Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9652

Singapura Tutup Chinatown 4 Hari Saat Imlek

0

batampos.co.id – Chinatown Singapura menjadi salah satu destinasi dan daya tarik wisatawan. Menjelang perayaan Imlek, daerah ini sempat disorot karena suasana pengunjung yang begitu ramai meski mereka tetap memakai masker. Namun tetap saja, di era pandemi Covid-19, Singapura khawatir penularan terjadi di klaster Chinatown saat Imlek. Tak pelak wilayah itu ditutup saat hari Imlek nanti.

“Lampu jalan Tahun Baru Imlek tidak akan dinyalakan selama empat hari sebagai bagian dari langkah-langkah tambahan untuk mengurangi kerumunan orang di Chinatown,” kata Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan (MSE) pada Jumat (5/2).

Dalam siaran persnya, MSE mengatakan lampu di sepanjang South Bridge Road, New Bridge Road, dan Eu Tong Sen Street tidak akan dinyalakan mulai 5 Februari hingga 7 Februari, serta pada 11 Februari. Pengunjung yang ingin melihat pesta cahaya disarankan untuk melakukannya pada hari kerja atau mengunjungi situs web Festival Chinatown untuk tur virtual.

Selain itu, eskalator naik di Pintu Keluar A stasiun MRT Chinatown ke Jalan Pagoda akan ditutup dari waktu ke waktu, tergantung pada situasi keramaian di tingkat jalan. Penumpang akan dipandu oleh anggota staf stasiun ke pintu keluar alternatif di stasiun MRT.

“Ini untuk mengatur arus penumpang yang masuk langsung ke Jalan Pagoda,” kata pihak kementerian seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (6/2).

Tindakan kontrol akses dapat diterapkan di Jalan Pagoda dan Jalan Trengganu selama jam sibuk selama akhir pekan untuk memastikan ruang yang cukup bagi pengunjung. Pengunjung harus mempertimbangkan waktu tambahan yang dibutuhkan untuk berjalan dan mengantri untuk memasuki bentangan Jalan Pagoda dan Jalan Trengganu yang lebih ramai.

“Tindakan lain dapat diterapkan untuk manajemen kerumunan dan keselamatan pengunjung tergantung pada situasi lapangan, termasuk menutup Temple Street untuk lalu lintas kendaraan bermotor,” kata MSE.

Awal pekan ini, Badan Pariwisata Singapura mengatakan bahwa total 34 orang telah didenda di Chinatown sejak 15 Januari karena tidak memakai masker atau berkumpul dalam kelompok yang terdiri lebih dari delapan orang. Setiap orang didenda SGD 300.

Selama periode yang sama, 11 bisnis di Chinatown dikenai denda komposisi mulai dari SGD 1.000-2.000 karena gagal memastikan jarak aman dan memungkinkan pertemuan lebih dari delapan orang. Selama periode Tahun Baru Imlek, rumah tangga telah diarahkan untuk hanya menampung delapan pengunjung atau kurang.

Wakil Kepala Satgas Covid-19, Lawrence Wong bulan lalu menginstruksikan bahwa orang harus membatasi diri untuk mengunjungi tidak lebih dari dua rumah tangga per hari. “Kami hanya perlu mengingat apa yang terjadi tahun lalu ketika kami benar-benar melihat lonjakan kasus setelah Tahun Baru Imlek, dan kami memiliki banyak klaster yang terkait dengan pertemuan Tahun Baru Imlek,” katanya.

“Ini terjadi tahun lalu, kami tidak ingin hal itu terulang kembali. Dan itulah mengapa kami melakukan langkah pencegahan sekarang untuk memperketat beberapa tindakan kami,” kata Wong dalam konferensi pers Januari kemarin.(jpg)

Melihat Kampung Turis Canggu dan Potret Kerja Digital Nomad

0

Warga negara asing di Canggu, Bali, ini tidak hanya liburan. Mereka juga bekerja. Mengendalikan bisnis dari jarak jauh. Tren workcation cukup membantu di tengah lesunya pariwisata akibat pandemi. Mereka bekerja sambil liburan. Memanfaatkan ruang-ruang kerja bersama. Di mana saja. Sebab, mereka adalah pengembara digital.


