Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 988

J&T Express Buka Paket Semangat Sehat di GBK: Olahraga Gratis, Hadiah Menarik, dan Pengalaman Seru!

0

Dari pengiriman paket ke gerakan sehat

batampos— J&T Express kembali berinovasi dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Tak sekadar fokus pada layanan logistik, perusahaan ini kini menembus dunia olahraga dan gaya hidup dengan menggelar acara “Buka Paket J&T Express” di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 4–5 Oktober 2025.

Acara ini sukses menarik perhatian publik. Selama dua hari, sekitar 1.500 peserta hadir menikmati rangkaian olahraga gratis yang dikemas meriah dan interaktif. Mulai dari Zumba, Pound Fit, Cardio Dance, K-Pop Dance, hingga Social Run, semuanya bisa diikuti tanpa biaya — cukup dengan mendaftar melalui aplikasi J&T Express.

Olahraga Jadi Gaya Hidup Baru, J&T Express Tangkap Peluang

Tren olahraga di Indonesia memang tengah naik daun. Berdasarkan Consumer Report Indonesia 2024 oleh Standard Insights, lebih dari 90% responden menilai olahraga sebagai aktivitas penting yang wajib dilakukan secara rutin. Melihat fenomena ini, J&T Express ingin menjadi bagian dari perubahan positif tersebut.

BACA JUGA: Bawa Indonesia ke Panggung Global, J&T Express Tampil di Global Digital Trade Expo 2025 di Tiongkok

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa J&T Express bukan hanya sekadar penyedia jasa pengiriman, tapi juga brand yang dekat dengan gaya hidup masyarakat,” ujar Erick, Direktur Marketing J&T Express.

“Kami ingin hadir dalam momen-momen yang membuat pelanggan bahagia — baik saat mereka menerima paket, maupun saat mereka berolahraga dan menikmati hidup sehat.”

Konsep “Buka Paket” sendiri diambil dari semangat surprise and reward — layaknya membuka paket yang penuh kejutan. Acara ini juga mengusung O2O experience (online to offline), menghubungkan interaksi digital pelanggan J&T Express dengan kegiatan nyata di lapangan.

Game Berhadiah di Aplikasi: Kirim Paket, Dapat Peluang Menang Mobil

Tak hanya di arena olahraga, keseruan juga berlanjut secara digital. J&T Express meluncurkan game interaktif “Buka Paket” di aplikasinya.
Setiap pengguna otomatis mendapat satu kesempatan untuk bermain, dan bisa menambah peluang dengan setiap transaksi pengiriman yang dilakukan melalui aplikasi.

Program ini berlangsung hingga 31 Desember 2025, dengan hadiah spektakuler mulai dari voucher belanja, gadget, hingga mobil.

“Kami ingin menghadirkan brand experience yang menyenangkan sekaligus relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini. Apresiasi kepada pelanggan bisa datang dalam bentuk yang sehat, seru, dan memberi keuntungan,” tambah Erick.

Dari Logistik ke Lifestyle

Acara “Buka Paket” menjadi bukti bahwa J&T Express bukan hanya fokus pada efisiensi pengiriman, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan pelanggan.
Lewat pendekatan gaya hidup sehat, J&T Express berusaha menanamkan citra sebagai brand yang enerjik, inovatif, dan dekat dengan masyarakat urban.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan fitur-fitur unggulan aplikasi J&T Express — mulai dari layanan pengiriman cepat, pelacakan real-time, hingga berbagai promo yang menguntungkan pengguna.

 Tentang J&T Express

Didirikan pada tahun 2015, J&T Express kini menjadi penyedia layanan logistik global terkemuka dengan jaringan yang menjangkau 13 negara, termasuk Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Tiongkok, Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brasil, dan Mesir.

Dengan misi “berorientasi pelanggan dan berbasis efisiensi,” J&T Express berkomitmen menghadirkan solusi logistik terintegrasi berbasis teknologi dan jaringan digital yang efisien — demi menghubungkan dunia dan membawa manfaat logistik untuk semua. (*)

Artikel J&T Express Buka Paket Semangat Sehat di GBK: Olahraga Gratis, Hadiah Menarik, dan Pengalaman Seru! pertama kali tampil pada News.

FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar

0
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam mendesak aparat kepolisian dan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau untuk segera turun ke lapangan menyelidiki peristiwa meninggalnya Reza Ramadhan (26), pekerja PT Caterpillar Indonesia di Tanjunguncang.

