Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 9932

Duta Pelayanan ATB, Layanan Frontliner Profesional

0

batampos.co.id – Keandalan PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak hanya didukung oleh kemajuan teknologi, namun juga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

ATB konsisten melakukan peningkatatan kualitas SDM, terutama yang bergerak di lini pelayanan pelanggan.

Perusahaan telah menerapkan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia berdasarkan kompetensi dan nilai-nilai inti perusahaan.

Peningkatan kualitas SDM yang dilakukan meliputi kemampuan intelektual maupun kinerja secara personal dan teamwork.

Kualitas SDM ATB dapat dilihat dalam Duta Pelayanan ATB, yang merupakan salah satu wujud komitmen ATB dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Duta Pelayanan adalah frontliner berkinerja terbaik yang dipilih secara periodik.

Orang-orang pilihan ini telah terbukti mampu memberikan informasi dan solusi yang akurat kepada pelanggan, sesuai prosedur operasional pelayanan yang berlaku.

“Duta Pelayanan telah menjadi wajah perusahaan yang mencerminkan citra perusahaan. Kompetensi seorang frontliner sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian visi dan misi perusahaan,” jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB.

Program Duta Pelayanan ATB telah berlangsung sejak tahun 2017, dan bertujuan untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan prima. ATB menjaga kualitas layanannya agar tidak stagnan. Karena ekspektasi dan kebutuhan pelanggan terus meningkat seiring dengan perkembangan zaman.

Duta Pelayanan ATB, petugas frontliner terpilih yang menunjukan kinerja terbaik. Duta Pelayanan bertujuan untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan prima. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Termasuk ketika harus berhadapan dengan krisis dan pandemi. ATB tetap memberikan layanan eksekutif frontliner untuk mempercepat proses pelayanan informasi pengaduan dan kenyamanan bagi pelanggan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

“Pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi profesionalitas dalam melayani pelanggan di ATB. Duta Pelayanan tetap menjalankan tugasnya dengan baik, dan sangat memperhatikan protokol kesehatan dalam pelayanan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tutur Maria.

Meskipun ATB terus menggalakkan agar pelanggan memanfaatkan layanan kanal media digital ATB untuk berinteraksi, namun bagi yang harus datang ke Kantor Pelayanan Pelanggan akan mendapatkan asistensi khusus untuk pengisian lembar pengaduan guna meminimalisir interaksi langsung.

Maria menambahkan bahwa perusahaan harus berani berinvestasi untuk terus meningkatkan keahlian sumber daya manusianya, terutama frontliner yang berada di garis paling depan dalam pelayanan kepada pelanggan.

Untuk memiliki frontliner yang andal, ATB terlebih dulu fokus menerapkan budaya pelayanan di lingkungan internal perusahaan. Selain keahlian, dalam menyeleksi frontliner, ATB juga mengutamakan kejujuran, ketulusan, etika dan inisiatif. Hal ini agar pelanggan benar-benar mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

“Memiliki keahlian saja tidak cukup untuk menjadi seorang frontliner atau duta pelayanan yang unggul. Walaupun teknologi berkembang pesat namun seorang frontliner tidak dapat meninggalkan aspek human touch dalam pelayanannya,”jelas Maria.

Ingin mengetahui lebih banyak bagaimana ATB membangun pelayanan prima yang menghasilkan kepuasan pelanggan sesuai dengan dinamika teknologi serta kebutuhan pelanggan yang semakin beragam?

Jangan lupa untuk mengikuti webinar ZoomBA (Zoom Bersama ATB) pada sesi Pelayanan Pelanggan. Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui www.atbbatam.com atau follow Fanpages Facebook ATB Batam.(*)

Warga Sei Beduk Tewas Setelah Melompat Dari Jembatan 1 Barelang

0

batampos.co.id – Warga Sei Beduk, Robet meninggal dunia setelah melompat dari Jembatan Fisabilillah atau yang biasa disebut jembatan satu Barelang pada Minggu (26/7/2020).