WARGA lokal menyebut Canggu di Kuta Utara, Badung, Bali, sebagai Kampung Bule. Turis asing begitu mudah ditemui di sana. Jumlahnya mencapai ribuan orang. Di jalanan Canggu, terutama yang menuju arah pantai, banyak bule berpakaian terbuka yang berseliweran mengendarai motor. Begitu pula resto, kafe, dan mini club yang dipenuhi imigran Barat.

Canggu adalah salah satu spot wisata favorit para pelancong mancanegara. Selain terdapat pantai eksotis, fasilitas-fasilitas penunjang wisata juga menjamur di perkampungan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai tersebut. Mulai hotel, vila, resto, kafe, bar, kelab, spa, pusat perbelanjaan, studio yoga, sports center, hingga studio tato.

Canggu dikenal sebagai jujukan backpacker atau wisatawan dengan bujet minim. Bila dibandingkan dengan spot wisata lain di Bali, harga kebutuhan sehari-hari di Canggu terbilang paling terjangkau. Khususnya makanan, minuman, serta ongkos sewa penginapan. Penginapan low-budget itu bisa dilihat di beberapa aplikasi traveling.

Canggu juga dikenal sebagai surganya turis digital nomaden (biasa juga disingkat digital nomad) atau pengembara digital. Mereka mudah didapati di co-working space di perkampungan yang masih memegang kuat adat dan tradisi Bali tersebut. Umumnya, di setiap ruang kerja bersama itu tersedia akses internet berbayar. Co-working space biasanya menjadi satu dengan resto atau kafe.

Co-working space Tropical Nomad di kawasan Canggu, Bali, Rabu (27/1). Mayoritas pengunjung adalah turis dari berbagai negara menetap sementara di Bali. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Jawa Pos mengunjungi salah satu co-working space di Canggu pekan lalu (27/1). Di salah resto bergaya tropical modern, co-working space terletak di bagian dalam. Belasan orang serius menghadap laptop masing-masing ketika Jawa Pos tiba. Mereka duduk berjarak satu sama lain sambil menikmati suguhan.

”Sehari bisa ada 50 orang (pengunjung resto, Red), kadang bisa lebih,” kata Ichi Yamada, pengelola resto dan co-working space tersebut.

Resto plus co-working space itu berdiri sekitar 2,5 tahun lalu. Mayoritas pengunjungnya adalah turis dari berbagai negara yang menetap sementara di Bali, khususnya di Canggu.

Resto dengan fasilitas co-working space di Canggu memang diminati para turis. Berdasar pantauan Jawa Pos, biasanya resto-resto itu ramai sejak pagi hingga sore. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat pandemi Covid-19 memaksa pengelola harus menutup resto lebih awal daripada biasanya. ”Jam 8 (malam) harus tutup,” ujar pria berkewarganegaraan Jepang tersebut.

Ichi menyatakan, fenomena co-working space di Bali, khususnya Canggu, belakangan cukup marak. Pria kelahiran Tokyo itu menyebutkan bahwa mayoritas turis yang datang ke co-working space miliknya merupakan pengembara digital dari Eropa dan Amerika. ”Mereka mengontrol (pekerjaan) di sini (co-working space),” ungkap pria yang sudah 12 tahun tinggal di Indonesia tersebut.

Istilah digital nomaden ada sejak beberapa tahun terakhir. Sebutan itu merujuk pada seseorang yang bekerja secara online dan berpindah-pindah tempat. Para pengembara digital umumnya bekerja sambil liburan alias workcation. Di kalangan milenial, workcation tengah menjadi tren. Apalagi saat pandemi sekarang ini.

Ichi mengungkapkan, mayoritas pengembara digital yang nongkrong di restonya menggeluti bidang kerja pemrograman digital (programming) dan pasar online (e-commerce). Khusus e-commerce, tidak sedikit digital nomaden yang menjadi dropshipper beberapa aplikasi perdagangan online luar negeri. Sebut saja Shopify dan Amazon.

Dropshipper adalah seseorang yang membuat toko online sebagai perantara penjualan berbagai barang dari penyuplai. Kebanyakan penyuplai berada di Tiongkok. Dropshipper juga bisa diartikan jembatan antara pembeli dan supplier. Lewat sistem itu, dropshipper tidak perlu repot-repot menyewa gudang karena barang yang dipesan akan dikirim penyuplai ke alamat pembeli.

