Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 989

Sempat Kabur ke Jambi, Ini Tampang Pelaku Penikaman di Tanjunguncang

0
Pelaku penikaman (duduk) usai ditangkap polisi di Jambi. f. eusebius

batampos— Unit Reskrim Polsek Batuaji berhasil mengamankan pelaku penikaman berinisial DS (25) yang terjadi di kawasan Perumahan Yose Sade Indah, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, pada Sabtu (4/10) malam.

Korban dalam peristiwa ini, Rudi (31), mengalami luka tusuk cukup parah dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Embung Fatimah Batam.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan penangkapan pelaku tersebut. Ia menyebut, DS sempat kabur dari Batam menggunakan kapal roro menuju Jambi setelah melakukan aksi penikaman terhadap korban. “Pelaku berhasil diamankan di wilayah Kuala Tungkal, Jambi, pada Minggu (5/10) sore setelah dilakukan pengejaran lintas daerah,” ujarnya, Rabu (8/10).

Menurut keterangan polisi, pelaku DS sempat melakukan perlawanan saat akan diamankan oleh petugas di lokasi persembunyiannya. Karena aksinya membahayakan, petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur hingga mengenai kedua betis pelaku. Setelah itu, DS langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan sebelum diterbangkan kembali ke Batam.

BACA JUGA: Motif Asmara, Pemuda Bengkong Nekad Tabrak dan Tikam Suami Temannya

Kini pelaku telah diamankan di Polsek Batuaji untuk proses hukum lebih lanjut. Saat ditemui di ruang tahanan, DS terlihat meringis kesakitan, terutama di bagian kaki yang terkena tembakan petugas. “Sakitnya masih terasa, dua betis kena,” ucap DS dengan suara lirih.

Selain luka tembak di kaki, DS juga tampak memiliki luka di tiga jari tangan kanannya. Ketika ditanya mengenai asal luka tersebut, ia mengaku luka itu didapat saat perkelahian dengan korban. “Ini dijahit, kata dokter harusnya dioperasi tapi enggak,” ujarnya singkat sambil memperlihatkan jarinya yang masih terbalut perban.

Polisi hingga kini masih mendalami motif penikaman tersebut. Dugaan sementara, aksi itu dipicu oleh perselisihan pribadi antara pelaku dan korban yang telah berlangsung beberapa waktu sebelum kejadian. Namun, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap DS untuk memastikan latar belakang peristiwa berdarah tersebut.

Sementara itu, jenazah korban Rudi telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Batam pada Minggu (5/10) siang.

Kapolsek Batuaji menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas setiap tindak kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. “Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan yang mencoba melarikan diri. Kami akan kejar sampai dapat,” tegas AKP Raden Bimo Dwi Lambang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Sempat Kabur ke Jambi, Ini Tampang Pelaku Penikaman di Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Akses ke SDN 013 Kini Lebih Luas, Drainase Tertata

0
Progres pengerjaan jalan baru SDN 013 di Marina. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pengerjaan pembangunan akses jalan baru menuju SDN 013 Sekupang di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, terus menunjukkan kemajuan berarti. Kini, proyek yang dikerjakan Pemko Batam tersebut telah memasuki tahap penataan sistem drainase di simpang tiga Perumahan Victoria dengan pemasangan gorong-gorong.

Pantauan di lapangan, alat berat tampak bekerja aktif di sekitar simpang drainase utama yang menjadi jalur penghubung antara Perumahan Victoria dan Citra Renggali. Pemasangan gorong-gorong ini menjadi langkah penting untuk memperkuat dasar jalan dan memastikan aliran air berjalan lancar, sehingga jalan baru nantinya tidak mudah tergenang atau rusak.

Selain itu, akses jalan baru di depan SDN 013 juga telah dilebarkan. Area median yang sebelumnya menjadi pembatas antara dua drainase induk perumahan kini sudah dibersihkan sepenuhnya. Dengan begitu, bentuk jalan mulai terlihat jelas dan pengerjaan bisa segera berlanjut ke tahap berikutnya.

Kepala SDN 013 Marina, Musarman, menyambut baik perkembangan pesat proyek tersebut. “Kami senang sekali melihat progresnya cepat. Kemarin pihak pekerja sudah meminta izin membuka pagar depan sekolah untuk dijadikan gerbang baru. Kami sangat mendukung karena jalan ini memang sangat dibutuhkan anak-anak dan para guru,” ujarnya, Rabu (8/10).

