Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 955

Jaga Kelestarian, Panbil Group Tanam 5.000 Pohon Mangrove.

0
Penanaman bibit mangrove

batampos– PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP) Tanjung Sauh menanam 5000 pohon mangrove di bibir pantai Pulau Ngenang. Ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan penghijauan. Sekaligus upaya untuk melestarikan mangrove di Batam

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kita menjaga kelestarian alam. Bagaimana mangrove tetap terjaga dan lestari. Dan kami berharap dengan penanaman pohon ini, abrasi akan terhindar. Sekaligus bisa menunjang hidup para nelayan sekitar karena mangrove itu adalah tempat udang dan kepiting bersarang atau bertelur” ujar Martina, Corporate Legal dari PT BSP.

Penanaman pohon ini akan dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama, Rabu (5/11) ada sekitar 1.500 pohon yang ditanam. “Kita melibatkan warga untuk penanaman pohon mangrove ini. Kita memang berupaya untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga sekitar, termasuk masukan dari pihak manapun untuk ha” tambahnya.

Lurah Pulau Ngenang, Rusdi menyambut baik penanaman pohon tersebut. Ia berharap dengan adanya penanaman pohon ini, pantai di sekitar Pulau Ngenang akan terhindar dari abrasi. Dan akan menjadi tempat udang dan kepiting bertelur.

BACA JUGA: Target Serap 68.000 Pekerja Hingga 2030, Panbil Group Berkomitmen Mendukung Perekonomian Kota Batam

“Saya mengapresiasi dan ucapan terima kasih yang luar biasa kepada PT BSP atau Panbil group atas penanaman mangrove ini. Mangrove itu sangat penting untuk menjaga Ngenang dari abrasi” ujarnya.

Dia juga berharap kepada warga sekitar agar sama-sama menjaga kelangsungan mangrove tersebut. “Ini memang tidak langsung terlihat. Tapi ini akan sangat berarti untuk anak cucu kita kedepannya. Makanya mari kita menjaganya,”tambahnya.

Kegiatan tanam pohon Mangrove ini juga diapresiasi oleh Ketua Karang Taruna Kelurahan Ngenang, Julhalim. Ia berharap kegiatan serupa tidak akan berhenti tetapi akan berkelanjutan.

“Kami dari karang taruna mengucapkan banyak terima kasih untuk PT BSP. kegiatan seperti ini untuk pesisir memang sangat penting. Mudah-mudahan akan lebih banyak mangrove lagi yang ditanam,”katanya.

Suhardi, Ketua Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan, Provinsi Kepri mengatakan mangrove adalah tempat hidup untuk ikan, udang, ketam dan kepiting. Kalau mangrove terjaga dan lestari, maka otomatis akan berdampak kepada kehidupan nelayan sekitar. (*)

Reporter: Alpian

Artikel Jaga Kelestarian, Panbil Group Tanam 5.000 Pohon Mangrove. pertama kali tampil pada Metropolis.

Menko AHY Pastikan Pemerintah Pusat Serius Bangun Daerah Terdepan Lewat Proyek Nasional di Anambas

0
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menerima cinderamata dari Bupati Anambas, Aneng usai mengunjungi Pulau Jemaja. f.Yolana untuk Batam Pos

batampos– Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian penuh terhadap daerah-daerah yang menjadi garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut AHY, wilayah perbatasan dan terluar seperti Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan negara, sehingga pembangunan di wilayah ini harus menjadi prioritas nasional.

“Daerah terdepan harus lebih diperhatikan, terutama dalam pembangunan infrastruktur agar masyarakat di perbatasan merasa nyaman dan tidak tertinggal dibanding daerah perkotaan,” kata AHY saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Jemaja, Rabu (5/11).

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah terluar bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan juga memperkuat rasa kebangsaan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Wagub Nyanyang Lantik Komisioner KPID Kepri Periode 2025–2028, Tegaskan Pentingnya Kedaulatan Informasi dan Penguatan Konten Lokal di Daerah Perbatasan

AHY menjelaskan, untuk Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah telah menyiapkan sejumlah proyek nasional yang akan mulai dibangun tahun depan.

“Beberapa proyek besar akan segera dikerjakan di Anambas, seperti pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Jemaja, pembangunan Jembatan Konjo-Peninting, serta revitalisasi pasar dan sekolah-sekolah,” jelas Suami dari Annisa Pohan ini.

