Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 952

Lanal Tarempa Ajak Pelajar Anambas Cinta Laut Lewat Joy Sailing di KRI Tjiptadi

0
Sejumlah pelajar di Anambas mendapatkan arahan dari prajurit TNI AL sebelum berlayar menggunakan KRI Tjiptadi 381. F. Yasin untuk Batam Pos.

batampos – Lanal Tarempa menggelar kegiatan Coffee Morning dan Joy Sailing bersama puluhan pelajar Kabupaten Kepulauan Anambas di atas KRI Tjiptadi 381, Kamis (23/10).

Acara ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap laut sekaligus mengenalkan potensi besar wilayah kepulauan Anambas kepada generasi muda.

Komandan Lanal (Danlanal) Tarempa, Letkol Laut (P) Romi Sitorus, mengatakan laut bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga simbol kekuatan dan identitas bangsa maritim seperti Indonesia.

“Anak-anak muda Anambas harus tumbuh dengan rasa bangga terhadap laut. Laut bukan hanya tempat mencari ikan, tapi juga masa depan bangsa. Jika dijaga dengan baik, laut akan memberi kehidupan untuk generasi berikutnya,” ujar Romi di atas KRI Tjiptadi.

Ia menambahkan, Anambas memiliki potensi kelautan yang besar, mulai dari sektor perikanan, pariwisata bahari, hingga posisi strategisnya di jalur perbatasan negara.

Para pelajar yang ikut dalam kegiatan ini tampak antusias menjelajahi setiap sudut kapal perang milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) tersebut.

Mereka mendapat pengalaman berlayar sekaligus pembelajaran langsung mengenai peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia, khususnya di perairan Anambas yang berbatasan dengan negara tetangga.

Menurut Danlanal Romi, kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga laut dari ancaman pencurian ikan, pencemaran, dan aktivitas ilegal lainnya.

“Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga laut berarti menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Lanal Tarempa.

Ia menilai kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta bahari dan nasionalisme di kalangan pelajar.

“Kegiatan ini luar biasa. Anak-anak mendapat pengalaman berharga sekaligus pelajaran penting tentang laut dan pertahanan negara,” kata Sahtiar.

Ia menegaskan, posisi geografis Anambas yang berbatasan langsung dengan negara lain menjadikan pengawasan laut sebagai hal strategis dan harus menjadi prioritas bersama.

“Kami mendukung penuh peran Lanal Tarempa untuk menjaga wilayah perairan Anambas. Keamanan laut menyangkut kedaulatan negara,” tegasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Lanal Tarempa Ajak Pelajar Anambas Cinta Laut Lewat Joy Sailing di KRI Tjiptadi pertama kali tampil pada Kepri.

Lukisan Langka Pablo Picasso Hilang dalam Pengiriman ke Granada

0
F. x.com/janethleontv

batampos – Sebuah lukisan langka karya maestro Pablo Picasso berjudul Still Life with Guitar (1919) dilaporkan hilang dalam perjalanan menuju pameran seni di Granada, Spanyol, pada 3 Oktober 2025.

Karya kecil berukuran 12,7 x 9,8 sentimeter ini merupakan salah satu koleksi pribadi dari Madrid yang dipinjamkan untuk pameran bertajuk “Still Life: The Eternity of the Inert.” Nilai asuransinya diperkirakan mencapai €600.000 atau sekitar US$650.000.

Lukisan berteknik gouache dan pensil di atas kertas itu dikirim bersama 57 karya seni lainnya menggunakan van pengangkut khusus. Namun, saat proses pembongkaran pada 6 Oktober, lukisan tersebut tidak ditemukan dalam daftar kiriman.

“Van seharusnya menempuh perjalanan 4 hingga 5 jam, tetapi berhenti semalam di kota kecil Deifontes dekat Granada. Staf pengawal bergantian menjaga van, dan kotak kiriman tidak diberi nomor dengan benar,” tulis laporan The Guardian.

Kejanggalan juga ditemukan karena tidak ada pemeriksaan inventaris penuh ketika van tiba di Granada. Kondisi ini membuat proses pelacakan menjadi lebih sulit bagi pihak penyelenggara pameran.

Kepolisian Spanyol bersama unit kejahatan warisan budaya telah membuka penyelidikan dan memasukkan lukisan itu ke dalam daftar internasional karya seni yang hilang atau dicuri.

Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan, dan hilangnya karya ini memicu kekhawatiran soal keamanan pengiriman karya seni bernilai tinggi di Eropa.

Meski berukuran kecil, Still Life with Guitar memiliki nilai sejarah dan artistik yang tinggi karena menggambarkan masa transisi Picasso menuju gaya Synthetic Cubism, salah satu fase penting dalam kariernya. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Lukisan Langka Pablo Picasso Hilang dalam Pengiriman ke Granada pertama kali tampil pada News.

Menteri Wihaji dan Gubernur Ansar Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Pulau-Pulau di Kepri

0
Menteri Wihaji bersama Gubernur Ansar saat meninjau SPPG Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjungpinang, Kamis (23/10/2025).

Dalam kunjungannya, Wihaji menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perlakuan khusus bagi wilayah kepulauan agar distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan efektif hingga ke daerah terpencil.

“Kami akan memberikan perlakuan khusus bagi wilayah pulau-pulau agar distribusi pangan bergizi tetap berjalan efektif,” ujar Wihaji di Tanjungpinang.

Selain MBG, Kementerian juga menyiapkan program khusus untuk daerah kepulauan bernama Dahsyat (Dapur Anak Sehat Cegah Stunting).

Program ini akan berkolaborasi dengan SPPG agar penyaluran pangan bergizi dapat menjangkau wilayah yang sulit diakses karena kendala transportasi.

Menurut Wihaji, perhatian ekstra dibutuhkan agar bahan makanan tetap layak konsumsi selama proses distribusi ke pulau-pulau.

“Transportasi dan waktu pengiriman di pulau-pulau berbeda. Jadi harus ada penanganan khusus supaya bahan pangan tidak basi dan tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD berhak mendapat manfaat program MBG selama di wilayah tersebut sudah tersedia layanan SPPG.

“Arahan Presiden sangat jelas, tidak boleh ada satu pun penerima manfaat yang terlewat, termasuk di pulau-pulau terpencil,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Pemprov Kepri memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG dan SPPG di wilayahnya.

Ansar menyebut, capaian pelaksanaan di Kepri sudah mencapai 63 persen, dengan 89 SPPG telah beroperasi di kawasan perkotaan.

“Kita bantu analisis dan dorong di berbagai sisi. Bahkan pendamping keluarga pun kita beri insentif agar mereka semangat menjalankan tugasnya,” kata Ansar.

Ia menambahkan, Pemprov kini tengah fokus mempercepat pembangunan SPPG di wilayah kepulauan dan mengapresiasi langkah Menteri Wihaji yang turun langsung ke lapangan.

“Kami bersyukur Pak Menteri mau blusukan seperti ini. Dengan begitu beliau bisa memastikan program berjalan sesuai amanah Presiden,” pungkas Ansar. (*)

Artikel Menteri Wihaji dan Gubernur Ansar Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jangkau Pulau-Pulau di Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Kecelakaan Mencekam di Jalan Yos Sudarso, Pengendara Motor Alami Luka Serius

0
Ilustrasi.

batampos – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Agung Toyota, Rabu (22/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Sebuah sepeda motor Yamaha Nmax bernopol BP 4313 BP bertabrakan dengan truk logistik MBS Trailer BP 8125 dalam peristiwa yang mengakibatkan pengendara motor, Fatma (46), mengalami luka parah di kedua kakinya.

Menurut saksi mata Rio, insiden bermula saat Fatma yang merupakan karyawan PT Pasific dan warga Bengkong, melaju dari arah pelabuhan dan hendak memutar balik di U-turn depan Agung Toyota. Bersamaan dengan itu, truk logistik juga berusaha berbelok di jalur yang sama.

“Motor ada di sisi kanan truk saat keduanya mau putar balik. Tiba-tiba motor terjepit bagian kanan truk, kena kakinya. Kami dengar teriakan dan langsung bantu angkat kontainer yang jatuh,” jelas Rio.

Akibat kecelakaan ini, Fatma langsung dilarikan ke RS Budi Kemuliaan Batuampar untuk perawatan intensif. Petugas Satlantas Polresta Barelang bersama warga sekitar turut membantu proses evakuasi. Jalan Yos Sudarso sempat macet total lebih dari satu jam karena kepadatan warga yang berhenti menonton dan proses evakuasi yang berlangsung.

Sopir truk, Sinaga, mengaku tak menyadari keberadaan motor di sisi kanan saat berputar balik. “Awalnya saya tidak tahu ada motor di kanan saya. Setelah muatan jatuh, baru dengar teriakan,” ungkapnya.

