Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 970

KMP Bahtera Nusantara 03 Docking, Rute Tanjunguban-Tambelan Terhenti Sementara

0
Warga menunggu giliran mendapatkan tiket setelah membelinya secara online di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan pada Minggu (19/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kapal Motor Penumpang (KMP) Bahtera Nusantara 03 (BN 03) yang melayani rute Tanjunguban – Tambelan – Sintete (Kalimantan Barat) saat ini tengah menjalani proses docking tahunan. Kapal RoRo milik pemerintah itu diperkirakan akan kembali beroperasi pada 4 November 2025.

Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengatakan KMP BN 03 terakhir kali berlayar pada 10 Oktober 2025. Sehari setelahnya, kapal langsung berangkat untuk menjalani perawatan rutin.

“Tanggal 11 atau 12 Oktober kemarin, KMP BN 03 sudah berangkat untuk docking,” kata Sukma, Minggu (19/10).

Menurutnya, pemeliharaan berkala kapal penyeberangan menjadi langkah penting demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Namun, selama proses docking berlangsung, tidak ada kapal pengganti yang disiapkan untuk melayani rute tersebut.

“BN 03 masih kapal bersubsidi, jadi tidak ada kapal pengganti sementara,” jelas Sukma.

Ia meminta masyarakat di wilayah Tambelan dan sekitarnya untuk bersabar hingga jadwal operasional kapal kembali normal pada awal November nanti.

Sementara itu, Asa, salah seorang warga Tambelan, mengaku aktivitas transportasi laut sempat terganggu akibat KMP BN 03 tidak beroperasi. Meski demikian, ia memahami pentingnya perawatan rutin demi keselamatan bersama.

“Memang sedikit terganggu, tapi kami paham kapal RoRo juga butuh pemeliharaan tahunan,” ujarnya.

Asa berharap proses docking bisa rampung sesuai jadwal agar layanan penyeberangan Tanjunguban – Tambelan – Sintete bisa kembali berjalan normal seperti biasa. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel KMP Bahtera Nusantara 03 Docking, Rute Tanjunguban-Tambelan Terhenti Sementara pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus ISPA di Tanjungpinang Tembus 20 Ribu, Didominasi Usia Produktif

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami lonjakan sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, tercatat 20.488 kasus ISPA terjadi dari Januari hingga September tahun ini.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan, kelompok usia produktif dan balita menjadi yang paling banyak terdampak. Dari total kasus, 3.576 merupakan balita, 4.147 anak usia 10 – 18 tahun, dan 10.888 orang dewasa berusia 19 – 59 tahun.

“Sisanya berasal dari kelompok usia 60 tahun ke atas dan anak 5 – 9 tahun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, memang ada peningkatan,” ujarnya, Minggu (19/10).

Tahun 2024 pada periode yang sama, jumlah kasus ISPA mencapai 20.196 kasus. Meski kenaikannya tipis, Rustam menilai tren ini perlu diwaspadai karena meluas ke hampir seluruh kelompok umur.

Menurutnya, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada Februari dan September 2025, yang bertepatan dengan masa pancaroba. Perubahan cuaca ekstrem dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya penyakit saluran pernapasan.

“Distribusi usia menunjukkan pergeseran. Sekarang kelompok usia produktif dan remaja semakin banyak mengalami ISPA,” kata Rustam.

Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pascapandemi serta menurunnya kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan turut berperan dalam meningkatnya kasus.

Dinkes Tanjungpinang, lanjut Rustam, terus mengintensifkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta etika batuk di sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum.

“Kami juga memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, memastikan ketersediaan obat ISPA, sarana pemeriksaan, serta memantau kualitas udara dan pengendalian polusi seperti pembakaran sampah,” tuturnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kasus ISPA di Tanjungpinang Tembus 20 Ribu, Didominasi Usia Produktif pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pegawai Imigrasi Tarempa Tewas Misterius, Polisi Gelar Autopsi

0
Suasana di TPU Tarempa Barat jelang pembongkaran makam Harsyad, pegawai Imigrasi Tarempa yang ditemukan tewas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Polres Kepulauan Anambas akan melakukan autopsi terhadap jenazah pegawai Imigrasi Tarempa, Harsyad, yang ditemukan tewas secara misterius beberapa hari lalu.

Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria berusia 53 tahun tersebut yang hingga kini masih menjadi tanda tanya besar di masyarakat.

Menjelang pelaksanaan autopsi, suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tarempa Barat, Minggu (19/10), tampak sibuk. Polisi bersama warga terlihat bergotong royong mendirikan tenda yang akan digunakan oleh tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Kepri.

Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo, hadir langsung di lokasi untuk memantau persiapan dan memastikan keamanan di sekitar area pemakaman.

“Kami pastikan proses berjalan aman dan tertib,” ujarnya kepada Batam Pos.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, autopsi akan dipimpin oleh Dokter Leonardo, Kepala RS Bhayangkara Polda Kepri yang juga ahli forensik. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kematian korban, apakah karena faktor alami atau dugaan tindak kekerasan.

“Iya, akan dilakukan autopsi. Saat ini kami menunggu kedatangan tim forensik dari Polda Kepri,” tambah Sutomo.

Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan waktu pelaksanaan autopsi lantaran perjalanan menuju Anambas kerap terkendala transportasi udara.

“Belum tahu pasti waktunya. Tim belum berangkat karena terkendala tiket pesawat. Kami fokus menjaga area pemakaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Anambas, AKP Bambang Sutmoko, menyampaikan pihaknya masih menghormati suasana duka keluarga korban dan belum dapat memberikan keterangan detail.

“Kalau sudah hari H autopsi, nanti kami informasikan. Kami ingin memberikan data yang akurat,” katanya.

Diketahui, Harsyad ditemukan tewas di semak-semak kawasan menuju Kampung Flores, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Jumat (17/10) pagi. Kematian pegawai Imigrasi ini menggemparkan warga karena terjadi secara tiba-tiba dan penuh misteri.

Berdasarkan keterangan kerabat, sebelum ditemukan tewas, korban sempat dijemput oleh seorang pria misterius sekitar pukul 02.00 WIB. Pria itu mengenakan jaket berpenutup kepala (hoodie), sehingga identitasnya belum diketahui hingga kini.

Polres Anambas berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian Harsyad dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan transparan. Masyarakat berharap hasil autopsi dapat segera mengungkap tabir di balik kematian misterius tersebut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kasus Pegawai Imigrasi Tarempa Tewas Misterius, Polisi Gelar Autopsi pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenkum Kepri Ajak UMKM Tanjungpinang Maju dan Berdaya Saing

0
Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Edison Manik. F. Kemenkum Kepri untuk Batam Pos

batampos – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Kepulauan Riau memperkuat komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) daerah dengan berpartisipasi aktif dalam Abu Dafi Fest.

Kepala Kantor Wilayah, Edison Manik menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan UMKM lokal dan menegaskan bahwa kunci bagi UMKM untuk “naik kelas” adalah melalui legalitas dan perlindungan hukum, terutama dalam bidang Kekayaan Intelektual (KI).

Edison Manik juga memperkenalkan berbagai jenis layanan KI yang tersedia dan mendorong seluruh pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek serta karyanya demi memperoleh perlindungan hukum resmi.

“Kita juga melakukan penyerahan sertifikat Kekayaan Intelektual. Ini merupakan bentuk dorongan Kemenkum Kepri kepada UMKM,” kata Edison Manik, Sabtu (18/10).

Ia juga menyoroti peran strategis sektor kuliner terutama kedai kopi sebagai indikator penting pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat 48 persen warga Tanjungpinang adalah penikmat kopi.

