Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 98

Kecelakaan Maut di Coastal Area Karimun, Satu Orang Tewas, Sopir Avanza Ditahan

0
Kondisi mobil Avanza dan sejumlah sepeda motor yang mengalami kerusakan parah usai kecelakaan di kawasan Coastal Area Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos

batampos – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Coastal Area, tepatnya di sekitar Tugu MTQ, Minggu (19/4). Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak sepeda motor dan warga, menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia adalah seorang ibu rumah tangga berinisial La (34), warga Teluk Lekop, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.

Selain itu, suami korban berinisial Hd (38) serta dua anak mereka, S (8) dan A (3), mengalami luka-luka.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Avanza Tabrak Belasan Motor di Karimun

Sementara pengemudi mobil Avanza berinisial Mg (24) selamat, meski kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan parah setelah terjun ke bebatuan pemecah ombak.

Kapolres Karimun, Yunita Stevani, mengatakan pengemudi telah diamankan untuk proses penyidikan.

“Pengemudi sudah diamankan dan ditahan. Korban lainnya telah mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Terkait dugaan pengemudi dalam kondisi mabuk, polisi masih melakukan pendalaman.

“Penyidikan masih berjalan,” katanya.

Direktur RSUD Muhammad Sani, Dedi Abrianto, menyebutkan empat korban sempat dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD).

“Satu korban perempuan sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di IGD. Suaminya mengalami cedera kepala dan luka di beberapa bagian tubuh,” jelasnya.

Baca Juga: Karimun Disiapkan Jadi Lokasi Tangki Minyak, Bupati Sambut Positif

Ia menambahkan, satu anak korban mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan, sementara satu anak lainnya masih dirawat intensif.

“Semoga kondisinya stabil dan terus membaik,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengemudi Avanza merupakan kru kapal KM Solomon yang sedang berada di Karimun. Sebelum kejadian, ia diketahui baru mengantar rekannya ke sebuah hotel di kawasan Coastal Area.

Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. (*)

Artikel Kecelakaan Maut di Coastal Area Karimun, Satu Orang Tewas, Sopir Avanza Ditahan pertama kali tampil pada Kepri.

Karimun Disiapkan Jadi Lokasi Tangki Minyak, Bupati Sambut Positif

0
Wamen ESDM RI, Yuliot Tanjung ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun awal April lalu. F. Istimewa

batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan tangki minyak oleh pemerintah pusat. Proyek ini dinilai berpotensi mendorong investasi dan membuka lapangan kerja di daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Karimun, Iskandarsyah, menindaklanjuti kunjungan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, ke PT Oil Terminal Karimun pada awal April lalu.

Menurut Iskandarsyah, kunjungan tersebut salah satunya untuk meninjau lokasi rencana pembangunan tangki minyak.

Baca Juga: BKPSDM Karimun Temukan 2 ASN WFH Absen di Luar Wilayah, Terpantau di Batam

“Detail jumlah tangki maupun lokasi pembangunannya belum disampaikan secara resmi. Namun, pemerintah daerah siap mendukung kebijakan pusat,” ujarnya, Minggu (19/4).

Ia berharap proyek tersebut dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal serta menarik minat investor untuk masuk ke Karimun.

“Kalau pembangunan dimulai, tentu diharapkan tenaga kerja lokal bisa terlibat. Selain itu, ini juga bisa mendorong investasi,” katanya.

Untuk mendapatkan kepastian, Bupati berencana berkoordinasi langsung dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Saya akan ke kementerian untuk memperoleh informasi lebih detail terkait rencana ini,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Avanza Tabrak Belasan Motor di Karimun

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana pembangunan tangki minyak tersebut berkaitan dengan upaya peningkatan cadangan energi nasional.

Saat ini, cadangan minyak nasional diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 21 hari akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan. Dengan tambahan fasilitas tangki minyak, kapasitas cadangan diharapkan meningkat hingga sekitar 30 hari.