Ketua KC FSPMI Batam Yapet Ramon mengatakan, pihaknya menerima informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan terbujur kaku dengan luka lecet di pelipis. Ia sempat mendapatkan pertolongan medis awal, namun nyawanya tak tertolong. “Kami menduga penyebabnya kecelakaan kerja, tapi hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (7/10).

Yapet menilai ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, termasuk waktu pelaporan yang terlambat dan pemulangan jenazah yang cepat sebelum investigasi dilakukan. “Kami minta ini tidak ditutup-tutupi. Pihak pengawas provinsi dan kepolisian harus bekerja sama melakukan pemeriksaan di tempat korban ditemukan,” tegasnya.

Baca Juga: Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja

Menurutnya, kasus seperti ini seharusnya menjadi peringatan penting bagi perusahaan untuk memperketat mitigasi kecelakaan kerja. Ia menekankan pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja (K3) di awal agar risiko kecelakaan bisa terdeteksi sejak dini.

“Kami harap ke depan ada langkah konkret. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak,” ujar Yapet. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar pertama kali tampil pada Metropolis.

KM Selat Meranti Tenggelam di Perairan Pempang, Lima ABK Selamat

0
Kapal tenggelam
KM Selat Meranti yang tenggelam, Selasa, (7/10). F. Basarnas untuk Batam Pos.

batampos – Kapal pengangkut ikan KM Selat Meranti dilaporkan tenggelam di perairan Pempang, Kecamatan Siantan Timur, Selasa (7/10) dini hari. Kapal yang berlayar dari Tarempa menuju Pontianak, Kalimantan Barat, itu membawa hasil produksi perikanan dalam jumlah besar.

Menurut keterangan nahkoda, Shobirin (31), kapal sempat menunjukkan tanda-tanda gangguan saat melintas di wilayah Mentalak. Namun, awak kapal tidak menyangka masalah tersebut akan berujung fatal.

“Sekitar jam tiga atau empat subuh, kapal tiba-tiba miring ke sebelah kanan dan air laut masuk ke dalam,” ujar Shobirin saat ditemui di RSUD Tarempa, Selasa siang.

Begitu air mulai menggenangi ruang kapal, Shobirin dan empat anak buah kapal (ABK) berusaha keras mengeluarkan air dengan alat seadanya. Upaya itu gagal karena debit air terus meningkat.

“Sudah kami coba buang airnya, tapi tidak berhasil. Akhirnya saya putuskan semua ABK pakai pelampung dan terjun ke laut sambil berpegangan di fiber ikan,” jelasnya.

Sementara para ABK menyelamatkan diri, Shobirin memilih bertahan di atas dek kapal untuk mencari sinyal telepon agar bisa menghubungi agen kapal.

“Di wilayah itu memang susah sinyal, tapi Alhamdulillah masih dapat satu balok. Langsung saya kasih kabar ke agen,” tuturnya.

Dalam kondisi gelap dan laut berombak, Shobirin dan para ABK terombang-ambing selama hampir empat jam sebelum akhirnya diselamatkan tim Basarnas yang tiba setelah menerima laporan dari agen kapal.

“Alhamdulillah semua selamat, tidak ada korban jiwa. Kami langsung dievakuasi ke Tarempa,” katanya lega.

Kapal yang tenggelam masih berada di perairan Pempang. Nelayan setempat membantu tim SAR memastikan posisi kapal sebelum dilakukan proses penarikan.

Shobirin menegaskan bahwa sebelum berangkat, kondisi kapal dinilai layak berlayar dan muatan tidak melebihi kapasitas.

“Surat jalan dari Syahbandar sudah lengkap. Semua sesuai aturan,” ujarnya.

Kerugian akibat insiden itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sebagian besar berasal dari ikan segar berkualitas super milik sejumlah pengusaha ikan di Tarempa.

“Kami hanya pekerja kapal, jadi yang rugi besar para toke pemilik ikan,” tambah Shobirin.

Hingga kini, tim SAR bersama nelayan setempat masih berupaya mengevakuasi kapal ke lokasi aman. Dugaan sementara, kapal kehilangan keseimbangan akibat ombak besar saat melintas di perairan Pempang. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel KM Selat Meranti Tenggelam di Perairan Pempang, Lima ABK Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja

0
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos — Seorang pekerja bernama Reza Ramadhan (26), warga Batuaji, ditemukan meninggal dunia di gudang PT Caterpillar Indonesia, kawasan Tanjunguncang, Kamis (2/10) sore. Kejadian ini sontak mengagetkan rekan-rekan kerjanya di lokasi.