Sementara itu, untuk memperkuat perlindungan kelompok usaha, diserahkan pula Sertifikat Merek Kolektif kepada Ketua Sentra IKM Makanan Ringan Tanjungpinang Timur dan Ketua SNS Property Indonesia.

Sementara itu Owner Abu Dafi, Nasrul Caniago menyampaikan rasa syukur atas perjalanan usahanya yang kini telah mencapai 17 cabang, “Festival ini adalah ajang sinergi antara pelaku UMKM dengan masyarakat,” tambahnya.

Edison Manik juga melakukan kunjungan ke stand-stand UMKM. Hal ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara Kementerian Hukum, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem UMKM berbasis Kekayaan Intelektual. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kemenkum Kepri Ajak UMKM Tanjungpinang Maju dan Berdaya Saing pertama kali tampil pada Kepri.

Yaris Tabrak Rombongan Ibu-Ibu di Batu Ampar, Satu Orang Meninggal

0
Kondisi Toyota Yaris yang remuk usai menabrak rombongan pejalan kaki di kawasan Batu Ampar. F. Tangkapan layar video.

batampos – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat Trackindo, Batu Ampar, Minggu (19/10) pagi sekitar pukul 07.20 WIB. Sebuah mobil Toyota Yaris bernomor polisi BP 1651 CO menabrak rombongan ibu-ibu pejalan kaki. Akibat insiden itu, satu orang tewas dan tiga lainnya luka ringan.

Kasubnit 1 Sat Lantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, menjelaskan kecelakaan terjadi saat pengemudi mobil bernama KS (38) melaju dari arah Batu Ampar menuju Seraya Atas.

“Pengemudi hilang kendali dan menabrak rombongan ibu-ibu yang sedang berteduh di lapak buah di tepi jalan,” ujar Tarmizi kepada wartawan.

Dari keterangan di lokasi, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga menyeret para korban dan terpental masuk ke gorong-gorong di pinggir jalan.

“Penyebab pasti masih kami selidiki. Sopir dan barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Polisi mengungkapkan identitas korban tewas adalah KM (51), sementara korban luka masing-masing SR (56), AF (47), dan SM (49). Semua korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kecelakaan ini sempat mengundang perhatian warga sekitar karena posisi mobil yang ringsek dan terperosok ke dalam gorong-gorong. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat tersendat beberapa saat sebelum akhirnya petugas mengevakuasi kendaraan. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri 

Artikel Yaris Tabrak Rombongan Ibu-Ibu di Batu Ampar, Satu Orang Meninggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Workshop Membatik Rumah Batik Bintan Libatkan Mahasiswa KKN STIE Pembangunan

0
Workshop pemberdayaan masyarakat desa dengan belajar membatik di Rumah Batik Bintan, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/10). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Rumah Batik Bintan bersama mahasiswa KKN STIE Pembangunan Tanjungpinang menggelar workshop membatik di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/10). Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan membatik.

Workshop tersebut disambut antusias warga yang berkesempatan belajar langsung teknik membatik dari pengelola Rumah Batik Bintan, Tri Jatmiko.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara STIE Pembangunan, Baznas Bintan, dan Rumah Batik Bintan.

Peserta yang terdiri dari warga dan mahasiswa KKN diajarkan seluruh proses membatik, mulai dari membuat pola di kain, mencanting dengan lilin panas, mewarnai, hingga melorot lilin untuk menghasilkan motif batik yang indah.

Kepala Desa Sebong Lagoi, Zaili Adi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap pelatihan ini dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P3M STIE Pembangunan, Rachmad Chartady, memberikan apresiasi kepada Kelompok 12 KKN yang telah bekerja sama dengan Rumah Batik Bintan dalam program pemberdayaan masyarakat ini.

“Kami berharap masyarakat bisa terlibat langsung dalam produksi batik lokal dan memenuhi permintaan wisatawan,” katanya.

Salah satu peserta, Wahidah, warga Margosari, mengaku senang bisa ikut workshop tersebut.

