Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 964

Kuota Haji Kepri 2026 Turun Jadi 1.085 Jamaah

0
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Batam Syahbudi.

batampos – Kuota haji untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 ditetapkan sebanyak 1.085 jamaah, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.221 jamaah.

Penetapan ini merupakan hasil Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang digelar pada 27–28 Oktober 2025. Dalam forum tersebut, pemerintah Indonesia menyepakati penerapan rumus baru pembagian kuota haji nasional berdasarkan rasio antrean jamaah di masing-masing daerah.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, menjelaskan, mekanisme pembagian baru ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh provinsi.

“Rumusnya sederhana: kuota per provinsi = jumlah antrean provinsi dibagi antrean nasional, kemudian dikalikan dengan kuota nasional,” jelas Syahbudi, Kamis (30/10).

Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Penganiayaan ART Pekan Depan, Korban Siap Beri Kesaksian

Dengan skema baru tersebut, provinsi yang memiliki antrean lebih panjang akan mendapatkan kuota lebih besar, sedangkan daerah dengan antrean pendek akan mengalami penyesuaian.

“Rata-rata masa tunggu kini disamaratakan menjadi 26 tahun di seluruh Indonesia. Ini hasil kebijakan pemerataan kuota agar lebih adil,” ujarnya.

Selain pembagian kuota, Raker juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Di antaranya peningkatan kualitas layanan jamaah di Tanah Suci, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi yang lebih terstandar.

Pemerintah juga memperkuat sistem digitalisasi layanan haji, mencakup proses visa, pemantauan layanan, serta pelaporan keberangkatan dan kepulangan jamaah secara real time.

Selain itu, ada optimalisasi kuota tambahan bagi jamaah lanjut usia (lansia) beserta pendampingnya sebagai bentuk keberpihakan terhadap jamaah dengan kebutuhan khusus.

“Terakhir, hasil evaluasi haji 2025 juga menjadi dasar penyusunan kebijakan haji 2026 agar lebih efisien, akuntabel, dan sesuai prinsip istitha’ah (kemampuan),” tambahnya.

Baca Juga: Batam-Singapura Matangkan Proyek Industri Hijau BBK

Syahbudi menyebutkan, pemerintah menekankan pentingnya pemerataan kesempatan ibadah haji di seluruh provinsi melalui sistem berbasis data antrean nasional.

“Sistem ini bukan sekadar angka, tapi soal keadilan. Pemerintah ingin memastikan semua umat Islam punya kesempatan yang sama untuk berangkat haji, tanpa harus menunggu hampir setengah abad seperti sebelumnya,” tegasnya.

Meski kuota Kepri tahun depan mengalami penurunan, Kemenag memastikan pelayanan terhadap jamaah tetap menjadi prioritas utama.

“Kami fokus menjaga kualitas bimbingan manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan. Kuota boleh turun, tapi pelayanan harus terus meningkat,” tutup Syahbudi.

Dari total kuota tersebut, sebanyak 21 jamaah lansia dari Kota Batam masuk dalam daftar prioritas. Sementara pelunasan biaya haji masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang saat ini tengah diusulkan melalui Komisi VIII DPR RI sebelum disahkan oleh Presiden. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kuota Haji Kepri 2026 Turun Jadi 1.085 Jamaah pertama kali tampil pada Metropolis.

Program Magang Bergaji UMK Dibuka Lagi, Targetkan 80.000 Lulusan Baru

0
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (JPG)

batampos – Pemerintah kembali membuka Program Pemagangan Nasional yang bergaji setara Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) untuk lulusan baru perguruan tinggi. Langkah ini merupakan upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja bagi para fresh graduate serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.

