Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 96

H-7 Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan SBP Tanjungpinang

0
Suasana arus penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang jelang Idulfitri 2026, Minggu (15/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sri Bintan Pura mulai meningkat. Pada H-7 Lebaran, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui pelabuhan tersebut tercatat mencapai 7.441 orang dalam sehari.

Data tersebut menunjukkan lonjakan dibandingkan hari sebelumnya. Dari total penumpang tersebut, sebanyak 3.662 orang tercatat tiba di pelabuhan, sedangkan 3.779 penumpang berangkat menuju berbagai daerah tujuan.

Jika dibandingkan dengan H-8 Lebaran, jumlah penumpang yang datang saat itu hanya 2.275 orang, sementara penumpang yang berangkat tercatat sebanyak 3.352 orang.

Baca Juga: Songkok Jadi Buruan Jelang Idulfitri di Tanjungpinang, Pengrajin Kebanjiran Pesanan

Sebagian besar penumpang melakukan perjalanan menuju Batam dan sejumlah wilayah antarpulau di Provinsi Kepulauan Riau, seperti Lingga dan Karimun. Sementara sebagian lainnya berlayar menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Salah seorang penumpang, Cahyo Aji, mengaku memilih pulang lebih awal ke Kabupaten Lingga agar dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga. Ia mengatakan sempat kesulitan mendapatkan tiket kapal karena tingginya permintaan menjelang Lebaran.

“Saya pulang lebih cepat supaya bisa dapat tiket. Biasanya kalau sudah dekat Lebaran tiket cepat habis,” ujarnya, Minggu (15/3).

Sementara itu, KSOP Tanjungpinang menyatakan akan berkoordinasi dengan operator kapal untuk menambah armada guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

Baca Juga: Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

Langkah tersebut juga berkaca pada pengalaman saat periode Natal dan Tahun Baru, di mana tambahan kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pengguna jasa pelabuhan.

“Kami akan berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran untuk menambah armada, baik untuk rute domestik maupun internasional,” ujar pihak KSOP. (*)

Artikel H-7 Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan SBP Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Got di Jalan Raja H. Fisabilillah Dipenuhi Sampah

0
Tumpukan sampah terlihat di got sepanjang Jalan Raja H. Fisabilillah, Batam Center, Minggu (15/3) siang. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Tumpukan sampah seperti yang terlihat di got sepanjang Jalan Raja H. Fisabilillah, Batam Center, Minggu (15/3) siang. Sampah plastik bercampur dengan limbah lainnya sebagian menutupi aliran drainase dan menimbulkan bau menyengat.

‎Kondisi ini memunculkan pemandangan yang kurang sedap di salah satu kawasan yang menjadi pusat aktivitas Kota Batam itu.

‎Jalan Raja H. Fisabilillah sendiri merupakan salah satu jalur utama di kawasan Batam Center yang setiap hari dilalui banyak kendaraan. Namun, tumpukan sampah yang terlihat di dalam got membuat wajah kota tampak kurang terawat dan mengganggu estetika lingkungan.

Baca Juga: DLH Batam Siagakan 1.000 Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah Selama Lebaran

‎“Jorok bang, belum ada pergerakan untuk dibersihkan,” kata Udin, seorang pengemudi ojek online yang sering mangkal di kawasan tersebut.

‎Menurutnya, kondisi sampah di drainase itu sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir. Selain mengganggu pemandangan, bau yang muncul dari sampah tersebut juga cukup menyengat, terutama saat cuaca panas di siang hari.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah di Kota Batam sudah memiliki jadwal yang berbeda di setiap kawasan.

‎Ia mengklaim bahwa untuk kawasan perkotaan, pengangkutan sampah dilakukan setiap hari oleh petugas yang dikerahkan oleh DLH.

‎“Kawasan perkotaan sampah diangkut setiap hari. Untuk kawasan perumahan sekali seminggu dan kawasan pertokoan dua kali dalam seminggu. Armada yang kita kerahkan ada 95 unit di luar kendaraan pick up,” ujarnya.