Jika terealisasi, proyek ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. (*)

Artikel Karimun Disiapkan Jadi Lokasi Tangki Minyak, Bupati Sambut Positif pertama kali tampil pada Kepri.

Izin Terbit, Nelayan Numbing Desak Setop Proyek Sedimentasi dan Minta Proses AMDAL Diusut

0
Warga Numbing mengikuti RDP bersama DPRD Kepri membahas penolakan sedimentasi pasir laut, Jumat (17/4). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Rencana aktivitas sedimentasi pasir laut di perairan Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, menuai penolakan. Nelayan meminta proyek dibatalkan dan proses AMDAL diusut karena diduga bermasalah.

Nelayan menilai lokasi proyek berada di wilayah tangkap yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Salah seorang warga, Rudy, mengatakan Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) terkait proyek tersebut telah terbit.

Baca Juga: Warga Numbing Tolak Sedimentasi Pasir Laut, Khawatir Rusak Ekosistem

“Kalau beroperasi dalam waktu dekat, harus dihentikan. Lokasinya di wilayah tangkap nelayan,” ujarnya, Minggu (19/4).

Ia juga menduga proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bermasalah, termasuk adanya indikasi manipulasi tanda tangan dalam konsultasi publik.

“Kami minta aparat penegak hukum mengusut AMDAL, karena ada dugaan manipulasi data,” tegasnya.

Menurutnya, jika aktivitas sedimentasi tetap berjalan, ekosistem laut berpotensi rusak dan berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan.

Namun, tidak semua warga menolak rencana tersebut. Sebagian nelayan menilai proyek ini berpotensi memberikan dampak ekonomi.

Seorang nelayan, Epy, menyebut mayoritas warga mendukung. “Secara umum warga setuju, hanya sekitar 10 sampai 15 kepala keluarga yang keberatan,” katanya.

Baca Juga: Ribuan Nelayan Bintan Tolak Sedimentasi Laut, Desak DPRD Segera Gelar RDP

Kepala Desa Numbing, Herry Yudo Santoso, juga menyebut penolakan datang dari sebagian kecil warga.

“Dari 749 KK, sekitar 271 nelayan. Yang menolak ada 13 KK di Kampung Gudang Arang,” ujarnya.

Terkait dugaan manipulasi tanda tangan, Herry mengaku dokumen tersebut diperoleh dari RT setempat dan hanya digunakan sebagai arsip.

“Kami tidak tahu dimanipulasi atau tidak. Kami hanya menerima berkas itu,” katanya.

Polemik ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di masyarakat antara kekhawatiran dampak lingkungan dan harapan terhadap potensi ekonomi dari proyek sedimentasi. (*)

Artikel Izin Terbit, Nelayan Numbing Desak Setop Proyek Sedimentasi dan Minta Proses AMDAL Diusut pertama kali tampil pada Kepri.

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama? Begini Kata Gubernur Kepri

0
Pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat Tanjungpinang. F. Mohamad

batampos – Wacana penghapusan syarat KTP pemilik lama dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mulai dibahas di Kepulauan Riau. Pemerintah provinsi masih mengkaji dampaknya sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya tengah mempelajari usulan tersebut, terutama terkait dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Nanti kita bahas dan pelajari lebih lanjut sebelum diterapkan,” ujarnya, Minggu (19/4).

Baca Juga: Golkar Kepri Siap Gelar Musda V, Pendaftaran Bacalon Ketua Dibuka 20 April

Selain itu, Ansar juga belum memastikan apakah program pemutihan pajak kendaraan akan kembali digelar pada 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi membantu masyarakat, namun di sisi lain berpotensi membuat wajib pajak menunda pembayaran.

“Positifnya membantu masyarakat, tapi negatifnya orang jadi menunggu pemutihan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mendorong Pemprov Kepri mencontoh kebijakan di Jawa Barat yang telah menghapus syarat KTP pemilik lama.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat memudahkan masyarakat dan meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Avanza Tabrak Belasan Motor di Karimun

“Kami usulkan ada edaran agar masyarakat lebih mudah membayar pajak,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga meminta layanan Samsat mempermudah proses balik nama kendaraan bekas guna mendorong aktivitas ekonomi otomotif.

