Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan nomor WA pengaduan petugas pajak dan bea cukai nakal. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
batampos – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi membuka layanan aduan melalui WhatsApp khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan petugas pajak maupun bea cukai yang nakal. Layanan ini bisa diakses langsung melalui nomor 0822-4040-6600.
“Kan sebelumnya saya janji nih, komplain masalah bea cukai, dan khusus bea cukai dan pajak ya, bisa lapor Pak Purbaya. Nomornya ini, 0822-4040-6600,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa layanan aduan ini ditujukan bagi publik yang memiliki keluhan terhadap pegawai pajak atau bea cukai yang dinilai menyimpang, termasuk permasalahan lain di kedua instansi tersebut.
“Ini buat publik yang punya keluhan terhadap masalah pajak atau pegawai pajak atau pegawai bea cukai yang ngaco, yang menurut mereka ngaco, atau masalah pajak apa pun, dan bea cukai. Nanti staff saya sudah ada yang standby di sana,” jelas Purbaya.
Bendahara negara memastikan bahwa nomor tersebut sudah aktif mulai hari ini. Meski begitu, pesan yang dikirim melalui WhatsApp tersebut tidak akan langsung dibalas olehnya.
Nantinya, kata Purbaya, akan ada petugas yang akan mengumpulkan keluhan masyarakat terlebih dahulu untuk divalidasi. Namun ia memastikan keluhan yang sudah tervalidasi akan ditindaklanjuti olehnya, sehingga tak ada lagi masyarakat yang mengeluh.
“Bukan pasti dibalas. Kita desain sistem yang langsung jawab ‘ya, ya, ya’, tapi belum ditindaklanjuti ya. Nanti ada tim yang memilih mana yang paling signifikan. Tentu pasti akan divalidasi dulu, bener nggak nih? Atau cuma nyape-nyapein saya aja,” ungkap Purbaya.
“Komplain sana, komplain sini, tau-tau enggak ada. Kita akan validasi dulu. Begitu divalidasi oke. Kita akan follow up. Jadi harusnya semaksimal mungkin kita follow up. Sampai nggak ada lagi yang ngeluh,” tambahnya.
Selain itu, Purbaya juga memastikan, jika keluhan masyarakat terbukti benar, ia menegaskan tak segan menindak tegas petugas yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.
“Kita lihat apa sih masalahnya. Kalau petugasnya yang salah kita sikat petugasnya. Kalau yang lapor yang salah kita hajar yang lapornya. Tapi kan bisa juga yang lapor, yang ngelaporin orang lain kan. Kita follow up sesuai dengan masukan yang diberikan oleh yang mengadu, kan itu,” tegasnya. (*)
Korban ledakan kapal tanker Federal II milik PT ASL Shipyard saat dievakuasi, Rabu (15/10).
batampos – Tragedi maut kembali terjadi di kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Batam. Kapal tanker MT Federal II yang tengah menjalani proses perbaikan kembali meledak pada Rabu (15/10) dinihari menewaskan 10 pekerja dan melukai 18 orang lainnya.
Ironisnya, insiden ini terjadi hanya berselang empat bulansetelah ledakan pertama di kapal yang sama Juni lalu, yang juga menewaskan empat pekerja subkontraktor akibat terkena semburan api dan ledakan di bagian lambung kapal.
Peristiwa nahas terbaru ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja tengah melakukan pengerjaan di bagian lambung kapal.
Tiba-tiba terdengar dentuman keras disertai semburan api besar yang menyebabkan banyak pekerja terjebak di ruang kerja.
Sebelumnya, dalam kasus ledakan pertama pada Juni lalu, penyelidikan telah menetapkan dua tersangka berinisial A dan F yang merupakan penanggung jawab Health, Safety, and Environment (HSE) perusahaan. Keduanya dianggap lalai hingga menyebabkan kebakaran dan menewaskan empat pekerja. Namun hingga kini, proses hukum terhadap keduanya belum juga disidangkan.