Untuk diketahui, program ini merupakan kelanjutan dari Batch 1 yang telah diikuti oleh 20.000 peserta sejak 13 Oktober 2025 lalu. Pada Batch 2, pemerintah menargetkan sekitar 80.000 lulusan baru dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti program pemagangan di berbagai sektor industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, Kemnaker mendorong perluasan akses magang yang tidak hanya melibatkan perusahaan swasta dan BUMN, tetapi juga kantor kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Di batch 2 ini, Kemnaker mendorong perluasan akses magang tidak hanya perusahaan swasta dan BUMN tetapi juga kantor Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Untuk diketahui bahwa keterlibatan perusahaan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi bangsa,” ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Jumat (31/10).

Selama enam bulan masa pemagangan, peserta akan menerima uang saku setara UMK yang disalurkan melalui Bank Himbara, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang ditanggung pemerintah.

Program Pemagangan Nasional ini menjadi bagian dari delapan paket stimulus ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada kuartal IV 2025, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp396 miliar guna mendukung program ini, dengan alokasi masing-masing Rp198 miliar untuk tahun 2025 dan 2026.

Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui laman siapkerja.kemnaker.go.id. Tidak ada syarat tambahan untuk mengikuti program ini.

Untuk diketahui, tahapan pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 dimulai pada 24 Oktober–5 November 2025 untuk pendaftaran penyelenggara dan pengusulan program, disusul 6–12 November 2025 untuk pendaftaran calon peserta. Seleksi calon peserta akan berlangsung 12–20 November 2025, dengan pengumuman dan penetapan peserta pada 21 November 2025, sebelum resmi dimulai pada 24 November 2025. (*)

Artikel Program Magang Bergaji UMK Dibuka Lagi, Targetkan 80.000 Lulusan Baru pertama kali tampil pada News.

Melewatkan Sarapan dan Risiko Sindrom Metabolik, Ini Penjelasannya

0
Ilustrasi menu sarapan. (freepik)

batampos – Bagi sebagian orang, melewatkan sarapan mungkin tampak sepele atau bahkan dianggap cara efektif untuk mengurangi kalori harian. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan tidak makan di pagi hari bisa berdampak serius pada kesehatan metabolik.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam Nutrients menemukan bahwa tidak sarapan dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik, sebuah kondisi yang berkaitan erat dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kerusakan organ.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, seseorang dikatakan memiliki sindrom metabolik jika mengalami setidaknya tiga dari lima kondisi berikut, yakni obesitas perut, kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, trigliserida tinggi, dan kadar kolesterol “baik” (HDL) yang rendah. Kombinasi kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti gagal jantung dan diabetes.

Sindrom metabolik bukan hanya sekadar kumpulan angka di hasil laboratorium. Ia merupakan tanda bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan metabolik yang dapat mempercepat penuaan sel, merusak pembuluh darah, dan menurunkan fungsi organ penting. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor pemicunya menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Menelusuri Hubungan Antara Melewatkan Sarapan dan Sindrom Metabolik

Dilansir melalui Medical News Today, terdapat penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan di Tiongkok yang menganalisis sembilan studi yang mencakup total 118.385 peserta dari berbagai negara. Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan tidak sarapan berkaitan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik secara keseluruhan.

Para peneliti menelusuri data dari basis informasi besar seperti PubMed dan Web of Science. Mereka hanya menyertakan penelitian yang meneliti populasi umum dan berfokus pada sindrom metabolik atau komponennya. Studi yang meneliti kelompok khusus, seperti penderita diabetes, dikeluarkan dari analisis.

Menariknya, hubungan antara tidak sarapan dan obesitas perut berbeda antar negara. Studi dari Amerika Serikat dan Jepang tidak menemukan kaitan yang signifikan, sedangkan penelitian di Iran menunjukkan hubungan yang kuat. Ketika semua data digabungkan, hasil akhir menunjukkan bahwa orang yang tidak sarapan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas abdominal.

Selain itu, analisis gabungan menemukan bahwa tidak sarapan juga berhubungan dengan tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan gangguan lipid seperti hiperlipidemia. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolik tubuh.

Mengapa Melewatkan Sarapan Dapat Mengganggu Kesehatan Metabolik?

