Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 965

Desa Putik Luncurkan Pelatihan Maritim IMTC Cetak Warga Siap Kerja

0
Kepala Desa Putik, Azman Riadi (berdiri) saat melaporkan kegiatan pelatihan kerja ke Bupati Anambas, Aneng. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos 

Desa Putik membuat terobosan baru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menyiapkan warga agar siap bersaing di dunia kerja. Inovasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan International Maritime Training Centre (IMTC) yang digelar pada Senin (27/10/2025).

Sebanyak 45 warga Desa Putik mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dibekali berbagai keterampilan dasar hingga lanjutan di bidang maritim, seperti navigasi, keselamatan kerja laut, dan komunikasi kapal, agar memiliki kemampuan kerja berstandar internasional.

Kepala Desa Putik, Azman Riadi, mengatakan IMTC menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan global.

> “Kami ingin masyarakat Desa Putik tidak hanya menonton, tapi juga ikut berperan dan berdaya. Melalui IMTC ini, kami siapkan warga agar punya keterampilan, sertifikasi, dan mental kerja yang kuat untuk bersaing hingga ke tingkat internasional,” tegas Azman.

 

Ia menambahkan, program IMTC bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Desa Putik yang profesional dan siap kerja. Pemerintah desa juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga pelatihan maritim lainnya agar kegiatan ini bisa berlangsung berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan Desa Putik.

> “Saya sangat mengapresiasi terobosan ini. Desa Putik sudah memberi contoh nyata bagaimana desa bisa mengambil peran dalam menyiapkan warganya menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

 

Aneng berharap inisiatif Desa Putik dapat ditiru oleh desa-desa lain di Anambas sehingga peningkatan kualitas SDM bisa berjalan merata di seluruh wilayah.

“Kalau setiap desa punya semangat seperti ini, saya yakin Anambas akan lebih cepat maju. Kuncinya ada pada manusia yang terampil dan siap kerja,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, lanjut Aneng, akan terus mendukung program-program pelatihan dan peningkatan keterampilan masyarakat, tidak hanya di sektor maritim, tetapi juga di bidang lain yang potensial. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Desa Putik Luncurkan Pelatihan Maritim IMTC Cetak Warga Siap Kerja pertama kali tampil pada Kepri.

Kakanim Batam Benarkan Pegawainya Ditahan Polda Kepri Terkait Narkoba

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad

batampos– Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, membenarkan pegawainya AP tengah tersangkut perkara narkotika di Ditresnarkoba Polda Kepri. Karena itu, ia meminta AP menyerahkan diri ke Polda Kepri untuk diproses lebih lanjut.

“Benar, hari Kamis tanggal 23 Oktober 2025, sekitar pukul tiga sore, anggota kami diantar ke Direktorat Narkotika Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Hajar saat dikonfirmasi, Senin (27/10).

Ia menegaskan, pegawai tersebut tidak ditangkap, melainkan menyerahkan diri atas dasar koordinasi dan kerja sama antara Imigrasi dan kepolisian. “Jadi bukan ditangkap, tapi menyerahkan diri untuk memudahkan proses pemeriksaan,” tambahnya.

Menurut Hajar, penyerahan pegawai itu merupakan bentuk komitmen Imigrasi Batam dalam mendukung penegakan hukum, khususnya dalam perkara narkotika. Ia juga menegaskan bahwa kasus tersebut bersifat pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi.

BACA JUGA: Jaringan Narkoba Cair di Batam Terbongkar, Libatkan DJ dan Oknum Pegawai Imigrasi

“Ini kasus personal, bukan masalah institusi. Jadi kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Terkait pendampingan hukum, Hajar mengaku pihaknya belum memberikan bantuan hukum kepada pegawai bersangkutan karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Namun di tengah proses hukum itu, beredar kabar di media sosial yang menuding Hajar memerintahkan pegawainya untuk mengumpulkan uang Rp10 juta sebagai bentuk laporan ke Polda Kepri. Kabar tersebut langsung dibantah keras oleh Hajar.

“Itu hoaks banget. Saya bingung juga 10 juta itu untuk apa. Karena statusnya sudah tersangka, tidak mungkin saya arahkan seperti itu,” tegasnya.

Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan pengumpulan uang dalam bentuk apa pun, apalagi untuk kepentingan penanganan kasus narkoba. “Saya sendiri yang memerintahkan agar anggota itu diserahkan ke Polda, bukan untuk dilindungi. Jadi tidak benar ada arahan mengumpulkan uang,” ucapnya.

Hajar bahkan mempersilakan media maupun publik untuk datang langsung ke kantornya dan menanyakan hal itu secara acak ke para pegawai. “Kalau media masih ragu, silakan datang, tanya ke pegawai saya. Ada nggak pengarahan dari saya soal kumpul uang? Supaya beritanya berimbang,” ujarnya.

Meski begitu, Hajar mengaku belum akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar kabar bohong itu. “Saya pikir itu hoaks saja. Mau cari siapa sumbernya pun susah, apalagi cuma dari Twitter. Jadi biarlah, yang penting kita buktikan dengan fakta,” katanya.

Hajar berharap masyarakat tidak mudah termakan isu di media sosial yang belum terverifikasi. “Kami tetap mendukung penegakan hukum, dan kantor kami terbuka untuk klarifikasi. Tapi tolong jangan fitnah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yashinta

 

Artikel Kakanim Batam Benarkan Pegawainya Ditahan Polda Kepri Terkait Narkoba pertama kali tampil pada Metropolis.

Belum Diketahui Motif dan Siapa Pembuang Bawang di Melcem

0
Warga saat berebut memilih bawang yang dibuang di daerah Melcem. foto dan video dari niziten

batampos– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam langsung turun tangan menyusul viralnya temuan tumpukan bawang bombai dan bawang Burma yang dibuang di kawasan Kampung Malcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar. Kepala DKPP Batam, Mardanis, memastikan pihaknya telah menurunkan tim untuk mengambil sampel guna memastikan keamanan bahan pangan tersebut.

“Saya baru baca pagi ini dan langsung instruksikan anggota turun ke lokasi. Tim sudah mengambil sampel menggunakan alat rapid test untuk pemeriksaan awal,” ujar Mardanis, Senin (27/10).

Ia menjelaskan, pihaknya juga tengah menelusuri asal muasal bawang yang dibuang dalam jumlah besar itu. Menurutnya, setiap barang impor yang masuk ke Batam seharusnya melalui proses karantina. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Karantina. Semua barang impor mestinya dilepas melalui karantina. Makanya kami selidiki dulu jalurnya seperti apa,” katanya.

Mardanis mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan bahan pangan impor yang dibuang dan tidak jelas asal-usulnya. “Kalau bawang bombai itu mahal, kok bisa dibuang banyak. Jadi kami imbau masyarakat untuk waspada karena kita tidak tau dampaknya seperti apa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa urusan kelayakan bahan pangan sebenarnya berada di bawah kewenangan DKPP.

“Ini domainnya Dinas Ketahanan Pangan, karena menyangkut bahan pangan. Dari sisi kesehatan, selagi bahan tersebut masih memenuhi syarat untuk dikonsumsi, tidak ada masalah,” ujar Didi.

Ia menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah dampak bila bawang dikonsumsi secara berlebihan. Menurutnya, mengonsumsi terlalu banyak bawang terutama dalam kondisi mentah dapat memicu beberapa gangguan kesehatan.

“Kalau berlebihan, bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, gas, mulas, dan refluks asam.,” jelasnya.

BACA JUGA: Viral “Gunung Bawang” di Sengkuang: Sudah Ditimbun, Warga Masih Berdatangan

Didi menuturkan, konsumsi berlebih juga dapat menyebabkan iritasi lambung pada orang yang memiliki maag atau gastritis, bahkan dapat memengaruhi pembekuan darah. “Bawang bisa mengencerkan darah. Kalau dikonsumsi berlebihan, terutama bagi yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin, bisa meningkatkan risiko perdarahan,” katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan lokasi pembuangan sudah ditimbun dengan tanah menggunakan alat berat pada Senin pagi. Petugas keamanan kawasan berjaga ketat dan melarang warga maupun awak media mendekat.

“Sudah tidak ada bawang. Jangan ambil gambar atau masuk lagi,” ujar seorang petugas keamanan dengan nada tegas.

Namun, penimbunan itu justru memicu rasa penasaran warga. Banyak yang datang kembali untuk melihat lokasi yang sempat viral sebagai “gunung bawang”. Sebagian warga bahkan datang dari luar Batuampar, seperti dari Batuaji dan Sekupang.