Kasi Intel Kejari Batam, Priandi Firdaus menjelaskan bahwa berkas perkara masih diteliti oleh jaksa setelah sempat dikembalikan.
“Pelimpahan berkas dilakukan tanggal 19 September, kemudian dikembalikan pada 10 Oktober kemarin. Sekarang masih diteliti oleh jaksa. Untuk kedua tersangka, sudah diajukan perpanjangan penahanan oleh kepolisian,” jelas Priandi.
Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin membenarkan bahwa masa penahanan kedua tersangka kini ditangguhkan.
“Benar, berkas dikembalikan. Karena masa penahanan hampir habis, maka kita tangguhkan sementara. Namun proses hukum tetap berlanjut,” ujarnya.
Setelah insiden pertama, MT Federal II sempat dinyatakan sebagai barang bukti (TKP) dan seluruh kegiatan perbaikan dihentikan. Namun belakangan, pengerjaan kapal kembali dilakukan oleh pihak perusahaan setelah kepolisian menyelesaikan olah TKP dan penyelidikan.
Kombes Zaenal menegaskan bahwa pembukaan kembali akses kapal dilakukan karena status quo telah dicabut.
“Terkait kapal, sebelumnya diminta untuk dihentikan selama penyelidikan. Setelah olah TKP selesai, statusnya tidak lagi status quo,” jelasnya.
Hingga Rabu sore, tim gabungan dari Polda Kepri, Polresta Barelang dan instansi terkait masih melakukan evakuasi dan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi belum dapat memberikan kesimpulan mengenai penyebab pasti ledakan kedua ini.
Ledakan di kapal MT Federal II kini menjadi sorotan publik mengingat peristiwa serupa terjadi dua kali di kapal yang sama. (*)
Ilustrasi orang yang bersemangat dan mampu menerima umpan balik. (Freepik)
batampos – Pengalaman kerja pertama atau tugas awal di tempat kerja memang terasa asing.
Dan banyak orang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan tugas pertama mereka, sehingga mendorong umpan balik dari rekan kerja.
Mendapatkan umpan balik di tempat kerja adalah hal yang wajar, dan semua orang pasti pernah mengalaminya.
Namun, reaksi seseorang ketika menerima umpan balik dapat menentukan kinerja mereka kedepannya.
Di tempat kerja kita harus menerima segala perubahan dan cepat beradaptasi dengan keadaan di sekitar.
Menerima umpan balik adalah salah satu yang membuat kita cepat berkembang dan mampu beradaptasi dengan rekan-rekan kerja.
Selain itu, menghadapi umpan balik dengan reaksi terbuka dan menganggapnya sebagai masukan dapat membuat seseorang lebih bersemangat dan produktif.
Dilansir dari Times of India, ada lima cara dalam menghadapi umpan balik dan kritikan di tempat kerja agar tidak menurunkan semangat kita saat bekerja.
1. Menghadapi Umpan Balik Sebagai Pertumbuhan
Kita perlu memahami bahwa tugas pertama saat bekerja memang tidak selalu berjalan mulus dan sukses.
Namun, jika kita memahami bahwa menerima kritikan dan menanggapinya secara positif, itu dapat melatih diri kita agar lebih maju.
Umpan balik bukan sebuah penilaian pada pribadi kita, tapi sebuah pembelajaran yang kita peroleh agar dapat bekerja sesuai standar.
Selain itu, umpan balik membuat kita lebih fokus saat bekerja, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Di tempat kerja sangat wajar antar rekan kerja memberikan umpan balik, karena itu penting untuk kemajuan bersama.
Dan umpan balik menunjukkan keterlibatan agar setiap individu dapat mengikuti kualitas hasil di tempat kerja.
Jadi, dengan memahami umpan balik adalah hal yang mendorong pertumbuhan, kita dapat menjadi pribadi yang terbuka dan terus maju.
