Minggu, 12 April 2026
Beranda blog Halaman 9682

Ketua DPRD Anambas Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Hasnidar (50), terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain Hasnidar, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas juga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ketua DPRD dinyatakan positif konfirmasi Covid -19 setelah dilakukan swab PT PCR kedua kalinya di RSUD Tarempa pada tanggal 12 November 2020,” ujar Koordinator Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Anambas, Herianto, Jumat (13/11/2020)

Hasnidar kata dia, dari riwayat perjalanan diketahui pernah berkunjung ke Kota Batam.

Setelah kembali dari Kota Batam, Hasnidar, lantas melakukan pemeriksaan Swab Covid-19, sebab memiliki kontak erat dengan pasien kasus 09 pada tanggal 9 November 2020.

Tenaga kesehatan saat menangani pasien Covid-19 yang dikarantinakan di Dive Resort yang terletak di Tanjung Kumbik Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id.

Hasnidar tercatat kasus nomor 10, yang tidak memiliki gejala Covid-19 atau asimptomatik.

Saat ini Hasnidar melakukan karantina mandiri di rumah pribadinya.

Sebelumnya pasien kasus nomor 9 atau R (52) merupakan Pengawai Negeri Sipil yang bertugas di Sekretaris Dewan Kabupaten Kepulauan Anambas.

R, sebelumnya dalam 14 terakhir melakukan perjalanan ke Kota Batam.

Setelah kembali ke Kabupaten Kepulauan Anambas, R mengalami pilek.

R, lantas melakukan pemeriksaan swab Covid -19 kedua kalinya. Hasil dinyatakan positif Covid -19.

Kasus nomor 09 itu , saat ini di karantina di Dive Resort yang terletak di Tanjung Kumbik Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur.

Diketahui kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas telah mencapai 10 orang.(fai)

Stok Reagen Makin Menipis, Pemeriksaan Sampel Swab Covid-19 Bisa Terkendala

0

batampos.co.id – Stok reagen untuk menguji sampel swab Covid-19 terus berkurang. Namun untuk memasoknya masih terkendala anggaran. Pemerintah Provinsi Kepri sudah meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar diberikan 10 ribu reagen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mochammad Bisri, mengaku sudah menyurati BNPB. Namun, ia tidak dapat memastikan kapan pasokan reagen itu sampai di Batam. Selain itu, ia mengatakan memiliki beberapa opsi saat kondisi darurat (reagen habis, red).

”Kami akan ambil dulu (utang), lalu baru akan bayar setelah ada anggaran,” katanya, kemarin.

Selain Pemprov Kepri, lanjut Bisri, dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, juga mengusahakan untuk mencari reagen. ”Pihak BTKLPP juga lagi mencari, mudah-mudahan bisa segera dapat,” harapnya.

Pasokan reagen di BTKLPP Batam ini, kata Bisri, untuk menguji sampel dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan beberapa daerah lainnya di Kepri. Namun, sejauh ini hanya dua daerah yang menganggarkan pembelian reagen. ”Baru Anambas dan Natuna. Selebihnya belum, seperti Tanjungpinang belum ada rencana beli,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat menganggarkan pembelian reagen ini. Karena dengan banyaknya stok reagen, dapat mempercepat pengujian sampel swab masyarakat. Namun apabila tersendat, tentunya berdampak pada penanganan Covid-19 di Kepri. ”Kami usahakan agar reagen ini segera datang,” ujarnya.

Lalu, mengenai kontainer lab yang dipasang di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Bisri mengaku akan beroperasi pekan depan. Tentunya dengan beroperasinya laboratorium ini, dapat meningkatkan daya tracing di Provinsi Kepri. Sehari, kontainer lab ini dapat melakukan pemeriksaan 250 sampel.

Namun demikian, meski sudah bisa dioperasikan, tapi bisa terkendali karena pasokan reagen yang kian menipis tersebut. ”Tapi kami sedang carikan (reagen, red),” tegasnya. (*/jpg)

SMK Sumbang Pengangguran Terbesar

0

batampos.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 6,88 juta orang. Jumlah ini berpotensi naik karena dampak pandemi Covid-19. Ketua Komunitas Sales Indonesia (Komisi) DPD Jakarta Ahmad Madani menuturkan penyumbang pengangguran terbesar adalah lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Keterangan tersebut ia sampaikan dalam peresmian Hari Sales Indonesia (Harsindo) yang digelar secara virtual di Jakarta Kamis (12/11) sore. ’’SMK penyumbang pengangguran terbesar. Paling banyak jurusan pemasaran,’’ katanya. Kondisi ini menurut dia dapat memicu keprihatinan sekaligus menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Ahmad yang juga praktisi sales atau marketing mengatakan banyak anak-anak yang terpaksa masuk ke SMK pemasaran. Karena tidak diterima di SMA atau SMK jurusan lainnya. Sehingga daripada tidak sekolah, kemudian masuk ke SMK pemasaran. Padahal sejak awal jurusan pemasaran tidak diminati.