“Semalam sampai macet karena ramai orang datang. Ada yang dari Batuaji dan Sekupang, katanya mau lihat gunung bawang yang viral itu,” ujar Mustaqim, warga Kampung Malcem.

Meski sudah ditimbun, bau menyengat masih tercium di sekitar permukiman warga. Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan.

“Kalau memang bawang itu tidak layak, ya jangan dibuang sembarangan. Kasihan warga, baunya masih terasa,” kata seorang warga setempat.

Hingga Senin siang, belum ada keterangan resmi dari pengelola kawasan industri maupun aparat terkait mengenai siapa dan perusahaan mana yang membuang bawang tersebut. Dugaan sementara, tumpukan bawang itu berasal dari gudang di kawasan industri sekitar, dan dibuang karena masalah legalitas atau izin edar. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Belum Diketahui Motif dan Siapa Pembuang Bawang di Melcem pertama kali tampil pada Metropolis.

Jaringan Narkoba Cair di Batam Terbongkar, Libatkan DJ dan Oknum Pegawai Imigrasi

0
Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono. F. Yashinta/Batam Pos.

batampos – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis cair (liquid).

Ketiganya adalah FP, seorang disc jockey (DJ) di klub malam kawasan Penuin; GP, sekretaris di perusahaan swasta; serta AP, pegawai imigrasi yang akhirnya menyerahkan diri ke Polda Kepri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan tim Operasi Now yang telah lama memantau peredaran narkotika cair tersebut.

“FP ini sudah lama menjadi target operasi. Ia diketahui memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika cair jenis baru,” ujar Anggoro, Senin (27/10).

Penangkapan pertama dilakukan terhadap FP pada Sabtu (25/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Penuin. Saat digeledah, polisi menemukan dua botol cairan berwarna hitam dan biru. Setelah diuji di laboratorium, cairan itu positif mengandung zat narkotika.

“Dari hasil interogasi, FP mengaku mendapat perintah dari GP untuk mengantarkan dua botol cairan itu ke mess tempat tinggal AP, pegawai imigrasi Batam,” jelasnya.

Tim kemudian menangkap GP di salah satu tempat hiburan malam kawasan Nagoya. GP mengaku pernah menjadi perantara pengiriman barang ke AP. Polisi juga menemukan bukti komunikasi di ponselnya.

“GP menyerahkan barang itu ke AP melalui salah satu pertemuan di tempat hiburan,” kata Anggoro.

Sementara AP, yang bekerja sebagai analis di Kantor Imigrasi Batam wilayah Batuampar, menyerahkan diri ke Polda Kepri sambil membawa ponsel berisi percakapan transaksi narkotika cair tersebut.

Menurut hasil pemeriksaan, cairan narkotika disalahgunakan dengan cara diteteskan atau disuntikkan ke dalam alat vape (rokok elektrik).

“Kalau sebelumnya kami temukan cairan vape mengandung etomidin, kali ini hasil lab menunjukkan cairan itu murni narkotika. Ini jauh lebih berbahaya,” tegasnya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Polisi masih mendalami jaringan lain, termasuk dugaan asal barang dari Malaysia.

“FP mengaku sudah beberapa kali melakukan transaksi sejak 2023,” ungkap Anggoro.

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat narkoba, termasuk aparatur sipil negara.

“Tidak ada yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat, pasti kami proses sesuai aturan,” tegas Anggoro. (*)

Reporter: Yashinta 

Artikel Jaringan Narkoba Cair di Batam Terbongkar, Libatkan DJ dan Oknum Pegawai Imigrasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral “Gunung Bawang” di Sengkuang: Sudah Ditimbun, Warga Masih Berdatangan

0
Penampakan ‘gunung’ bawang di Melchem yang kini sudah dibimbing. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Meski lokasi pembuangan bawang Burma dan bawang bombai di Kampung Malcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, sudah ditimbun tanah, warga tetap berdatangan hingga Senin (27/10).

Rasa penasaran masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu, masih tinggi setelah tumpukan “gunung bawang” itu viral di media sosial.

Tumpukan bawang tersebut diduga dibuang oleh oknum perusahaan pada Sabtu (25/10) malam dalam jumlah besar, mencapai ton-an. Lokasi pembuangan berada di area menurun seperti lembah di pinggir kawasan perusahaan, yang langsung berbatasan dengan permukiman warga.

