batampos.co.id – Tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp12, 1 Miliar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kota Batam, tidak mempengaruhi pelayanan peserta BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut.

Senin (9/9/2019), batampos.co.id melihat langsung pelayanan yang diberikan staf dan para medis di RSUD Embung Fatimah.

Masyarakat yang ingin menjalani perobatan dilayani dengan baik. Masyarakat juga dilayani dengan baik oleh petugas BPJS Kesehatan yang melakukan validasi data peserta.

Salah seorang warga Batuaji, Ayang, mengaku pelayanan RSUD Embung Fatimah sangat baik.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Nunggak Rp 12,1 Miliar ke RSUD Batam

“Mereka (petugas medis) tidak pernah mempersulit saya sebagai peserta BPJS Kesehatan,” jelasnya saat ditemui batampos.co.id, di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.

Kata dia, selama iuran dibayarkan tepat waktu petugas medis akan memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Suasana pelayanan pasien di RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Sudah dua kali ke sini (RSUD Embung Fatimah), saya mengecek paru-paru,” jelasnya.

Hanya saja lanjutnya yang kerap terjadi di RSUD Embung Fatimah adalah masalah obat-obatan.

“Stok obat sering habis, terpaksa saya membeli di luar,” kata dia lagi.

Baca Juga: Masyarakat Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Pelayanan Harus Dibenahi

Hal serupa disampaikan Riski. Selama mengantar orangtuanya berobat ke RSUD Embung Fatimah untuk rawat inap tidak ada kendala apapun yang dialaminya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Para pasien mengantre di ruang tunggu RSUD Embung Fatimah. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Masalahnya cuma obat, jadi saya sering beli obat di di apotek,” ujarnya.

Warga Kota Batam lainnya, Sholeh, mengaku sangat puas dengan pelayanan RSUD Embung Fatimah.

Baca Juga: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Ditolak

Sholeh menjelaskan, sudah dua kali dirawat inap di RSUD Embung Fatimah. Selama itu ia mengaku tidak ada kendala sama sekali meski dirinya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Saya menderita penyakit gula dan untuk obat alhamdulilla selalu ada. Cuma di sini (RSUD Embung Fatimah) kekurangan alat,” jelasnya.

Sehingga dirinya disarankan untuk menjalani perawatan RS Awal Bros.(nto)