“Kalau balik nama dipermudah, ekonomi juga bisa bergerak lebih cepat,” katanya.

Pemprov Kepri memastikan kajian akan dilakukan secara komprehensif sebelum mengambil keputusan terkait perubahan aturan PKB tersebut. (*)

Artikel Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama? Begini Kata Gubernur Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Pelajar SD Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Timah di Kundur

0
Warga Desa Gemuruh mengevakuasi jenazah pelajar SD yang tenggelam dan ditemukan tewas di danau bekas penambangan timah. F. Dok. Camat Kundur Barat

batampos – Danau bekas penambangan timah di Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, kembali memakan korban. Seorang pelajar SD berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya, Minggu (19/4).

Korban berinisial M, siswa kelas 6 SD, dilaporkan hilang sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ia bersama empat rekannya berenang di danau bekas tambang yang berada di belakang kantor desa.

Camat Kundur Barat, Yusufian, membenarkan peristiwa tersebut. “Sesuai laporan, ada lima anak berenang. Korban kemudian hilang dan tidak terlihat lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengemudi Avanza Tabrak Belasan Motor di Karimun

Mengetahui korban menghilang, rekan-rekannya segera meminta bantuan warga. Pencarian pun dilakukan secara manual oleh masyarakat setempat.

Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan PT Timah untuk menurunkan tim penyelam.

“Tim selam turun membantu pencarian. Sekitar pukul 12.00 WIB korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Yusufian.

Kepala Desa Gemuruh, Ari, menyebut empat penyelam dikerahkan untuk membantu evakuasi korban.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke darat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, danau bekas tambang tersebut telah ada puluhan tahun dengan luas lebih dari satu hektare. Namun, kedalamannya tidak diketahui secara pasti.

Baca Juga: Yayasan Kanker Indonesia Cabang Karimun Resmi Terbentuk, Istri Wabup Jadi Ketua

Menindaklanjuti kejadian ini, pemerintah kecamatan mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama di lokasi berbahaya.

Selain itu, pemerintah desa akan memasang tanda larangan berenang di area danau untuk mencegah kejadian serupa.

“Ini jadi peringatan bagi kita semua. Pengawasan anak harus ditingkatkan,” tegas Yusufian. (*)

Artikel Pelajar SD Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Timah di Kundur pertama kali tampil pada Kepri.

Anggaran Porprov Kepri Hanya Rp5,5 Miliar, Cabor Diminta Menyesuaikan

0
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Darson. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Anggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 dipastikan lebih kecil dibanding sebelumnya. Total dana Rp5,5 miliar membuat tiap cabang olahraga diminta menyesuaikan dengan kondisi anggaran terbatas.

Dana tersebut telah dihibahkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia Kepri untuk penyelenggaraan Porprov ke-VI.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Darson, mengatakan seluruh pengelolaan anggaran berada di bawah KONI.

Baca Juga: Batam Jadi Tuan Rumah FIBA 3×3 Juli 2026, Dorong Sport Tourism di Kepri

“Anggaran sudah dihibahkan ke KONI, sehingga teknis pelaksanaan diatur oleh mereka,” ujarnya, Minggu (19/4).

Ia menyebut alokasi anggaran per cabang olahraga hanya sekitar Rp35 juta. Nilai tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional selama pelaksanaan Porprov.

“Setiap cabor sekitar Rp35 juta. Jadi harus menyesuaikan agar cukup,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Dispora meminta seluruh cabang olahraga memahami keterbatasan anggaran tahun ini.

Baca Juga: Real Sociedad Juara Copa del Rey Usai Kalahkan Atletico Madrid Lewat Adu Penalti

Sementara itu, Ketua KONI Kepri, Usep RS, menjelaskan fokus Porprov adalah pada perolehan medali, sedangkan pembinaan atlet menjadi kewenangan KONI kabupaten/kota.