“Awalnya cukup sulit, terutama saat mencanting, tapi lama-lama jadi asyik,” ungkapnya.

Ia berharap pelatihan seperti ini bisa terus dilakukan agar produksi batik Bintan semakin dikenal luas. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Workshop Membatik Rumah Batik Bintan Libatkan Mahasiswa KKN STIE Pembangunan pertama kali tampil pada Kepri.

Waspadai Heat Stroke! Ini Ciri dan Pertolongan Pertamanya

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa minggu terakhir membuat suhu udara meningkat tajam. Kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan serius, salah satunya heat stroke atau serangan panas.

Heat stroke terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, dan mekanisme pendinginan tubuh tidak lagi berfungsi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Mengutip laman Puskesmas Meninting, gejala heat stroke meliputi kulit panas dan kering, pusing, kebingungan, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi parah, heat stroke dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan gangguan fungsi otak.

“Heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pertolongan untuk menurunkan suhu tubuh korban,” tulis laman dinkes.babelprov.go.id.

Berikut beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk membantu penderita heat stroke sebelum mendapatkan pertolongan medis:

1. Pindahkan ke Tempat Sejuk

Segera pindahkan korban ke tempat yang teduh atau berkanopi seperti halte, teras, atau di bawah pohon. Tujuannya untuk menghentikan paparan panas langsung dan membantu menurunkan suhu tubuh secara alami.

2. Kompres dengan Air Dingin

Gunakan handuk atau kain basah untuk mengompres bagian tubuh seperti leher, ketiak, dan selangkangan—area dengan banyak pembuluh darah. Cara ini efektif membantu menurunkan suhu tubuh.

Hindari penggunaan air terlalu dingin pada anak-anak, penderita penyakit kronis, atau orang yang baru berolahraga berat.

3. Semprot atau Basahi Tubuh

Basahi kepala atau rambut korban dengan air dingin, atau rendam pergelangan kaki dalam air. Cara ini membantu mempercepat proses pendinginan tubuh, terutama jika suhu udara masih tinggi.

4. Berikan Air Mineral

Pastikan korban minum air putih yang cukup untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat panas.

Hindari minuman berkafein, beralkohol, atau terlalu dingin karena bisa memperburuk dehidrasi dan memperlambat proses pendinginan tubuh.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pakaian longgar dan berwarna terang, serta meningkatkan asupan cairan selama cuaca panas ekstrem. (*)

Artikel Waspadai Heat Stroke! Ini Ciri dan Pertolongan Pertamanya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mahfud MD Heran KPK Minta Dirinya Laporkan Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

0
Mahfud MD menilai Nadiem Makarim bersih, tapi lemah dalam birokrasi. (YouTube Deddy Corbuzier)

batampos – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai aneh permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memintanya melaporkan dugaan mark-up proyek kereta cepat Jakarta – Bandung (Whoosh).

Menurut Mahfud, aparat penegak hukum (APH) seharusnya langsung menindaklanjuti setiap informasi dugaan tindak pidana tanpa perlu menunggu laporan resmi.

“Agak aneh, KPK meminta saya melapor soal dugaan mark-up Whoosh. Dalam hukum pidana, kalau ada informasi dugaan tindak pidana, APH mestinya langsung menyelidiki, bukan minta laporan,” kata Mahfud lewat akun X, Minggu (19/10).

Mahfud menjelaskan, laporan hanya dibutuhkan bila aparat belum mengetahui adanya peristiwa pidana. Namun jika informasi sudah muncul di media atau diketahui publik, seharusnya langsung ditindaklanjuti.

“Kalau ada berita tentang pembunuhan, polisi harus bertindak tanpa menunggu laporan. Sama halnya dengan dugaan korupsi,” ujarnya.

Mahfud menyebut, permintaan agar dirinya membuat laporan merupakan “kekeliruan kedua” dari KPK. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan sumber awal isu dugaan mark-up proyek Whoosh.