Kondisi Fatma masih dalam penanganan medis. Warga, keluarga, dan rekan kerja korban tampak ramai menjenguk di rumah sakit. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Kecelakaan Mencekam di Jalan Yos Sudarso, Pengendara Motor Alami Luka Serius pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus ISPA di Dabo Singkep Capai 369 Orang, Didominasi Anak-Anak

0
Junaidah, Kepala Puskesmas Dabo. F. Paino untuk Batam Pos.

batampos – Sepanjang tahun 2025, sebanyak 369 warga di wilayah kerja Puskesmas Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Puskesmas Dabo, Jubaidah, membenarkan temuan tersebut dan menyebut mayoritas penderita ISPA berasal dari kalangan anak-anak.

“Untuk ISPA ini mayoritas penderitanya adalah anak-anak. Faktor alam dan lingkungan seperti pergantian cuaca serta kebersihan yang kurang menjadi penyebab utamanya,” ujar Jubaidah saat dikonfirmasi, Rabu (23/10).

Selain kasus ISPA, Puskesmas Dabo juga mencatat peningkatan kasus penyakit tidak menular dengan jumlah cukup tinggi sepanjang tahun ini.

“Selain ISPA, ada juga beberapa penyakit dengan jumlah penderita banyak, seperti hipertensi sebanyak 399 orang dan diabetes melitus 231 orang,” ungkapnya.

Menurut Jubaidah, penderita hipertensi lebih banyak dialami laki-laki berusia sekitar 30 tahun, sementara diabetes melitus lebih banyak menyerang perempuan di usia yang sama.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca dan gaya hidup tidak sehat, yang bisa memicu berbagai penyakit.

“Kita harus selalu menjaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, karena saat ini penyakit tidak mengenal usia,” tegas Jubaidah.

Puskesmas Dabo juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, baik di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas, rumah sakit, maupun klinik. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Kasus ISPA di Dabo Singkep Capai 369 Orang, Didominasi Anak-Anak pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenag Batam Ingatkan Risiko Umrah Mandiri: Tak Ada Asuransi, Tak Dapat Perlindungan Resmi

0
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Tren umrah mandiri mulai mencuat seiring kemudahan teknologi dan kebijakan visa baru dari Pemerintah Arab Saudi. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mengingatkan agar masyarakat tidak gegabah mengambil opsi tersebut tanpa memahami risiko yang menyertainya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, menegaskan bahwa jemaah yang berangkat umrah secara mandiri tidak mendapatkan layanan bimbingan ibadah maupun perlindungan resmi sebagaimana yang diperoleh melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berizin.

“Kalau berangkat umrah secara mandiri, tidak mendapatkan layanan bimbingan ibadah dari petugas umrah. Dari sisi pelayanan dan perlindungan juga tidak terjamin,” ujar Syahbudi, Kamis (23/10).

Baca Juga: Waspada Travel Umrah Murah, Ini 5 Pasti dari Kemenag

Ia menjelaskan, perlindungan terhadap jemaah umrah diatur secara jelas dalam Pasal 96 regulasi penyelenggaraan ibadah umrah. Dalam aturan itu disebutkan, perlindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan tidak berlaku bagi jemaah umrah mandiri, karena tidak ada pihak resmi yang menanggung asuransi maupun tanggung jawab hukum.

“Pelindungan jiwa, kecelakaan, dan kesehatan siapa yang mau tanggung jawab? Karena tidak ada asuransi. Itu sudah jelas diatur dalam pasal tersebut,” tambahnya.

Syahbudi mengatakan, hingga kini pemerintah masih menunggu aturan lebih lanjut dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait legalitas dan teknis pelaksanaan umrah mandiri.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa travel resmi tetap memiliki nilai tambah yang tidak bisa diabaikan, seperti bimbingan ibadah, akomodasi, transportasi, pendampingan selama di Tanah Suci, serta jaminan keamanan dan perlindungan penuh bagi jemaah.

Selain tak adanya jaminan asuransi, umrah mandiri juga berisiko tidak terdata secara resmi di Kemenag. Kondisi ini akan menyulitkan pemerintah jika sewaktu-waktu terjadi musibah atau masalah di Arab Saudi.

“Kalau tidak terdaftar di sistem Kemenag (Siskopatuh), jemaah tidak akan tercatat. Artinya, kalau ada apa-apa di sana, sulit bagi pemerintah untuk membantu atau berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi,” jelasnya.