‎Dohar mengatakan armada tersebut disebar ke berbagai titik di Kota Batam untuk memastikan sampah dapat diangkut secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan mengenai tumpukan sampah di drainase Jalan Raja H. Fisabilillah tersebut.

‎Menurutnya, persoalan itu akan dikoordinasikan melalui program Batam Asri, sebuah kegiatan yang rutin dilakukan untuk membersihkan berbagai titik di Kota Batam.

‎“Siap, akan segera di-follow up,” kata Rudi. (*)

Artikel Got di Jalan Raja H. Fisabilillah Dipenuhi Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Fuel Surcharge, Gubernur Minta Tarif Feri Tetap Wajar

0
Ilustrasi. Wisman asal Singapura memadati area kedatangan di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meminta operator kapal feri rute Batam-Singapura tak menaikkan tarif perjalanan secara berlebihan setelah pemberlakuan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.

Sebelumnya, harga tiket sekali jalan berada pada kisaran Rp450 ribu hingga Rp530 ribu. Setelah diberlakukannya fuel surcharge, tarif perjalanan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp515 ribu hingga Rp595 ribu per penumpang.

Sejumlah operator feri seperti seperti Majestic Fast Ferry, Batam Fast Ferry, Sindo Ferry, dan Horizon Fast Ferry, mulai memberlakukan biaya tambahan tersebut sejak 12 Maret 2026.

Penumpang yang berangkat dari pelabuhan di Indonesia, seperti seperti Batam Centre Ferry Terminal, Sekupang Ferry Terminal, dan Tanjung Pinang Ferry Terminal, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp65 ribu per orang.

Baca Juga: Ke Singapura Makin Mahal

Sementara itu, penumpang yang berangkat dari Singapura melalui HarbourFront Centre dan Tanah Merah Ferry Terminal, dikenakan tambahan biaya sebesar 6 dolar Singapura per penumpang.

Pihak operator kapal sempat menyebut, bahwa kebijakan itu diterapkan untuk menutupi kenaikan biaya operasional yang dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar di pasar global. Biaya tambahan itu berlaku untuk seluruh jenis tiket, baik sekali jalan maupun pulang-pergi, dan dibayarkan saat pembelian tiket atau ketika penumpang mengambil boarding pass.

Ansar mengatakan, kenaikan tarif masih dapat dipahami apabila dipicu oleh peningkatan biaya operasional yang tidak dapat dihindari. Namun, operator diharapkan tetap memperhitungkan kemampuan masyarakat.

“Kalau memang mengharuskan naik dan tidak bisa dihindari, yang penting mereka bisa mengatur batas kenaikan itu. Jangan memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan besar,” katanya, Jumat (13/3) kemarin.

Pemprov Kepri, kata Ansar, akan lebih dulu memeriksa informasi terkait kenaikan biaya perjalanan tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Saya coba cek dulu apa kira-kira pengaruhnya. Informasinya karena harga minyak dunia,” ujarnya.

Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengintervensi kebijakan tarif yang ditetapkan oleh operator feri. Meski demikian, Pemprov Kepri akan melakukan pemantauan agar kenaikan biaya perjalanan tetap berada dalam batas yang wajar.

Apabila kebijakan tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap masyarakat, pemerintah daerah berencana memanggil para operator untuk membahas persoalan tersebut.

“Nanti kita pastikan dulu. Kalau memang terjadi, kita panggil para pelaku usahanya seperti beberapa waktu lalu,” kata dia. (*)

Artikel Fuel Surcharge, Gubernur Minta Tarif Feri Tetap Wajar pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup

0
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Kepolisian memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Anambas masih dalam kondisi aman meski isu konflik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas.

Kapolres Kepulauan Anambas, I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di wilayah tersebut.

“Untuk stok BBM di Anambas sampai saat ini masih mencukupi dan masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya saat berada di Mapolsek Siantan, Minggu (15/3).

Baca Juga: Polres Anambas Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan di Letung, Berita Acara Pengukuran BPN Jadi Kendala

Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak langsung terhadap pasokan BBM di Anambas.

Ia menjelaskan, wilayah Kepulauan Anambas juga memiliki potensi sumber daya minyak dan gas yang turut menopang kebutuhan energi di daerah tersebut.