Sebelumnya, akses menuju SDN 013 masih melalui jalan perumahan Victoria dan Citra Renggali yang sempit. Kondisi itu kerap menimbulkan kemacetan saat jam masuk dan pulang sekolah, terutama ketika orangtua menjemput anak-anak mereka. Dengan adanya jalan baru, aktivitas sekolah akan lebih tertata dan tidak lagi mengganggu lalu lintas di perumahan.

Andika, salah satu orangtua murid, juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah cepat Pemko Batam. “Kalau bisa segera diaspal, pasti lebih aman buat anak-anak. Selama ini kami sering khawatir karena jalur lama sempit dan ramai kendaraan. Sekarang sudah terlihat jalurnya lebih luas dan rapi,” katanya.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengatakan pembangunan jalan baru ini sekaligus menjadi solusi bagi dua masalah besar, yakni akses transportasi sekolah dan aliran air di dua drainase induk perumahan. “Jadi selain anak-anak punya jalan sendiri, aliran air juga akan lancar karena drainase ditata ulang bersamaan,” ujarnya.

Pemerintah berharap tahapan pengerasan dan pengaspalan bisa segera dimulai setelah pemasangan gorong-gorong selesai. Jika proyek ini rampung sesuai jadwal, SDN 013 akan memiliki akses jalan yang lebih representatif, aman, dan nyaman, serta mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar tanpa mengganggu warga sekitar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Akses ke SDN 013 Kini Lebih Luas, Drainase Tertata pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Kerapu dan Napoleon dari Anambas ke Hong Kong Mandek, Nelayan Merugi

0
Ikan Kerapu
Seorang petugas karantina sedang menunjukkan ikan hidup yang diekspor dari Natuna ke Hong Kong. Untuk Anambas, ekspor ikan hidup belum juga berjalan. F. RRI Ranai.

batampos – Aktivitas ekspor ikan hidup dari Kabupaten Kepulauan Anambas ke Hong Kong hingga kini belum kembali beroperasi sejak dihentikan pada Maret lalu. Padahal, ikan Kerapu dan Napoleon menjadi komoditas unggulan bernilai tinggi di pasar internasional.

Berbeda dengan Bintan dan Natuna yang telah memulai kembali ekspor bulan lalu, Anambas justru masih tertahan tanpa kepastian kapan roda ekspor akan berputar lagi.

Sekretaris Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, menyebut penyebab utama mandeknya ekspor adalah ketegangan hubungan dagang antara Hong Kong dan China.

“Ikan kita tujuannya ke China. Tapi karena Hong Kong sedang bermasalah dengan China, jalur ekspor dari Anambas ikut terdampak. Beda dengan daerah lain yang punya rute alternatif,” jelas Arcan, Rabu (8/10).

Selama ini, jalur ekspor ikan hidup dari Anambas melewati Hong Kong sebelum diteruskan ke pasar China daratan. Kondisi politik dan ekonomi yang belum stabil membuat pengiriman dari jalur tersebut belum memungkinkan.

Menurut Arcan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebenarnya telah menawarkan opsi ekspor langsung ke China tanpa transit di Hong Kong. Namun, solusi ini sulit diterapkan bagi pelaku usaha lokal karena tingginya biaya logistik.

“Kalau lewat pesawat biayanya terlalu mahal. Pengusaha kecil di Anambas tidak sanggup. Daerah lain seperti Bangka dan Ambon juga mengeluhkan hal yang sama,” ujarnya.

Situasi ini membuat para eksportir dan nelayan budidaya di Anambas kesulitan menanggung biaya tambahan. Ikan yang terlalu lama dipelihara di keramba membutuhkan pakan lebih banyak dan berisiko mati.

“Kalau lama di keramba, biaya pakan membengkak, sementara pasar lokal tidak bisa menampung semua hasil panen,” kata Arcan.

Ia menegaskan, pemerintah pusat perlu segera mengambil langkah strategis agar nelayan di wilayah perbatasan seperti Anambas tidak dirugikan akibat kebijakan ekspor yang tersendat.

“Setiap bulan seharusnya ada ratusan kilogram Kerapu dan Napoleon yang dikirim keluar negeri. Sekarang berhenti total, ekonomi nelayan lumpuh. Banyak yang akhirnya jual murah di pasar lokal,” tuturnya.