Dilansir dari posmetro.co, saat ini polisi masih menyelidiki motif korban melompat di jembatan yang menjadi ikon Kota Batam tersebut.

Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, mengatakan, pihaknya belum mengetahui apa alasan pria tersebut melompat dari jembatan 1 Barelang.

“Kami masih meminta keterangan dari kawannya yang saat itu berada di jembatan 1 Barelang,” kata AKP Yusriadi Yusuf.

Yusuf menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/7/2020) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kata dia, usai melompat, korban sempat muncul ke permukaan laut dan berenang ke tepian.

Ilustrasi. Jembatan Fisabilillah atau jembatan satu Barelang. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Tiba di tepi, lanjutnya korban mengalami sesak nafas dan rekan-rekannya langsung membawanya ke rumah sakit RSUD-EF.

Namun lanjutnya, kondisi warga Bida Ayu, Sei Beduk itu semakin memburuk. Dari mulutnya keluar darah.

Nyawa korban tak tertolong. kata dia, jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka.

Terkait mulutnya keluar darah, diduga saat melompat, badannya membentur permukaan air.

“Mungkin tubuhnya terbentur ke permukaan air, sehingga ada luka dalam, korban muntah darah,” sebut Yusuf.

Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apa motifnya hingga korban nelat melompat dari jembatan 1 Barelang.

Dengan kejadian itu, Yusuf mengimbau agar pengunjung Jembatan 1 Barelang tidak duduk di pinggiran jembatan. Bahkan ia menegaskan, pinggiran jembatan bukanlah untuk tempat nongkrong.(PM)

Guru Hebat Tak Akan Keluhkan Sistem Pembelajaran Online

0

batampos.co.id – Sekolah online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang membikin pusing orang tua, anak, bahkan para guru. Namun, guru yang hebat akan tertantang untuk kreatif.

Mereka akan mencari cara agar pembelajaran bisa tetap berjalan. Sebaliknya, guru yang ”biasa-biasa saja” akan selalu mencari-cari alasan saat mendapatkan kesulitan dalam mengajar.

Wasekjen PGRI Jejen Musfah menegaskan, PGRI memastikan bahwa pada prinsipnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) harus tetap berlangsung. Apa pun caranya. Bagi guru hebat, PJJ bisa menjadi tantangan untuk mencari cara bagaimana menyampaikan materi pendidikan kepada siswa di rumah. ”Mereka akan belajar secara mandiri melalui berbagai media sehingga menemukan cara-cara terbaik untuk PJJ,” ujarnya.

Menurut Jejen, guru tidak akan mempermasalahkan ada tidaknya jaringan internet dalam PJJ. Bila terpaksa berlangsung dalam kondisi jaringan internet lemah atau bahkan tidak ada sama sekali, PJJ tetap bisa dilaksanakan. Lewat modal faktual yang ada di daerah masing-masing. Yang terpenting, tanggung jawab mengajar siswa bisa tetap terlaksana.

Meskipun demikian, Jejen mengakui, masih ada guru-guru biasa yang mencari-cari alasan saat mendapatkan kesulitan dalam mengajar. Karena itu, kuncinya adalah kreatif dalam mengajar. Bila memutuskan memakai sistem dalam jaringan (daring) alias online, kepala sekolah wajib memastikan semua guru dan siswa memiliki dan mampu mengakses perangkat teknologi. Bila tidak, bisa mencari alternatif lain.

Jejen mengungkapkan, di berbagai daerah, masih ada guru-guru yang belum melek teknologi. PGRI melalui jaringannya di daerah berupaya memastikan KBM tetap bisa dilakukan. ”Sebagian murni PJJ. Sebagian tatap muka dengan waktu yang dikurangi dan menjalankan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Pihaknya selalu berkoordinasi dengan jajaran di bawah untuk memastikan semua sekolah mampu menyiasati situasi yang ada. Apalagi, pemerintah sudah memberikan kelenturan kurikulum dan evaluasi. Tinggal bagaimana sekolah dan para guru kreatif menjalankannya di lapangan.