Sebagai warga negara asing (WNA) yang telah menetap lama di Bali, Ichi mengakui bahwa pengembara digital cukup membantu ekonomi daerah di tengah geliat wisata yang lesu akibat pandemi Covid-19. Sebab, kata dia, digital nomaden menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi usaha mikro di Pulau Dewata. ”Mereka (digital nomaden) belanja makanan, minuman, dan penginapan. Selain pariwisata, ini harus dilihat sebagai cadangan (pemasukan warga lokal),” paparnya.

Selain itu, Ichi menyebut skill para digital nomaden bisa dimanfaatkan untuk membantu warga lokal memasarkan produk dalam negeri ke pasar internasional. Menurut Ichi, jiwa wirausaha digital nomaden umumnya lebih tinggi ketimbang turis-turis biasa. Begitu juga jiwa sosial mereka. ”Karena kebanyakan sudah lama menetap di Bali,” ujarnya.

Dalam situasi pandemi, kata Ichi, mereka bisa bergerak lebih cepat dalam mengumpulkan pundi-pundi uang secara online. ”Contohnya, daun kelor itu saja bisa dipromosikan ke luar negeri oleh digital nomaden,” ungkap pria 44 tahun tersebut.(jpg)

Berlebihan Kalau Aturan Seragam Sekolah Picu Sekulerisme

0

batampos.co.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menilai berlebihan jika aturan seragam sekolah dipandang memicu sekulerisme di Indonesia.

Seperti diketahui pemerintah baru saja menerbitkan atura tentang pakaian seragam sekolah. Aturan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri. Mulai dari Mendikbud, Mendagri, dan Menag. Aturan ini terbit setelah ada polemik pemaksaan seragam jilbab kepada siswa non-Islam di Padang.

“Keluarnya SKB 3 Menteri yang mengatur penggunaan pakaian seragam sekolah sudah sesuai dengan amanat konstitusi,” kata Zainut Minggu (7/2). Dia menjelaskan keluarnya SKB 3 Menteri itu mempertegas jaminan hak kebebasan beragama baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan di sekolah.

Zainut mengatakan dalam SKB 3 Menteri, menegaskan adanya jaminan hak untuk memilih apakah akan menggunakan pakaian seragam dan atribut tanpa atau dengan kekhasan agama tertentu. Sehingga dengan ketentuan itu, siswa yang beragama lain dari agama yang dianut mayoritas siswa di sekolah tertentu dijamin hak beragamanya untuk bebas memilih pakaian seragam yang akan dikenakannya.

Untuk itu, Zainut berharap masyarakat tidak perlu apriori terhadap penerbitan SKB 3 Menteri, karena tujuannya justru untuk melindungi hak asasi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di sekolah. Substansi SKB itu secara tegas tidak ada larangan untuk mengenakan seragam atau atribut agama tertentu. Yang dilarang adalah pemaksaan mengenakan seragam atau atribut agama di sekolah.

Sehingga negara tetap membolehkan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan mengenakan pakaian sesuai keyakinan agama masing-masing. “Dengan demikian tuduhan negara melakukan sekularisasi kurang tepat dan berlebihan,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan lain Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyampaikan pandangannya soal SKB tiga menteri itu. Dia menegaskan negara Indonesia harus menjadi negara yang religius. Bukan negara sekuler. Sesuai dengan amanah UU 1945 pasal 29 ayat 1.

Terkait aturan soal seragam sekolah itu, dia mengatan para murid merupakan anak-anak dalam masa perkembanga. ’’Sehingga membutuhkan arahan atau bimbingan dari orang tua maupun guru. Bimbingan ini perlu untuk membawa murid menjadi anak yang bertaqwa,’’ ungkap dia.

Menurutnya, tidak tepat jika anak diberikan kebebasan untuk menggunakan seragam. Sekolah atau guru harus mengarahkan anak didiknya mengenakan pakaian sesuai agama yang dianutnya. Di sisi lain Anwar menjelaskan memaksakan seragam tidak sesuai dengan agama yang dianut juga tidak boleh. (*/jpg)

Begini Teknisnya Jika GeNose Diberlakukan di Bandara Hang Nadim

0

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim masih belum memberlakukan penggunaan GeNose untuk pengecekan Covid-19 bagi penumpang yang akan berangkat. General Manager Bandara Hang Nadim, Benny Syahroni, mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Gugus Tugas.