Para peneliti menjelaskan bahwa sarapan berfungsi menjaga ritme alami tubuh. Ketika seseorang melewatkan waktu makan pagi, sistem metabolisme menjadi terganggu dan kemampuan tubuh memproses nutrisi menurun. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, resistensi insulin, serta peningkatan kadar kolesterol “jahat” (LDL) dan trigliserida.

Selain itu, tidak sarapan sering kali dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan di malam hari, konsumsi makanan tinggi lemak, atau pola makan tidak teratur. Berbeda dengan pola intermittent fasting yang dilakukan secara terencana dan terkontrol, melewatkan sarapan biasanya tidak diikuti dengan kesadaran menjaga asupan nutrisi yang seimbang.

Dr. Mir Ali, seorang ahli bedah bariatrik dari MemorialCare Surgical Weight Loss Center di California, menegaskan bahwa sarapan membantu menstimulasi metabolisme dan memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi optimal sepanjang hari. Dengan makan pagi, seseorang cenderung mengonsumsi makanan lebih sedikit di waktu lain dan menjaga pola makan yang lebih stabil.

Keterbatasan dan Implikasi Penelitian

Meski temuan ini menarik, penelitian tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Sebagian besar studi yang dianalisis bersifat observasional, sehingga tidak dapat membuktikan sebab-akibat secara langsung antara tidak sarapan dan sindrom metabolik. Selain itu, cara setiap penelitian mendefinisikan “sarapan” dan menilai hasilnya juga berbeda, yang bisa menimbulkan bias pengukuran.

Peneliti juga mencatat bahwa sebagian besar data berasal dari populasi yang berbeda dengan latar budaya dan kebiasaan makan yang bervariasi. Faktor ini dapat memengaruhi hasil dan membuat interpretasi menjadi lebih kompleks. Namun, meski ada perbedaan antar studi, hubungan antara melewatkan sarapan dan meningkatnya risiko gangguan metabolik tetap terlihat konsisten.

Dalam konteks klinis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarapan sehat dapat menjadi salah satu strategi penting untuk mencegah sindrom metabolik. Dr. Ali menambahkan bahwa selain sarapan, faktor lain seperti pola makan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, merokok, dan stres berlebihan juga harus dikendalikan untuk menjaga kesehatan metabolik secara keseluruhan.

Dr. Selena G.M. Raines, seorang dokter keluarga osteopatik, juga menekankan bahwa pola makan teratur membantu menjaga keseimbangan ritme biologis tubuh. Menurutnya, tubuh bekerja paling optimal ketika ritme alami seperti pola makan dan tidur dipertahankan dengan baik. Melewatkan makan, termasuk sarapan, dapat menimbulkan stres metabolik dan mengganggu keseimbangan hormonal.

Pentingnya Sarapan untuk Menjaga Keseimbangan Tubuh

Sarapan bukan hanya soal mengisi perut di pagi hari, tetapi juga tentang mengatur ulang metabolisme setelah beristirahat semalaman. Makanan bergizi di pagi hari membantu menstabilkan kadar gula darah, menjaga fokus, dan meningkatkan energi untuk memulai aktivitas.

Namun, tidak semua sarapan memberikan manfaat yang sama. Pilihan makanan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat seperti buah, biji-bijian utuh, telur, atau yogurt lebih disarankan dibanding makanan tinggi gula atau karbohidrat sederhana.

Pada akhirnya, kebiasaan kecil seperti sarapan bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Menjaga rutinitas makan pagi yang sehat membantu tubuh beradaptasi dengan ritme alami, mengurangi risiko sindrom metabolik, dan memperkuat daya tahan terhadap berbagai penyakit kronis. (*)

Artikel Melewatkan Sarapan dan Risiko Sindrom Metabolik, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tumpahan Solar Berulang di Dabo Singkep, Warga: Polisi Harus Bertindak!

0
Petugas Damkar unit Dabo Singkep saat membersihkan tumpahan minyak solar di jalan Batu Kacang, Kamis (30/10). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Warga Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) mengambil tindakan tegas terhadap oknum pengusaha minyak yang dianggap teledor saat mengangkut minyak solar di jalan umum.