“Semalam sampai macet karena ramai orang datang. Ada yang dari Batu Aji dan Sekupang, katanya mau lihat gunung bawang yang viral itu,” ujar Mustaqim, warga Kampung Malcem.

Senin pagi, pihak perusahaan disebut telah menimbun lokasi dengan tanah menggunakan alat berat. Petugas keamanan kawasan berjaga ketat dan melarang siapa pun mendekat ke area tersebut.

“Sudah tidak ada bawang. Jangan ambil gambar atau masuk lagi,” kata salah satu petugas dengan nada tegas kepada warga dan awak media.

Namun, penimbunan justru semakin memancing rasa penasaran warga. Banyak yang ingin memastikan kebenaran kabar tentang tumpukan bawang raksasa yang sempat mengeluarkan bau menyengat di sekitar permukiman. Sebagian warga bahkan datang berulang kali untuk melihat perubahan di lokasi yang kini sudah rata dengan tanah.

Hingga Senin siang, warga bersama perangkat RT dan RW setempat mengaku belum mengetahui secara pasti siapa dan perusahaan mana yang membuang bawang tersebut.

Aparat serta pengelola kawasan industri di sekitar lokasi juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai motif dan alasan pembuangan.

Sumber di lapangan menyebut, bawang-bawang itu berasal dari gudang di kawasan industri dekat lokasi. Diduga, pembuangan dilakukan karena masalah legalitas atau izin edar bawang impor.

Sementara itu, bau menyengat masih tercium di sekitar permukiman warga, membuat masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kalau memang bawang itu tidak layak, ya jangan dibuang sembarangan. Kasihan warga, baunya masih terasa,” kata seorang warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Viral “Gunung Bawang” di Sengkuang: Sudah Ditimbun, Warga Masih Berdatangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sudah Sebulan, Lampu Lalin Simpang Panbil Rusak dan Belum Diperbaiki

0
Lampu merah di Simpang Panbil dari arah Batu Aji menuju Piayu yang sudah sebulan rusak. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Lampu lalu lintas (lalin) di Simpang Panbil, tepatnya dari arah Batu Aji menuju Sei Beduk, sudah sebulan terakhir mengalami kerusakan.

Diketahui, lampu hijau di simpang tersebut tidak berfungsi, membuat pengendara kebingungan, terutama pada jam-jam sibuk.

Pantauan Batam Pos pada Senin (27/10), lampu merah di simpang itu masih menyala normal. Namun saat giliran lampu hijau seharusnya menyala sebagai tanda jalan, lampu tersebut justru mati.

Ujang, salah seorang pengendara yang hampir setiap hari melintas di lokasi itu, mengaku sempat salah paham dengan kondisi tersebut.

“Saya pikir enggak rusak. Lampu merahnya hidup, tapi pas gilirannya hijau malah mati. Saya sampai tiga kali menunggu lampu merah berganti hijau, eh ternyata lampu hijaunya memang mati,” ujarnya kepada Batam Pos.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki lampu lalu lintas itu agar tidak menimbulkan kecelakaan, mengingat simpang tersebut termasuk jalur padat kendaraan.

“Kalau bisa cepat diperbaiki lah, biar enggak ada pengendara bingung atau saling tabrak,” harapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga.

“Iya, saya akan coba cek dan menyuruh personel segera memperbaikinya,” kata Leo saat dihubungi. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Sudah Sebulan, Lampu Lalin Simpang Panbil Rusak dan Belum Diperbaiki pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Rusak Parah di Bida Ayu Tak Kunjung Diperbaiki, Banyak Pengendara Terjatuh

0
Pemotor menghindari lubang yang menganga di jalan kawasan Bida Ayu, Mangsang. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Jalan di kawasan Bida Ayu, tepatnya di pintu tiga setengah, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, rusak parah sejak lebih dari setahun terakhir. Kondisinya memprihatinkan dan kerap membuat pengendara terjatuh saat melintas.

“Sudah setahun lebih rusak. Hampir setiap hari ada saja yang jatuh. Kalau sore ramai, banyak yang terperosok karena menghindari lubang besar di tengah jalan,” ujar Roni, warga setempat, kepada Batam Pos, Senin (27/10).

Pantauan Batam Pos di lokasi, terdapat sedikitnya tiga titik jalan yang rusak parah. Aspal mengelupas dan berlubang lebar. Pengendara motor maupun mobil tampak oleng saat berusaha menghindari lubang menganga di tengah jalan.