Padahal menurut Ahmad jurusan pemasaran memiliki potensi lapangan kerja yang terbuka luas. ’’Perusahaan mana yang tidak butuh tenaga pemasaran. Apapun itu istilahnya,’’ tuturnya. Istilah yang dipakai mulai dari pemasaran, marketing, sales, dan lain sejenisnya.

Ahmad menuturkan komunitas Komisi tidak tinggal diam terhadap fenomena tersebut. Secara konsisten mereka melakukan pendampingan kepada SMK-SMK yang memiliki jurusan pemasaran atau sejenisnya. Pendampingan itu untuk meningkatkan keterampilan dari hulu sampai hilir.

Pendampingan tidak hanya kepada para siswa di SMK jurusan pemasaran. Tetapi juga sampai ke guru-gurunya. Sehingga peningkatan kompetensi lulusan SMK jurusan pemasaran bisa lebih maksimal.

Ahmad mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir serapan lulusan SMK jurusan pemasaran cukup banyak. Dia menuturkan sesuai dengan misinya, Komisi akan terus menjalankan misi edukasi ke SMK-SMK pemasaran. ’’Sehingga menciptakan generasi-generasi baru yang terampil,’’ tuturnya.

Upaya itu juga diamini oleh founder Komisi Dedy Budiman. Dia menjelaskan untuk meningkatkan kualitas anak-anak di SMK pemasaran, dapat dijalankan dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap profesi pemasaran. Sehingga bisa menumbuhkan semangat untuk belajar dan meningkatkan keterampilan.

Dia menegaskan saat ini tidak perlu lagi menyembunyikan istilah sales atau pemasaran dengan istilah-istilah lainnya. Seperti kontraktor, marketing, account eksekutif, dengan alasan malu menyandang status sebagai sales.

’’Komisi memberikan informasi yang baik ke masyarakat soal profesi sales,’’ jelasnya. Sehingga bisa meyakinkan masyarakat bahwa sales adalah profesi yang baik.(jpg)

Begini Cara Polisi Mendalami Keaslian Video Syur Mirip Gisel dan Jessica Iskandar

0

batampos.co.id – Kasus video syur mirip artis Gisella Anastasia dan Jessica Iskandar yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia terus bergulir. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tengah mendalami keaslian dari video tersebut, apakah benar diperankan oleh kedua artis tersebut.

“Nanti kami akan cek keaslian dari video,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (13/11).

Guna memastikan itu, penyidik akan meminta keterangan saksi ahli bidang IT. Saksi ini akan menganalisasi secara spesifik antara konten video dengan para pemain di dalamnya.

“Kami akan panggil saksi ahli di bidang IT karena sudah banyak kasus seperti ini yang ditangani Polda Metro Jaya,” jelas Yusri.

Sebelumnya, APMI membuat laporan polisi atas kasus viralnya video panas mirip artis Gisela Anastasia. Laporan tersebut teregister dengan Nomor: TBL/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 7 November 2020.

Selain itu, Pengacara Pitra Romadoni Nasution juga membuat laporan terhadap kasus video mirip Gisel itu ke Polda Metro Jaya. Laporan teregister dengan nomor LP/6614/XI/YAN/SPKT.PMJ tanggal 8 November 2020. Adapun pasal yang dijeratkan dalam dua laporan itu yakni Pasal 27 Jo Pasal 45 UU ITE dan atau Pasal 8 Jo Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

APMI juga melaporkan kasus video syur mirip artis Jessica Iskandar (Jedar). Kasus ini sendiri awalnya mencuat tak lama setelah video panas mirip artis Gisela Anastasia viral di media sosial. Tak lama dari itu, kembali beredar video lainnya yang disebut-sebut warganet mirip Jessica Iskandar.(jpg)

Harga Cabai Makin Pedas Tak Terkendali

0

batampos.co.id – Fluktuasi harga cabai merah besar di Batam tak terkontrol menjelang akhir tahun. Hal ini membuat sejumlah masyarakat bingung dengan naik turunnya harga cabai dalam waktu berdekatan.

Seperti yang dirasakan Salma, warga Batuampar yang berbelanja di Pasar Tos 3000 Jodoh, Kamis (12/11). Ia bingung dengan perubahan harga cabai yang naik dalam waktu sehari saja.