2. Aktif Berpartisipasi dengan Bertanya
Menerima umpan balik tidak hanya didengarkan, tetapi secara proaktif mengajukan pertanyaan ketika kita tidak memahami.
Dengan mengajukan pertanyaan yang jelas, kita dapat mendapatkan pembelajaran yang lebih detail terkait kekurangan kita.
Entah bertanya seperti “Apakah ada pelatihan yang bisa saya ikuti untuk meningkatkan keterampilan saya di sini?”
Ini menunjukkan inisiatif bahwa kita ingin belajar dan berkembang, sehingga umpan balik dapat menjadi dorongan kemajuan kita.
Oleh karena itu, jika kita mampu mengajukan pertanyaan ketika menerima umpan balik, kita dapat lebih mudah berkembang dan beradaptasi di tempat kerja.
3. Memantau Kemajuan Pribadi
Setiap umpan balik yang kita terima adalah sebuah pembelajaran yang sangat berguna untuk kemajuan pribadi.
Namun, kita juga perlu melacak kemajuan kinerja kita, sehingga kita tahu peningkatan apa yang telah kita lewati.
Ini membuat umpan balik yang kita terima terasa sangat bermanfaat, sehingga kita dapat beradaptasi dengan cepat.
Selain itu, melacak kemajuan kita dapat menumbuhkan energi positif dan motivasi saat di tempat kerja.
Tujuan dari memantau kemajuan memang untuk memberikan gambaran yang jelas terhadap diri kita sendiri.
Jadi, lakukan refleksi dan pemantauan kemajuan, sehingga kita tahu umpan balik yang kita terima telah terlaksana.
4. Menggunakan Umpan Balik untuk Lebih Produktif
Umpan balik yang kita terima dapat membuat kita lebih produktif saat bekerja jika kita mampu menerimanya secara terbuka.
Kompetensi kita saat bekerja dapat meningkat dan kita mungkin akan lebih menonjol di tempat kerja.
Selain itu, umpan balik adalah sebuah tanggapan yang mengarah pada kekurangan kita, sehingga kita dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki.
Cobalah menganggap umpan balik sebagai masukan agar kita dapat mencapai tujuan yang kita inginkan.
Dan budayakan di tempat kerja agar selalu memberikan umpan balik yang mendorong kemajuan bukan bersifat personal.
Selalu hadir ketika sedang rapat kinerja, sehingga kita dapat mengetahui umpan balik apa yang kita terima untuk kemajuan pribadi di tempat kerja.
5. Menerima Umpan Balik untuk Menyesuaikan Standar Pekerjaan
Umpan balik yang kita terima secara terbuka dapat membuat kita cepat beradaptasi dengan kondisi dan standar hasil kerja.
Hari pertama bekerja kita mungkin bingung dan merasa bahwa pekerjaan kita tidak cukup baik.
Namun, ketika kita menerima umpan balik dan memahaminya sebagai pembelajaran, kita dapat dengan cepat menyesuaikan standar kerja kita.
Selain itu, kita dapat fokus pada tujuan yang selaras di tempat kerja, sehingga kesuksesan seluruh anggota tim dapat tercapai.
Ini dapat memberikan kita apresiasi atau bahkan kemajuan karir yang pesat karena kita dapat dengan cepat beradaptasi.
Jadi, cobalah menerima umpan balik sebagai masukan yang membuat kita cepat beradaptasi dengan standar di tempat kerja. (*)
Ilustrasi: Empat pejalan kaki berteduh menggunakan satu payung untuk menghindari terik matahari di Jakarta. F. MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS
batampos – Cuaca panas ekstrem kembali melanda berbagai wilayah di Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara bahkan menembus 37,6 derajat Celsius, membuat masyarakat bertanya-tanya: apa penyebabnya dan sampai kapan akan berlangsung?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena panas ini dipicu oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi tersebut diprakirakan masih akan bertahan hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto memaparkan, posisi gerak semu matahari pada bulan Oktober berada di selatan ekuator, yang membuat sinar matahari lebih intens di wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.