Pihak DP3 Anambas telah mengajukan permohonan resmi kepada KKP agar diberikan izin dan fasilitas khusus untuk mengekspor ikan hidup langsung ke China. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Sudah kami ajukan permohonan. Nelayan sudah terjepit, ikan di keramba makin besar tapi tak bisa dijual ke luar. Biaya makin tinggi, pasar menunggu,” ungkapnya.

Arcan menambahkan, jika ekspor berjalan normal, perputaran uang di Anambas bisa mencapai Rp3 miliar per bulan, mulai dari nelayan, pengepul, hingga penyedia jasa angkut.

“Anambas ini garda terdepan negeri, tapi nelayannya justru paling merasakan dampak saat ekspor macet. Kami berharap ada solusi konkret agar potensi besar ini tidak mati di laut sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Ekspor Kerapu dan Napoleon dari Anambas ke Hong Kong Mandek, Nelayan Merugi pertama kali tampil pada Kepri.

Lubang Besar di Jalan Laksamana Bintan Intai Pengendara, Rawan Kecelakaan

0
Jalan berlubang
Penampakan lubang menganga di Jalan Laksamana Bintan, depan RS Griya Medika yang membahayakan pengendara. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Sebuah lubang besar di tengah Jalan Laksamana Bintan, tepat di depan Rumah Sakit Griya Medika, arah dari Simpang Kuda menuju Simpang Gelael, dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang rusak diperparah dengan minimnya penerangan membuat kawasan itu rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.

Erikson, warga Sei Panas, mengatakan lubang tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan. “Kemarin malam ada lagi kecelakaan, korbannya perempuan yang pulang kerja,” ujarnya, Rabu (8/10).

Ia berharap pemerintah segera menutup lubang itu sementara waktu agar tidak menimbulkan korban lagi. “Alangkah baiknya ditutup dulu lubangnya. Ditambah lagi lampu jalan di sana minim sekali, itu yang bikin bahaya,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar, memastikan pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga.

“Untuk lubangnya kami usahakan hari ini ditutup sementara, karena memang di lokasi itu sedang ada proyek perbaikan jalan. Jadi sambil pengerjaan lain berjalan, lubang di tengah itu akan kami tutup dulu,” ujarnya.

Dohar juga mengapresiasi laporan warga yang membantu pemerintah memantau kondisi jalan di Batam. Ia mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati selama proses perbaikan berlangsung.

“Terima kasih atas perhatian masyarakat. Kami harap pengguna jalan bisa lebih waspada selama perbaikan berjalan,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Sya’ban 

Artikel Lubang Besar di Jalan Laksamana Bintan Intai Pengendara, Rawan Kecelakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua ASN Lingga Dipecat karena Mangkir Bertahun-Tahun tapi Tetap Terima Gaji

0
Ilustrasi PNS dipecat
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga menjatuhkan sanksi tegas terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Bakung Serumpun.

Keduanya akan diberhentikan dari status pegawai negeri karena sudah bertahun-tahun tidak masuk kerja, namun masih menerima gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Dua ASN tersebut diketahui bernama Bayu dan Iskandar, yang tercatat sebagai pegawai di kantor Kecamatan Bakung Serumpun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan tindakan tegas ini diambil setelah berbagai surat teguran dan peringatan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tidak diindahkan oleh keduanya.

“Kedua ASN itu sudah dibebastugaskan dan tidak lagi menerima gaji maupun TPP. Berkas pemberhentian sudah kami kirim ke BKN dan saat ini tinggal menunggu keputusan resmi,” ujar Armia, Rabu (8/10).

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi peringatan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Lingga agar disiplin dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.

“Kita digaji oleh negara melalui pajak masyarakat. Sudah seharusnya ASN memberikan pelayanan terbaik, bukan justru lalai dari tugas,” tegasnya.

Armia menambahkan, Pemkab Lingga tidak akan ragu memberikan sanksi hingga tahap pemberhentian bagi ASN yang terbukti melanggar aturan kedisiplinan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi semua ASN. Kalau tidak menjalankan tugas dengan baik, pasti akan kita tindak sesuai aturan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Dua ASN Lingga Dipecat karena Mangkir Bertahun-Tahun tapi Tetap Terima Gaji pertama kali tampil pada Kepri.