“Pernah kami coba cor pakai semen, tapi enggak bertahan lama. Kalau hujan, air tergenang seperti kolam kecil,” tambah Roni.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan itu juga berisiko menyebabkan kecelakaan yang lebih fatal.

Menanggapi keluhan warga, Anggota DPRD Batam Dapil Sei Beduk, Anwar Anas, mengaku belum mengetahui kondisi jalan di dalam kawasan Bida Ayu itu. Ia berjanji akan meninjau lokasi dalam waktu dekat.

“Kalau jalan di dalam komplek Bida Ayu, nanti saya cek. Saya juga mau tanya dulu, kalau memang urgent bisa kita bantu lewat pokir. Tapi kalau kerusakannya besar, akan kita usulkan jadi prioritas,” ujarnya.

Anwar menambahkan, pihaknya juga tengah mendorong agar perbaikan jalan utama di Jalan S. Parman segera direalisasikan. Ia meminta maaf kepada warga Sei Beduk karena tahun ini perbaikan masih bersifat tambal sulam.

“Setelah peninjauan kemarin, memang hanya dikerjakan tambal sulam dulu. Insyaallah di tahun 2026 nanti kita dapat dua paket perbaikan jalan di Sei Beduk, fokusnya untuk Jalan S. Parman dulu,” katanya. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Jalan Rusak Parah di Bida Ayu Tak Kunjung Diperbaiki, Banyak Pengendara Terjatuh pertama kali tampil pada Metropolis.

Saat Lille Pesta Gol 6-1 Atas Metz, Calvin Verdonk Hanya Jadi Penghangat Bangku Cadangan

0
Penyerang Lille Hamza Igamane merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Metz pada pertandingan Liga Prancis di Stadion Pierre-Mauroy, Villeneuve-d’Ascq, Minggu (26/10/2025) waktu setempat. (Ligue1.com)

batampos – Lille mengamuk di kandang sendiri dengan kemenangan telak 6-1 atas Metz pada laga Ligue 1 di Decathlon Arena, Minggu (26/10) malam. Penyerang muda Hakon Haraldsson menjadi bintang dengan dua gol dan satu assist, membawa tim asuhan Paulo Fonseca meraih tiga poin penting di hadapan lebih dari 42 ribu penonton.

Lille langsung mengambil inisiatif sejak awal laga. Setelah beberapa peluang melalui Benjamin André dan Chancel Mbemba, keunggulan akhirnya datang pada menit ke-24 lewat Hamza Igamane yang menuntaskan umpan Matias Fernandez-Pardo dengan tembakan terarah ke pojok kanan bawah gawang.

Tekanan berlanjut dan hasilnya muncul di menit ke-34, saat Felix Correia melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Metz, Pape Sy. Gol tersebut membuat Lille menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 yang layak.

Masuk babak kedua, dominasi tuan rumah semakin mutlak. Correia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 setelah memanfaatkan umpan Fernandez-Pardo. Tak lama berselang, Romain Perraud menambah keunggulan menjadi 4-0 melalui sepakan kaki kiri dari jarak dekat.

Kapten Benjamin Andre ikut mencatatkan gol kelima Lille pada menit ke-82 lewat sundulan presisi setelah menerima umpan silang dari Correia. Skor makin mencolok di injury time ketika Haraldsson mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-93, menutup pesta gol tuan rumah menjadi 6-0.

Metz baru mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-90+5 melalui Ibou Sane, yang mencetak gol hiburan ke sudut atas gawang Berke Ozer. Namun gol tersebut tak cukup mengubah jalannya pertandingan yang sepenuhnya dikuasai Lille.

Lille tampil sangat dominan dengan 62 persen penguasaan bola, menciptakan 23 tembakan dengan 12 tepat sasaran, dibanding hanya 10 percobaan dari Metz. Kemenangan ini memperpanjang tren positif mereka di kandang sekaligus menjaga posisi di papan atas klasemen Ligue 1.

Pemain keturunan Indonesia, Calvin Verdonk, hanya menjadi pemain cadangan di laga ini dan belum mendapat kesempatan bermain dari pelatih Fonseca. Namun kehadirannya di daftar skuad tetap menjadi sorotan, mengingat performa stabilnya sejak awal musim.