”SE (Surat Edaran) yang berlaku masih soal penggunaan rapid test antigen. Tapi, bila berubah menjadi GeNose, nantinya akan kami ikuti,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, apabila diminta penggunaan GeNose, Bandara Hang Nadim siap berkoordinasi dengan BP Batam. Bahkan tidak menutup kemungkinan bekerja sama kembali dengan Rumah Sakit BP Batam.

Jika GeNose diterapkan secara luas, lanjut Benny, teknisnya akan sama dengan rapid test antigen. Setiap penumpang yang akan masuk, pastinya akan diperiksa melalui alat pendeteksi Covid-19, GeNose. ”Kami sangat bersyukur anak bangsa menciptakan alat ini,” ucapnya.

Penggunaan GeNose diyakini meningkatkan animo masyarakat bepergian. Apalagi biaya pengecekan sangat murah, sehingga tidak memberatkan masyarakat yang akan berangkat ke luar daerah.

Benny juga mengatakan, hingga 8 Februari di Hang Nadim masih memberlakukan pengecekan dokumen rapid test antigen. Tapi, setelah itu, apakah kebijakannya masih sama atau tidak, Benny mengaku belum mengetahuinya.

”Kami menunggu apakah diperpanjang atau berganti rapid test biasa lagi atau GeNose. Nantilah, setelah ada surat edaran baru, akan kami sampaikan lagi,” terangnya.(*/jpg)

Pintu Kepri Dibuka untuk Wisman Mulai Maret

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, mengatakan, pintu wisatawan mancanegara wisman) Kepri akan dibuka kembali pada Maret 2021 mendatang. Ia optimistis, jika pintu wisman dibuka kembali, pariwisata Kepri akan bangkit kembali.

”Iya, Maret, akses pintu pariwisata kembali dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya, di pembukaan acara Kepri Bangkit di Mega Mall Batam Center, Jumat (5/2).

Kepala Dinas Parawisata Kepri, Buralimar, pada acara pembukaan Calender of Event Kepri 2021 di
Mega Mall Batam Center, Jumat (5/2).
(ist)

Buralimar mengakui, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Kepri, kunjungan wisman anjlok hingga sampai pada titik 85 persen. Khususnya di Batam dan Bintan sebagai pintu masuk utama wisman di Kepri, bahkan Indonesia.

Ia menjelaskan, sejak 2020 lalu, Kepri sudah sangat siap menerima wisman. Semua sektor pariwisata, mulai dari travel, hotel, restoran, dan usaha terkait pariwisata sudah sangat siap menerima kunjungan wisman. Semua sudah menyiapkan dan menerapkan standar protokol kesehatan yang disyaratkan dunia internasional.

Tak hanya itu, pemerintah daerah (pemda) dan tim gugus tugas di Kepri juga sudah sangat siap. Termasuk dalam hal penanganan wisman jika ada yang terjangkit virus Covid-19.

Nah, guna menarik kunjungan wisman, saat ini sudah dimulai menggelar beberapa event pariwisata. Salah satunya, event Kepri Bangkit yang melibatkan banyak pihak, termasuk para dinas-dinas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

“Kami siap membuat event-event dan terobosan-terobosan baru agar turis mau datang ke Kepri. Meski Covid-19 belum habis, tapi pariwisata Kepri harus bangkit,” ujarnya.

Wakil Ketua II DPRD Kepri, Raden Hari Tjahyono, yang hadir dalam pembukaan event Kepri Bangkit itu memberikan dukungan penuh digelarnya berbagai event pariwisata yang bisa menarik wisman. Bahkan, ia juga mendukung agar secepatnya pintu masuk wisman dibuka kembali.

”Kondisi sulit karena Covid-19 sudah hampir setahun. Saatnya bangkit. Kami dari DPRD Kepri sangat mendukung upaya Dinas Pariwisata dan pelaku wisata menggelar berbagai event dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Raden.(*jpg)

Penerima Vaksin Bisa Dapat Santunan Rp 1 Juta, Gini Caranya

0

batampos.co.id – Mendukung program vaksinasi Covid-19 pemerintah, Prudential Indonesia meluncurkan Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi yang tersedia di aplikasi Pulse. Program bebas biaya ini ditujukan bagi nasabah maupun non nasabah Prudential.