Pembangunan PLBN di Pulau Jemaja nantinya akan menjadi pos lintas batas pertama di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas yang langsung menghadap ke Laut Natuna Utara berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam.

“Keberadaan PLBN ini sangat penting, tidak hanya untuk memperkuat pengawasan wilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan perdagangan bagi masyarakat setempat,” ujar AHY yang merupakan putra kesayangan Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu, proyek pembangunan Jembatan Konjo-Peninting juga menjadi perhatian khusus. Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan mempercepat arus logistik di wilayah Anambas.

Menurut AHY, pemerintah juga tengah menyiapkan program revitalisasi pasar rakyat dan sekolah-sekolah di daerah terpencil agar kegiatan ekonomi dan pendidikan dapat berjalan lebih baik.

“Kita ingin masyarakat Anambas bisa menikmati fasilitas yang sama seperti masyarakat di kota besar. Ini bentuk keadilan pembangunan yang sedang kami dorong,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap wilayahnya.

“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan Pak AHY yang telah menaruh perhatian besar terhadap Anambas. Dukungan ini sangat berarti bagi kami yang berada di wilayah terdepan,” ujar Aneng.

Menurut Aneng, pembangunan infrastruktur nasional di Anambas akan membawa dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Peringatan HUT ke-23 Kepri, Bupati Aneng: Jangan Anak Tirikan Daerah Perbatasan!

Ia berharap agar proyek-proyek yang direncanakan bisa segera terealisasi sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan perhatian pemerintah pusat seperti ini, kami optimistis Anambas akan semakin maju dan sejajar dengan daerah lain di Indonesia,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Menko AHY Pastikan Pemerintah Pusat Serius Bangun Daerah Terdepan Lewat Proyek Nasional di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Demi Ikut TKA, Siswa SMA Posek Numpang di Rumah Warga Cari Sinyal Internet

0
Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kepulauan Posek saat melaksanakan TKA di rumah warga, Selasa (4/11). F. Mariono untuk Batam Pos.

batampos – Di tengah kemajuan teknologi pendidikan, kisah perjuangan siswa SMA Negeri 1 Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menggugah hati.

Demi bisa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang digelar secara daring, mereka terpaksa menumpang di rumah warga demi mendapatkan sinyal internet yang stabil.

Pelaksanaan TKA berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 3 – 4 November 2025. Tes ini bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa sebagai bahan evaluasi pembelajaran, sekaligus persiapan menuju perguruan tinggi.

Namun di balik semangat para siswa, tersimpan perjuangan berat. Jaringan internet yang lemah di wilayah Kepulauan Posek membuat pelaksanaan TKA tak bisa dilakukan di sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Kepulauan Posek, Mariono, mengatakan bahwa sejak hari pertama ujian, seluruh perangkat di sekolah tidak dapat terhubung ke jaringan internet.

“Pada hari pertama kita melakukan TKA di sekolah semuanya blank, jadi kita harus mencari titik koordinat yang jaringannya bisa support. Akhirnya dapat di salah satu rumah warga,” ujar Mariono, Rabu (5/11).

Setelah sempat mencoba kembali di sekolah, jaringan sempat stabil namun kembali hilang. Akhirnya, pelaksanaan TKA hari pertama dan kedua dilakukan di rumah warga yang memiliki sinyal lebih baik.

“Terpaksa kami melaksanakan TKA di rumah warga karena lokasi yang support jaringan berada di sana,” jelasnya.

Selain kendala jaringan, siswa juga harus menghadapi keterbatasan sarana prasarana. Dari total 12 unit Chromebook yang dimiliki sekolah, hanya 8 yang berfungsi dengan baik.

“Untuk mencukupi kebutuhan 24 siswa, kami meminjam laptop dari guru dan teman-teman,” ungkap Mariono.

Meski dihadang berbagai keterbatasan, seluruh siswa SMA Negeri 1 Kepulauan Posek akhirnya berhasil menyelesaikan TKA dengan baik.

“Alhamdulillah, walaupun penuh perjuangan dan hambatan, siswa-siswi kami tetap berhasil mengikuti pelaksanaan TKA ini,” tutup Mariono.

Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat memberi perhatian lebih pada sekolah-sekolah di wilayah terpencil, agar fasilitas pendidikan dan infrastruktur digital dapat terpenuhi.

Reporter: Vatawari 

 

Artikel Demi Ikut TKA, Siswa SMA Posek Numpang di Rumah Warga Cari Sinyal Internet pertama kali tampil pada Kepri.

Kuliner Batam yang Jadi Oleh-Oleh Wajib, Ada Luti Gendang hingga Epok-epok

0
Luti gendang
Luti Gendang, salah satu kuliner khas Melayu yang banyak ditemukan di Batam. F. dok. Batam Pos.

batampos – Batam bukan hanya dikenal dengan destinasi wisatanya yang memikat, tapi juga deretan oleh-oleh khas yang menggoda lidah.

Setiap kali berkunjung, wisatawan lokal maupun mancanegara tak pernah lupa membawa pulang kuliner khas Batam yang lezat dan unik.

Berikut lima oleh-oleh terkenal di Batam yang selalu jadi incaran wisatawan:

1. Kek Pisang Villa

Kek Pisang Villa menjadi ikon oleh-oleh Batam yang wajib dicoba. Kue berbahan dasar pisang ini memiliki berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, dan blueberry. Teksturnya lembut dengan aroma pisang yang khas.

Toko Kek Pisang Villa bisa dengan mudah ditemukan di beberapa lokasi, seperti Nagoya, Batu Aji, Botania, Batam Centre, dan Bandara Hang Nadim.

2. Luti Gendang

Roti goreng berisi abon ikan pedas ini menjadi favorit banyak wisatawan. Ukurannya kecil, cocok untuk teman perjalanan atau camilan sore hari. Luti Gendang bisa ditemukan di Ruko Royal Sincom Blok D No.15–16, Teluk Tering, Batam Kota.

Rasa gurih dan pedasnya yang khas membuat siapa pun ketagihan.

3. Epok-Epok Ana

Epok-epok atau pastel khas Batam ini berisi kentang, sarden, hingga telur rebus. Rasanya renyah di luar dan gurih di dalam. Tak heran, banyak wisatawan yang menjadikannya buah tangan wajib dari Batam.

Epok-Epok Ana berlokasi di Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam.

4. Ogura

Ogura merupakan kue kekinian khas Batam dengan tekstur super lembut dan topping beragam. Kue ini cocok dijadikan oleh-oleh premium untuk keluarga di rumah.

Gerainya tersebar di Nagoya, Batam Centre, Panbil Mall, Tiban Centre, Ruko Plaza Fanindo, dan Bandara Hang Nadim.

5. Acong Ota, Otak-Otak Tenggiri Asli Batam

Acong Ota dikenal dengan otak-otak ikan tenggiri berkualitas yang dibungkus daun kelapa muda. Rasanya gurih, lembut, dan bisa dibeli satuan maupun kiloan.

Kamu bisa menemukannya di Ruko Trikarsa Ekualita, Jalan Pasir Putih No.6 Blok P, Sadai, Bengkong, Batam.

Kelima oleh-oleh khas Batam ini mudah ditemukan di berbagai titik kota. Rasanya yang autentik dan khas membuat wisatawan selalu ingin kembali berlibur ke Batam. Jadi, jangan lupa mampir dan bawa pulang cita rasa khas Pulau Batam!

Reporter: Juliana Belence

Artikel Kuliner Batam yang Jadi Oleh-Oleh Wajib, Ada Luti Gendang hingga Epok-epok pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenali 5 November Sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

0
F. Radar Pontianak.

batampos – Setiap tanggal 5 November, Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap flora dan fauna yang merupakan bagian dari identitas serta kekayaan alam Indonesia.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 9 Januari 1993.

Penetapan hari nasional ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan rasa cinta masyarakat terhadap flora dan fauna Indonesia, serta mendorong pelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan bangsa.

Mengutip Radar Kediri, pemerintah juga menetapkan tiga satwa dan tiga puspa nasional sebagai simbol kecintaan terhadap alam Indonesia:

Tiga Satwa Nasional

1. Komodo (Varanus komodoensis), satwa darat nasional yang hidup di Nusa Tenggara Timur.

2. Ikan Siluk Merah (Scleropages formosus),  satwa air yang dikenal karena keindahan dan nilai ekonominya.

3. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa udara langka yang menjadi simbol semangat dan keagungan, sekaligus inspirasi lambang negara Garuda Pancasila.