“Kondisi yang terjadi di Timur Tengah tidak terlalu berpengaruh di sini, karena kita juga memiliki sumber minyak dan gas,” katanya.

Meski demikian, Kapolres mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah stok BBM yang tersedia saat ini. Data rinci mengenai ketersediaan BBM berada pada instansi yang menangani distribusi energi.

“Untuk jumlah stok secara detail saya tidak mengetahui, namun secara umum masih aman,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang beredar terkait kelangkaan BBM. Ia meminta warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak menimbun BBM,” tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran Gudang Restoran Angkasa di Tarempa Picu Kepanikan Warga

Menurutnya, tindakan penimbunan justru berpotensi memicu kelangkaan dan dapat merugikan masyarakat lainnya.

Pihak kepolisian, lanjutnya, akan terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan distribusi BBM di wilayah Kepulauan Anambas tetap berjalan lancar. (*)

Artikel Kapolres Anambas Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Dipastikan Cukup pertama kali tampil pada Kepri.

DLH Batam Siagakan 1.000 Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah Selama Lebaran

0
Kepala DLH Batam, Dohar Mangalando Hasibuan. Foto. M Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah selama masa libur Idulfitri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan tempat penampungan sampah di kawasan permukiman sudah dikosongkan sebelum Hari Raya.

Kepala DLH Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, mengatakan, lonjakan sampah hampir selalu terjadi setiap periode libur Lebaran karena meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Selama libur Lebaran biasanya terjadi peningkatan volume sampah dari sumber. Hal ini dipengaruhi aktivitas masyarakat yang lebih intens dibandingkan hari biasa,” kata dia, Minggu (15/3).

Pihaknya menargetkan proses pengangkutan sampah dari permukiman dapat diselesaikan sebelum Lebaran tiba. Langkah ini dilakukan agar lingkungan tempat tinggal warga tetap bersih dan nyaman saat merayakan hari raya.

Baca Juga: Sampah Menggunung di Seibinti–Seilekop, Bau Busuk dan Asap Pembakaran Ganggu Warga

“Kami targetkan bak sampah di permukiman sudah kosong sebelum masuk Lebaran. Jadi sampah yang ada kami angkut terlebih dahulu agar warga lebih nyaman menyambut momen Lebaran,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan, DLH Batam bersama tim satuan tugas kebersihan juga mengoptimalkan sistem kerja selama masa libur. Jadwal petugas telah disusun guna mengurangi potensi keterlambatan dalam pengangkutan sampah dari berbagai sumber.

“Kami berupaya menekan kemungkinan terjadinya keterlambatan pengangkutan sampah. Karena itu, jadwal kerja selama libur Lebaran sudah kami atur. Sama seperti tahun sebelumnya, H-1 diharapkan seluruh tong sampah milik warga sudah kosong,” ujar Dohar.

Selain pengangkutan dari kawasan permukiman, petugas kebersihan juga akan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan ramai aktivitas masyarakat. Area yang menjadi perhatian antara lain jalan protokol, pusat perbelanjaan, dan ruang publik.

Layanan kebersihan DLH Batam saat ini didukung sekitar 1.000 petugas yang terdiri dari tenaga pengangkut sampah dan penyapu jalan. Mereka bekerja secara bergiliran dalam sistem shift untuk memastikan pelayanan tetap berjalan pada pagi hingga malam hari.

“Petugas kami tetap bekerja selama libur Lebaran dengan sistem shift. Mereka terdiri dari petugas pengangkut sampah serta penyapu jalan yang bertugas menjaga kebersihan kota,” ujar Dohar.

Menurut dia, keberadaan para petugas tersebut sangat berperan dalam menjaga kondisi lingkungan tetap bersih, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat selama periode libur panjang. (*)

Artikel DLH Batam Siagakan 1.000 Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah Selama Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Kawan Lama Gelar Buka Puasa dan Santunan, Satukan Kebersamaan dan Inspirasi untuk Batam

0
HM Soerya Respationo dan H Ismeth Abdullah saat memberikan santunan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Nur Jannah. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) kembali menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama, sekaligus memberikan santunan kepada 30 anak-anak dari Panti Asuhan Nur Jannah, dan dukungan bagi anggota Kalam yang sakit. Acara yang mengambil tema, “sahabat lama-kenangan baru, kebersamaan itu ibadah dan selalu indah” itu digelar di De Patros Harbour Bay, Sabtu (14/03), berlangsung hangat, penuh keakraban, dan keceriaan.