Meskipun demikian, tetap masih ada aspirasi para guru yang perlu diperhatikan pemerintah. Misalnya memberikan kelonggaran agar dana BOS bisa digunakan untuk membeli kuota internet, membayar guru honorer tanpa syarat NUPTK, dan membeli alat-alat pendukung kesehatan di sekolah. Para guru juga berharap tunjangan profesi tetap diberikan di masa pandemi. Begitu pula THR dan gaji ke-13.(jpg)

Bendera Merah Putih Wajib Dipasang Selama Sebulan, Segini Harganya di Pasaran Sekarang…

0

batampos.co.id – Jelang HUT Republik Indonesia ke-75 para pedagang mulai menjajakan bendera merah putih di tepi-tepi badan jalan di Kota Batam.

Seperti yang dilakoni Herman, pedagang bendera merah puti di tepi Jalan Raja Ali Kelana, Batam Center.

“Biasanya saya hanya menjual masker mas, karena sebentar lagi bulan Agustus saya mencoba menjual bendera,” ujarnya, Senin (27/7/2020).

Herman menjelaskan, harga bendera yang ditawarkan bervariasi. Bendera kecil yang biasanya dipasang di sepeda motor dijualnya dengan harga Rp 5 ribu.

Herman saat menjajakan bendera merah putih di lapak dagangannya di Jalan Raja Ali Kelana, Batam Center. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Sedangkan bendera tiang Rp 15 hingga 30 ribuan.

“Untuk bendera umbul-umbul dari Rp 25 ribu hingga yang ukuran jumbo per 10 meter Rp 300 ribuan,” tuturnya.

Herman tidak hanya menjual bendera merah putih, tapi juga berbagai masker mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.

” Ini baru buka untuk penjulan bendera. Kalau sudah mendekati Agustus, biasanya banyak yang cari bendera tetapi untuk tahun ini kita kurang tahu juga laku atau ngak soalnya masih wabah virus corona,” paparnya.(nto)

Amerika dan Tiongkok Tegang, Rupiah Dapat Angin Segar

0

batampos.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menguat dengan mencari celah dari pelemahan dolar AS terhadap mata uang emerging markets dan mata uang utama dunia. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (27/7), saat ini posisi Rupiah berada di level 14.614.

“USD terlihat melemah terhadap mata uang emerging markets dan mata uang utama dunia pagi ini, kata Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Atiston Tjandra dalam pesan singkatnya.

Ariston menjelaskan, pelemahan dolar AS terjadi karena pelaku pasar khawatir dengan pemulihan ekonomi di AS yang bisa terhambat karena terus meningginya kasus Covid-19 di sana. Kecemasan diperparah dengan adanya konflik antara AS-Tiongkok yang bisa merembet ke urusan dagang kedua negara.

Seperti diketahui, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo kembali membidik Tiongkok pada pekan lalu dengan mengatakan Washington dan sekutunya harus menggunakan cara yang lebih kreatif dan tegas guna menekan Partai Komunis Tiongkok untuk mengubah sikapnya. Gedung Putih dan anggota senat dari Partai Republik mencapai kesepakatan prinsip tentang RUU bantuan virus Covid-19 berikutnya, kata pejabat Gedung Putih kemarin.

“Potensi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru pemerintah AS senilai USD 1 triliun juga membantu pelemahan USD,” imbuh Ariston. Dia memperkirakan, pergerakan Rupiah hari ini berpotensi menguat di kisaran 14.500-14.700.(jpg)

BP Batam Miliki Harvester untuk Mengumpulkan Eceng Gondok di Dam Duriangkang, Ini Hasilnya…

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki alat yang cukup canggih untuk membersihakan eceng gondok di Waduk Duriangkang sehingga mutu dan kualitas sumber air baku di kawasan tersebut tetap terjaga.