Melalui program ini, para penerima vaksin akan mendapatkan uang sebesar Rp 1 juta per hari (maksimal 10 hari) sebagai bantuan. Dengan catatan, penerima vaksin harus dirawat di rumah sakit karena mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dalam kurun waktu 14 hari kalender setelah vaksinasi.

Vaksinasi harus menggunakan vaksin resmi dari Pemerintah Indonesia serta diberikan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan aturan yang berlaku.

President Director Prudential Indonesia Jens Reisch dalam keterangan resminya mengatakan, Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi sudah dimulai sejak 6 Februari hingga 30 Juni 2021 mendatang.

Program ini dibuka untuk 350.000 pendaftar pertama yang berusia di atas 18 tahun hingga 60 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Pulse yang dapat diunduh secara gratis di Apple Apps Store dan Google Play Store.

“Kami siap mendukung pemerintah dengan memberikan santunan tunai kepada masyarakat apabila mereka harus dirawat di rumah sakit akibat efek samping pascavaksinasi. Inisiatif yang kami tawarkan melalui Pulse ini sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan Indonesia yang sehat dan dapat bangkit kembali,” katanya.(jpg)

Polri Berupaya Tekan Mobilitas Warga Saat Libur Imlek

0

batampos.co.id – Pemerintah kembali harus putar otak dalam menyambut datangnya perayaan Imlek 2021. Pasalnya, Imlek akan jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021 dan berpotensi menjadi libur panjang akhir pekan. Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, setiap libur panjang bisa meningkatkan kasus baru Covid-19.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya kali ini menggandeng sejumlah tokoh masyarakat hingga influencer untuk mencegah terjadinya klaster baru Covid-19 akibat libur Imlek. Terlebih agar masyarakat tidak melakukan perjalanan selama periode tersebut.

“Kita sudah berkomunikasi dengan berbagai influencer itu bahasa di media tapi kita ada tokoh yang bisa untuk memberikan suatu edukasi,” kata Argo kepada wartawan, Sabtu (6/2).

Tokoh masyarakat dan influencer ini akan membantu Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Dengan begitu, masyarakat bisa memiliki kesadaran dalam mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Kemarin kita ke tempat beberapa ulama di Muhamadiyah, NU itu kita meminta bantuan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jadi, dengan bahasa ulama yang bisa diterima umatnya,” ucap Argo.

“Jadi, bagaimana menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan. Jadi kita menggunakan beberapa tokoh yang mempunyai umat yang banyak. Nanti kita tetap bersinergi dengan kelompok komunitas maupun ormas yang lain untuk terus memberikan edukasi juga menyiapkan beberapa masker maupun hand sanitizer,” imbuhnya.

Argo memastikan, Polri akan mendukung penuh berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah. “Prinsipnya kepolisian membackup penuh apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan Kemenkes maupun dari Bapak Presiden,” tandasnya.(jpg)

Wali Kota Resmikan Kampung Tangguh Amat Belanda

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, dan Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, meresmikan langsung Kampung Tangguh Nelayan Rumput Laut Pulau Amat Belanda, Belakangpadang, Sabtu (6/2/2021).

Keberadaan kampung tangguh tersebut mendapat apresiasi karena mampu meningkatkan ekonomi warga di tengah wabah corona.

“Saya sudah lihat, bagaimana pengelolaan rumput laut yang menjadi penopang ekonomi warga. Kita sangat bersyukur, masyarakat bisa lebih sejahtera,” kata Wali Kota.

Rudi meyakinkan, pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu keperluan.

Ia juga berharap, tak hanya Pemko Batam saja hadir di sana, ia meminta pemerintah setingkat provinsi juga memberikan perhatian banyak agar masyarakat makin termotivasi.

“Tadi saya tanya, bagaimana mereka mengekspor. Ternyata, prosesnya berbelit harus ke Singapura dulu, baru dikirim ke negara tujuan dengan ongkos mencapai USD700,” ujarnya.

Di kesempatan itu, Rudi menawarkan ekspor melalui jalur udara. Ia mengaku akan mempertemukan pengekspor rumput laut tersebut dengan sejumlah maskapai agar ekspor rumput laut tersebut lebih praktis dan efisien.