Informasi awal menyebutkan korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka lecet di pelipis. Ia sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta di Batuaji, namun nyawanya tidak tertolong. Dugaan sementara, korban terjatuh saat bekerja di area gudang perusahaan tersebut.

Namun, sumber di lapangan menyebutkan ada kejanggalan karena laporan ke Polsek baru dibuat pada malam hari, beberapa jam setelah kejadian. “Kejadiannya sore, tapi laporan baru malam. Ini jadi tanda tanya bagi kami,” ujar seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Jenazah korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Bangka Belitung pada Jumat (3/10) siang, sehari setelah insiden terjadi. Proses pemulangan yang cepat ini disebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pekerja.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih selidiki apakah ini murni kecelakaan kerja atau meninggal karena sakit. Karena kami pun baru terinfo setelah jenazah sudah dikembalikan ke pihak keluarga,” ujarnya, Selasa (7/10).

Bimo menambahkan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendalami penyebab peristiwa ini dan memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam penanganannya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Karyawan PT Caterpillar Tewas Saat Bekerja, Polisi Selidiki Dugaan Kecelakaan Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Dinas UMKM Akui Belum Monitor Mitra Lokal di Program SPPG Batam

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mengaku belum menerima data resmi terkait pelaku usaha lokal yang bekerja sama dalam program Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Batam.

Kepala Dinas UMKM Batam, Salim, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memonitor secara detail UMKM mana saja yang menjadi pemasok bahan baku atau mitra dapur program Makanan Bergizi (MBG) tersebut.

“Saya belum ada datanya, belum termonitor. Cuman memang kan sebenarnya bisa saja mereka melakukan kerja sama, misalnya penyiapan atau menjadi tukang masaknya,” ujar Salim saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (6/10).

Baca Juga: Dapur Bergizi di Batam Raup Ratusan Juta, UMKM Lokal Jadi Andalan

Ia menjelaskan, secara konsep kerja sama antara pelaku UMKM dan SPPG sangat mungkin dilakukan. Namun, dinas belum memiliki laporan resmi mengenai daftar pelaku UMKM yang terlibat.

“Kita belum dapat datanya, UMKM mana saja yang bekerja sama. Kita memang dorong sih sebenarnya,” katanya.

Salim juga menyebut adanya Koperasi Merah Putih, yang diarahkan untuk menjadi salah satu pemasok bahan baku dapur program makanan bergizi di Batam.

“Kalau Koperasi Merah Putih ini ada arah ke situ, nanti untuk bahan dapurnya seperti sayur, daging, atau kebutuhan dapur untuk makanan gratis itu. Harapan kita koperasi ini bisa jadi salah satu pemasok untuk keperluan memasak dari program MBG, agar bisa mendorong UMKM itu sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, koperasi tersebut dapat memasok berbagai kebutuhan dapur seperti beras, minyak, ikan, hingga daging ke dapur-dapur SPPG.

“Termasuk Koperasi Merah Putih ini, misalnya ada kebutuhan daging, ikan, beras, minyak untuk dapur ini. Jadi koperasi ini bisa bekerja sama sebagai pemasok untuk keperluan menyiapkan makanan bergizi ini,” ujarnya.

Meski begitu, hingga kini dinas belum memiliki data detail mengenai UMKM mana saja yang sudah bekerja sama dengan pihak SPPG.

“Untuk datanya sendiri kami belum dapat. Kalau memang ada, kami sangat mendorong. Tapi untuk data detailnya, UMKM mana saja yang sudah bekerja sama, nanti kami akan kroscek dan infokan lebih lanjut. Untuk sekarang belum kami cek,” kata Salim.

Ia menambahkan, secara klasifikasi usaha, kategori UMKM bisa dilihat dari nilai omset atau asetnya.

“Intinya kalau usaha mereka sampai Rp500 juta masih mikro. Rp500 juta sampai Rp1 miliar sudah usaha kecil. Di atas itu sudah masuk menengah. Bisa saja kategori mereka masuk UMKM, cuman data secara laporan atau detail belum kami dapat ini,” kata dia. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dinas UMKM Akui Belum Monitor Mitra Lokal di Program SPPG Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Raih 2 Emas, Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia IWF 2025

0
Rizky Juniansyah
Rizki Juniansyah. F. x.com/IndoPopBase.

batampos – Atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah, kembali menorehkan sejarah. Ia meraih dua medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia di kelas 79 kg putra pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Selasa (7/10) dini hari WIB.