Alat tersebut adalah Harvester. Manajer Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo, mengatakan, alat tersebut diproduksi oleh pabrikan Jerman.

“Kita terus menerus melakukan upaya pembersihan waduk kita, salah satunya dengan membersihkan eceng gondok,” jelasnya, Senin (27/7/2020).

Kata dia, meski hanya memiliki satu harvester pihaknya dapat membersihkan area Waduk Duriangkang sekitar 6 ribu meter persegi per hari.

“Di Waduk Duriangkang ada sekitar 180 hektare yang ditumbuhi eceng gondok,” jelasnya.

Guna mempermudah pekerjaan, pihaknya memasang pengahalang apung atau floating barrier sepanjang 200 meter di area Waduk Duriangkang.

Serta memanfaatkan angin untuk mengumpulkan eceng gondok.

Tim BP Batam saat membersihkan eceng gondok di Dam Duriangkang dengan menggunakan harvester. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Floating barrier ini berfungsi sebagai penahan eceng gondok agar tidak keluar dari pembatas dan saat angin kencang pembatas kita buka agar keluar ke area yang telah kita tentukan,” jelasnya.

Setelah terkumpul pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk mengumpulkan eceng gondok dengan mesin harvester.

“Untuk mengoperasikan mesin ini (Harvester) tidak bisa sembarangan orang. Rekan-rekan yang mengoperasikan alat ini semuanya sudah mengikuti pelatihan dan sertifikasi,” tuturnya.

Menurutnya, dari 180 hektare area waduk yang ditumbuhi eceng gondok, 30 hektare sudah dibersihkan.

“Jika dalam sehari kita bisa membersihkan 6 ribu meter persegi artinya dalam sebulan ada sekitar 10 hektare area waduk dam Duriangkang yang sudah bersih dari eceng gondok,” jelasnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan pembersihan eceng gondok merupakan peran pemerintah dalam menjaga ketersediaan air di Kota Batam.

“Kegiatan ini adalah bentuk kerja sosial yang akan menyelamatkan seluruh Kota Batam, yaitu menyelamatkan air agar tidak berkurang dan bisa dinikmati, digunakan untuk keperluan masyarakat,” ujar Rudi saat memberikan arahan apel pelaksanaan pembersihan eceng gondok di alun-alun Engku Putri, Batam Centre.

Kata dia, dengan banyak eceng gondok di Waduk Duriangkang dapat mengganggu kualitas dan debit air baku Kota Batam.(esa/adv)

Presiden Soroti 8 Provinsi Penyumbang Terbesar Covid-19 di Indonesia

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti delapan provinsi yang menjadi penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. Delapan provinsi tersebut adalah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Papua.

“Saya ingatkan sekali lagi untuk memberikan perhatian prioritas penanganan di delapan provinsi itu,” ‎ujar Jokowi dalam rapat kabinet yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Senin (27/7).

Jokowi juga menuturkan, delapan provisi tersebut menyumbangkan 74 persen yang ada di Indonesia. Sehingga dia meminta jajarannya untuk memperhatikan delapan provinsi yang dimaksud.

“Karena delapan provinsi ini berkontribusi 74 persen kasus positif yang ada di Indonesia,” katanya.

Karena itu, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk bisa menurunkan angka kematian di delapan daerah tersebut. Sehingga angka kesembuhannya bisa meningkat signifikan.

“Turunkan angka kematian serendah-rendahnya. Tingkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya dan juga kendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru secepat-cepatnya,” ungkapnya.

Jokowi menutrukan jajarannya untuk bisa mengendalikan laju penyebaran Covid-19 di delapan daerah tersebut dengan melakukan 3T, yakni testing, tracing dan treatment. Semuanya dilakukan secara masif. Sehingga bisa cepat mengetahui orang-orang yang tertular virus tersebut. “Betul-betul harus dilakukan secara masif dan lebih agresif,” ungkapnya.