Citilink Resmi Bergabung dengan IATA, Perkuat Posisi di Kancah Penerbangan Global

0

batampos– Maskapai penerbangan Citilink resmi menjadi anggota International Air Transport Association (IATA), asosiasi penerbangan global yang menaungi lebih dari 350 maskapai di seluruh dunia. Keanggotaan ini menandai langkah penting Citilink dalam memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional dengan standar pelayanan dan keselamatan bertaraf internasional.

Penyerahan sertifikat keanggotaan Citilink dilakukan dalam seremoni di Kantor Pusat Citilink, Rabu (8/10), yang dihadiri jajaran manajemen Citilink dan perwakilan IATA.

Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro menyampaikan bahwa bergabungnya Citilink dengan IATA menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan maskapai berbiaya hemat tersebut.

BACA JUGA: Citilink Perkenalkan Kampanye #SIAPGERAK, Perkuat Komitmen Layanan Penerbangan Terbaik dengan Armada Prima dan Konektivitas Lebih Luas

“Keanggotaan ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, keselamatan penerbangan, serta efisiensi operasional sesuai standar internasional,” ujar Darsito.

Sementara itu, Regional Vice President for Asia Pacific IATA ,Sheldon Hee menyambut baik bergabungnya Citilink ke dalam keluarga besar IATA.

“Kami menantikan partisipasi aktif Citilink dalam membantu membentuk agenda, prioritas, dan inisiatif industri penerbangan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari proses keanggotaan, Citilink juga telah memperoleh registrasi IOSA (IATA Operational Safety Audit) standar audit keselamatan operasional yang diakui secara global. IOSA dirancang untuk menilai sistem manajemen dan prosedur operasional maskapai, sehingga memastikan pemenuhan aspek keselamatan sesuai standar tertinggi dunia.

Pencapaian tersebut menegaskan komitmen Citilink menjadikan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama sekaligus menempatkan maskapai ini sejajar dengan berbagai maskapai internasional dalam hal penerapan standar keselamatan.

Melalui keanggotaan IATA, Citilink akan memperoleh akses ke berbagai program dan jaringan global yang mendukung peningkatan keselamatan, efisiensi, serta kolaborasi antar-maskapai.

Keanggotaan ini juga membuka peluang untuk memperkuat konektivitas dan pengalaman penumpang, serta mendukung upaya pemerintah dalam memperluas jaringan penerbangan internasional Indonesia.

Citilink optimistis, langkah ini akan menjadi dorongan kuat dalam memperkuat daya saing di industri penerbangan yang semakin kompetitif.

“Dengan standar tertinggi di tingkat internasional, kami berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh penumpang,” tutupnya. (*)

Reporter: Azis

Artikel Citilink Resmi Bergabung dengan IATA, Perkuat Posisi di Kancah Penerbangan Global pertama kali tampil pada News.

Polisi Akan Periksa Manajemen PT Caterpillar Batam, Terkait Keterlambatan Laporan Kematian Karyawan

0
Gudang PT Caterpillar Indonesia di kawasan Tanjunguncang, Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos— Kepolisian Sektor Batuaji akan memeriksa pihak manajemen PT Caterpillar Indonesia Batam terkait keterlambatan pelaporan atas meninggalnya seorang karyawan bernama Reza Ramadhan (26) di area gudang perusahaan kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa itu terjadi Kamis (2/10) sekitar pukul 14.53 WIB, ketika korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di area kerja. Rekaman CCTV menunjukkan Reza sempat berjalan di dalam gudang sambil memegang dada kirinya dan tangan kanan memegang ponsel, sebelum akhirnya ambruk.

Tim medis perusahaan segera memberikan pertolongan pertama berupa pengecekan tanda vital, pemberian oksigen, dan resusitasi jantung paru (CPR).

BACA JUGA: FSPMI Desak Polisi dan Pengawas Turun Tangan Usut Kematian Karyawan PT Caterpillar

Karena kondisi korban tidak menunjukkan respons, manajemen memanggil tim medis dari Rumah Sakit Awal Bros Batuaji untuk memberikan bantuan lanjutan. Sekitar pukul 15.33 WIB, satu dokter dan dua paramedis tiba di lokasi dan membawa korban ke klinik perusahaan. Setelah penanganan awal, korban dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batuaji pada pukul 16.02 WIB. Setibanya di rumah sakit, sekitar pukul 16.59 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian korban adalah henti jantung (cardiac arrest). Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah kematian tersebut berkaitan dengan aktivitas kerja atau faktor kesehatan pribadi. Termasuk dengan rencana memeriksa keterangan dari keluarga korban.