“Untuk uang pembinaan nanti di masing-masing KONI kabupaten/kota,” ujarnya.

Meski dengan anggaran terbatas, pelaksanaan Porprov tetap diharapkan berjalan lancar serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah. (*)

Artikel Anggaran Porprov Kepri Hanya Rp5,5 Miliar, Cabor Diminta Menyesuaikan pertama kali tampil pada Olahraga.

Insiden Dugaan Ratusan Siswa Keracunan, Tiga Dapur MBG di Anambas Diperiksa

0
Plt Kadinkes Kepri, Yosei Susanti dan Kadis DKP2KH Kepri, Riza Azmi berdiskusi dengan pengelola dapur MBG Anambas Inn, Tarempa Barat. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Dugaan keracunan yang menimpa ratusan pelajar memicu respons cepat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Tiga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Anambas langsung disidak untuk memastikan keamanan pangan.

Tim Pemprov Kepri meninjau dapur MBG di Anambas Inn (Tarempa Barat), Air Asuk (Siantan Tengah), dan Piabung (Palmatak), Minggu (19/4).

Sidak dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti.

Baca Juga: Anak Anambas Punya Potensi Besar, Ketua DPRD Dorong Pembinaan Berjenjang

Menurut Yosei, langkah ini diambil menyusul dugaan keracunan makanan yang diduga bersumber dari dapur MBG di Air Asuk.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi korban dan sistem pengelolaan dapur,” ujarnya.

Tim juga mengecek kondisi para pelajar yang terdampak. Sebagian besar dilaporkan sudah membaik dan kembali beraktivitas.

Selain itu, evaluasi difokuskan pada standar operasional dapur, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan.

Yosei menegaskan, seluruh dapur wajib mematuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional, terutama terkait higienitas, suhu penyimpanan, dan kebersihan peralatan.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran. Pengawasan harus ketat dari awal hingga makanan diterima siswa,” tegasnya.

Baca Juga: Fakta di Balik Isu Pungli Wisata Rafflesia Anambas, Polisi: Hanya Jasa Pemandu

Ia juga mengingatkan dapur MBG lain yang belum terdampak agar tetap waspada.

“Jangan sampai lengah. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Pemprov Kepri juga mendorong pelatihan rutin bagi pengelola dapur untuk meningkatkan pemahaman terkait keamanan pangan dan gizi.

Program MBG, lanjut Yosei, merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak, sehingga harus dijalankan secara profesional.

“Program ini baik, tapi harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Pemprov Kepri memastikan pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

Artikel Insiden Dugaan Ratusan Siswa Keracunan, Tiga Dapur MBG di Anambas Diperiksa pertama kali tampil pada Kepri.

Dari Saksi ke Tersangka, Tiga Bripda Angkatan Natanael Terseret Kasus Maut

0
Pemakaman Bripda Natanael Simanungkalit di TPU Sei Temiang, Kamis (16/4/2026). Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Pengembangan kasus penganiayaan yang menewaskan anggota Polri Natanael Simalungkit mengungkap fakta baru. Tiga anggota polisi yang sebelumnya berstatus saksi kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri.

Ketiganya adalah Bripda Asrul Prasetya, Bripda Guntur Sakti Pamukas, dan Bripda Muhammad Al-Farizi. Mereka diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan terhadap korban, dengan mengikuti perintah pelaku utama, Bripda Arrouna Sihombing.

Direktur Ditreskrimum Polda Kepri, Kombes Ronni Bonic, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan fakta dan alat bukti baru dalam proses penyidikan.

Baca Juga: Empat Bripda Dipecat! Terbukti Lakukan Kekerasan, Langsung PTDH

“Pada 15 April 2026, berdasarkan alat bukti yang cukup, kami menetapkan AS sebagai tersangka. Selanjutnya, dari hasil pendalaman, ditemukan keterlibatan pihak lain yang saat itu berada di lokasi kejadian,” ujar Ronni.