“Kemarin (Rabu) harga cabai Rp 50 ribu per kilogram (kg), sekarang naik Rp 60 ribu per kg dalam waktu sehari saja,” ujar Salma.

Ia memperhatikan kondisi ini kerap terjadi menjelang Natal dan akhir tahun. Sejumlah harga komoditas naik turun dengan mudah sehingga membingungkan warga yang ingin belanja.

“Bisa-bisa nanti cabai naik sampai Rp 100 ribu lagi seperti tahun lalu. Padahal kondisi ekonomi seperti ini,” terang Salma.

Hal senada dikatakan Irma, warga Batam Center yang mendapati harga cabai merah keriting Rp 70 ribu per kg. Sedangkan, harga cabai setan Rp 80 ribu per kg.

“Harganya cepat banget naik. Padahal baru kemarin dibeli Rp 50 ribu per kg, sekarang sudah naik Rp 70 ribu,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di Pasar Botania 1 Batam Center, harga cabai merah keriting dan rawit terpantau Rp 60-70 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit merah atau setan Rp 70-80 ribu per kg.

Sementara, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Namun, beberapa waktu lalu Gustian sempat mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas dikarenakan ongkos kirim naik dari daerah penghasil. (*/jpg)

Selain 3M, Tekan Covid-19 Harus Juga dengan 3T

0

batampos.co.id – Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan upaya penanggulangan pandemi tidak boleh dikendorkan. Peran pemerintah dalam melaksanakan testing, tracing dan treatment (3T) masih sangat dibutuhkan.

“Jangan sampai yang terlihat tren penurunan kasus yang semu. Karena tren penurunan kasus minggu lalu ternyata diakibatkan testing (pemeriksaan) yang juga menurun. Hal ini jadi pembelajaran kita semua terlepas ada masa libur. Dan daerah harus menggencarkan 3T,” kata Wiku.

Wiku menyampaikan, 5 provinsi pekan lalu berhasil keluar dari 5 besar provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi. Di antaranya Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DIY, Papua Barat dan Papua. Kondisi ini harus dipertahankan dan terus ditekan penambahan kasus aktifnya.

Sementara itu, provinsi yang mengalami kenaikan kasus masih tinggi harus segera melakukan evaluasi. Supaya penambahan kasus aktif tidak semakin masif.

“Kenaikan (pekan ini) terpusat pada pulau Jawa dan pulau Kalimantan. Dimohon 5 provinsi ini untuk jangan lengah, kami melihat tren 5 besar bahwa 5 besar penambahan kasus positif mingguan tertinggi, masih konsisten pada 10 provinsi pekan ini dan sebelumnya. Tidak ada perubahan secara signifikan,” jelas Wiku.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara tetap. Yakni dengan menjalankan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.(jpg)

Warga Batam! Dilarang Parkir dan Berdiri di Jembatan Barelang

0

batampos.co.id – Kasus bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan 1 Barelang membuat berbagai pihak mengambil sikap. Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, mengatakan akan menempatkan personel khusus untuk penjagaan dan pengawasan di Jembatan 1, Barelang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi maraknya kasus bunuh diri di lokasi tersebut.

“Kita juga rutin melakukan imbauan kepada pengunjung untuk tidak terlau dekat dengan pembatas,” ujar Yusuf, Kamis (12/11) siang.

Yusuf menjelaskan, pihaknya juga telah memasang spanduk di lokasi. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Ditpam BP Batam untuk memperketat penjagaan.

“Untuk malam hari, kita juga rutin patroli di lokasi. Tapi namanya orang niat bunuh diri, tidak akan diketahui,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Pengamanan Lingkungan dan Hutan Ditpam BP Batam, Tony Febri meminta seluruh masyarakat atau pengunjung Jembatan Barelang untuk tidak parkir dan berdiri di lokasi.

“Sesuai dengan aturan, Jembatan itu hanya untuk dilintasi saja. Tidak boleh ada yang parkir dan berdiri di sana,” katanya.

Tony menjelaskan, selama ini pihaknya sudah ketat melakukan penjagaan dan membubarkan masyarakat yang berdiri di lo- kasi. Hanya saja, beberapa pengunjung tak mematuhi aturan tersebut.

“Paling setelah dibubarkan, mereka (pengunjung) balik lagi. Ini yang jadi masalah,” ungkapnya.

Menurut Tony, untuk mengawasi pengunjung di Jembatan 1 Barelang tersebut, pihaknya melakukan pemasangan CCTv dan pengeras suara. Namun, alat tersebut kerap rusak akibat disambar petir.

