Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 951

Sepertinya Sengaja Dibuang, Warga Melcem Berebut Bawang

0
Warga saat berebut memilih bawang yang dibuang di daerah Melcem. foto dan video dari niziten

batampos– Ada pemandangan tak biasa di daerah Melcem. Warga tampak berebut dam memilih milih bawang yang bagus yang sepertinya di buang di daerah itu.

Laporan nitizen, usai dibuang ke daerah jurang di lokasi Melcem, Batuampar, warga yang mengetahui langsung beramai ramai melakukan pemungutan.Tampak warga memilih milih bawang yang masih layak. Bahkan ada warga yang sampai dapat setengah karung.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang membuang bawang beraneka macam itu ke daerah tersebut. Karena lokasi tersebut bukanlah tempat pembuangan sampah.

Dari video yang didapat redaksi, akibat pembuangan bawang ke daerah itu, pohon pisang yang sebelumnya tumbuh di lokasi sampai tumbang. ”Karena banyaknya bawang yang dibuang,” lapor niziten. ***

Artikel Sepertinya Sengaja Dibuang, Warga Melcem Berebut Bawang pertama kali tampil pada Metropolis.

Love & Kindness, Ruang Makan, Ruang Kemanusiaan, Bayar Seikhlasnya, Kenyang dengan Cinta

0
Pembukaan ruang makan di Tiban

batampos– Ada sebuah rumah makan tampil dengan konsep yang tak lazim: makan sepuasnya, bayar seikhlasnya. Nama tempat itu Love & Kindness. Setelah dua tahun beroperasi di kawasan Sei Panas, kini mereka membuka cabang kedua di Komplek Green Tiban City, Sekupang, Sabtu (25/10) sore.

Pembukaan cabang baru itu berlangsung sederhana tapi hangat. Musik lembut mengiringi tamu yang datang, sebagian besar dari kalangan relawan, donatur, dan warga sekitar. Di tengah ruangan yang tertata bersih, aroma nasi hangat dan lauk rumahan menyeruak, mengundang siapa saja untuk duduk dan mencicipi.

Konsepnya sederhana tapi menyentuh: siapa pun boleh makan di sini, tanpa melihat kemampuan finansial. Tidak ada harga di daftar menu, hanya tulisan “bayar seikhlasnya”.

“Teman-teman diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain,” ujar Wakil Ketua DPRD Batam, Hendra Asman, yang juga menjadi salah satu pendiri rumah makan ini.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Selidiki Dugaan Penyelundupan dari Batam, Petugas Terima Suap Rp 20 Juta per Kontainer

Hendra hadir dalam acara grand opening bersama keluarga, pengurus yayasan, dan puluhan warga. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kehadiran Love & Kindness sebagai ruang berbagi yang hidup dari semangat kemanusiaan.

“Bahkan masyarakat menengah ke atas pun bisa menikmati makanan sepuasnya, dan membayar sesuai keikhlasan. Inilah cara sederhana menumbuhkan solidaritas,” kata dia.

Rumah makan ini berdiri pada 2023. Dalam dua tahun, lebih dari 60 ribu orang telah menikmati hidangan di sana. Mereka datang dari beragam latar belakang–buruh, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.

Setiap siang, antrean kecil terbentuk di depan etalase nasi. Para pengunjung menyapa ramah, mengambil nasi, lauk, dan sayur dengan porsi yang mereka butuhkan. Tak ada kasir yang menatap curiga. Tak ada nominal yang memaksa.

Hendra menuturkan, ide awal rumah makan ini lahir dari keprihatinan terhadap banyak warga Batam yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan layak setiap hari. “Kami ingin menghadirkan ruang di mana orang tidak perlu malu makan, meski tidak punya uang di tangan,” tambahnya.

Ia tak sendiri. Dua pendiri lain, Cheng Liang dan Elias, ikut menyiapkan konsep sejak awal. Sementara Mariana dipercaya menjadi Ketua Yayasan Love & Kindness, yang kini mengelola operasional dua cabang rumah makan tersebut.