“Yang pertama kali membahas itu bukan saya, tapi siaran NusantaraTV dalam program Prime Dialog edisi 13 Oktober 2025, dengan narasumber Agus Pambagyo dan Antony Budiawan,” tutur Mahfud.

Ia mengaku hanya membahas ulang topik tersebut di podcast TERUS TERANG karena menilai isu itu penting untuk diketahui publik.

“Semua sumbernya dari siaran resmi NusantaraTV yang sah dan terbuka,” tambahnya.

Mahfud juga menyatakan siap memberikan keterangan dan menunjukkan tayangan NusantaraTV tersebut kepada KPK jika memang ingin menyelidiki dugaan penyimpangan proyek.

“Kalau KPK serius mau menyelidiki, panggil saya saja. Saya tunjukkan siarannya. Lalu panggil NusantaraTV, Antony Budiawan, dan Agus Pambagyo untuk dimintai keterangan,” tegas Mahfud.

Sebelumnya, juru bicara KPK Budi Prasetyo meminta Mahfud untuk melaporkan secara resmi dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Whoosh. Menurutnya, lembaga antirasuah hanya bisa menindaklanjuti dugaan korupsi bila ada pengaduan masyarakat secara formal.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi atau data awal dugaan korupsi untuk melaporkannya ke KPK melalui saluran resmi,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/10).

Budi menjelaskan, laporan masyarakat menjadi dasar awal bagi KPK untuk menelaah dan memverifikasi apakah kasus tersebut termasuk dalam unsur tindak pidana korupsi.

“Jika laporan lengkap, tentu KPK akan menganalisis apakah masuk kewenangan kami atau tidak,” ujarnya.

Mahfud menilai pernyataan tersebut menunjukkan ketidaktahuan KPK bahwa isu dugaan mark-up Whoosh sudah lebih dulu disiarkan publik.

“Aneh kalau lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sudah menyiarkan masalah itu sebelum saya bahas di podcast,” tutup Mahfud. (*)

Artikel Mahfud MD Heran KPK Minta Dirinya Laporkan Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh pertama kali tampil pada News.

INTI Gelar Donor Darah Serentak se-Provinsi Kepri

0
Danlanal TBK Letkol Laut (P) Samuel C Noya bersama Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Pranata dan Koordinator INTI Kepri wilayah Karimun, Agustyawarman, menyaksikan kegiatan donor darah serentak se-Provinsi Kepri.
Danlanal TBK Letkol Laut (P) Samuel C Noya bersama Dandim 0317/TBK Letkol Inf Andit Pranata dan Koordinator INTI Kepri wilayah Karimun, Agustyawarman, menyaksikan kegiatan donor darah yang digelar serentak se-Provinsi Kepri. F. Sandi/Batam Pos

batampos – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri wilayah Karimun berkolaborasi dengan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun dan Pengcab Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Karimun menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, Sabtu (18/10).

Kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Provinsi Kepulauan Riau bersama jajaran TNI AL.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel C Noya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah ini merupakan upaya kami mendukung program Asta Cita Bapak Presiden. Pemeriksaan kesehatan meliputi tensi, tinggi badan, berat badan, gula darah, dan jika ditemukan gangguan kesehatan akan diberikan rujukan ke Puskesmas,” ujar Danlanal.

Samuel menyampaikan, kegiatan ini diikuti berbagai unsur mulai dari prajurit Lanal, Kodim 0317/TBK, Polres Karimun, Polsek, Basarnas, hingga masyarakat umum. Tak ketinggalan, organisasi wanita seperti Persit, Jalasenastri, dan Bhayangkari juga ikut berpartisipasi.

“Target kami 200 pendonor, namun yang mendaftar sebanyak 176 orang. Setelah proses skrining kesehatan, yang memenuhi syarat mendonorkan darahnya sebanyak 125 orang. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Karimun INTI Kepri, Agustyawarman, menyebutkan pihaknya berkomitmen memperkuat kolaborasi kemanusiaan bersama TNI AL di masa mendatang.

