Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 10060

Bertambah Lima Orang, Segini Jumlah Pasien Covid-19 di Batam Sekarang…

0

batampos.co.id – Pada Selasa (14/7/2020) terjadi penambahan jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui dengan adanya penambahan tersebut saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam berjumlah 263 orang.

Dari jumlah tersebut 225 orang dinyatakan sembuh dan 12 orang meninggal dunia.

Tangkapan layar jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Selasa (14/7/2020) yang dilansir dari website lawancorona.batam.go.id

Saat ini pasien Covid-19 di Kota Batam yang masih dalam perawatan berjumlah 26 orang dan seluruhnya menjalani dirawat di RSKI Galang.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengimbau, dengan adanya penambahan tersebut masyarakat diminta untuk terus menerapkan protokol kesehatan saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan membasuhnya dengan air mengalir.

Kemudian istirahat yang cukup, olah raga yang teratur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.(*/esa)

Ini Riwayat Perjalanan Lima Pasien Baru Covid-19 di Batam

0

batampos.co.id – Pada Selasa (14/7/2020), Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali mengumumkan adanya lima pasien baru Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus tersebut seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

“Terdiri dari 2 orang pendatang dan 3 orang warga Kota Batam,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Ia menjelaskan, sejauh ini kondisi kelima pasien tersebut dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Kelimanya kata dia, saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” ujarnya.

Berikut Riwayat Perjalanan 5 Pasien Baru Covid-19 Kota Batam:

1. AP

Berusia 28 tahun, Pelaut/Crew Kapal, beralamat sementara di
salah satu Hotel yang berlokasi dikawasan Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam.

AP merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 259 Kota Batam.
Yang bersangkutan bersama 10 orang rekannya yang lain merupakan Pelaut/crew kapal tiba di Batam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 25 Juni 2020.

Mereka datang ke Batam guna menjemput kapal Tug boat baru yang dipesan oleh perusahaan tempat yang bersangkutan
bekerja.

Setibanya di Batam mereka semua diinapkan pada salah satu hotel sebagaimana alamat tersebut di atas.

Selanjutnya pada 9 Juli 2020 yang bersangkutan bersama
rekan sekerjanya yang lain pergi ke Puskesmas Sungai Lekop untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan RDT guna memenuhi salah salah satu syarat kelengkapan dokumen pelayaran dimana hasilnya yang bersangkutan bersama 2 orang rekannya dinyatakan “reaktif”.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya pada 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada Selasa (14/7/2020) dengan terkonfirmasi positif.

2. M

Berusia 43 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di depan Ramayana Shoping Centre, Lubuk Baja, Kota Batam.

M merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 260 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut dan pada keesokan harinya pada 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada tanggal 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada Selasa (14/7/2020) dengan terkonfirmasi positif.

3. M

Berusia 28 tahun, Pelaut/Crew Kapal, beralamat sementara di
salah satu Hotel yang berlokasi dikawasan Jalan Brigjend Katamso, Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam.

M merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 261 Kota Batam. Yang bersangkutan bersama 10 orang rekannya yang lain merupakan Pelaut/crew kapal yang tiba di Batam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 25 Juni 2020 guna menjemput kapal Tug boat baru yang dipesan oleh perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja.

Setibanya di Batam mereka semua diinapkan pada salah satu hotel sebagaimana alamat tersebut di atas.

Selanjutnya pada 9 Juli 2020 yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain pergi ke Puskesmas Sungai Lekop untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan RDT guna memenuhi salah salah satu syarat kelengkapan dokumen pelayaran dimana hasilnya yang bersangkutan bersama 2 orang rekannya dinyatakan “reaktif”.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut dan keesokan harinya 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab
tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada 14 Juli 2020 dengan Terkonfirmasi Positif

4. A

Berusia 37 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
kawasan perumahan Bukit Union, Tanjung Buntung, Bengkong Kota Batam.

A merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 262 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan Pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut dan
pada keesokan harinya 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada 14 Juli 2020 dengan Terkonfirmasi Positif.