Ketua Kalam Batam, Herman Noor, menekankan pentingnya kegiatan sosial ini. “Ini bukan sekadar tradisi buka puasa bersama. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan bakti sosial kami untuk anak-anak yatim. Semoga bantuan ini bermanfaat, diterima dengan senang hati, dan menjadi berkah bagi semua,” ujar Herman dengan hangat. Ia juga meminta doa dari anak-anak panti untuk anggota dan donatur Kalam agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan.

Acara ini juga menjadi momen reuni para tokoh Batam yang tergabung dalam Kalam, termasuk H Ismeth Abdullah, Sri Soedarsono, HM Soerya Respationo, Datok Amat Tantoso, Usep RS, Aida Ismeth, Rudi Tan, Randi Tan, Taba Iskandar, Guntur Sakti, Buralimar, Nur Syafriadi, Rahman Usman, dan tokoh Batam lainnya.

Pendiri Kalam, Soerya Respationo, menegaskan bahwa keberagaman profesi, agama, dan suku di Kawan Lama adalah kekayaan Batam yang harus dijaga.

“Kawan Lama adalah rumah bagi semua yang peduli pada Batam. Di sini kita berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyalurkan energi untuk membuat kota ini lebih baik. Silaturahmi ini bukan hanya nostalgia, tapi juga inspirasi untuk masa depan Batam,” ujar Soerya.

Senada, Ismeth Abdullah mengingatkan tanggung jawab Kawan Lama Batam dalam membangun kota. “Forum Kawan Lama memberi kesempatan bagi kita untuk memberikan masukan nyata agar kota ini lebih maju, tertata, dan berdaya saing. Kita punya kewajiban ikut membangun Batam dengan pengalaman dan gagasan yang dimiliki,” kata Ismeth.

Sementara itu, Datok Amat Tantoso, pengusaha Batam, menilai kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tapi juga reuni para tokoh yang sudah berkontribusi besar bagi pembangunan kota Batam.

“Buka puasa bersama ini lebih dari sekadar reuni. Ini adalah pertemuan orang-orang yang sudah berkontribusi dalam membangun Batam. Kami sebagai pengusaha dan sebagai putra daerah sangat berterimakasih dan mengapresiasi. Kami ingin Batam semakin maju dengan ide ide yang muncul dari Forum Kawan Lama,” ujarnya.

Usep RS menambahkan, acara ini tak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang berbagi ide untuk kemajuan Batam.

Kawan Lama sendiri merupakan forum yang lahir dari Forum 70, tempat berkumpul orang-orang yang berperan dalam pembangunan Batam sejak 1970 hingga 1990. Anggotanya berasal dari pengusaha, pejabat, mantan pejabat, politisi, dan berbagai etnis. Selain kegiatan sosial, Kalam aktif memberi masukan konstruktif bagi pemerintah.

Usai berbuka puasa, santunan diserahkan kepada anak-anak panti, dilanjutkan dengan bincang santai antaranggota, membahas gagasan dan strategi untuk mendukung pembangunan Batam ke depan. (*)

Artikel Kawan Lama Gelar Buka Puasa dan Santunan, Satukan Kebersamaan dan Inspirasi untuk Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Polres Anambas Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan di Letung, Berita Acara Pengukuran BPN Jadi Kendala

0
Mapolres Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Polres Kepulauan Anambas tengah menyelidiki dugaan penyerobotan lahan yang terjadi di Jalan Dermaga I, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kasus tersebut dilaporkan oleh seorang warga bernama Nur Meifiani terhadap Agusriandi.

Laporan itu telah diterima oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Anambas pada 27 Desember 2025 dengan nomor LP/B/26/XII/2025/SPKT/POLRES KEPULAUAN ANAMBAS/POLDA KEPRI.