Dengan hasil ini, Lille semakin percaya diri menatap laga berikutnya, sementara Metz harus segera bangkit setelah mengalami kekalahan terbesar mereka sejauh musim ini. (*)

Artikel Saat Lille Pesta Gol 6-1 Atas Metz, Calvin Verdonk Hanya Jadi Penghangat Bangku Cadangan pertama kali tampil pada Olahraga.

Gubernur Ansar Apresiasi Adujaknas 2025 di Kepri: Ajang Kreativitas Remaja, Simbol Persatuan Indonesia

0
Gubkepri Ansar Ahmad

batampos-Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengapresiasi pelaksanaan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (Adujaknas) GenRe 2025 yang digelar di Tanjungpinang. Ajang tahunan yang diikuti perwakilan remaja dari seluruh provinsi di Indonesia ini dinilai menjadi wadah penting dalam memperkuat kreativitas, komunikasi, dan semangat kebhinekaan di kalangan generasi muda.

Malam puncak Adujaknas yang berlangsung di Pelataran Tugu Sirih, Kamis (23/10/2025), menjadi penanda bahwa Kepri sukses menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang berorientasi pada pembinaan generasi berencana (GenRe). Ribuan peserta dan tamu undangan hadir, disambut hangat oleh masyarakat Tanjungpinang.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI H Wihaji serta jajaran BKKBN yang telah mempercayakan Kepri sebagai tuan rumah. Ia juga memuji sinergi antara Pemprov Kepri dan BKKBN Kepri yang telah memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

BACA JUGA: Rumah Warga Air Glubi Roboh Diterjang Air Laut Pasang, Begini Kondisinya

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri dan seluruh jajaran yang telah mempercayakan Kepri sebagai tuan rumah Adujaknas 2025,” ujar Ansar.

Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Gubernur Ansar juga berpesan agar para peserta dari berbagai daerah menikmati keindahan Kepri sebelum kembali ke daerah asal. “Masih banyak tempat wisata menarik di Kepri yang bisa kalian kunjungi,” ujar Gubernur Ansar.

Lebih jauh, Gubernur Ansar menekankan bahwa Adujaknas bukan sekadar ajang pertemuan dan kompetisi, tetapi wadah strategis untuk memperkuat persatuan bangsa melalui kreativitas generasi muda.

“Acara ini sangat penting karena kita sedang berbicara tentang masa depan negeri ini. Warna bangsa kita ke depan — apakah hitam atau putih — ditentukan oleh anak-anak GenRe hari ini,” tegasnya.

Ansar pun mengusulkan agar kegiatan Adujaknas tidak hanya digelar sekali dalam setahun.

“Kalau bisa, Pak Menteri, setahun dua kali. Karena ajang seperti ini bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga cara kita merawat kebhinekaan. Di sini, anak-anak dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya berkumpul, berkompetisi dengan kreativitasnya masing-masing, dan saling belajar untuk menjadi generasi yang tangguh,” katanya.

Dalam sambutannya, Ansar juga menyinggung potensi besar generasi muda Indonesia di era bonus demografi. “Lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah anak muda. Kita harus kelola bonus demografi ini dengan baik agar menjadi kekuatan, bukan beban,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan kutipan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji: ‘Apabila anak-anak tidak dilatih, maka orang tuanya ke depan pasti letih.’ Menurutnya, kalimat itu menggambarkan pentingnya peran pembinaan generasi muda bagi masa depan bangsa.

Menteri Dukbangga Wihaji menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebagai bentuk apresiasi kepada Pemprov Kepri yang sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Adujaknas GenRe 2025.(Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Menteri Dukbangga Terkesan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI H Wihaji mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Adujaknas di Kepulauan Riau. Ia menilai Kepri sebagai provinsi yang ramah, indah, dan layak menjadi tuan rumah kegiatan nasional.

Wihaji menilai Adujaknas adalah wadah penting untuk memperkuat karakter generasi muda Indonesia.

“Generasi berencana adalah masa depan bangsa. Ajang seperti ini harus terus berlanjut, tidak hanya sebatas kontestasi, tapi juga berdampak nyata bagi remaja dan masyarakat luas,” ungkap Wihaji pada malam puncak Adujaknas GenRe 2025, di Pelataran Tugu Sirih Tanjungpinang, Kamis (23/10/2025) malam.