“Cuaca di lokasi membuat alat ini selalu rusak. Padahal kalau ada CCTv itu mempermudah kita mengawasi. Kalau terlihat di CCTv langsung ditindak,” katanya.

Tony berharap, seluruh pengunjung untuk mematuhi aturan tersebut. Hal ini untuk kelancaran arus lalu lintas di Jembatan dan keselamatan seluruh masyarakat. (*/jpg)

Jamaah Umrah Harus Jalani Protokol Kesehatan Secara Ketat

0

batampos.co.id – Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim memastikan, penyelenggaraan umrah pada masa pandemi akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menurutnya, Pemerintah akan mengedukasi secara khusus para calon jamaah umrah untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud yakni senantiasa menerapkan 3M diantaranya memekai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

’’Memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan, khususnya masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah,’’ kata Arfi Hatim dalam diskusi daring yang disiarkan BNPB, Rabu (11/11).

Arfi menuturkan, penerapan protokol kesehatan sangat ditekankan dalam proes pelaksanaan ibadah umrah. Mulai 1 November 2020, Indonesia telah memberangkatkan jamaah umrah.

’’Pada waktu melaksanakan ibadah umroh, sampai kembali ke tanah air secara umum dilakukan dengan protokol kesehatan,’’ cetus Arfi.

Arfi menyebut, pemerintah Arab Saudi juga telah mengeluarkan kebijakan protokol kesehatan selama ibadah umrah. Menurutnya, pelaksanaan ibadah umrah pada masa pandemi memiliki waktu yang terbatas. ’’Diatur ditata sedemikian rupa physical distancing, artinya penerapan kesehatan juga sangat ketat, ada pemandu atau yang mendampingi untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah umroh di Masjidil Haram mulai dari awal sampai selesai itu betul-betul sesuai dengan protokol kesehatan,’’ ungkap Arfi.

Arfi menyebut, pelaksanaan protokol kesehatan sangat ditekankan dalam pelaksanaan ibadah umroh. Hal ini untuk tetap memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada para setiap jamaah.

’’Petugas khusus untuk memastikan hal tersebut (protokol kesehatan) diatur sedemikian rupa. Sehingga itu semata-mata adalah untuk memberikan jaminan kesehatan,’’ tegas dia. (*/jpg)

Ratusan Ribu Guru Honorer Minta Kejelasan Formasi 2021

0

batampos.co.id – Ratusan ribu guru honorer masih menunggu kejelasan nasib untuk diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah diminta segera memperjelas formasi yang disediakan bagi guru honorer dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) maupun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Kami meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera memperjelas kuota formasi bagi guru honorer dalam seleksi PPPK maupun CPNS tahun depan,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Kamis (12/11).

Untuk diketahui dalam dialog bersama kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah di Palu Sulawesi Tenggara, Mendikbud Nadiem Makarim meminta agar daerah segera mengajukan kebutuhan guru di wilayah masing-masing. Nadiem Makarim menegaskan jika pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk melakukan rekruitmen tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan daerah. Bahkan founder Gojek tersebut meminta daerah mengajukan sebanyak-banyaknya nama.

Huda menjelaskan, per Mei 2020, jumlah Guru Honorer di berbagai jenjang sekolah negeri mencapai 847.973 rang. Mereka terdiri dari dari 526.332 orang Guru Honorer SD, 172.833 Guru Honorer SMP, 82.280 Guru Honorer SMA, 61.270 Guru Honorer SMK, dan 5.258 Guru Honorer SLB.

Sedangkan guru honorer di berbagai jenjang sekolah swasta mencapai 668.099 orang. Sebagian besar dari mereka telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, namun masih belum mendapatkan penghargaan layak dari pemerintah.

“Maka jika apa yang disampaikan mas Menteri benar, maka upaya untuk segera mengangkat guru honorer baik menjadi PNS maupun PPPK bisa segera dituntaskan,” katanya.

Huda mengatakan, tidak mungkin jika ratusan ribu guru honorer tersebut bisa diangkat sekaligus dalam satu kali rekruitmen. Sebagai gambaran dalam rekruitmen PPPK gelombang pertama tahun lalu, formasi yang diberikan untuk guru honorer hanya 34.954 slot. Mereka menjadi bagian dari 51.000 honorer dari berbagai bidang yang lolos seleksi PPPK 2019.

“Kami meminta mas Menteri bisa memastikan berapa slot yang bisa diperebutkan oleh guru honorer dalam seleksi PPPK gelombang kedua nanti, sehingga jumlah formasi itu bisa segera disampaikan kepada kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah di seluruh Indonesia. Jangan sekadar meminta sebanyak-banyaknya nama, tetapi saat rekruitmen tak semua bisa diakomodir,” katanya.