5. AR

Berusia 20 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di Nagoya City Centre, Lubuk Baja, Kota Batam.

AR merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 263 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan Pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada 14 Juli 2020 dengan terkonfirmasi positif.(*/esa)

Presiden Jokowi Bakal Bubarkan 18 Lembaga Negara, Anggota DPR Sebut 60

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa dalam waktu dekat ini ada 60 lembaga yang akan dibubarkan oleh pemerintah.

Hal itu berdasarkan data dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB). Lembaga-lembaga yang dibiayai oleh pemerintah itu dianggap tidak efektif dan hanya membebankan negara dari segi anggaran.

“Mereka (KemenpanRB) sudah sampaikan ada 60-an lembaga maupun komisi yang dianggap tidak efisien, tidak efektif, bahkan cenderung membebani negara,” ujar Saan kepada wartawan, Selasa (14/7).

Namun demikan, Saan belum mengetahui lembaga-lembaga tersebut apa saja. Sehingga meminta Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo memberikan data-data tersebut ke Komisi II DPR.

“Nanti sama-sama evaluasi dan kita kaji dari sekian banyak lembaga yang akan dibubarkan mana yang akan bisa paling dulu kita eksekusi,” katanya.

Namun demikian, politikus Partai Nasdem ini mengatakan, pemerintah juga harus punya solusi mengenai nasib para aparatur sipil negara (ASN) jika lembaga tersebut dibubarkan. Sehingga pemerintah tidak hanya melakukan pembubaran saja lembaga-lembaga tersebut.

“Nanti gimana cara penanganannya, mau dilimpahkan ke lembaga mana. Jadi ada konsekusi yang harus dipikirkan dan ditindaklanjuti bersama. Mereka harus dipikrikan nasib dan masa depan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membubarkan 18 lembaga negara dalam waktu dekat. Namun, mantan wali kota Solo itu tak merinci lembaga negara yang dimaksud.

Jokowi menjelaskan, alasan pembubaran lembaga negara salah satunya untuk efisiensi anggaran yang selama ini digunakan untuk membiayai keberadaan lembaga negara itu. Maka bisa dialihkan ke kementerian yang lain.

“Semakin ramping organisasi, ya cost-nya kan semakin bisa dikembalikan. Anggaran, biaya. Kalau bisa kembalikan ke kementerian, dirjen, direktorat, direktur. Kenapa kita harus pakai badan-badan itu lagi, ke komisi-komisi itu lagi,” katanya.

Lebih lanjut Mantan gubernur DKI Jakarta itu menilai kinerja pemerintahan akan semakin cepat jika keberadaan lembaga negara lebih efisien. Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu negara saat ini bukan lagi diukur dari besar kecilnya negara, melainkan dari kecepatan dalam bekerja.‎(jpg)

Polisi Mulai Selidiki Bocornya 91 Juta Data Pengguna Tokopedia

0

batampos.co.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mulai mengusut kasus bocornya data pengguna Tokopedia. Pihak e-commerce sudah memutuskan membawa kasus tersebut ke ranah hukum karena dianggap telah melakukan ilegal akses.

“Pembobolan data Tokopedia, sampai saat ini Ditsiber masih melakukan penyelidikan dan masih melakukan analisa anomali IP Address yang masuk ke Tokopedia,” kata Karopenmas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/7).

Awi menjelaskan, saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Adapun pihak yang sudah diperiksa yakni dari internal Tokopedia yang diperkirakan mengetahui proses pembobolan data tersebut. “Ditsiber sedang melakukan klarifikasi terhadap rekan-rekan Tokopedia. Sudah ada 3 orang yang diklarifikasi, antara lain IT security,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada awal Mei 2020 Tokopedia dihantam kebocoran data 15 juta akunnya. Akun yang membocorkan juga menginfokan memiliki dan akan menjual 91 juta data pengguna Tokopedia. Data yang sebelumnya diperjualbelikan seharga USD 5.000 atau sekitar Rp 70 juta itu kini bisa didownload secara bebas.