Kelalaian ini disebut telah menyebabkan tumpahan minyak berulang dan membahayakan pengendara.

Sepanjang Oktober 2025, sudah tiga kali terjadi tumpahan minyak solar di wilayah tersebut yang mengakibatkan pengendara motor terjatuh dan luka-luka.

Kejadian pertama terjadi di Jalan Desa Berindat, menyebabkan satu pengendara mengalami patah tulang tangan. Insiden kedua terjadi di Jalan Garuda, dua pengendara terjatuh dan mengalami luka ringan.

Terbaru, pada Kamis (30/10/2025), tumpahan minyak solar kembali ditemukan di Jalan Batu Kacang arah menuju Polres Lingga. Tumpahan itu sempat membuat beberapa pengendara hampir terpeleset.

Petugas Damkar Dabo Singkep langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan minyak agar jalan tidak licin dan aman dilalui.

“Iya, hari ini kami kembali melakukan pembersihan di Jalan Batu Kacang. Informasi yang kami dapat, tidak ada korban jatuh, hanya satu pengendara yang hampir terpeleset,”
ujar Ikmal Hakim, Danton Damkar Unit Dabo Singkep.

Sejumlah warga menilai, peristiwa berulang ini menunjukkan kelalaian serius dari pihak pengusaha minyak. Mereka meminta polisi tidak tinggal diam.

“Jika APH tidak memberikan tindakan tegas terhadap oknum pengusaha minyak ini, bukan tidak mungkin besok anak atau istri kita yang jadi korban,” ujar Ewin, warga Dabo Singkep.

Menurutnya, masyarakat mulai geram karena meski sudah tiga kali kejadian, belum ada satu pun pelaku yang diketahui atau ditindak tegas.

“Mereka masih bebas berkeliaran, dan jalan kembali licin karena tumpahan solar. Apakah mereka kebal hukum? Atau sengaja membahayakan orang lain?” tambahnya dengan nada kesal.

Ewin menilai, wilayah Dabo Singkep yang tidak terlalu luas seharusnya memudahkan aparat dalam melacak pihak yang bertanggung jawab.

Ia juga mengusulkan agar CCTV dipasang di sejumlah titik jalan umum untuk mempermudah penyelidikan jika peristiwa serupa terjadi lagi.

“Kalau perlu dipasang CCTV di titik-titik rawan supaya mudah melacak kendaraan pengangkut minyak. Kami masyarakat sangat mendukung langkah itu,” pungkasnya.

Reporter: Vatawari 

Artikel Tumpahan Solar Berulang di Dabo Singkep, Warga: Polisi Harus Bertindak! pertama kali tampil pada Kepri.

Terbongkar dari CCTV, Dikira Sakit, Sutoyo Ternyata Dibunuh Sekuriti Eden Park

0
Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan

batampos– Awalnya dikira meninggal karena sakit, Sutoyo, warga Eden Park ternyata menjadi korban penganiayaan. Aksi brutal itu dilakukan Mario Deri Saputro sekuriti Perumahan Eden Park, Batam Kota. Kasus ini terungkap setelah rekaman CCTV memperlihatkan pelaku memukul korban sebelum pura-pura menolongnya.

Korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di depan Ruko Golden Land Blok K No.01, Batam Center, pada Senin (20/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pelaku yang juga sekuriti kompleks datang berpura-pura panik dan meminta bantuan warga untuk membawa korban ke rumah sakit.

Kamis (30/10), pria berusia 34 tahun itu hanya bisa menunduk dan menyesali perbuataanya. Pria ahli bela diri ini menjadi tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian di Polsek Batam Kota.

BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Pegawai BPOM Batam di Singapura: Suami Korban Minta Kasus Diekstradisi ke Indonesia

“Awalnya korban dikira pingsan karena sakit. Pelaku bahkan sempat ikut membantu membawa korban ke RS Harapan Bunda,” ujar Wakapolsek Batam Kota AKP Ferry Supriadi, Kamis (30/10).