Tiga Puspa Nasional

1. Melati (Jasminum sambac), puspa bangsa yang melambangkan kesucian dan ketulusan.

2. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), puspa pesona yang merepresentasikan keanggunan dan keindahan Indonesia.

3. Padma Raksasa (Rafflesia arnoldii), puspa langka yang menggambarkan keajaiban sekaligus rapuhnya alam Indonesia.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional mengandung makna mendalam agar masyarakat mencintai, melestarikan, dan bangga terhadap kekayaan alam Indonesia. Flora dan fauna bukan sekadar simbol atau objek wisata, tetapi warisan yang harus dijaga demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan manusia.

Hari nasional ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan agar generasi mendatang dapat menikmati kekayaan hayati yang sama. Pemerintah, lembaga konservasi, hingga masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian alam.

“Setiap bunga, satwa, dan hutan di Indonesia memegang peran besar dalam kehidupan kita. Lingkungan yang sehat akan memberikan kehidupan yang layak bagi generasi selanjutnya,” tulis laporan Radar Madiun.

Peringatan 5 November menjadi simbol cinta dan tanggung jawab terhadap puspa dan satwa Indonesia, sekaligus ajakan untuk terus menjaga bumi Nusantara.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kenali 5 November Sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional pertama kali tampil pada News.

Empat Warga Anambas Ditangkap Aparat Malaysia, BP2D Kepri: Kami Masih Telusuri Kasusnya

0
Kepala BPPD Kepri, Doli Boniara. F. Istimewa.

batampos – Empat warga asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Mereka diduga terlibat dalam aksi pencurian di fasilitas kilang minyak yang berada di perairan 133 mil dari Kuala Kemaman, Terengganu, Malaysia, pada Minggu (2/11).

Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya masih menelusuri kebenaran laporan penangkapan tersebut.

Hingga kini, BP2D berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk memastikan kondisi warga yang diamankan.

“Kita sudah koordinasi dengan KJRI, namun katanya itu wilayah KBRI. Sekarang kita masih menunggu informasi resmi dari KBRI,” ujar Doli kepada Batam Pos, Rabu (5/11/2025).

Doli membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi terkait empat warga Anambas yang ditahan di Malaysia karena dugaan pencurian di kilang minyak milik negara tetangga tersebut.

Keempat warga itu masing-masing berinisial Sabll, warga Desa Putik; Luhpi, warga Desa Tebang; serta Jahri dan Pai, warga Desa Candi. Penangkapan mereka disebut bermula dari laporan aktivitas mencurigakan di area fasilitas pengeboran minyak milik Petronas.

Doli menyayangkan dugaan keterlibatan warga Anambas dalam aksi pencurian tersebut. Ia mengungkap, sebelumnya tujuh warga Anambas juga pernah ditangkap atas kasus serupa di lokasi yang sama.

“Sangat disayangkan. Masalahnya pencurian ini pasti ada pidananya, sama seperti di Indonesia,” tegasnya.

BP2D Kepri bersama KBRI disebut terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan perlindungan hukum bagi WNI yang terlibat, sesuai prosedur diplomatik antarnegara.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Empat Warga Anambas Ditangkap Aparat Malaysia, BP2D Kepri: Kami Masih Telusuri Kasusnya pertama kali tampil pada Kepri.

Pemilik Kucing Didenda Rp20 Juta Usai Peliharaannya Ganggu Tetangga

0
Ilustrasi kucing. F. Freepik.

batampos – Seorang wanita di Prancis selatan, Dominique Valdes, harus membayar denda sebesar €1.250 atau sekitar Rp 20,8 juta (kurs Rp 16.680 per Euro) setelah kucing peliharaannya, Remi, berulang kali masuk dan mengganggu properti tetangga.

​Putusan pengadilan menjatuhkan denda tersebut dan meminta Dominique bertanggung jawab atas serangkaian gangguan yang disebabkan oleh kucingnya.

​Menurut laporan The Brussels Times, tetangga Dominique Valdes mengklaim Remi kerap buang air kecil di selimut, meninggalkan kotoran di taman, hingga menyisakan jejak kaki di lantai yang belum kering.