“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia,” ujar Guswanto, Rabu (15/10).
Selain itu, penguatan angin timuran atau Monsun Australia turut membawa massa udara kering dan hangat. Akibatnya, pembentukan awan menjadi minim dan radiasi matahari langsung menyentuh permukaan bumi, meningkatkan suhu secara signifikan.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, suhu maksimum di atas 35°C kini meluas di banyak wilayah Indonesia.
“Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua,” jelasnya.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). Sehari kemudian, Sabu Barat (NTT) mencatat suhu 36,6°C.
Namun, pada 14 Oktober 2025, suhu kembali meningkat menjadi 34–37°C, dengan Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) mencatat suhu maksimum hingga 37,6°C.
“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” tambah Andri.
Masih Ada Potensi Hujan Lokal, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
Meski panas mendominasi, BMKG mencatat potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama periode panas ekstrem ini.
“Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari,” kata Guswanto.
Ia juga menegaskan agar warga tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari.
Untuk informasi cuaca terkini dan peringatan dini, masyarakat diminta memantau situs resmi BMKG (bmkg.go.id), media sosial BMKG, atau aplikasi Info BMKG agar dapat mengantisipasi dampak cuaca terhadap aktivitas sehari-hari. (*)
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh sekolah negeri dan swasta di Batam mengelola Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) secara transparan dan akuntabel, guna memastikan penggunaannya tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
Amsakar juga mengapresiasi langkah Inspektorat Daerah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam yang menginisiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Upaya ini penting untuk memastikan pengelolaan dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan mutu sekolah.
“Saya menyambut baik kegiatan ini karena kami punya harapan besar terhadap dunia pendidikan. Sosialisasi ini harus menjadi jawaban agar tata kelola BOSP benar-benar tepat sasaran dan memberi nilai tambah bagi sekolah serta peserta didik,” katanya, Rabu (15/10).
Dana BOSP kerap menjadi sorotan publik karena masih ditemukan praktik pengelolaan yang kurang tepat di sejumlah sekolah. Karena itu, Amsakar berharap ada pemahaman menyeluruh kepada para kepala sekolah agar penggunaan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain menyoroti aspek tata kelola keuangan, dia juga mendorong para kepala sekolah untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas SDM di lingkungan masing-masing. Katanya, kberhasilan sekolah swasta maupun negeri sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik dan capaian prestasi peserta didik.
“Sekolah swasta harus bisa menunjukkan prestasi. Kalau prestasinya bagus, InsyaAllah penerimaan siswa tiap tahun juga meningkat. Tapi kalau tidak ada prestasi, ya, nanti susah bernapas,” ujarnya.
Ia menyebut, pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun SDM Batam yang berdaya saing. Untuk itu, ia meminta seluruh kepala sekolah menjadi motor penggerak inovasi dan contoh integritas dalam menjalankan tugasnya.
“Saya berharap materi dari para narasumber bisa langsung ke substansi dan mudah dipahami. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pengelolaan pendidikan kita ke depan,” katanya.
Sementara itu, Inspektur Kota Batam, Hendriana Gustini, mengingatkan pengelolaan dana BOSP harus dilakukan secara tertib, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tata kelola yang baik merupakan bagian dari penerapan prinsip good governance dan clear goverment di bidang pendidikan.
Dalam sosialisasi yang turut menghadirkan narasumber dari Polresta Barelang, Kejaksaan Negeri Batam, dan Ombudsman Kepri, Hendriana menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di sektor pendidikan.
Ia juga mau agar sekolah tidak menggunakan dana BOSP di luar peruntukannya, seperti mentransfer ke rekening pribadi, membungakan dana, atau membiayai kegiatan non-pendidikan. “Jangan sampai ada yang melanggar aturan, karena konsekuensinya jelas,” tambahnya.