“Kita akan terus coba mendampingi warga, mudah-mudahan produk ini jadi unggulan di pulau ini (Amat Belanda). Selain itu, saya sampaikan terima kasih kepada Polresta Barelang yang menginisasi adanya Kampung Tangguh tersebut,” kata dia.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, dan Dandim 0316 Batam, Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, berfoto bersama tokoh masyrakat setelah meresmikan langsung Kampung Tangguh Nelayan Rumput Laut Pulau Amat Belanda, Belakangpadang, Sabtu (6/2/2021). Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kompol Yos Guntur, mengaku program Kampung Tangguh tersebut menjadi program nasional.

Untuk di Batam, baru Belakangpadang. Diharapkan, keberadaan Kampung Tangguh tersebut menjadi contoh bagi daerah lain di Batam khususnya.

“Begitu tiba, warga Kampung Tangguh terlihat kompak. Ini menjadi suatu kekuatan besar. Bahkan mampu menghidupkan ekonomi warga meski di tengah pandemi,” ujarnya.

Ia mengaku, pemilihan Amat Belanda sebagai Kampung Tangguh bukan tanpa alasan.

Ia mengatakan, warga setempat mampu mengelola rumput yang sering ganggu dan menyangkut di mesin kapal tersebut menjadi produk bernilai harga.

“Dan sekarang dapat mengangkat derajat dan perekonomian rakyat. Ini perubahan yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak berguna jadi berguna. Sebab itu Pulau Amat Belanda ini menjadi kampung tangguh,” kata dia.

Sementara itu, Pembina Kelompok Nelayan Rumput Laut, Azhari, mengatakan hingga saat ini, warga Amat Belanda mampu mengumpulkan rengkam sebanyak 200 ton per bulan.

Rengkam tersebut diolah menjadi pupuk dan makanan ternak yang akan diekspor ke China dan Vietnam.

“Awalnya kita ingin menghidupkan ekonomi masyarakat sehingga kita lakukan kajian untuk mengelola rumput laut jenis sargasum tersebut,” kata dia.

Ia mengaku, rumput laut jenis ini dianggap sebagai gulma yang menghambat laju kapal nelayan. Seiring waktu, muncul ide untuk mengelola sergam dan ternyata di luar rumput tersebut sangat berharga.

“Kita juga menjajal untuk mengekspor ke Jepang. Rumput ini selain diproduksi menjadi pupuk, bisa dijadikan sebagai pakan ternak,” kata dia.

Ia mengaku, hasil dari kelompok nelayan rumput laut di wilayah itu, sudah tiga kali diekspor.

Pertama, sebanyak 25 ton pada November, ekspor kedua pada Desember sebanyak 50 ton, dan Januari lalu sebanyak 75 ton yang sudah diekspor.

“Kita terus lakukan pembinaan, tak hanya di Pulau Amat Belanda saja, kita juga coba di pulau-pulau lain agar rumput ini menjadi penopang ekonomi anak-anak pulau sehingga bisa mandiri di kampung sendiri. Rata-rata pengasilan warga pulau saat ini Rp260 ribu per hari,” kata dia.(*/esa)

PKP Peduli Berbagi Imlek di Yayasan Budi Sosial

0

batampos.co.id – Bersempena dengan perayaan tahun baru Imlek ke 2572, developer PKP kembali hadir dengan program sosial PKP Peduli.

Manager Promosi PKP, Rio Naldi, mengatakan, PKP Peduli selalu konsisten ikut membantu mereka yang memerlukan bantuan.

“PKP yang sudah berusia 33 tahun akan terus berupaya membantu sesama dengan beragam program bantuan, sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap sekitarnya (CSR),” ujarnya.

Salah satu anggota rombongan Deddy Token, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut segaja digelar untuk berbagi dengan sesama.

“Mumpung akan tahun baru imlek chit eh tampok ho li nang, ing wei be kuei ni liau. Gong Xi Fa Chai ke 2572, (sin ni tuah than) semoga di tahun baru ini, keberuntungan kita semakin banyak,” ujar Pimpro dari proyek ruko Anggrek mas dan mega legenda 2 ini.

Pada kegiatan PKP Peduli kali ini menyambangi salah satu panti jompo yang memiliki penghuni relatief banyak, yakni Yayasan Budi Sosial di Ruko sekitar tos 3000, Nagoya, sabtu (6/2/2020).