Menurutnya, tiga orang yang awalnya diperiksa sebagai saksi, terbukti turut melakukan perbuatan pidana. Status mereka pun dinaikkan menjadi tersangka setelah melalui gelar perkara.

“GSB, MA, dan AP yang sebelumnya saksi, kini telah kami tetapkan sebagai tersangka karena terbukti ikut serta dalam tindak pidana tersebut,” jelasnya.

Dengan penambahan tersebut, total tersangka dalam kasus ini menjadi empat orang. Bripda Arrouna Sihombing disebut sebagai pelaku utama yang memerintahkan terjadinya penganiayaan. Para tersangka dijerat dengan pasal 466 ayat 3,

subsider dari 468 ayat 2 jo pasal 20, terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian.

“Ketiga tersangka baru ini, dijerat dengan jo Pasal 20 yakni ikut serta. Ancaman hukuman antara 7 hingga 10 tahun penjara,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniayanto, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka merupakan satu angkatan dengan korban dan baru dilantik sebagai anggota Polri pada Desember lalu.

“Ketiganya terbukti melakukan penganiayaan secara bergantian terhadap korban,” kata Eddwi.

Ia menegaskan, meski tindakan tersebut dilakukan atas perintah, para tersangka seharusnya bisa menolak. Bahkan, ada anggota lain yang memilih tidak mengikuti perintah tersebut.

“Mereka berdalih menjalankan perintah dan dalam kondisi terpaksa. Namun sebenarnya mereka bisa menolak dan melaporkan ke Propam. Faktanya, ada juga anggota lain yang menolak,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Kepulauan Riau menggelar sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) terhadap empat personel berpangkat Bripda yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan. Dalam sidang yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari, Jumat (17/4/), keempatnya dinyatakan terbukti melanggar kode etik dan dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). (*)

Artikel Dari Saksi ke Tersangka, Tiga Bripda Angkatan Natanael Terseret Kasus Maut pertama kali tampil pada Metropolis.

BBM Nonsubsidi Naik, Pertamina Tegaskan Harga Industri Tetap

0
Ilustrasi. Pengendara saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU di jalan Sudirman, Selasa (31/3). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 pukul 00.00 WIB di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dipastikan hanya berlaku pada sektor retail. Sementara itu, harga BBM untuk kebutuhan industri tidak mengalami perubahan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepri, Bagus Handoko, menegaskan bahwa kebijakan kenaikan harga ini tidak menyentuh sektor industri.

“Perubahan kemarin cuma retail saja. Harga industri tidak berubah,” ujarnya, Minggu (19/4).

Baca Juga: APINDO Batam Waspadai Dampak BBM Nonsubsidi, Industri Terhimpit, Harga Pangan Terancam Naik

Penyesuaian harga tersebut, telah diterapkan serentak di seluruh SPBU dengan instruksi untuk memperbarui tampilan harga pada totem, dispenser, hingga struk pembelian tepat pukul 00.00 WIB.

“Untuk harga sudah di terapkan pada 18 April,” jelasnya

Untuk wilayah Kepri non-FTZ, harga BBM per liter saat ini yakni Pertamax Rp12.900, Pertamax Turbo Rp20.250, Dexlite Rp24.650, dan Pertamina Dex Rp24.950. Sementara di Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ), harga lebih rendah, dengan Pertamax Rp11.750, Pertamax Turbo Rp18.450, Dexlite Rp22.450, dan Pertamina Dex Rp22.700.

Meski Pertamax tidak mengalami perubahan harga, kenaikan signifikan terjadi pada jenis BBM lainnya. Pertamax Turbo di Kepri non-FTZ naik dari Rp13.650 menjadi Rp20.250 atau meningkat Rp6.600. Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing melonjak Rp9.850 atau lebih dari 65 persen.

Baca Juga: Kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite Hantam Bisnis di Sektor Logistik Batam

Kondisi serupa terjadi di Batam FTZ. Pertamax Turbo naik Rp6.050 atau 48,8 persen, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik hingga Rp9.000 dan Rp8.900.

Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil dan tidak mengalami perubahan.

Dengan tidak berubahnya harga industri, pelaku usaha diharapkan tidak mengalami tekanan tambahan dari sisi energi. Namun, kenaikan pada BBM nonsubsidi retail tetap berpotensi berdampak pada biaya transportasi dan distribusi di tingkat masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi resmi terkait harga BBM melalui kanal resmi perusahaan guna menghindari informasi yang tidak akurat. (*)

Artikel BBM Nonsubsidi Naik, Pertamina Tegaskan Harga Industri Tetap pertama kali tampil pada Metropolis.

Anak Anambas Punya Potensi Besar, Ketua DPRD Dorong Pembinaan Berjenjang

0
Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan mengucapkan selamat kepada pemenang turnamen Sepak Bola Piala Leo Unnoky. F. Latip untuk Batam Pos

batampos – Ketua DPRD Kepulauan Anambas, Rian Kurniawan, mengapresiasi penampilan para pemain muda dalam Final Sepak Bola Piala Leo Unnoky yang digelar di Lapangan Sulaiman Abdullah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Sabtu (18/4).

Pertandingan final tersebut mempertemukan Genting vs BCL berlangsung meriah dan disaksikan oleh ratusan warga yang antusias memberikan dukungan kepada tim favorit mereka.

Rian Kurniawan yang akrab disapa Wawan mengaku terkesan dengan kemampuan dan semangat bertanding anak-anak tempatan yang dinilainya memiliki potensi besar.

Baca Juga: BPN Turun Tangan Ukur Ulang Lahan Sengketa di Letung, Polisi Dalami Kasus

Ia menilai, bakat-bakat muda di bidang sepak bola di Anambas perlu mendapatkan perhatian serius agar dapat berkembang lebih jauh.

“Banyak anak-anak kita yang punya kemampuan bagus. Ini harus kita wadahi dengan baik,” ujar Wawan saat diwawancarai Batam Pos, Minggu (19/4).

Menurutnya, keberadaan wadah pembinaan yang jelas menjadi kunci untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan.

Wawan menyebutkan, pembinaan tidak cukup hanya pada level turnamen lokal, tetapi harus dilanjutkan dengan kompetisi yang lebih tinggi secara berjenjang.

“Setelah itu baru kita eksplor, ikutkan mereka ke turnamen tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” jelas Politisi PPP.

Ia juga mendorong agar Kepulauan Anambas memiliki klub sepak bola profesional sebagai tempat bernaung para pemain muda berbakat.

“Harus ada Anambas ini klub sepak bola profesional, minimal harus berlaga di Liga 4 atau Liga Nusantara,” tegasnya.

Menurut Wawan, kehadiran klub profesional akan membuka peluang lebih besar bagi pemain lokal untuk meniti karier di dunia sepak bola. Dengan adanya wadah tersebut, anak-anak Anambas tidak perlu keluar daerah terlalu dini untuk mengembangkan bakatnya.

Baca Juga: Pelabuhan Perikanan Antang Resmi Dikelola Pemkab Anambas, Dongkrak Potensi PAD

Wawan juga mencontohkan sejumlah pemain asal Kepulauan Riau yang sukses menembus kancah sepak bola nasional bahkan internasional.

“Seperti Ramadhan Sananta dari Lingga yang sekarang main di Brunei dan Timnas Indonesia, serta Abdul Rahman dari Karimun yang main di PSM Makassar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan para pemain tersebut berawal dari kompetisi sederhana seperti turnamen antar kampung atau tarkam.

Wawan berharap, melalui perhatian dan pembinaan yang serius, anak-anak Anambas juga mampu mengikuti jejak para pemain sukses tersebut di masa depan. (*/adv)

Artikel Anak Anambas Punya Potensi Besar, Ketua DPRD Dorong Pembinaan Berjenjang pertama kali tampil pada Kepri.