Hendriana pun mengajak seluruh kepala sekolah di Batam untuk menanamkan nilai integritas dalam setiap pengelolaan dana pendidikan. (*)
Petugas Klinik Polri sedang memeriksa kesehatan warga yang sakit. Kapolres Anambas mengajak masyarakat untuk manfaatkan layanan ini. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Polres Kepulauan Anambas menghadirkan layanan kesehatan jemput bola melalui Klinik Polri untuk membantu masyarakat yang kesulitan berobat ke fasilitas kesehatan, terutama bagi lansia dan warga sakit yang sulit bepergian.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka mengatakan, program ini merupakan bentuk pelayanan humanis Polri agar masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang mudah dan cepat.
“Ada warga kita yang sudah tua, sakit, tapi nggak bisa datang ke Puskesmas. Nah, bisa langsung hubungi kami. Petugas Klinik Polri nanti datang ke rumah,” ujar Ngurah Agung saat ditemui di Desa Sri Tanjung, Rabu (15/10).
Ia menjelaskan, sejak program ini berjalan, sudah ada sejumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut, meski masih terbatas di beberapa wilayah.
“Masih sebagian yang tahu dan pakai layanan ini. Ke depan, kami ingin semua masyarakat tahu dan memanfaatkannya, supaya nggak ada warga yang kesulitan berobat karena jarak atau kondisi fisik,” katanya.
Selain layanan pemeriksaan kesehatan di rumah, Polres Anambas juga menyediakan fasilitas antar-jemput warga yang ingin berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat menggunakan kendaraan dinas Polri.
“Kalau ada warga yang butuh ke rumah sakit, petugas kami siap jemput dan antar. Jadi masyarakat nggak perlu khawatir kalau nggak ada kendaraan,” jelas Kapolres.
Program Klinik Polri Peduli ini, lanjut Kapolres, merupakan bentuk nyata pengabdian dan kepedulian Polri terhadap masyarakat di bidang kesehatan, sejalan dengan semangat Presisi dan pelayanan humanis.
“Kami ingin hadir bukan hanya saat ada masalah hukum, tapi juga ketika masyarakat butuh bantuan kesehatan,” tegasnya.
Warga yang ingin menggunakan layanan ini cukup menghubungi Polsek terdekat atau nomor layanan resmi di 0853-5528-8428. Petugas Klinik Polri akan datang sesuai jadwal dan kebutuhan medis warga.
Kapolres berharap layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat dan semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.
“Semoga layanan ini bisa dirasakan langsung manfaatnya. Polri ingin menjadi sahabat yang hadir membantu di setiap situasi,” pungkasnya. (*)
Warga secara swadaya memperbaiki jalan yang rusak di Kampung Lembah Sari, Toapaya. F. Marto untuk Batam Pos.
batampos – Warga RT 005 RW 002 Kampung Lembah Sari, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan, kompak memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Jalan yang berada tak jauh dari traffic light Simpang Tembeling itu ditambal menggunakan semen dan kerikil oleh warga setempat.
Salah seorang warga, Acek, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan kerap membahayakan pengguna jalan. Bahkan, jalan itu sudah menelan korban kecelakaan.
“Sudah ada yang jatuh akibat jalan itu. Ibu dan anaknya sampai dibawa ke puskesmas setelah terjatuh,” ujarnya, Selasa (15/10).
Ia berharap jalan tersebut segera diperbaiki secara permanen agar tidak lagi memakan korban.
Menanggapi hal itu, Camat Toapaya, Ivan Golar, menyampaikan apresiasi kepada warga yang berinisiatif memperbaiki jalan secara mandiri.
“Melalui RT dan RW, warga secara mandiri melakukan perbaikan jalan dengan semenisasi. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian warga,” ujar Ivan.