Menurut Ferry, keesokan harinya, Sutoyo dinyatakan meninggal dunia dan langsung dimakamkan oleh keluarga tanpa kecurigaan apa pun. Namun dua hari berselang, warga menemukan kejanggalan setelah rekaman CCTV dari sekitar lokasi beredar.

Dalam video itu, terlihat Mario memukul korban di bagian dada hingga terjatuh. Ia kemudian mengangkat tubuh korban dan meletakkannya di depan ruko agar seolah-olah korban pingsan karena sakit.

Kecurigaan makin kuat setelah keluarga melihat tanda-tanda tidak wajar di tubuh korban, seperti tulang leher yang patah. Anak korban pun melapor ke polisi dan meminta agar makam ayahnya dibongkar untuk dilakukan autopsi ulang.

“Dari hasil autopsi, ditemukan pendarahan di jantung serta patah tulang leher akibat benturan keras. Jadi korban jelas meninggal bukan karena sakit,” tegas Ferry.

Tim opsnal Polsek Batam Kota yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, bergerak mencari keberadaan Mario. Berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti CCTV, pelaku berhasil ditangkap di kawasan Punggur tanpa perlawanan, kurang dari delapan jam setelah penyelidikan dimulai.

“Kami menyita 1 flashdisk berisi rekaman CCTV, 1 sweater abu-abu, dan 1 celana kain hitam yang digunakan pelaku saat kejadian,” terangnya

Atas perbuatannya, Mario dijerat Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Motif pelaku masih kami dalami. Dari keterangan sementara, pelaku mengaku emosi setelah terlibat cekcok dengan korban,” jelas Ferry.

Sementara Mario, mengaku kesal dengan korban yang terus mengelak atas tuduhan mencuri. Dimana korban diduga mencuri tas di salah satu indekos yang ada di perumahaan tersebut.

“Saya kesal karena dia mengelak terus, makanya saya pukul dan terjatuh,” tegasnya.

Menurut dia, ia hanya memukul korban satu kali. Namun memang mengenai bagian rawan korban. Ia juga menegaskan tak ada dendam pribadi dengan korban.

“Tak ada dendam, hanya kesal. Cuma pukul sekali dan dia jatuh. Sekarang menyesal, makanya saya menyerahkan diri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Terbongkar dari CCTV, Dikira Sakit, Sutoyo Ternyata Dibunuh Sekuriti Eden Park pertama kali tampil pada Metropolis.

Info Kembali Ada Laka Kerja di PT ASL, Kapolsek Batuaji: Ini Masih Cek Fakta Sebenarnya

0
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos– Kecelakaan kerja dikabarkan kembali terjadi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (29/10) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan ini terjadi saat pengerjaan blasting painting pada tongkang.

Informasi yang didapatkan, kecelakaan ini dipicu oleh korsleting listrik di area kerja yang tertutup dan menyebabkan ledakan. Akibatnya, 2 pekerja terluka dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance.

Salah seorang pekerja membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat pengerjaan kapal tongkang bentangan baru.

“Ada korsleting dan ledakan. 2 orang pekerja yang dibawa ke rumah sakit,” ujar pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya tengah menelusuri kecelakaan kerja di PT ASL Marine Shipyard tersebut.

“Ada informasi seperti itu (kecelakaan kerja). Tapi kami belum menerima laporan resmi dari siapapun,” ujarnya.

Diduga, kecelakaan ini sengaja ditutupi pihak perusahaan. Sebab, dalam 4 bulan ini telah terjadi 3 kecelakaan dan menyebabkan puluhan pekerja meninggal dunia.