Yang menjadi perhatian polisi adalah laporan kejadian baru diterima pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB malam, sehari setelah korban dinyatakan meninggal. Sementara itu, jenazah sudah lebih dulu dipulangkan ke kampung halamannya di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, pada Jumat (3/10) pagi dan dimakamkan sebelum penyelidikan dilakukan.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih jauh alasan keterlambatan laporan tersebut. “Kasus ini belum kami tutup. Kami masih memastikan apakah kejadian ini murni karena sakit atau termasuk kecelakaan kerja. Kejadian baru dilaporkan Jumat malam, dan jenazah sudah dimakamkan. Ini yang akan kami telusuri,” ujar Bimo, Rabu (8/10).

Ia menambahkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni rekan kerja korban dan pelapor dari pihak perusahaan. Selain itu, rekaman CCTV di lokasi juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. “Kami juga akan memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan terkait keterlambatan laporan ini,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT Caterpillar Indonesia Batam melalui keterangan pelapor menyampaikan telah melakukan penanganan medis sesuai prosedur dan membantu proses pemulangan jenazah ke pihak keluarga. Kepolisian memastikan proses pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh agar penyebab kematian korban dapat dipastikan dan tidak menimbulkan spekulasi di kalangan pekerja. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Polisi Akan Periksa Manajemen PT Caterpillar Batam, Terkait Keterlambatan Laporan Kematian Karyawan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kisah FM, Wanita Muda yang Kehilangan Janin Akibat Dugaan Kekerasan Oknum Polisi

0
Keluarga dan kuasa hukum FM, wanita muda asal Medan yang mengalami keguguran akibat dugaan kekerasan oknum polisi, berdiri di depan Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Selasa (7/10). F. Yashinta/Batam Pos

Bayi Bhayangkara tak bisa bertahan di Rumah Sakit Bhayangkara Batam. Ia gugur sebelum sempat lahir, diduga akibat perlakuan oknum Bhayangkara (polisi) yang seharusnya melindungi ibunya. FM, wanita muda asal Medan, kini menuntut keadilan atas kehilangan janin empat bulan yang disebutnya lahir dari cinta yang berubah menjadi luka.

Reporter: YASHINTA

Suara tangis pelan terdengar dari salah satu ruang perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Selasa (7/10) siang. Di atas ranjang, FM, wanita muda asal Medan itu, terbaring lemah.

Tubuhnya lemas, wajahnya pucat, dan selang infus menempel di tangannya. Sejak malam sebelumnya, ia menjalani perawatan intensif setelah mengalami keguguran.

Janin yang selama empat bulan tumbuh di rahimnya, kini telah tiada. Dokter mengatakan, janin itu sudah berbentuk dan memiliki kepala, tangan, serta kaki kecil.

“Masih pendarahan, lemas,” ucap FM lirih.

Sembari berbicara, sesekali ia menutup wajahnya dengan selimut, menahan tangis.

Baca Juga: Ini 5 Pelabuhan Feri Internasional di Batam Tujuan Singapura dan Malaysia

Calon bayi berusia 4 bulan itu, kata FM, sudah diberi nama Bhayangkara. Nama itu bukan tanpa alasan. Janin tersebut lahir tak bernyawa di RS Bhayangkara, dan menurut pengakuan FM, ayah biologisnya adalah oknum polisi (Bhayangkar) yang kini sedang diperiksa, berinisial YAAS, anggota Polsek Sagulung.

“Janin itu saya beri nama Bhayangkara. Saya minta keadilan,” katanya lirih, lalu kembali menangis.

FM baru saja mengalami keguguran setelah menjalani pemeriksaan di ruang Paminal Polda Kepri, Senin (6/10) malam.

Ia merupakan pelapor dalam kasus dugaan kekerasan dan penganiayaan oleh seorang oknum anggota Polsek Sagulung berinisial YAAS, pria yang juga disebut-sebut sebagai ayah dari bayi yang kini telah tiada.

“Orang tua belum datang, tapi keluarga menemani,” ujar FM dengan mata sembap.

Kuasa hukum FM, Lisman Hulu, mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika FM tengah dimintai keterangan dalam pemeriksaan kedua oleh Propam.