Jokowi berujar, jika masih ada rumah sakit yang kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk segera diberikan bantuan. Kemudian juga PCR dan laboratorium serta peralatan rumah sakit haruslah tersedia.(jpg)

Penerbangan Sudah Simpel, Penumpang Domestik Hanya Perlu Hasil PCR dan Tiket

0

batampos.co.id – Kini, semua penerbangan domestik tidak diperlukan lagi untuk menunjukkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Hal tersebut disampaikan oleh Executive General Manager, Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta Agus Haryadi.

“Hanya health alert card, hasil tes PCR atau rapid yang negatif dan tiket, itu saja. Terbang sudah relatif sangat simpel,” ujarnya dalam Youtube BNPB Indonesia, Senin (27/7).

Bahkan, surat keterangan dari PCR yang belaku 7 hari dan untuk rapid test selama 3 hari, kini semuanya menjadi 14 hari. Kemudian, rapid test dapat dilakukan di bandara itu sendiri.

“Sekarang rapid test juga bisa dilakukan di Bandara Soetta, di semua terminal. Para calon penumpang kan maunya one stop service, satu kali datang, langsung terbang, ini kami tangkap bahwa fasilitas itu memang diperlukan dalam bandara,” ujarnya.

Untuk protokol kesehatan, masih tetap sama. Di mana diharuskan untuk memakai masker, menjaga sanitasi hingga melakukan physical distancing.

“Proses pada saat masuk, sebenarnya kan sudah di screening melalui thermal scanner, mereka yang di dalam juga memiliki indikatif sehat dengan rapid test, tapi tetap jaga jarak,” kata Agus.

Fasilitas less contact di bandara pun semakin dimasifkan. Khususnya bagi area yang berpotensi disentuh oleh banyak orang, seperti area parkir hingga lift.

“Alat-alat yang potensi di sentuh orang banyak, seperti hand rail, itu kita lakukan proses disinfeksi, atau kita lakukan sterilisasi dengan UV. Di check-in juga kita buatkan pembatas,” pungkasnya.(jpg)

Mau ke Luar Negeri, Wajib Penuhi Persyaratan Negara Tujuan

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Anas Ma’ruf, mengatakan bagi para calon penumpang yang hendak keluar negeri, untuk memenuhi syarat dan ketentuan dari negara tujuan.

“Untuk keberangkatan internasional, tergantung peraturan negara tujuan, karena protokolnya beda-beda. Misalnya memerlukan sertifikat PCR, ada yang cukup health alert card, atau juga tidak memerlukan apa-apa, tetapi mengikuti aturan di sana,” kata dia dalam Youtube BNPB Indonesia, Senin (27/7).

Dia memberikan contoh, di mana Korea Selatan sendiri tidak memberlakukan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Namun, ketika di sana, para penumpang tersebut harus siap menyewa hotel untuk menjalani karantina 14 hari.

“Di Korea Selatan itu tidak perlu apa-apa, ketika di sana, selain persyaratan imigrasi, di sana akan di cek petugas dan dikarantina 14 hari, siap membayar hotel 14 hari dan juga siap PCR di sana. Kalau tidak siap membayar hotel, itu ngga bisa ke sana,” jelasnya.

Kemudian, untuk Hongkong, wajib memiliki sertifikat PCR negatif. Di mana, itu hanya berlaku selama 3 hari. “Saat ini di luar negeri berlaku selama 7 hari kan, tapi kalau Hongkong 3 hari. Kemudian juga harus dikeluarkan oleh laboratorium yang direkomendasikan oleh pemerintah. Kita ada 182 dan misalnya ngga dari sana ngga diterima,” ujar Anas.