Opening Rumah Makan Love & Kindness di Tiban.

Menurut Mariana, rumah makan ini bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang sosial. Mereka ingin menciptakan suasana di mana cinta dan kebaikan hadir dalam setiap hidangan. Di sini orang datang bukan hanya untuk kenyang, tapi juga untuk merasa diterima.

Setiap hari, sekitar seratus porsi makanan disajikan. Operasional berlangsung enam hari seminggu, dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Dalam sebulan, sekitar 2.400 orang menikmati hidangan yang disiapkan secara sukarela oleh tim dapur dan relawan.

Menu yang disajikan sederhana tapi bergizi: nasi putih, ayam goreng, ikan sambal, sayur bening, dan sesekali buah potong. Semua disiapkan dengan standar kebersihan tinggi, meski dikerjakan oleh tangan-tangan sukarelawan.

“Yang terpenting bukan kemewahan makanannya, tapi kehangatan yang dirasakan saat menikmatinya,” kata Mariana, tersenyum.

BACA JUGA: ESB Dorong Digitalisasi Industri Kuliner Sumatera, Batam Jadi Basis Pertumbuhan Baru

Banyak pengunjung yang awalnya datang untuk makan. Kemudian memilih kembali sebagai donatur atau relawan.

“Mereka terinspirasi. Ada yang membantu bahan makanan, ada juga yang ikut memasak atau membersihkan meja,” katanya.

Acara pembukaan cabang Tiban City berlangsung sederhana. Usai pemotongan tumpeng oleh para pendiri, balon-balon warna merah muda dilepaskan ke udara, melambangkan harapan baru yang terbang bersama semangat berbagi.

Di sudut ruangan, beberapa anak menikmati hidangan dengan wajah sumringah. Seorang relawan membantu menuangkan air minum, sementara Mariana sesekali menyapa pengunjung yang baru datang.

Keberadaan Love & Kindness menjadi oase. Di saat banyak usaha kuliner berlomba menarik keuntungan, rumah makan ini seakan menyampaikan, bahwa bisnis juga bisa menjadi ladang kebaikan.

Menjelang petang, aroma masakan mulai menghilang digantikan sisa tawa dan percakapan ringan. Di dinding, tulisan besar berwarna merah muda mencuri perhatian: “Love & Kindness – Pay What You Can”. Kalimat itu bukan slogan. Itu menjadi pengingat, bahwa di Batam, masih ada tempat di mana makan bukan hanya soal perut yang kenyang, tapi juga hati yang penuh. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Love & Kindness, Ruang Makan, Ruang Kemanusiaan, Bayar Seikhlasnya, Kenyang dengan Cinta pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaga Stabilitas Harga Beras, Polda Kepri Kembali Turun ke Pasar Ingatkan Pedagang

0
Dirkrimsus Polda Kepri turun langsung ke sejumlah pedagang beras untuk mengecek harga. f. yashinta

batampos– Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri kembali turun ke pasar-pasar di Kepri untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) beras telah sesuai ketentuan. Dalam kegiatan itu, Polda Kepri mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjual beras di atas HET, karena jika melanggar dikenakan sanksi tegas.

Kali ini sidak berlangsung di Pasar Summerland, Batu Besar, Nongsa, Sabtu (25/10) siang. Tim gabungan menyasar sejumlah pasar tradisional hingga swalayan untuk memastikan harga beras premium dan medium masih berada di bawah HET.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Silvester Simamora mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras dan memastikan pedagang mematuhi aturan pemerintah.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan ini beberapa hari terakhir dan terus berlanjut setiap hari untuk mengecek harga eceran tertinggi di wilayah Kepri,” ujarnya didampingi Kasubdit Indagsi Ditkrimsus , AKBP Paksi Eka Syaputra.

BACA JUGA: Pegawai BPOM Batam Tewas Diduga Dibunuh Suami di Singapura, BPOM Tunggu Keterangan Resmi

Silvester yang juga menjabat Ketua Satgas Pangan Kepri menegaskan, pemerintah telah menetapkan batas harga jual beras dan pedagang tidak boleh menjual di atasnya.