Politikus PKB ini meminta dalam waktu dekat kepala dinas dan kepala sekolah segera memetakan jumlah guru honorer yang dibutuhkan di wilayah kerja mereka. Selain itu mereka juga bisa mendata siapa-siapa saja yang masuk prioritas untuk bisa ikut seleksi PPPK.

“Kepala dinas dan kepala pasti sudah tahun berapa kebutuhan tenaga pendidik di tiap sekolah dan siapa-siapa saja yang perlu diprioritas untuk bisa mengikuti seleksi PPPK baik dari segi umur, bidang keahlian, tingkat displin, dan prestasi tenaga pendidik,” katanya.

Huda menuturkan, jika telah diketahui peta kebutuhan dan nama-nama guru honorer yang menjadi prioritas, maka kepala dinas Pendidikan serta kepala sekolah bisa meminta mereka menyiapkan berkas data yang diperlukan. Menurutnya hal ini penting karena seleksi PPPK tidak jauh berbeda dengan seleksi CPNS yang membutuhkan kelengkapan administrasi dari calon pelamar.

“Jadi saat ada pengumuman resmi waktu rekruitmen mereka tinggal memasukan berkas saja. Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para guru honorer sehingga mereka segera mendapatkan penghargaan sepantasnya,” pungkasnya.(jpg)

Pemuda Muhammadiyah Tolak Seruan Boikot Produk Prancis

0

batampos.co.id – Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Zainuddin Gayo merespons terbentangnya spanduk ajakan boikot produk-produk Prancis. Spanduk itu dipasang oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Seperti aksi boikot lainnya, yang dilakukan oleh Kokam Pemuda Muhammadiyah di Penajam Paser Utara itu dipicu pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pernyataan tersebut dinilai telah menyakiti hati umat muslim di seluruh dunia.

Menurut Zainuddin baliho tersebut dinaikkan tanpa pemberitahuan kepada dirinya sebagai Komandan Nasional Kokam. ’’Seharusnya sebelum menaikkan baliho itu, mereka mengkomunikasikannya terlebih dulu ke saya,’’ katanya saat diwawancarai di Jakarta pada Kamis (12/11).

’’Selain itu juga harus sepengetahuan Pengurus Pemuda Muhammadiyah juga yang menaungi Kokam,’’ imbuhnya.

Zainuddin menegaskan baliho Kokam Pemuda Muhammadiyah Penajam Paser Utara itu sama sekali bukan merupakan seruan dari Pemuda Muhammadiyah. Sebaliknya PP Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah justru tidak setuju dengan aksi boikot produk-produk Prancis yang diproduksi di dalam negeri.

’’Pertimbangannya adalah sisi kemanusiaan,’’ tandasnya. Sebab saat ini masih banyak juga umat muslim yang bekerja dan mencari nafkah di perusahaan-perusahaan Prancis yang ada di Indonesia. ’’Jadi bukan hanya asal boikot tanpa memikirkan nasib sebagian umat di balik boikot itu,’’ tambahnya.

Zainuddin akan mendiskusikan soal baliho itu dengan Komandan Kokam Penajam Paser Utara. Bahkan kalau bisa segera menurunkan baliho itu. Saat ini dia sedang mencoba menghubungi mereka untuk menanyakan apa dasar pemikiran dan latar belakang menaikkan baliho itu. Secara organisatoris akan dimusyawarahkan. Karena bagian dari Pemuda Muhammadiyah.

Sementara itu di kesempatan lain Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto alias Cak Nanto, mengatakan mereka tidak setuju terhadap aksi boikot dan sweeping produk brand Prancis yang sudah diproduksi di dalam negeri. ’’Pemuda Muhammadiyah tidak akan melakukan aksi-aksi boikot dan sweeping terhadap produk-produk Prancis, apalagi itu yang diproduksi di dalam negeri,’’ jelasnya.

Untuk itu dia menegaskan jangan asal boikot-boikot dan sweeping saja. Harus dilihat dulu yang diboikot dan sweeping itu produk Prancis yang diproduksi di mana. Jika itu produk yang diproduksi di dalam negeri, itu kan akan membuat susah juga saudara-saudara kita umat muslim yang bekerja dan mencari nafkah.

Cak Nanto menuturkan, Pemuda Muhammadiyah menyerahkan penyelesaiannya uruan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron itu ke negara atau pemerintah. Caranya bisa dengan diplomasi politik kepada Macron secara langsung. Supaya Macron bersedia meminta maaf kepada semua umat muslim yang telah disakiti karena pernyataannya. (*/jpg)