Kepala Satreskrim Polres Kepulauan Anambas, AKP Bambang Sutmoko, mengatakan hingga kini penyidik masih melakukan penyelidikan.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta mengumpulkan alat dan barang bukti,” ujar Bambang, Minggu (15/3).

Ia menyebutkan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka karena penyidik masih mendalami berbagai fakta dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum pelapor, Sahala Gultom, menjelaskan perkembangan perkara itu juga tercantum dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-5 yang diterbitkan Polres Kepulauan Anambas.

SP2HP tertanggal 25 Februari 2026 dengan nomor B/SP2HP/17/II/RES.1.2./2026/Satreskrim tersebut menyebutkan penyidik masih menunggu Berita Acara Pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dokumen tersebut dibutuhkan untuk memperjelas objek tanah yang menjadi pokok sengketa dalam perkara tersebut.

Menurut Sahala, sebelumnya Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan pengukuran terhadap objek tanah pada 20 November 2025.

“Namun sampai sekarang Berita Acara Pengukuran itu belum diterbitkan. Dari pihak BPN disampaikan terlebih dahulu harus dilakukan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebagai bagian dari proses administrasi pertanahan,” kata Sahala.

Ia menjelaskan objek tanah yang disengketakan berkaitan dengan Sertifikat Hak Pakai Nomor 00568 yang masih tercatat atas nama almarhum Taufik, ayah dari pelapor.

Menurutnya, sertifikat tersebut saat ini diketahui masih berada dalam penguasaan pihak lain sehingga pelapor belum dapat menggunakannya untuk kepentingan administrasi pertanahan.

Objek tanah dalam perkara ini juga berkaitan dengan Penginapan Wisma Juliani yang sebelumnya telah menjadi bagian dari kesepakatan dalam akta perdamaian berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau Nomor 20/Pdt.G/2023/Kr.

Dalam putusan tersebut disebutkan bahwa objek Penginapan Wisma Juliani merupakan bagian yang menjadi hak dari Nur Meifiani.

Meski dalam akta perdamaian itu tidak secara eksplisit mencantumkan nomor sertifikat, objek yang dimaksud berkaitan dengan tanah yang tercatat dalam Sertifikat Hak Pakai Nomor 00568 atas nama Taufik.

Sahala menambahkan sebelum menempuh jalur hukum pihaknya telah melakukan berbagai upaya penyelesaian secara persuasif.

Di antaranya dengan mengirimkan somasi sebanyak dua kali kepada pihak yang menguasai sertifikat tersebut.

Selain itu juga telah dilakukan mediasi pada 6 Maret 2026 yang difasilitasi oleh Polsek Jemaja dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Jemaja.

“Namun dalam proses mediasi tersebut tidak tercapai kesepakatan dan sertifikat yang dimaksud juga tidak diserahkan kepada klien kami,” ujarnya.

Karena itu, pada 9 Maret 2026 pelapor kembali membuat laporan ke Polres Kepulauan Anambas terkait dugaan penggelapan sertifikat dengan nomor LP/5/III/2026/SPKT/POLRES KEPULAUAN ANAMBAS/POLDA KEPULAUAN RIAU.

Selanjutnya pada 14 Maret 2026, pelapor melalui kuasa hukumnya juga mengajukan permohonan penyitaan Sertifikat Hak Pakai Nomor 00568 kepada penyidik.

Permohonan tersebut diajukan melalui surat bernomor 13/SG-LAW/III/2026 agar sertifikat tersebut dapat disita untuk kepentingan proses penyidikan.

Menurut Sahala, langkah tersebut dilakukan agar proses hukum dapat berjalan lebih jelas serta menghindari hambatan dalam pembuktian perkara.

Ia berharap penanganan perkara ini dapat berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Artikel Polres Anambas Selidiki Dugaan Penyerobotan Lahan di Letung, Berita Acara Pengukuran BPN Jadi Kendala pertama kali tampil pada Kepri.