“Penjualan beras harus di bawah HET. Ada beras premium, ada beras medium, semuanya sudah ada ketentuannya. Karena itu, kami kembali turun untuk kembali mengingatkan,” katanya.

Dalam sidak tersebut, tim juga memasang spanduk imbauan larangan menjual beras di luar ketentuan HET yang telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024. Di Kepri, HET beras premium ditetapkan Rp15.400 per kilogram, medium Rp14.000 per kilogram, dan SPHP Rp13.100 per kilogram.

Silvester menjelaskan, hasil pengecekan sejauh ini menunjukkan bahwa harga beras di Batam dan sebagian besar wilayah Kepri masih berada di bawah HET.

“Kondisi harga di pasar tradisional maupun ritel modern masih stabil. Kami berharap ini bisa bertahan terus, apalagi menjelang akhir tahun,” ucapnya.

Untuk mencegah lonjakan harga, Satgas Pangan juga menyiapkan langkah preventif dengan operasi pasar. “Kalau harga mendekati HET, operasi pasar akan digelar untuk menstabilkan,” katanya.

Silvester juga menegaskan adanya sanksi bagi pedagang yang melanggar aturan. Kalau ada yang menjual beras di atas HET, izinnya bisa dicabut.

“Masyarakat juga bisa melapor ke Polda atau ke Dinas Ketahanan Pangan jika menemukan pelanggaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, sempat ditemukan beberapa daerah yang menjual di atas HET, namun hal itu disebabkan faktor biaya transportasi dari daerah pemasok seperti Sumatera dan Jawa. “Biaya distribusi kadang memengaruhi harga di beberapa titik, tapi sekarang sudah kami pantau agar tetap sesuai ketentuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis memastikan stok beras di Batam dalam kondisi aman. “Dari sisi ketersediaan, Alhamdulillah cukup. Pasokan beras Batam sekitar 9.000 ton per bulan, sementara kebutuhan sekitar 11.000 ton. Ada tambahan pasokan yang akan masuk,” ujarnya.

Mardanis menegaskan, pihaknya terus memantau agar harga tetap stabil. “Barang tersedia, tapi harga juga harus terkendali. Untuk sekarang, Batam aman dari sisi stok maupun harga,” ucapnya.

Dengan sinergi antara Satgas Pangan, Bulog, dan pemerintah daerah, diharapkan harga beras di Kepri tetap terkendali hingga akhir tahun sehingga masyarakat tidak terbebani lonjakan harga bahan pokok. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Jaga Stabilitas Harga Beras, Polda Kepri Kembali Turun ke Pasar Ingatkan Pedagang pertama kali tampil pada Metropolis.

Harapan Baru di Rempang Eco-City, BP Batam Hapus Selisih Biaya Rumah Warga

0

batampos — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai rangkaian perayaan Hari Bakti BP Batam ke-54 tahun di kawasan Rempang Eco-City, Sabtu (25/10/2025).

Melalui kegiatan bakti sosial, BP Batam memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga Rempang Eco-City.

Selain pemeriksaan kesehatan, BP Batam juga menyalurkan sebanyak 1.500 paket sembako, 300 kacamata baca, dan khitanan gratis.

Warga juga dapat menikmati bazar UMKM serta berkesempatan untuk memenangkan door prize menarik. Seperti dua sepeda motor, sepeda gunung, televisi hingga kulkas.

Momen kebersamaan semakin terasa hangat saat Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, serta unsur Forkopimda Kepri dan Batam berinteraksi langsung dengan warga.

“Pada prinsipnya, kami datang untuk memberikan keceriaan dan rasa suka cita kepada warga Rempang Eco-City. Di atas semuanya, apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan persoalan di Rempang,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Amsakar menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar rangkaian seremonial semata. Tetapi juga bertujuan untuk membawa harapan baru bagi warga Rempang Eco-City sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam memperkuat solidaritas sosial.