Ia menuturkan, perbaikan swadaya ini dilakukan karena seringnya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Pemerintah kecamatan juga pernah membantu dengan menyediakan bahan material.
“Sudah tiga sampai empat kali jalan ditambal. Kami juga sempat bantu menyediakan semen dan koral,” kata Ivan.
Lebih lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepri, karena jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi.
“Alhamdulillah, minggu depan akan dilakukan pengaspalan jalan, karena kebetulan ada pekerjaan lanjutan dari arah Kilometer 14 menuju Bintan Timur,” pungkasnya. (*)
batampos- Polda Kepri bakal mengusut kebakaran maut kapal tanker Federal II di galangan PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam. Peristiwa yang terjadi Rabu (15/10) sekitar pukul 04.20 WIB itu menewaskan 10 pekerja dan melukai 21 orang lainnya.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin saat turun ke lokasi kejadian beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan. Ia memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
“Kami akan menelusuri penyebab pasti kebakaran ini melalui olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Bila ditemukan unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Asep didampingi sejumlah PJU.
Ledakan bermula saat beberapa pekerja dari PT Rotary Engineer dan PT PTM sedang melakukan pekerjaan panas (hot work) di dalam tangki Cargo Oil Tank (COT). Dalam hitungan detik, percikan api memicu ledakan hebat di ruang tangki, menyebabkan kebakaran besar di area kerja kapal.
Tim keselamatan perusahaan sempat berupaya memadamkan api, namun kobaran yang besar baru bisa dijinakkan sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa tragis itu meninggalkan duka mendalam: sepuluh nyawa melayang, sementara 21 pekerja lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dengan luka bakar serius.
Para korban kini dirawat di RS Mutiara Aini, RS Elisabeth Sei Lekop, RS Graha Hermine, dan RSUD Embung Fatimah. Jenazah para korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Batam untuk proses identifikasi dan otopsi oleh tim DVI Polda Kepri.
Kondisi sebagian jenazah yang terbakar parah membuat proses identifikasi berlangsung hati-hati. Polisi memeriksa sidik jari, gigi, dan DNA guna memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Tim DVI bekerja secepat mungkin agar keluarga korban mendapat kepastian,” ujar Asep.
Penyelidikan kini difokuskan pada dugaan pelanggaran keselamatan kerja di galangan tersebut. Tim gabungan Ditreskrimum, Inafis, dan Labfor Polda Kepri bersama Satreskrim Polresta Barelang diterjunkan ke lokasi untuk mengumpulkan bukti. Mereka menelusuri tanggung jawab pihak perusahaan, subkontraktor, hingga petugas keselamatan kerja (safety officer) yang bertugas saat kejadian.
Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga mendalami dokumen administrasi tenaga kerja, kontrak kerja subkontraktor, serta penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari laporan internal perusahaan, diketahui kebakaran bermula dari area WBT 2S, tempat pekerja melakukan pengelasan di dalam tangki.
Tragedi di kapal Federal II bukan kali pertama terjadi. Pada 24 Juni 2025 lalu, kapal yang sama juga terbakar di lokasi serupa, menyebabkan sembilan pekerja luka-luka. Insiden berulang ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai penerapan standar K3 di industri galangan kapal.
Asep menegaskan pihaknya akan menelusuri setiap unsur penyebab, termasuk sistem pengawasan internal dan pelatihan keselamatan kerja yang diterapkan perusahaan. “Kami ingin memastikan tidak ada yang luput. Setiap kelalaian yang merenggut nyawa akan ditindak tegas,” katanya.
Saat ini kawasan galangan masih dijaga ketat. Garis polisi membentang di sekitar kapal Federal II yang kini tampak hangus di bagian tangki tengah. Tim forensik terus bekerja mengumpulkan serpihan logam dan sisa material untuk analisis laboratorium.