Untuk di Bandara Soetta sendiri, sebelumnya akan dilakukan pengukuran suhu terlebih dahulu. Setelah itu, akan ada pengecekan lagi terkait dokumen kelengkapan, suhu dan gejala yang berindikasi pada pengidap Covid-19.

“Sebelum berangkat, nanti di security check point 2 itu ada petugas KKP yang melakukan pengamatan kembali suhu dan gejala, untuk dokumen kesehatan tidak kita lakukan, karena setiap negara berbeda-beda, maka bagi calon penumpang, pelajari betul syarat dan ketentuan yang berlaku di negara tujuan,” tutup dia.(jpg)

Kapal Vietnam Ditangkap saat Lakukan Ilegal Fishing di Laut Natuna Utara

0

batampos.co.id – KN Pulau Dana – 323 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, menangkap kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam. Kapal tersebut diduga melakukan aktivitas pencurian ikan atau ilegal fishing di Laut Natuna Utara, pada Minggu (26/7).

Kasubbag Humas Bakamla, Letkol Mardiono mengatakan, penangkapan dilakukan saat KN Pulau Dana-323 tengah melakukan patroli. Tak lama dari itu, KIA Vietnam terlihat memasuki perairan Indonesia. Sekitar pukul 11.00 waktu setempat, petugas melakukan komunikasi dengan radio, namun tidak direspons.

Menanggapi hal tersebut, KN Pulau Dana – 323 melakukan manuver untuk mendekati KIA. Selanjutnya dilakukan kontak komunikasi dengan menggunakan isyarat semaphore. “Saat mengetahui akan diperiksa, KIA Vietnam tersebut menambah kecepatan dari 2 knot menjadi 8 knot, dan terus berusaha menjauh dari KN. Pulau Dana – 323,” kata Mardiono kepada wartawan, Senin (27/7).

Tidak hanya itu, KIA juga melepaskan tanda jaring ikan berwarna hitam guna menghilangkan barang bukti. Merasa tidak mampu untuk melepaskan diri dari kejaran KN Pulau Dana – 323, KIA membakar ban di buritan kapal.

“Masih berusaha kabur, KIA melaju kencang dengan manuver zig-zag yang juga membahayakan kapal-kapal niaga asing yang melintas di alur lintas kepulauan Indonesia (ALKI),” imbuhnya.

KIA terlihat semakin panik. Kapal tersebut akhirnya berusaha menabrakkan diri ke kapal MV AKIJ OCEAN yang melintas tak jauh dari lokasi. Komandan KN Pulau Dana – 323 Letkol Bakamla Hananto Widhi akhirnya memerintahkan 1 Tim VBSS dan RHIB untuk melumpuhkan KIA.

Proses pendekatan oleh Tim VBSS telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengelilingi KIA sebanyak 2 kali guna mengidentifikasi keadaan. Setelah itu Tim VBSS mendekat pada lambung kiri KIA, untuk berkomunikasi menggunakan pengeras suara dan memerintahkan kapal ikan Vietnam untuk mematikan mesin.

Namun, kapal tersebut melakukan perlawanan dengan manuver berbahaya berkali-kali, hingga pada akhirnya mencoba menabrakan diri ke KN Pulau Dana – 323. Tembakan peringatan pun diberikan oleh Bakamla. Tapi tetap dihiraukan. Tim VBSS pun terpaksa melepas tembakan ke anjungan kapal ikan tersebut.

“Pada akhirnya, KIA mengurangi kecepatan dan Tim VBSS berhasil merapat di lambung kiri KIA. Selanjutnya Tim VBSS melakukan pengamanan dengan mengumpulkan semua ABK di haluan kapal,” pungkas Mardiono.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kapal ikan Vietnam tersebut telah memuat ikan sebanyak 2 ton. Selanjutnya kapal dan seluruh ABK digiring menuju Selat Lampa – Natuna guna proses lebih lanjut.(jpg)