“Kita sudah memutuskan untuk mengembalikan selisih harga rumah kepada masyarakat. Jadi, warga akan mendapat rumah baru di sini (Tanjung Banon) secara gratis,” tambah Amsakar.

Ia mengatakan bahwa perayaan Hari Bakti ke-54 Tahun ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi langkah-langkah strategis BP Batam ke depannya.

Evaluasi ini, lanjut Amsakar, tentu perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen daerah dan elemen masyarakat. Termasuk masyarakat yang bermukim di Rempang.

“Semoga Batam bisa tumbuh menjadi kota yang semakin maju dan penuh berkah,” pungkasnya. (*)

Artikel Harapan Baru di Rempang Eco-City, BP Batam Hapus Selisih Biaya Rumah Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pria di Kampung Bule, Korban Sempat Menggigil dan Kejang-kejang

0
Lokasi penemuan mayat di kampung bule, Batam, Minggu (26/10). f. azis

batampos– Warga Kampung Bule, Batuampar, Batam, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria dewasa dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (26/10). Penemuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Unit Reserse Polsek Batuampar yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu M. Brata Ul Usna mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas korban maupun penyebab kematian.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Selidiki Dugaan Penyelundupan dari Batam, Petugas Terima Suap Rp 20 Juta per Kontainer

“Sampai sekarang identitas dan keluarganya masih kami cari. Untuk penyebab kematian juga belum bisa kami pastikan,” ujar Brata saat dikonfirmasi, Minggu (26/10).

Dari keterangan sementara sejumlah saksi, korban diketahui sempat mengalami kondisi menggigil dan kejang-kejang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Ada dua saksi warga sekitar yang kami mintai keterangan. Mereka melihat korban dalam kondisi menggigil sebelum tak sadarkan diri,” tambahnya.

Usai dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk proses identifikasi lebih lanjut, termasuk autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Pihak kepolisian mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor ke Polsek Batuampar. (*)

Reporter: Azis

Artikel Polisi Selidiki Penyebab Kematian Pria di Kampung Bule, Korban Sempat Menggigil dan Kejang-kejang pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal Muatan Semen Kandas dan Tenggelam di Perairan Moro

0
kru kapal tenggelam berhasil dievakuasi

batampos– Kapal Layar Motor (KLM) Green 6 GT 98 yang membawa muatan 195 ton semen atau 3.900 zak semen dari Batam tujuan ke Tanjungbalai Karimun tenggelam di sekitar perairan Terumbu Karang Stail, Pulau Moro, Kecamatan Moro pada Sabtu (25/10). Hal ini disebabkan karena cuaca buruk.

Kapolres Karimun, AKBP Robby TM melalui Kasat Polairud, AKP Adi Suhendra yang dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, KLM Green 6 yang membawa muatan 3.900 zak semen dari Pelabuhan Kabil, Batam tujuan Tanjungbalai Karimun mengalami musibah kecelakaan di laut. ”Kapal berangkat dari Pelabuhan asal atau Kabil pada Kamis (23/10) pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Saat itu, katanya, kondisi cuaca dalam keadaan bagus. Sehingga, pelayaran berjalan aman.
Namun, pada pukul 20.00 WIB di Perairan Pulau Manteras cuaca berubah menjadi buruk.
Sehingga, kapten kapal memutuskan untuk mencari perlindungan dengan lego jangkar di Perairan Pulau Panjang, Kecamatan Moro.

”Sabtu (25/10) pagi kondisi cuaca mulai baik, tepatnya pukul 04.00 WIB kapal kembali melanjutkan perjalanan. Namun, satu jam kemudian pukul 05.00 WIB kapal bermuatan semen ini kandas di terumbu karang Stail, Desa Pulau Moro Kecamatan Moro. Kemudian, kapten KLM Green 6 menghubungi kapten kapal KM Maharani yang ada di Tanjungbatu untuk meminta bantuan. Dan, pukul 08.00 WIB KM. Melci 88 sampai di lokasi untuk melakukan evakuasi ,” paparnya.