Sebelumnya pada sabtu sore 4 juli 2020, salah satu anggota pada sebuah grup Facebook terkait keamanan siber yang berisikan hampir 15 ribu anggota, memberikan link tautan untuk mengunduh data Tokopedia sebanyak 91 juta secara gratis.

Saat ditelusuri, link tersebut bersumber pada salah satu akun bernama @Cellibis di forum Raidsforum yang memang sudah membagikan lebih dulu pada jumat 3 juli 2020. Akun tersebut membagikan secara hampir cuma-cuma di Raidforums yang sebelumnya dia dapatkan dari cara membeli data tersebut di darkweb sebesar SGD 5000.(jpg)

Tambah 1.591 Kasus, Positif Covid-19 Capai 78.572 Orang

0

batampos.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah stabil di atas angka seribu. Hari ini, Selasa (14/7), kasus positif Covid-19 bertambah 1.591 jiwa. Sehingga totalnya kini mencapai 78.572 orang.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, kasus positif ini meliputi simtomatik (dengan gejala) atau asimtomatik (tanpa gejala). Sedikitnya 23.001 spesimen harian diperiksa. Totalnya kini sudah 1.097.468 spesimen diperiksa.

Sebarannya yakni Jawa Timur 353 kasus positif, 352 sembuh. Jakarta 268 kasus positif, 120 sembuh. Sulawesi Selatan 197 positif, 144 sembuh. Kalimantan Selatan 161 positif, 54 sembuh. Sumatera Utara 130 positif, 20 sembuh. Bali 101 positif, 64 sembuh. Jawa Barat 74 positif, 28 sembuh.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menekankan kembali agar selalu patuh menggunakan masker. Baik di dalam transportasi umum, ruang kerja, hingga di luar rumah di manapun.

“Upayakan jaga jarak, tak bicara, makan dan minum. Patuhi betul penggunaan masker yang baik,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (14/7).

Yurianto menilai sudah banyak masyarakat yang menyadari untuk memakai masker. Tetapi cara memakainya yang masih salah.

“Pilillah masker yang membuat nyaman. Banyak yang mulai menggunakannya tapi tak dengan cara yang benar. Ingat dengan kita mulai bekerja dan aktivitas kembali dengan orang yang cukup banyak, dengan sirkulasi udara yang kurang baik, bisa memberikan resiko tinggi,” jelasnya.

Ada 20 provinsi yang melaporkan kasus baru di bawah 10. Dan ada 5 provinsi dengan nol kasus yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, NTT.

Pasien sembuh bertambah 947 orang menjadi 37.636 orang. Angka kematian bertambah 54 meninggal menjadi 3.710 angka kematian. Ada 46.701 orang dinyatakan berstatus suspek. Sudah 461 kabupaten kota terdampak Covid-19.(jpg)

Pasien Covid-19 di Batam Bertambah Lagi, Segini Jumlahnya…

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali mengumumkan penambahan jumlah pasien pada Selasa (14/7/2020).

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, data itu merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil temuan
penyisiran dan kasus baru di Kota Batam.

“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini ada 5 orang laki-laki. Terdiri dari 2 orang pendatang dan 3 orang warga Kota Batam,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Ia menjelaskan, sejauh ini kondisi kelima pasien tersebut dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya
gangguan kesehatan yang berarti.

“Saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” ujarnya.(*/esa)

Lagi, Tiga Pedagang Tos 3000 Jodoh Positif Covid-19, Ini Daftarnya…

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali mengumumkan adanya lima pasien baru Covid-19 dan tiga di antaranya merupakan pedagang Tos 3000, Jodoh

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus tersebut seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

“Terdiri dari 2 orang pendatang dan 3 orang warga Kota Batam,” katanya, Selasa (14/7/2020).

Ia menjelaskan, sejauh ini kondisi kelima pasien tersebut dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Kelimanya kata dia, saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang Kota Batam,” ujarnya.