Meskipun Dominique bersikeras tidak ada bukti jelas yang menghubungkan Remi dengan kerusakan tersebut, pengadilan tetap menjatuhkan hukuman.

​Dominique diwajibkan membayar denda total €1.250 dan denda €30 untuk setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Remi.

​Keputusan pengadilan tersebut membuat Dominique terpaksa mengurung kucingnya di dalam rumah.

​“Dia menjadi gemuk dan agresif. Rasanya sedang menjadi tahanan rumah,” ujar Dominique Valdes, Rabu (5/11), dikutip dari The Brussels Times.

​Kasus ini tidak hanya menyangkut batas pekarangan, tetapi juga dikaitkan dengan potensi kerusakan hewan peliharaan yang merugikan properti tetangga.

​Organisasi perlindungan hewan Prancis, Société Protectrice des Animaux (SPA), segera menyoroti kasus ini karena dianggap memiliki implikasi besar terhadap kebebasan hewan peliharaan dan pemiliknya.

​“Jika kasus ini menjadi yurisprudensi, pastinya orang akan berpikir dua kali sebelum mengadopsi kucing,” kata Direktur SPA, Guillaume Sanchez, dikutip dari sumber yang sama.

​Kasus Remi dijadwalkan kembali ke pengadilan pada bulan Desember mendatang. Hakim akan memutuskan apakah denda tambahan akan diberikan kepada Dominique Valdes. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Pemilik Kucing Didenda Rp20 Juta Usai Peliharaannya Ganggu Tetangga pertama kali tampil pada News.

Badai Terjang Lingga, Atap Rumah Warga Hancur Tertimpa Pohon Kelapa

0
Kondisi atap rumah warga Selayar, Muhammad Amor setelah tertimpa pohon kelapa, Rabu (5/11). F. Oktanius untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah rumah warga di Desa Selayar, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, mengalami kerusakan parah pada bagian atap setelah tertimpa pohon kelapa. Insiden ini terjadi akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Rabu dini hari (5/11).

​Kejadian nahas tersebut diperkirakan terjadi sekira pukul 04.20 WIB. Batang pohon kelapa yang tumbang tidak hanya menjebol atap seng, tetapi juga merusak struktur kuda-kuda bangunan.

​Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal, membenarkan insiden ini. Informasi diterima setelah Kepala Desa Selayar melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Lingga.

​”Dari laporan yang kami terima, rumah yang tertimpa pohon itu adalah milik warga Desa Selayar atas nama Muhammad Amor,” ujar Oktanius saat dikonfirmasi pada Rabu (5/11).

​Beruntungnya, menurut hasil peninjauan di lokasi kejadian, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan yang diakibatkan fokus pada bagian atap rumah.

​Saat ini, petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lingga bersama staf kedaruratan telah berkoordinasi dengan pihak desa. Mereka sedang melakukan pendataan dan pengumpulan dokumen korban, seperti KTP dan KK, untuk keperluan administrasi bantuan.

​Mengingat kondisi cuaca di wilayah Lingga yang belakangan ini kerap dilanda angin kencang dan hujan deras, Oktanius mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

​”BPBD Lingga terus memantau kondisi cuaca. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tegasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Badai Terjang Lingga, Atap Rumah Warga Hancur Tertimpa Pohon Kelapa pertama kali tampil pada Kepri.

Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Dilantik Jadi Sekda Sore Ini

0

 

Luki Zaiman Prawira. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang baru. Asisten II Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira, dijadwalkan akan dilantik menjadi Sekda Pemprov Kepri pada hari ini, Rabu (5/11) sore.

​Kabar pelantikan tersebut dibenarkan langsung oleh Luki Zaiman. Acara pelantikan rencananya akan berlangsung di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

​”Mohon doa, nasehat, dan kerjasama. Semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik,” kata Luki Zaiman kepada Batam Pos.

​Luki Zaiman menggantikan posisi Sekda sebelumnya, Adi Prihantara, yang telah dilantik sebagai pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah Ahli Utama di lingkungan Pemprov Kepri sejak Senin (20/10) lalu.

​Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengusulkan dua nama pejabat untuk mengisi jabatan Sekda. Kedua nama tersebut adalah Luki Zaiman Prawira dan Abdullah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bappenda Kepri.