BACA JUGA:Rumah Warga Air Glubi Roboh Diterjang Air Laut Pasang, Begini Kondisinya

Kemudian, kata Kasat Polairud, pukul 09.00 WIB saat evakuasi barang-barang KLM Green 6 ke Kapal KM Melci 88 tiba-tiba Kapal KLM Green 6 patah dan tenggelam. Saat itu, kru kapal langsung berenang menyelamatkan diri ke Kapal KM Melci 88. Kemudian, satu orang kru kapal Andika FP tidak ditemukan.

”Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Karimun dan Basarnas juga bersama personil Polsek Moro mendatangi lokasi kejadian dan dibantu nelayan setempat untuk melakukan evakuasi korban serta korban yang selamat. Termasuk juga melakukan pencarian terhadap satu orang kru kapal yang hilang. Dan, sampai saat ini pencarian masih dilakukan dan belum menemukan korban kapal yang tenggelam,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi P

Artikel Kapal Muatan Semen Kandas dan Tenggelam di Perairan Moro pertama kali tampil pada Kepri.

WNI Tewas di Tangan Suami di Salah Satu Hotel Kawasan Chinatown di Singapura

0
ilustrasi

batampos – Seorang warga negara Indonesia, Nurdia Rahmah Rery,38, tewas di tangan suaminya, Salehuddin,41, di Singapura, Jumat (24/10/2025) lalu. Keduanya adalah pasangan suami istri.

Pelaku menghabisi korban di hotel Capri by Fraser di kawasan Chinatown. Kejadian ini menambah daftar panjang kejahatan serius di Singapura.

Kepolisian Singapura merilis, ini menjadi kasus pembunuhan kelima di Singapura sepanjang 2025.

Hanya selang sebulan dari insiden kekerasan akibat perselisihan antar tetangga yang mengakibatkan seorang perempuan tewas di kawasan Yishun Central. Pelakunya, pria berusia 66 tahun kini didakwa atas tuduhan penipuan pembunuhan.

BACA JUGA: Menkeu Purbaya Selidiki Dugaan Penyelundupan dari Batam, Petugas Terima Suap Rp 20 Juta per Kontainer

Chahaya Simajuntak, wartawan batampos.co.id yang saat ini sedang tugas belajar di Singapura melaporkan, kasus Salehuddin, dilansir dari The Straits Times, Minggu (26/11/2025), diduga terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 – 05.00 di kamar 703 hotel Capri by Frasser. Usai menghabisi istrinya, pelaku mendatangi kantor polisi di Bukit Merah sekitar pukul 06.40 pagi dan mengakui perbuatannya.

Polisi Singapura bergerak cepat. Mereka mendatangi TKP dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Sehari setelahnya, hakim distrik Tan Jen Tse, dalam pemeriksaan awal, Sabtu (25/10/2025) kemarin menyatakan butuh pemeriksaan kondisi psikis Salehuddin. Dia pun memerintahkan supaya pelaku menjalani perawatan psikiatri selama tiga minggu.

Dalam penyelidikan kepolisian, Salehuddin meminta kasus hukum atas tindakannya ini diselesaikan di Indonesia. Bahkan meminta kepolisian Singapura untuk memulangkannya.

Kasus ini tengah menjadi perhatian publik karena melibatkan dua negara, Indonesia dan Singapura, terutama terkait proses hukum dan pemulangan jenazah korban.

Menurut keterangan pihak berwenang, proses pemulangan atau ekstradisi diatur berdasarkan perjanjian antara Singapura dan Indonesia. Namun, hingga kini hakim yang menangani perkara tersebut menegaskan bahwa kasus masih berada pada tahap awal penyelidikan, sehingga belum ada keputusan mengenai kemungkinan pelimpahan penuntutan ke Indonesia.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura menyebutkan telah memberikan bantuan konsuler atas kasus ini. “Untuk informasi kasus ini, urusan hukumnya diurus atase kejaksaan KBRI,” ujar Sekretaris Pensosbud KBRI Singapura, Rizki Kusumastuti ketika dihubungi kemarin.