“Ke depan, kami akan memperkuat kerja sama dengan Lanal Karimun untuk kegiatan sosial lainnya, baik di bidang kesehatan maupun edukasi,” jelasnya.

Menurut Agustyawarman, sepanjang tahun ini, INTI Kepri wilayah Karimun bersama Lanal TBK telah menggelar 15 kegiatan sosial. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan dan solidaritas sosial,” ujarnya. (*)

Reporter: Sandi Pramosinto

Artikel INTI Gelar Donor Darah Serentak se-Provinsi Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Romo Paschal Sentil Roslina: Stop Manipulatif, Hadapi Kasus KDRT dengan Jujur

0
Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos.

batampos – Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Kavikepan Utara, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal, menegur keras tersangka Roslina (53) yang dinilai mencoba memainkan peran sebagai korban dalam kasus dugaan kekerasan terhadap asisten rumah tangganya (ART).

“Kami peringatkan saudari Roslina, jangan playing victim. Ingat dosa di akhirat dan sanksi pidana Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu,” tegas Romo Paschal dalam keterangan tertulis, Minggu (19/10).

Teguran itu muncul setelah Roslina melalui empat kuasa hukumnya — Lisman Hulu, Dwi Amelia Permata, Ismail, dan Eko Kurniawan — melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke Ditreskrimum Polda Kepri terhadap Yulius Wada Bate dan istrinya Regina.

Romo Paschal menilai langkah tersebut sebagai strategi manipulatif untuk mengalihkan perhatian publik. Ia juga mengingatkan para kuasa hukum agar bersikap profesional.

“Roh pembelaan adalah membela sesuai hukum, bukan memberi nasihat yang menyesatkan. Jika laporannya palsu, bisa berbalik menjadi pidana,” ujarnya.

Menurutnya, KKPPMP akan membentuk tim hukum untuk mendampingi Yulius dan Regina. Ia yakin penyidik Polda Kepri akan profesional menilai laporan yang dianggap sebagai akal-akalan tersebut.

Kasus Roslina mencuat setelah penyidik Satreskrim Polresta Barelang menetapkannya bersama sepupunya Merliati sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ART bernama Intan, warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Intan sebelumnya mengaku dipaksa memakan kotoran anjing oleh majikannya hanya karena hewan peliharaan mereka berkelahi. Akibat penyiksaan itu, korban sempat dirawat lebih dari sebulan di Selter Santa Theresia, Sekupang, Batam.

Kasus Roslina dan Merliati telah tahap dua dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam pada 1 Oktober 2025. Sidang akan segera digelar di Pengadilan Negeri Batam.

Menanggapi manuver hukum Roslina, Romo Paschal berencana menyurati Polda Kepri dan Komnas Perempuan agar mengawal kasus ini. Ia juga akan melibatkan jaringan organisasi anti-perdagangan orang (TPPO) untuk memantau jalannya persidangan.

“Kami akan kawal persidangan sampai tuntas. Jika ada penyimpangan pembelaan hukum, kami tidak segan menindaklanjutinya,” kata Romo Paschal.

Sementara itu, Irwan Setiawan, Komisioner Komnas Perempuan RI periode 2025–2030, juga mengecam langkah Roslina.

“Semestinya dia fokus menghadapi kasusnya, bukan menciptakan skenario baru untuk mencari simpati,” ujarnya.

Irwan menegaskan Komnas Perempuan siap mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi korban.

Romo Paschal juga meminta Komisi Yudisial dan Komisi Kejaksaan RI ikut mengawasi proses persidangan agar berjalan transparan dan adil.

“Kami berikan dukungan moral bagi hakim agar hukum ditegakkan seadil-adilnya,” tutupnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Romo Paschal Sentil Roslina: Stop Manipulatif, Hadapi Kasus KDRT dengan Jujur pertama kali tampil pada Metropolis.