​Adi Prihantara sendiri kini bertugas mengawal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan bersama DPRD. (*)

Reporter: M. Ismail. 

Artikel Asisten II Pemprov Kepri Luki Zaiman Dilantik Jadi Sekda Sore Ini pertama kali tampil pada Kepri.

​Warga Anambas Ditangkap APMM Malaysia Diduga Curi Kabel Kilang Minyak Petronas

0
Empat warga Kabupaten Anambas saat diamankan petugas APMM karena menjarah isi kilang minyak milik Petronas. F. APMM untuk Batam Pos.

batampos – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) kembali mengamankan empat warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Mereka ditangkap saat melakukan aksi penjarahan kabel di kilang minyak milik Petronas yang berada di perairan internasional, 133 mil dari Kuala Kemaman, Negara Bagian Terengganu, pada Minggu (2/11).

​Keempat pelaku yang diamankan adalah Sabli (Desa Putik), Luhpi (Desa Tebang), serta Jahri dan Pai (Desa Candi). Mereka memiliki rentang usia antara 27 hingga 62 tahun.

​Penangkapan ini bermula dari laporan adanya aktivitas mencurigakan di fasilitas pengeboran minyak Petronas yang diterima pada Jumat (31/10) lalu.

​Pengarah Zon Maritim Kemaman, Komander Maritim Abdul Halim Hamzah, mengatakan pihaknya segera mengerahkan Kapal KM Sebatik untuk melakukan penyelidikan intensif.

​”Kami kerahkan armada KM Sebatik ke lokasi untuk investigasi. Tim tiba pada Sabtu (1/11) pagi,” ujar Abdul Halim Hamzah seperti dikutip dari Bernama, Rabu (5/11).

​Pada pemeriksaan awal di anjungan minyak, petugas menemukan sejumlah kabel telah dipotong, namun pelaku tidak ditemukan di tempat kejadian.

​Investigasi berlanjut keesokan harinya, Minggu (2/11). Petugas kembali menemukan gulungan kabel listrik yang sudah tersusun rapi di salah satu sudut anjungan.

​”Melihat kondisi tersebut, kami yakin para pelaku masih berada di sekitar area. Setelah dilakukan pencarian intensif, akhirnya kami menemukan empat orang pria yang bersembunyi di ruang pengudaraan (ventilasi),” jelas Abdul Halim.

​Bersama para pelaku, petugas turut menyita sejumlah peralatan yang digunakan untuk mencuri, seperti pemotong kabel dan alat bantu teknis.

Abdul Halim menambahkan, total pelaku dalam komplotan tersebut diduga berjumlah enam orang. Namun, dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.

​“Dua orang lagi berhasil kabur, kemungkinan besar mereka sudah kembali ke Indonesia, tepatnya ke daerah asal mereka di Anambas,” katanya.

​Sementara itu, Kepala Desa Putik, Azman Riadi, membenarkan bahwa salah satu pelaku yang ditangkap merupakan warganya. Ia mengaku prihatin lantaran ini bukan kali pertama warganya terjerat kasus serupa.

​“Benar, warga saya Sabli ditangkap lagi oleh pihak Malaysia. Ini sudah ketiga kalinya dia terlibat kasus pencurian di anjungan minyak,” ungkap Azman.

​Azman mengaku pihaknya telah berulang kali memberikan nasihat kepada warga agar tidak melakukan kegiatan ilegal di luar negeri, terutama di kawasan industri minyak lepas pantai Malaysia.

Ia menduga faktor desakan ekonomi dan iming-iming hasil besar menjadi pendorong utama aksi nekat tersebut.

​”Saya sudah sering beri nasihat, tapi mungkin karena desakan ekonomi dan iming-iming hasil besar, mereka tetap melakukannya,” sesal Azman.

​Insiden penangkapan warga Anambas karena mencuri di anjungan minyak Petronas ini bukan yang pertama kali terjadi tahun 2025. Sebelumnya, pada 20 Februari 2025, tujuh warga Anambas juga berhasil diamankan otoritas Malaysia dalam kasus serupa.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel ​Warga Anambas Ditangkap APMM Malaysia Diduga Curi Kabel Kilang Minyak Petronas pertama kali tampil pada Kepri.

Play sound