Mudik Idulfitri, KMP Teluk Singkil dari Karimun ke Riau Penuh Kendaraan

0
Antrean mobil pribadi menunggu giliran masuk ke kapal di Pelabuhan Parit Rampak, Tanjungbalai Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Kapal Roro KMP Teluk Singkil yang melayani rute dari Pelabuhan Parit Rampak, Tanjungbalai Karimun menuju Pelabuhan Mengkapan di Tanjungbuton, Kabupaten Siak, Riau, dipadati penumpang pada H-6 Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (15/3).

Kapal yang berangkat dari Karimun tersebut terlihat penuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat yang ikut menyeberang menuju Riau.

Kepala UPT Pelabuhan Parit Rampak dari Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Purnama, mengatakan keberangkatan perdana KMP Teluk Singkil sebagai angkutan mudik sebelum hari raya terlihat dipadati penumpang.

“Jumlah mobil pribadi yang terangkut sebanyak 27 unit dan sepeda motor 28 unit. Kemudian untuk jumlah penumpang seluruhnya sebanyak 186 orang. Kondisi kapal penuh dengan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Purnama menjelaskan, seharusnya kapal berangkat dari Tanjungbalai Karimun menuju Riau pada Sabtu (14/3) pukul 22.00 WIB.

Namun keberangkatan sempat tertunda karena kapal harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu sehingga baru bisa berangkat pada Minggu pagi setelah waktu subuh.

“Penundaan keberangkatan kapal selama beberapa jam bukan disebabkan masalah teknis. Kapal harus mengisi BBM terlebih dahulu. Setelah selesai, barulah penumpang dan kendaraan masuk ke dalam kapal,” jelasnya.

Ia menambahkan, kapal diperkirakan tiba di Riau pada Minggu sore.

Setelah itu, kapal akan kembali berangkat dari Riau menuju Tanjungbalai Karimun pada Minggu malam.

Terkait jadwal kapal Roro tujuan Riau, Purnama menyebut masih ada dua trip keberangkatan berikutnya dari Pelabuhan Parit Rampak.

Keberangkatan tersebut dijadwalkan pada Senin (16/3) dan Rabu (18/3).

“Sejauh ini belum ada jadwal tambahan trip untuk KMP Teluk Singkil dari Tanjungbalai Karimun ke Riau. Kecuali jika terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan di pelabuhan, maka akan menjadi pertimbangan seperti tahun lalu,” terangnya. (*)

Artikel Mudik Idulfitri, KMP Teluk Singkil dari Karimun ke Riau Penuh Kendaraan pertama kali tampil pada Kepri.

Disney Hadirkan Robot Olaf dari Frozen, Bisa Jalan dan Bicara

0
Robot animatronik Olaf dari film Frozen yang diperkenalkan oleh The Walt Disney Company untuk taman hiburan Disney. Sumber gambar: x.com/DailyTechpulse.

batampos – The Walt Disney Company memperkenalkan teknologi animatronik terbaru berupa karakter Olaf, manusia salju ikonik dari film animasi Frozen.

Robot tersebut dirancang sangat realistis sehingga terlihat seperti karakter yang keluar langsung dari film animasi.

Animatronik ini diperkenalkan oleh tim pengembang Walt Disney Imagineering sebagai bagian dari teknologi karakter generasi baru yang akan digunakan di taman hiburan Disney.

Berbeda dengan animatronik klasik yang biasanya hanya tampil statis di dalam wahana, Olaf versi terbaru ini mampu berjalan bebas, berbicara, serta berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Robot Olaf memiliki kemampuan menggerakkan mata, mulut, dan tangan sehingga ekspresinya terlihat alami seperti dalam film.

Karakter tersebut bahkan dapat melakukan percakapan sederhana dengan tamu taman hiburan, sehingga pengalaman interaksi terasa lebih hidup bagi para pengunjung.

Teknologi robot ini dikembangkan dengan bantuan animator asli dari film Frozen untuk memastikan gerakan serta kepribadian Olaf tetap konsisten dengan versi animasinya.

Proyek tersebut memanfaatkan kombinasi robotika dan pembelajaran mesin guna menghasilkan gerakan yang lebih natural dan realistis.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Disney menghadirkan karakter animasi ke dunia nyata tanpa menghilangkan ciri khas yang dikenal penggemar.