Kemenag juga mewaspadai potensi munculnya biro jasa ilegal yang menawarkan pengurusan visa atau dokumen umrah mandiri tanpa izin resmi. Fenomena ini dikhawatirkan akan memunculkan praktik penipuan baru di tengah masyarakat.

Tren umrah mandiri sendiri muncul karena beberapa faktor, antara lain kemudahan teknologi untuk pemesanan tiket, hotel, dan visa secara daring, serta kebijakan Arab Saudi yang membuka akses visa turis dan e-visa yang bisa digunakan untuk ibadah umrah.

Namun, Syahbudi menekankan bahwa tidak semua visa dapat digunakan untuk ibadah umrah. “Hanya visa yang diizinkan oleh pemerintah Arab Saudi yang boleh digunakan. Jika tidak, itu termasuk pelanggaran,” katanya.

Ia pun mengingatkan, jemaah yang tidak mengikuti manasik resmi berpotensi salah dalam pelaksanaan ibadah. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan layanan travel umrah resmi agar perjalanan ibadah lebih aman, tertib, dan sesuai ketentuan syariat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kemenag Batam Ingatkan Risiko Umrah Mandiri: Tak Ada Asuransi, Tak Dapat Perlindungan Resmi pertama kali tampil pada Metropolis.

Penampakan Tersangka Pembunuhan Pegawai Imigrasi Tarempa, Ini Motifnya

0
Tersangka pembunuhan, ASM (baju orange) saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Mapolres Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kasus kematian misterius pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad (53), akhirnya menemui titik terang. Polisi menetapkan pemuda berinisial ASM (21) sebagai tersangka utama pembunuhan yang sempat menggegerkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas itu.

Tersangka ASM ditampilkan dalam konferensi pers di Mapolres Anambas, Kamis (23/10). Ia terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye, dengan kepala tertunduk dan tangan diborgol di depan awak media.

Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, menjelaskan bahwa motif pelaku membunuh korban karena janji uang Rp500 ribu yang tidak ditepati.

“Usai melakukan interaksi pribadi, korban tidak menepati janji sehingga pelaku emosi,” ujar Gusti.

Dalam kondisi marah, ASM kemudian memukul korban, memiting lehernya sebanyak dua kali, lalu mencekik hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di semak-semak menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, pada Jumat (17/10) dini hari.

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tanda kekerasan di bagian leher. Hasil autopsi tim Forensik Polda Kepri mengonfirmasi bahwa Harsyad meninggal akibat kekerasan tumpul yang menyebabkan mati lemas.

“Korban meninggal karena kekerasan tumpul pada leher. Tulang rahang gondok patah yang mengakibatkan gangguan pernapasan,” jelasnya.

Usai memastikan korban meninggal dunia, ASM sempat mengantarkan kembali sepeda motor korban ke rumahnya untuk mengelabui warga agar tidak dicurigai.

“Pelaku datang menjemput korban pakai skuter listrik, lalu mereka ke lokasi menggunakan motor korban sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah kejadian, pelaku pulang membawa motor korban seolah tidak terjadi apa-apa,” tutur Gusti.

Polisi menyebut hubungan antara pelaku dan korban baru terjalin sekitar tiga bulan, berawal dari urusan pekerjaan. Namun, aparat masih mendalami dugaan adanya hubungan pribadi lebih dekat di antara keduanya.

“Soal kemungkinan hubungan lebih dari itu masih kita dalami,” tambah Gusti.

Gusti memastikan ASM bertindak seorang diri. Tak ada indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, di antaranya pakaian korban, jaket hoodie pelaku, satu unit handphone, skuter listrik, dan sepeda motor Yamaha Xeon milik korban.

Atas perbuatannya, ASM dijerat Pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.

“Ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” tegas Kapolres Gusti. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Penampakan Tersangka Pembunuhan Pegawai Imigrasi Tarempa, Ini Motifnya pertama kali tampil pada Kepri.

Kolaborasi Imigrasi dan Dunia Usaha Bangun Green House, Perkuat Kemandirian Pangan di Batam

0
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama Kecamatan Sagulung dan PT Singapura Segarhijau Sayuran (Batamindo Green Farm), membangun green house di Sagulung. Green house ini dibangun untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di tengah masyarakat. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menunjukkan kepedulian pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bersama Kecamatan Sagulung dan PT Singapura Segarhijau Sayuran (Batamindo Green Farm), lembaga ini menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan green house di Sagulung, Kamis (23/10).

Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga negara untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan pembangunan green house ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan.

“Kami ingin program ini menjadi gerakan bersama, bukan berhenti di atas kertas. Semangat gotong royong, kemandirian pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan harus tumbuh bersama,” ujarnya.

Ia memastikan, pembangunan green house akan segera dimulai dalam waktu dekat.“Setelah ini, kami langsung bergerak. Paling lambat minggu depan pembangunan mulai dikerjakan,” kata Hajar.

Ia juga berharap kelompok tani di Kelurahan Tembesi dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian modern.

“Ilmu dan pengalaman dari Batamindo Green Farm harus diterapkan agar manfaatnya terasa nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sagulung Arfie Eranov menyambut positif langkah Imigrasi Batam yang ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.“Kami baru sebulan lebih bertugas di Sagulung, dan kami sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa ini. Semoga green house ini dapat dimaksimalkan dan memberi manfaat luas bagi warga,” ujarnya.

Menurut Arfi, tantangan terbesar bukan hanya membangun, tetapi menjaga agar program tetap berjalan dan berkelanjutan.

“Membangun itu mudah, tapi memastikan agar terus bermanfaat, itu yang paling menantang,” ucapnya.

Ia menambahkan, Sagulung merupakan kecamatan dengan populasi terbesar di Batam, mencapai lebih dari 228 ribu jiwa. Kondisi ini menuntut sinergi lintas sektor agar berbagai tantangan sosial dan ekonomi dapat diatasi bersama.

Dari pihak swasta, Yoga, perwakilan PT Singapura Segarhijau Sayuran, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata kemitraan publik-swasta yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami percaya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga negara seperti ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” katanya.

Yoga berharap green house yang dibangun tidak hanya menjadi pusat produksi pertanian modern, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat sekitar.

“Terima kasih kepada Kepala Kantor Imigrasi Batam, Pak Hajar Aswad, atas inisiatif dan energinya dalam mendukung program ketahanan pangan. Semoga proyek ini berjalan lancar dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kolaborasi Imigrasi dan Dunia Usaha Bangun Green House, Perkuat Kemandirian Pangan di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Buruh Batam Tuntut Hapus Outsourcing, Bikin Upah Murah dan Perlindungan Kerja Minim

0
Ratusan buruh dari berbagai serikat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Isu penghapusan sistem outsourcing kembali mengemuka dalam aksi unjuk rasa ratusan buruh di depan kawasan galangan PT ASL Shipyard, Batuaji, Rabu (22/10). Dalam orasi mereka, para buruh menilai sistem kerja alih daya itu menjadi sumber ketidakadilan, ketidakpastian, serta minimnya jaminan keselamatan bagi ribuan pekerja di Batam.

Suprapto dan Yapet Ramon, dua tokoh buruh yang memimpin aksi, sama-sama menyoroti bahwa praktik outsourcing di Batam telah menekan kesejahteraan dan keselamatan pekerja. Mereka menyebut sistem tersebut membuat posisi buruh semakin lemah karena hubungan kerja tidak langsung dengan perusahaan pengguna, melainkan melalui vendor penyedia tenaga kerja.

“Upah rendah, hak tidak jelas, dan posisi pekerja makin lemah. Kami menuntut agar outsourcing dihapus karena tidak menjamin kesejahteraan. Bahkan jaminan keselamatan kerja pun minim diperhatikan. Ini sudah jauh dari semangat keadilan,” tegas Suprapto dalam orasinya.

Baca Juga: Ratusan Buruh Batam Gelar Aksi di Depan PT ASL, Tuntut Penegakan K3 dan Hapus Outsourcing

Kondisi ini, lanjutnya, menyebabkan pekerja tidak bisa menuntut perusahaan tempat mereka bekerja sehari-hari saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), karena secara hukum bukan pemberi kerja langsung. Akibatnya, tanggung jawab sering kali saling dilempar antara perusahaan utama dan penyedia tenaga kerja.

Masalah lain yang mencuat adalah soal upah dan fasilitas kerja. Banyak pekerja outsourcing di Batam hanya menerima gaji setara Upah Minimum Kota (UMK) tanpa tambahan tunjangan transportasi, makan, atau bonus produksi yang biasa diterima karyawan tetap. Dalam sejumlah kasus, pekerja alih daya bahkan tidak mendapatkan upah lembur meskipun bekerja melebihi jam kerja normal.