“Awalnya dia sehat. Tapi saat mengingat dan menceritakan kembali kejadian kekerasan yang dialaminya, dia tiba-tiba pucat dan mengeluh sakit perut hebat. Tak lama kemudian, pingsan,” ujar Lisman.

Penyidik dan petugas Paminal segera membawa FM ke RS Bhayangkara. Namun, upaya tim medis tak berhasil menyelamatkan janin.

Dokter memutuskan untuk melakukan tindakan kuret setelah janin berusia empat bulan itu dinyatakan tak bernyawa.

“Bayi itu sudah berbentuk, ada kepala, tangan, dan kaki,” ucap Lisman dengan suara berat.

Baca Juga: Buru 1 Pelaku Pengeroyokan di Lubukbaja, Polisi Terbitkan DPO

Lisman menilai, keguguran itu bukan sekadar kecelakaan medis. Mereka menduga tekanan fisik dan psikis yang dialami korban menjadi pemicu utama.

“Ia sudah empat kali keluar-masuk rumah sakit sejak kejadian penganiayaan beberapa bulan lalu. Terakhir, setelah didorong oleh YAAS hingga terjatuh, ia mengalami pendarahan terus-menerus,” ujar Lisman.

Sebelumnya, FM telah melaporkan YAAS atas tiga dugaan pelanggaran, pelanggaran kode etik, penganiayaan, dan kekerasan seksual. Laporan itu kini tengah berproses di Polda Kepri.

“Kami berharap penyidikan dilakukan secara transparan dan segera ada penahanan terhadap terlapor,” kata Fery Hulu, anggota tim kuasa hukum lainnya.

Selasa (7/10) sore, keluarga kecil FM menggelar prosesi pemakaman sederhana di kawasan Sei Temiang, Batam. Di antara angin senja, sebatang kayu salib kecil berdiri di atas tanah merah yang masih basah. Di papan kecil itu tertulis satu nama, Bhayangkara.

“Dalam budaya kami, meski masih janin, dia sudah manusia. Kami kuburkan dengan cara yang layak,” ujar Leo Halawa, salah satu pendamping hukum sekaligus keluarga korban.

Ia mengaku terharu sekaligus geram. Menurut Leo, pihak keluarga telah memberi nama janin tersebut Bhayangkara.

“Kami beri nama Bhayangkara bukan untuk menyindir, tapi karena memang dia lahir di RS Bhayangkara dan ayah biologisnya diduga anggota polisi,” ujarnya.

Leo mengatakan, nama itu mengandung makna ganda. Doa dan simbol harapan agar keadilan tetap hidup.

“Semoga nama ini menjadi doa, agar institusi Bhayangkara yang sejati bisa menegakkan kebenaran, bukan justru menyakiti rakyat kecil,” ucapnya.

Leo mengatakan, keluarga juga berharap Kapolda Kepri dan Kapolri turun tangan langsung memantau kasus ini. Mereka percaya Polri akan menuntaskan kasus tersebut.

“Kami percaya institusi Polri bisa profesional. Tapi kami juga ingin bukti bahwa aparat bisa melindungi rakyat kecil, bukan menyakiti mereka,” tutur Leo.

Di tengah penderitaannya, FM mendapat dukungan penuh dari keluarga dan kuasa hukumnya. Mereka terus mendampinginya, memastikan ia tidak sendiri menghadapi proses hukum yang panjang.

“Dia kehilangan bayi dan harapannya. Tapi kami akan terus berdiri untuknya, karena di balik air matanya ada perjuangan seorang perempuan untuk melawan ketidakadilan,” ucap Leo. (*)

Artikel Kisah FM, Wanita Muda yang Kehilangan Janin Akibat Dugaan Kekerasan Oknum Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepi Peminat, Pemkab Lingga Perpanjang Open Bidding Jabatan Kepala Dinas Pendidikan

0
Sekertaris Daerah Lingga, Armia. F. Kominfo Lingga untuk Batam Pos. 

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga memperpanjang masa pendaftaran seleksi terbuka atau open bidding jabatan pimpinan tinggi pratama untuk sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Langkah ini dilakukan karena salah satu posisi, yakni Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), masih sepi peminat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan perpanjangan pendaftaran ini dilakukan agar kuota peserta pada OPD vital tersebut terpenuhi.

“Setelah penutupan pendaftaran semalam, masih ada satu OPD yaitu Disdikpora yang belum cukup kuota. Karena itu, pendaftarannya kita perpanjang hingga satu pekan ke depan,” ujar Armia, Rabu (8/10).