Disney berencana menghadirkan animatronik Olaf di area bertema World of Frozen yang terdapat di beberapa taman hiburan mereka.

Karakter robot ini dijadwalkan mulai hadir sekitar 2026 di Hong Kong Disneyland dan Disneyland Paris.

Kehadiran robot karakter tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru bagi pengunjung untuk bertemu karakter animasi favorit mereka secara lebih nyata.

Pengenalan Olaf animatronik ini sekaligus menandai langkah baru Disney dalam menggabungkan teknologi robotika dengan storytelling di taman hiburan.

Karakter animasi yang sebelumnya hanya ada di layar kini dapat hadir di dunia nyata dan berinteraksi langsung dengan para penggemarnya. (*)

Artikel Disney Hadirkan Robot Olaf dari Frozen, Bisa Jalan dan Bicara pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kebakaran Gudang Restoran Angkasa di Tarempa Picu Kepanikan Warga

0
Puing-puting sisa kebakaran yang menghanguskan gudang restoran di Tarempa, Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kebakaran hebat melanda satu unit gudang milik Restoran Angkasa yang berada di kawasan Selayang Pandang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (15/3) pagi.

Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga sekitar karena lokasi gudang berada dekat dengan permukiman penduduk.

Asap hitam pekat yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan dan mengundang perhatian warga. Kekhawatiran pun muncul karena api berpotensi merembet ke rumah-rumah warga yang jaraknya sangat dekat dengan bangunan gudang.

Salah seorang warga setempat, Dika, mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di rumah ketika tiba-tiba melihat kepulan asap tebal dari arah gudang.

“Saya panik waktu itu. Lagi santai di rumah, tiba-tiba lihat asap pekat. Pas saya lihat lebih dekat ternyata gudang sudah terbakar,” ujarnya.

Melihat kobaran api semakin membesar, Dika bersama warga lainnya segera mencari bantuan dengan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas.

Menurutnya, warga tidak berani mencoba memadamkan api secara langsung karena lokasi kebakaran cukup sulit dijangkau serta dikhawatirkan api semakin membesar.

“Lokasinya agak sempit dan susah dijangkau. Kalau warga yang coba padamkan takutnya malah berbahaya, makanya kami langsung hubungi Damkar,” jelasnya.

Tidak lama setelah menerima laporan, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Anambas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Petugas berupaya menjinakkan api yang telah membakar bagian bangunan gudang. Namun proses pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi lokasi yang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk bermanuver.

“Tak lama petugas Damkar datang dan langsung mencoba memadamkan api. Tapi sempat kesulitan karena lokasinya tidak leluasa untuk bergerak,” kata Dika.

Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjibaku melakukan pemadaman selama beberapa waktu.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Anambas, Matari Hasibuan, menjelaskan berdasarkan laporan sementara kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di sekitar gudang.

Menurutnya, api dari pembakaran sampah di luar dinding bangunan diduga tertiup angin hingga merembet ke bagian atap gudang yang sebagian besar terbuat dari kayu.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima di lapangan, api diduga berasal dari pembakaran sampah di luar dinding gudang. Karena tertiup angin, api kemudian merembet ke atap yang berbahan kayu hingga akhirnya membakar bagian dalam gudang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di dalam gudang tersebut terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar seperti buku, ban, serta pipa paralon yang tersimpan dalam jumlah cukup banyak sehingga membuat api cepat membesar.

“Di dalam gudang ada tumpukan barang seperti buku, ban, dan pipa paralon. Material tersebut cukup mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar saat sudah menjalar ke dalam bangunan,” jelasnya.

Matari juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat bangunan atau kawasan permukiman.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, apalagi dekat bangunan atau saat kondisi angin kencang. Hal kecil seperti ini bisa memicu kebakaran besar yang membahayakan lingkungan sekitar,” tegasnya. (*)

Artikel Kebakaran Gudang Restoran Angkasa di Tarempa Picu Kepanikan Warga pertama kali tampil pada Kepri.