Rizki mencatatkan angkatan luar biasa di nomor Clean & Jerk dengan 204 kg, yang kini menjadi rekor dunia baru untuk kelas tersebut. Sementara di nomor Snatch, Rizki mengangkat beban 157 kg dan finis dengan medali perunggu.

Dengan total angkatan 361 kg, Rizki mengamankan medali emas kategori total, sekaligus mempersembahkan dua emas bagi Indonesia.

“Mungkin rekor totalnya akan saya simpan untuk lain kali, semoga saja,” ujar Rizki Juniansyah dikutip dari Reuters, Selasa (7/10).

Pesaing terdekatnya dari Korea Utara, Ri Chong-song, membukukan angkatan Snatch 163 kg dan total 360 kg yang membuatnya meraih perak total angkatan. Sementara atlet Mesir, Mohamed Younes, memperoleh perunggu total dengan 360 kg hasil kombinasi Snatch 162 kg dan Clean & Jerk 198 kg.

Atlet Indonesia lainnya, Rahmat Erwin Abdullah, juga tampil gemilang dengan meraih perak di Clean & Jerk lewat angkatan 203 kg.

Keberhasilan Rizki dan Rahmat ini semakin memperkokoh posisi Indonesia di panggung angkat besi dunia, sekaligus menjadi sinyal positif menjelang Olimpiade dan kejuaraan dunia berikutnya. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Raih 2 Emas, Rizki Juniansyah Pecahkan Rekor Dunia IWF 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Inflasi Kepri Lampaui Nasional, Emas dan Cabai Jadi Pemicu

0
Ilustrasi. Pedagang di Pasar Botania 2 Batamcentre mengangkat cabai merah keriting. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 0,64 persen pada September 2025. Angka ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 0,18 persen.

Secara tahunan (year-on-year), inflasi Kepri mencapai 2,70 persen, sedikit lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada di angka 2,65 persen.

Kenaikan harga terjadi di tiga wilayah pemantauan BPS, yakni: Karimun: 0,99 persen, Batam: 0,62 persen dan Tanjungpinang: 0,54 persen.

Dengan capaian tersebut, Kepri menempati posisi ke-7 inflasi bulanan tertinggi di kawasan Sumatera.

Kepala BPS Kepri menjelaskan bahwa inflasi September ini terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan dan cabai merah.

Kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global, sementara harga cabai merah melonjak akibat serangan hama di sejumlah daerah sentra produksi.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi di antaranya sayur mayur seperti kangkung dan bayam, yang harganya naik akibat curah hujan tinggi yang mengganggu produksi.

Di sisi lain, kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi sebesar 0,96 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh rendahnya mobilitas masyarakat akibat minimnya hari libur dan ketiadaan kegiatan besar pada bulan tersebut.

Bank Indonesia (BI) Kepri menyebut inflasi yang masih dalam batas aman tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama pemerintah daerah.

Langkah-langkah pengendalian yang dilakukan antara lain: Rapat koordinasi daerah, edukasi dan sosialisasi inflasi, pelatihan hilirisasi cabai bagi UMKM, Kerja sama antar daerah untuk suplai beras, bawang merah, dan cabai.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Ardhienus, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Kami terus mendorong peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, serta perluasan kerja sama antar daerah agar inflasi tetap dalam sasaran 2,5 ±1 persen,” ujar Ardhienus, Rabu (1/10).

Memasuki Oktober, BI Kepri memperkirakan tekanan harga masih mungkin berlanjut, terutama dari: Kenaikan harga emas global, terbatasnya pasokan hortikultura karena curah hujan tinggi.

Namun demikian, ada sejumlah faktor yang diperkirakan mampu menahan laju inflasi, antara lain: Penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan tren penurunan harga minyak dunia.

BI dan TPID Kepri memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah antisipatif agar tekanan inflasi tidak mengganggu daya beli masyarakat. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Inflasi Kepri Lampaui Nasional, Emas dan Cabai Jadi Pemicu pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Korupsi Pajak Hotel Da Vienna, Kejari Batam Bidik Potensi Pelanggaran di Hotel Lain

0
Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Kasus dugaan korupsi penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang menyeret Direktur sekaligus pemilik Hotel Da Vienna Boutique berinisial A.O, kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam membuka peluang untuk menelusuri kemungkinan pelanggaran serupa di hotel-hotel lain di Kota Batam.

Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma, mengatakan hingga saat ini fokus penyidikan masih pada Hotel Da Vienna. Namun, penyidik tidak menutup kemungkinan akan melakukan pengembangan.

“Sementara ini data yang kami terima baru dari Hotel Da Vienna. Tapi kalau nantinya ditemukan hotel lain yang melakukan hal serupa, tentu akan kami proses sesuai hukum,” tegas Wayan, Selasa (7/10).

Baca Juga: Kejari Batam Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Hotel Da Vienna, Potensi Kerugian Negara Capai Rp4,99 Miliar

Kasus ini bermula dari tunggakan PBJT senilai Rp3,7 miliar yang belum disetor pihak hotel ke kas daerah. Angka tersebut berdasarkan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Wayan, sebelum menetapkan A.O sebagai tersangka, pihaknya sudah lebih dulu mengambil langkah persuasif. Namun, hingga tenggat waktu berakhir, manajemen hotel tidak menunjukkan itikad baik.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menggunakan dana pajak itu untuk kebutuhan pribadi sehari-hari,” ungkap Wayan.

Tindakan ini, kata dia, secara nyata berpotensi merugikan keuangan daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam dari sektor pajak hotel. Oleh sebab itu, unsur tindak pidana korupsi dinilai terpenuhi.

Penyidik juga membuka kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang turut terlibat atau berupaya menghalangi jalannya penyidikan.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang mencoba mencegah, merintangi, atau menggagalkan proses hukum,” ujarnya.

Kasus ini mendapat sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap sistem pemungutan pajak di sektor perhotelan salah satu penyumbang utama PAD Batam.

Kejari Batam memastikan, proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas. Setiap pihak yang terbukti melanggar, akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai peraturan yang berlaku. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Kasus Korupsi Pajak Hotel Da Vienna, Kejari Batam Bidik Potensi Pelanggaran di Hotel Lain pertama kali tampil pada Metropolis.

Dapur Bergizi di Batam Raup Ratusan Juta, UMKM Lokal Jadi Andalan

0
Ilustrasi. Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Di balik semangat sosial untuk memenuhi kebutuhan gizi warga, program Sentra Pangan dan Pemberdayaan Gizi (SPPG) Kota Batam menyimpan potensi ekonomi yang besar. Dari dapur-dapur yang menyuplai ribuan porsi makanan setiap hari, perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per bulan ikut menggerakkan ekonomi lokal bahkan menjadi ladang investasi yang menjanjikan.

Program dapur sosial ini terus berkembang sejak diluncurkan. Hingga awal Oktober 2025, total 74 dapur SPPG telah terdaftar, tersebar di seluruh kecamatan di Batam. Namun, baru 59 dapur yang sudah aktif beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap administrasi dan verifikasi.

“Dari 20 September kemarin, tercatat 74 dapur. Yang sudah berjalan 59. Sisanya sedang mendata penerima manfaat dan menyelesaikan administrasi. Sekitar 40 dapur juga tengah menjalani evaluasi,” ungkap Defri Renaldi, Koordinator SPPG Batam, saat dihubungi Batam Pos, Senin (6/10).

Baca Juga: Lauk Basi, Anak Sakit, Program MBG Disorot, Pemerintah Perketat Pengawasan

Program ini menyasar kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui. Tercatat sebanyak 188.742 penerima manfaat tersebar di hampir seluruh kecamatan, kecuali Bulang dan Galang.

“Untuk wilayah dapur, hampir semua kecamatan sudah ada. Yang belum hanya Bulang dan Galang,” tambah Defri.

Setiap dapur memiliki kapasitas produksi berbeda. Namun rata-rata mampu menyiapkan 3.000 hingga 4.000 porsi makanan per hari.

“Kalau maksimal, satu dapur bisa produksi 4.000 porsi per hari. Itu dikalikan 20 hari kerja, berarti bisa sampai 80.000 porsi per bulan,” jelasnya.

Program ini juga membuka peluang bisnis bagi investor lokal. Untuk menjadi mitra dapur SPPG, modal yang dibutuhkan tak kecil sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar, tergantung fasilitas, bangunan, dan lokasi.

Modal tersebut mencakup pembangunan dapur, pembelian peralatan masak, hingga kendaraan operasional. Sebagai mitra, investor diwajibkan memproduksi minimal 3.000 porsi per hari.