Namun, mengenai perkembangan kasus, Rizki menyebutkan, perlu meminta izin kepada atase yang bertanggung jawab yang mengurus kasus ini. “Saya harus permisi dulu ya,” ujarnya. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

 

Artikel WNI Tewas di Tangan Suami di Salah Satu Hotel Kawasan Chinatown di Singapura pertama kali tampil pada Metropolis.

Menkeu Purbaya Selidiki Dugaan Penyelundupan dari Batam, Petugas Terima Suap Rp 20 Juta per Kontainer

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

batampos– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyelidiki dugaaan penyelundupan kontainer berisikan garmen dari Batam. Dalam penyelundupan ini, petugasa BC Batam diduga menerima suap Rp 20 juta per kontainer.

“Kasus kontainer berisi selundupan garmen dari Batam, dugaan suap Rp 20 juta per kontainer. Nggak benar itu? Oh ini lagi didalami, pendalaman lebih lanjut,” ujar Purbaya.

Dugaan penyelundupan dan suap petugas ini berawal dari aduan masyarakat ke WhatsApp Lapor Pak Purbaya. Pengaduan tersebut dikirimkan melalui nomor 082240406600.

Sementara Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan awal diinternal terkait pengaduan tersebut.

BACA JUGA: ASN Syahbandar Didakwa Suap dan Selundupkan 3.200 Pod Vape Ilegal

“Sementara sudah. Nanti kasus diserahkan ke kami agar lebih terang,” ujarnya.

Ia menilai pengaduan dari masyarakat ke Menkeu tersebut belum tentu benar. Ia juga meyakini anggotanya tidak menerima suap Rp 20 juta per kontainer.

“Belum tentu benar (pengaduan). Seperti kasus Sturbuck (petugas nongkrong),” katanya.

Diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sempat menerbitkan atensi terhadap 17 kontainer berisikan garmen Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh kontainer ini dikirim dari Batam pada akhir September lalu.

Awalnya, kontainer ini diduga selundupan. Namun, DJBC membantah dan menyebut adanya dugaan pelanggaran ketentuan kepabenaan. Sebab, seluruh kontainer itu dikeluarkan dari Kawasan Bebas Batam menuju Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan dokumen resmi.

“Kasusnya sama (pengaduan dugaan penyelundupan dan suap),” tutup Zaky. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Menkeu Purbaya Selidiki Dugaan Penyelundupan dari Batam, Petugas Terima Suap Rp 20 Juta per Kontainer pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Gelar Peringatan Hari Bakti ke 54

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memperingati Hari Bakti ke 54 Tahun pada, Minggu (26/10/2025).

Lebih dari lima dasawarsa, BP Batam terus melangkah dengan tekad yang sama, membangun dengan hati, berinovasi dan berbakti membangun negeri.

Pada momen ini, seluruh Pimpinan dan pegawai merayakan dengan suka cita. Diawali upacara dengan khidmat dan syukuran pemotongan tumpeng oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Amsakar Achmad dalam kesempatan pertama mengucapkan terima kasih kepada semua keluarga besar pegawai BP Batam atas dedikasi dan dukungannya.

Amsakar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan Forkopimda yang telah memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program strategis yang dilaksanakan oleh lembaganya.

“Kami menyampaikan setulus penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, para instansi, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder yang tidak henti-hentinya memberi dukungan, kepercayaan dan iringan doa dalam perjalanan pengabdian kami membangun Batam tercinta,” kata Amsakar.

Di tengah harapan yang demikian besar untuk percepatan pembangunan Batam, Amsakar meyakini ekosistem investasi Batam berjalan baik dan menunjukkan progres nyata.

Optimisme itu bukan tanpa dasar, dari data-data makro ekonomi memperlihatkan track yang membanggakan. Kinerja investasi di Triwulan III tahun 2025 telah terealisasi sebesar Rp 54,7 triliun atau 91 % dari target 2025 sebesar RP 60 triliun. Angka ini tumbuh 25,58 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun 2025 ini, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,66 %. Angka ini mendekatai pertumbuhan ekonomi 2024 lalu sebesar 6,69 %.