Bersempena dengan perayaan tahun baru Imlek ke 2572, developer PKP kembali hadir dengan program sosial PKP Peduli. Foto: PKP untuk batampos.co.id

Rombongan PKP Peduli datang dengan membawa perwakilan dari Managemen, serta sebagian dari pimpinan proyek (pimpro) serta beberapa staff lainnya.

Kunjungan ini di sambut oleh Abun selaku pengelola yayasan.
Diceritakan Abun, Yayasan Budi Sosial sudah berdiri beberapa tahun lalu.

Kata dia, Yayasan Budi Sosial terdiri atas 3 bangunan yakni di lokasi ruko nomor 10 dengan 16 orang penghuni serta di ruko nomor 1 dengan 14 orang penghuni.

Keduanya dikomplek yang sama . Sedangkan satu lagi yakni berlokasi di perumahan Sakura Garden, di daerah Batu Ampar, yang dihuni 9 orang.

“Ke 39 orang penghuni rata – rata sudah berusia tua, ada yang tapho (laki–laki, red ), ada juga yang cabho (perempuan, red ) kebanyakan sudah akong–akong (kakek,red) atau apek–apek ( uwak/pak dhe,red), ada juga yang A ma (nenek,red),” jelasnya.

Kata dia, di antara para penghuni ada yang terkena penyakit stroke.
Acara pembagian santunan tidak berlangsung lama, tidak ada acara seremoni.

Bantuan sosial tersebut berlangsung sesuai standar protokol kesehatan. Dimana semua mengunakan masker, menjaga jarak serta pihak tim PKP mengunakan sarung tangan.

Acara serah terima santunan dilakukan di depan ruko, dengan akses udara bersifat terbuka.
Bantuan yang diberikan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, sarden, dan lainnya.

Kemudian lauk seperti daging ayam, ikan, sapi , telur, bakso, sosis hingga nugget. Serta sayur mayur hingga bawang dan cabai.

Selain itu juga ada obat–obatan sampai beragam pembersih rumah. Juga tidak ketinggalan barang keperluan orang tua seperti pampers hingga masker dan sarung tangan.

Barang tersebut merupakan permintaan dari pihak yayasan Budi sosial sendiri.

“Kami kalau boleh, memang meminta sesuai kebutuhan harian kami, sebelum barang santunan diberikan,” kata Abun.

Selain itu berkenaan dengan perayaan Imlek PKP juga diberikan kue- kue, minuman, jeruk serta sedikit uang di dalam amplop merah untuk tiap orang penghuninya.(*)

Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti Berbagi Dengan Masyarakat Batam

0

batampos.co.id – Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti berbagi nasi kotak dan sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (5/2/2021).

Komandan Yonif RK 136/TS, Letkol Infanteri Dodiek Wardoyo, mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan pihaknya.

“Ini merupakan kegiatan sedekah rutin dari Yonif RK 136/TS,” ujarnya.

Ketua Persit Yonif RK 136/TS, Iin Wardoyo, memberikan nasi kotak kepada salah seorang warga Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mendatangi beberapa lokasi. Seperti di depan halte pasar SP Plaza Batu Aji, depan halte Panbil Plaza, Simpang Kepri Mall dan Pasar Jodoh.

Kegiatan sosial tersebut lanjutnya rutin digelar Yonif RK 136/TS.
“Pandemi tak jadi alasan bagi kami untuk berhenti berbagi,” tuturnya.

Bahkan kata dia, saat pandemi seperti ini menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kepedulian sesama.

Komandan Yonif RK 136/TS, Letkol Infanteri Dodiek Wardoyo, menepikan kendaraannya dan memberikan bantuan kepada salah seorang masyarakat. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Ratusan masyarakat yang menerima bantuan tersebut sangat berterima kasih atas kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh keluarga besar Yonif RK 136/TS tersebut.

“Kami cuma bisa mengucapkan terima kasih dan mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait,” ujar Ari warga Batu Aji.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan Yonif RK 136/TS sangat bermanfaat bagi dirinya.

Pada kegiatan tersebut juga hadir Ketua Persit Yonif RK 136/TS, Iin Wardoyo dan beberapa anggota Yonif RK 136/TS.(*)

Play sound