“Ini masih kita cek fakta sebenarnya,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

 

Artikel Info Kembali Ada Laka Kerja di PT ASL, Kapolsek Batuaji: Ini Masih Cek Fakta Sebenarnya pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Bintan Sambut Gembira

0
Ilustrasi pupuk subsidi. F. Jawa Pos.

batampos – Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, sebuah langkah yang disebut untuk meringankan beban petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Kabar penurunan harga ini disambut antusias oleh para petani di Kabupaten Bintan. Sekretaris Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso, mengatakan kebijakan tersebut sangat membantu, terutama bagi petani ubi kayu yang kini termasuk dalam daftar tanaman pangan penerima subsidi pupuk.

“Kita yang menanam ubi kayu jadi terbantu, apalagi dengan adanya penurunan harga pupuk bersubsidi,” ujarnya, Kamis (30/10).

Suroso juga mengapresiasi sistem distribusi pupuk subsidi yang kini lebih mudah. Jika sebelumnya mereka harus mengambil pupuk di gudang Tanjungpinang, kini pupuk langsung diantarkan ke sekretariat kelompok tani di Kampung Sungai Jeram.

“Sebelumnya kami harus mengambilnya ke gudang, tapi sekarang diantar langsung ke tempat kami,” tambahnya.

Menanggapi kebijakan ini, Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, mengingatkan agar para petani turut mengawasi harga pupuk di lapangan pascakeputusan penurunan harga subsidi 20 persen tersebut.

“Alhamdulillah, ini pertama kali dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk subsidi turun. Harus kita kawal bersama agar kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” katanya saat menemui masyarakat di lapangan voli, Gesek, Kecamatan Toapaya.

Deby menegaskan, pengawasan bersama sangat penting agar penurunan harga tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kita harus pastikan bahwa kebijakan ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu,” tegasnya.

Ia juga meminta dinas terkait untuk aktif memantau situasi di lapangan dan memberikan edukasi kepada petani mengenai tata cara memperoleh pupuk subsidi dengan harga terbaru.

“Kerja sama pemerintah dan petani adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Bintan Sambut Gembira pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Keluhkan Lama Ambil Obat, RSJKO EHD: Kami Siapkan Solusi Digital

0
RSJKO Engku Haji Daud di Tanjunguban. F. Slamet Nofasusanto.

batampos – Waktu tunggu pengambilan obat di RSJKO Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban menjadi salah satu keluhan utama masyarakat yang mencuat dalam forum konsultasi publik yang digelar rumah sakit tersebut pada Kamis (30/10).

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai dua RSJKO EHD itu bertujuan menjaring aspirasi masyarakat serta mengevaluasi pelayanan publik yang telah berjalan.

Camat Seri Kuala Lobam, Nona Yani M Abas Manupassa, menyampaikan bahwa meski pelayanan rumah sakit sudah menunjukkan perbaikan, waktu tunggu pengambilan obat masih dirasa cukup lama oleh warga.

“Alhamdulillah sudah lebih baik, tapi masih ada tenggang waktu yang sedikit lama,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSJKO EHD, dr. Asep Guntur Sapari, mengatakan forum konsultasi publik tahun ini difokuskan pada evaluasi pelayanan dan peningkatan layanan unggulan rumah sakit.

Ia membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait waktu tunggu obat dan berkomitmen memperbaikinya.

“Untuk mengatasi hal ini, kami sudah menerapkan sistem berbasis aplikasi guna mempermudah proses pengambilan obat,” jelasnya.

Menurut Asep, obat jadi akan lebih cepat diproses, sedangkan untuk obat racikan tetap membutuhkan waktu karena harus disiapkan secara manual. “Namun kami akan meminimalisir waktu tunggu seoptimal mungkin,” tambahnya.

Selain itu, RSJKO EHD juga menerima masukan agar rumah sakit menyediakan layanan pengantaran obat melalui jasa kurir.

Menanggapi usulan tersebut, Asep mengatakan pihaknya akan mengkaji kemungkinan kerja sama dengan penyedia jasa pengiriman di wilayah Bintan.