“Yang membahagiakan lagi terhadap struktur PDRB Provinsi Kepri, Batam berkontribusi sebesar 66,72 %. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tata kelola kita sudah berada di jalan yang tepat. Ke depan kita harus lakukan pembenahan ke arah yang lebih baik, pelayanan yang optimal, percepatan belanja pemerintah dan menjaga iklim investasi tetap kondusif,” ujar Amsakar.

Mengusung slogan “BP Batam Beraksi Tanpa Basa Basi”, perhelatan tahun ini bukan sekedar seremoni melainkan momentum perkuat komitmen dan kebersamaan demi mewujudkan Batam sebagai role model kawasan investasi unggulan yang inklusif.

“Mari kita jadikan momentum Hari Bakti BP Batam ini sebagai penyemangat untuk memperkuat komitmen dan memperkokoh kebersamaan. Karena sejatinya, keberhasilan BP Batam bukanlah hasil kerja satu orang atau satu bagian, melainkan hasil kerja bersama dari kita, oleh kita untuk kemajuan Batam,” pungkas Amsakar.

Dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan penandatanganan MoU antara RSBP Batam dengan Universitas Internasional Batam sebagai Rumah Sakit Pendidikan Village dan MoU antara BP Batam dengan Baznas untuk program pendidikan dan kesehatan.

Pada momen syukuran Hari Bakti tersebut, turut diserahkan Sertifikat Cagar Budaya Galang Heritage Village oleh Pemko Batam kepada BP Batam.

Selamat Hari Bakti BP Batam ke-54 Tahun. Mari bersatu untuk Batam yang makin maju, bersama untuk Batam yang semakin jaya. (*)

Artikel BP Batam Gelar Peringatan Hari Bakti ke 54 pertama kali tampil pada Metropolis.

Rumah Warga Air Glubi Roboh Diterjang Air Laut Pasang, Begini Kondisinya

0
Rumah warga roboh ke laut akibat terjangan air laut pasang di Desa Air Glubi, Bintan Pesisir pada Minggu (26/10) pagi. F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Rumah milik Laila (45), warga Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, roboh setelah diterjang air laut pasang pada Minggu (26/10/2025) pagi.

Dalam video yang beredar, terlihat material rumah kayu milik Laila berhamburan dan hanyut ke laut usai dihantam ombak besar. Sejumlah warga tampak bergotong royong mengumpulkan kembali potongan kayu yang masih bisa digunakan.

Kepala Desa Air Glubi, Jumadil, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum rumahnya roboh diterjang ombak.

“Alhamdulillah, ibu Laila berhasil keluar sebelum rumahnya ambruk. Rumah itu memang sudah rapuh dan tidak kuat menahan gelombang air laut pasang,” ujar Jumadil, Minggu (26/10).

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Agus Ariyadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, rumah korban sebelumnya juga sudah mengalami kerusakan akibat angin kencang.

“Rumah itu sudah rusak di bagian atap sejak diterjang angin beberapa waktu lalu. Saat air laut pasang tinggi sekitar pukul 09.00 WIB, bangunannya akhirnya roboh,” jelas Agus, yang akrab disapa Adi.

Ia menambahkan, BPBD Bintan kini tengah melakukan asesmen untuk menghitung total kerugian materi yang dialami korban.

“Kita segera salurkan bantuan logistik kepada pemilik rumah setelah proses asesmen selesai,” katanya.

Diketahui, cuaca ekstrem yang melanda Bintan sejak beberapa hari terakhir juga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Pada Jumat (24/10) malam, empat rumah di Kecamatan Bintan Pesisir dan Bintan Timur terdampak angin kencang.

“Kerusakan meliputi atap dapur, kamar, ruang tengah, dan ruang tamu. Semua sudah kami data untuk diberikan bantuan perbaikan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Rumah Warga Air Glubi Roboh Diterjang Air Laut Pasang, Begini Kondisinya pertama kali tampil pada Kepri.