Berikut Riwayat Riwayat Perjalanan 3 Pedagang Tos 3000 Jodoh yang terkonfirmasi Covid-19 Kota Batam:

1. M

Berusia 43 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di depan Ramayana Shoping Centre, Lubuk Baja, Kota Batam.

M merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 260 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil pemeriksaan RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut.

Suasana di Pasar Tos 3000 Jodoh pada Kamis (9/7/2020) sesaat setelah tim Gugus Tugas melakukan rapid test terhadap para pedagang di kawasan tersebut. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Keesokan harinya pada 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada tanggal 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada Selasa (14/7/2020) dengan terkonfirmasi positif.

2. A

Berusia 37 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
kawasan perumahan Bukit Union, Tanjung Buntung, Bengkong Kota Batam.

A merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 262 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan Pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada 14 Juli 2020 dengan Terkonfirmasi Positif.

3. AR

Berusia 20 tahun, Pedagang Pasar Toss. 3000, beralamat di
salah satu ruko yang berfungsi sebagai rumah kost di Nagoya City Centre, Lubuk Baja, Kota Batam.

AR merupakan kasus baru Covid-19 Nomor. 263 Kota Batam. Pada 9 Juli 2020 Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam bersama Puskesmas Lubuk Baja melakukan penyisiran dan Pemeriksaan RDT kepada para pedagang di Pasar Toss 3000 Sungai Jodoh dan diperoleh hasil yang bersangkutan dinyatakan “Reaktif”.

Mengingat hasil RDT tersebut selanjutnya dilakukan edukasi kepada yang bersangkutan untuk dievakuasi ke RSKI Covid-19 guna melaksanakan karantina/isolasi di rumah sakit tersebut.

Keesokan harinya 10 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada 13 Juli 2020 Terkonfirmasi “Negatif”.

Selanjutnya pada 11 Juli 2020 kembali dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan kedua yang hasilnya diperoleh pada 14 Juli 2020 dengan terkonfirmasi positif.(*/esa)

Ada Koperasi Petani di Kota Batam, Ini Kegunaannya…

0

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam membentuk koperasi petani yang akan menjadi wadah pembinaan atau pengembangan pertanian di Kota Batam ke depan.

Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, mengatakan, nantinya anggota koperasi akan menjual hasil taninya ke koperasi sebelum dijual ke konsumen.

“Selain menjalani kegiatan menjual hasil pertanian, ke depan koperasi ini akan menjual sarana pertanian kepada petani dengan harga murah,” ujarnya, Senin (13/7/2020).

Ia menjelaskan koperasi memiliki prospek jangka panjang.

“Bank Indonesia akan bantu pengadaan pupuk, obat hama, pendampingan IT juga sarana prasarana,” imbuhnya.

Ilustrasi. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Sementara, perihal strategi pemasaran komoditi lokal, komoditi yang telah dikumpulkan dari petani melalui koperasi akan dijual dengan berbagai cara.

Pertama dengan cara online dan saat ini pihaknya telah meluncurkan aplikasi ‘Bakulan’.

Kemudian membentuk Cabai Corner bekerja sama dengan kedai-kedai agar dapat menjual hasil panen petani lokal. Pihaknya menargetkan, 100 kedai dapat terlibat dalam program ini.

“Di Sekupang sudah ada 7 kedai yang ikut serta. Untuk sembilan kecamatan di mainland, kami targetkan lima sampai 10 kedai perkecamatan ikut serta,” katanya.

Strategi pemasaran lain yakni penjualan hasil pertanian dengan menggunakan mobil dan para petugas akan berkeliling perumahan atau ngetem pada salah satu titik di daerah tertentu.

Ia menjelaskan, kelebihan komiditi lokal adalah dipastikan segar.(*/esa)

Ada Keluhan ISPA, 46.701 Orang Berstatus Suspek Covid-19

0

batampos.co.id – Kini status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masuk dalam kategori suspek. Stasus pasien suspek ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Sehingga, sebanyak 46.701 orang kini berstatus sebagai suspek Covid-19. Mereka yang berstatus suspek umumnya mengalami beberapa kondisi, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

“Kami ubah menjadi kasus suspek, probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, selesai isolasi, dan kematian,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Selasa (14/7).