Di beberapa sektor industri seperti galangan kapal dan elektronik, buruh juga mengungkapkan bahwa pekerjaan inti perusahaan yang seharusnya dilarang untuk dialihdayakan, justru dikerjakan oleh tenaga outsourcing. “Operator produksi, teknisi, sampai bagian pengelasan di galangan kapal pun dioutsourcingkan. Ini jelas melanggar aturan,” ujar Yapet Ramon, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam.

Selain kesejahteraan, para buruh juga menyoroti lemahnya penerapan standar keselamatan kerja (K3). Banyak tenaga outsourcing tidak mendapatkan pelatihan keselamatan maupun perlengkapan kerja memadai. “Kecelakaan kerja di galangan bukan hal baru. Banyak pekerja tidak punya asuransi, tidak dilindungi BPJS, dan perusahaan seolah lepas tangan,” kata Yapet menambahkan.

Bahkan, sejumlah vendor penyedia tenaga kerja diduga tidak menyetorkan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan secara rutin. Akibatnya, pekerja kesulitan saat membutuhkan pelayanan medis atau menghadapi kecelakaan kerja. Pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dinilai masih lemah, karena banyak perusahaan outsourcing yang beroperasi tanpa izin resmi.

Serikat pekerja di Batam mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem outsourcing. Mereka menilai praktik ini telah jauh menyimpang dari tujuan awal yakni efisiensi kerja dan kini berubah menjadi cara perusahaan menghindari tanggung jawab terhadap hak-hak pekerja.

“Pekerja bukan barang yang bisa dipindahkan seenaknya. Banyak dari mereka kehilangan pekerjaan setiap kali kontrak vendor habis, tanpa pesangon sepeser pun,” kata seorang aktivis FSPMI dalam orasi penutup.

Sejumlah pekerja galangan kapal juga menyampaikan keluhan serupa. Romi (32), seorang pengelas di salah satu perusahaan subcon galangan, mengaku sudah lima tahun bekerja tanpa status tetap dan tanpa perlindungan memadai. “Kami kerja di lingkungan berisiko tinggi, tapi perlengkapan keselamatan kadang tidak lengkap. Kalau terjadi kecelakaan, tanggung jawabnya tidak jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Dedi (29), operator blasting, menuturkan bahwa selain upah rendah, jaminan kesehatan pun sering bermasalah. “Kami kerja keras di bawah panas dan debu logam, tapi BPJS sering tidak aktif karena iurannya tak disetor vendor. Kalau sakit atau kecelakaan, kami harus tanggung sendiri,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Buruh Batam Tuntut Hapus Outsourcing, Bikin Upah Murah dan Perlindungan Kerja Minim pertama kali tampil pada Metropolis.

Bapanas Cek Gudang Beras Tanjungpinang, Pastikan Harga Sesuai HET

0
Tim Bapanas RI saat mengecek harga beras di gudang distributor yang ada di Jalan Kijang Lama, Kamis (23/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI turun langsung ke lapangan untuk memantau harga beras di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/10).

Tim melakukan pengecekan di sejumlah gudang distributor dan toko penjual beras guna memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pantauan dilakukan di salah satu gudang distributor beras di Jalan Kijang Lama, Tanjungpinang, dengan menelusuri stok beras berbagai merek, baik kategori medium maupun premium.

“Ini merupakan arahan pimpinan. Kami melaksanakan tugas pengendalian harga beras di Provinsi Kepri,” ujar Akber Maulid, Staf Direktorat Pengawasan Bapanas RI, usai pengecekan harga beras di Tanjungpinang.

Selain di Tanjungpinang, Bapanas RI juga melakukan pemantauan harga beras di Bintan dan Batam. Pemeriksaan dilakukan di gudang distributor, hingga ke sejumlah swalayan yang menjual beras eceran ke masyarakat.

Dari hasil pengecekan tersebut, Bapanas memastikan tidak ditemukan adanya harga beras medium maupun premium yang dijual di atas HET.

“Untuk HET beras premium di Tanjungpinang Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.000 per kilogram. Sementara beras SPHP berada di kisaran Rp13.100 per kilogram. Saat ini harga di Tanjungpinang terpantau normal,” jelas Akber.

Artikel Bapanas Cek Gudang Beras Tanjungpinang, Pastikan Harga Sesuai HET pertama kali tampil pada Kepri.