Setiap porsi makanan yang diproduksi dihargai dengan margin Rp2.000 per porsi. Artinya, jika satu dapur memproduksi 4.000 porsi selama 20 hari kerja, keuntungan kotor mencapai Rp160 juta per bulan.

“Keuntungan itu murni untuk pengembalian investasi dan biaya operasional. Bukan untuk dikantongi,” tegas Defri.

Tak hanya menguntungkan investor, program ini juga menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Semua kebutuhan bahan baku dapur—seperti sayuran, daging, hingga bumbu hanya boleh disuplai oleh UMKM lokal yang terdaftar di Batam.

“Pemasok kita wajib dari UMKM lokal, baik itu CV, UD, atau koperasi. Kita ingin perputaran uangnya tetap di Batam,” kata Defri.

Kebijakan ini, kata dia, memastikan program SPPG tidak hanya menyehatkan warga, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah dari hulu ke hilir.

Meski dikemas dalam semangat sosial, tak bisa dimungkiri bahwa SPPG kini menjadi ruang baru bagi investasi berbasis kebutuhan dasar. Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, dapur yang tersebar luas, dan sistem kerja yang profesional, program ini menjadi contoh bagaimana inisiatif sosial bisa berjalan berdampingan dengan roda bisnis yang sehat.

“Ini bukan sekadar bagi makanan, tapi membangun ekosistem: dari dapur, tenaga kerja, hingga UMKM. Semua bergerak bersama,” tutup Defri. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dapur Bergizi di Batam Raup Ratusan Juta, UMKM Lokal Jadi Andalan pertama kali tampil pada Metropolis.

SPSI Desak DPRD Lingga Percepat Legalisasi Tambang Rakyat, Lapangan Kerja Seret

0
Spsi Lingga
Dialog antara SPSI, penambang timah dan DPRD Lingga, Senin (6/10). F. Istimewa.

batampos – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga menerima audiensi dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), para penambang timah, dan Forum Peduli Singkep Barat, Senin (6/10). Pertemuan ini menyoroti krisis lapangan kerja akibat lambatnya legalisasi tambang rakyat di Lingga.

Audiensi yang dipimpin Ketua DPRD Lingga, Maya Sari, bersama Wakil Ketua I dan para ketua komisi, berlangsung di Gedung Rapat Paripurna.

SPSI dan perwakilan penambang menuntut percepatan proses penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) menjadi Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

“Pemerintah daerah dan DPRD harus peka terhadap kondisi masyarakat. WPR harus segera diproses agar warga bisa bekerja secara legal,” ujar perwakilan SPSI Lingga.

SPSI juga menegaskan empat poin utama yang perlu ditindaklanjuti: percepatan WPR menjadi IPR, penetapan tenggat waktu penyelesaian, solusi bagi masyarakat terdampak kebijakan tambang, serta peningkatan kualitas SDM lokal.

Forum Peduli Singkep Barat melalui Hermadi menambahkan, banyak warga di wilayahnya menggantungkan hidup dari tambang rakyat. Ia mendesak agar pemerintah dan DPRD menghadirkan solusi nyata.

“Jangan hanya janji. Warga butuh kepastian kerja untuk menafkahi keluarga,” ujarnya tegas.

Dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lingga, disebutkan bahwa empat usulan WPR sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kepri sejak 2017, namun belum disahkan. Hal ini menyebabkan penambang rakyat tidak bisa beroperasi secara legal.

Sementara Dinas Tenaga Kerja Lingga menyatakan akan turun langsung bersama DPRD untuk berkonsultasi ke Pemprov Kepri, guna mempercepat pengesahan izin tambang rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Lingga, Yanuar, mendorong agar DPRD segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kepri dan pemerintah provinsi.

“Kita harus duduk bersama mencari solusi agar masyarakat tidak terus menjadi korban ketidakpastian,” kata Yanuar.

Ketua DPRD Lingga, Maya Sari, menegaskan DPRD akan memperjuangkan aspirasi masyarakat. “DPRD Lingga berkomitmen mendorong langkah konkret agar WPR bisa segera menjadi IPR. Ini demi hak masyarakat untuk bekerja secara sah,” ujar Maya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel SPSI Desak DPRD Lingga Percepat Legalisasi Tambang Rakyat, Lapangan Kerja Seret pertama kali tampil pada Kepri.