Definisi kasus suspek terbagi menjadi 3 kondisi. Mereka umumnya belum diuji oleh PCR dan TCM atau sedang menunggu hasil laboratorium.

Pertama, mereka yang mengalami gangguan saluran pernapasan akut, memiliki riwayat dengan orang yang berasal dari daerah dan terjadi penularan lokal. Kedua, adalah mereka yang dalam 14 hari terakhir kontak dekat dengan kasus positif atau probable, kontak erat lebih dari 30 menit. Ketiga, mereka yang memiliki gangguan saluran pernapasan atas yang berat dan dilakukan perawatan di RS.

“Termasuk yang tak diketahui secara spesifik ini Covid-19. Artinya kita curiga ini Covid-19 maka dinasukkan dalam kategori suspek,” jelas Yurianto.

Menkes Terawan Agus Putranto menghapus sejumlah istilah yang selama ini sering publik dengar terkait Korona. Antara lain Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang ditandatangani Terawan pada Senin (13/7). Kepmenkes ini juga telah diunggah di laman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Selasa (14/7). (jpg)

83 PDAM Akan Padati ZoomBA #3, Jangan Sampai Terlambat Check-in

0

batampos.co.id – Sedikitnya 83 PDAM dari seluruh Indonesia akan memadati Webinar Zoom Bersama ATB (ZoomBA) yang akan diselenggarakan pada Rabu (15/7/2020) mendatang. Masing-masing PDAM mengirimkan sejumlah wakilnya untuk belajar kepada PT. Adhya Tirta Batam (ATB).

“Kami tidak menyangka antusiasme PDAM sangat tinggi. Karena PDAM dari hampir 80 persen Provinsi di Indonesia akan hadir dalam ZoomBA episode ketiga ini,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

ZoomBA episode 3 akan menghadirkan Manager Non Revenue Water (NRW) ATB, Sadma Lastyanta. Dia akan berbagi mengenai “Inovasi Atasi Kehilangan Air”.

Untuk memberikan ruang yang lebih leluasa bagi peserta, ATB membagi Webinar ZoomBA dalam 2 sesi.

Sesi pertama akan dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, sementara sesi kedua pada 15.00 hingga 17.00 WIB.

Masing-masing sesi terbatas hanya untuk 100 peserta. Bagi yang tidak mendapatkan tempat di ruang Zoom, dapat menyaksikan melalui Facebook ATB Batam, atau Youtube ATB Batam.

Tema yang diangkat dalam Webinar ZoomBA kali ini memang sangat menarik bagi PDAM. Karena masalah kehilangan air masih menjadi momok yang sulit ditaklukan hingga hari ini.

Menurut laporan BPPSPAM, tingkat kehilangan air rata-rata Indonesia tahun 2019 masih berada di 32,75%.

“Masih sangat jauh jika dibanding kan dengan target nasional, yakni di bawah 20%,” jelas Maria.

Namun, ditengah kondisi pelik ini, ATB telah berhasil menurunkan angka kebocorannya hingga 14 persen di tahun 2019.

Semua itu berkat inovasi dan terobosan yang telah dilakukan oleh perusahaan sejak beberapa tahun belakangan.

“ATB ingin berbagi ilmu tersebut, agar tingkat kehilangan air di Indonesia turun hingga ke angka terendah,” paparnya.

Menekan angka kehilangan air menjadi sangat penting. Bukan hanya kerena dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, namun sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan air baku.

Dengan pemanfaatan air baku yang efisien, maka Indonesia dapat bertahan dari potensi kekurangan air di masa mendatang.

“Ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Untuk PDAM, menjadi efisien adalah kewajiban untuk menjaga sumber air kita di masa mendatang,” jelasnya.(*)