Sementara itu, pihak keluarga korban masih menunggu kabar identifikasi di RS Bhayangkara Batam. Di antara isak tangis, mereka berharap proses hukum berjalan adil dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Asep memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan terbuka dan profesional. “Kami berkomitmen menegakkan hukum dengan transparan. Tidak ada yang ditutupi,” tegasnya. (*)
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura memeriksa kemasan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu IX, Tanjungpinang, Selasa (14/10) lalu. F. Diskominfo Kepri.
batampos – Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan, Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus bersih dan hegienis.
“Kita harus memastikan kebersihan, kehigienisan, serta keamanan seluruh proses penyelenggaraan program MBG di Kepri,” ujar Wagub Nyanyang disela-sela penilaian SPPG Batu iX, Tanjungpinang, Selasa (14/10) lalu.
Ditegaskannya, peninjauan ini adalah untuk melihat langsung mulai dari bahan baku, proses penyimpanan, dapur produksi, hingga tempat pencucian. Semua tahapan harus sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Setelah melihat langsung, saya bisa pastikan semuanya bersih, higienis, dan proses pengolahan makanan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ahli gizi,” jelas Nyanyang.
Wagub Nyanyang juga mengingatkan seluruh 41 pekerja di SPPG Batu IX untuk terus menjaga kebersihan dan kehigienisan dalam setiap proses produksi makanan bergizi.
“Jangan sampai ada satu lalat pun di dapur ini. Pastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan memperhatikan gizi yang seimbang untuk anak-anak kita,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan tim gizi SPPG Batu IX atas dedikasi mereka dalam mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras demi terselenggaranya program MBG ini. Upaya ini sangat berarti bagi peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di Kepri,” ungkapnya.(*/adv)
Beberapa pegawai honorer yang baru diangkat menjadi PPPK terlihat berjalan kaki sambil menenteng amplop berisi SK di kantor Bupati Bintan pada Rabu (15/10) siang. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Di balik seremoni pelantikan 596 pegawai honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Bintan, Rabu (15/10), tersimpan kisah unik para abdi negara baru.
Bukan hanya soal status baru, tapi juga perjalanan hidup dan perubahan arah pengabdian mereka. Salah satunya datang dari Bayu Kuntadi, mantan pengurus partai politik di Bintan yang kini resmi mengenakan seragam ASN.
Tiga tahun lalu, Bayu memutuskan mundur dari dunia politik untuk menjadi pegawai honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kita sebagai mandor di Satgas Kebersihan DKP,” ujar Bayu dengan nada lega.
Kini, ia resmi menyandang status PPPK. Meski belum tahu besaran gaji yang akan diterima, Bayu mengaku optimistis dan bersyukur.
“Mungkin sekitar dua sampai tiga juta. Kawan-kawan sudah minta ditraktir dari gaji pertama,” katanya sambil tertawa.
Sementara itu, kisah berbeda datang dari Syaifudin Zuhri (51), tenaga teknis di SDN 004 Gunung Kijang yang sudah mengabdi sejak 2007.
Dari gaji Rp100 ribu per bulan di awal masa honorer, hingga Rp1,6 juta menjelang pengangkatan, perjuangan Syaifudin mencerminkan keteguhan para tenaga pendidikan di daerah.
“Sekarang alhamdulillah diangkat jadi PPPK. Gaji pertama nanti buat kebutuhan rumah dan sedikit buat cucu,” ujarnya tersenyum.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan, total ada 596 PPPK dan 1 CPNS yang dilantik dalam tahap II ini. Ia berharap seluruhnya bisa menjadi contoh aparatur yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
“Mereka harus menunjukkan kinerja terbaik. Ini bentuk apresiasi pemerintah terhadap pengabdian mereka selama ini,” kata Roby.
Soal keberadaan mantan pengurus partai di antara PPPK, Roby mengonfirmasi memang ada satu orang, namun sudah tidak aktif di politik.
“Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri, dan saat ini bertugas di Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya. (*)