“Memang pasien tidak perlu menunggu dua atau tiga jam di rumah sakit hanya untuk pengambilan obat. Tapi kami perlu evaluasi dulu jenis pasien yang bisa dilayani dengan sistem itu, karena pasien baru tetap harus mendapat edukasi langsung,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Warga Keluhkan Lama Ambil Obat, RSJKO EHD: Kami Siapkan Solusi Digital pertama kali tampil pada Kepri.

Angka Stunting di Tanjungpinang Capai 300 Kasus, Ini Penyebabnya

0
Ilustrasi stunting
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Sebanyak 300 balita di  Tanjungpinang, tercatat masih mengalami stunting sepanjang tahun 2025. Data tersebut berdasarkan hasil pendataan langsung di berbagai posyandu.

Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang menyebut kondisi gizi anak di wilayah ibu kota provinsi itu masih tergolong baik dibandingkan angka stunting nasional.

“Tahun ini tercatat ada 300 kasus balita stunting. Angka stunting di Tanjungpinang relatif baik,” ujar Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, Kamis (30/10).

Rustam menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menekan angka stunting. Salah satunya dimulai dari pemeriksaan kesehatan dan gizi calon pengantin, guna memastikan kondisi tubuh optimal sebelum memasuki masa kehamilan.

“Ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, pertumbuhan dan perkembangan dipantau melalui posyandu,” tambahnya.

Rustam menekankan, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Faktor pendukung seperti akses air bersih, sanitasi, lingkungan tempat tinggal layak, dan ketersediaan jamban sehat juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Faktor non-kesehatan ini sangat penting dalam menunjang pencegahan stunting, termasuk ketersediaan pangan keluarga dan pola pengasuhan yang baik oleh orang tua,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Angka Stunting di Tanjungpinang Capai 300 Kasus, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Tangis Pecah di Sidang, Terdakwa Investasi Bodong BNI Life Dituntut 3 Tahun 11 Bulan Penjara

0
Safa Ringga, terdakwa kasus penipuan berkedok investasi mengatasnamakan Asuransi BNI life saat menjalani sidang. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang kembali menggelar sidang lanjutan perkara penipuan berkedok investasi bodong yang mengatasnamakan Asuransi BNI Life, dengan terdakwa Safa Ringga sebagai pelaku tunggal.

Sidang dengan agenda pembelaan atau pledoi itu digelar di ruang sidang PN Tanjungpinang yang berada di Dabo Singkep, pada Rabu malam (29/10). Sebelumnya, pada 22 Oktober lalu, telah dilaksanakan sidang tuntutan terhadap terdakwa secara daring.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lingga menuntut terdakwa Safa Ringga dengan hukuman penjara selama 3 tahun 11 bulan.

“Tuntutan pidana penjara selama 3 tahun dan 11 bulan. Pasal yang dibuktikan adalah Pasal 378 KUHP,” ujar Dhonny Armandos, Kasi Pidana Umum Kejari Lingga yang juga bertindak sebagai JPU, saat dikonfirmasi Kamis (30/10).

Suasana sidang sempat berubah hening dan haru ketika terdakwa membacakan pembelaan tanpa didampingi penasihat hukum. Dalam pledoi-nya, Safa Ringga mengakui kesalahan dan meminta keringanan hukuman atas perbuatannya.

Namun, saat hendak menutup pembelaannya, terdakwa tak mampu menahan tangis. Suara isak tangisnya membuat suasana ruang sidang mendadak sunyi.

Usai pembelaan, JPU menyatakan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya. Ketua Majelis Hakim, Fausi, kemudian menunda sidang hingga Senin (3/11) dengan agenda pembacaan putusan.

“Insyaallah sidang putusan akan dilakukan secara daring. Hal ini karena jarak antara PN Tanjungpinang dan Dabo cukup jauh serta keterbatasan anggaran,” kata Fausi.

Reporter: Vatawari 

Artikel Tangis Pecah di Sidang, Terdakwa Investasi Bodong BNI Life Dituntut 3 Tahun 11 Bulan Penjara pertama kali tampil pada Kepri.