Ia bahkan menyatakan Provinsi Kepri menjadi tuan rumah yang baik dan menjadi contoh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan sebuah iven yang sangat baik.

“Kepri bukan hanya tuan rumah yang baik, tapi juga contoh bagaimana pemerintah daerah bisa bersinergi dengan pusat untuk melahirkan generasi muda yang sehat, kreatif, dan berkarakter,” ujar Menteri Wihaji menutup sambutannya.

Pada malam puncak Adujaknas yang berlangsung di Pelataran Tugu Sirih, Kamis (23/10/2025) malam, Menteri Wihaji menyematkan selempang “Ayah dan Bunda GenRe Kepulauan Riau” kepada Gubernur Ansar Ahmad dan Hj Dewi Kumalasari Ansar.

Gelar ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dukungan aktif pasangan tersebut terhadap program pembinaan dan pemberdayaan generasi muda di Kepri. (*/adv)

 

Artikel Gubernur Ansar Apresiasi Adujaknas 2025 di Kepri: Ajang Kreativitas Remaja, Simbol Persatuan Indonesia pertama kali tampil pada Kepri.

PMI Dukung Langkah IPTI Batam Kembangkan Pelatihan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat

0
Pengurus IPTI Kota Batam dan Pengurus PMI foto Bersama usai menggelar First Aid Training dan sertifikasi pertolongan pertama berbasis masyarakat.

batampos– Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Kota Batam menggelar First Aid Training dan sertifikasi pertolongan pertama berbasis masyarakat bagi 20 anggotanya, Minggu (26/10).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PMI Kota Batam ini menjadi langkah awal dalam mencetak kader muda yang tanggap, peduli, dan siap membantu masyarakat di situasi darurat.

Sekretaris PMI Kota Batam, Asmin Patros menyampaikan apresiasi atas inisiatif IPTI dalam mengadakan pelatihan tersebut. Ia menilai langkah ini sejalan dengan komitmen PMI untuk memperluas jaringan pertolongan pertama berbasis masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik inisiasi dari teman-teman IPTI. Harapan kami, ini menjadi angkatan pertama dan akan terus berlanjut ke depan. PMI siap mendukung penuh pengembangan program pelatihan pertolongan pertama yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.

BACA JUGA: Capella Honda Kepri dan PMI Batam Kumpulkan 52 Kantong Darah

Asmin menjelaskan, PMI Batam secara rutin berkolaborasi dengan berbagai organisasi sosial, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), induk organisasi IPTI.

Sekretaris PMI Kota Batam, Asmin Patros

Kerja sama tersebut selama ini banyak terfokus pada kegiatan sosial seperti donor darah yang digelar empat kali dalam setahun.

Dari keterlibatan aktif itulah muncul gagasan baru dari IPTI untuk memperluas kontribusi sosial mereka melalui bidang pertolongan pertama.

“Ide ini lahir dari teman-teman IPTI setelah sering terlibat dalam kegiatan sosial bersama PSMTI dan PMI. Kini mereka ingin mengambil peran langsung dalam pelatihan pertolongan pertama, dan kami sangat mendukung langkah positif ini,” kata Asmin.

Ketua IPTI Kepri, Agung mengungkapkan kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita belajar bersama bagaimana memberikan pertolongan pertama kepada siapa pun yang membutuhkan. Ini bukan hanya pelatihan teknis, tapi juga wujud kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC IPTI Batam, Dicky Larson mengatakan bahwa pelatihan ini akan menjadi program berkelanjutan hingga masa bakti 2027.

IPTI menargetkan sedikitnya 500 pemuda akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi serupa di masa mendatang.

“Kami ingin terus membuka diri untuk berkolaborasi lintas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap IPTI bisa melahirkan kader-kader muda yang siap memberi dampak positif bagi Batam dan menjadi kebanggaan nasional,” tutur Dicky.

PMI Batam sendiri berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelatihan pertolongan pertama bagi komunitas, termasuk di lingkungan perumahan, tempat ibadah, hingga organisasi sosial lainnya.

Dengan dukungan lintas komunitas seperti IPTI, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret sinergi antarorganisasi sosial dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan membangun semangat kemanusiaan di Kota Batam. (*)

Reporter: Azis

Artikel PMI Dukung Langkah IPTI Batam Kembangkan Pelatihan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat pertama kali tampil pada Metropolis.