, padahal situasi darurat kesehatan masyarakat akibat Covid-19 belum dicabut oleh Presiden,” kata dr Mahesa. (*/jpg)

Ini Panduan Lengkap Salat Idul Fitri Berjamaah untuk Cegah Covid-19

0

batampos.co.id – Para pakar kesehatan membolehkan Anda menunaikan salat Idul Fitri atau Id di luar rumah secara berjamaah pada masa pandemi, ketika berbagai varian serta mutasi corona muncul saat ini, asalkan Anda mematuhi beberapa syarat terkait protokol kesehatan.

Walau begitu, para pakar sepakat protokol kesehatan secara ketat menjadi hal wajib demi menurunkan angka penularan dan menghindari klaster baru Covid-19.

Guru Besar Paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tidaknya varian korona Anda tetap harus menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang lain dan semua orang harus mengenakan masker termasuk saat salat Id.

’’Hal ini sebenarnya juga berlaku saat Anda melaksanakan salat tarawih selama Ramadhan dan salat wajib berjamaah di masjid,’’ paparnya seperti dikutip dari Antara pada Senin (10/5).

Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar saat dihubungi dalam kesempatan terpisah menekankan, pentingnya Anda dan pihak penyelenggara salat Id memperhatikan areanya apakah masuk zona merah atau bukan, banyak pendatang dari luar area atau tidak sehingga risikonya dapat dinilai.

Hal itu sesuai dengan isi surat edaran dari Kementerian Agama tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri yang menyatakan kegiatan-kegiatan ibadah dengan kapasitas 50 persen ruangan untuk wilayah berzona hijau dan kuning.

Sementara untuk wilayah yang masuk zona merah dan oranye, maka segala macam kegiatan ibadah dilarang karena dikhawatirkan akan menyebabkan klaster baru penularan di masyarakat.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga sudah mengatakan, pelaksanaan salat Id (berjamaah) hanya boleh dilakukan di zona hijau dan kuning dengan protokol kesehatan dan pembatasan 50 persen jemaah.

Menurut Eka yang mengambil spesialisasi penyakit dalam, sebelum jemaah melaksanakan salat, perlu adanya adanya pemeriksaan suhu tubuh. Dia juga mengingatkan Anda jangan sampai melanggar aturan menjaga jarak. “Protokol kesehatan dilaksanakan ketat dengan mewajibkan pakai masker, screening suhu, mencuci tangan dan jangan berkerumun,” kata dia.

Kemudian pada pelaksanaannya, semua orang wajib memperhatikan sejumlah hal yakni memiliki ventilasi bagus (apabila di dalam ruangan, durasi pendek (jangan terlalu lama salatnya) serta jarak terjaga dengan pengaturan shaf yang baik.

Lebih khusus mengenai masker, para pakar kesehatan mengutamakan masker bedah yang pas di wajah ketimbang masker kain. Masker bisa menghalangi partikel air liur yang keluar dari mulut dan hidung mengenai orang lain.

Masker bedah khususnya memiliki kemampuan filtrasi lebih baik dengan memblokir partikel lebih kecil dan menawarkan lebih banyak perlindungan pada pemakainya daripada masker kain satu lapis. Fungsi ini akan baik apabila Anda mengenakannya secara benar, termasuk menggantinya rutin.

Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jakarta, Yohan Samudra mewajibkan Anda tidak melepas masker hingga kembali ke rumah masing-masing. “Tentu saja semua diwajibkan memakai masker dan tidak dilepas hingga kembali ke rumah masing-masing,” kata Yohan.

Kemudian mengenai lokasi pelaksanaan salat, para pakar, termasuk Tim Mitigasi COVID-19 PB IDI, dr. Ulul Albab merekomendasikan tempat terbuka, sehingga sirkulasi udara cukup serta dapat menjaga jarak dengan baik, ketimbang di dalam ruangan di tempat terbuka.

“Salat Id di tempat terbuka dianjurkan dibandingkan di tempat tertutup, dan penggunaan masker bedah lebih diutamakan dibandingkan masker kain,” kata Ulul.

Kemudian mengenai hal lainnya agar Anda bisa salat dengan aman, Yohan yang berpraktik di Primaya Hospital Tangerang itu juga menyarankan Anda berwudhu di rumah dan segera mencuci perlengkapan salat saat sampai di rumah.

Di sisi lain, Ulul mengingatkan Anda tidak memaksakan diri berangkat ke lokasi salat padahal kondisi tubuh tak fit semisal ada gejala batuk, pilek atau demam. (*/jpg)

Sukses di Batam, SPARTA Smart Solution Jadi Incaran

0

batampos.co.id – Sukses menerapkan konsep “Smart Water Management System”, PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah menjadi benchmark perusahaan air bersih berteknologi tinggi di Indonesia. Kini, sejumlah daerah di Jawa, Sumatera dan Sulawesi mulai mengincar kerjasama dengan perusahaan ini.

ATB telah memiliki dua teknologi unggulan, diantaranya adalah SPARTA Smart Solution yang telah mendapat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI, serta ATB Integrated System (AIRS).

Teknologi ini terbukti mampu membantu optimalisi pelayanan air besih dengan efektifitas dan efisiensi yang tinggi di Kota Batam. Sehingga kendala yang selama ini menjadi momok bagi perusahaan air bersih dapat ditangani dengan hasil yang optimal.

Setelah membukukan kinerja gemilang di Batam, dengan cakupan layanan 99,5 persen, kontinyuitas suplai 23,7 jam dan rata-rata angka kehilangan air hanya 14 persen, kini ATB bersama teknologi unggulannya menjadi incaran sejumlah daerah.

Menurut Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, beberapa PDAM telah menjalin komunikasi intensif dengan ATB untuk menjajaki peluang kerjasama untuk memperbaiki berbagai macam kendala. Mulai dari memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas air bersih, hingga meminimalisir kebocoran air yang masih tinggi.

Tim Business Development (BD) ATB saat melakukan survey lapangan sebagai tindaklanjut penjajakan kerjasama beberapa waktu lalu. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“ATB bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi Batam. Namun ternyata hasil kerja keras ini menjadi magnet bagi daerah lain yang melihat kisah sukses Batam  mengelola air bersih dengan sangat efisien,” paparnya, Selasa (11/5/2021).

Beberapa tawaran sudah ditindaklanjuti ke arah yang lebih serius. Perusahaan telah menurunkan tim Business Development (BD) ATB untuk melakukan survey lapangan sebagai tindaklanjut penjajakan kerjasama tersebut.

“Banyak daerah yang ingin memperbaiki kualitas pelayanan air bersih di daerahnya. Dan mereka mengaggap ATB adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” jelasnya. (*)