Menurut Armia, Disdikpora merupakan dinas strategis yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Lingga. Oleh karena itu, posisi kepala dinas harus diisi oleh pejabat definitif yang kompeten.

“Pendidikan adalah sektor fundamental di setiap daerah. Maka kami harapkan pejabat yang nanti terpilih benar-benar memiliki visi dan kapasitas untuk memajukan pendidikan Lingga,” tegasnya.

Selain Disdikpora, enam OPD lain yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt) juga masuk dalam daftar seleksi terbuka, di antaranya BKPSDM, Disnaker, Disperindagkop UKM, Dinas Pemdes, Dinas PUTR, dan BKAD.

Armia menegaskan, seluruh proses open bidding dilakukan sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku agar hasilnya transparan dan akuntabel.

Open bidding ini tidak bisa sembarangan. Semua tahapan harus sesuai regulasi dan melibatkan panitia seleksi independen,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan seleksi terbuka ini, Pemkab Lingga berharap jajaran OPD bisa melakukan gebrakan baru di bidang ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik demi percepatan pembangunan daerah. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Sepi Peminat, Pemkab Lingga Perpanjang Open Bidding Jabatan Kepala Dinas Pendidikan pertama kali tampil pada Kepri.

Ini 5 Pelabuhan Feri Internasional di Batam Tujuan Singapura dan Malaysia

0
Suasana Pelabuhan Internasional Batamcenter terlihat ramai, Rabu (29/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sebagai kota pelabuhan sekaligus gerbang utama Indonesia menuju Singapura dan Malaysia, Batam memiliki sejumlah pelabuhan feri internasional untuk dunia wisata dan transportasi ke negara tetangga dan daerah lainnya.

Pelabuhan-pelabuhan ini tersebar di beberapa tempat yang dapat di akses dengan mudah. Bagi wisatawan wajib mengetahui pelabuhan di Batam jika ingin berwisata ke luar negara atau daerah sekitar Kota Batam.

Berikut lima pelabuhan feri di Batam yang wajib diketahui agar perjalanan lancar dan nyaman:

1. Harbour Bay Ferry Terminal

Pelabuhan ini berada dalam kawasan Harbour Bay Downtown yang memiliki restoran seafood, hotel, dan cafe. Memiliki akses lumayan dekat ke Nagoya Hill Mall dan pusat hiburan Batam.

Rute perjalanan tersedia ke Singapura dan Malaysi. Juga ke daerah lainnya seperti Tanjung Balai Karimun, Tembilahan. Terletak di Sungai Jodoh, Batu Ampar, Kota Batam.

2. Gold Coast International Ferry Terminal

Bagi wisatawan asing maupun lokal yang ingin pergi ke Malaysia bisa melalui pelabuhan ini. Pelabuhan ini baru saja dibuka di Bengkong. Terletak di Gold Coast, Jl. Golden City Residence, Kota Batam.

3. Batam Centre Ferry Terminal

Salah satu pelabuhan strategis yang dekat dengan Mega Mall Batam Centre. Pelabuhan ini menjadi favorit bagi penumpang internasional dan domestik. Rute perjalanan tersedia ke Singapura dan Malaysia. Terletak di Teluk Tering, Batam Kota.

4. Sekupang Ferry Terminal

Perjalanan feri menuju Singapura melalui Sekupang memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Pelabuhan ini juga memiliki tujuan ke Tanjung Balai Karimun dan Dumai. Terletak di berlokasi di Jalan RE. Martadinata, Sekupang, Batam.

5. Nongsapura Ferry Terminal

Pelabuhan ini memiliki beberapa fasilitas seperti cafe, resto seafood, dan mini market. Hanya memiliki rute untuk pergi ke Singapura. Terletak di Jl. Hang Lekiu, Sambau, Kec. Nongsa, Batam.

Lima pelabuhan tersebut dapat menjadi pilihan kamu jika ingin liburan ke negara tetangga atau ke Batam. Pastikan jadwal kapal feri dan daerah penginapan terlebih dahulu.

Jangan lupa melihat jadwal dan tujuan keberangkatan kapal yang diinginkan.(*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel Ini 5 Pelabuhan Feri Internasional di Batam Tujuan Singapura dan Malaysia pertama kali tampil pada Metropolis.